Sabtu, 29 April 2017

Ratusan Doorprice Meriahkan Hardiknas Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Mengingat pelajaran sejarah nasional waktu kita masih sekolah dalam satu tahun ada tiga hari nasional dalam tanggal dan bulan yang berdekatan waktu dulu disebut juga dengan istilah Three Har Nas (Tiga Hari Nasional) yaitu hari Kartini tanggal 21 April, hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei dan hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei.

Terkait dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional tahun 2017,
Dinas Pendidikan Kabupaten Pati melaksanakan peringatan Hardiknas tahun 2017 tersebut dengan dirayakannya jalan santai yang diikuti ribuan peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan se Kabupaten Pati yang di dipusatkan dihalaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pati  Sabtu tgl (29/04) hingga selesai, kegiatan tersebut juga telah digelar ratusan doorprice untuk timbul rasa semangat bagi peserta.

Hadir Bupati Pati H. Haryanto sekaligus  membuka Start awal jalan santai _+ 7 km dengan rute dimulai start dari halaman kantor disdik Kabupaten Pati, menuju pertigaan KUA Pati ke utara, sampai kolam renang Joyo Kusumo dukuh Gambiran Sukoharjo ke selatan menuju SLB hingga finish kembali ke halaman Kantor Disdik kabupaten​ Pati.

Puncak acara rangkaian peringatan Hardiknas tersebut dilanjutkan  malam harinya sabtu malam Minggu (29/04) bertempat di halaman kantor Disdik kabupaten​ Pati yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai  dengan agenda  penerimaan piala dan penghargaan bagi kepala sekolah dan guru berprestasi oleh Bupati Pati H. Haryanto SH MSi yang didampingi Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Sebagai pengunjung acara dengan menikmati hiburan pagelaran seni budaya ketoprak yang dimainkan oleh Keluarga Besar Disdikbud Kabupaten Pati yang dibintangi pemain pemain  profesional. (Luk!T0)

Share:

Koramil 21 Trangkil Giat Bersama Gapoktan Tani Makmur

Targethukumonline. Pati - Sabtu tgl (29/04) sebagai daerah lumbung padi tiga besar pertanian di Jawa Tengah, semangat untuk terus berdikari dalam mengemban amanah untuk terus swa sembada pangan sebagaimana program nasional selama ini. Masa tanam padi ke dua sudah dimulai tepatnya di desa Kadilangu kecamatan Trangkil kabupaten Pati.

Dipimpin oleh Danramil Trangkil kapten inf Setyo Utomo dan seluruh anggota Koramil 21-Trangkil maupun PPL kecamatan Trangkil dan bersama warga juga Gapoktan Tani makmur Desa Kadilangu melaksanakan tanam dengan sistem tanam jajar legowo dengan demplot kurang lebih dua hektar dan jenis Inpari 32, yang selama ini dikenal dengan jenis padi yang pulen, baik perawatan dari mulai masa tanam sampai masa panen kurang lebih 90 hari.

Pengolahan tanah sangat diperlukan sebelum bibit padi akan ditanami, karena struktur lahan sawah baik dari segi pengairan maupun metode jajar legowo sangat membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kendala dan tantangan yang ada. Baik berupa hama tikus maupun hama wereng yang selama ini cukup meresahkan masyarakat tani yang ada di desa Kadilangu khususnya maupun masyarakat mina tani yang ada dikabupaten Pati.

Semoga kedepannya harapan Koramil 21 Trangkil dalam masa tanam sekarang ini bisa terus menghasilkan beras dengan kwalitas baik. Selalu ada ditengah-tengah masyarakat dan TNI maju bersama rakyat, sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang sejahtera. (Bud!.$)
Share:

Jumat, 28 April 2017

SD Pati LOR Meriahkan Hari Kartini

Targethukumonline. Pati - Negara yang besar adalah negara yang mengenang jasa para pahlawannya, RA Kartini juga disebut Raden Ajeng Kartini merupakan  pahlawan wanita dari tanah Jawa  yang dilahirkan di Jepara pada tgl 21 April 1879, beliau merupakan anak pasangan Bupati Jepara RM Adipati Aria Sosroningrat dan Ibunya bernama MA Ngasirah, Kartini juga terkenal dengan buku karangannya yang berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Hingga di setiap tanggal tersebut 21 April masing-masing Instansi pemerintah maupun dari sekolahan tingkat TK sampai pelajar tingkat SLTA merayakan  upacara peringatan Hari Kartini.

Namun dalam peringatan Hari Kartini di tahun 2017 ini dibeberapa sekolahan melaksanakan upacara tersebut pada hari Sabtu (22/4/2017).

Dalam peringatan Hari Kartini 2017 SD Pati Lor Komplek laksanakan upacara yang diikuti semua siswa dan guru SD Pati Lor Komplek yakni SD Pati Lor 01 , 02 ,03 ,04 ,05 dengan​ menggunakan busana adat istiadat tradisional daerah dari masing-masing​ propinsi.

Usai upacara  juga dilanjutkan gelar lomba nyanyi tunggal dengan​ sebuah lagu wajib Ibu kita Kartini yang diikuti masing-masing siswa dan lomba keluwesan yang diikuti peserta tingkat siswa dan tingkat guru.

Dalam lomba keluwesan tingkat guru hadir juga perancang busana profesional tingkat Jawa tengah Agus Tinus juga sebagai juri pada lomba keluwesan tingkat Pendidikan SD Pati Lor Komplek.

Ani Kusrini SPd sebagai pendidik SD Pati Lor 05 meskipun saat itu tidak ikut sebagai peserta lomba keluwesan namun Perancang Busana Agus Tinus telah mengakui mengatakannya bahwa inilah sebagai generasi penerus Kartini muda yang sesuai dengan penampilan maupun cara berbusana yang akhirnya mengajak foto bersama sebagai kandidat guru yang berbusana terbaik. (Luk!T0)

Share:

Rabu, 26 April 2017

Jalan Santai SMPN 04 Juana Meriahkan Hardiknas

Targethukumonline. Pati - Kamis tanggal 27 April 2017 dimulai pukul 06.45 WIB bertempat di halaman SMP Negeri 04 ikut Desa Tluwah Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, telah dilaksanakan “ Jalan Santai Sehat Bersama “ dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta, diantaranya Camat Juwana TEGUH WIDYATMOKO, AP. Danramil 02 Juwana KAPTEN Inf. YAHUDI. Kapolsek Juwana AKP SUMARNI, SH. Kepala Dinas UPT se Kecamatan​ Juwana. Perwakilan Guru SD se Kecamatan​ Juwana. Perwakilan Siswa-Siswi SD se Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Sebelum acara pelepasan peserta jalan santai, diawali dengan sambutan oleh Kapolsek Juwana AKP SUMARNI, SH yang intinya sbb Bahwa kegiatan jalan santai sehat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2017. Selain mendapat manfaat yaitu kesehatan dan kebugaran diharapkan dengan jalan santai/sehat bersama ini dapat menambah persatuan, kesatuan, kekompakan, dan kebersamaan kita dalam memajukan anak didik kita untuk berprestasi yang lebih baik, lebih maju.

Setelah sambutan dilanjutkan dengan pelepasan bendera start peserta jalan santai sehat oleh Kapolsek Juwana AKP SUMARNI, SH yang didampingi oleh Camat Juwana Bapak TEGUH WIDYATMOKO, AP, Danramil 02 Juwana KAPTEN Inf. YAHUDI dan Ka UPT Dinas Pendidikan Juwana Ibu ENDANG, SL, S.Pd, M.Pd.

Adapun route yang dilalui start di halaman SMP Negeri 04 Juwana pertigaan Balai Desa Tluwah perempatan SD Sejomulyo dan finish di halaman SMP Negeri 04 Juwana, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 km.

Untuk menambah semangat para peserta jalan sehat, dari panitia sudah menyiapkan kupon doorprize kepada peserta jalan sehat yang akan di undi sesampainya di garis finish dengan dihibur pertunjukan Orgen Tunggal.

Pelaksanaan giat jalan santai sehat bersama selesai pada pukul 10.00 WIB dengan mendapat pengamanan dari 5 Personil Polsek Juwana dan 3 Personil Koramil Juwana yang dipimpin Kanit Sbhara Polsek Juwana. ($@b@r!)

Share:

Minggu, 23 April 2017

Lomba Merangkai Sayur Dan Buah Meriahkan Hari Kartini di Ujungwatu Jepara

Targethukumonline. Jepara - Lomba merangkai sayur dan buah dalam rangka untuk memperingati hari Kartini Jum’at 21/04/17, bertempat di kantor balai desa Ujungwatu Kecamatan​ Donorojo Kabupaten Jepara pagi hari terlihat berbeda dari biasanya.

Lomba unik yang diikuti puluhan ibu-ibu yang berasal dari instansi terkait, pengurus PKK desa Ujungwatu, RT, RW , Dasawisma, lembaga TK berkumpul mengikuti lomba merangkai bunga yang bahannya dari sayuran dan buah - buahan ini terlihat semangat dan antusias sekali.

Lomba yang digagas oleh TP PKK desa Ujungwatu merupakan rangkaian peringatan hari Kartini 2017. Adapun yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah," Dengan Peringatan Hari Kartini Kita Wujudkan Peran Wanita Sebagai Pemimpin,".

Dalam sambutannya ketua TP PKK Ny.Yantik Sungatono mengatakan,"Lomba ini di gelar dengan tujuan untuk mengangkat peran serta perempuan lebih mandiri. saya salut dengan semangat yang di tunjukan para ibu-ibu peserta lomba ini .

Mereka sangat antusias untuk mengikuti semua tahapan lomba," begitu semangat ucap Yantik sambil menunjukan hasil karya peserta lomba yang setengah jadi kepada kabar desa.

Merangkai bunga yang bahannya dari sayur dan buah ini di perlukan jiwa seni bagi pembuatnya itu sendiri. Tidak hanya asal menggabungkan karena banyak beragam cara dan menjadi sebuah rangkaian dan di tempatkan di vas bunga atau pot.

Untuk membuat rangkaian bunga agar lebih indah dan bisa memiliki daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya," tegas Yantik.
Seperti yang terlihat dalam lomba merangkai bunga yang di gelar diarena pameran, setiap peserta terlihat semangat untuk berusaha menghasilkan rangkaian yang indah.

Hampir seluruh peserta dapat menghasilkan rangkaian yang indah, tetapi penilaian dari unsur seni paling mempengaruhi," jelas tim penggagas lomba.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Ujungwatu saat membuka acara lomba," menurutnya kegiatan lomba ini bertujuan mewujudkan rasa kebersamaan dalam meningkatkan kreatifitas yang dimiliki para ibu-ibu khususnya yang ada di desa Ujungwatu.

