Jumat, 05 Juni 2020

Bupati Haryanto : Masih Butuh Pengkajian Tahapan New Normal

Targethukumonline. Pati - Menanggapi rencana diberlakukannya New Normal, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih dalam terlebih dahulu.

Perlu kajian lebih dalam untuk New Normal.

"Kalau untuk new normal kita masih dalam tahap persiapan - persiapan dahulu. 

Sebab, terkait new normal saja kan dari Provinsi Jawa Tengah juga belum memberlakukan", ujar Bupati Pati Pati Haryanto usai melakukan peninjauan penyaluran Bantuan Langsung Tunai di beberapa desa, Jumat tgl (05/06/20).

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, saat ini daerah yang baru mendapat persetujuan pemberlakuan New Normal ialah Kota Tegal saja.

"Kita baru tahap langkah - langkah persiapan. Jadi tidak serta merta langsung memberlakukannya", tegasnya.

Guna menghadapi New Normal atau Kenormalan yang Baru, Bupati menyebut bahwa pihaknya akan membuat kajian tentang langkah - langkah yang harus dilakukan di kondisi kenormalan yang baru.

"Yang terpenting ialah menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker. 

Selalu menjaga jarak, membiasakan hidup bersih cuci tangan dengan sabun. Dan jangan membuat kerumunan", jelasnya.

Bupati menekankan bahwa minimal hal - hal tersebut yang harus dapat diterapkan oleh masyarakat di kondisi Kenormalan yang Baru nantinya.

"Jadi nanti di pasar - pasar dan di tempat - tempat pelayanan umum kita gerakkan beberapa hal tersebut", pungkasnya. (Roy)
Share:

Wabub Safin Pantau Penyerahan Bantuan BLT DD di Wilayah Trangkil

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Pati memantau penyerahan bantuan BLT DD kepada perwakilan penerima manfaat di Aula Kecamatan Trangkil, Jumat tgl (05/06/20).

Wabub pantau langsung bantuan langsung tunai dana desa.

"Hari ini kita sama-sama monitoring. Pak Bupati ke selatan dan saya ke utara dan tentunya ini menjadi tugas kita supaya BLT DD bisa berjalan dengan sesuai harapan," ujar Wabup.

Wabup mengatakan, target pendistribusian bantuan dalam satu minggu ini sudah selesai. 

Di Kecamatan Trangkil yang dibagikan minggu ini adalah 7 desa yaitu Desa Tegalharjo, Desa Mojoagung, Desa Kajar, Desa Trangkil, Desa Rejoagung, Desa Tlutup dan Desa Kertomulyo.

"Desa Tegalharjo yang hari ini dibagikan, ada 288 penerima, karena desanya cukup besar. Ini terbanyak setelah Desa Pasucen," ungkap Safin.

Wabup berharap kecamatan menerapkan protokol kesehatan dalam penyerahan bantuan.

Seperti pada penyerahan BLT DD untuk desa Tegalharjo hari ini, karena banyaknya jumlah warga dan kondisi gedung terbatas, Wabup mengimbau pihak kecamatan mengatur jarak aman antar penerima bantuan. 

Penerima BLT DD juga diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun.

"Di tempat-tempat lain pun kami anjurkan warga untuk memakai masker. 

Kalau membutuhkan masker Insyaallah pemerintah daerah akan menyiapkan untuk memberikan masker," ujar Wabup.

Ia pun berharap agar bantuan ini bisa dimanfaatkan warga untuk membeli kebutuhan bahan pokok.

"Karena tujuan pemerintah adalah memberi bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok," tandasnya. (Roy)
Share:

Kamis, 04 Juni 2020

Pengungsi Banjir Rob Pekalongan Disambangi Pangdam IV Diponegoro dan Kapolda Jateng

Targethukumonline. Pekalongan - Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Polisi Drs. Ahmad Luthfi, SH. S.St., M.K., mengunjungi tempat pengungsian warga terdampak banjir rob di kelurahan Slamaran kota Pekalongan, Kamis tgl (04/05/20).

Pangdam Diponegoro dan Kapolda sambangi korban banjir rob.

