Rabu, 30 November 2016

Lambang Kerajaan Samudra Pasai

Target Hukum Online. Pati - Lambang Garuda Pancasila didesain oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh presiden Soekarno, Bung Karno dan Sultan Hamid II.

Lambang Kerajaan Samudera Pasai berisi KALIMAT TAUHID dan RUKUN ISLAM. Kepala burung bermakna Basmallah, sayap dan kakinya merupakan ucapan dua kalimat Syahadat. Badan burung itu merupakan Rukun Islam, tahukah anda jauh-jauh hari sebelum lambang itu dipakai sebagai lambang Negara Republik Indonesia, lambang tersebut sudah lebih dahulu digunakan sebagai lambang Kerajaan Samudera Pasai. Seperti yang kita ketahui, bahwa Kerajaan Samudera Pasai adalah sebuah kerajaan Islam pertama di Indonesia yang didirikan oleh Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) pada abad ke 13 atau pada tahun 1267.

Kerajaan Samudera Pasai pada saat itu dikenal sebagai pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara, hal ini dikemukakan oleh seorang petualang bernama Ibnu Battutah dalam bukunya Tuhfat al-Nazha. Lambang kerajaan Islam Samudera Pasai ini dirancang oleh seorang Sultan Samudera Pasai yaitu Sultan Zainal Abidin.

Lambang burung tersebut memiliki makna yaitu SYIAR ISLAM YANG KUAT R Indra S Attahashi menjelaskan bahwa lambang negara Samudera Pasai berisi kalimat Tauhid dan Rukun Islam. Rinciannya, kepala burung itu bermakna Basmallah, sayap dan kakinya merupakan ucapan dua kalimat Syahadat. Terakhir, badan burung itu merupakan Rukun Islam.

Indra melanjutkan penjelasannya bahwa lambang itu disalin ulang oleh Teuku Raja Muluk Attahashi bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi yang merupakan Sultan Muda Aceh yang diangkat pasca peristiwa Perang Cumbok pada 1945. Pada saat itu di Aceh Tamiang ada kerajaan sendiri bernama Kerajaan Sungai IyuIndra menjelaskan, lambang Kerajaan Samudera Pasai itu sudah ada dalam silsilah keluarganya lebih dari 100 tahun lalu.

Dari kakek atau nenek, lambang itu diwariskan dari generasi ke generasi yang selalu dikisahkan bahwa itu lambang Kerajaan Samudera Pasai. Lambang itu dilukis oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, keturunan dari panglima Turki Utsmani yang ke Aceh ketika Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis, pimpinan dari Panglima Tujuh Syarif Attahashi.

Lambang Garuda Pancasila ini ternyata terinspirasi dari lambang kerajaan Samudera Pasai, namun terlepas dari itu semua sejarawan LIPI, Aswi Warman Adam menegaskan kalau klaim itu menunjukkan kecintaan bangsa Indonesia. ($@b@®!)

Share:

Kisah Pengunduran Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden

Target Hukum Online. Pati - Tanggal 20 Juli, 1956, Wakil Presiden Mohammad Hatta menulis sepucuk surat kepada Ketua DPR, Sartono SH yang isinya antara lain: “Merdeka, Bersama ini saya beritahukan dengan hormat, bahwa sekarang, setelah Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih rakyat mulai bekerja, dan Konstituante menurut pilihan rakyat sudah tersusun, sudah tiba waktunya bagi saya untuk mengundurkan diri sebagai wakil presiden.

Segera, setelah Konstituante dilantik, saya akan meletakkan jabatan itu secara resmi.” 20 juli adalah hari Jum’at. Surat sampai ke DPR hari Senin, tanggal 23 juli. Empat bulan setelah tanggal tersebut, DPR belum memberikan tanggapan apapun. Akan hal ini, ada beberapa dugaan DPR sibuk dengan sidang - sidang, atau DPR tidak yakin bahwa itu keputusan akhir salah seorang dari tokoh Dwitunggal. Dugaan lain : DPR menolak secara halus permintaan Hatta tersebut, dengan jalan mendiamkan surat tersebut.
Kemudian, 23 Nopember dalam tahun ang sama, Bung Hatta menulis surat susulan tentang suratnya yang pertama. Isinya tetap. Bahwa tanggal 1 Desember 1956, dia akan berhenti sebagai wakil Presiden, jabatan yang telah dipegangnya selama 11 tahun. Kendati di tahun 1955, Hatta pernah pula mengedarkan pernyataannya bahwa bila parlemen dan konstituante pilihan rakyat sudah terbentuk, dia akan mengundurkan diri. Dalam negara yang mempunyai kabinet parlementer, begitu pendapatnya, Kepala Negara adalah sekedar lambang saja dan Wakil Presiden tidak diperlukan. Dengan tegas Hatta berkata: “Sejarah dwitunggal dalam politik Indonesia tamat, setelah UUD 1950 menetapkan sistim kabinet parlementer.
Tanggal 28 Nopember, DPR bersidang khusus membicarakan minta berhentinya Wakil Presiden. Sebelumnya, sebuah Panitia Permusyawaratan telah dibentuk untuk mempermudah rembugan tentang masalah ini. Hadir dalam sidang 28 Nopember tersebut 145 anggota. Dan sidang hanya berlangsung selama 2 menit saja. Ketua DPR Sartono SH bertanya kepada panitia tentang laporan sudah belumnya dibuat tentang pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Panitia belum siap dalam hal laporan. Gedung DPR pada waktu itu terletak di Lapangan Banteng Timur bersebelahan dengan Departemen Keuangan yang sekarang. Sidang dilanjutkan pada hari berikutnya, 29 Nopember. Kali ini hadir 200 anggota dan sidang cuma berlangsung 7 menit saja. Panitia melapor kepada ketua DPK bahwa dianggap perlu untuk bertemu dengan Presiden Sukarno untuk membicarakan hal ini.

Dan Sukarno baru akan menerima panitia keeokan’ harinya, 30 Nopember. Sidang ketiga tentang acara setuju tidaknya parlemen bila Wakil Presiden Hatta meletakkan jabatan dilangsungkan malam hari tanggal 30 Nopember. Jumlah anggota yang hadir bertambah dan disemarakkan pula oleh 14 orang Menteri yang turut muncul.
Panitia memberikan laporan, pandangan umum beberapa anggota dilontarkan dan atas musyawarah dan mufakat, DPR akhirnya meluluskan permintaan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Akibat dari mundurnya Bung Hatta ini, DPR mencoba membahas, siapa penggantinya.
Dalam UUD hanya disebutkan bahwa Presiden didalam melakukan kewajibannya dibantu oleh seorang Wakil Presiden. Lantas siapa yang akan membantu Presiden kalau wakilnya tidak ada? Tidak dijelaskan dalam UU. Sidang kemudian diramaikan oleh pro dan kontra perlu tidaknya jabatan wakil Presiden diisi kembali.

Kalau iya siapa yang akan menggantikan Bung Hatta? Dan pembicaraan tentang hal ini tetap berlarut-larut sampai hanyut dengan sendirinya. Jabatan wakil Presiden kemudian kosong selama 17 tahun. Dan barulah di tahun 1973, kursi Wakil Presiden diisi lagi oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Keluarnya Hatta dari lingkaran kekuasaan politik, telah mengakibatkan berbagai reaksi waktu itu.

Partai NU menginginkan agar Bung Hatta tidak keluar sama sekali dari kursi pemerintahan. Diusulkan agar Hatta duduk dalam Badan Perencana Nasional di samping Dewan Nasional yang diketuai Sukarno. Partai-partai IPKI, Perti, Masyumi dan organisasi lainnya, mengharapkan sebuah Kabinet Kerja dan Hatta sebagai pimpinannya.

Pihak Angkatan Darat yang waktu itu Kepala Stafnya adalah Mayjen A.H. Nasution dan Wakilnya Kol. Gatot Subroto, telah berusaha memulihkan hubungan kerjasama Sukarno - Hatta. Bahkan seusai Rapat Panglima tanggal 20 Maret 1957, KSAD, Wakil KSAD dan ketiga Deputy Kol. A. Yani, Kol. Ibnu Subroto dan Kol. Dahlan Djambek datang menghadap ke Bung Hatta untuk melaporkan hasil rapat.
Di sana dinyatakan betapa pentingnya untuk “memelihara kesempurnaan kekuasaan sentral” dewasa itu. Retaknya pasangan dwitunggal kian nyata, biarpun Soekarno selalu menyangkal hal itu.
Ini kentara ketika Bung Karno dalam pidatonya di hari Sumpah Pemuda 28 Okrober 1956, ketika ia mencanangkan betapa pentingnya sebuah demokrasi terpimpin. Hatta sebulan kemudian, ketika dia dikokohkan oleh Universitas Gajah Mada untuk doktor H.C., 27 Nopember 1956, antara lain berkata “Demokrasi terpimpin tujuannya baik, tapi cara dan langkah yang hendak diambil untuk melaksanakannya kelihatannya malahan akan menjauhkan dari tujuan yang baik itu.” Sekitar 1957, pertentangan belum meruncing betul. 

Hatta bahkan dalam sebuah surat kabar menganjurkan bahwa “untuk mengatasi kesulitan yang bertumpuk - tumpuk yang sukar diatasi oleh Kabinet Parlementer dewasa ini, sudah seharusnya diadakan Kabinet Presidentil di bawah Presiden Sukarno sendiri.”
Rupanya, atas desakan berbagai aliran dan partai, Hatta juga mencoba untuk bersatu kembali dengan Sukarno Ini terbukti seperti yang ditulis dalam buku kecilnya Demokrasi Kita (semula diterbitkan oleh majalah Pandji Masjarakat) pada halaman 19: “Bagi saya yang lama bertengkar dengan Soekarno tentang bentuk dan susunan pemerintahan yang efisien, ada baiknya diberikan fair chance dalam waktu yang layak kepada Presiden Soekarno untuk mengalami sendiri, apakah sistimnya itu akan menjadi suatu sukses atau suatu kegagalan sikap ini saya ambil sejak perundingan kami yang tidak berhasil kira - kira dua tahun yang lalu.” Hatta menulis Demokrasi Kita di tahun 1960.

Tentang DPR, ada pula kritiknya waktu itu: “Dengan perobahan Dewan Perwakilan Rakyat yang terjadi sekarang, di mana semua anggota ditunjuk oleh Presiden, lenyaplah sisa-sisa demokrasi yang penghabisan. Demokrasi terpimpin Soekarno menjadi suatu diktatur yang didukung oleh golongan - golongan yang tertentu.”
Dan pecahlah ikatan dwitunggal. Dan memang sulit untuk suatu Kabinet Presidentil kalau Presiden dan Wakil-nya mempunyai pandangan dan pendirian yang berbeda. ($@b@®!)
source : Tempo 1 April 1978

Share:

Pilkades Serentak di Kabupaten Rembang Berjalan Kondunsif

Target Hukum Online. Rembang -  Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di kabupaten Rembang berjalan aman dan kondusif, salah satunya di desa Krikilan kecamatan sumber kabupaten Rembang, bertempat di balai desa krikilan sumber rembang (30/12) telah di laksanakan pemilihan kepala desa dengan jumlah calon dua orang di antaranya Bapak Aan Ali Mustafa dan Bapak Sukirno, acara pemilihan di buka panitia mulai pukul 07.00 WIB sampai selesai, acara tersebut di sambut antusias oleh warga setempat, berjalannya waktu acara pemilihan telah selesai dan di adakan penghitungan suara oleh panitia dengan hasil penghitungan suara di menangkan oleh bapak Sukirno dengan hitungan suara 808 suara sedang kan Bapak Aan Ali Mustofa mendapatkan suara 523, namun dengan demikian kedua calon tidak saling berkecil hati atau berbangga diri mereka berdua malah menerima dengan lapang dada hasil keputusan dari panitia.