Dalam lomba ini para peserta di beri waktu 60 menit untuk merangkai berbagai macam sayuran dan buah-buahan menjadi sebuah hiasan yang cantik unik dan menarik.

Nilai gizi, kerapian, kebersihan, dan keindahan dari hasil sayuran dan buah- buahan yang telah di rangkai menjadi kunci dari penilaian juri. Nantinya mereka akan di ambil tiga juara, dan masing-masing pemenang lomba akan mendapatkan hadiah suvenir.

Harapannya kedepan kegiatan ini bisa lebih baik lagi untuk mewujudkan semangat dan kreatifitas perempuan dalam menciptakan peluang usaha dan kreativitas daya saing dengan kaum laki-laki,'' ujarnya. ($.dim@n)

Share:

Reuni Organisasi Rakyat Menyambung Tali Silaturahmi Se- Jawa Tengah

Targethukumonline. Pati - Minggu tgl (16/04) dengan semangat manunggal sedulur satu jiwa pada pukul 08.30 WIB pagi telah diselenggara reuni sedulur Jateng di gedung PGRI Sukolilo Pati dengan di hadiri oleh seluruh alumni organisasi rakyat mitra cd bethesda dan area manajer cd bethesda Khoirul Anang yang saat ini masih bertugas di Alor NTT.

Dalam sambutan panitia penyelenggara reuni Sudiman mengatakan," Maksud dari kegiatan reuni adalah agar bisa berkumpul, mengenang masa lalu, menjalin silaturrohim melepas rasa rindu dan pertukaran informasi maupun pengalaman, sinergi dalam mengembangkan hubungan kerjasama, suka dan duka semasa menjadi organisasi rakyat mitra cd bethesda yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan.

Senada dengan sambutan dari Khoirul Anang di sela-sela melepas rasa rindu dengan peserta yang hadir mengatakan," Reuni adalah sebutan lain dari istilah bergabung kembali, momentum ini di pakai sebagai suatu cara yang tepat untuk dapat mempertemukan atau menyatukan kembali teman-teman lama, sebagai ajang menyampaikan rasa kangen dan berbagai pengalaman, profesi, karier dan kebutuhan hidup yang berbeda beda dan sulitnya alur komunikasi dengan teman-teman sedulur jateng.

Dengan diadakanya reuni ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa kebersamaan yang pernah di rasakan di masa lalu. Bahwa hidup dalam kebersamaan adalah indah, kebersamaan itu sendiri dapat dirasakan dan mempunyai arti penting apabila tumbuh dan berkembang sejalan dengan adanya suatu kebutuhan bersama yang mengikat sesama sedulur jateng alumni Organisasi rakyat Jawa Tengah mitra cd bethesda," tambah Anang.

Masih kata Anang, "Mengenang masa lalu menyongsong masa depan adalah sebuah harapan yang menjadi motivasi dalam bentuk mengapresiasikan jati diri alumni ORA dan almamater menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah ikatan organisasi rakyat mitra cd bethesda sebagai pelopor dari kemajuan masyarakat dalam hal sosial kemasyarakatan.

Berdasarkan pertimbangan ini maka beberapa alumni organisasi rakyat mitra cd bethesda Jawa Tengah berinisiatif mengadakan pertemuan yang menghasilkan gagasan bahwa perlunya diadakan reuni yang diikuti seluruh alumni ORA Jawa Tengah mitra cd bethesda dengan tema ," Membangun kebersamaan dan Menyambung tali silaturrohim Sedulur Jateng Membentuk masyarakat yang peka terhadap kepedulian sosial," sambung panitia penyelenggara mengakhiri dan menutup acara reuni akbar tersebut. ($.dim@n)

Share:

Jumat, 21 April 2017

Aksi Militansi BRI Syariah Cabang Tegal

Targethukumonline. Tegal - Sabtu tgl 22 april 2017 BRI Syariah Cabang Tegal mengadakan kegiatan bertajuk Militansi Mikro Solid tumbuh tangguh berkualitas dan menjadikan bisnis mikro BRiS bermartabat.

Di hadiri langsung oleh bapak pimpinan cabang BRI Syariah Cabang Tegal Bapak Muhammad Izza, kegiatan ini di ikuti oleh Seluruh karyawan BRI Syariah Segmentas Mikro KCP Pekalongan, KCP Pemalang, KCP Banjaran, KCP Jatibarang Brebes, KCP Ketanggungan Brebes, kegiatan ini di isi dengan jalan sehat, senam aerobic di lanjut dengan presentasi Budaya Kerja BRI Syariah.

Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan BRISyariah ke Masyarakat dan untuk internal BRISyariah adalah agar insan BRISyariah bisa berkomitmen mencapai target yang di tetapkan oleh managemen serta bisa mengimplementasikan 7 nilai budaya BRI Syariah yaitu Profesional, Antusias, Penghargaan terhadap SDM, tawaqal, Integritas, Orientasi Bisnis, kepuasaan Pelanggan. (Tri)

Share:

Kamis, 20 April 2017

Bhaksos KB Aisyiah Tingkat Kabupaten Batang

Targethukumonline. Batang - Selasa tgl (11/04) DPC Aisyiah Kabupaten Batang bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batang mengadakan bhakti sosial pelayanan keluarga berencana tingkat Kabupaten Batang.

Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Kecamatan Bawang. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi IUD dan Implant. Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Bupati Terpilih Kabupaten Batang H. Wihaji, S.Ag,M.Pd beserta Suyono, S.IP, M.Si.

“Program Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana  merupakan upaya pokok dalam pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga sebagai bagian integral pembangunan nasional, sehingga perlu terus dilanjutkan dan ditingkatkan pelaksanaannya”. Kata Wihaji

Drs. Murdiyono,MM menambahkan bahwa pelayanan Keluarga Berencana merupakan upaya pemberian atau pemenuhan kebutuhan masyarakat betapa pentingnya mengatur dan meningkatkan kualitas keluarga, dengan motto dua anak cukup bahagia sejahtera merupakan pilihan terbaik dari sebuah keluarga.

Ada 24 Akseptor IUD dan 255 Akseptor Implant yang dilayani dalam kegiatan tersebut. (Du|g@π!)

Share:

Bupati Rembang Sangat Mengapresiasi Kegiatan Dinas Sosial PPKB

Targethukumonline. Rembang - Kamis tgl (20/04) dalam rangka memperingati hari Kartini yang ke 138, Dinas sosial Pemberdayaan perempuan dan Keluarga berencana Kabupaten Rembang mengadakan pelayanan safari KB Implan bertempat di Puskesmas II Rembang, dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 410 akseptor yang berasal dari seluruh kecamatan di kabupaten Rembang.

Selain itu dalam acara tersebut juga dilaksanakan tes IVA gratis, hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum perempuan dalam mengantisipasi terhadap penyakit kanker servik, tes Iva tersebut yang sangat diminati kaum ibu-ibu​ tercatat 101 peserta ikut memeriksakan diri dalam tes IVA.

Hadir dalam acara tersebut​ Bupati H. Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang, Dinkes Jateng, KADINSOSPPKB Kabupaten Rembang Ir. Dwi Wahyuni Harianti MM serta Ketua dan pengurus Pkk kabupaten Rembang. Semoga kedepannya Kabupaten Rembang bisa menjadi pilihan terbaik dan menjadi contoh Kabupaten lainnya, menjadikan Kabupaten Rembang lebih dinamis dan peduli terhadap penderita kanker serviks yang merupakan salah satu angka tertinggi kematian di Indonesia. (D!K)
Share:

Rabu, 19 April 2017

Ditemukan Seorang Perempuan Meninggal Di Juana Pati

Targethukumonline. Pati - Saat pagi hari sedang sibuk bekerja disawah maupun ditambak, pada hari Rabu saat sinar mentari bersinar dipagi hari yang cerah, namun ada kejadian di tgl (19/04) pukul 06.00 WIB, telah ditemukan mayat berjenis kelamin perempuan bernama WAGININGSIH binti YARJO SARIPIN yang tergeletak diatas tempat tidur rumahnya yang beralamatkan di Ds. Growong Lor, Kecamatan​ Juwana Kabupaten Pati.

Adapun Identitas Korban bernama WAGININGSIH Binti YARJO SARIPIN umur 50 tahun, tidak bekerja alamat desa Growong Lor, Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Adapun saksi 1 WIWIN SULISTIYANI Binti YARJO SARIPIN (Adik korban), umur 37 tahun, desa Growong Lor, Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Dan saksi 2 bernama YULIAN SETYOAJI, umur 36 tahun, Perangkat  Desa, desa Growong Lor Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, yang mengetahui korban dipagi hari.

Korban diketemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 06.00 WIB, berawal dari saksi I mencium bau bangkai dari arah rumah korban yang letaknya berdampingan disebelah Timur rumah saksi I. Kemudian saksi I memberitahukan kepada saksi II dan meminta tolong saksi II untuk mengecek dirumah korban karena pintu rumah korban masih dalam keadaan terkunci. Setelah saksi II mengecek dan melihat kedalam rumah korban melalui ventilasi jendela sebelah Timur rumah korban, saksi II melihat korban tergeletak diatas tempat tidurnya dengan posisi telentang dan telanjang. Melihat hal tersebut, saksi menghubungi polsek Juwana untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. 

Korban menempati rumah tersebut seorang diri dan pada saat penemuan mayat tersebut, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Berdasarkan keterangan dari tim medis Puskesmas Juwana HARDI WIDIJONO, korban meninggal diperkirakan sejak 2 hari sejak ditemukan dan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan.

Pihak keluarga telah menerimakan atas kejadian tersebut dan dibuatkan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh perwakilan keluarga atas nama WIWIN SULISTIYANI dan diketahui Kades Growong Lor  GUNARTO, selanjutnya jenazah akan disemayamkan di pemakaman umum Bogo desa Growong Lor. Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan sabar, atas musibah dan kejadian ini. ($@b@r!)

Share:

Selasa, 11 April 2017

Haul Syeh Jangkung Dilandoh Kayen Pati

Targethukumonline. Pati - Di dukuh Landoh Ribuan masyarakat padati sepanjang pinggir jalan kawasan Makam Syekh Jangkung, untuk melihat prosesi ngumbah gaman dan kirab budaya Senin (11/04), pada gelaran Haul Mbah Saridin tokoh agama islam di Pati Selatan itu.

Kegiatan ini, merupakan serangkaian acara jelang prosesi buka luwur atau menggati kain kelambu penutup makan yang dilaksanakan hari ini, di Makam Syekh Jangkung yang memiliki nama lain Saridin. Ihwal tersebut, Panitia sekaligus Kepala Yayasan Makam Syekh Jangkung, Darman SAg. MM.