Kunjungan kerja Pangdam dan Kapolda disambut oleh Danrem 071 Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.E., M.M., M.Han., beserta Walikota Pekalongan H.M Saelany Mahfudz, SE., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Arfan Johan Wihananto, SIP, M.MS., AKPB Egy Andrian Suez, SH., SIK., MH (Kapolres Kota Pekalongan) dan H.A. Afzan Arsland Djunaid. SE (Wakil Walikota Pekalongan) beserta jajaran.

Kedatangannya ke Pekalongan kali ini guna memberikan bantuan kepada korban banjir rob berupa sembako, makanan, obat-obatan, hingga tikar.

Pangdam IV Diponegoro menyampaikan agar dalam menangani musibah banjir rob ini, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Dengan adanya musibah ini, kami menghimbau kepada masyarakat, bahwa Pandemi Covid-19 ini belum selesai oleh karena itu saya berharap pengertian masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan baik", terangnya.

Pangdam juga menegaskan bahwa untuk pelaksanaan penerapan protokol kesehatan tersebut, nantinya akan diatur oleh walikota Pekalongan, daerah atau wilayah mana dulu yang akan diterapkan.

"Kami, TNI dan Polri, siap membantu mendisiplinkan masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan", jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Kapolda mengatakan, kehadirannya bersama Panglima untuk membantu meringankan beban para pengungsi.

“Kami datang kesini untuk melihat langsung masyarakat terdampak banjir rob di kab/kota Pekalongan, dan kami berikan bantuan yang mereka butuhkan,” ujar Kapolda Jateng saat jumpa persnya usai menyerahkan bantuan kebutuhan pokok.

Dikatakan, lebih kurang 7.700 KK yang terdampak banjir rob, TNI - Polri dan masyarakat telah mendirikan satu dapur lapangan. 

Sampai kapan lamanya, Kapolda menyampaikan bisa selama penanganan banjir rob usai.

Bisa sampai selesai dan mudah-mudahan hal ini tidak terlalu lama, semoga dalam tiga hari ini selesai, kita doakan bersama agar musibah ini cepat berlalu," himbaunya. (B.fajar)
Share:

Bupati Haryanto Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati Suharyono, dan Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Jumani, hari ini (4/6) melantik dan mengambil sumpah empat Pejabat Administrator (eselon III - red) dan 13 Pejabat Pengawas (eselon IV-red) di Pendopo kabupaten Pati.

Bupati Haryanto kembali lantik pejabat eselon III & IV.

"Pejabat administrator dan pengawas adalah lini terdepan, yang membantu tugas pokok dan fungsi dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Garda terdepan ini sukses atau tidak tergantung dari Anda sekalian", tegasnya.

Sehingga dalam hal ini, lanjutnya semakin kuat OPD, semua lini harus kuat.

"Sehingga jabatan jangan sampai hanya untuk gagah-gagahan.

Pejabat harus bisa mendelegasikan beban tugasnya secara profesional dan proporsional kepada stafnya, baik yang berstatus ASN maupun THL", imbuhnya.

Selain itu, para pejabat yang telah dilantik juga diminta agar memaksimalkan kemampuan sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengharapkan para pejabat untuk turut memasyarakatkan gerakan memakai masker tanpa memandang zona.

"Jadi meski zona di kecamatannya sedang tidak ada ODP, PDP, OTG, maupun yang positif sekalipun, masker harus selalu dikenakan. 

Jika perlu, kalau pas keluar bawa masker jadi apabila bertemu orang yang tidak memakai masker, maka berikan", ujar Bupati.

Ia pun mengimbau kepada pejabat yang telah dilantik agar langsung bekerja. 

Sebab, saat ini, menurutnya, seluruh pegawai di OPD sudah aktif bekerja seperti biasa, dan tidak lagi bekerja di rumah atau Work From Home (WFH).

Terkait New Normal, Bupati menegaskan bahwa ASN Pemkab harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Namun yang masih menjadi perdebatan tak hanya di daerah namun juga di lingkup nasional saat ini, menurutnya adalah terkait metode pembelajaran anak sekolah. 

"Apakah tetap belajar di rumah atau masuk sekolah", imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan keprihatinannya terkait orang - orang yang tidak paham dengan kondisi new normal sehingga menganggap bahwa kondisi saat ini seperti biasa saja dan tidak terjadi apa - apa.

"Untuk pelayanan - pelayanan  kepada masyarakat saya juga meminta agar SOP-nya dipermudah", tegas Bupati.

Ia pun kemudian menyoroti kinerja para Kepala OPD. 

