Selasa, 28 Februari 2017

Regu Pandu Marinir TNI AL

Target Hukum Online. Surabaya - Sebetulnya "Batalyon Infanteri Marinir"sudah mempunyai "Organisasi Regu Penyelidik Lapangan "("Rulidiklap") yang menjadi tulang punggung batalyon infanteri dalam melaksanakan tugas tempur dengan peran bergerak ke depan, menyelidiki, senyap dan melaporkan ke kesatuan atas, jadi sifatnya hanya menyelidiki. Tanggal 1 Juni 2006, saat Korps Marinir dipimpin "Mayor Jenderal TNI (Mar) Safzen Noerdin, S.IP", Rulidiklap ini dikembangkan kemampuannya dengan melikuidasi dan menggantinya dengan Regu Pandu Tempur dan kemampuan para prajuritnya ditingkatkan lagi dengan pelatihan khusus"Rupanpur", sehingga tugasnya tidak hanya menyelidiki dan menyelinap, tetapi juga melakukan serangan dadakan serta mampu menghancurkan
sasaran-sasaran strategis musuh dan sebagai pandu pasukan-pasukan di belakang.

Para anggotanya dipilih dari prajurit-prajurit muda pilihan di masing-masing batalyon dengan seleksi ketat dan cukup berat. Rupanpur merupakan mata dan telinga Batalyon Infantri, identik dengan pasukan elitnya satuan infanteri marinir. Regu Pandu Tempur memiliki persyaratan yang berat dengan tuntutan tugas yang makin kompleks. Mereka harus profesional dan mempunyai kemampuan yang lebih di segala medan dan cuaca, apalagi sebagai pasukan pendarat. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan teknik dan taktik tempur darat dan selalu bergerak di depan yang menjadi andalan Batalyon Infanteri Marinir.

Kemampuan Rupanpur adalah di air dan darat, hampir sama dengan kemampuan Taifib, perbedaannya yaitu Taifib memiliki kemampuan tidak hanya di air atau darat, tetapi juga di udara, sehingga Taifib memiliki brevet untuk tiga media, yaitu air, darat dan udara. Untuk bisa bergabung dengan Rupanpur, para prajurit muda dari Bintara dan Tamtama harus melewati seleksi yang ketat di masing-masing Batalyon Infanteri di lingkungan Marinir.

Seleksi awal meliputi kemampuan intelijensi, mental serta fisik. Kemudian dipilih 12 orang prajurit terbaik di tiap-tiap batalyon untuk mengikuti pelatihan Rupanpur yang umumnya terpusat di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir di kawasan Antralina Sukabumi, Jawa Barat. Pelatihan tersebut ditujukan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan anggota Regu Pandu tempur sehingga memiliki kemampuan dan ketrampilan yang tinggi dalam segala aspek individu ataupun satuan.

Masa pelatihan umumnya dilakukan selama 2 bulan. Pada awal pelatihan para peserta diberikan pengetahuan tentang organisasi dan tugas Rupanpur, supaya mereka benar-benar memahami dan mengerti apa itu Rupanpur. Materi selanjutnya yaitu mendalami taktik dan teknik hidrografi, taktik operasi darat yang meliputi patroli penyelidik, patroli tempur dan juga kontak drill, mereka juga berlatih materi PBP (Peraturan Bertempur Perorangan) supaya mampu dan ahli dalam pertempuran perorangan (materi tersebut antara lain teknik merayap, merangkak, berguling, lempar granat, pisau dan kampak). Kemudian pelatihan selanjutnya adalah pendalaman pengetahuan medan seperti "IMMP" ("Ilmu Medan Membaca Peta") dan "GPS "("Global Positioning System"), para peserta diberi pelajaran tentang pengenalan tanda-tanda peta, penunjukan tempat/ koordinat, pembagian dan pemberian nomor peta topografi.

Tahap latihan berikutnya yaitu memperdalam kemampuan melaksanakan samaran, perlindungan, melacak jejak, mountaineering, ketrampilan menembak TTO/ TTD dan runduk (sniper), pengetahuan khusus seperti pandu para, renang, cross country, mobud (mobilisasi udara), halang rintang serta speed mars. Dilanjutkan dengan tahap pembekalan dan pelaksanaan taktik dan teknik demolisi, sabotase, penculikan, ketahanan interogasi dan meloloskan diri (escape). Dalam tahap ini, terutama ketahanan interogasi dan escape adalah tahap terberat, selain dituntut kemampuan inteijensi juga ketahanan mental dan fisik yang luar biasa. Bagi peserta yang tidak kuat dalam tahap ini, otomatis akan gugur dan dikembalikan ke satuan induk, sedangkan yang lulus akan bergabung dengan unit khusus Rupanpur yang ada di masing-masing Batalyon Infanteri Marinir. (Tim)

Share:

Koramil 07 Wedarijaksa Giat Karya Bakti Bersama Rakyat

Target Hukum Online. Pati - Dalam merancang satu pembangunan jajaran TNI dan Rakyat bersama-sama melaksanakan giat Karya Bakti Mandiri, Senin (27/2) dengan membersihan Jalan Poros Desa Sukoharjo-Tawang Harjo dan membersihan rumput gajah yang ditanam di kanan kiri jalan agar terlihat bersih dan rapih di sepanjang lokasi Karya Bakti yang dilaksanakan mencapai 300 meter dan lebar 3,5 meter. 

Kegiatan yang dilaksanakan dan melibatkan Koramil 07/Widarijaksa sebanyak 11 personel, Pemerintah Desa 12 Orang, dan Masyarakat sekitar 9 orang.

Dalam kesempatan ini Danramil 07 Wedarijaksa Kapten Inf. Kambali mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan dari Pemerintah Kecamatan dan para tokoh agama serta warga desa.

Terimakasih atas kepeduliannya yang mau membantu dalam karya bakti ini dengan membersihkan lingkungan desa secara bergotong-royong bersama, saling berbaur supaya di musim hujan tumbuh-tumbuhan liar dan tanaman yang lain tumbuh sangat subur sehingga sangat mengganggu keindahan mata maka dari itu supaya kebersihan selalu terjaga kelestarian lingkungan,” kata Danramil.

Masih kata Danramil, masyarakat mari bersama-sama membersihkan rumput dan tanaman secara bergotong royong berbaur membersihkan rumput dan anggota Babinsa mengadakan kegiatan Karya Bakti Mandiri bersama masyarakat Wedarijaksa. “Semoga dengan adanya karya bakti ini kesadaran kita akan kebersihan lingkungan lebih di tingkatkan lagi,” tutup Kapten Inf. Kambali. Semangat dalam bela negara dan cinta tanah air sebagai wujud syukur kepada bangsa dan negara, bersatu dalam segenap nafas lini kehidupan TNI bersama rakyat selalu ada dihati. (Masru'i)

Share:

Minggu, 26 Februari 2017

Jalan Sehat Gerakan Indonesia Raya Bersama Prabowo Subianto

Target Hukum Online. Semarang -  Kegiatan rangkaian perayaan HUT partai Gerindra ke 9 yang di gelar di kota Semarang minggu pagi (26/2) berlangsung meriah dengan menyelenggarakan jalan sehat.

Peserta jalan sehat tumpah ruah sekitar 30ribu orang mengikuti jalan sehat dari seluruh kader dan simpatisan partai Gerindra se- Jawa Tengah beserta masyarakat umum hingga memenuhi halaman DPRD Jateng, di jalan Pahlawan kota Semarang.

Jalan sehat yang di lepas oleh sekjen partai Gerindra Fadli Zon di dampingi ketua DPD Gerindra  jateng Abdul Wachid, menyediakan puluhan dorprize menarik mulai dari 20 motor, kulkas tv lcd Kipas angin, hp dan barang elektronik lainnya.

Semula rencananya ketua umum partai Gerindra H. Prabowo Subianto akan melepas langsung jalan sehat tersebut, namun di saat bersamaan Prabowo juga sedang mengikuti jalan sehat partai di Palu.

Prabowo tiba di semarang sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung menyapa turun dari panggung menuju kader dan simpatisan partai Gerindra maupun masyarakat kota Semarang.

"Saya minta maaf baru datang karena saya dari Palu, sulawesi tengah mereka juga bikin acara yang sama begitu selesai saya langsung terbang ke semarang dan alhamdulillah terkejut melihat antusiasme saudara-saudara begitu banyak yang hadir, terima kasih" ujarnya di sambut tepuk tangan masa.

Dalam pidatonya di hadapan ribuan masa, Prabowo menceritakan partai Gerindra yang sudah berusia 9 tahun awalnya didirikan oleh tokoh tokoh petani di antaranya, himpunan kerukunan tani indonesia (HKTI) dan asosiasi petani tebu republik indonesia (APTRI) para buruh dan guru, yang semuanya memiliki idealis menjadi partai pembela rakyat kecil dan menurunkan angka kemiskinan.

Yang memimpin Gerindra ketua-ketua tani, bekas kepala desa, buruh, guru kita dulu idealis bener, inginkan partai pembela rakyat kecil, saya keliling seluruh indonesia saya katakan indonesia tidak miskin, Bahkan dunia mengakui indonesia  adalah negara yang sangat sangat kaya ujarnya".

Menurutnya Gerindra tetap mengutamakan kesejahteraan untuk rakyat kecil dimanapun berada hingga mereka benar- benar dapat merasakan hidup sejahtera dan mendapat keadilan, Gerindra berkomitmen tetap akan membela kepentingan rakyat  ungkapnya di akhir pidatonya". (drmto)

Share:

Jumat, 24 Februari 2017

Bukit Clering Jepara Kembali Beraktifitas Dimana Pemkab Jepara

Target Hukum Online. Jepara - Bukit Clering yang terkenal dengan keindahannya dan kandungan batu mineralnya berupa suaza yang selama ini menjadikan bahan utama bahan baku keramik maupun kaca, namun saat awak media TH berbincang dengan warga setempat seharusnya di jaga dan dilestarikan malah di tambang habis habisan, di duga PT SMP dari semarang telah melakukan galian yang perizinanya belum di ketahui pasti. Dari pantauan kami (24/02) pukul 17 00 WIB ada dua alat berat yang masih melakukan aktifitas penambangan.

Pemerintah Daerah harusnya jeli terkait izin galian, karena jelas-jelas merusak ekosistem yang ada, padahal himbauan bapak Gubenur Jateng Ganjar Pranowo sudah jelas, bahwa beliau tidak pernah memberi ijin galian untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan.

Keadaan seperti inilah yang akhirnya membawa dampak yang tidak kita inginkan, alam yang indah dan mempesona akhirnya harus hancur ditangan manusia manusia serakah yang hanya memikirkan keuntungan sesaat. Triminologi seperti inilah tanpa memikirkan dampak dikemudian hari yang hanya menyisakan lobang lobang besar disana sini dan dampak lingkungan sekitarnya. Acuannya pemerintah daerah kabupaten Jepara harus menyikapi kejadian ini jangan hanya melihat tanpa adanya tindakan yang tegas, alam yang lestari yang akan kita wariskan kepada anak-anak cucu kita nantinya. (drmto)

Share:

Kamis, 23 Februari 2017

Dirjen Kementrian Dan Pertahanan RI Sosialisasi di Pondok Pesantren Kulon Banon Kajen Pati

Target Hukum Online. Pati - Bertempat di Ponpes Kulon Banon Kajen telah dilaksanakan kegiatan pada hari Rabu tgl (22/02) sosialisasi dari Kemenhan dengan tema" Sosialisasi Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara" yang di ikuti seluruh siswa dan siswi dari Ponpes Kulon Banon.

Hadir dalam acara tersebut Kolonel Arif Wahyu, Kolonel Muchtar, Bupati Pati H. Haryanto SH. MM. MSi, Dandim Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma S.Sos, Kepala Kemenag (Bp. Mudakir) dan Muspika Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati.