Kepala desa yang terpilih Bapak Sukirno setelah di konfirmasi oleh wartawan target hukum berharap kedepannya dengan dirinya menjadi kepala desa yang ketiga kalinya semoga bisa memimpin desa Krikilan menjadi lebih maju dan sukses jujur transparan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat, dan akan membuat desa Krikilan GEMAH RIPAH LOH JINAWE dalam bahasa Indonesia murah sandang pangan dan rejeki tandasnya, sampai acara pemilihan desa selesai berjalan dengan aman dan kondusif. ($@b@r!)

Share:

Bersih Gunung Cah Trangkil Pati

Target Hukum Online. Pati - Meningkatnya panas bumi dan sumber ozon yang semakin menipis, keadaan bumi yang tua bencana dimana mana, hutan sebagai indikator penghijauan yang mampu memberikan kenyamanan saat ini. Pelestarian alam yang seharusnya digagas oleh seluruh komponen bangsa, harus terus dijaga sedini mungkin, demi keselamatan umat manusia dan menjaga Sang ibu Pertiwi. 

Trangkil kegiatan mendaki gunung ke puncak 29, Muria sembari bersih gunung sebagai upaya anak anak muda yang merentas kegiatan positif yang melibatkan seluruh kawula muda Pati.

Jangan lupa, tgl 10 - 11 Desember 2016, dengan bekal naik truk dan iuran 20ribu untuk sewa truk.
Sebelum berangkat kordinasi bersama tanggal 8 Desember, untuk check perlengkapan bersama, Salam Satu Bumi !!!

Semoga Allah SWT memberikan ridho dalam perjalanan dan kegiatan bersih gunung ini, anak anak muda sebagai pelopor generasi yang akan datang wajib menjadi "ing madio Mangun Karso" jalan masih panjang sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ibu Pertiwi. Menjaga kelestarian alam adalah hak dan kewajiban kita semua, tidak ada aral rintangan badai melintang datangnya kecuali hati yang bersih dan suci, sebagai pedoman kita melangkah kedepannya. 

Demi Ibu Pertiwi demi perjuangan yang tidak kenal lelah demi keselamatan bangsa Indonesia juga demi anak-anak cucu nantinya, MERDEKAAA adalah bebas dari penindasan dan penjajahan di seluruh muka bumi dan Indonesia selalu JAYA di udara. MERDEKAAA untuk selama lamanya sebuah negeri dongeng yang aman sentosa lahir dan batin yang dinikmati oleh seluruh umat manusia. (Eko)

Share:

Apel Gabungan di Mapolres Pati

Target Hukum Online. Pati – Dihalaman Mapolres Pati Dalam Rangka “Apel Konsolidasi mengawal Kebhinekaan di wilayah Kabupaten Pati”  dengan Pimpinan Apel Plt. Bupati Pati H. BUDIYONO SH. dan sebagian Komandan Apel Kasat Sabhara Polres Pati AKP AMLIS CHANIAGO, senin (28/11/2016).
Hadir dalam kegiatan Apel Konsolidasi Kapolres Pati AKP ARI WIBOWO, S.I.K. Dandim 0718 Pati diwakili Kasdim (Mayor Inf. AGUS SUPRIYADI) Wakapolres Pati, para pejabat utama Polres Pati. 

SUBDenpom  IV/ 3 – Pati. BRIMOB Kompi .A Pati Kasatpol PP Kabupaten Pati Diwakilkan Oleh Kabag Ops Pol PP, Kapolsek jajaran Polres Pati.
Adapun Peserta Apel terdiri dari.1 peleton Perwira Polres Pati.1 SST Denpom Pati. 1 peleton Kodim 0718 Pati .1 peleton Brimob Pati.1 SST Polair.1 peleton Dalmas Sat Sabhara. 2 peleton Sat Lantas.1 peleton Bhabinkamtibmas . 1 peleton gabungan staf. 1 peleton Reskrim 1 peleton Intelkam. 1 peleton Satresnarkoba. 1 peleton Satpol PP Pati. 1 peleton Dishub dan 2 peleton PNS.

Sebelum penyampaian amanat terlebih dahulu Pimpinan Apel didampingi Kapolres Pati, Kasdim Kodim 0718 Pati dan Komandan Apel melakukan pemeriksaan pasukan.
Dalam kesempatan tersebut Pimpinan Apel Plt. Bupati Pati H. BUDIYONO SH. membacakan Amanat Kepolda Jateng diantaranya.
Untuk Mengawali Amanat ini, Marilah kita panjatkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan YME atas segala limpahan Rahmat dan karunia yang telah memberikan Kesehatan, kekuatan dan kesempatan kepada kita semua sehingga pada saat ini dapat melaksanakan Apel Gelar Pasukan secara serentak Se- jawa tengah.

Dalam Rangkanya Apel Gelar Pasukan Serentak Adakan Pengamanan ini wajib  Antisipasi Unjuk Rasa tgl 28 – 11 – 2016 nanti dan tgl 2 – 12 – 2016  di Jakarta. Apel gelar pasukan ini merupakan "Reprensentasi" dari kesiapan kita untuk mengantisipasi Unjuk rasa tgl 2. -12-2016 mendatang .tdk menutup kemungkinan Aksi Unjuk rasa ini sangat mengganggu ketertiban umum membuat jalan macet.
Untuk itu jajaran TNI dan polri Secepat nya bekerja sama untuk melakukan pencegahan dan penyekatan terhadap kelompok masa yang akan bergabung dengan kelompok lainnya di Jakarta pada tgl 25 -11-2016 Kapolda Jateng mengeluarkan "Maklumat" yang pada intinya :

Melarang Warga dan kelompok masa  dari Jateng untuk tidak berangkat ke Jakarta bergabung mengikuti masa demo yang lain di Jakarta. Saya menghimbau segera lakukan tindakan tegas dan profesional sebelum mereka benar-benar berangkat ke Jakarta serta lakukan pendekatan dengan Toga ,TOMAS , Toda di masing masing wilayah. ($@$)

Share:

Senin, 28 November 2016

Akibat Kebut Kebutan Dua Bus Bertabrakan

Target Hukum Online. PATI – Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan besar terjadi di jalan lingkar Pati turut desa Sugiharjo kecamatan Patikota pada Jumat siang (25/11). Kecelakaan yang terjadi pada pukul 13.00 WIB  tersebut melibatkan dua bus yaitu Bus Indonesia No. Pol. L7511UV dengan Bus Widji No. Pol. S7415UJ. 

Kedua bus yang berjalan beriringan dari arah barat menuju timur tersebut berdasarkan keterangan beberapa saksi yang sempat diwawancarai menjelaskan bahwa kedua bus berjalan dengan kecepatan tinggi. “Geh kados biasane pak, bus jurusan Semarang – Surabaya menika menawi  mlampah kebut-kebutan kados ingkang kecelakaan niki wau” ( Ya seperti biasanya pak, bus jurusan Semarang – Surabaya ketika berjalan kebut-kebutan seperti yang terjadi pada kecelakaan ini), ungkap saksi yang tidak mau ditulis namanya.” Dimungkinkan karena jarak yang terlalu dekat ditambah dengan laju bus berkecepatan tinggi, maka tabrakan tak bisa terelakan. Bus Widji yang melaju didepan Bus Indonesia diseruduk dari belakang oleh Bus Indonesia. 

Karena kerasnya benturan Bus Widji  hingga terpental melewati pembatas lajur yang ada di tengah jalan dan menabrak tiang listrik.
Bodi Bus Widji sebagian melintang dilajur sebelah, beruntung dari arah berlawanan tidak ada kendaraan lain yang melintas. Akibat kecelakaan ini Bus Indonesia mengalami kerusakan yang cukup parah dibagian depan, sedangkan Bus Widji mengalami pecah kaca depan dan belakang, kerusakan pada bagian depan bus serta bagian belakang bus sebelah kanan. Beruntung semua penumpang baik dari Bus Widji maupun Bus Indonesia selamat, hanya ada satu korban luka dari Crew Bus Indonesia atas nama Teguh Budi Harsono warga Jombang Jatim dan dirawat di RSUD Soewondo Pati.

Petugas Unit Laka Polres Pati yang menerima laporan 15 menit berselang dari kejadian, segera meluncur menuju TKP. Dua petugas Unit Laka dari Tim 1 dengan Ka Tim Bripka William S segera melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari beberapa saksi yang ada ditempat kejadian. (Eko borgol)

Share:

Upacara Hari Korpri di Alun Alun Pati

Target Hukum Online. Pati - Pada hari ini Selasa tanggal 29 Nopember 2016 pukul.  07.30  -  08.30 WIB bertempat di Alun. - alun Simpang lima Kabupaten Pati telah dilaksanakan kegiatan Upacara dalam rangka memperingati HUT KORPRI yang ke 45 dengan mengusung tema " BERSAMA KOPRI MENEGUHKAN NETRALITAS DAN MENINGKATKAN PROFESIONALISME APARATUR SIPIL NEGARA “ dengan Irup Plt Bupati Pati HM. Budiono SH.  diikuti peserta 400 Orang.



2. Hadir dalam giat tsb antara lain :
a. Forkompinda Kab. Pati
b. Perwakilan  Anggota DPRD Kab.Pati
c. SKPD Kab. Pati
d. Muspika Sekab. Pati  
e. Darma Wanita Kab. Pati
3.Adapun susunan pasukan upacara    sbb : 

a.  Korsik Pemda kab. Pati
b.Gabungan Muspika dan PNS kab. Pati.
c.  I  TON Kodim 0718/PT
d.  I.  TON Satpol PP kabupaten Pati
e. I.  TON Damkar Kabupaten Pati
f. I. TON Dishub Kabupaten Pati
g. II. SSK gabungan PNS kabupaten Pati
h. I. TON PGRI  kabupaten Pati
I.I. TON Pemuda Pancasila
j. I.  TON mahasiswa
4. Amanat Presiden Republik Indonesia dalam HUT Kopri ke 45 yang di bacakan oleh Plt Bupati Pati intinya :

A. Saya mengapresiasi tugas Korpri yang selama ini melayani masyarakat dengan Baik. Dengan tema Korpri kali ini"Bersama Korpri meneguhkan Netralitas dan meningkatkan Profesinalisem aparatus Sipil Negara".

B. Dengan adanya Pemilu kada serentak Korpri agar menjaga Netralitas dan Profesionalisme, serat tunjukkan pengabdian dan pengorbanan kepada Negara dengan pelayanan yg mudah dan cepat.
Korpri harus meningkatkan Disiplin dan bertanggung jawab, hilangkan ego tingkatkan pelayanan terbaik kepada rakyat, Korpri merupakan Aset bangsa dan bukan merupakan  permasalahan bangsa.