"Bekerjalah sesuai porsi dan jangan sampai ada yang justru terlalu sibuk koar - koar di media sosial", pungkasnya. (Roy)
Share:

Bupati Haryanto : Pemkab Pesan 200 Ribu Masker Lagi Untuk Masyarakat Pati

Targethukumonline. Pati - Setelah pelaksanaan rapid test di pasar Juwana hari ini, Bupati Pati Haryanto lantas membagi-bagikan masker secara gratis untuk menggencarkan kembali gerakan wajib pakai masker, jaga jarak dan pola hidup sehat kepada pengunjung dan para pedagang Pasar Juwana, Rabu tgl (03/06/20).

Gerakan wajib pakai masker terus digiatkan oleh Bupati Haryanto.

"Sebelum pemberlakuan new normal, sudah barang tentu kita harus sudah terbiasa menerapkan protokol kesehatan.

Disiplin itu karena apa? Ya tentu untuk mengantisipasi, karena kita tidak tahu tempat-tempat fasitas umum itu terdampak covid atau tidak", jelasnya.

Lebih lanjut Haryanto menuturkan, bahwa jika nanti sudah ada petunjuk teknis terkait detail pelaksanaan new normal, maka pemerintah dam masyarakat tinggal mengantisipasi dengan menggerakkan protokol kesehatan.

"Kemudian semua tempat umum dan instansi-instansi pelayanan publik di sekitar kita juga disediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun", lanjutnya.

Sebab, menurut Bupati, Covid-19 ini sampai saat ini belum ada obatnya.

"Jadi kita harus mengawali dari diri kita sendiri", tegas Bupati.

Dalam kesempatan itu Haryanto pun menuturkan bahwa meskipun pihaknya masih punya persediaan masker, namun setelah dirapatkan dengan pak Sekda, Pemkab akhirnya pesan lagi sebanyak 200 ribu masker yang akan dibagikan kepada masyarakat.

"Kita biasakan pakai masker, mungkin awalnya terganggu karena tidak terbiasa tapi nanti pasti akan terbiasa. 

Sekarang ke mana-mana harus pakai masker. Nggak kelihatan cantik, kurang ganteng pun tak mengapa, yang penting badan sehat", tutur Haryanto.

Kemudian terkait sosialisasi penggunaan masker Bupati mengaku bahwa setiap ketemu orang, ia akan membagikan masker.

"Untuk pasar di kabupaten Pati  saya bagi 25 ribu masker, bersepeda pun saya sempatkan membagi masker, tujuannya adalah untuk melindungi setiap warga agar tidak sampai tertular", pungkasnya. (Roy)
Share:

Soliditas TNI, Kodim Pati Laksanakan Pengawasan Fasilitas Umum

Targethukumonline. Pati - Untuk menekan serta memutus mata rantai penularan Covid-19 diwilayah kabupaten Pati, seluruh Instansi Pemerintah bersama dengan TNI-Polri serta masyarakat menggencarkan kegiatan pengawasan serta pengamanan di fasilitas umum yang riskan dan berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

Kodim Pati bersama Tim gabungan lakukan pengawasan fasilitas umum.

Terhitung mulai tanggal 2 juni  hingga 30 juni 2020 nanti akan ditempatkan personel gabungan dari Kodim 0718 PATI, Polres PATI, BPBD, DINKES, Satpol PP, DISHUB, dan DISDAGPERIN dalam rangka pendisiplinan masyarakat.

Kodim Pati mendukung personel TNI sebanyak dua orang di tujuh titik lokasi yakni di swalayan ADA, swalayan luwes, pasar Juwana, pasar Puri, pasar Kayen, pasar Rogowangsan dan pasar Tayu, tugas mereka adalah membantu pengawasan serta untuk membantu mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik itu para pengunjung serta para pedagang di pasar,” imbuhnya.

Bukan hanya di tujuh titik tersebut saja, kami juga menempatkan personel di Pos Pam terpadu Covid-19 yang berada didepan Pabrik Kacang dua kelinci kecamatan Margorejo dan pos di depan halte Puri Pati,” kata Pasi Ops Kodim Pati Kapten Inf Munawar saat dikonfirmasi media, Rabu tgl (03/06/20).