Sambutan Bupati Pati H. Haryanto SH. MM. MSi menyatakan bahwa saya ucapkan selamat datang Bapak ibu dari Dirjenpothan RI di Kabupaten Pati selaku Pemerintah Daerah kami menyambut da mengapresiasi Kementerian Pertahanan RI dalam hal ini Direktorat Jenderal Potensi
Pertahanan, sehingga acara ini bisa terselenggara di Kabupaten Pati.

Kegiatan ini merupakan upaya yang sangat positif sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan bela negara dan rasa cinta terhadap tanah air dan Bangsa khususnya untuk menggali potensi Sumber Daya Nasional dari lingkungan Ponpes guna turut andil dalam mempertahankan kedaulatan NKRI secara optimal, sehingga tetap kokoh berdiri lebih maju dan sejahtera. Seperti kita ketahui bersama, bahwa Indonesia merupakan sebuah Negara yang dianugerahi potensi kekayaan sumber alam yang luar biasa.

Hal ini yang menjadikan negara kita mempunyai daya tarik yang kuat terhadap bangsa lain, begitu banyaknya negara yang ingin menguasai sumber daya alam kita, terhadap bangsa kita segala macam cara untuk menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara ini menanam pengaruh secara kultur dan budaya.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, tehnologi, komunikasi dan informasi, ancaman terhadap kedaulatan negara menjadi semakin kompleks dan multidimensial dan semakin nyata.

Hal itu bisa dikategorikan sebagai arena konflik terbuka atau perang konvensional sangat kecil kemungkinannya namun harus selalu diantisipasi.

Ancaman nyata yang setiap saat akan bisa terjadi dan sulit untuk diprediksi saat ini yaitu terorisme dan radikalisme, Bencana, serangan Cyber dan spionase serta penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Untuk itu, diperlukan pertahanan yang kokoh dari semua komponen bangsa untuk menghadapi berbagai ancaman yang ada, baik dari internal maupun eksternal bangsa ini.
ISIS menjadi salah satu kelompok radikal yang berbahaya karena kemampuan menjaring anggota asing dari berbagai negara, termasuk muslim fanatik di Indonesia dan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang banyak dimanfaatkan oleh kelompok radikal seperti ini untuk merekrut anggota baru.

Jadi kegiatan seperti ini harus dipandang secara positif oleh kalangan pondok pesantren, bukan dipandang sebagai upaya intimidasi terhadap lingkungan Ponpes melainkan harus diapresiasi
sebagai upaya mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sambutan dari Dirjen Pothan kepada seluruh warga ponpes sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Ponpes Kulon Banon yang menerima kehadiran dan tempat untuk  kegiatan sosialisasi ini. Yang pada saat ini Indonesia mengunakan pertahanan negara menggunakan sistim pertahanan semesta atau Hankamrata. Berupa komponen cadangan negara merupakan salah satu wadah dan bentuk keikutsertaan warga negara serta sarana dan prasarana nasional dalam usaha pertahanan negara dan menghadapi ancaman militer.

Sambutan Pengasuh Ponpes Kulon Banon Gus Faisol yang mengharapkan dan mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sosialisasi di Ponpes Kulon Banon Kajen Pondok ini merupakan salah salah satu pondok yang ikut memperjuangan kemerdekaan Indonesia melawan Jepang maupun Belanda saat terjadinya classical agresi militer pertama maupun kedua, inilah semangat kebangsaan yang harus terus dipupuk dan dipertahankan saat ini semoga lulusan santri dari pondok ini mempunyai SDM yang tinggi dan bisa mengisi kemerdekaan ini dengan baik sebagai generasi muda penerus bangsa Indonesia. (soim)

Share:

Selasa, 21 Februari 2017

Koramil 18 Winong Turun Tangan Langsung di Desa Kudur

Target Hukum Online. Pati - Angin puting beliung yang disertai hujan deras yang mengguyur kota Pati dan sekitarnya menghancurkan puluhan rumah warga Desa Kudur Kecamatan Winong Kabupaten Pati, pada selasa sore tgl (21/02) sekitar pukul 15.00 WIB begitu dahsyat bagaikan daya ledakan angin tornado.

Angin puting beliung menerjang desa Kudur Kecamatan Winong Kabupaten Pati menyebabkan rumah warga dan masyarakat baik yang rusak berat maupun rusak ringan.

Berdasarkan data yang dihimpun Babinsa Serda Sutriano mencatat sebanyak 4 rumah warga rusak berat dan 64 rumah warga rusak ringan akibat angin kencang yang disertai hujan deras tersebut.

Kami masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung, sehingga kemungkinan data bisa bertambah," tuturnya.

Sementara Danramil 18 Winong Kapten Kav Sugeng yang mendapatkan laporan Babinsa langsung turun ke lokasi bencana angin puting beliung dan mengumpulkan anggotanya, kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat.

Setelah berkoordinasi di tingkat kecamatan, kami mengadakan tindakan darurat yang diperlukan di lapangan dan warga pun langsung bergotong royong mengumpulkan ratusan bahkan ribuan genteng untuk menutupi atap agar perabotan di dalam rumah tidak basah saat hujan ," katanya.

Hingga sore menjelang malam hari situasi sudah terkendali dengan baik aman dan perbaikan disana sini juga beberapa rumah yang hancur karena angin puting beliung, diharapkan esok harinya kegiatan akan dilanjutkan. Semoga kedepannya TNI bersama masyarakat bisa bahu membahu dan bersinergi dalam menghadapi situasi musibah dan bencana alam yang tidak kita inginkan. (djatmoko)

Share:

Senin, 20 Februari 2017

Banyaknya Calo Dikantor Imigrasi Pati

Target Hukum Online. Pati - Calo masih menjadi hal yang biasa di kantor imigrasi Pati sehingga pembuatan paspor seolah-olah harus lewat calo kalo tidak,  pembuatan paspor bisa dihambat bahkan dipersulit.

Seperti dalam pantauan kami para calo mempunyai basecame di sebelah kanan luar kantor imigrasi, tepatnya dibelakang warung makan, dari beberapa keterangan para pemohon yang ada, ketika kami ajak berdialok dalam beberapa kali pertemuan, menyebutkan biaya untuk pembuatan paspor yang harus dikeluarkan nilainya bervariatif ada yang mengeluarkan uang Rp 550ribu, ada yang 600ribu, bahkan sampai ada yang di kenai sampai 750ribu.

Padahal mengacu pada ketentuan undang-undan keimigrasian tentang pembuatan paspor, tarif yang ada hanya sebesar 360ribu untuk pembuatan paspor 48 halaman, dan waktu penyelesaian pembuatan paspor kurang lebih tiga hari.

Dengan  mahalnya tarif pembuatan paspor seperti itu, membuat warga yang mau mengurus paspor menjadi bertanya-tanya seolah-olah pihak terkait membiarkan hal itu terjadi, padahal  bpk Gubenur Jawa- tengah Ganjar Pranowo menghimbau agar budaya Calo harus di hilangkan karena dapat merusak tatanan birokrasi. (drmto)

Share:

KKN Unisnu di Desa Plajan Jepara

Target Hukum Online. Jepara - Senin tgl (20/02) Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang mengabdi di Desa Plajan, Pakis Aji bekerjasama dengan pemuda dan pengelola perpustakaan desa plajan mendirikan PEC (PLajan English Club) khusus untuk anak-anak di Desa Plajan tim KKN di desa Plajan merupakan salah satu tim yang cukup lengkap mengingat UNISNU yang memiliki lima fakultas. 

Empat unsur fakultas ada di Tim KKN desa plajan, yaitu  mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dan Fakultas Saint dan Tekhnologi, yang masih kurang adalah mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, karena pada tahun ini Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis belum mengikuti Program Kuliyah Kerja Nyata. PEC dilaksanakan setiap hari Jumat dan Minggu dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan desa sebagai tempat pelaksanaannya.

Koordinator Kegiatan PEC  Hermin Rindayani  memaparkan, tujuan didirikannya PEC agar anak-anak di Desa Plajan memiliki “Forum Anak Desa” yang dapat di ikuti di luar kegiatan sekolah, hal itu untuk memupuk rasa kebersamaan antar anak di Desa Plajan, dengan diadakannya kegiatan positif  bagi mereka”.

Anak-anak di Desa Plajan yang menjadi target Plajan English Club terlihat begitu antusias dan bergembira ketika mengikuti Program Plajan English Club yang di canangkan KKN mahasiswa UNISNU Jepara, ini karena memang dalam Plajan English Club dikonsep sedemikian rupa serta dikemas dalam permainan edukatif, sehingga anak-anak terlarut dalam metode pendidikan sambil bermain ini.

Koordinator Mahasiswa Desa Plajan Laili Anisah juga  mengimbuhkan, Kegiatan ini kami sesuaikan dengan tema KKN UNISNU 2017 yaitu, pemberdayaan Masyarakat Kampus Dalam Peningkatan Potensi Desa, perlu adanya sinergitas serta kerjasama yang kuat antara Pemerintahan, Akademisi, serta masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentengi anak-anak  dari arus negative globalisasi, oleh sebab itu Tim KKN UNISNU di Desa Plajan mentargetkan agar program -program yang di canangkan selama KKN dapat berkelanjutan, yang artinya kegiatan tersebut masih dapat berjalan meskipun Tim KKN telah di tarik dalam kehidupan kampus kembali. Karenanya peran masyarakat di Desa Plajan sangatlah penting, sehingga mereka pun turut dilibatkan”.  Papar Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum tersebut. (Annisa)

Share:

Sabtu, 18 Februari 2017

Rasa Kepedulian Yang Tinggi Ketua Pasopati PATI

Target Hukum Online. Pati - Sabtu tgl (18/02) sebuah keharmonisan dan perjuangan bersama juga rasa handarbeni rasa saling memiliki menghormati dan menghargai, buah aksi spontanitas yang dipelopori oleh Kepala Desa Margorejo Nabianto dan Ketua Pasopati H. Dwi Totok dalam 15 Menit mampu mengumpulkan dana untuk subangan banjir sebesar 9,7 juta.

Hal ini dilakukan oleh mereka berdua dalam rangka atas kepeduliannya terhadap korban banjir yang dialami oleh masyarakat Pati, dalam kesempatan tersebut Ketua Pasopati Pati bapak H. Dwi Totok menyampaikan, kesempatan ini kami lakukan kebetulan ada kegiatan sosialisasi penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dipendopo Kabupaten Pati.

Saya lakukan ini dengan maksud untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir, saya merasakan bagaimana saat warga saya terkena banjir mau makan saja susah, oleh karenanya itu hati saya terketuk bahwa semua ini hanyalah sekedar untuk meringankan beban dari dampak banjir dikabupaten Pati, kedepannya buah daripada bentuk kepedulian dari seluruh Kades se-kabupaten Pati ini bisa menjadi contoh dan teladan yang baik untuk dikenang dan dipergunakan sebagaimana mestinya, hasil dari jerih payah yang patut dijadikan pedoman dan panutan untuk saling berbagi kepada sesama" Katanya.

Dari sumbangan spontanitas tersebut dalam waktu 15 menit mampu mengumpulkan dana sebesar 9,7 juta. Yang nantinya akan disalurkan melalui pengurus Pasopati yang akan disalurkan dan didistribusikan ke 4 Kecamatan yang terdampak Banjir.

Alhamdulillah sumbangan dari aksi spontanitas ini mampu terkumpul dana 9,7 juta, ini berkat kesadaran dari teman-teman Kepala Desa akan kepeduliannya terhadap korban banjir di wilayah 4 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Juwana, Jakenan, Gabus, dan Sukolilo. Adapun penyaluranya nanti akan saya serahkan kepada pengurus Pasopati untuk disalurkan kepada desa yang terdampak banjir." Tutup Totok. (drmto)

Share:

Kimilsungia Lambang Persahabatan Sejati

Target Hukum Online. Pati - Simbol abadi Kimilsungia, Kim Il-sung dan Indonesia sebagai tanda persahabatan, Sukarno menghadiahkan bunga anggrek kepada presiden Korea Utara, Kim Il-sung dinamainya kimilsungia.