C. Korpri akan berubah menjadi Aparatus Sipil Negara. Korpri merupakan alat sebagai pemersatu bangsa dengan pengabdian yg terbaik. Selamat atas berdirinya Korpri yang ke 45 semoga kedepan lebih baik dan memberi pelayanan masayarakat demi kemajuan Negara. ($.g|t©)


Share:

Sabtu, 26 November 2016

Kisah Kebo Marcuet Sinema Perdana Film Ketoprak"

Target Hukum Online. Pati - Sebuah kisah klasik antara cinta, pemberontakan yang penuh dengan intrik dan kekuasaan, Pramudya Wardani merupakan ratu dari kerajaan Majapahit dan pada masa itu kerajaan dalam masa masa transisi, banyaknya pemberontakan terutama pemberontakan dari Kadipaten Blambangan yang telah dikuasai seorang mantan Perampok bergelar Kebo Marcuwet dan duduk sebagai raja kecil di Blambangan. Kesaktian sang Adipati Blambangan ini konon tiada yang dapat menandinginya. Sosok inilah yang meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegara kerajaan Majapahit, dikarenakan kondisi Majapahit saat itu telah banyak ponggawa ponggawa kerajaan yang terbius akan ketamakan. Bulubekti (Pajak) yang dipungut dari rakyat tidak maksimal masuk ke kas negara, Sedang pajak yang telah masukpun banyak yang digunakan tidak semestinya dan kondisi ini diketahui oleh Adipati Blambangan.


Melihat kondisi ini banyak orang orang nasionalis yang memberi nasihat pada Ratu dan keluarlah maklumat ,” Barang siapa bisa mengalahkan dan membawa kepala Kebo Marcuwet maka jika laki laki akan dinikahinya, jika perempuan akan diangkat saudara oleh Ratu.”
Banyaklah para pemuda, pendekar yang mencoba menumpas,membunuh Kebo Marcuwet akan tetapi semuanya pulang tinggal nama, kabar ini menggelisahkan sang ratu. Suatu pagi di dalam pisowanan agung menghadaplah seorang pemuda bernama Ajingga. Pemuda itu gagah,Tampan, murid seorang pertapa dari Padepokan Cakra Surya di Gunung Lawu. Alkisah Ajingga pun berangkat ke Blambangan dan bertarung dengan Kebo Marcuet, pertarungan yang hebat antar keduanya, konon katanya pertarungan itu memakan waktu 7 hari 7 malam dan Kebo Marcuwetpun bisa dibinasakan. Akan tetapi keadaan Ajingga sangatlah mengenaskan ,tubuhnya banyak terluka. Wajahnya yang ganteng, tampan telah sirna beberapa tubuhnya telah cacat dan jalannya pun telah pincang setelah sembuh karena diobati oleh gurunya.

Setelah sembuh Ajingga menghadap Sang ratu dan menagih janji . Akan tetapi apa yang terjadi setelah dia tiba di keraton Majapahit. Sang ratu menolak karena Ajingga telah berubah menjadi sosok yang menyeramkan,muka yang telah hancur, kaki yang telah cacat. Ajingga diusir dari kerajaan Majapahit dan iapun pergi ke Blambangan, daerah yang telah ditaklukkannya. Bergelarlah ia menjadi Adipati Menak Jinggo bertahta di Blambangan dan Ajinggapun meneruskan tradisi Kebo Marcuet, Memberontak pada Kerajaan. Walau akhirnya ia dapat dikalahkan oleh Damarwulan dengan tipuan.

Sangat menarik sekali pembuatan filmnya, dengan disutradarai oleh Andi Wijaya yang mengambil tempat shoting dikota Pati ini, juga beberapa bintang ketoprak yang sudah terkenal seperti bapak Genjik, Markonyik, dan lainnya. Kisah Kebo Marcuet ini akan segera tayang perdana di bioskop kesayangan Anda, semoga seniman - seniman kota Pati terus berkembang dan berkarya dalam pembuatan film - film yang bermuatan budaya dan bermutu tinggi yang siap disajikan kepada para penggemar sinema ketoprak dikabupaten Pati. (Eko b©®g©|)

Share:

Konsultasi Ibu Hamil dan Penyakit Dalam

Target Hukum Online. Pati - Demi pelayanan terpadu baik pelayanan kesehatan maupun non kesehatan pada hari rabu (23/11/16) bertempat dibalai desa Glonggong kecamatan Jakenan kabupaten Pati, konsultasi dokter kandungan bapak Cahyono Spog dan dokter Agung selaku
dokter spesialis dalam, begitu antusiasnya para ibu - ibu hamil untuk mengikuti acara konsultasi tersebut.

Betapa pentingnya acara sosialisasi seperti ini karena diindonesia angka kematian ibu hamil saat melahirkan sangat tinggi, sehingga program - program pemerintah seperti ini dapat
memberi dampak dan manfaat yang positif bagi kesehatan ibu hamil dan khususnya bagi bayi yang akan dilahirkan kelak.

Adapun susunan acara dalam konsultasi tersebut antara lain : ibu - ibu hamil diberi penyuluhan betapa pentingnya menjaga kondisi kesehatan saat usia kandungan menginjak bulan ketiga karena janin dalam kandungan sangat rentan terhadap virus - virus yang menular, USG sangat di anjurkan untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan bayi, laborat HIV, sangat dianjurkan untuk mengetahui bahwa bayi yang akan dilahirkan tersebut terkena virus HIV atau tidak.

Acara tersebut juga dihadiri 18 Bidan desa dari kecamatan Jakenan salah satunya Bidan Anik Susanti am.keb selaku bidan desa didesa Glonggong yang menjadi tuan rumah diacara konsultasi tersebut, bidan Anik Susanti sangat dikenal dimasyarakat disekitar Jakenan bahkan tahun 2013 lalu beliau pernah mendapat predikat dan anugrah dari Bupati Pati bapak  H. Haryanto SH. MM MSi. sebagai salah satu bidan teladan dikabupaten Pati, atas dedikasinya dan loyalitasnya dalam bidang kesehatan disekitar kecamatan Jakenan, beliau tak kenal berjiwa sosial dan bekerja tanpa mengenal paruh waktu dalam melayani masyarakat dan membantu para korban banjir ketika banjir
melanda sebagian besar kabupaten Pati pada waktu itu, sangat menjadi suri tauladan bagi kita semua. (drmto)

Share:

Jumat, 25 November 2016

Jalan Sembilan Naga Menguasai Nusantara

Target Hukum Online. Pati - Ada satu hal yang belum dibahas atas ILC 811 kemarin soal mengapa Panglim pada awal paparannya panjang lebar membahas issue ancaman invasi dan kolonialisme Negara Cina ke Indonesia yang kaya raya, bahkan dengan bahan presentasi detil, dan faktanya memang tak ada hubungannya dengan tema or issue Penistaan Agama.

Mungkin sampai selesai pun tinjauannya sebagian besar pemirsa masih blom nyambung apa maksudnya. Mungkin hanya menangkap ini issue yang kita sudah tahu juga, dan paling" Panglima hanya ingin bangsa Indonesia ini tahu dan waspada saja, Just it.

Justru ini sebenarnya adalah point issue paling Utama Indonesia hari ini yang telah didesign lama sejak puluhan tahun lalu.

Masalah Penistaan Agama oleh Ahok yang barusan terjadi banyalah 1 scene pendek dari skenario kolonialisme ini untuk mecah-belah bangsa, merusak persatuan dan kesatuan NKRI.

Kondisi Indonesia hari ini sudah terperangkap oleh design Kolonialisasi Cina yang hampir rampung sempurna.

Di sinilah peran penting dan Sentral seorang Ahok sbg Proxi berikut teman pelindungnya 9 Naga (Aguan, Tomi Winata, James Kristiadi, Ciputra, Antonio Salim, Grup Jarum, Sopyan Wanandi, Podomoro, Agung Sendayu, Sinar Mas) melaju ke tujuan lewat Pilkada sampai Presiden secara penuh sehingga 100% Indonesia dikuasai lahir bathin Ipolek Sosbud Hankamnas.

Panglima TNI sesungguhnya ingin menyampaikan bhw Ahok dan barisannya 9 Naga (Aguan, Tomi Winata, Antonio Salim, Ciputra, James Kristiadi, Sopyan Wanandi, Sinar Mas, Grup Jarum, Podomoro, Agung Sendayu) adalah bukan hanya memusuhi Islam namun mereka adalah Musuh seluruh anak Bangsa dan Rakyat Indonesia dari seluruh suku agama dan golongan.
Karena Ahok dan Barisannya membawa misi penjajahan seperti Singapore dan Tibet seperti yang sudah banyak diketahui.

Ini yang blom banyak didiskusikan anak bangsa yg selama ini tertipu oleh penyesatan penyesatan Issue oleh media karena pemilih Media adalah Cina yg mengalihkan dari issue sebenarnya agar rakyat bangsa ini lengah dan lalai.

Bangsa dibuat bermusuhan karena diadu domba dgn issue rasis, sara, penistaan agama, Devide et impera, Lagu lama.

Rakyat lupa pada hal utama yakni design PENJAJAHAN yang dibawa oleh Ahok sbg Proxi alias Boneka Negara Cina dibantu Taipan2 Cina Indonesia.

Ekstra Ordinary Ekstrim lebih bahayanya, penjajahan oleh China bukan hanya mengendalikan semua kebijakan dan pemerintahan serta ekonomi seperti Belanda dulu.
Namun diikuti design akan memasukkan Penduduk China secara langsung ke Indonesia sebanyak 200Jt orang. Hal yang amat mungkin karena jumlah itu belum seberapa dari Penduduk Negara Cina yang lebih dari 1,5 Milyar orang.

Cukup di situ ??
No…!!!
Hal tsb akan dilanjutkan Perpecahan seperti yg di alami Malaysia (dulu Singapura adalah bagian negara Malaysia kemudian kudeta dan mendirikan negara Singapore.

Jadi kalau ada segolongan anak bangsa baik Muslim maupun yg beragama lain masih ngotot hanya melihat sosok Ahok sebagai sosok biasa, maka sesungguhnya anda adalah benar benar anak bangsa yang bodoh dan tidak mencermati sesungguhnya apa yg ada di hdapan dan lingkungan anda hidup saat ini. Nalar anda tidak berjalan. Celakanya lagi ilmu anda memadai, namun akal sehat dan ilmu musnah hanya karena tertipu pencitraan media2 Cina (semua media di Indonesia dimiliki Taipan Cina)

Sadar dan bangunlah, Bersatulah wahai anak bangsa….!!
Patahkan dan hancurkan design Kolonialisme China dgn Proxi Ahok dan barisan 9 naga nya….!!!

Jadi, ada atau tidak ada kasus Pulau Seribu, Ahok seharusnya sudah harus dilengserkan, diadili dan dihukum sesuai per UU berlaku karena kasus kriminal korupsi dan pelanggaran hukumnya soal kebijakan kebijakan telah nyata dan begitu banyaknya.