Kita menyelenggarakannya H-1 sebelum acara buka luwur pada bulan Rajab dalam penanggalan Jawa, untuk puncak acaranya kami mengadakan pengajian,” ungkapnya.

Mencuri benda pusaka dan mengaraknya merupakan ritual tahunan di makam itu. Sedang untuk kirab budaya, Darman mengaku baru tahun ini dilaksanakan. Pasalanya, banyak warga yang meminta diadakan kegiatan itu yang menjadi pertanda Haul penyebar agama islam di Kabupaten Pati.

Untuk benda pusakanya ada keris Luk tiga dan beberapa benda pusaka lainnya, yang pasti ini merupakan pusaka milik Syekh Jangkung,” bebernya.

Arak-arakan gunungan dan pusaka ini, dimulai di area makam dan dilanjutkan mengelilingi Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Pati. Dengan melibatkan warga dengan mengenakan pakaian adat khas Pati.

Ada dua gunungan yakni hasil bumi dan satunya makanan matang, ini simbol dan doa kami kepada Allah SWT, agar masyarakat kecukupan satu tahun mendatang,” jelasnya.

Syekh Jangkung sendiri merupakan murid dan utusan Sunan Kalijaga dan pernah mengabdi di padepokan sebagai santri sunan Kudus, hingga terjadi adu kewasisan ilmu kesejatian Urip dalam menghadapi bahtera kehidupan ini.

Bagaimanapun​ Saridin sebagai Sang pengembara menyiarkan agama islam hingga sampai Palembang di Pati sendiri khususnya, masyarakat mengenalnya, sebagai ulama besar dan ahli dibidang tasawuf. (drmto)

Share:

Senin, 10 April 2017

Demo Warga Kedumulyo Sukolilo Dipendopo Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Puluhan warga Desa Kedumulyo melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Pati atau dialun-alun untuk menuntut Kepala Desa Kedumulyo Arif Handono Wareh dicopot dari jabatannya, Selasa (11/04). Aksi ini dilakukan lantaran warga menduga ada banyak kecurangan dan korupsi penggelapan anggaran Dana Desa (DD) dan APBDes 2015 yang dilakukan oleh kades Kedumulyo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati.

Pantauan awak media TH di lapangan, peserta aksi yang datang di alun-alun Kabupaten Pati pada pukul 09.30 WIB dengan membawa 5 truk, serta membawa perlengkapan demontrasi seperti sound system', spanduk dan tulisan tuntutan agar Kades setempat dinonaktifkan dan diproses secara hukum.

Segera bapak Kapolres Pati untuk menindaklanjuti dan me-non aktifkan Kades Kedumulyo secepatnya. Kepada Bapak Bupati harap segera mencopot Kades Kami,” tegas Kordinator Lapangan (Korlap) Saeroji membakar semangat para demonstran.

Saat ditemui awak media Ia mengatakan, aksi unjuk rasa ini dilakukan karena warga sudah jengah dengan tingkah laku Kades yang dinilai sering melakukan penyelewengan anggaran desa. Ada dua poin utama tuntunan warga, yaitu dugaan korupsi anggaran Dana Desa (DD) pembangunan talud Dukuh Gedongan-Jratun sebesar Rp 199 juta dan korupsi APBDes tahun 2015 pembangunan Balai Desa dan Jalan Desa sebesar Rp 58 juta.

Selain itu, Kades juga diduga memalsukan tanda tangan perangkat desa untuk laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran, serta penguasaan lahan bondo deso (Bengkok),” tambahnya.

Selain tuntutan mencopot Arif Handono, Ia juga meminta polres Pati untuk menaikkan status terduga sebagai tersangka. karena jika tidak ada proses hukum atau pencopotan, maka pihaknya akan melaksanakan aksi lanjutan dengan massa unjuk rasa yang lebih banyak.

Kalau tidak segera ditindaklanjuti, kami akan menggelar unjuk rasa dan demo besar-besaran yang ke dua dengan massa yang lebih besar lagi,” tutupnya. (drmto)

Share:

Minggu, 09 April 2017

Kolonel Bambang Supeno Sang Pencetus Sapta Marga TNI

Targethukumonline. Pati - Kolonel Bambang Soepeno dikenal sebagai pembuat konsep falsafah pedoman prinsip bagi tentara. Konsep ini dikerjakan pada saat Perang Kemerdekaan II. Setelah perang selesai, pemikiran tersebut dilanjutkan dengan bantuan Ir. Sakirman, Prof. Purbacaraka dan Drs Moh Ali. Berdasarkan bantuan tersebut kemudian dirumuskanlah doktrin Sapta Marga yang berlaku resmi di lingkungan TNI sampai saat ini.

Berbeda dengan perwira-perwira konseptor yang kebanyakan berpendidikan militer Belanda, Bambang Soepeno merintis jalur kemiliteran dari PETA. Ia salah satu satu dari sedikit perwira intelektual di masa awal revolusi, tetapi kelebihannya itu tak pernah bisa membawanya dalam puncak karir militer. Selain cerdas, Bambang Soepeno juga berani demi hal yang diyakininya. Saat KNIL dan TNI akan dilebur menjadi APRIS, Belanda menyisipkan keharusan setiap perwira harus menjalani reeduksi lewat wadah SSKAD. Soepeno saat itu menjadi perwira yang paling vokal mengkritiknya. Baginya, reedukasi bisa melunturkan patriotisme TNI. Karena itu, ia membuat lembaga tandingan Chandradimuka dan setiap perwira lulusan SSKAD diwajibkan ikut kursus Chandradimuka.

Namun agaknya, sikapnya itu membuat beberapa orang tak suka. Dua kali markas besar tentara berniat mencoba menunjuknya menjadi panglima di daerah, dan dua kali pula Soepeno ditolak calon anak buahnya. Tahun 1948, bersamaan dengan pencanangan program rera yang ditetapkan PM Hatta, 3 divisi yang ada di wilayah Jawa Timur akan diciutkan menjadi hanya satu Divisi.

Divisi V Ronggolawe (Cepu), Divisi VI (Mojokerto) dan Divisi VII (Malang) akan dilebur. Para komandan divisi, Kolonel GPH Djatikusumo, Kolonel Soengkono dan Kolonel Imam Sudja’i akan ditarik ke Yogya. Adapun sebagai panglima akan dipegang Bambang Soepeno. Akan tetapi peleburan ini terkatung-katung. Djatikusumo tak ada persoalan, ia pulang ke Jogja, namun dua divisi lainnya menolak dengan dalih macam-macam. Sementara pada waktu bersamaan pecah peristiwa Madiun. Akhirnya pusat menunjuk Soengkono sebagai panglima Divisi I Jawa Timur.

Pada 1952 TNI AD merencanakan membentuk TNI yang profesional dan modern. Tetapi hal ini membuat AngkatanDarat terpecah. Kelompok pendukung dikenal dengan sebutan Blok SUAD yang diikuti oleh Nasution dan Simatupang. Kelompok yang menolak, dimotori Kolonel Bambang Soepeno dan Letkol Zulkifli Lubis, disebut “Blok Supeno-Lubis”.

Blok Supeno-Lubis mencurigai rencana itu untuk mengeliminasi para perwira didikan Jepang, yang belum setara dengan pendidikan militer di zaman Belanda. Kecurigaan diperbesar dengan adanya tiga kriteria dalam menentukan seseorang terus dalam dinas tentara, yaitu tingkat pendidikan, kesehatan dan usia. Kalau ini diberlakukan, bagian terbesar perwira eks Heiho, Peta atau Gyugun akan pensiun. Mereka menuduh Blok SUAD mengabaikan nasionalisme dan patriotisme, dan mengubah prajurit pejuang menjadi tentara gajian.

Pada 13 Juli 1952, Kolonel Bambang Supeno mengirim surat ke Perdana Menteri Wilopo, Presiden dan DPRS, menyatakan tak mempercayai lagi pimpinan Angkatan Perang, khususnya Angkatan Darat yang dipimpin Nasution. Bambang Soepeno didukung oleh Menteri Pertahanan Sultan Hamengkubuwono IX.

Akibatnya, Kolonel Bambang Supeno diskors oleh KSAD. Surat Soepeno segera menjadi perhatian DPR. Akhirnya terjadilah peristiwa 17 Oktober 1952. Saat Nasution dan perwira tinggi lainnya menghadap Presiden Sukarno, di luar istana ada demontrasi yang direkayasa kubu Nasution, ditambah lagi pasukan artileri dengan meriam terkokang yang dipimpin Letkol Kemal Idris.

Mereka menuntut parlemen dibubarkan. Aksi ini yang membuat Soekarno murka. Nasution dicopot dan diganti dengan Kol. Bambang Sugeng yang dianggap netral, sementara Bambang Soepeno dipulihkan dinas militernya. Krisis ini akhirnya berakhir tahun 1955, dengan dikembalikannya jabatan KSAD kepada Nasution oleh Soekarno.Pada tahun 1956, Pimpinan Angkatan Darat (Nasution-Zulkifli Lubis), berencana menunjuk Bambang Soepeno sebagai Panglima Divisi Diponegoro. Tetapi kabar penunjukan ini bocor ke daerah. Dalam memoar Yoga Sugama, menyebutkan bahwa Letkol Soeharto mengutarakan mosi penolakan perwira terhadap penunjukan Soepeno.

Alasannya, kepemimpinan Soepeno berpotensi menimbulkan konflik internal kodam. Akibatnya lagi-lagi membuatnya gagal menjadi panglima. Setelah itu posisinya tidak cukup jelas, sekadar mengisi posisi staf pimpinan. Nasution pun meski mengaku secara pribadi tak memiliki dendam pada Soepeno, pada kenyataannya tak pernah menaikkan pangkat Soepeno. Padahal banyak perwira yunior menjadi jenderal.Karir Soepeno sedikit terangkat begitu KSAD baru Letjen Ahmad Yani naik. Oleh Ahmad Yani, setelah berpulangnyaWakasad Gatot Subroto, Soepeno diberi jabatan sebagai wakasad. Meski demikian, Yani tak kuasa juga untuk cepat-cepat memberikan pangkat jenderal.

Yani harus mencari momentum tepat sampai anggota Wanjakti lainnya siap berdamai dengan masa lalu Soepeno. Namun untuk kesekian kali, nasib kurang baik bagi Soepeno. Ahmad Yani yang berada di belakangnya malah dibunuh dalam peristiwa Gestok 1965. Ia yang praktis bukan lagi perwira yang diperhitungkan, juga ikut digulung oleh penguasa militer baru, Mayjen Soeharto. Tak jelas apa pasal yang dituduhkan padanya. Lima tahun lamanya Soepeno hidup dibui, sampai akhirnya dibebaskan pada tahun 1971 dan namanya direhabilitasi kembali.Namun, rehabilitasi ini hanya pepesan kosong, karena ia tak mendapat ganti rugi apalagi kembali ke jabatan lama. Apalagi pembebasan itu tak berarti banyak karena jiwa dan fisik Soepeno sudah terampas sejak di dalam penjara.