Awal April 1965, presiden Korea Utara Kim Il-sung dan rombongannya yang melakukan kunjungan kenegaraan untuk memperingati dasawarsa Konferensi Asia-Afrika, diajak melihat-lihat Kebun Raya Bogor oleh Sukarno. Kim Il-sung terkesima oleh bunga anggrek berwarna ungu yang tampak asing baginya.

Anggrek tersebut hasil penyilangan C.L. Bundt, botanis keturunan Jerman yang memiliki laboratorium penyilangan bunga di Makassar. Direktur Kebun Raya Bogor, Sudjana Kasan meminta Bundt untuk membantu persiapan menyambut Kim Il-sung. Bundt lalu mengusulkan untuk menunjukkan bunga hasil silangannya yang dinamai dengan nama anaknya, Dendrobium Clara Bunt, dan didaftarkan ke Royal Horticultural Society pada 1964.

Sukarno berniat menghadiahkan bunga anggrek tersebut dan menamainya Kimilsungia, perpaduan nama Kim Il-sung dan Indonesia. Barangkali Sukarno tidak tahu kalau anggrek tersebut sudah punya nama, Dendrobium Clara Bunt. Awalnya Kim Il-sung menolak, namun Sukarno berhasil meyakinkannya. Sukarno juga berjanji akan menyempurnakan teknik budidaya anggrek dalam satu sampai dua tahun agar dapat dikembangbiakkan di Korea Utara.

Inisiatif itu sempat terhenti pasca-Gerakan 30 September 1965. Bunt kemudian melakukan penyilangan lain, yaitu Dendrobium Ale ale Kai (induk betina) dan Dendrobium Lady Constance (induk jantan). Keduanya spesies anggrek asli Indonesia. Bibit baru yang telah disempurnakan Bunt tersebut baru dikirim pada 1975.

“Sepuluh tahun kemudian, saat Kimilsungia sudah siap untuk dibudidayakan, sebuah sampel dikirimkan ke Korea Utara, yang akhirnya dikembangbiakkan di rumah-rumah kaca di seluruh penjuru negeri,” tulis Ralph Hassig dan Kongdan Oh dalam The Hidden People of North Korea.

Akhir 1970-an, Kimilsungia sudah menyebar luas di Korea Utara. Para botanis, disokong pemerintah, gencar membudidayakan Kimilsungia secara besar-besaran. Kualitas bunga pun ditingkatkan. Kimilsungia dapat berbunga dua kali dalam setahun, dan dapat menghasilkan enam hingga tujuh kuntum bunga pada setiap tangkainya.

Pada 1982, Guntur Sukarnoputra, anak Sukarno, mendaftarkan Kimilsungia ke Royal Holticultural Society dengan nama Dendrobium Kimilsungia. Seraya menjadi simbol persahabatan kedua negara.

“Kimilsungia juga kerap disebut sebagai ‘bunga tanda kesetiaan’ dan pembudidayaannya merupakan kebijakan politik yang penting, juga menjadi ujian untuk mempertahankan kepercayaan politik di Korea Utara,” tulis Andrei Lankov dalam North of the DMS: Essays on Daily Life in North Korea.

Setiap April, kota Pyongyang mengadakan festival bunga Kimilsungia dan Kimjongilia (yang dikembangkan botanis Jepang dan diserahkan kepada Kim Jong-il, anak Kim Il-sung, pada 1988), untuk merayakan kelahiran Kim Il-sung. Festival besar ini berlangsung sejak 1999, dan delegasi Indonesia selalu mendapat tempat sebagai tamu kehormatan.

Sebagai bentuk apresiasi, pada 2011 pemerintah Korea Utara meresmikan monumen peringatan 46 tahun penyerahan bunga Kimilsungia di Rumah Anggrek Kebun Raya Bogor. ($@ba®!)

Share:

TNI Siaga Pengamanan di PT Freeport Indonesia

Target Hukum Online. Pati - Pertambangan emas dan uranium terbesar didunia seiring dengan proses ijin konsentrat selama ini, sebanyak 1.000 personel TNI dan Polri kini disiagakan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua guna mengamankan kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon di Timika, Kamis, (16/2/2017) mengatakan sejak pekan lalu aparat Polri dibantu oleh TNI dari berbagai kesatuan meningkatkan pengamanan sejumlah obyek penting PT Freeport seperti pabrik pengolahan di Mil 74 Tembagapura, Pelabuhan Portsite Amamapare, Kota Tembagapura, Bandara Mozes Kilangin Timika dan fasilitas lainnya.

“Sejak pekan lalu kami telah melakukan upaya pengamanan yang ditingkatkan terutama di tempat-tempat vital seperti Mil 74 dan Pelabuhan Portsite Amamapare,” jelasnya.

Pengamanan yang ditingkatkan itu, katanya, menyusul belum adanya keputusan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga, emas dan perak PT Freeport oleh Pemerintah Pusat di Jakarta.

Victor mengatakan Polres Mimika juga telah menggelar operasi multi sasaran untuk mengantisipasi dampak yang terjadi terkait situasi keamanan di Freeport tersebut.

“Sekarang ini kami baru melakukan pengamanan dengan melibatkan personel TNI dan Polri yang ada di Mimika dengan jumlah sekitar 1.000 orang. Satuan Tugas Pengamanan Obyek Vital (Satgas Obvitnas) juga sudah berada di posisinya masing-masing,” kata Victor dikutip Antara.

Adapun menyangkut penambahan pasukan dari luar Timika, Victor mengatakan hal itu sudah direncanakan namun hingga kini belum terealisasi. “Untuk skema penambahan pasukan, kami sudah merencanakan hal itu,” jelasnya.

Terkait permasalahan yang terjadi di lingkungan PT Freeport tersebut, pihak manajemen perusahaan itu telah merumahkan sekitar 300-an karyawannya.

Keputusan merumahkan karyawan Freeport dan berbagai perusahaan privatisasi dan kontraktornya itu lantaran Freeport tidak lagi mendapat ijin mengekspor konsentrat tembaga, emas dan perak sejak 12 Januari 2017.

Karyawan yang dirumahkan diprioritaskan kepada tenaga kerja asing (expatriat), karyawan senior dan karyawan yang sakit-sakitan.

“Kami terus membangun komunikasi dengan pihak manajemen Freeport dan perusahaan- perusahaan privatisasi, kontraktor maupun sub kontraktor. Memang sudah ada pengurangan karyawan dengan sistem dirumahkan. Mungkin kalau perusahaan ini sudah beroperasi normal kembali, pekerja-pekerja yang dirumahkan itu bisa dipekerjakan kembali,” kata Victor.

Hingga kini terdapat lebih dari 30 ribu pekerja yang bekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. ($@ba®!)

Share:

Konspirasi Tingkat Tinggi Kim Jong Nam

Target Hukum Online. Pati - Seorang. warga Negara Indonesia Siti Aishah 25 thn wanita asal Serang Jawa Barat, diduga melakukan konspirasi pembunuhan tingkat tinggi dan ditetapkan Kepolisian Diraja Malaysia sebagai tersangka pembunuh Kim Jong-nam, kakak tiri diktator Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Intelijen Korea Selatan dan kepolisian Malaysia menduga Siti dan tersangka wanita lainnya asal Vietnam, Doan Thi Huong, digunakan sebagai agen mata-mata Korut.

Benar tidaknya Siti sebagai agen mata-mata rezim Kim Jong-un kini sedang diselidiki polisi Malaysia. Siti ditetapkan sebagai tersangka karena dirinya terekam CCTV berada di dekat Kim Jong-nam saat dibunuh dengan racun. Pelempar racun sebenarnya adalah Doan, itu pun menurut pengakuannya hanya disuruh seseorang untuk aksi lelucon.

"Mereka bilang itu sebuah lelucon. Saya tidak tahu itu dimaksudkan untuk membunuhnya,” kata Doan, seperti dikutip dari Oriental Daily, Jumat (17/2/2017). Sedangkan peran Siti belum jelas.

Siti berada di Malaysia diduga sebagai pekerja. Di negeri tetangga itu, Siti memiliki kekasih bernama Muhammad Farid Jalaluddin, 26, warga Malaysia, yang ikut ditangkap polisi Malaysia terkait kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Kepolisian Malaysia membela warga mereka dengan menyampaikan dugaan awal bahwa tersangka ketiga ini tidak terlibat.

”Tersangka ketiga masih dipertanyakan untuk mengetahui berapa banyak dia tahu tentang kegiatan pacarnya (Siti),” kata Kepala Kepolisian Selangor Abdul Samah, kepada The Straits Times.

Kim Jong-nam dibunuh dengan racun di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2 Malaysia pada hari Senin lalu. Dia dibunuh sekitar pukul 09.00 saat menunggu penerbangan ke Macau, China.

Meski Siti belum terbukti sebagai agen mata-mata Korut, kisahnya mengingatkan sejarah panjang negeri komunis itu dalam menggunakan agen mata-mata wanita untuk misi di luar negeri.

Berikut beberapa mata-mata wanita terkenal yang terkonfirmasi digunakan Korut untuk misi di luar negeri:

Kim Hyon-hui

Pada November 1987, dua agen Korea Utara yang menyamar sebagai seorang ayah dan putrinya meninggalkan bom waktu di pesawat jet Korea Selatan ketika berhenti di Abu Dhabi selama penerbangan dari Bagdad ke Seoul. Pesawat meledak di lepas pantai Myanmar yang menewaskan 115 orang.

Ketika dua agen itu bepergian dengan paspor Jepang palsu, mereka ditangkap di bandara Bahrain. Agen lelaki berusia 72 tahun bunuh diri dengan menggigit sianida di ujung rokok Marlboro. Tapi agen wanita, Kim Hyon-hui, dihentikan sebelum mengambil racun sianida.

Setelah diekstradisi ke Seoul, Kim, yang saat itu berusia sekitar 25, mengatakan kepada penyelidik bahwa bom itu dimaksudkan untuk mengganggu Olimpiade Seoul, yang akan dimulai 10 bulan kemudian.

Kim dijatuhi hukuman mati, namun akhirnya diampuni dengan alasan bahwa dia ditipu oleh pemimpin Korut. Dia telah menulis beberapa buku yang laris dan menikahi salah satu petugas intelijen Korea Selatan yang menyelidikinya.

Won Jeong-hwa

Won Jeong-hwa, yang masuk Korea Selatan sekitar tahun 2001 dengan menyamar sebagai pembelot dari Korut, ditangkap dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada tahun 2008.

Pemerintah Korea Selatan mengatakan dia menggunakan taktik seks untuk mengekstrak informasi sensitif dari perwira militer Korea Selatan dan diplot untuk membunuh petugas lainnya. Media Korea Selatan dengan cepat menjulukinya ”Mata Hari Korea”. Julukan itu mengacu pada penari eksotis yang jadi mata-mata di era Perang Dunia I.

Setelah dibebaskan dari penjara, Won mengatakan gambar “Mata Hari”-nya telah dibesar-besarkan oleh para pejabat dan media. Dia mengaku menggunakan taktik seks sebagai alat mata-mata hanya sekali. Dia mengatakan bahwa dia telah jatuh cinta dengan seorang perwira militer junior.

Won juga mengatakan, dia tidak mematuhi perintah untuk membunuh dua dari sumber-sumber intelijen militer Korea Selatan dengan racun.

Won telah berjuang untuk membuka lembaran hidup baru setelah dia dibebaskan dari penjara. Jaksa Korea Selatan menganggapnya hanya seorang informan tingkat rendah. Tapi, Won, bagaimanapun bersikeras bahwa dia adalah mata-mata yang sangat terlatih.