Sementara itu dipasar kecamatan Kayen kabupaten Pati juga telah dilaksanakan penyemprotan disinfektan oleh aparat gabungan dari Koramil Kayen, Polsek Kayen bersama instansi terkait lainnya dengan sasaran seluruh lapak pedagang di dalam pasar Kayen.

Menurut Danramil Kayen, selain penyemprotan disinfektan, pembatasan akses masuk kedalam pasar juga dibatasi yaitu dengan menerapkan satu pintu masuk kedalam pasar agar dapat memudahkan para petugas untuk mengontrol dan memeriksa suhu tubuh pengunjung, serta melaksanakan pengawasan penerapan protokol kesehatan diantaranya dengan mencuci tangan sebelum masuk pasar, wajib memakai masker serta menerapkan physical distancing (jaga jarak aman).

Selain membantu pengawasan untuk mendisiplinkan masyarakat, kita juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di seluruh lapak di dalam pasar Kayen hari selasa sore kemarin bersama Polsek Kayen dan pengelola pasar Kayen dalam upaya menekan serta memutus rantai penularan covid-19,” ucap Kapten Cba M. Zuhri Danramil 04 Kayen. (Roy)
Share:

Pelaku Perampok Disertai Pembunuhan di Desa Dongos Berhasil Dibekuk Oleh Satreskrim Polres Jepara

Targethukumonline. Jepara - Satreskrim Polres Jepara berhasil ringkus pelaku pencurian disertai pembunuhan di desa Dongos, kec. Kedung Jepara, Rabu tgl (20/06/20).

Satreskrim Polres Jepara berhasil bekuk tersangka tersangka curanmor.

Pelaku berinisial IP 26 th, dibekuk satuan rekrim jepara, di daerah cengkareng jakarta beserta barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario milik korban.

Korban bernama SW 21 ditemukan meninggal oleh kakak kandungnya pada tanggal 13/05/20 dirumahnya Dongos RT 01 RW 01 kec. Kedung kab. Jepara, sekitar pukul 17.00 WIB dalam posisi terlungkup dilantai dan masih menggunakan mukena, pada bagian bawah kondisi tubuh sudah mulai kaku.

Saat diperiksa terdapat luka memar di bagian leher depan dan dibagian dada akibat pukulan benda tumpul, didugaan korban dihabisi sesaat setelah sholat dhuhur atau sebelum sholat, sekitar pukul 12.00 - 13.00 WIB.

Setelah menerima laporan hal tersebut, satreskrim polres jepara segera mendatangi TKP dan mendapatkan cukup bukti segera dilakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan.
Informasi diterima pelaku berada diJakarta Barat/Cengkareng dan berhasil ditangkap.

Kapolres Jepara, AKBP. Nugroho Tri Nuryanto, S.H,. S.I.K,. M.H. didampingi Kasatreskrim AKP. Djohan Andika, S.E.,S.I.K. Kasipropam Polres Jepara Iptu Agus Nuhadi, Paursubbaghumas Polres Jepara Iptu Edy Purwanto.
Membenarkan hal tersebut saat ditemui awak media.

Tersangka merupakan residivis curanmor tahun 2015.

Kronologis kejadiannya pada tanggal (13/5/20)  pukul 12.00 WIB korban pulang kerumah dari tempat kerja nya di pabrik PT. Jiale untuk beristirahat dan melaksanakan sholat dhuhur.

Saat itu pelaku sudah mengintai dan berniat menguasai sepeda motor yang terparkir di depan rumah.

Saat masuk rumah korban, tersangka mengambil kunci motor.

Saat itu korban sedang melaksanakan sholat dhuhur, kemudian pada saat salam terakhir tersangka menendang korban kemudian korban dicekik sekitar 5 menit hingga meninggal dunia.

Tersangka kemudian secara leluasa mengambil kendaraan,  STNK, handphone, jaket, uang Rp. 100 ribu dan helm miilik korban dan kemudian melarikan diri ke Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dari keterangan tersangka sebelumnya sudah mengenal korban karena pernah mengontrak didepan rumah korban selama 1 tahun.

Kapolres menyampaikan petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena pada saat diminta menunjukan barang bukti, tersangka melakukan perlawanan kepada petugas. 

Kepada tersangka dikenakan pasal 365 ayat 3 KUHP pidana, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan juga ucapan terima kasih kepada masyarakat Jepara atas dukungan dan doanya hingga tersangka berhasil ditangkap.