Setelah tiga tahun berkumpul kembali dengan istrinya, Sri Kusdiantinah, serta anak-anak, pada tahun 1974 Bambang Soepeno meninggal dunia karena sakit yang dideritanya semenjak dari dalam penjara. Pemerintah akhirnya memberikan pangkat anumerta Brigadir Jenderal untuk Bambang Soepeno. Sayangnya, Soepeno meraih bintang di pundaknya pada saat ia tak lagi punya nyawa. (Masru'i)

Share:

Babat Habis Kapal Eks Asing

Targethukumonline. Pati - Sejak merilis larangan kapal eks asing, langkah Menteri Susi Pudjiastuti kerap kontroversial. Ada sekitar seribu lebih kapal yang 'hilang' alias tak beroperasi.

Pencurian ikan tak hanya menimbulkan masalah bagi pemerintah, namun nelayan itu sendiri. Bagi nelayan kecil, hasil tangkapan mereka berkurang karena karena diduga dilakukan oleh pencuri ikan secara berlebihan.

Nelayan asal Juwana, Pati, Jawa Tengah Syafii mengakui pencurian ikan membuat dia merugi karena tangkapan yang selalu berkurang. Tak hanya ikan besar, sambungnya, ikan kecil pun malah sempat sulit ditangkap.

Berkurangnya hasil tangkapan karena dugaan pencurian ikan itu menjadi pekerjaan rumah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Tidak tanggung-tanggung, dia membabat habis para pelaku penangkapan ikan.

Sejak memimpin KKP pada 2014, Susi tidak hanya memberantas para pelaku pencurian ikan dari asing, namun juga dalam negeri. Salah satunya adalah melarang penggunaan kapal eks asing yang banyak digunakan oleh pelaku industri perikanan di wilayah perairan Indonesia. Langkah mengatasi pencurian ikan itu menjadi bagian dari upaya Jokowi menempatkan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia.

Dari data yang diperoleh KKP pada saat dirinya mulai menjabat, ditemukan dari total 600.000 kapal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia, sedikitnya ada 1.602 kapal yang merupakan kapal eks asing.

Perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat itu menegaskan kapal-kapal eks asing ini telah menjadi batu loncatan para mafia perikanan yang mengimpor hasil tangkapan perikanan dari wilayah Indoneisa secara besar-besaran. "Ikannya dibawa keluar di tengah laut, tangkapan mereka banyak sekali," kata Susi saat itu.

Namun langkah Susi membuat sebagian pelaku usaha perikanan pun protes. Masalahnya, tak sedikit para pelaku usaha perikanan yang malah gulung tikar setelah kapal eks asing mereka dilarang beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan.

Memang betul, kapal saya kapal eks asing, sudah beroperasi selama 25 tahun, tapi kami jujur, semua dokumen lengkap, makanya kami bingung kenapa kok kena moratorium," kata Aries Liman, pemilik usaha perikanan PT Ocean Mitramas, ketika dikonfirmasi targethukumonline, pekan ini.

Sebanyak 10 kapal miliknya dilarang beroperasi sejak dua tahun lalu. Berbagai upaya telah dia lakukan sebab dia merasa tidak ada yang salah dengan perizinan maupun kapal miliknya.

Berbagai usaha pun telah dilakukan oleh Aries, bahkan dia sempat menemui dan menyampaikan secara langsung keluh kesah terkait moratorium kapal miliknya kepada Menteri Susi.

Namun, saat itu Susi justru menanggapinya dengan menantang Aries agar melaporkan kebijakan moratorium yang dikeluarkannnya kepada Pengadilan Tata Usaha Negara.

"Kalau sampean tidak suka dengan kebijakan saya, PTUN-kan saja," kata Susi kala itu.

Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin) sebelumnya menilai KKP terlalu fokus pada langkah konservasi perikanan sehingga berimbas pada kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan. Di antaranya, jumlah kapal yang terus mengalami penurunan hingga ribuan unit.

Sekretaris Jendral Astuin Hendra Sugandhi mengatakan, upaya pemerintah yang terlalu fokus pada pengendalian penangkapan ikan menurut dia terlalu berlebihan.

Ini terus bertambah, bahkan per tanggal 12 Februari saja total jumlah kapal yang 'hilang' sudah mencapai 1.782 kapal sejak tahun 2016, bagaimana nasib nelayan kalau kapal-kapal mereka didekontruksi," kata Hendra.

Hendra menyebut dalam kurun Desember 2016 hingga akhir Januari saja, Indonesia telah kehilangan 538 unit armada kapal penangkap ikan di wilayah konsesi organisasi pengelolaan perikanan regional (RFMO).

Berdasarkan data Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), jumlah kapal di Indonesia saat hanya mencapai 157 kapal dengan rata-rata 71,04 gross ton per kapal. Jika dibandingkan dengan negara lainnya, jumlah ini jauh berbeda. Jepang misalnya, mendominasi dengan 223 kapal penangkap ikan.

Di sisi lain, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) pun mengkritik orientasi pembangunan maritim di Tanah Air. Hal itu disebabkan oleh pembangunan yang berorientasi pada infrastruktur sehingga berimbas pada peminggiran nelayan.

Permasalah tak kunjung selesai, seperti reklamasi yang merampas ruang hidup nelayan kecil,” kata Ketua DPP KNTI Marthin Hadiwinata dalam keterangannya, Kamis (6/4).

Dia menuturkan belum ada partisipasi penuh nelayan pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Salah satunya adalah soal penataan ruang laut yang harus memastikan zonasi perikanan skala kecil dan berkelanjutan. (J©j©)

Share:

Sabtu, 08 April 2017

Dirgahayu TNI AU Ke - 71

Targethukumonline. Pati - Perjuangan adalah sebuah bukti TNI AU sudah mencecap getir pahitnya sebuah perjuangan dan doa hingga mencapai kemerdekaan yang hakiki. Segenap jiwa raga dari melawan Jepang, penjajahan Belanda adalah bukti perang 10 November 1945 adalah perang terbesar setelah perang dunia II.

Tidak sedikit pengorbanan rakyat arek-arek Suroboyo laskar rakyat juga BKR badan keamanan rakyat yang bahu membahu mengusir penjajah dinegeri ini, ribuan Pahlawan telah gugur sebagai Kusuma Bangsa.

Pengurus Group Mengucapkan DIRGAHAYU TNI  AU KE -71. Semoga tetap jaya dan kuat..sebagai penjaga dan pelindung Angkasa Indonesia.

Tetap di garda terdepan menjaga kedaulatan NKRI
Bravo TNI AU
Bravo TNI
Bravo Indonesia
Karena TNI adalah miliknya rakyat Indonesia, janganlah gentar melawan musuh-musuhmu rakyat selalu bersamamu, jiwa ragamu adalah bersama rakyat. Merdekaaaaaaa!!!!!

SWA BHUANA PAKSA

TTD : All Pengurus Group (Kabar Desa / Target Hukum / Suarapatinews). (J©j©)

Share:

Polsek Juana Siaga Ciptakan Kamtibmas Dan Antisipasi Balap Liar

Targethukumonline. Pati - Sabtu malam minggu tgl (8/4/17) pukul 21.00 WIB. Polsek Juwana  Dipimpin Kanit Reskrim IPTU SUWARNO, Polsek Juwana melaksanakan Apel Siaga Malam minggu dalam rangka ciptakan kamtibmas aman tertib dan kondusif serta Antisipasi Balap liar.

Demi keamanan wilayah kantibmas Polsek kecamatan juwana Kabupaten Pati akan antisipasi balap liar anak-anak geng motor di jalan raya juwana. 

IPTU SUWARNO memberikan pengarahan kepada anggotanya agar malam minggu di wilayah juwana kususnya, bisa terus aman tertib dan terkendali, demi masyarakat di wilayah juwana dan sekitarnya juga pengguna jalur Pantura agar masyarakat merasa bisa merasakan kenyaman dan bebas adanya balap liar yang sering dilakukan di jalan raya.

Karna sering kali setiap malam mingguan anak-anak pada balap liar kususnya di depan toko SEPAKAT, karna sering kali banyak masyarakat yang mengeluhkan adahya balap liar setiap malam mingguan di depan toko sepakat itu.

Karena dari pantauan awak media TH sendiri setiap malam mingguan sering lewat dan melihat anak-anak remaja balap liar di wilayah situ, dan memang sangat susah diatur balap liar di sepanjang jalan depan toko sepakat itu, sangat mengganggu warga juwana khususnya yang lagi menikmati bermalam mingguan bersama kelurga untuk melepas lelah dan penat setelah bekerja tak kenal lelah demi kebutuhan keluarganya.

Warga berharap adanya pelaksanaan cipta kantibmas aman, tertib dan kondusif serta antisipasi balap liar yang di laksanakan oleh Polsek Juana betul betul bisa menciptakan suasana malam minggu yang kondusif aman demi kenyamanan masarakat di wilayah juwana. Agar masyarakat betul-betul merasakan kenyamanan bersama keluarga untuk malam mingguan. (J©j©)
Share:

Perlawanan Ki Bagus Rangin Dan Rakyat Kuningan

Targethukumonline. Kuningan - Memasuki abad ke-19, proses perpindahan kekuasaan dari VOC kepada pemerintah kolonial Belanda terus berjalan. Bersamaan dengan itu, pelbagai kebijakan diturunkan oleh penguasa yang baru terhadap rakyat, salah satunya adalah ketentuan mengenai penyewaan tanah kepada orang-orang Tionghoa di daerah Palimanan yang terletak di antara Jatitujuh dan Majalengka dan termasuk wilayah Kesultanan Cirebon.

Harga sewa yang tinggi membuat pihak penyewa tanah, yaitu orang-orang Tionghoa, memeras tenaga rakyat dan mengenakan pajak yang tinggi untukmenutup modal serta meraup keuntungan yang besar. Dalam tulisan “Perlawanan di Tatar Sunda” yang dieditori oleh Taufik Abdullah dan A.B. Lapian, Nina Lubis menulis, bahwa kondisi itu membuat rakyat mengeluh dan mengadu pada pemerintah, namun ternyata diabaikan.