Lee Sun-sil

Pada bulan Oktober 1992, badan intelijen Korea Selatan mengumumkan telah menangkap 62 orang karena mendirikan Partai Buruh Korea Utara (Partai Komunis) cabang Korea Selatan. Ujung tombak partai politik bawah tanah ini adalah Lee Sun-sil, 75, seorang wanita Korut yang menurut pejabat Seoul telah beroperasi di Korea Selatan selama 10 tahun.

Lee, yang disebut berada di peringkat 22 dalam hirarki politik Korut, menghindari penangkapan karena dia sudah kembali ke Korut pada saat pesta bawah tanah kacau. Seorang mantan agen Korut yang ditangkap dalam kasus terpisah di pertengahan 1990-an mengatakan dia telah mengantarnya ke korut pada tahun 1990 dengan kendaraan submersible (sejenis kendaraan selam).

Agen Korut yang ditangkap itu mengatakan pendiri dan pemimpin Korut Kim Il Sung, kakek dari Kim Jong-un, bertemu Lee dua kali di salah satu villanya. Dalam pertemuan itu, Lee diberi gelar kehormatan dan sebuah jam tangan emas yang diukir dengan namanya.

Lee, yang pernah jadi anggota parlemen Korut, meninggal pada tahun 2000 dan dimakamkan di pemakaman pahlawan Pyongyang. (Ali Muksin)

Share:

Sejarah Berdirinya Surakarta Hadiningrat

Target Hukum Online. Pati - Cerita bermula ketika Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta Komandan pasukan Belanda J.A.B Van Hohenndorff untuk mencari lokasi ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru. Setelah mempertimbangkan faktor fisik dan non-fisik akhirnya terpilihlah satu desa di tepi Sungai Bengawan yang bernama desa Sala (1746 Masehi atau 1671 Jawa). Sejak saat itu desa Sala berubah menjadi Surakarta Hadiningrat dan terus berkembang pesat.

Kota Surakarta pada mulanya adalah wilayah kerajaan Mataram. Kota ini bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram. Karena adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Kemudian terjadi pemecahan pusat pemerintahan menjadi dua yaitu pusat pemerintahan di Surakarta dan Yogyakarta.

Pemerintahan di Surakarta terpecah lagi karena Perjanjian Salatiga (1767) menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran. Pada tahun 1742, orang-orang Tionghoa memberontak dan melawan kekuasaan Pakubuwana II yang bertahta di Kartasura sehingga Keraton Kartasura hancur dan Pakubuwana II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur. Dengan Bantuan VOC pemberontakan tersebut berhasil ditumpas dan Kartasura berhasil direbut kembali.

Sebagai ganti ibukota kerajaan yang telah hancur maka didirikanlah Keraton Baru di Surakarta 20 km ke arah selatan timur dari Kartasura pada 18 Februari 1745. Peristiwa ini kemudian dianggap sebagai titik awal didirikannya kraton Kasunanan Surakarta. Pemberian nama Surakarta Hadiningrat mengikuti naluri leluhur, bahwa Kerajaan Mataram yang berpusat di Karta, kemudian ke Pleret, lalu pindah ke Wanakarta, yang kemudian diubah namanya menjadi Kartasura.

Surakarta Hadiningrat berarti harapan akan terciptanya negara yang tata tentrem karta raharja yang teratur tertib aman dan damai, serta harus disertai dengan tekad dan keberanian menghadapi segala rintangan yang menghadang (sura) untuk mewujudkan kehidupan dunia yang indah (Hadiningrat). Dengan demikian, kata “Karta” dimunculkan kembali sebagai wujud permohonan berkah dari para leluhur pendahulu dan pendirian kerajaan Mataram.

Sejarah nama kota Solo sendiri dikarenakan daerah ini dahulu banyak ditumbuhi tanaman pohon Sala (sejenis pohon pinus) seperti yang tertulis dalam serat Babad Sengkala yang disimpan di Budaya Yogyakarta. Sala berasal dari bahasa Jawa asli ( lafal bahasa jawa : Solo ) Pada akhirnya orang-orang mengenalnya dengan nama Kota Solo. (Ali Muksin)

Share:

Peradaban Suku Kalang Ditanah Jawa

Target Hukum Online. Pati - Jawa peradaban yang sangat tua dibelahan bumi ini, mungkin banyak yang bertanya-tanya dan berpikir bagaimana orang Jawa bisa menaklukkan suku-suku di luar pulau Jawa yang dikenal punya ilmu kesaktian mandraguna. Di pulau Jawa ini ada suku asli yang mempunyai ilmu magic tingkat tinggi, yaitu Suku Kalang di daerah Jawa Tengah dan perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur. Suku Kalang ini ahli dalam pertukangan, membuat bangunan, dan membuat senjata. Sebagian orang Jawa juga ada yang mempelajari ilmu kesaktian suku Kalang, namun tidak dapat sesempurna suku Kalang. Nah, kalau selama ini suku Dayak yang sangat termahsyur dalam ilmu magic-nya, maka perkenalkan suku yang berhasil mengalahkan ilmu magic suku Dayak, ini dia suku Kalang.

Suku Kalang ini beda dengan Suku Jawa, dan diduga merupakan penduduk asli pulau Jawa. Konon, orang-orang Suku Kalang mempunyai ekor kecil di pantatnya, dan mereka mempunyai tenaga luar biasa di luar kemampuan manusia pada umumnya. Batu raksasa berton-ton, bisa diangkat oleh beberapa orang Suku Kalang seringan mengangkat batang pohon pisang.

Setelah Syeh Siti Jenar dihukum mati, konon menurut cerita para pengikut Syeh Siti Jenar dipelihara kembali oleh para wali dan pewaris tahta Demak, Pajang, dan Mataram. Mereka dikenal dan disebut sebagai orang Kalang dan Suku Bajang.

Orang Kalang itu umumnya memiliki raut muka dan tubuh yang aneh diluar kelajiman manusia.Mereka bertugas mengiringi para raja ketika upacara religi dan ritus yang digelar oleh keraton. Hingga saat ini upacara yang mengikutkan sertakan orang Kalang ini masih sering dilaksanakan adat Keraton Mataram, sebagai satu simbol kepedulian orang keraton terhadap mereka, bahkan merupakan pusaka keraton yang mesti dipelihara.

Kemungkinan Suku Kalang ini adalah suku asli pulau Jawa, sebelum Orang Sunda dan Jawa tinggal di pulau Jawa. Suku Kalang ini adalah salah satu kunci sukses Raja-raja Jawa dalam membangun peradaban Jawa dan menaklukkan daerah-daerah lain di Nusantara. Pada jaman kerajaan dulu, Suku Kalang terkenal dengan ilmu mistis dan ghaibnya yang sangat sakti, orang Jawa sering memanfaatkan suku Kalang jika ada daerah invasi yg menggunakan ilmu mistis, salah satu yang yang pernah bertekuk lutut adalah suku Dayak. Suku Dayak yang terkenal selalu bertempur dengan ilmu sihir pun harus menyerah dengan kesaktian orang-orang Suku Kalang yang ternyata menguasai ilmu mistis yang lebih kuat. Waktu itu pasukan Empu Nala dari Kerajaan Majapahit sudah hampir dipukul mundur oleh orang-orang Dayak dari kerajaan Nan Sarunai. Akhirnya orang-orang dari suku Kalang ini diterjunkan oleh Empu Nala sebagai pasukan pamungkas untuk menghabisi kekuatan pasukan Dayak... Sang Raja Nan Sarunai nang bangaran Raja Anyan yang bersembunyi di sumur tua yang ditutup 9 buah gong berlapis mantera tingkat tinggi pun mampu terendus keberadaannya oleh penciuman orang-orang Suku Kalang. Raja Anyan kemudian ditangkap dan dieksekusi mati oleh Empu Nala... Menurut penelitian, daerah-daerah yang terkenal sebagai tempat kediaman orang-orang Kalang tersebar di sekitar pegunungan yang meliputi daerah-daerah di sekitar utara pantai selatan Pulau Jawa dan juga daerah-daerah di pegunungan di sebelah selatan pantai utara, seperti Cilacap, Adipala, Gombong, Ambal, Karanganyar, Petanahan, Yogyakarta, Surakarta, Tulung Agung hingga Malang. Sedangkan yang berada di pantai utara adalah di daerah Tegal, Pekalongan, Kendal, Kaliwungu, Semarang, Demak, Pati, Cepu, Bojonegoro, Bangil, Pasuruhan, dan Surabaya .Berbagai pendapat negatif muncul tentang suku Kalang karena sejumlah perilakunya dianggap menyimpang. Namun yang paling postif mereka sangat ulet dan pekerja keras tanpa mengenal lelah. Akibat gunjingan kurang baik ini Suku Kalang dahulu sering menyembunyikan identitas dirinya kepada masyarakat umum.

Prasasti Harinjing (804 M) dan Panggumulan ( 904 M) telah menyebut tentang keberadaan suku ini di masyarakat. Harinjing menyebut Tuha Kalang ( Kepala Suku Kalang ) , sementara Panggumulan menyebut Pandhe Kalang ( penebang kayu Suku Kalang ).

Di Masa Majapahit, Suku Kalang atau biasa disebut Wong Kalang, diberdayakan untuk membangun candi-candi besar, khususnya candi yang dianggap punya nilai spiritual tinggi. Ini karena wong Kalang bekerja tanpa bersuara yang dianggap sebagai tapa mbisu. Bertapa tanpa mengeluarkan suara mirip orang bisu. Selain itu lewat kemampuan khusus yang cenderung mistis, wong Kalang mampu memindahkan batu-batu besar secara ajaib. Mereka mengangkat batu gunung seringan mengangkat pohon walau tetap dilakukan secara beramai-ramai.

Meski jumlahnya tak begitu banyak, mereka yang dianggap sakti dan lebih linuwih dari yang lain, dikumpulkan secara tersendiri. Kelompok ini kemudian dijadikan pasukan khusus urusan perang gaib alias perang klenik. Dalam penyerangan Majapahit ke Kalimantan, kelompok Suku Kalang di libatkan sepenuhnya untuk menghadapi suku Dayak yang memang cukup tangguh dalam urusan ilmu gaib. Sejarahnya silahkan baca disini

Kemenangan Majapahit atas Kalimantan tersebut membuat Empu Nala membalas jasa-jasa orang Kalang yang terlibat dengan mengangkatnya sebagai perwira-perwira khusus. Namun perilaku yang cenderung aneh dan liar membuat Majapahit kemudian mencopot kembali jabatan-jabatan tersebut dan mengembalikan Suku Kalang tetap sebagai pasukan back up saja. Mereka tetap tidak memegang komando tapi dikomandoi. Suku Kalang dianggap sulit diangkat kastanya sebagai Kesatria dalam Tri Wangsa ( Brahmana, Kesatria, Tri Wangsa). Tentangan paling keras di lakukan oleh Kaum Brahmana karena tindak tanduk Suku Kalang yang bahkan dianggap masih kalah beradab dibanding kaum sudra.

Sisa-sisa mistisisasi suku Kalang masih terasa hingga jaman mulai modern. Gubernur Raffles 1811-1816) yang punya ketertarikan mendalam terhadap seni dan kebudayaan Indonesia pernah membuat catatan tentang ritual-ritual mereka, diantaranya : Wuku ang’gara yakni ritual yang dilaksanakan pada hari Kliwon kelima, ritual wuku galingan yang dinyatakan sebagai hari suci menghentikan semua pekerjaan apapun, serta ritual wuku gumreg sebagai perwujudan rasa syukur. Ada juga ritual kalang obong dimana mereka membakar jasad orang tua atau kerabat yang meninggal lewat perantaraan boneka kayu. Mitosnya, saat boneka tersebut dibakar, bersamaan dengan itu jenasah yang dituju ikut pula terbakar.