Di bawah rezim Boneka yang hancur - hancuran ini hanya persatuan dan kesatuan Bangsa yang paling sakti dan cepat untuk mengembalikan tatanan bernegara dan berbangsa kembali sesuai UUD 45 menuju kejayaan.

Kesimpulannya : Paparan Panglima kemarin sungguh menuju pandangan lebih jauh dan mendalam atas masa depan Bangsa ini, dan di situ nampak kepuasan dan kelegaan memancar dari wajahnya, kecerdasan Panglima terbukti hari sebagai pejuang dan prajurit sejati, NKRI harga mati. ($@b@®|)

Share:

Dua Pelajar SMPN 02 Juana Tenggelam di Waduk Gunung Rowo

Target Hukum Online. Pati - Saat asyik sedang bersenda gurau bersama teman - temannya, saat itulah perahu atau getek yang sedang ditumpangi para pelajar tersebut terguling, dikarenakan panik dan tidak bisa berenang akhirnya kedua korban tenggelam didasar waduk gunung Rowo, kejadian pada hari jumat  tgl (25/11/16) pada pukul 14.00 WiB  mengakibatkan dua orang anak pelajar SMPN 02 juwana kabupaten Pati menjadi korban adapun identitas korban adalah sebagai berikut :

1. HENDRIK EKA bin HERI SUSILO, Laki laki, Umur 12 tahun, pelajar SMP N 2 Juwana kelas 7, alamat Dkh. Kalangan Rt. 04 Rw. 02 Desa Margomulyo  Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.
2. ALDIO bin MUNTOLIB,  laki-laki,  umur 12 tahun,  pelajar SMP N 2 Juwana kelas 7,  dukuh Kincir Tengah Rt. 06 Rw. 01 Ds. Langgenharjo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, dalam peristiwa tersebut saksi yang melihat kejadian itu adalah :



1. FAIZAL FAHMI BIN MUSTOFA (teman korban), Laki laki, Umur 13 Tahun, pelajar SMP N 2 Juwana kelas 7, alamat Desa Langgenharjo Rt. 07 Rw. 02 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

2. RIZA IRAWAN (teman korban), Laki laki, Umur 13 Tahun, pelajar SMP N Kepoh kelas 8, alamat Desa Langgenharjo  Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

3.YONGKI ADI (teman korban), Laki laki, Umur 13 Tahun, pelajar SMP N 2 Juwana kelas 9, alamat desa Langgenharjo Rt. 07 Rw. 02 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

4.AGUS SUNGKONO bin KARTO GINI (yang menolong), 45 th, Islam, swasta, dukuh Boro Rt.Rw. 02.03 desa Sitiluhur Kecamatan Gembong kabupaten Pati. 

Menurut keterangan warga yang menyaksikan kejadian tersebut  korban sedang bermain getek/perahu rakit bersama temannya (saksi 1, saksi 2, saksi 3) yang berjumlah 5 orang, getek/perahu rakit yang mereka naiki terguling dan menenggelamkan korban 1 dan korban 2, para saksi berhasil selamat dengan mengayuh getek yang berada disebelahnya. 
Dan pukul 15.00 WIB kedua korban ditemukan oleh warga yang melakukan pencarian dalam keadaaan sudah Meninggal dunia. ($@b@®|)

Share:

Pelepasan KKN di Batangan Pati

Target Hukum Online. Pati - Setelah hampir satu bulan lebih para mahasiswa melakukan kerja nyata, sebagai syarat untuk memenuhi dan memperoleh Nilai baik untuk syarat kelulusan, disamping itu mahasiswi maupun mahasiswa Staip dapat merasakan bagaimana kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jumat sore tgl (25/11/16) PELEPASAN KKN STAI PATI 2016
desa LENGKONG, desa JEMBANGAN, desa KEDALON, desa TOMPO MULYO, desa KUNIRAN, desa BUMI MULYO kecamatan BATANGAN Kabupaten PATI.



Hadir dalam acara tersebut : Calon Wakil Bupati Pati bapak H. SAIFUL ARIFIN SH. Camat BATANGAN bapak SUPAT SP. MM ketua PASOPATI Kabupaten PATI bapak DWI TOTO S SPd, Dosen STAI PATI bapak ANTO MSi,. Kepala Desa se Kecamatan BATANGAN, serta Mahasiswa STAI PATI.

Kegiatan pelepasan KKN STAI PATI dilaksanakan di rumah Kepala Desa LENGKONG bapak YASHADI dan di iringi orkes melayu OM. LEONETA dari desa RACI Kecamatan Batangan kabupaten Pati.

Dalam sambutannya bapak YASHADI mengucapkan banyak terima kasih kepada semua Mahasiswa STAI PATI yang telah ikut serta membantu warga Desa sekecamatan Batangan dalam bidang keagamaan diantaranya: membantu anak" di TPQ untuk belajar mengaji ataupun baca tulis AL QUR'AN, serta mengajak ibu" untuk Berjanjen di masjid" dan mushola" dan kegiatan" keagamaan lainnya.



Puncak acara pelepasan KKN STAI PATI adalah pembagian santunan untuk anak yatim, yang diwakili oleh bapak YASHADI selaku tuan rumah juga ketua paguyuban seluruh kepala desa se-kecamatan Batangan, harapannya adalah berbagi kepada sesama manusia sesama muslim adalah kewajiban bersama, kita selain berkerja tidak kenal waktu juga harus diisi dengan berdakwah apalagi anak anak yatim piatu yang notabene tidak punya orang tua baik ayah maupun ibu sesosok yang seharusnya membimbing mereka sejak dini. ($.G|t©)
Share:

Rabu, 23 November 2016

Pemilihan dan Pelantikan Ketua Gapensi Kabupaten Pati

Target Hukum Online. Pati - Rabu 22 november 2016, bertempat di hotel safin lantai tiga pemilihan ketua gapensi dihadiri seluruh anggota gapensi pati, acara yang dimulai jam 10.00 WIB pagi itu sampai sore hari jam 18.30 WIB berlangsung sangat khidmat sekali dalam menentukan masa depan pengusaha muda Indonesia yang tentunya sangatlah diharapkan dalam mengisi pembangunan yang berkelanjutan khususnya di kabupaten Pati.

Adapun untuk metode pemilihan di lakukan secara voting, ibu H siti kasiaty terpilih sebagai ketua Gapensi Kabupaten pati periode 2016 - 2021, untuk susunan Badan Pimpinan cabang Gapensi kapupaten Pati yang terpilih adalah sebagai berikut:    

Badan Pimpinan Harian.    

1.Ketua:  H.siti Kasiaty.                     2.Wakil ketua 1 : Didik Lima Supriadi SH                                                   3.wakil ketua 2 :  Suco Haryono ST     4.wakil ketua 3 :  Sukarno SH.             5.Sekretaris       :  Nur solikhin SH.       6.Wakil sekretaris :  Eny zoelaicha.      7.Bendahara :   Susiloningsih.             8.Wakil bendahara :  Sri rumiati.    

Ketua-ketua Bidang, yang lainnya sebagai putra dan putri daerah Pati, tentu sangat mendukung apa yang menjadi program Gapensi kedepannya. Lima tahun kedepannya Kota Pati dapat lebih berkembang bisa menjadi contoh Pembangun ekonomi Nasional. Secara keseluruhan Gapensi hasil pemilihan semalam secara umum kabupaten Pati bisa lebih maju kedepannya. (drmto)                               

Share:

Kenapa Alasannya Menwa Dilatih Oleh TNI

Target Hukum Online. Pati - Begitu beragam organisasi yang ada di lingkungan kampus, dari yang bersifat kejuruan, lembaga eksekutif dan legislatif kampus, hingga yang menunjang minat dan bakat mahasiswa. Salah satu organisasi mahasiswa yang nyentrik adalah Resimen Mahasiswa (Menwa). Berbeda dari organisasi kemahasiswaan lainnya yang ada di lingkungan kampus, hanya Menwa yang dididik oleh TNI. Apa alasannya?



Dijumpai beberapa waktu lalu di Markas Skomen Jaya, Komandan Skomen Jaya Raden Umar dan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Kapusdiklat) Komando Nasional Menwa Indonesia Rasminto Ghifari menerangkan alasannya.
Mereka menuturkan, Menwa awalnya dibentuk sebagai Komponen Kompartemen Pertahanan Negara dan hanya TNI yang memiliki metode atau kurikulum yang paling baik dalam meningkatkan kedisiplinan dan penanaman nasionalisme. Dua faktor fundamental itulah yang menjadi landasan mengapa Menwa dididik oleh TNI.

“Karena awalnya Menwa dibentuk sebagai Komponen Cadangan Pertahanan Negara, makanya kita dididik di TNI. Kenapa TNI kalau teman-teman tanya, kalau ada lembaga sosial-kemasyarakatan yang memiliki metode atau kurikulum tentang bagaimana meningkatkan kedisiplinan dan penanaman nasionalisme yang lebih baik, ya mungkin kita akan belajar dengan mereka,” papar sang Komandan Skomen Jaya.

Dirinya menambahkan, bahwa cuma lembaga TNI yang punya metode dan kurikulum yang pas untuk menanamkan nilai-nilai itu, sehingga Menwa dididik oleh militer (TNI). Selain itu, Menwa juga memang dari awal pembentukan sampai hari ini sebagai Komponen Cadangan Pertahanan Negara.
“Kalau bicara tentang Komponen Cadangan Pertahanan Negara, fungsi pertahanan ada di TNI, makanya yang mendidik kita adalah TNI,” tambah Rasminto.

Dalam Rancang Pokok Pelajaran (RPP), Menwa dididik untuk faham Permilda (Peraturan Militer Dasar). Menwa juga dididik untuk mengusai Nikpursar (Teknik Tempur Dasar).
“Terus kita juga diajarkan tentang HTF (How to Fight), dilatih bongkar pasang senjata, termasuk diajarkan bagaimana cara menembak. Kenapa? Karena kita difungsikan sebagai Komponen Cadangan Pertahanan Negara, sehingga kita harus mampu memiliki kemampuan dasar itu. Pada saat kita dimobilisasi, misalnya negara dalam kondisi yang darurat kita sudah siap,” tandas Rasminto, mahasiswa UNJ yang saat ini sedang menempuh program Doktoral. (ro¥)

Share:

Suwignyo ABK Kapal KM. Mulia Jati Yang Selamat

Target Hukum Online. Pati - Cerita ABK kapal Asal Juwana yang Selamat Dalam Insiden Tabrakan Kapal di Perairan tuban jawa timur.
Suwignyo (47), nelayan asal Desa Doropayung RT 8 RW 7, Kecamatan Juwana, kabupaten  Pati adalah salah satu dari 12 anak buah kapal (ABK) yang selamat dari tragedi kecelakaan antara KM Mulya Jati dan MV Thaison di Perairan Tuban, Sabtu (19/11/2016) lalu.


Suwignyo mengaku, ada 27 ABK yang berada di dalam Kapal KM Mulya Jati, meski pemilik kapal mendaftarkan 40 nama kepada Kantor Kesyahbandaran Kelas III Juwana. Dari 27 ABK yang tengah melaut, 12 orang dinyatakan selamat, tiga orang yang di temukan dalam keadaan meninggal dunia,
dan 12 orang lainnya masih dalam proses pencarian Tim SAR.
Suwignyo ABK kapal dari desa doropayung  yang selamat dari kecelakaan tabrakan kapal tersebut bercerita...