Dari sana lah kemudian benih-benih perlawanan masyarakat terhadap penguasa kolonial mulai tersemaikan.Asik Natanagara mengungkapkan dalam “Sadjarah Soemedang ti Djaman Kompeni Toeg Nepi ka Kiwari” bahwa Bagus Rangin menyetujui untuk memimpin gerakan perlawanan setelah sejumlah rakyat Palimanan meminta bantuannya.

Pusat gerakan Bagus Rangin sendiri terletak di sekitar daerah Jatitujuh, termasuk Kabupaten Majalengka yang berada di sebelah barat daya pusat kota Cirebon. Gerakan ini berjalan selama kurang lebih 14 tahun, sejak tahun 1805 hingga 1818, dengan memakan korban yang amat banyak dari kedua belah pihak termasuk tokoh-tokoh pentingnya.

Dalam Sejarah Tatar Sunda, Lubis menjelaskan bahwa perlawanan tersebut berakhir saat Sultan Sepuh turun tangan mengurus gerakan ini. Dalam sebuah kontak senjata yang terjadi pada 8 Agustus 1818 di daerah Sumber, perlawanan pasukan Bagus Serit dapat dipatahkan dan mereka pun dihukum oleh pemerintah kolonial.

Meski pada akhirnya gerakan untuk membela rakyat yang menderita karena kerja paksa ini dapat dilumpuhkan, pengaruhnya tidak dapat dianggap sebelah mata karena ternyata kegiatan perlawanan meletus di banyak daerah Keresidenan Cirebon, termasuk di antaranya adalah di wilayah Kuningan.

Perlawanan yang terjadi di Kuningan digalakkan oleh para pemimpin lokal yang tidak menyukai kebijakan ekonomi pemerintah kolonial, seperti Demang Wargagupita dari Kuningan, Jurangprawira dari Linggajati, dan Jangbaya dari Luragung. Ketentuan pemerintah yang dibenci oleh para elit lokal tersebut salah satunya adalah kebijakan Daendels mengenai penggandaan setoran padi kepada pemerintah yang mereka anggap terlalu memberatkan beban kehidupan masyarakat. Terkait hal itu, Daendels memiliki pikiran yang berbeda. Walaupun mencurigai adanya sejumlah ketidakberesan lain, ia melihat sumber masalah terdapat pada kehadiran orang-orang Tionghoa.

Hal itu berdasarkan laporan tentang pemberontakan lokal yang menuduh kekejaman pemilik tanah dan pedagang Tionghoa terhadap penduduk sebagai penyebab utamanya, seperti tulis Daendels dalam karangannya yang diterbitkan tahun 1814, Staat der Nederlandsche Ostindische bezittingen, Bijlangen, Organique Stukken, Prepatoire Mesures No. 31. Dengan demikian, kita dapat melihat bagaimana menderitanya penduduk Jawa Barat saat itu. Dua pungutan pajak yang berbeda, 1 untuk pemerintah dan 1 untuk tuan tanah, benar-benar memberatkan masyarakat, hingga terjadi perlawanan rakyat kecil yang mematikan penuh semangat heroik hingga titik darah penghabisan. (Mul¥©π©)

Share:

Jejak Kaum Muslimin Tionghoa Di Palembang

Targethukumonline. Palembang - Kaum Muslim Tionghoa yang datang ke Palembang sebagian besar bermazhab Hanafi, sebab di masa Dinasti Ming, sebagian besar masyarakat Muslim di Tiongkok menganut mazhab tersebut. Mereka yang datang ini selain sebagai ulama, pedagang, juga pengrajin, tabib, ahli masak dan ahli pertukangan. Lantaran Palembang sejak masa kerajaan Sriwijaya sudah dipengaruhi tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa, membuat kaum muslim Tionghoa ini gampang membaur.

Artinya tidak ada perbedaan yang mencolok mengenai tradisi dan budaya antara masyarakat Palembang dengan para pendatang Muslim Tionghoa. Banyak di antara mereka menikah dengan masyarakat Melayu yang masih menganut agama Budha atau Hindu, sehingga melalui tali perkawinan mereka turut menyebarkan ajaran Islam.

Contohnya seperti yang dilakukan seorang gadis Muslim Tionghoa yang sering dipanggil Putri China (putri kian), yang menetap di Kuto Gawang, Palembang, menikah dengan Prabu Kertabumi Brawijaya V seorang pangeran yang menjadi Raja terakhir kerajaan Majapahit yang kemudian melahirkan Raden Hasan atau dikenal sebagai Raden Fatah, selaku pendiri Kesultanan Demak.Bahkan Putri China ini pun menikah dengan Ario Damar—putra Prabu Kertabumi Brawijaya V—yang menjadi pemimpin Palembang, yang melahirkan Raden Husin atau yang dikenal sebagai Raden Kusen. Ario Damar sendiri masuk Islam, dan mengubah namanya menjadi Ario Abdillah atau biasa disebut Ario Dillah.

Pembauran Muslim Tionghoa dengan Melayu dan Jawa ini yang kemudian melahirkan etnis Palembang yang dikenal saat ini," kata Abdul Azim Amin, sejarawan dari IAIN Raden Fatah Palembang. Abdul Azim Amin yang biasa dipanggil 'Cek Ajim' ini merupakan keturunan Chu Yu-chien atau Zhu Yujian, pendiri kampung muslim Tionghoa yakni Saudagar Kocing di 3-4 Ulu Palembang.

Menurut Cek Ajim, tradisi Muslim Tionghoa yang bermazhab Hanafi sampai saat ini masih mempengaruhi tradisi muslim di Nusantara, khususnya di Palembang, seperti peringatan orang meninggal dunia; tiga hari, tujuh hari, atau 40 hari. Tradisi ini sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa yang sangat menghormati para leluhurnya.

Pengaruh lainnya yakni seni kaligrafi yang menghiasi rumah maupun peralatan rumah tangga, pakaian, rumah, makanan, tabib atau pengobatan, masjid, termasuk pula tempat pemakaman. Dapat dikatakan hampir semua arsitektur masjid tua di Palembang sangat dipengaruhi oleh arsitektur Tiongkok. Seperti dilihat dari gubahnya, kaligrafi, maupun tiang, pintu dan jendelanya. Masjid-masjid tua itu seperti Masjid Agung, Masjid Lawang Kidul,Masjid Suro, dan Masjid Ki Marogan.

"Jadi kalau ditanya yang mana Muslim Tionghoa itu, ya dapat dikatakan wong Palembang asli itulah Muslim Tionghoa," kata Cek Ajim."Wong Palembang ini bukan berarti yang menetap di Palembang, juga yang menetap di daerah pedalaman," lanjutnya.Pembauran muslim Tionghoa dengan suku Melayu maupun etnis lain seperti Arab, India, dan Persia, ini yang membuat sejumlah orang Palembang berparas mirip orang Tionghoa atau wajahnya memiliki khas tertentu yakni memiliki pipi gembul.

Memang tidak dapat dinyatakan secara pasti Muslim di Palembang hanya dipengaruhi oleh kaum Muslim Tionghoa.Sebab di masa Kesultanan Palembang Darussalam, berdatangan juga para ulama dari Hadramaut, Yaman. Termasuk sebelumnya banyak pedagang dari Gujarat, Persia, yang muslim, telah mengunjungi Palembang. Justru pada saat ini sebagian besar kaum muslim di Palembang bermazhab Syafei yang banyak disebarkan para ulama dari Hadramaut serta keturunan Raden Fatah di Jawa, terutama dari Pajang. Raden Fatah sendiri sama seperti ibundanya, Putri China, menganut mazhab Hanafi.

Pada kedatangan Cheng Ho yang kedua ke Palembang pada 1414, dia membawa 63 kapal dengan 28.560 penumpang. Misi kali ini dia memburu dan membawa Sekandar, seorang tawanan dari Sumatera.

Sekandar kemudian dihukum mati di Tiongkok. Mengacu kronologi Barnes, di abad ke-13 setidaknya 83.980 orang China singgah ke Palembang. Sebagian besar mereka itu tentunya kaum muslim, sebab Tiongkok tengah dikuasai Dinasty Ming yang merupakan simbol kekuasaan Muslim di Tiongkok. Cheng Ho atau Zheng He, nama aslinya Ma Huan.

Nama depan 'Ma' dalam khasanah sinologi, melambangkan panggilan buat kaum muslim yang bernama Muhammad. Proses sintesa antara kaum Muslim dari Arab dan Persia,dengan orang Cina, khususnya suku Han, berlangsung sejak abad ke-12. Jadi, diperkirakan Cheng Ho, seorang Muslim dari suku Han.Lalu, kenapa dipanggil Zeng He atau Cheng Ho? Nama depan 'Zheng' serumpun dengan 'Cheng, Chung, atau Trinh (orang vietnam)' berasal dari gelar adipati dalam kerajaan Zheng di wilayah timur Hua, provinsi Shanxi, yang dihapuskan oleh Dinasti Han (206 SM-220). Sejak itu, orang-orang di sana gemar memakai nama depan Zheng.

Cheng Ho atau Zheng He, karena itu, merupakan gelar yang diberikan kaisar Ming kepada Ma Huan."Diperkirakan, kedatangan leluhur saya dari Kochin ke Palembang, mengikuti jejak perjalanan Cheng Ho," kata Cek Ajim. Leluhur Cek Ajim ini kemudian menetap di 3-4 Ulu, kemudian disebut sebagai kampung "Saudagar Kucing", semacam penanda seorang saudagar yang berasal dari kampung Kucing (Kochin). Saudagar Kucing yang dimaksud itu bernama asli Chu Yu-chien. Dia adalah cucu Chu Yü-chien, seorang pangeran dari Tiongkok. Diceritakan Cek Ajim, kakeknya Chu Yu-chien atau Zhu Yujian mangkat sebagai pejabat ketika penguasa Manchu dari Manchuria menangkap Kaisar Ming di ibukota Peking, dan mendirikan dinasti Qing (1644-1911).

Chu Yu-chien adalah pewaris terakhir tahta Dinasti Ming.Sebagai seorang pangeran Ming, Chu merupakan keturunan langsung dari kaisar dinasti Ming yang pertama, Hung-Wu (1368-1398) yang memerintah sejak kejatuhan ibukota Peking. Ming suku bangsa asli di Tiongkok terakhir yang memerintah kedinastian selama hampir tiga abad antara kejatuhan Dinasti Yuan-Mongol (1271-1368) dan kenaikan Qing-Manchu. Dinasti Ming menyatukan kembali apa yang kini disebut Negeri Cina setelah hampir 400 tahun diduduki bangsa asing: Mongol dari stepa Asia dan Manchu dari pedalaman Manchuria.