Meski masa Hindu telah lewat dan Islam yang tak mengenal kasta berjaya di nusantara, Suku Kalang dimasa Sultan Agung justru dicari dimanapun berada dan dikumpulkan menjadi satu di Jawa Tengah. Mereka dibuatkan semacam camp besar dengan penjagaan ketat. Ini akhirnya memunculkan pendapat baru tentang nama Kalang. Dalam bahasa Jawa, Kalang artinya di buatkan penghalang, lingkaran, ruang atau halaman, dengan mengambil kata kerja " di kalangi " ( dilingkari ). Untuk mengkoordinir masyarakat Kalang ditunjuk salah satu diantara mereka yang paling dihormati dan diberi pangkat Tumenggung. Lewat Tumenggung ini berbagai perintah kerja diberikan. Tugas mereka masih sama, yakni kerja kasar layaknya budak. Menebang dan mengangkut kayu pohon, menjadi kuli panggul dan lain sebagainya. Selain itu beberapa orang diantara mereka diambil kalangan bangsawan sebagai abdi dalem untuk mengerjakan tugas-tugas kasar di rumah mereka masing-masing.

Kekalahan Sultan Agung terhadap Belanda membuat orang-orang Kalang berpindah dari Jawa Tengah ke Yogyakarta, tepatnya di Kotagede. Pemerintah lokal tidak lagi terlalu memberikan perhatikan khusus terhadap keturunan Kalang. Suku Kalang yang selama sekian periode dipaksa untuk bersentuhan dengan dunia umum akhirnya terbiasa. Mereka mulai melupakan ritual-ritual mistis dan bekerja layaknya manusia pada umumnya. Mereka ikut serta meluaskan pengetahuan dalam dunia bisnis. Karena watak dasarnya yang ulet, Suku Kalang rata-rata kaya raya sekaligus sebagai penyumbang dana besar kepada pemerintah setempat. Kraton memberinya imbalan dengan memberikan gelar-gelar khusus sehingga secara strata sosial lebih terpandang. Masyarakatpun mulai membanding-bandingkan keuletan kerja Suku Kalang dengan Suku Tionghoa. Kekayaan mereka menjadi sangat luar biasa dengan ciri rumah megah bergaya Eropa dengan ornamen batu mewah. Hebatnya, untuk menaikkan gengsi, pebisnis Kalang bahkan memiliki pembantu bersuku Tionghoa maupun Eropa.

Di masa revolusi kemerdekaan lagi-lagi Suku Kalang jatuh menderita. Mereka menjadi sasaran-sasaran penjarahan atau perampokan masal setiap kali ada kerusuhan, sama dengan yang dialami suku Tionghoa. Saat ibukota pindah ke Yogya, Sultan HB IX juga meminta golongan Suku Kalang menyumbang dana besar bagi perjuangan Republik.

Kini Suku Kalang tak sehebat dulu tidak  sakti atau kaya raya lagi sekarang mereka mudah di temui. Surat Kabar Suara Merdeka Jawa Tengah ditahun 2008 pernah menurunkan liputan bagaimana Suku Kalang hidup di Kendal, Jawa Tengah. Meski tak lagi punya daya linuwih dan kebanyakan masuk Islam, mereka tetap menjalankan ritual-ritual tradisi sesuai apa yang dilakukan leluhurnya.

Sepanjang peradaban Kalang, suku unik ini mewajibkan indogami alias menikah diantara kalangan sendiri, namun jaman telah berubah. Mereka telah sangat banyak melakukan kimpoi campur berkali-kali di hampir setiap keturunan. Darah Kalang hilang suku Kalang mungkin sebentar lagi punah. (Ali Muksin)

Share:

Jalan Utama Todanan Blora Rusak Parah

Target Hukum Online. Blora - Kondisi jalan raya kunduran Todanan Blora, kurang lebih 500m dari simpang 3 gagakan makin mengenaskan. Apalagi kalau hujan tiba, genangan air selalu nampak di sepanjang jalan yang rusak tersebut, sehingga menghambat jalur transfortasi para masyarakat pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat, tanpa disadari semakin hari jalan akses utama tersebut semakin dalam dan berlubang sangat menghawatirkan sehingga sering jatuhnya para pengguna jalan.

Dari pantauan para awak media Kabar Desa" kemarin tgl (17/02)  saat berada di lokasi kondisi jalan yang rusak itu kurang lebih sepanjang 1km. Warga yang tinggal di sekitar jalan tersebut mengaku bahwa kerusakan jalan tersebut memang sudah cukup lama, rusaknya cukup besar dan berlubang-lubang, paling parah saat ini sekitar setahunan apalagi selama dua minggu ini selalu di guyur hujan, ungkap bapak Agus" salah satu warga.

Beliau bilang bahwa beberapa bulan lalu sempat ada perbaikan jalan, namun perbaikan tersebut hanya tambal sulam saja, sehingga tidak menutup kemungkinan tambal sulam tersebut tergerus air hujan dan kembali berlubang-lubang. Sangat disayangkan memang jalan penghubung antar Kecamatan dan kedua desa ini hanya menjadi tontonan dan kolam-kolam hias bagai jeglongan Sewu oleh warga, sempet diperbaiki mas tapi hanya tambal sulam dan itupun tidak bertahan lama ungkap Bapak Agus". Sepertinya pemerintah sudah menjanjikan bantuan dan anggaran untuk tahun ini dan segera diperbaiki untuk memudahkan sarana dan prasarana terutama jalan sebagai akses utama roda ekonomi. (drmto)

Share:

Kamis, 16 Februari 2017

PT CORNINDO LESTARI INDONESIA SUKSES TAHAP I

Target Hukum Online. Pati - Jumat barokah tgl (17/02) bertempat di Desa Kasiyan Kecamatan Sukolilo kabupaten Pati dengan dibukanya pabrik pengering jagung yang berstandar internasional petani jagung di sekitar Pati dan Grobogan kini tidak susah untuk menjual hasil panennya, dengan pabrik seluas kurang lebih satu hektar tersebut yang berkapasitas 150 ton per hari bisa mengcover hasil panen para petani jagung di sekitar Pati dan Grobogan.

Direktur utama Bapak Lunardi Widjaya selaku CEO PT. CORNINDO LESTARI INDONESIA berharharap agar kedepannya kapasitas produksi bisa di tingkatkan dari 150 ton perhari menjadi 300 ton perhari.

Tidak cuma di bidang pertanian, pria yang berusia sekitar 60 tahun ini juga bergerak di bidang properti rumah murah di Jabodetabek dan juga pabrik pengering jagung yang berkapasitas 1000 ton perhari di Sumbawa yang sudah produksi kurang lebih selama 3 tahun bahkan produksinya sampai di expor ke Philipina, untuk ekspansinya di Kabupaten Pati kedepan akan dikembangkan dan didirikan di kecamatan Tambakromo juga akan di bangun pabrik pengolahan jagung seperti di desa kasiyan tersebut, malah rencanaya untuk kapasitas per/hari akan di tingkatkan menjadi 300 ton perhari ungkap beliau.

Selama ini kebutuhan jagung ditingkat Nasional masih saja kurang hampir 10 juta ton kebutuhan masih sebagian import dari luar negeri. Untuk meningkatkan kapasitas produksi maka dengan dibukanya pabrik pengolahan jagung ini bisa membuka lebih banyak lahan jagung disekitar Kabupaten Pati secara maksimal. Juga keuntungan dari petani dalam menjual hasil panennya bisa terpenuhi dengan baik karena daya tampung pabrik bisa menyerap kebutuhan petani lokal. Kedepannya kerjasama dari dinas terkait dan kelompok Gapoktan dari masing-masing desa didaerah Kecamatan Sukolilo Kayen dan sekitarnya mampu memenuhi kebutuhan nasional sebagai sentral penghasil jagung lokal. (drmto)

Share:

H. Haryanto Doa Bersama Keluarga

Target Hukum Online. Pati - Bupati Pati H. Haryanto bersama keluarga doa bersama di rumah kediaman desa Ngraci ketika mau berangkat ke TPS menggunakan hak suaranya Rabu (15/2 ) 2017. Demikian pula keberangkatan tersebut tidak hanya diiring sekeluarga saja, namun dari banyak warga yang mengiringi hingga sampai ke TPS.
.
Walau diselimuti suara sumbang diwarnai dengan hujatan yang bertubi tubi ditujukan pada paslon namun Tuhan tetap adil dan bijak dalam memberikan ridloNya berkah dan Rachmat pada umatnya mana yang salah mana yang benar dan yang sabar.

Hingga berhasilnya pula menurut perhitungan cepat sementara , Paslon tunggal H.Haryanto - Saiful Arifin unggul dalam meraih suara 74,68% dengan lawan kotak kosong 25,32%.

Keberhasilan semua ini suatu hidayah atas Berkah Rahmat dari Alloh SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka yang selalu di dzolimi. Tak lain juga atas dukungan dari semua lapisan masarakat Kota Pati sebagai bukti menunjukan sebagai rasa cinta kasih kepada calon Bupati Pati H.Haryanto hingga terujudnya kemenangan Paslon Haryanto - Saiful Arifin dalam pilkada kabupaten Pati.

Mudah mudahan dalam ketetapan perolehan suara ini secara pasti Paslon Harfin masih tetep unggul dalam kemenangan pilkada serentak Kota Pati hingga dilantiknya Bupati Pati periode 2017 - 2022 , yang sekiranya masih dinanti nanti selalu
diharapkan disenangi oleh semua lapisan masarakat Pati untuk memimpin kembali kota Pati periode Th 2017 - 2022 dengan harapan kedepan Pati akan lebih baik menuju baldotun Toyibatun Warofun Gofur Amin Yra . (Luk!To)

Share:

Bukti Nyata Seorang Sahabat Sejati Dipilkada Pati

Target Hukum Online. Pati - Patut diacungi jempol kesetiaan desa Lengkong dan juga kerja keras kepala desanya, untuk menjadikan pasangan Harpin Jadi Bupati dan wakil Bupati Pati priode 2017sampai 2022. Berbulan-bulan upaya kades lengkong Bapak Yashadi untuk Memperjuangkan Pasangan Harpin jadi Bupati dan Wakil Bupati Pati. Pilkada yang di selenggarakan pada hari rabu tgl (15/02) yang sangat di nanti-nanti warga pati untuk menyuarakan hak pilihnya  memilih calon Bupati dan wakil Bupati pati yang bisa memimpim Pati jadi lebih
maju dan kondusif dan mewujutkan pembangunan yang lebih maksimal.

Upaya dan kerja keras kades Lengkong saat ini sudah membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi kepala desa lengkong tersebut, dari target 90% mencapai 97% ini hal yang tidak mudah di capai, tapi dengan kerja keras dan optimis bisa di capai dengan hasil yang maksimal oleh kades Lengkong.

Bapak Yashadi selaku kepala desa lengkong setiap ditemui awak media menyampaikan desa Lengkong harus mencapai 90% ujarnya, hari ini sudah bisa dibuktikan target yang diharapkan kades Lengkong ternyata bisa melebihi dari target yang telah ditetapkan dan dapat mewujudkannya.

Bahwa sebagai pemimpin di desanya Bapak Yashadi sangat berpengaruh dan bener-bener menjalankan tugasnya sebagai seorang kepala desa, hal ini patut di contoh oleh kades yang lain. Sukses seorang pemimpin adalah dikala dibutuhkan rakyatnya mampu mengayomi sebagaimana seperti seorang bapak kepada anak-anaknya hal inilah yang akan menjadikan seorang pemimpin mampu bertahan dan bertahta dihati para pendukungnya. (J©j©)

Share:

Koramil Tlogowungu Bhaksos Bersama Warga Gunungari

Target Hukum Online. Pati - Pada hari Kamis pagi tgl (16/02) terjadi longsor di jalan penghubung kedua desa sehingga menutupi akses jalan utama menuju Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, keadaan yang menimpa warga dan masyarakat kedua desa inilah yang akhirnya anggota inisiatif dari Koramil 13 Tlogowungu melaksanakan kegiatan kerja bhakti pembersihan jalan di dukuh Polingan Desa Gunungari kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati.