“Kami para ABK sudah tidur dalam perjalanan melaut. Itu berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Langit masih sangat gelap. Saat bangun saya tiba-tiba berada di lautan. Napas saya tersengal-sengal berada di dalam air dengan kondisi badan saya terjerat jaring ikan, ungkap Suwignyo, Rabu (23/11/2016).
Setelah  mencoba membebaskan diri dari jeratan jaring selama lima menit, Suwignyo berhasil lolos kemudian meraih kayu sisa puing-puing kapal yang pecah ditabrak Kapal MV Thaison. Dia mencoba bertahan di atas laut selama tiga jam, sebelum akhirnya diselamatkan awak kapal dari MV Thaison.

Tutur suwignyo" Awalnya saya tidur di bagian geladak kapal bagian luar dengan alas jaring. Entah bagaimana ceritanya, saya terbangun ketika tubuh saya sudah tenggelam di laut. Lima menit saya berusaha melepaskan diri dari jeratan jaring. Alhamdulillah, saya berhasil lolos dari jeratan jaring, lalu saya berusaha meraih kayu untuk mengapung. Tiga jam lamanya saya bertahan mengapung di atas laut, setelah tiga jam saya mengapung baru  ada ABK dari MV Thaison yang menyelamatkan saya,” tuturnya.
Saat itu, Suwignyo menuturkan, ada sejumlah ABK yang tidur pada bagian kamar-kamar kapal. Ada pula yang tidur di bagian luar. Sebagian besar mereka yang belum ditemukan, berada di dalam kamar kapal saat tidur.

“Sebelum melaut sebenarnya sudah ada firasat dari keluarga. saya di minta agar saya tidak lagi melaut. Keluarga meminta saya untuk kerja di darat saja. Sebab saya sudah mulai memasuki usia tua.
Tutur Suwigno
Saya sangat bersyukur bisa selamat dari kejadian itu,”
Saat ini saya sangat bahagia bisa berkumpul sama keluarga kembali, sehingga saya bisa menggendong anak yang saya sayangi lagi kata" Suwignyo.

Purnomo (42), adik Suwignyo juga mengucapkan syukur karena kakaknya selamat dalam kecelakaan laut tersebut. “Saya mendapatkan kabar ketika saya sedang kerja. saya langsung berangkat ke Pelabuhan Lamongan untuk mencari keberadaan kakak,” tutur Purnomo. Rencananya, keluarga akan mengadakan selamatan sebagai bentuk rasa syukur anggota keluarganya selamat. (J©j©)

Share:

Rakor Timses Haryanto - Arifin

Target Hukum Online. Pati - Rapat koordinasi partai pengusung cabup dan cawabup H. Haryanto SH. MH. Msi dan H. Saiful Arifin SH. bertempat disamping hari Rabu tgl (23/11/16) Hotel Safin yang dihadiri seluruh relawan dan kader dari
delapan partai pengusung juga pendukung dari laskar pelangi.


Dalam sambutanya bapak H. Haryanto. SH. MH. Msi
menegaskan bahwa untuk persiapan pilkada para
kader dan relawan untuk bekerja secara sungguh -
sungguh secara konsisten baik dari mesin partai, relawan maupun pendukung dari berbagai kalangan sehingga bisa menang mutlak satu putaran.


Untuk para kader yang dari pengurus
ranting, pengurus cabang agar tetap konsisten dalam
menghadapi pilkada tahun depan, hadir juga bapak H. Suwito selaku anggota DPRD Pati dari Fraksi
Partai Persatuan Pembangun beliau juga sebagai anggota tim pemenangan Paslon Haryanto - Arifin, ketika kami para awak media wawancara dengan beliau,
harapan beliau para tim sukses untuk lebih waspada dan tetep saling jaga kekompakan jangan sampai lengah agar bisa menang mutlak dipilbup nanti. (d@®mto)

Share:

Sapta Marga Sebagai Sumpah Prajurit Sejati

Target Hukum Online. Pati - Mantan prajurit Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang terakhir menyerah dalam Perang Dunia II, Letnan Dua Hiroo Onoda, meninggal dunia pada Kamis, 16 Januari 2014 dalam usia 91 tahun, sekitar 40 tahun sejak ia berhenti berperang dalam Perang Dunia II.

Onoda bersembunyi di hutan Filipina selama hampir 30 tahun sejak tahun 1945, baru keluar dari persembunyiannya pada tahun 1974. Saat itu, Onoda masih mengenakan seragamnya dan secara resmi menyerah kepada Presiden Filipina kala itu Ferdinand Marcos, Onoda mau menyerahkan diri lantaran mantan komandannya terdahulu, Mayor Taniguchi (saat itu sudah beralih profesi menjadi penjual buku) diajak terbang ke Filipina untuk menemui Onoda dan untuk membatalkan perintahnya ditahun 1945 kepada Onoda untuk terus tinggal disana dan mematai-matai pasukan Amerika. Sebelumya Onoda juga pernah bertemu dengan seorang Jepang lainnya yang terobsesi dengannya, lalu diberitahu bahwa perang telah berakhir dan dibujuk untuk kembali ke Jepang. Namun Onoda menolak dan hanya ingin menerima perintah dari atasannya langsung.

Berikut kutipan perintah Mayor Taniguchi kepada Onoda dan rekan-rekannya saat Perang Dunia II: "Kalian tidak boleh menyerah. Mungkin tiga atau lima tahun, kami akan kembali untuk menjemput kalian. Bertempurlah hingga saat itu dan bahkan jika pasukanmu hanya tinggal satu orang. Jika di sana hanya ada kelapa, hiduplah hanya dengan kelapa. Tidak ada alasan baginya untuk menyerah atau mengakhiri hidup !!!

Onoda dan tiga rekannya bersembunyi di Pulau Lubang, sebuah pulau kecil di barat Filipina setelah perang berakhir, mereka tidak percaya dengan selebaran-selebaran tentang berakhirnya Perang Dunia II dan menganggapnya sebagai propaganda sekutu untuk memancing mereka keluar. Mereka hidup dengan memakan pisang, kelapa, beras hasil curian, membunuh hewan ternak dan untuk tempat tinggal mereka membangun pondok bambu.

Salah seorang rekan Onoda menyerah lima tahun kemudian sejak Perang Dunia II berakhir, yang lain ditembak dan dibunuh polisi Filipina, dan yang terakhir hanya dua tahun sebelum Onoda menyerahkan diri. The Guardian melaporkan bahwa Onoda menangis tak terkendali ketika ia akhirnya harus menyerahkan senapannya yang ternyata masih berfungsi setelah bertahun-tahun, dan mungkin senapan itulah yang membunuh 30 warga setempat yang Onoda kira sebagai musuh.

Seorang juru bicara pemerintah Jepang memuji semangat tak terpatahkan Onoda: "Setelah Perang Dunia II, Mr Onoda tinggal di hutan selama bertahun tahun dan ketika ia kembali ke Jepang, aku merasa bahwa akhirnya perang (benar-benar) usai itulah yang saya rasakan."

Setelah perang berakhir baginya, Onoda membeli sebuah peternakan di Brasil sebelum kembali ke Jepang untuk menjalankan sekolah alam untuk anak-anak. Saya tidak merasa waktu 30 itu tidaklah membuang-buang waktu," katanya dalam sebuah wawancara tahun 1995. "Tanpa pengalaman itu, saya tidak mungkin memiliki apa yang saya peroleh saat ini."

Onoda lahir pada tanggal 19 Maret 1922, di desa Kamekawa, distrik Kaisō, prefektur Wakayama, Jepang. Saat berusia 17 tahun, ia bekerja pada perusahaan perdagangan Tajima Yoko di Wuhan, China. Barulah pada usia 20 tahun dia mendaftarkan diri di Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Onoda sempat mengunjungi kembali Pulau Lubang pada tahun 1996, dan mendonasikan 10 ribu dollar untuk sekolah lokal. (Mu|¥©π©)

Share:

Beladiri Silat Asli Kerajaan Majapahit

Target Hukum Online. Pati - Budaya pencak silat sudah mengakar di bumi persada Nusantara ini, ribuan aliran silat tumbuh bagai jamur di musim penghujan salah satunya aliran silat yang sudah punah di bumi Jawa Dwipa ini, Kali Majapahit adalah suatu Ilmu Beladiri silat khas militer Kerajaan Wilwatikta (Majapahit) disebut Sundang Majapahit, Mempunyai beberapa karakter yang dinamai dengan unsur alam, seperti : Sundang Gunung (aspek pertahanan)
Sundang Kali / Sungai (aspek penggempuran)
Sundang Laut (aspek penaklukan)
Sundang Angin (aspek penyusupan)
Sundang Matahari (aspek perlindungan terhadap raja dan kerabatnya). Bisa dimainkan tunggal, tetapi juga dirancang untuk dimainkan secara kelompok dengan formasi khusus.



Diperkenalkan oleh Mahesa Anabrang (Sri Bhatara Adwayabrama) yang merupakan perkawinan ilmu pencak silat teknik telikungan / patahan dikombinasikan dengan senjata. Awalnya adalah penggabungan beladiri militer Singasari dan Dharmasraya. Ilmu tadi kemudian diaplikasi dengan dua senjata tajam berupa pedang ditangan kiri yang disebut Sundang dan keris ditangan kanan yang disebut Taji.

Konsepnya adalah tidak menghindar tetapi justru menyusup masuk ke area pertahanan lawan disisi terlemahnya.
Sejarah mencatat ilmu ini"Sangat Kejam", karena serangannya mengalir deras sesuai unsur alam semesta yang menandainya. Seorang Ranggalawe, yang dikenal kebal senjata dan mempunyai pengalaman tempur cukup perkasa-pun harus takluk dengan tubuh tercabik-cabik dipertarungan tengah sungai melawan Mahesa Anabrang. Kekejaman ilmu ini adalah "Tidak Bisa Dihentikan Ditengah Jalan, Dia Akan Mengalir Bak Air Bah Yang Tak Terbendung".

Sepeninggalan "Mahesa Anabrang", ilmu ini diwarisi putranya Dyah Bagus Mantlorot atau Mahesa Teruna atau dikenal luas sebagai Adityawarman Dengan Sundang Majapahit beliau tak terkalahkan diberbagai medan pertempuran dan tercatat sebagai pahlawan Majapahit jauh diatas Gajah Mada dengan pangkat tertinggi Wredha Menteri (orang kedua setelah raja itu sendiri).
Sundang Majapahit diwariskan ke segenap pasukan Majapahit termasuk pasukan khusus pengawal Raja (pasukan Bhayangkara) juga beberapa kerajaan anggota konfederasi Nusantara. Ada beberapa kerajaan konfederasi yang sengaja mengembangkan ilmu ini : Dharmasraya, Bugis, Gowa, dan Sulu. Ketiganya mempunyai ciri karakter yang sama, yaitu adanya tali pengikat pergelangan pada keris dan pedangnya yang menandai"Sundang" (karena kedua senjata harus mampu diputar berganti peran dengan cepat).