Berbeda dengan kaum muslim Tionghoa atau pendatang terdahulu yang banyak membaur dengan penduduk setempat, maka para imigran Tionghoa yang datang di masa kolonial Belanda, di mana Tiongkok dikuasai Dinasti Qing yang memusuhi kaum muslim, dimasukan sebagai kelas kedua bersama para pendatang lainnya. Penduduk asli yang mayoritas Islam diletakan sebagai kelas ketiga.

Sementara kaum muslim Tionghoa yang masih asli dipulang penjajah Belanda ke Tiongkok yang biasa disebut 'Huakiao'.Akibat politik 'memecah-belah' itu menyebabkan etnis Tionghoa yang non-Muslim, tidak mau memilih agama Islam sebagai keyakinan, meskipun Islam pernah menyatukan seluruh daratan Tiongkok di masa Dinasti Ming. Jika tidak memeluk Katolik, Protestan, Budha, mereka memeluk agama para leluhurnya yakni Konghocu.

Ada dua alasannya, pertama mereka takut dikucilkan atau dikembalikan ke Tiongkok oleh kolonial Belanda, dan yang kedua dalam perkembangan selanjutnya mereka setuju dengan penempatan sebagai kelas kedua yang tentu saja berbeda dengan penduduk asli.Meskipun demikian masih banyak kaum Tionghoa yang secara diam-diam masih memegang Islam sebagai agama atau kepercayaannya. Mereka ini kemudian turut terlibat dalam berbagai kegiatan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Setelah peristiwa 1965 yang mana banyak etnis Tionghoa dituduh terlibat dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berbuntut pemulangan ribuan etnis Tionghoa ke Tiongkok—etnis Tionghoa di Palembang mulai banyak memeluk agama Islam.

Kaum Muslim Tionghoa ini kemudian banyak bergabung dengan PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia), yang saat ini jumlah anggotanya di Indonesia mencapai 85 ribu lebih.Berbeda dengan Muslim Tionghoa sebelumnya, Muslim Tionghoa di masa kini banyak mengikuti mazhab Syafii, yang merupakan mazhab mayoritas kaum muslim di Indonesia, yang mulai berkembang di masa Kesultanan Demak yang dipindahkan ke Pajang. (Mul¥©π©)

Share:

Panglima TNI Cek Langsung Server PT Sacofa Malaysia

Targethukumonline​. Kepri - Sebuah perusahaan teknologi asal Malaysia membuat ulah dengan memasang server dan kabel Fiber Optik (FO) bawah laut di wilayah laut Indonesia.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI L. Pusung, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Soemantri, mengecek secara langsung server dan kabel FO bawah laut milik perusahaan telekomunikasi PT. Sacofa asal Malaysia yang melanggar kedaulatan NKRI di Desa Tarempa Barat, Kec. Siantan, Kab. Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (6/4/2017).

Terkait pelanggaran yang dilakukan perusahaan telekomunikasi tersebut, Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi S.E. untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa, karena belum memiliki ijin dari pemerintah RI sehingga melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa penghentian operasional perusahaan telekomunikasi tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menjelaskan bahwa, kabel fiber optik milik PT. Sacofa yang melintang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara. Kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bila ada tambahan perangkat lain sehingga bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada dipermukaan maupun kapal selam,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, operasional PT Sacofa sebenarnya telah berakhir pada 26 November 2016 dan sudah diputuskan untuk penghentian ‎operasionalnya, namun pada tanggal 23 Maret 2017 beroperasi kembali.

Dari Kemenkopolhukam sudah menyampaikan bahwa perusahaan ini tidak boleh beroperasi lagi karena masalah ini menyangkut kedaulatan Negara, dan kedaulatan negara adalah urusan TNI,” katanya.

Menurut Panglima TNI, Pulau Anambas dan Natuna merupakan pulau yang lokasinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. “Tentara Nasional Indonesia wajib melindungi agar kedaulatan NKRI tetap terjaga,” pungkasnya. (Mul¥©π©)

Share:

Penetapan Pasangan Haryanto-Arifin Sebagai Bupati Pati

Target Hukum Online. Pati - Setelah menunggu hampir dua bulan lebih setelah pelaksanaan Pilkada serentak dan juga menunggu keputusan MK. KPU Pati menetapkan pasangan tunggal Bupati Pati dan Wakil Bupati Pati terpilih. Ketua KPU Kabupaten Pati M. Nasich hari Jumat ( 7/4/2017 ) telah menetapkan Bupati Pati - Wakil Bupati Pati terpilih  periode Th 2017 -  Th 2022 adalah H. Haryanto - Saiful Arifin.

Dalam penetapan Bupati Pati serta Wakil Bupati Pati dilaksanakan di Aula KPU Kabupaten Pati yang dihadiri Komandan Kodim 0718 Pati Letkol (Inft) Andri Amijaya Kusumah S.Sos , Kasdim 0718 Pati May (Inft) Agus Supriyadi, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK, Ketua DPRD Pati , Wakil Ketua DPRD Pati, Ketua Panwas Kabupaten Pati, Pejabat Forkopimda Kabupaten Pati, Partai pengusung Bupati Pati dan Wakil Bupati Pati.

Selamat kepada Bapak H. Haryanto SH. MM. MSi bersama Bapak Saiful Arifin atas berkat Rahmat Alloh SWT, bersama dukungan semua lapisan masarakat wilayah Kabupaten Pati hingga terpilihnya kembali memimpin Kota Pati tercinta ini.

Semoga dalam  kepemimpinan di periode Th 2017 - Th 2022 dalam lindungan Alloh SWT hingga mewujudkan Kota Pati akan lebih baik pembangunan yang merata di segala bidang, GemahGemah Ripah Lohjinawe Toto Tentrem Kartoraharjo. Baldotun Toyibatun Warofun Ghofur, menuju Amar Makruf Nahi Munkar. (Luk!T0)

Share:

Jumat, 07 April 2017

Ribuan Warga Rembang Dukung Pabrik Semen

Target Hukum Online. Rembang - Ribuan warga dan masyarakat di sekitar pabrik semen Indonesia di Tegaldowo kecamatan Gunem kabupaten Rembang, membuat deklarasi dukungan surat untuk Presiden di atas kertas semen dengan ditanda tangani ribuan masyarakat sebagai bentuk dukungan beroperasinya pabrik semen dikabupaten Rembang, Jum'at tgl (7/4/2017). Bahkan kegiatan tersebut tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kategori menulis surat di atas rangkaian kertas semen sepanjang 300 meter oleh peserta terbanyak yakni sekitar 3000 orang.

Laskar Brotoseno selaku penyelenggara kegiatan melalui Wakil Ketuanya, Dwi Joko Supriyanto mengatakan surat yang ditujukan untuk Presiden dengan ribuan tanda tangan tersebut bertujuan ingin menunjukkan kepada orang luar kota bahwa yang mendukung berdirinya pabrik semen lebih banyak dibanding yang menolak. Ia mengklaim lebih dari 90 persen masyarakat sangat mendukung.

Selama inikan seolah-olah yang diekspos media luar warga masyarakat Rembang tidak mendukung berdirinya pabrik semen, yang menolak banyak, padahal yang menolah sedikit," tegasnya.

Ia menuturkan surat tersebut akan dibawa ke Presiden Jokowi. Surat tersebut sebagai bukti bahwa sudah banyak masyarakat yang menerima manfaat dari keberadaan pabrik semen Indonesia.

Penandatanganan surat dukungan pabrik semen yang dirangkai dengan kegiatan jalan sehat peringati Hari Kesehatan Internasional itu dilakukan di embung Tegaldowo. Dimana embung tersebut dibangun oleh PT. Semen Indonesia agar warga tidak kesulitan mengakses air.

Tulisan warga ke Presiden berbunyi, kami warga mendukung adanya pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Banyak manfaat yang kami dapatkan mulai dari peningkatan ekonomi, pendidikan dan sarana prasarana meskipun pabrik Semen Indonesia belum menambang. Jangan takut pak, Kami mendukung untuk melanjutkan operasi pabrik Semen Indonesia. Hanya satu permintaan kami, Lanjutkaaaaan!!!

Sementara itu Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto saat diatas panggung acara Hari Kesehatan Internasional mengapresiasi kegiatan pembuatan surat dengan tanda tangan ribuan warga,menurutnya hal itu merupakan hak mereka.

Dirinya berpesan yang terpenting masyarakat menjaga kesehatan dan kerukunan meskipun ada perbedaan pendapat. Yang terpenting yang pro dan kontra jangan sampai ada ada gesekan. Apalagi gesekan fisik," harapnya.

Acara pemecahan rekor muri ini sebagai bagian dari peringatan hari kesehatan internasional yang diselenggarakan Laskar Brotoseno hari ini Jumat (7/4) di desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang yang diikuti oleh warga dari Desa Kadiwono, Kajar, Pasucen, Timbrangan, Suntri, Dowan dan Tegaldowo. ($@b@r!)
Share:

Kecelakaan Dijalan Pantura Juana Pati

Targethukumonline. Pati - Jalan pantura Pati Juana kembali menelan korban, telah terjadi kecelakaan sebuah truk tleler di jalan pantura desa guyangan pukul 15.30 WIB, dari kejadian ini diharapkan untuk pendara baik pengendara motor atau mobil diharap untuk berhati hati di jalan karena sekarang banyaknya mobil atau motor yang sedang berjalan.

Menurut informasi kejadian yang telah di dapat wartawan target hukum dari saksi yang melihat keronologi kejadian mengatakan, bahwa truk tleler dengan nopol AC 9995 UR yang berjalan dari arah barat mau ke timur telah berjalan lumayan kencang di sebelah kiri jalan dan oleng karena tidak menguasai kendaraan yang akhirnya truk masuk ke sungai.

Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa dan di duga sang sopir mengantuk. Sampai berita ini di turunkan kejadian kecelakaan masih di tangani oleh anggota laka lantas Polres Pati. Kejadian ini sudah sering kali terjadi karena human eror atau ketidak hati hatian para pengguna kendaraan yang cenderung ugal-ugalan bahkan angka kecelakaan dipati termasuk tertinggi di Jawa Tengah. ($@b@r!)
Share:

Kamis, 06 April 2017

Pembunuh Tikus Paling Top Bagi Petani Pati

Targethukumonline. Pati - Kemerebakan hama tikus yang menyerang tanaman pertanian di Desa Tawangharjo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati membuat petani frustrasi.

Melalui kelompok tani, mereka pun mengambil langkah penanganan dengan memanfaatkan burung hantu. Rumah penangkaran burung hantu dibangun dan dikelola bersama.

Pemerintah desa (pemdes) mendukung penuh penanganan hama tikus dengan cara yang ramah lingkungan itu. ”Sebelum membuat penangkaran, petani studi banding ke Desa Babalan  Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.