Dengan adanya curah hujan yg intensitasnya tinggi diwilayah kecamatan tlogowungu sehingga memicu terjadinya bencana alam di wilayah Tlogowungu dengan terjadinya tanah longsor akses dari dukuh Polingan ke Gunungsari tertutup.

Berdasarkan laporan dari Serda Hindarto Babinsa Gunungsari komandan Koramil 13 Tlogowungu KAPTEN ARM EKUT S memerintahkan babinsa untuk berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melaksanakan kerja bhakti agar akses jalan bisa lancar kembali.

Dalam kegiatan kerja bhakti tersebut dipimpin langsung Danramil 13 Tlogowungu Kapten Arm Ekut yang terdiri dari anggota koramil 13 Tlogowungu serta warga dukuh Polingan Desa Gunungsari dan masyarakat sangat antusias karena pekerjaan ini dibantu oleh aparat TNI Koramil Tlogowungu. Mereka saling bahu membahu menyingkirkan tanah yang menutupi akses jalan sepanjang 50 meter dari kedua desa dapat disingkirkan anggota Koramil bersama warga dan masyarakat.

Dalam kerja bhakti tersebut masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada Danramil, Babinsa serta seluruh anggota koramil 13 Tlogowungu karena telah membantu kesulitan yang ada didesa kami ujar salah seorang warga. Semoga dengan kegiatan seperti ini kemanunggalan TNI dengan masyarakat tetap terjaga saling bersinergi bersama untuk membangun kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. (@|! Muk$!n)

Share:

Rabu, 15 Februari 2017

H. Haryanto Datang Ke TPS 7 Menggunakan Hak Pilihnya

Target Hukum Online. Pati - Hari ini rabu tgl (15/02) diselenggarakan pilkada serentak H.Haryanto.SH.MM.MSi calon Bupati Pati datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 7 desa raci dan di dampingi keluarga untuk menyuarakan hak pilihnya.

Tepat pukul 09.30 Wib Calon Bupati Pati di dampingi keluarga berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS)  7 di desa kelahiran Calon Bupati Pati H.Haryanto  untuk menggunakan hak pilihnya di TPS 7 tersebut. Karena hanya satu pasang calon Haryanto yang didukung 8 Partai optimis bakal memenangkan 80 persen suara.

Calon Bupati Pati H.Haryanto menyampaikan kepada awak media "Saya optimis dengan pemilihan bupati dan wakil bupati kali ini akan mndapatkan 80 persen suara, berkat doa dan dukungan dari masyarakat  Kabupaten Pati juga dari 8 parpol yang bergabung  optimis saya.

Kendati demikian Calon Bupati Pati Haryanto menyerahkan kepada masyarakat Pati untuk menentukan hak pilihnya, namun harapan saya masyarakat Pati masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk meneruskan pembangunan yang belum maksimal.

Saya menyerahkan kepada masyarakat Pati untuk menentukan hak pilihnya namun saya berharap kepada masyarakat Pati untuk bisa melanjutkan pembangunan yang belum maksimal.
Saya tidak mau memantau pemilihan karena sebagai calon bupati, isyaallah doa dari masyarakat kabupaten pati bisa berjalan dengan kondusif dan berjalan satu putaran. (J©j©)

Share:

Selasa, 14 Februari 2017

Seleksi Atlit Perguruan PSHT Pekalongan

Target Hukum Online. Pekalongan - Pada hari Rabu tgl (15/02) pukul 08:00 WIB ditempat Gedung Olahraga Nasional, dalam rangka mengembangkan seni bela diri pencak silat dan juga mencari bibit baru atlit di Kabupaten Pekalongan, Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) mengadakan kegiatan kontes pencarian bakat atlit yang akan ikut kejuaraan antar perguruan tingkat provinsi dan tingkat nasional.

Kontes pencarian atlit langsung dibuka oleh Ketua Cabang PSHT kabupaten Pekalongan Ir. Supadi, dalam kata sambutannya mengapresiasi langkah pengurus PSHT Cabang Pekalongan yang telah menyaring atlit. Program penjaringan menurutnya salah satu langkah untuk mencari atlit yang akan diutus pada setiap kejuaraan di setiap tingkatan.

Kita mengapresiasi langkah PSHT Cabang Pekalongan terhadap penjaringan atlit ini. Kita berharap perguruan yang lainnya juga melakukan hal yang' sama agar bibit-bibit atlit baru terus diciptakan"terang Ketua Cabang PSHT Kabupaten Pekalongan Ir. Supadi.

Dia menyebutkan bahwa semua perguruan sekarang ini terus bergerak untuk mencari atlit baru. Hal itu juga ditunjukkan dengan prestasi atlit silat yang terus meningkat. Seperti pada even sebelumnya dapat menghasilkan 3 emas 4 perak dan 5 perunggu. Sedangkan untuk Popprov dan popnas nantinya akan menghasilkan juara juara yang tangguh.

Sementara Ketua PSHT cabang pekalongan, Ir. Supadi menyebutkan penjaringan atlit ini diikuti oleh 57 atlit yaitu 42 atlit laki-laki dan 15 atlit perempuan.

"Kegiatan ini rutin kita lakukan tiap tahunnya. Semoga PSHT dapat memberi kontribusi untuk pengembangan silat di Kabupaten Pekalongan. (Om ©b©)

Share:

Senin, 13 Februari 2017

Kapolres Pati Meninjau TPS Dilokasi Banjir

Target Hukum Online. Pati - Pada hari Senin tgl (13/02) pukul 14.30 WIB bertempat di Balai Desa Tluwah Kecamatan Juwana Kabupaten Pati telah dilaksanakan " Peninjauan Lokasi Banjir dan lokasi TPS yg terdampak banjir " oleh Kapolres Pati AKBP ARI WIBOWO SIK .

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Pati AKBP ARI WIBOWO SIK, didampingi oleh Waka Polres Pati KOMPOL NYAMIN, SH, Kabag Sumda Polres Pati KOMPOL I NENGAH WITIA, Kasat Intelkam Polres Pati AKP SUGENG DWI H, SH. Kasat Lantas Polres Pati AKP IKRAR P, SIK, Kapolsek Juwana AKP SUMARNI, SH. Kasi Propam Polres Pati IPTU AGUS PRANOWO Humas Polres Pati.

Dari peninjauan tersebut diperoleh keterangan dari Kepala Desa Tluwah Bp. SUDARTO bahwa di lokasi Balai Desa Tluwah terdapat 2 ( dua ) TPS yaitu TPS I dan TPS II, sampai dengan saat ini disekitar lokasi Balai Desa terdampak banjir dg ketingian air krg lebih 50 s/d 60 Cm ( meskipun di ruang yang digunakan untuk TPS tidak terdampak banjir ).

Dari Pemdes Tluwah dan kesepakatan warga, bilamana sampai dg besok hari Selasa tgl 14 Pebruari 2017 air disekitar lokasi TPS belum surut maka lokasi TPS akan dipindah ke lokasi yang tidak terdampak banjir, guna memudahkan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

Kegiatan Peninjauan lokasi banjir dan TPS oleh Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo SIK beserta rombongan selesai pada pukul 14.50 WIB.

Selanjutnya Kapolres Pati beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke Polsek Juwana untuk meninjau kesiapan anggota dalam Pam Pilkada dan ruangan yang digunakan untuk menerima Siswa Latja serta meninjau halaman Polsek Juwana yang terdampak banjir dengan ketinggian air kurang lebih 10 s/d 20 Cm. (J©j©)

Share:

Kodim 0718 PATI BERBAGI

Target Hukum Online. Pati - Pada hari Selasa tgl (14/02) bertempat di POSKO Kecamatan JUWANA jajaran KODIM 0718 PATI menyerahkan bantuan untuk korban dampak banjir di wilayah Kecamatan JUWANA Kabupaten PATI.

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh KASANDI KODIM 0718 PATI Bpk LETDA Inf. Suwanto untuk menyerahkan bantuan tersebut kepada Relawan dan selanjutnya di bagikan ke warga 5 (lima) Desa yang tekena dampak banjir, diantaranya Desa Doropayung, Desa Bumirejo Desa Kedung Pancing,Desa Jepuro, Desa Tluwah.

Turut dalam kegiatan tersebut dari relawan diantaranya FKPPI,BANSER,RAPI,BPBD,PERS PATI. Mereka membantu membagikan bantuan tersebut kepada warga yang terkena dampak banjir di wilayah Kecamatan Juana.

Warga merasa sangat senang dengan adanya bantuan dari KODIM 0718 PATI,kl karena sangat di butuhkan oleh warga. Selama banjir melanda Desa mereka masing - masing perekonomian lumpuh total dan tidak bisa beraktifitas seperti biasa.
Warga masyarakat mengharapkan agar pemerintah bisa menyikapi permasalahan banjir yang melanda wilayah Kecamatan Juana supaya kejadian ini tidak terulang setiap tahun di waktu musim penghujan datang. ($.g!To)

Share:

Banjir di Desa Tanjang Menelan Korban

Target Hukum Online. Pati - Kejadian memilukan terjadi pada hari senin (13/02) pukul 10.40 WIB seorang warga tenggelam di anak sungai silugonggo di Desa Tanjang kecamatan Gabus kabupaten Pati bernama Partono umur 46 thn alamat Desa Gebang rt 02 rw 02 Kecamatan Gabus.

Pagi itu seperti biasa mendapatkan pekerjaan potong padi atau ngedos
disaat jam istirahat pukul 10.30 WIB melaksanakan istirahat ditepi jalan Desa yang sebelah sisinya sungai airnya penuh karena banjir, tiba tiba korban terpeleset dan jatuh kesungai karena korban memakai sepatu boot karena panik dan korban tidak mampu berenang sehingga timbul tenggelam akhirnya hanyut di sungai, kemudian teman korban bernama Sulastri umur 40 thn alamat Desa Tanjang berteriak minta tolong.

Namun kejadian begitu cepat hingga korban tidak bisa diselamatkan dan terbawa arus, mendengar teriakan masyarakat berlarian dan ada yang melapor ke kades kemudian kades memberitahukan kepada Babinsa dan Babinkantibmas setempat.

Langkah yang diambil Babinsa melaporkan kejadian tersebut ke Danramil Koordinasi dengan kades untuk mencari orang orang yang bisa berenang. Mendapat laporan dari Babinsa, Danramil 19 Gabus langsung memerintahkan anggotanya untuk mencari dan melaporkan kepada Dandim 0718 Pati, agar dibantu dari ton siaga.

Selanjutnya 6 orang personil koramil 19 Gabus dipimpin Sertu M. Hanafi bersama sama 10 warga yang bisa berenang mencari menyisir ke aliran sungai dan akhirnya korban pada pukul 12.30 WIB dapat diketemukan, selanjutnya korban dibawa kerumah duka dan diadakan visum oleh dokter puskesmas gabus dr Wahib Hasyim.

Dari hasil visum et repertum yang disaksikan Polsek dan Babinsa tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan, selanjutnya jenazah diserahkan pihak keluarga untuk dikebumikan dan dimakamkan ditempat pemakaman tempat kelahirannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan lebih sabar ikhlas dan tabah menerima cobaan ini, dan agar selanjutnya warga lebih berhati-hati dalam berkerja ditengah-tengah banjir di ladang atau sawah disaat memanen padi. (Ali Muksin)

Share:

Penertiban APK Alat Peraga Kampanye di Kecamatan Juana Pati

Target Hukum Online. Pati - Pada hari minggu memasuki masa tenang hari ketiga Panwas Kecamatan JUWANA bersama Panitia Pengawas Lapangan (PPL) dan TNI-Polri pagi hari minggu (12/02/2017) membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) wilayah kecamatan JUWANA. Perempatan lampu merah Desa KARANG REJO merupakan tempat yang pertama kali di kunjungi karena masih ada baleho pasangan calon yang terpasang di perempatan.