Kerajaan Dharmasraya menitik beratkan pada seni gerak patahan, Bugis mengembangkan kuncian dan tikaman (pencak sarung) dan Sulu pada kecepatan reaksi (kali). Ketika di Nusantara ilmu ini memudar, pasukan kerajaan Sulu justru masih eksis mengembangkannya di kawasan Philipina Selatan dengan masih menyanjung nama Kali Majapahit. Diklaim sebagai salah satu ilmu beladiri asli Philipina yang telah mendunia dan bahkan buka cabang di Indonesia. (M@$ru'|)

Share:

Selasa, 22 November 2016

Pengambilan Sumpah Jabatan di Desa Keboromo

Target Hukum Online. Pati - Hari Selasa tgl (22/11/16) pelantikan dan pengambilan sumpah perangkat desa keboromo KecamatanTayu kabupaten Pati. Dalam jabatan perangkat yang sudah diambil sumpahnya sebagai berikut ; staf seksi pembangunan menjadi staf seksi pemerintahan dijabat nama SUYONO,  Staf urusan keuangan di jabat nama ANJAR TRIATOJO, S.kom, kepala urusan administrasi dan umum dijabat nama AMIN FATAH. Spd. Staf seksi pembangunan menjadi kepala seksi pembangunan dijabat nama KASNAWI. Staf seksi kesejahteraan rakyat dijabat nama ABDUL JAMIN. mengangkat kepala seksi pemerintahan di jabat nama MOHAMMAD RIFQI. SH.

Pengambilan sumpah jabatan oleh kepala desa Keboromo Wijang Prahoro dihadiri oleh camat Tayu Sentot Suhartono, bapak Kapolsek bapak Koramil dan seluruh muspika kecamatan Tayu. Sesuai dengan undang-undang terbaru seluruh perangkat desa yang akan mendapatkan siltap dan bengkok desa sesuai dengan jabatan yang terpilih. (M@$ru'|)

Share:

Senin, 21 November 2016

Jenasah KM Mulia Jati Tiga Orang Sudah Ditemukan

Target Hukum Online. Tuban - Senin (21/11/16) saat dikonfirmasi para awak media TH ke RS. Dr. R. Koesna Tuban, sampai malam hari tadi pukul 22.00 WIB. Kecelakaan KM Mulya Jati dengan MV Thaison di wilayah perairan Tuban Jawa Timur mengakibatkan 12 ABK KM Mulya Jati belum di ketemukan sampai hari ini, dari 27 ABK hanya 12 orang yang bisa diselamatkan dan 3 (tiga) lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia 2 (dua) diantaranya sudah diketahui identitasnya sedangkan 1(satu) orang masih belum teridentifikasi.


Jenazah yang sudah teridentifikasi diantaranya ;
DARMANTO tanggal lahir 26-08-1990 alamat Gang GAMBIR Kecamatan Batang Kabupaten Pati Jawa Tengah, KARJANI tanggal lahir 12-06-1965 alamat desa Pendak Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang Jawa Tengah, sudah di ambil keluarganya untuk di makamkan, dan menurut info dari warga setempat pemakamannya sudah selesai dilaksanakan ditempat kelahirannya.
Sementara 1 (satu) korban yang belum teridentifikasi dengan ciri ciri tinggi 177cm badan gemuk tanda tahi lalat dibahu depan kiri dan di bawah punting susu, rambut pendek 4cm hitam beruban, jenggot dan jambang beruban, terdapat bulu ditangan dada dan perut, kuku kaki kanan cacat dan ada bekas luka di lutut kaki kanan.

Saat rekan rekan dari awak media Kabupaten Pati mencari info terkait kejadian tersebut diposko DVI (Disaster Victim Identification) POLDA Jawa Timur bertempat di RSUD Dr. R. KOESNA TUBAN ditempat tersebut juga ada kluarga korban tragedi kecelakaan kapal KM Mulya Jati yang mencari dan meminta penjelasan terkait korban yang belum diketemukan, mereka kebanyakan dari wilayah Kabupaten Pati diantara dari desa NGEMBES Kecamatan GEMBONG Kabupaten PATI korban atas nama M. ALDO bin ASYIK MUKHTAROM dan dari desa TLOGOMOJO Kecamatan BATANGAN Kabupaten PATI korban atas nama SUNARDI.

Sampai saat ini tim dari BASARNAS, TNI AL, SATPOL AIRUD, SYAHBANDAR serta nelayan setempat masih melalukan pencarian korban dan akan dilaksanakan sampai 7 (tujuh) hari kedepan dan akan diperpanjang selama 3 (tiga) hari manakala korban masih belum di temukan. Semoga keluarga besar KM. Mulia Jati selalu diberi ketabahan dkesabaran dalam musibah ini dan seluruh ABK yang sampai hari ini belum ditemukan dengan doa seluruh warga maupun masyarakat kabupaten Pati, agar semua dapat segera ditemukan dan kami ucapkan terimakasih kepada seluruh awak media dari Pati dan tim SAR Nasional Gabungan dari Polda Jatim yang telah bekerja keras dilapangan hingga sampai saat ini. ($.G|to)

Share:

Minggu, 20 November 2016

Kebakaran di Desa Wirun Kecamatan Winong Pati

Target Hukum Online. Pati - Jumat tgl  (18/11/16) tragis benar yang dialami bapak Slamet bin Dirjan (63 thn) warga desa Wirun Dukuh Mojo Rembun Rt 08 Rw 02 Kecamatan Winong Kabupaten Pati ibaratnya sudah jatuh ketimpa tangga. Berniat menengok sawahnya yang baru saja dilanda banjir dua hari yang lalu saat musim tanam padi sudah dimulai, tanaman padi yang baru saja tandur atau tanam hampir dua minggu ini sudah dua malam hujan lebat mengguyur hingga mengakibatkan sawah yang sepetak ini kebanjiran, disaat ditinggal kesawah untuk menjenguk tanaman padi malah baru saja rumah yang ditinggalkannya terbakaran tak tersisa.
Menurut saksi" yg mengetahui kejadian saudara Sukarmi binti Soreman (50 thn) warga desa setempat serta saudara Sri Wahyuti binti Karjan (37 thn) sekitar pukul 07.30 WIB ke dua saksi melihat api berasal dari dalam rumah lalu asap mengepul pekat sekali kemudian ke dua saksi berteriak minta tolong kewarga yang baru saja berangkat kesawah bahwa ada kebakaran di rumah bapak Slamet. 



Warga berusaha untuk memadamkan api tersebut tapi tidak berhasil, salah seorang perangkat desa lalu menghubungi pemadam kebakaran, sekitar 30 menit tim dari Dinas PMK Kabupaten Pati didukung 3 unit mobil PMK tiba di TKP dan berhasil memadamkan api tersebut. Setelah diinvestigasi dari beberapa saksi dan tkp kejadian pihak Kepolisian setempat menyimpulkan penyebab kebakaran disinyalir dari tumpukan sampah yang dibakar dikandang sapi (PEDIANG) yang lupa dimatikan.
Kerugian dalam kejadian tersebut ditafsir kira" (tiga ratus juta rupiah), diantaranya 1 unit rumah, 1 unit TV 21", 1 unit mesin pompa air, 1 unit mesin Dos (pemanen padi), 40 karung padi atau gabah, surat surat penting lainnya serta 1 ekor sapi yang terbakar badannya tapi masih hidup. 



Sampai kabar ini di unggah bantuan masih terus berdatangan dari berbagai pihak, dintaranya dari PLT BUPATI PATI bapak BUDIYONO SH. BPBD Kabupaten Pati, warga setempat serta pihak donatur lain yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu. Kepala Desa Wirun bapak  Rohman" mengatakan agar salah satu warganya yang terkena musibah ini dapat kemudahan diberi kesabaran dan memohon agar dinas terkait bisa melaksanakan tugasnya baik Pemda Pati untuk segera membantu warganya yang sedang dilanda musibah ini. ($.G|to)

Share:

Camat Gabus Alergi Sama Awak Media

Target Hukum Online. Pati - Sesuatu yang baru namun undang undang IT juga tentang undang undang informasi publik tentang keterbukaan informasi seharusnya sudah harus dipahami oleh semua pejabat pusat maupun daerah. Kembali lagi soal transparansi hal inilah yang saat ini sulit dilakukan dan banyak pejabat yang tidak mau terbuka.

Salah satu pejabat (N) camat dikecamatan Gabus kabupaten Pati, beliau adalah satu-satunya Camat yang alergi sama keberadaan Media, padahal dikecamatan - kecamatan
lain dikabupaten Pati tidak ada camat yang seperti beliau, setiap ada kegiatan beliau selalu menghindar dan menutup muka ketika para awak media datang.

Padahal media adalah mitra kerja pemerintahan dan
sebagai kontrol sosial, tapi dimata beliau (N)
media adalah suatu hal yang meresahkan, menakutkan, bahkan menjijikan.
Pernah suatu hari ada acara pelantikan perangkat didesamintobasuki kecamatan Gabus ada beberapa awak media, yang satu dari media Mitrapol (AgusSamudra) yang satu lagi dari media Tipikor sendiri (Mulyono) ketika itu mereka mengambil gambar beliau (N) tapi apa yang didapat dari awak media, mereka malah mendapat teguran keras dari bu camat dan tidak diperbolehkan mengambil gambar beliau, sempat adu mulut bahkan sampai emosi marah - marah pulang sebelum acara selesai.

Mohon untuk bapak Bupati Pati untuk menegur bawahan beliau karena ini adalah contoh yang
buruk diinstansi pemerintahan, karena keterbukaan publik sangat diharapkan oleh masyarakat apalagi beliau adalah seorang Camat yang harusnya mengayomi masyarakat dan notabenya adalah pejabat publik. Mari kita semua saling menghargai profesi dan bekerja sesuai tupoksi masing masing, akan indah pada waktunya jika kita semua dapat bekerjasama. (drmto)

Share:

Nrimo Ing Pandum" Menerima Keadaan Dengan Ikhlas dan Lapang Hati

Target Hukum Online. Pati - Ditengah gempuran ekonomi saat ini yang semakin menjerit, kebutuhan hidup yang menghimpit dan mencekik, barang kebutuhan pokokpun makin naik. Adalah sosok manusia yang selalu menerima keadaan dari yang kuasa dengan iklas dan berserah diri itulah sifat yg dimiliki oleh  bapak Joko Susanto, bapak dengan satu anak yang masih kecil ini, hanya bisa pasrah dan selalu berusaha hidup harus penuh perjuangan ditengah sulitnya ekonomi di Indonesia saat ini, bapak satu putri ini selalu sabar menjalani kehidupan yang hanya ditemani sampan kecil untuk mengais rejeki, tidak banyak rejeki yang berlimpah seperti kapal kapal sampan lainnya hanya sekedar bisa beli beras dan susu buat putri kecilnya.