Ini salah satu upaya untuk mengatasi serangan hama tikus yang telah lama terjadi dan sulit diberantas,” kata Kepala Desa Tawangharjo, Sudarmono di sela-sela peresmian tempat penangkaran burung hantu di desanya, Sabtu tgl (1/4).

Sebelumnya, petani dibantu banyak pihak melakukan gerakan gropyokan tikus di sawah. Dalam kesempatan itu, Bupati Pati Haryanto turut terjun langsung berburu hewan pengerat tersebut.

Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Mokhtar Efendi menyatakan, pemberantasan hama tikus perlu dilakukan dengan cara yang tak berbahaya. Gropyokan yang diikuti dengan penangkaran burung hantu disebutnya merupakan solusi tepat.

Menggunakan kawat beraliran listrik sangat berbahaya bagi keselamatan petani. Sudah banyak kejadian orang tersengat listrik di sawah,” paparnya. Dia juga mendukung penuh pengembang biakkan burung hantu.

Mengingat sudah ada beberapa desa di Pati yang berhasil mengembangkannya. Hasilnya pun dapat dirasakan petani. Babalan, merupakan daerah pertama di Pati yang sukses mengembangkan burung hantu.

Petani desa tersebut belajar penangkaran hewan yang biasa berburu pada malam hari itu ke sejumlah daerah, salah satunya di Kecamatan Guntur, Demak.

Sejauh ini petani di banyak daerah di Pati lebih memilih memasang perangkap kawat beraliran listrik di sawah untuk mengatasi hama tikus. Cara demikian tak hanya berbahaya bagi keselamatan petani, tetapi tak efektif mengurangi populasi tikus.($.G!T0)

Share:

E- Tilang Diterapkan Disatlantas Polres Pati

Target Hukum Online. Pati - Sistem tilang elektronik (E-Tilang) mulai diberlakukan di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati. Penerapan tersebut akan diberlakukan di semua wilayah Kabupaten Pati. Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari membenarkan jika sistem tersebut akan diperlakukan secara serentak di seluruh wilayah.

Dengan pemberlakukan sistem Elektronik (E- tilang) para pelanggar tidak harus menghadiri sidang di pengadilan. Pelanggar cukup membayar denda pelanggaran lalu lintas di BRI untuk mengambil barang bukti yang disita petugas. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan sistem yang telah diterapkan beberapa waktu yang lalu.

Petugas sudah akan menerapkan E-tilang di Pati termasuk wilayah yang ada di kecamatan. Apabila para pengendara atau pengemudi yang terkena razia jika terbukti melakukan pelanggaran akan langsung didata petugas menggunakan E-tilang di Android.

Pelanggarnya harus membayar denda di Kantor BRI untuk mengambil barang bukti yang disita, bisa SIM atau STNK. Denda yang diterapkan kepada pelanggar merupakan denda maksimal. Misalnya, pelanggar tidak membawa SIM, dia akan dikenakan denda maksimal Rp 1 juta dengan menyetorkan dendanya ke Kantor BRI terdekat.

Bila namun bila pihak Pengadilan memutuskan denda kurang dari Rp 1 Juta maka kelebihannya akan dikembalikan kepada para pelanggar melalui Kantor BRI. Dimana sebelumnya para pelanggar akan mendapatkan pesan SMS yang berisi informasi putusan tetap dari Pengadilan. Kasat Lantas Polres Pati menambahkan jika pemberlakuan E-tilang diharapkan bisa meminimalisasi adanya calo.

Selain itu, E-tilang diakui jauh lebih efektif ketimbang mekanisme tilang konvensional yang biasa dilakukan selama ini. Pihaknya mengingatkan kepada semua pengendara atau pemakai jalan untuk mempersiapkan surat kendaraan beserta SIM jika melakukan perjalanan dimanapun. Pihaknya selalu bersikap tegas jika tidak dilengkapi surat penting pihaknya akan melakukan sistem E tilang kepada semua pelanggaran. ($@b@r!)

Share:

Senin, 03 April 2017

Lomba Gotong Royong Desa Soneyan Optimis Maju Ketingkat Nasional

Target Hukum Online. Pati - Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso sontak menjadi ramai dan meriah, bukan karena ada pentas hiburan, akan tetapi adanya rombongan tamu penting dari tim penilai lomba gotong royong tingkat Propinsi Jawa Tengah yang di dampingi rombongan dari pejabat dari pemda kabupaten Pati dan ketua TP PKK kabupaten Pati ibu Sushariyanto.

Dalam penilaian lomba gotong royong tingkat propinsi Jawa Tengah yang di selenggarakan pada hari Senin 03/04/2017 di Kantor Balai Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso kabupaten Pati di ikuti oleh warga masyarakat desa Soneyan yang di tasbihkan menjadi juara lomba gotong royong tingkat Kabupaten Pati, sehingga desa Soneyan berhak mewakili Kabupaten untuk lomba yang sama tingkat Propinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutan bupati Pati yang di wakili oleh asisten I sekda Kabupaten Pati bapak Drs. Setiyono MM mengatakan, desa Soneyan ini dalam kehidupan masyarakatnya mulai dari pemuda, warga lingkungan bahkan perangkat desanya, soal gotong royong tidak perlu di ragukan lagi. Oleh karena itu desa Soneyan layak menjadi pemenang lomba tingkat Kabupaten, sehingga tidak menutup kemungkinan pada penilaian lomba gotong royong tingkat Propinsi bisa menjadi juara satu, "tegas Setiyono yang memberikan ucapan selamat datang kepada tim penilai.

Semangat gotong royong dan keswadayaan yang berbasis pada nilai-nilai sosial budaya lokal mulai menurun. Salah satu upaya pemerintah daerah menumbuhkan kembali semangat kegotong royongan dan keswadayaan masyarakat dengan cara diadakan lomba gotong royong secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga tingkat nasional," imbuh Setiyono.

Melalui lomba gotong royong ini di harapkan ada semangat kebersamaan dan kegotong royongan masarakat akan mulai tumbuh kembali agar bisa mengakar, melembaga dan mekestarikan dalam kehidupan masyarakat, sehingga menjadi masyarakat hidup rukun dan damai dalam mengisi pembangunan di bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, agama serta lingkungan, "harap asisten I sekda Kabupaten Pati. Menurut Setiyono, lembaga kemasyarakatan desa Soneyan telah menunjukan peran dan kiprahnya sebagai mitra pemerintah desa guna memberdayakan masyarakat.

Dengan demikian dalam perencanaan pembangunan secara partisipatif termasuk menggerakan dan mengembangkan semangat gotong royong dan swadaya masyarakat. Dan Pemerintah Kab Pati mengapresiasi dan menyambut baik upaya masyarakat desa Soneyan dalam rangka menjaga dan melestarikan semangat kebersamaan, kerukunan, keswadayaan serta kegotong royongan dan melembaga dalam tata kehidupan sehari-hari di masyarakat," tandas sekda Kabupaten Pati.

Sedangkan Ketua Tim Penilai lomba gotong royong terbaik tingkat propinsi mengatakan," mengaku terkesan dengan semangat masyarakat desa Soneyan sudah menunjukan sifat gotong royong yang tinggi dan paduan partisipatif masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada desa soneyan yang mampu masuk dalam nominasi penilaian lomba gotong royong tingkat Propinsi Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini tim penilai akan mengkaji dan mengklarifikasi di lapangan pada hasil penilaian sebelumnya sehingga penilaian akhir akan lebih obyektif dengan kondisi yang sebenarnya. Kegiatan terbaik gotong royong tingkat propinsi Jawa Tengah 2017 ini, dimaksudkan untuk menjaga budaya gotong royong, meningkatkan kesemangatan gotong royong masyarakat di masa kini dan di harapkan mampu menumbuh kembangkan nilai-nilai gotong royong dimasa yang akan datang. Sehingga gotong royong sebagai modal sosial masyarakat yang akan tumbuh dan berkembang dalam era globalisasi saat ini.

Melalui kegiatan ini agar mampu menggalang dalam suatu masyarakat dalam pembangunan serta menemukan kembali keberhasilan dalam pelaksanaan gotong royong masyarakat. Pada saat ini seiring dengan moderenisasi globalisasi dan kemajuan tekhnologi informasi telah memberikan kemudahan bagi setiap individu dalam memperoleh hasil hidupnya.
Pemerintah Propinsi Jawa Tengah merasa memiliki kepentingan untuk melestarikan budaya gotong royong di masyarakat. Nilai-nilai gotong royong masyarakat yang akan mampu mendukung proses pembangunan yang efektif dan efesien.

Nilai-nilai gotong royong tidak terbatas pada tradisi gugur gunung , namun juga ada pengertian yang mengarah pada bidang ekonomi, sosial budaya dan agama serta lingkungan dan ketentraman.
Dengan gotong royong maka pemanfaatan sumber budaya lokal akan semakin optimal dan nilai mandiri akan semakin meningkat dalam rangka mewujudkan Jateng berdikari.

Dalam tata pemerintahan kita bahwa desa merupakan yang terendah yang memiliki hubungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu upaya menumbuhkan gotong royong di masyarakat pada tingkat desa merupakan kebutuhan yang mendesak dan sangat penting guna membangun masyarakat mandiri untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Maka kegiatan ini akan mampu di kembangkan di masyarakat secara lebih luas terhadap desa guna membantu mengatasi permasalahan dan atau mengembangkan budaya ekonomi sesama antar kelurahan. Penanaman nilai-nilai gotong royong dalam artian luas di harapkan mampu mengembangkan ekonomi produktif, infrastruktur dan termasuk lingkungan masyarakat yang berdekatan sehingga mampu mewujudkan kawasan desa yang berdikari.

Maksud dan tujuan kami datang ke desa Soneyan untuk mengingatkan kembali kelembagaan masyarakat khususnya desa bahwa gotong royong sangat penting untuk menjaga konsistensi desa serta bentuk partisipasi masyarakat dalam bentuk membangun desa.
Menurut tim penilaian lomba tingkat Propinsi bahwa penilaian lomba gotong royong terbaik tingkat propinsi harus mengacu pada empat indikator yaitu bidang kemasyarakatan, bidang sosial budaya dan agama serta bidang lingkungan hidup.

Dan harapan kami, ajang penilaian ini dapat dijadikan pemacu semangat dalam pengabdian dan pencapaian kinerja sebagai abdi masyarakat, pelayan masyarakat dan pelaksana pembangunan. Khususnya kepada tim penilai yang di tunjuk agar melakukan penilaian secara obyektif, jujur dan berani menetapkan yang terbaik di tingkat Propinsi ,” tegas Ketua tim penilai lomba . (S.D!m@n/Z@rkon!)