Puluhan APK baik berupa Baleho maupun pamlet paslon berhasil dibersihkan oleh Panwascam dari beberapa titik sekecamatan JUWANA, sementara itu pembersihan APK di tiap desa menjadi tanggungjawab Panitia Pengawas Lapangan (PPL) yang merupakan panwas desa bersama dengan pengawas TPS.

Ketua Panwascam JUWANA melalui anggotanya di selah kegiatanya kepada awak media targethukum menyampaikan "memasuki masa tenang Pilkada seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) sudah harus bersih, oleh karena itu Tim Panwascam bersama   PP dibantu TNI - Polri pagi ini bergerak menyisir tempat-tempat yang di perkirakan masih terpasang Baleho Pasangan Calon agar situasi masa tenang benar-benar bersih dari baleho paslon. ($.g!to)

Share:

Kamis, 09 Februari 2017

Pemkab Pati Minim Solusi Untuk Mengatasi Banjir Tahunan

Target Hukum Online. Pati - Ketika musim hujan tiba sebagian wilayah kabupaten pati selalu menjadi langganan banjir khususnya di sepanjang aliran sungai juana, hal ini membuat sebagian petani pada mengeluh karena saat panen tiba aliran sungai juana selalu membanjiri lahan pertanian mereka, sehingga petani sangat dirugikan dengan adanya banjir tahunan tersebut.

Bayangkan untuk banjir tahun ini saja ada ratusan hektar lahan pertanian yang tenggelam akibat banjir tersebut, belum lagi lahan tambak yang berada di sekitar sungai juana sehingga ikan yang akan siap panen harus musnah akibat banjir datang.

Dalam hal ini seharusnya Pemerintah Kabupaten Pati harus tanggap darurat untuk mengatasi banjir tersebut, bukan malah membiarkan hal itu terjadi sehingga bila musim hujan tiba sebagian wilayah kabupaten Pati menjadi langganan banjir.

Sebagai contoh Desa Tanjang sampai Desa Banjarsari hingga Desa Bumirejo Juana selalu kebagian air luapan dari sungai silugonggo yang menjadi DAS daerah aliran sungai Juwana yang terpantau dari awak media TH hingga sore hari ini. Inilah yang harus difikirkan dengan semua Dinas terkait termasuk normalisasi sungai yang harus dilakukan sebelum musim penghujan tiba. Karena anggaran dari APBD perubahan tahun 2017 termasuk meliputi kegiatan normalisasi sungai, juga anggaran dari APBN yang setiap tahunnya dialokasikan untuk DAS dimasing-masing Kabupaten terutama Kabupaten Pati yang sering kali menjadi langganan banjir setiap tahunnya. (drmto)
Share:

Selasa, 07 Februari 2017

Dirgahayu Partai Gerindra Indonesia ke- 9

Target Hukum Online. Pati - Bertempat Kantor Sekretariat DPC Partai Gerindra Desa Plangitan Kabupaten Pati telah berlangsung HUT Partai Gerindra ke-9 tahun bertema “Bergerak Selamatkan Masa Depan Bangsa Indonesia”, Senin (6/2).

Acara dihadiri sekitar 250 orang kader dan simpatisan  Partai Gerindra Pati yang hadir dari berbagai PAC dan Ranting  di wilayah Pati. Dalam kesempatan itu hadir  Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati H. Haryanto SH,MM,MSi dan H. Saiful Arifin, Ketua Gerindra Korwil Jateng III Sugiarto, Anggota DPRD Kab.Pati Nor Laily, H. Awi, H. Hardi, Sismoyo, Hartono, Hj. Sumijah,  PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Kabupaten Pati, dan Sayap Partai Gerindra Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Awi selaku Ketua Panitia dan anggota DPRD Kabupaten Pati Partai Gerindra mengatakan, demi mensukseskan Pilkada 2017 - 2022 marilah kita dukung dari tingkat pusat hingga bawah. Giat ini merupakan rangkaian dalam rangka ulang tahun Partai Gerindra yang ke-9 tahun 2017.

Partai Gerindra mempunyai hajat yaitu pada pemilihan Gubernur Jateng Ketua H. Abdul Wachid akan maju agar para kader mensosialisasikan pada warga tentang hajat tersebut agar bisa menang dan menjadijadi Gubernur Jateng. Kita sukseskan pemilu Kabupaten Pati dengan mencoblos Paslon Bupati Pati Pati Haryanto-Arifin,” ujarnya.

Ketua DPC Gerindra Kab. Pati Hardi mengatakan , Pagi ini kita memperingati HUT Partai Gerindra ke-9 serentak se-Indonesia.

“Kita perlu bangga Kader Partai Gerindra DPR RI sebanyak: 73 orang dan DPRD Prop Jateng dan DPRD Kab. Pati sebanyak 11 orang, untuk wilayah Pati selatan pembangunan sudah mulai terasa karena kader kita banyak yang menjadi anggota dewan sehingga aspirasi dapat tersalurkan,” papar Hardi.

Tanggal 11 Pebruari akan berlangsung kampanye akbar di Joyokusumo Pati pukul 13.00 WIB agar PAC ikut semua dan tertib berlalu lintas. “Saksi saat pemungutan suara dari kader partai Gerindra agar melaksanakan tugas dengan tanggung jawab dimasing-masing TPS.

Tahun 2018 akan berlangsung pencalonan Gubernur dari partai Gerindra yaitu H. Abdul Wachid, mari dari sekarang ranting diperbaiki agar calon dari Gerindra bisa menang. Tahun 2019 akan berlangsung Pemilihan anggota DPRD agar kader Gerindra mencalonkan diri supaya banyak dari kader yang menjadi anggota dewan dan kita menangkan calon Presiden dari partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto,” ucapnya berapi-api.

Sementara sambutan calon Bupati Pati H. Haryanto mengucapkan selamat HUT yang ke-9 Partai Gerindra, semoga dengan HUT ini bisa menambah semangat perjalanan kedepan dan dapat menambah kepercayaan di masyarakat sebagai partai yang bersih dari segala macam korupsi kolusi dan nepotisme. (M@$ru!)

Share:

Senin, 06 Februari 2017

Tradisi Pembaretan PNS Sebagai Wujud Nyata Cinta NKRI

Target Hukum Online. Pati - Gembong , Pembaretan/tradisi PNS Kodim 0718/Pati dengan tema Tradisi PNS menumbuhkan jiwa korsa, militansi dan disiplin kerja dalam pengabdian kepada NKRI, di Lapangan Joko Tingkir Waduk Seloromo desa Gembong Kecamatan Gembong kabupaten Pati yang diikuti 45 orang peserta.( 07-2-2017).

Yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kasdim 0718/Pati (Mayor Inf Agus S), Pasipers Kodim 0718/Pati, Danramil Kodim 0718/Pati, Kapolsek Gembong, Camat Gembong, Perwakilan Persit Kodim 0718/Pati.

Sambutan Kasdim 0718/Pati Mayor Inf Agus S pada dasarnya sangat mengapresiasi para PNS dilingkungan Kodim Pati ini.
Kegiatan ini merupakan Tradisi corp satuan yang dilakukan oleh seluruh intansi militer. Diharapkan dengan memakai baret akan lebih disiplin dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Diharapkan dengan pemakaian baret tidak menjadi beban dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bisa menjadi contoh dan suritauladan Kepada rekan-rekan PNS lainnya. Selamat buat peserta pembaretan semoga Kodim 0718/Pati sukses dalam pengabdian kepada NKRI dan Ibu Pertiwi selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. (drmto)

Share:

Poros Utama Jalan Sukolilo Rusak Parah

Target Hukum Online. Pati - Hati hati berkendaraan dijalan apalagi pas musim hujan seperti ini, sepanjang jalan air menggenangi ruas jalan Kabupaten sepanjang kurang lebih 10km dari kecamatan Sukolilo ke desa Prawoto tersebut sangat rusak parah, dan faktor inilah yang membahayakan keselamatan para pengguna jalan khususnya sepeda motor roda dua. Berkali-kali ada yang jatuh karena lubang yang dalam yang sama sekali tidak terlihat karena tertutup genangan air, khususnya dari Desa Wegil ke desa Prawoto kecamatan Sukolilo.

Banyak lubang di mana-mana, ada yang kedalaman hingga 20 senti meter dan lebar hingga 2 meter, semakin lama di biarkan lubang tersebut akan semakin melebar sehingga  di khawatirkan akan menimbulkan kecelakaan yang lebih parah hingga dapat mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa, terlebih pada musim hujan seperti ini ungkap salah satu warga sekitar kubangan tersebut sering kali mengganggu aktivitas kegiatan warga dan para pengguna jalan penghubung Sukolilo - Kudus ini.

Resiko semakin besar mengingat jalan ini merupakan jalan poros utama pemerintah daerah setempat. Jalan satu-satunya baik untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk kegiatan rutinitas dari berangkat ke sekolah maupun berangkat kerja pasti melewati jalan poros tersebut. Semoga kedepannya dari dinas terkait dapat memberi solusi yang lebih baik sehingga sarana dan prasarana terutama jalan penghubung antara Kabupaten ini bisa dibenahi secepatnya. Sehingga tidak ada lagi motor roda dua yang jatuh berserakan ditengah-tengah jalan atau roda empat yang putus per as'nya karena lubang yang menganga yang begitu dalam. (drmto)

Share:

Minggu, 05 Februari 2017

Dandim 0718 Pati Meninjau Jambanisasi Di Desa Trikoyo Jaken Pati

Target Hukum Online. Pati - Di saat era globalisasi yang begitu canggih, namun kehidupan masyarakat di desa pun masih ada yang selalu hidup ala kadarnya bahkan sangat bekurangan. Untuk itu dalam rangka meningkatkan sanitasi kesehatan terutama program jambanisasi sangat realistis diperlukan dalam mendukung pelaksanaannya. Dandim 0718/pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, S.Sos meninjau lokasi jambanisasi di desa Trikoyo kecamatan Jaken jumat (03/02/2017).

Didampingi Danramil 16/jaken,Dandim 0718/pati meninjau proyek jambanisasi yang berada di desa Trikoyo kecamatan jaken.
Dalam kunjungan beliau di lokasi jambanisasi di desa trikoyo ini,beliau memberikan apresiasi kepada danramil 16/jaken beserta anggota koramil jaken yang bekerja tanpa henti dari pagi hingga sore hari bersama masyarakat yang mendapatkan bantuan jambanisasi.

Dandim 0718/pati sambil mengecek hasil kerja pembuatan jamban, beliau mesara puas dan memberikan pujian terhadap danramil, tanpa sungkan-sungkan Dandim Letkol Inf. Andri Amijaya Kusuma S.Sos dengan menggunakan sepatu karet langsung berbecek-becek dan meninjau hasil kerja para anggota bersama masyarakat, tak lupa pula Dandim meninjau lokasi jamban milik Bapak Santoso di Rt.01Rw.01 yang dulunya masih menggunakan jamban tradisional atau lebih populer disebut dengan *JUMBLENG*.

Beliau mengatakan oke lanjutkan kegiatan sesuai yang dikerjakan ini, bahan yang sudah ada silahkan digunakan dan para anggota jaga kesehatan karena pekerjaan masih lama,tetap semangat dan jaga nama baik TNI "Ujar Dandim.

Danramil 16/jaken kapten Inf urip widodo mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Dandim dan kami besrta anggota koramil jaken beserta masyarakat akan berusaha sekuat tenaga supaya pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. (drmto)

Share:

Sabtu, 04 Februari 2017

Martasentana Pahlawan Kemerdekaan dari Sugihwaras Kebumen

Target Hukum Online. Kebumen -Desa Sugihwaras termasuk dalam wilayah kecamatan Adimulyo. Pada masa perang kemerdekaan desa ini menjadi salah satu bagian pertahanan tentara RI.