Terima kasih kepada Satuan Reskrim Polres Jepara, dan Satuan lain yang terkait yang telah bekerja secara profesional sehingga dengan cepat mengungkap kasus ini," ujar Kapolres Jepara AKBP. Nugroho Tri Nuryanto, S.H,. S.I.K,. M.H. (J-Team)
Share:

Deklarasi Kampung Siaga Covid-19 Desa Sikasur Belik Kab. Pemalang

Targethukumonline. Pemalang - Desa Sikasur kecamatan Belik kabupaten Pemalang menggelar deklarasi kampung Siaga Covid-19, hal ini di lakukan dalam rangka adaptasi kehidupan baru sewilayah kecamatan Belik khususnya desa Sikasur, Kamis tgl (04/05/20).

Desa Sikasur kec. Belik Pemalang bangkit menuju New Normal.

Deklarasi kampung Siaga Covid-19 desa Sikasur di hadiri oleh perwakilan camat Belik Ediyanto, Kapolsek Belik Trino W beserta jajarannya, Danramil Belik Nasri beserta jajarannya, Kepala Desa Sikasur beserta unsur PEMDES Sikasur, pemuka masyarakat, ANSOR, dan ORMAS PEMUDA PANCASILA.

Dengan ditabuhnya kentongan oleh kepala desa Sikasur Kusin Spd, menandakan bahwa desa Sikasur telah siap untuk menuju New Normal.

Dan dalam sambutannya beliau berharap kepada seluruh warga masyarakat mampu / siap beradaptasi kehidupan baru dan bersatu melawan corona.

Dan kedepan warga masyarakat bisa melakukan aktifitas seperti biasa dengan normal tapi tetap dengan protokoler kesehatan yaitu dengan membiasakan cuci tangan dengan air yang mengalir dengan menggunakan sabun setiap sebelum dan setelah melakukan aktifitas, mengenakan masker, melakukan sosial dan physical dustancing, istirahat yang cukup, serta berolah raga.

Dengan demikian maka warga masyarakat di harapkan terbebas dari virus corona dan bangkit dari keterpurukan pandemi saat ini. (Tri Pujiono)
Share:

Senin, 18 Mei 2020

Ditengah Pandemi Covid-19, Persit KCK Cab XL Kodim Jepara Berikan Bantuan Kemanusiaan

Targethukumonline. Jepara - Di tengah pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Jepara, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XL Kodim 0719 Jepara berikan bantuan kemanusiaan kepada Purnawirawan TNI serta kepada masyarakat yang kurang mampu di Kelurahan Bapangan, Jepara, kemarin (12/05/20).

Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Jepara berbagi kasih dengan warna yang kurang mampu.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Persit KCK Cab XL Ny. Eva Suharyanto, dan diikuti pengurus Persit, Danramil 01 Jepara Kapten Chb Edi Susanto, Plt Pasipes Serma Bambang dan Babinsa Desa Bapangan Serda Suwono.

Rombongan pertama kali mendatangi rumah purnawirawan TNI Kapten (purn) Widodo, dilanjutkan ke rumah Pelda (purn) Umar Andar dan Serda (purn) Kamdan di kelurahan Bapangan.

Setelah itu ke rumah warga kurang mampu, yakni Mbah Sarfiah, Ibu Ngatipah, dan Mbah Yatemi.

"Kita berikan bantuan di tengah pandemi Covid-19, baik kepada purnawirawan maupun warga, sehingga dapat mengurangi beban mereka," ungkap Eva.

Lebih lanjut, istri dari Komandan Kodim 0719 Jepara ini menceritakan, bahwa Persit KCK Cab XL berinisiatif menyisihkan sebagian rejeki untuk dijadikan beberapa bungkus sembako yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan, di tengah pandemi Covid-19.

Dirinya yakin, sekecil apapun bantuan yang diberikan dengan rasa ikhlas, pasti akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

"Memang tidak semua warga kurang mampu dapat kami bantu.

Paling tidak kita mulai dari warga terdekat dulu, yakni purnawirawan TNI dan sebagian warga Jepara kota.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadikan motivasi bagi yang lainnya untuk membantu warga di tengah pandemi ini," imbuhnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyerahkan beberapa paket sembako kepada Babinsa Koramil 01 Jepara, untuk dibagikan ke warga di wilayah binaannya masing-masing. (J-TEAM)
Share:

Blog Archive