Share:

Limbah Aspal Bekas Dipakai Untuk Tambal Sulam Jalan Provinsi

Target Hukum Online. Pati - Musim hujan dan banjir telah usai namun masih menyisakan sebuah PR yang cukup rumit, karena hampir tiap tahunnya menyisakan lobang lobang besar yang cukup mengganggu perjalanan diantaranya jalan provinsi tepatnya di jalan pati purwodadi di kilometer 17 timur jembatan sompok desa Kayen, ketika kami para awak media Target hukum memantau proses tambal sulam di jalan tersebut mendapati banyak kejanggalan karena material yang di pakai adal aspal bekas kerukan dari jalan lingkar pati selatan.

Padahal sebelumnya sudah kami klarifikasi kepada pak Edy selaku pengawas lapangan Bina Marga Jawa Tengah sebulan yang lalu pada waktu pengerukan aspal di jalan lingkar beliau mengatakan, bahwa material aspal bekas kerukan itu di kategorikan limbah dan tidak bisa dipakai lagi walaupun itu untuk tambal sulam karena kualitasnya sudah tidak ada dan ketika terkena air hujan limbah aspal tersebut akan hancur dan tidak bisa bertahan lama, ungkapnya.

Hal inilah yang akhirnya kwalitas jalan provinsi ini menjadi ladang proyek yang cukup menjanjikan, karena nilai proyek yang cukup tinggi. Bila penggarapan proyek jalan provinsi seperti ini siapa yang bertanggung jawab jika akhirnya jalan kembali mudah rusak dan berlubang lubang. Jangan sampai dana APBD perubahan anggaran tahun ini hanya numpang lewat tanpa adanya kerjasama dari pihak-pihak terkait untuk saling mengawasi dan melengkapi, semoga kedepannya pembangun dari pemerintah daerah setempat bisa bermanfaat untuk masyarakat kota Pati khususnya. (drmto)

Share:

Minggu, 02 April 2017

Distinasi Wisata Baru Plorodan Semar

Target Hukum Online. Pati - Desa sumbersari kecamatan kayen terdapat wisata air yang lagi rame di kunjungi wisata baik lokal dari pati maupun dari luar daerah, hari minggu sore pukul 14.30 WIB tgl (02/04/17) ketika kami dari media Target hukum online berkunjung ke tempat tersebut, memang sangat penuh sesak oleh pengunjung hingga tempat parkir di penuhi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ketika kami berbincang - bincang kepada salah satu pengelola wisata tersebut beliau mengatakan bahwa tiap hari selalu ramai pengunjung apalagi setiap hari libur seperti hari ini, ada ratusan lebih pengunjung baik dari kabupaten pati sendiri bahkan ada yang dari purwodadi dan dari daerah kudus dan sekitarnya, harapan beliau bapak Anto" untuk kedepannya pemerintah daerah bisa membantu agar jenis wisata alam seperti Lorotan Semar ini bisa di kembangkan karena dengan adanya obyek wisata otomatis perekonomian di desa bisa meningkat. Baik dari pemuda karang taruna yang mengelola tempat parkir atau masyarakat sekitar yang tergabung sebagai pedagang kaki lima.

Wisata Plorodan Semar sendiri termasuk unik karena banyak cerita misteri yang masih menyelimuti baik cerita dari masyarakat sekitarnya. Karena pada jaman dahulu kala ada seorang ksatria yang baru bertapa seorang ksatria pilih tanding (Prabu Mintaraga), saat itulah Sang Semar yang jenuh bermain main diair menunggui Sang Ksatria, bermain lorodan dari atas hingga kebawah kolam air Candrakila. Hingga kini masyarakat mengenalnya wisata Plorodan Semar yang ada didukuh ngalingan desa Sumbersari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati sebagai distinasi wisata baru yang tidak kalah menarik dari tempat lainnya karena masih natural dan alami. (drmto)
Share:

Sabtu, 01 April 2017

Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang

Target Hukum Online. Magelang - Pada hari Jum'at tanggal 31 Maret 2017, diketahui pukul 04.00 WIB di barak Graha 17 kamar 2B komplek SMA Taruna Nusantara Mertoyudan Magelang telah terjadi tindak pidana pembunuhan.

Peristiwa kronologis kejadian pada hari jumat tanggal 31 Maret 2017 sekira pukul 04.00 WIB saksi RIYANTO (pamong graha 17) membangunkan siswa graha 17 untuk melaksanakan sholat subuh.
Kemudian siswa bangun dan tidak berapa lama kemudian diulangi membangunkan dengan melihat tiap lorong kamar, dan sewaktu liat kamar 2b melihat salah satu siswa tidur tertutup selimut tidak beranjak bangun.

Kemudian selimut dibuka dan ternyata siswa atas nama KRESNA WAHYU alias ENO bersimbah darah yang dikira muntah darah, selanjutnya melaporkan kepada  piket jaga saksi KODIYAT selanjutnya mendatangi lokasi kamar 2b dan kemudian saksi KODIYAT mengecek denyut nadi siswa ENO sudah tidak berdenyut kemudian melaporkan kepada WAKA SEK SISMA, atas peristiwa tersebut selanjutnya melaporkan ke Polsek Mertoyudan.

Korban ditemukan sudah bersimbah darah dengan posisi korban tidur membujur ke arah selatan dengan kepala mengahadap ke timur tangan melintang didada. Dengan kaki kanan menekuk dan sebagian kaki tertutup selimut.

Sebuah luka yang dialami korban seperti luka tusuk akibat benda sajam tepat dileher sedalam kurang lebih 2cm, dan luka sayatan pada leher sepanjang kurang lebih10 cm.

Barang bukti yang ditemukan berupa pisau di kamar mandi barak graha 17, dan ditemukan bungkus pisau di tas hitam yang ada atas almari milik saudara Muhammad Andi Ramadhan.

Bungkus pisau tersebut identik atau sama dengan pisau yg ditemukan di kamar mandi barak graha 17. Ditemukan juga baju siswa atas nama Muhammad Rizky yang terkena bercak darah di depan gudang barak graha 17.

Korban ditemukan pertama kali oleh pengasuh yang hendak membangunkan siswa untuk melaksanakan solat subuh.

Didapatkan siswa Yang pergi keluar komplek SMA Taruna Nusantara pada hari kamis tgl 30 maret 2017 adalah Davin Ananda Anavia (graha 17), Avan Wahyu Wirajati Kusuma (graha 17), Muhamah Daviro Rafa Tampi (graha 17), Muhamad Gusti Renggo Prasetyo, Andi Muhamad ramadhan (graha 17) yang dicurigai celana abu abu belum diketemukan Maulana yudha pratama (graha 21).

Keterangan saksi Naufal bahwa pada pukul 03.00 WIB siswa yang diduga pelaku mondar mandir dengan alasan  mau setrika baju OSIS, dan Thoriq pada pukul 03.45 WIB saudara Muhammad Andi Ramadhan mendekatinya saat mau tidur bersama di asrama.

Saksi Davin Ananda Anafia dan Afan  Wahyu Wirajati Kusuma menerangkan bahwa siswa Muhammad Andi Ramadhan sempat membeli dua buah pisau di carefour artos.

Siswa Yang dicurigai dan dilakukan pemeriksaan di Polres Magelang adalah, Andi muhamad Ramadhan, Nauval faza diva putra, Bagas Umam, Torik, Fajri dan Adam. Selanjutnya akan diproses siapa pelaku pembunuhan keji seperti ini dilakukan disekolah favorit SMA Taruna Nusantara Magelang, sebuah tamparan yang cukup telak bahwa masih saja isu isu kekerasan masih sering terjadi disekolah calon pemimpin negeri ini. (drmto)

Share:

Putra Pati Siap Memimpin DPC PERADI Semarang

Target Hukum Online. Pati - Selama ini putra asli Pati sudah banyak bertebaran memimpin negeri ini, seperti halnya putra asli daerah Pati bapak Sunarto SH. SAg siap memimpin DPC Peradi Semarang, hal tersebut didorong adanya terus mengalirnya dukungan dari anggota Peradi yang terdaftar di 8 Kota dan Kabupaten se-Jawa Tengah. Untuk wilayah pemilihan Peradi Semarang. Pernyataan tersebut disampaikan ketika menghadiri acara silahturahmi dengan Pengacara yang tergabung dalam Peradi di Salza Resto Simpang Lima Pati Sabtu tgl (1/4).

Sunarto yang saat ini menjabat Sekretaris 3 Peradi DPC Semarang, menyatakan tertarik untuk mecalonkan diri karena ingin berbuat banyak dalam mewujudkan profisi pengacara yang bermartabat.

Terkait visi dan misi sesuai amanah UU 18 tahun 2003 Advokasi untuk mewujudkan organisasi yang tethormat dan mulia, dari kunjungan kedaerah yang menjadi prihatin adalah organisasi tidak pernah hadir dan anggota tidak merasa bangga dengan organisasinya hal ini suatu hal yang wajar karena selama ini hanya menjalankan hal yang rutinitas saja, saya akan mengayomi seluruh anggota.

Maka, kedepan saya menganggap anggota tidak hanya sebagai anggota. Namun menjadi bagian penting dari organisasi, dan jika ada permasalahan hukum yang dialami anggota maka organisasi wajib hadir melindungi anggota.

Lanjut, saya tidak perlu muluk-muluk untuk melakukan propaganda agar saya dipilih, namun saya akan memahamkan kepada pemilih bahwa organisasi adalah kita artinya semua anggota Insyaallah mereka akan memilih saya.

Selain Sekretaris 3 DPC Peradi semarang, Sunarto saat ini menjabat di beberapa organisasi profisi diantaranya Anggota Bidang Pengawasan dan Rekomendasi Advokat Asing pada Dewan Pimpinan Nasional  (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) versi Ketua Umum Fauzie Yusuf Hasibuan, Wakil Ketua I Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Semarang, anggota bidang hubungan pemerintah DPP AAI dan anggota bidang keanggotaan DPP Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI).

Selain itu, nampak hadir untuk memberikan dukungan secara khusus yaitu Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Jateng maupun Kota Semarang dalam acara Deklarasi di Star Hotel Semarang, Jumat (3/3) Kemarin.

Menurut ketua team sukses untuk wilayah pemilihan Kabupaten Pati mengatakan bahwa dirinya dan team serta anggota Peradi siap untuk memberikan kontribusi suara kepada Cak To (nama panggilan Sunarto) karena Sunarto  putra asli Pati, suatu hal yang tidak berlebihan kalau kita mendukungnya. Jelas A. Sofwan putra Pati sudah saatnya menjadi pemimpin Peradi kedepannya, untuk menjadi lebih baik seseorang harus mempunyai kemampuan sesuai bidangnya masing-masing, besar karena keahliannya. (J©j©)

Share:

Blog Archive