Namun semangat hidupnya selalu berkobar dan tidak patah arang dengan demikian pak Joko tidak pantang menyerah atau mengeluh demi mencari rejeki yang halal hanya sekedar menyambung hidup, siapa lagi yang mau dijadikan sandaran hidup selain sampan kecil yang dimilikinya saat ini. Setelah di konfirmasi wartawan TH hari Minggu tgl (20/11/16) pak Joko mengungkapkan hidup didunia ini tidaklah perlu dipaksakan semua sudah ada jatahnya dari yang Maha Kuasa pahit getir kehidupan ini kita yang menjalani, (menungso mung sak dermo nglakoni) manusia hanya sebatas menjalaninya, sehari hari pak Joko tinggal didesa Bumirejo rt06 rw01 kecamatan Juana Pati.

Hanya ikhlas dan sabar selama nafas masih dikandung badan, berusaha dan terus berjuang demi kebahagiaan putri semata wayangnya dengan mengandalkan dari hasil memancing disungai Juwana. Namun dengan pekerjaannya hanya mancing pak Joko sudah merasa cukup untuk membeli kebutuhan sehari hari walau hanya alakadarnya. Tiada yang lebih indah didunia ini selain melihat senyum bahagia putri kecilnya, gubuk reyot hanya cukup bernaung dari panas terik dan hujan namun kebahagiaan keluarga kecil ini patut dijadikan cermin dari diri pribadi penulis sendiri. ($@b@®|)

Share:

Sabtu, 19 November 2016

Kapal Nelayan Juana Bertabrakan di Perairan Tuban

Target Hukum Online. Tuban –  Peristiwa kecelakaan laut terjadi antara Kapal MV Thaison 4 berbendera Vietnam GT 8216 Aimo 9370587 yang menabrak Kapal Motor Mulya Sejati dari Juwana, Pati, Jateng, di perairan Laut Jawa sekitar Tuban Jatim, di titik koordinat 06.33.03.5/112 derajat, Sabtu (19/11) pukul 04.00 dini hari.



Akibat kejadian tersebut, 15 orang ABK KM Mulya Sejati dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.
Informasi yang dihimpun, kapal berbendera Vietnam tersebut membawa 22 ABK warga negara Vietnam menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Saat bersamaan KM Mulya Sejati dengan 27 ABK asal Juwana, Pati, Jawa Tengah, sedang berhenti dan lego jangkar. Beberapa ABK KM Mulya Sejati beristirahat.

Namun, tiba-tiba dari arah belakang, kapal Thailand itu menabraknya. Akibatnya, kapal nelayan terbalik dan para ABK nya tercebur ke laut.
“Yang selamat atau luka 12 orang, sementara belum diketemukan 15 orang,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (19/11).
Sutopo mengatakan, berdasarkan keterangan salah satu ABK, Sholikan (28), dia dalam keadaan tidur di KM Mulya Sejati pukul 04.00 WIB. Kemudian kapal tersebut ditabrak oleh Kapal Thaison 4 berbendera Vietnam dari belakang kemudian terbalik.

Adapun 12 korban selamat dievakuasi dengan kapal Dian Radian ke pelabuhan Shorebase Lamongan, Jawa Timur adalah totok prasetyo, fauzi, suyitno, dwi ina fakhrudin, shodikun, wibowo, ali imron, purnomo, ngadiono, aditya purnomo, sholikan dan syahroni sementara 15 ABK lainnya hilang dan masih dalam pencarian. (M@$®u'|)

Share:

Jumat, 18 November 2016

Anggota Polsek Juana Giat Operasi Zebra

Target Hukum Online. Pati - Sabtu 19/11 anggota satlantas polsek Juwana kabupaten Pati mengadakan operasi Razia Zebra mulai tgl 16 November - 26 November 2016, operasi sepeda motor dan mobil saat ini dilaksanakan dijalan silugonggo Juana Pati sesuai dengan perintah Kapolri bapak Komjen Drs H. M. Tito Karnavian M.A. P.h.d. razia sepeda motor dan mobil tersebut di pimpin langsung oleh Kanit lantas Polsek Juwana Ipda Suyadi bersama anggotanya, operasi dimulai pukul 09.00 WIB sampai selesai, dan berhasil mengamankan beberapa barang bukti sepeda motor yang tidak dilengkapi surat surat kepemilikan kendaraan bermotor baik STNK atau kelengkapan lainnya.



Operasi razia zebra ini bertujuan untuk memberikan shock terapi bagi pengguna sepeda motor yang tidak memiliki surat surat kendaraan bermotor dan SIM agar mempunyai efek jera dan menekan angka kecelakaan khususnya di wilayah kecamatan Juwana, karena kecelakaan dimulai dari pelanggaran lalu lintas Ipda Suyadi setelah di temui oleh wartawan TH untuk di konfirmasi terkait dengan kegiatan operasi razia sepeda motor beliau menghimbau kepada semua masyarakat agar selalu berhati hati dalam berkendaraan dijalan dan melengkapi surat surat kendaraanya sebelum pergi dan menaati peraturan lalu lintas di jalan.



Sopan santun dalam berkendara sangat dihargai baik bagi masyarakat pengguna jalan maupun aparat Kepolisian Republik Indonesia yang saat ini baru gencar meperbaiki sistem aplikasi baik online maupun langsung, karena diharapkan masyarakat terbantu dengan adanya program operasi zebra ini. ($@b@®|)

Share:

Laka Di Pantura Meninggal Satu Orang

Target Hukum Online. Pati - Telah terjadi kecelakaan di jalan pantura sore hari ini tgl (18/11/16) antara truk trailer dengan no pol H 1774 EB vs sepeda motor honda beat dengan no pol K 6414 BG tepatnya jl.juwana rembang km 1, menurut informasi kronologi kejadian bermula truk trailer dengan nopol H1774 EB mengalami kerusakan semenjak siang tadi hingga di parkirkan di tepi jalan.

Namun parkir truk tersebut agak ke tengah melewati marka tidak terputus tanpa ada tanda lampu darurat, dan dari arah barat ada sepeda motor honda beat dengan no pol K 6414 BG yang di kendarai oleh dua anak muda dengan minimnya tanda lampu darurat akhirnya terjadilah tabrakan yang tidak bisa di hindari dengan mengakibatkan dua korban yang satu meninggal dunia dan yang satu lagi luka luka yang harus di bawa ke rumah sakit RS Budi Agung Juwana untuk menjalani perawatan yang lebih intensif, sedangkan korban yang meninggal dunia di bawa lari ke Rs Soewondo pati.

Adapun identitas pengemudi sopir truk trailer belum di ketahui karena saat kejadiaan sopir tidak ada di tempat, sedangkan identitas pengemudi sepeda motor beat yg meninggal menurut informasi adalah Aldi dan yang masih hidup adalah Mohammad Rofiq Dakwan Al Azis keduanya adalah warga desa telogomojo kec batangan kabupaten pati. Dihimbau untuk kendaraan berat baik truk, bus maupun trailer yang lagi mogok ditengah jalan bisa memberi rambu atau lampu tanda warning bahwa ada kendaraan yang lagi troble ditengah jalan. ($@b@®|)

Share:

Kamis, 17 November 2016

IndahNya Jumatan Di Masjid Agung PATI

Target Hukum Online. Pati - Sejenak melupakan kepenatan dalan urusan duniawi, begitu suara azan berkumandang banyak rekan rekan media yang istiqhomah melaksanakan sholat jumat juga dari masyarakat sekitarnya begitu antusiasnya warga muslim disekitar
kota pati untuk melaksanakan sholat jum'at  tgl (18/11/16) sampai
penuh sesak di Masjid Agung Baitun Nur kota Pati.

Itulah bentuk ketaatan selaku umat beragama
yang taat terhadap perintah - perintah Allah SWT
islam adalah agama damai agama penyempurna dari agama -
agama terdahulu, melalui junjungan kita Nabi Besar
Muhammad SAW islam mampu membawa kedamaian,
mampu membawa perubahan dari jaman jahiliyah menuju
jaman yang terang benerang hingga saat ini.

Maka dari itu jika islam dicap sebagai agama teroris itu adalah salah besar, Nabi kita
Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan kekerasan, tidak mengajarkan permusuhan, dan
tidak mengajarkan kebencian sesama manusia, islam diturunkan didunia sebagai  Rahmatan lilalamin. Akan lebih indah jika kita saling menghormati antar sesama pemeluk agama lain lebih bijak dalam menyikapi suasana atau isu isu sekarang ini. Pati warga dan masyarakatnya selalu menerima perbedaan walaupun berbeda suku agama dan ras. (drmto)

Share:

Relawan Kosong Dilaporkan Tim Pemenangan Paslon Haryanto - Arifin

Target Hukum Online. Pati - Team kemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Arifin tadi malam pukul 21.WIB Kamis (17/11) yang diwakili Sutrisno selaku bendahara team kampanye Paslon Haryanto-Arifin melaporkan Imam R  ke Panwas Kabupaten karena membuat statmen di muka publik membolehkan kampanye hitam. Kalau dia kampanye kotak kosong penanggung jawabnya harus jelas.

Menurut pelapor Sutrisno mengatakan," terkait Saudara Imam R ada saksi yang yang kita hadirkan yaitu membuat stegmen peryataan Imam R memperbolehkan kampanye negatif untuk memilih kotak kosong, pernyataan dia nanti ada bukti - buktinya. Bahwa pernyataan dia bahwa black campion di bolehkan. Adapun buktinya nanti berupa rekaman vidio, pamlet dan foto. Kaitan pamlet, Pamlet tersebut berisi 12 alasan untuk memilih kotak kosong.

Laporan diterima langsung Ketua Panwas Kabupaten Pati Achwan SPd.I. serta didampingi anggota yang lain. Ketua Panwas Kabupaten membenarkan adanya laporan dari team sukses Paslon Haryanto - Arifin.

Demikian petikan wawancara dengan Ketua Panwaslu Pati saat di temui awak media, Achwan menjelaskan," benar bahwa tadi team kampanye Paslon Haryanto - Arifin yang diwakili Sutrisno datang ke kantor panwas untuk melaporkan saudara Imam R yang diduga membuat statment memperbolehkan melakukan kampanye hitam laporan ini belum saya register karena belum dilengkapi dengan bukti, kalau pelapor tidak melengkapi alat bukti maka tidak kami registrasi dan tidak bisa ditindak lanjuti."jelasnya. (Mu|¥©π©)

Share:

Kekayaan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati

Target Tukum Online. Pati - Sebagai salah satu syarat wajib menjadi calon di Pilkada Pati, maka paslon bupati dan wakil bupati Pati diwajibkan untuk memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK. Sampai dengan saat ini KPK masih memeriksa berkas LHKPN yang diserahkan oleh paslon Haryanto - Arifin.

Menurut keterangan dari Komisioner KPU Pati Umi Nadliroh, Selasa kemarin (15/11) menjeskan, Dari website resmi KPK, harta kekayaan yang dilaporkan Haryanto sebesar Rp 4.632.015.756, sedang Saiful Arifin sejumlah Rp 154.110.063.135.

Berikut penjelasanya, “Laporan harta kekayaan itu berkasnya sudah dilaporkan KPK sebelumnya, sebagai berkas wajib mencalonkan diri sebelum ditetapkan pada 24 Oktober lalu,” ungkapnya.