Untuk menghindari banyaknya korban penyerangan Belanda terhadap pos pertahanan TNI di Sidobunder pada Selasa akhir Agustus 1947, tentara RI mundur ke desa Sugihwaras (sebagai batas pertahanan terluar) hingga ke Podohurip (markasnya kini menjadi SDN Podohurip).

Salah satu pejuang yang bermarkas di Sugihwaras adalah Supardjo Rustam (mantan Gubernur Jawa Tengah). Selanjutnya pada peristiwa Canonade Candi 19 Oktober 1947 Belanda juga mengawali serangan pendahuluannya ke desa ini.

Beberapa hari setelah peristiwa Canonade Candi dan Sugihwaras, tepatnya pada tanggal 23 Oktober 1947 Belanda berhasil mendapat informasi mengenai banyaknya markas tentara RI serta catatan struktur penggerak perjuangan masyarakat dari Podohurip hingga ke Sugihwaras yang ternyata didominasi oleh para pemuda desa Sugihwaras. Beberapa penggerak perjuangan masyarakat tersebut antara lain : Martasentana, Wiryosukarto, Diyun (Hadiwisastro), Suro, dan Atmosukarto.

Pada hari itu juga datang informan dari pihak RI ke Sugihwaras memberitahukan bahwa Belanda akan melakukan penyerangan ke daerah tersebut. Seluruh Tentara dan masyarakat pejuang yang berada di Sugihwaras pun segera bergeser ke timur, di Podohurip dan sekitarnya yang pada saat itu sedang banjir. Dua tokoh pengerak masyarakat yang pada saat itu masih berada di Sugihwaras adalah Diyun (Hadiwisastro) dan Martasentana.Setelah melihat Belanda datang, Diyun segera bersembunyi dengan berendam di dalam empang belakang rumahnya. Hanya sedikit wajahnya yang ia munculkan untuk bernafas. Itupun ia tutupi dengan daun talas (Lumbu). Diyun berada di dalam empang beberapa hari hingga kondisi benar – benar telah aman.

Martasentana yang pada saat itu akan bergeser di Podohurip masih menyempatkan diri membawa kayu dengan berenang (memanfaatkan banjir) untuk menghambat jalan pasukan Belanda. Tidak disangka, ada seorang warga yang kemungkinan merupakan mata – mata musuh melihat aksi Martasentana tersebut dan segera melaporkan kepada Belanda. Pasukan Anjing Nica segera mendekati Martasentana yang tengah menjalankan aksi penghambatan tersebut. Martasentana yang tengah berada dalam genangan air kemudian dipanggil Belanda. Dengan gagahnya ia mendekat. Belanda yang sebelumnya telah mengantongi daftar namapenggerak perjuangan segera mengikat Martasentana.

Penyiksaan Sadis Terhadap Martasentana

Jawaban – jawaban tegas Martasentana ketika diinterogasi membuat ia disiksa dengan sadis. Dengan tangan terikat, mulutnya diberi rokok yang telah dibubuhi bubuk mesiu sehingga mulutnya pun rusak terbakar. Begitu juga kumis lebatnya hangus dibakar. Penyiksaan selanjutnya lebih kejam lagi, matanya dicongkel dengan bayonet sedangkan tubuhnya disayat – sayat.

Belum puas dengan itu, Pasukan Anjing Nica yang terkenal sadis itu (kabarnya dipimpin oleh Kartalegawa) mengikat Martasentana dengan seutas tambang dan menyeretnya dengan menggunakan Jeep mirip penyiksaan yang dialami oleh Asral (pemuda asal Grenggeng). Setelah Jeep berhenti, mulut Martasentana yang telah hancur dimasuki pistol dan kemudian ditembakkan sehingga peluru pun menembus belakang leher mengakhiri hidupnya.

Beberapa warga, perempuan dan anak – anak yang melihat kejadian tersebut tidak berani mendekat. Baru setelah Belanda meninggalkan desa Sugihwaras jenazah Martasentana diambil oleh warga dan keluarganya untuk kemudian dimakamkan. Martasentana pada saat itu telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak laki – laki. Isteri dan seorang anaknya telah meninggal dunia sedangkan anaknya yang lain hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Setelah berakhirnya masa Agresi Militer belanda II dan keadaan telah aman, warga desa Sugihwaras membangun tugu peringatan untuk menghormati jasa perjuangan dan keberanian Martasentana dalam melawan Belanda dan diberi nama Tugu Martasentana.Tugu tersebut dibangun tepat di tempat Martasentana meregang nyawa.

Hingga kini, setiap malam 17 Agustus, warga desa dipimpin oleh Kepala Desa Sugihwaras melaksanakan kegiatan rutin berupa talhil di makam Martasentana diteruskan menabur bunga di makam Tugu Martasentana.Meski nasib Martasentana tidak sebaik Asral yang makamnya dipindahkan di makam Pahlawan Kebumen, Pejuang kebanggaan desa Sugihwaras ini tetap melekat dihati warga.Sebelum peristiwa tersebut, Martasentana dan pemuda desa Sugihwaras aktif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pada peristiwa perang Ambarawa di awal kemerdekaan, sekelompok pemuda Sugihwaras ini berangkat ke Ambarawa.

Hanya berbekal semangat, tekad dan keyakinan untuk ikut berjuang melawan musuh serta bersenjatakan seadanya mereka berjalan kaki sampai di Ambarawa. Dikisahkan bahwa perjalanan mereka dari Kebumen ketika itu sampai pada sebuah lereng perbukitan. Terlihat di atas bukit tersebut telah menunggu sejumlah pasukan yang telah siap dalam posisi Stelling. Awalnya Martasentana dan kawan – kawan menyangka itu adalah tentara RI sehingga mereka makin semangat naik untuk bergabung dengan pasukan tersebut.

Ternyata dugaan mereka salah, sekelompok pasukan tersebuk kemudian memberi aba – aba menembak. Martasentana dan kawan – kawan jadi tahu bahwa pasukan yang di atas tersebut adalah pasukan Belanda. Segera mereka menuruni bukit dengan menggelindingkan diri hingga kulit kaki dan tangan hampir terkelupas semua karena benturan medan perbukitan tersebut. (Dod!.Cp)

Share:

Wisata Curug Bengkawah Ikon Kota Pemalang

Target Hukum Online. Pemalang - Wisata Curug Bengkawah yang menjadi salah satu tujuan wisata domestik baik lokal maupun luar daerah, yang saat ini bisa menjadi magnet daya tarik anak-anak remaja maupun anak-anak muda kota Pemalang. Sebagai sarana hiburan dan menghilangkan kepenatan dan kejenuhan, dihari libur dapat menikmati aroma alam yang begitu indah.

Namun dari pantauan awak media TH sudah beberapa hari ini tempat wisata tidak dibuka untuk umum, rasa kecewa dari pengunjung CA Curug Bengkawah sangatlah membuat gusar dari beberapa wisatawan. berdasarkan pantauan beberapa pekan terakhir terlihat beberapa calon pengunjung CA Curug Bengkawah kecelik dan kecewa atas di tutupnya CA Curug Bengkawah sikasur Belik Pemalang karena mereja kecewa pasalnya mereka tidak mengetahui penutupan kunjungan atas wisata Curug Bengkwah yang menjadi obyek wisata.

Penutupan atas kunjungan CA Curug Bengkawah di lakukan pasca menelan korban tenggelam dua orang wisatawan pengunjung asal kota Ulujami Pemalang. Wisata Curug Bengkawah memang begitu mempesona dan menyimpan segudang keindahan maupun keelokan karena pemandangannya yang masih asri dan sangat alami.

Untuk menuju ke Curug Bengkawah para pengunjung dimanjakan dengan pemandangan sungai yang berkelok-kelok dengan air luapan yang bersih untuk menghantarkan para pengunjung wisatawan ke Curug Bengkawah. Dan karena pemandangannya yang begitu indah tak di pungkiri Curug Bengkawah sempat di jadikan tempat shoting film pernikahan berdarah serial Angkling Darmo.

Pasca kejadian tersebut dinas terkait melakukan penutupan kunjungan CA  Curug Bengkawah sampe batas waktu yang tidak di tentukan, harapannya semoga tempat wisata yang sudah fenomenal dikabupaten Pemalang ini dapat dibuka kembali dan dapat dinikmati oleh masyarakat sebagai objek wisata unggulan dikabupaten Pemalang.  (Tripuji)

Share:

Kamis, 02 Februari 2017

Jalan Raya Kayen Beketel Rusak Parah

Target Hukum Online. Pati - Pembangun infrastruktur yang selama ini menjadi prioritas utama pemerintah, sangatlah penting untuk kemajuan negeri ini. Selalu menjadi kebijakan karena jalan merupakan poros utama pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan dan perekonomian saat ini.

Kamis (2/1/2017) ketika para awak media Target Hukum melakukan investigasi di jalan raya kayen-beketel banyak menemukan jalan aspal yang sudah mengelupas, padahal pengerjaanya baru beberapa bulan, dengan anggaran total 1,9 milyar lebih dari DAK IPD thn 2016 itu terkesan asal asalan sehingga mutu dan kualitas pengerjaan aspal tersebut sangat minim.

Pengerjaan yang di mulai tgl 23 april 2016 sampai 20 agustus 2016 tersebut  dikerjakan oleh CV. MARGA TRESNA, ketika kami para awak media mau klarifikasi terkait hal itu kepada CEO cv tersebut beliau bilang melalui stafnya  bahwa hari ini si bos tidak bisa menerima tamu media ungkapnya. (drmto)

Share:

Reka Ulang di Panti Jompo Kendal

Target Hukum Online. Kendal -  Mudri seorang lansia berusia 80th tega menghabisi nyawa kawannya sendiri Ruswan (70) sesama penghuni panti jompo, di panti sosial lansia Kec Cepiring, Kendal jawa tengah. Peristiwa itu terjadi pada hari rabu (1/2/2017) peristiwa yang menghilangkan nyawa itu, direkontruksikan oleh polsek cepiring polres kendal pada kamis kemarin.

Cekcok yang berakhir pembunuhan itu terjadi ketika Mudri (80) melihat Ruswan(70) buang air kecil di kamar mandi namun tidak di closet sehingga kamar mandi menjadi pesing hingga membuat murdi menjadi khilaf dan emosi. Dan seketika itu kedua lansia terlibat cekcok mulut, pelaku memarahi korban, korban tidak terima dan kesal kemudian ambil sapu lantai dan memukulkan ke arah tersangka namun tidak sampai mengenainya, sapu tersebut mengenai tembok hingga gagang sapu tersebut patah jadi dua.
Saat itu juga tersangka mengambil potongan gagang sapu dan memukulkan ke arah korban sehingga korban jatuh mengeluarkan banyak darah.

Emosi murdi makin menjadi dan terus memukuli Ruswan yang sudah jatuh hingga korban tewas seketika.
Peristiwa ini kemudian diketahui oleh perawat jaga di panti tersebut, Edwin Prayoga (24thn) dan kemudian memberitahu petugas jaga yang lain kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke polsek cepiring.

Kapolsek Cepiring Akp Sulistiyarso mengatakan bahwa dari hasil olah TKP, saksi temukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi luka- luka di kepala dan telinga banyak mengeluarkan darah, serta barang bukti berupa lantai dan batangan kayu sepanjang 1,5m. Sedangkan pelaku masih duduk di TKP sambil memandangi korban.
Penganiayaan yang menghilangkan nyawa tersebut di duga karena pelaku kesal dan kemudian memukuli korban dengan batangan kayu yang diarahkan ke kepala ungkap beliau Bapak Kapolsek. (drmto)
Share:

Blog Archive