Lanjutnya, nantinya selepas diperiksa KPK hasil laporannya akan dikembalikan kepada paslon masing-masing. Mulai dari aset dan harta yang telah dilaporkan, meliputi tanah, bangunan, kendaraan, serta jumlah kekayaan di rekening masing-masing.

“Untuk pengumuman hasil harta kekayaan paslon paling lambat dua hari sebelum pemungutan suara. Paslon boleh mengumumkan sendiri maupun dikuasakan kepada KPU,” jelas Umi kepada targethukum.info.

Pasangan calon Haryanto - Arifin dalam mebuat laporan LHKPN menggunakan Form berbeda, hal ini dikarenakan calon bupat Haryanto pernah mendaftarkan harta kekayaannya sedangkan calon wakil bupati Arifin belum pernah. Untuk calon bupati Pati Haryanto tahun ini menggunakan form B sedangkan untuk calon wakil bupati menggunakan form A.

Menurut aturan PKPU, laporan harta kekayaan penyelenggara negara harus dipatuhi dari para paslon peserta Pilkada, serta untuk mengetahuai sampai sejauh mana kejujuran Paslon tentang kekayaanya kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa turut mengawasi harta kekayaan Paslon, supaya pemerintah kedepan lebih baik dan transparan. ( Mu|¥©π©)

Share:

Paradok" Begitulah Alam Menjalankan TakdirNya"

Target Hukum Online. Pati - Ini adalah sebuah hukum alam, disebut sunatulloh.... Saya akan ulas tentang paradoks.... paradoks itu semacam sifat "kontradiksi" atas apa yang berlaku..... Saya akan memberi contoh-contoh agar lebih jauh difahami.

Tahukah anda, tatkala anda dicela, dihina dan dicaci maki, maka proses itu akan menimbulkan sebuah "paradoks", dimana disatu sisi anda dinistakan, dijatuhkan, akan tetapi disisi lain anda akan diangkat.

Tahukah anda, tatkala anda di puja, di hormati, maka proses itu juga akan menimbulkan sebuah "paradoks", dimana disatu sisi anda sedang terangkat, akan tetapi disisi lain anda akan dijatuhkan.

Apakah sampai disini sudah dimengerti tentang paradoks??

Hukum alam itu tersusun atas paradoks-paradoks, agar segala sesuatunya menjadi berimbang..... Karena tanpa paradoks, hukum alam akan mengalami suatu ketimpangan dan gagal fungsi.

Pada hari-hari ini "PARADOKS" besar sedang dimainkan..... Dimana jika saudara mengamati tentang kasus ahok yang sedang bergulir...... Dan memahami yang saya jelaskan..... Maka saudara akan mengerti, bahwa sesungguhnya jika saudara mencela, menghina dan menjatuhkan ahok disatu sisi, maka sebenarnya saudara sedang mengangkat ahok disisi yang lainnya...... Seperti itulah alam ini bekerja secara paradoks.

Saya rasa ahok nantinya akan masuk penjara, tetapi "paradoks" akan bekerja, itu artinya ahok nantinya akan jauh lebih terangkat derajadnya setelah keluar penjara, bisa jadi karier politiknya ataupun kariernya yang lain meningkat pesat.

Jika seandainya saudara melakukan demo yang lebih besar, lebih kuat, tentang ahok ini, sesungguhnya dilain sisi saudara mengangkat ahok lebih tinggi lagi..... Begitulah paradoks bekerja.

Dan jika ahok memahami tentang konsep "paradoks" ini, tentunya ahok akan berterimakasih sebesar besarnya kepada para orang-orang yang mendemonya.

Dan seandainya orang-orang yang mendemo ahok memahami tentang hukum paradoks ini, maka mereka akan menemui kekecewaan, sebab selama ini mereka tidak tahu bahwa mereka disisi lain "sedang" mengangkat ahok.

Dahulu kala, pada jaman nabi SAW mulai berdakwah, "paradoks" ini terjadi, tatkala kafir qurays melakukan penentangan dengan menistakan nabi SAW, menghina, serta mencelanya, maka yang terjadi malahan pengikut islam semakin banyak. Semakin kuat penentangan dari kafir qurays, semakin kuat juga islam, semakin banyak yang masuk islam. Paradoks" telah terjadi sebagai hukum yang berlaku didunia ini. (¥w)

Share:

Jembatan Penghubung Desa Sekarsari Kabupaten Rembang Rusak Diterjang Banjir

Target Hukum Online. Rembang - Jembatan penghubung antara desa Manjang dengan desa Sekarsari kecamatan Sumber kabupaten Rembang dengan panjang 40 meter tinggi 12 meter lebar 2,5 meter hancur berkeping keping diterjang banjir bandang. Kepala desa Manjang kecamatan Jaken kabupaten Pati bapak Sunyarto mengatakan kepada media TH, harapannya kepada muspika maupun Badan Penangulangan Bencana Daerah kabupaten Pati segera memonitor memberikan bantuan secepatnya agar masyarakat yang terkena dampak dapat beraktifitas kembali.

Semoga saja bantuan dari pemerintah tersebut dapat tersalurkan secara nyata dilapangan, karena jembatan tersebut adalah jalur utama dari penghubung kedua desa tersebut. Akibat kejadian tersebut masyarakat harus memutar jalan hingga berkilo kilo jarak tempuhnya.

Hujan yang mengguyur kota Rembang hari selasa tgl (15/11/16) selama beberapa jam dari sore hingga malam hari kemarin mengakibatkan Jembatan penghubung antara desa Manjang dan Sekarsari kecamatan Sumber kabupaten Rembang rusak parah di terjang banjir bandang hingga hari ini, dengan kejadian tersebut warga yang ingin melewati jembatan tersebut harus berputar melewati jalur alternatif yaitu melewati desa srikaton yang jaraknya cukup jauh kepala desa Manjang Sunyarto berharap semoga dengan adanya bencana ini pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat langsung memberikan bantuan dan segera memperbaiki jembatan tersebut agar warga tidak jauh menempuh jalur alternatif. ($@b@®|)

Share:

Kecamatan Gabus Pelopor Perizinan Online di Kabupaten Pati

Target Hukum Online. Pati - Penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat merupakan fungsi yang harus di emban pemerintah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan, sebagai tolok ukur terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pintu masuk (entry point) bagi percepatan reformasi birokrasi didaerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik (good local governance) terfokus pada peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dikecamatan Gabus maka dilakukanlah inovasi dalam perizinan dengan peluncuran “SIAP NON” (Sistem Aplikasi perizinan On Line). Aplikasi ini dapat di akses melalui Website http://kecamatangabus.patikab.go.id disana sudah tersedia menu SIAP NON.



Masyarakat tinggal mengisi form data dan juga meng upload persyaratan antara lain : KTP, Kartu NPWP, Foto dan Surat keterangan dari Pemerintah Desa. Setelah semua syarat terpenuhi tinggal mencetak formulir lalu membubuhkan materai 6.000, selanjutnya formulir itu untuk pengambilan SIUP dan TDP yang sudah jadi di Kecamatan Gabus. Proses pembuatan SIUP dan TDP selama 2 hari dengan biaya Rp 0 atau gratis, diharapkan aplikasi ini akan lebih meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengurusan izin usaha perdagangan.
Inovasi ini baru pertama kali diseluruh wilayah kecamatan se Kabupaten Pati, karena selama ini pelayanan perizinan masih bersifat off line jadi masyarakat harus datang ke Kecamatan untuk mengurus izin tersebut. Diharapkan inovasi ini dapat dimanfaatkan dan dicontoh oleh kecamatan lain diwilayah Kabupaten Pati. 

Tujuan yang ingin kita capai dalam proyek perubahan ini adalah meningkatnya kualitas pelayanan publik sesuai reformasi birokrasi. Peningkatan kualitas pelayanan publik ini sejalan dengan kesadaran masyarakat untuk mengurus perizinan dan administrasi kependudukan yang selama ini masih belum terlalu diperhatikan. Semakin antusias masyarakat dalam mengurus perizinan menunjukkan masyarakat yang semakin percaya dan memberikan kemudahan dalam berinvestasi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati pada umumnya dan masyarakat Kecamatan Gabus pada khususnya.
Manfaat dari “SIAP NON” (Sistem Aplikasi Perizinan On Line) antara lain :
Meningkatnya kualitas pelayanan publik khususnya SIUP dan TDP menjadi sangat mudah dan efisiensi waktu. Masyarakat cukup mengakses dari mana saja dan tidak perlu datang mengantri dikecamatan untuk mendapatkan pelayanan sehingga tidak mengganggu kegiatan usahanya.



Salah satu area perubahan dalam reformasi birokrasi adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, sekarang ini Indonesia sebagai salah satu pemakai smartphone dan pengguna jaringan internet terbanyak didunia. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk kegiatan dibidang pemerintahan terutama pada pelayanan perizinan. Meskipun inovasi ini bukanlah yang pertama akan tetapi penggunaan teknologi informasi sudah menjadi salah satu kebutuhan sekunder dimasa sekarang, masyarakat sebagai stakeholder selalu menginginkan kecepatan dan kemudahan dalam berinvestasi. Dengan adanya aplikasi ini secara tidak langsung akan meningkatkan kemudahan berinvestasi di Kecamatan Gabus sebagaimana yang diharapkan oleh Bapak Bupati Pati sebagai kabupaten yang ramah investasi.
PENGIRIM
NAMA: HESTI ARIANTO, SE. MM.
JABATAN: KASI PELAYANAN UMUM KECAMATAN GABUS
ALAMAT : JALAN RAYA GABUS – TAMBAKROMO NOMOR 10 KODE POS 59173.

Share:

Rabu, 16 November 2016

Kala" Sunyi di Peraduan Malamku"

Target Hukum Online. Pati - Setiap cinta yang engkau tanam akan berbuah kerinduan....... setiap rindu yang disemai akan berbuah pengharapan akan pertemuan........ Hanya pertemuanlah puncak dari segala kebahagiaan dan penantian.
Cinta pada Sang Maha Cinta, memanglah perkara yang tidak bisa di minta-minta, namun jatah dariNYA sendiri. jatah itu nampak nyata padamu, ketika engkau teramat suka hadir dalam majelis hening, menetapi jalan sunyi senyap sendiri.

Bisingnya lalu lintas akal, adalah penghalang menuju kesunyian, sedang kesejatian mutlak adalah kesunyian mutlak, hanya dimengerti dalam penghayatan tingkat tinggi.
Ketika engkau memutuskan menuju jalan sunyi ini, engkau sedang mengambil jatahmu dariNYA, tatkala engkau meninggalkan jalan sunyi ini, maka jatahmu telah habis.
Ambillah jatahmu ketika DIA memberimu, dan pertahankanlah apa yang menjadi jatahmu....... 

Gantilah namamu dengan sabar dan iklhas, renungilah Aku yang selalu bersamaMu wahai Cinta yang bersemayam dilubuk hatiKu. Hidup yang sepenggal zaman saat coretan tak lagi terbaca saat langit menjadi kelabu, dan saat sahabat terpanggil kepangkuanNya satu persatu, hanya isak tangis dihamparan sepertiga malamKu dan hanya kesetiaanMu lah yang AKU cari. ($@b@®|)

Share:

Blog Archive