Senin, 31 Juli 2017

Dinas Kesehatan Pati Bersama Forkompinda Kampanye Imunisasi Pencegahan MR Kepada Anak Usia Dini

Targethukumonline. Pati - Selasa tgl (01/08/17) mencegah lebih baik daripada terlanjur sakit, karena kesehatan lebih penting dari semua materi apapun. Bertempat di gedung aula SMP Negeri 03 Pati telah berlangsung Pencanangan Kampanye MR atau Measleas Rubella oleh Bupati Pati Haryanto SH. MH. MSi, dalam rangka untuk wujudkan masyarakat Indonesia menuju Bangsa yang sehat, kuat dan  produktif serta Berdaya Saing lebih maju. Dihadiri oleh peserta rapat dan sosialisasi kurang lebih 130 orang Dari intansi Kesehatan dan sekolah.

Dandim 0718 Pati  & Bupati Pati 

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut yang dihadiri langsung oleh Bupati Pati H. Haryanto SH. MH. MSi, Kapolres Pati yang mewakili Kabag Sunda Polres Pati Kompol I Nengah Witia, SH. MM, Dandim 0718 Pati Letkol inf Andri Amijaya Kusuma S.Sos, Ka Disdik Kabupaten Pati Drs. Sarpan Spd, muspika Kecamatan Pati, Kepala Dinas Kesehatan Pati Edy Sulistyo, Kepala Puskesmas Pati dr.Luter, Kepala Sekolah SMP Winarto Spd MHum.

Kepala Puskesmas Se Kabupaten Pati, peserta yang akan mendapat Imunisasi MR siswa-Siswi SMP N 3 Pati sebanyak 870 peserta dari kelas 1 dan 3, perwakilan yang akan diimunisasi dari Tingkat TK, SD, dan SMP.

Adapun Sambutan Presiden RI yang dibacakan oleh Bupati Pati Haryanto SH. MM. MSi sebagai bagian dari masyarakat yang higienis untuk meningkatkan hal tersebut, mari kita wujudkan Bangsa Indonesia yang sehat, kuat , produktif dan berdaya saing tinggi.

Agar tetap sehat salah satu cara efektif mencegah dari penyakit sejak dini dengan memberi Imunisasi pada bayi, anak anak dan Dewasa.

Dengan Imunisasi kita dapat mencegah 8 penyakit al Tuberkolosis, Campak, Difteri, Batuk Rejan, Tetanus, Polio, Hepatitis B dan Hemofilus Influenza.

Setelah pencanangan MR ini diharapkan penyakit Campak dan Rubella menghilang serta cacat pada bayi sudah tidak ada​ lagi.

Pemerintah berusaha memberikan pelayanan terbaik dan Komprehensif,  dimana massa lalu telah mencegah Cacar, Polio dan tetanus.

Dengan peran pemerintah membebaskan masyarakat dari bahaya penyakit diharapkan masyarakat juga turut berperan dengan hidup Sehat.

Agar masyarakat berperan aktif dalam mendukung dan upaya mencapai Eliminasi dan pengendalian Rubella pada tahun 2020 melalui Kampanye Measleas Rubella.

Mari Kita serukan semua anak bangsa untuk pergi ke Pos Pelayanan Imunisasi terdekat untuk mendapatkan Imunisasi.

Usai kegiatan yang berlangsung dengan lancar sukses maka dilanjutkan dengan peninjauan siswa dan siswi kelas satu dan tiga yang baru saja mendapatkan Imunisasi, oleh Bupati Pati yang diharapkan nantinya tidak ada lagi dampak dari MR atau Measleas Rubella yang selama ini menjadi salah satu wabah atau penyakit dengan jumlah yang cukup signifikan. ($. Pranata) 
Share:

Mempertanyakan Keseriusan Kabupaten Pati Dalam Proses KLHS

Targethukumonline. Pati - Pres Rilis
Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK)
“ Mempertanyakan keseriusan Kabupaten Pati dalam Proses KLHS “
Pati, 29 Juli 2017.

Gunretno #save  Kendeng 

Berawal dari pendirian “Tenda Perjuangan” di depan Istana Negara akhirnya pada tanggal 2 Agustus 2016, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menemui perwakilan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) untuk membahas mengenai persolan Pegunungan Kendeng Utara.

Salah satu kesepakatan dalam pertemuan itu adalah akan dilaksanakannya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai usaha untuk memberikan gambaran utuh mengenai layak tidaknya penambangan di Pegunungan Kendeng Utara.

Proses kajian ini akan dilakukan selama satu tahun dengan melibatkan ahli dari berbagai kementerian. Ditambah lagi, dalam proses ini semua proses penambangan dan pemberian ijin pertambangan baru harus dihentikan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomer 46 tahun 2016 tentang Tata Cara penyelenggaraan KLHS, dijelaskan bahwa KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip Pembangunan Berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan / atau Kebijakan, Rencana, dan / atau Program. 

Melalui proses ini dilihat bagaimana kondisi fisik dan sosial masyarakat yang mendiami sebuah wilayah dipastikan telah menjadi dasar pengambilan sebuah kebijakan.

Untuk Kendeng Utara, KLHS telah dimulai awal tahun 2017 dengan tahap pertama difokuskan pada wilayah Cadangan Air Tanah (Watu Putih). Tahap kedua dimulai pada pertengahan bulan Juli 2017 yang meliputi Kabupaten Pati, Grobogan, Blora, Tuban, Bojonegoro dan Lamongan.

Khusus untuk Kabupaten Pati, JM-PPK melihat ketidakseriusan pemerintah Pati dalam mendukung program nasional ini. Ada beberapa alasan yang mendasar penilaian ini, pertama, pemerintah Kabupaten Pati tidak mensosialisasikan perihal adanya kajian strategis ini ke masyarakat secara luas. Padahal satu hal yang ingin diakomodasi oleh tim KLHS adalah suara publik mengenai situasi wilayahnya.

Kedua, tidak profesionalnya penyelenggaraan forum dengar pendapat yang diadakan oleh BLH Kabupaten Pati. Undangan dengar pendapat yang idealnya diterima jauh-jauh hari sebelum kegiatan, baru disampaikan pada JM-PPK beberapa jam sebelum acara dimulai. 

Bagaimana mungkin JM-PPK bisa menyiapkan data yang cukup lengkap jika cara-cara seperti ini terus dilakukan? Ketiga, nama perwakilan JM-PPK tidak tercantum dalam daftar undangan yang dipersiapkan oleh panitia. Justru pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam proses perusakan Kendeng Utara lah yang banyak mendapatkan porsi undangan.

Oleh karena itu, kami mempertanyakan keseriusan Kabupaten Pati dalam mengawal proses Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
Salam Kendeng!
Kontak:
Gunretno (081391285242)
Share:

Kodim, 0718 Pati Tingkatkan Semangat Jiwa Nasionalisme Dengan Upacara Bendera

Targethukumonline. Pati - Dalam rangka menyongsong dan menyambut hari jadi kota Pati dan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang sebentar lagi dilaksanakan, persiapan dan konsolidasi maupun koordinasi terus dilakukan mengingat hari yang semakin dekat. 

Dandim 0718 Pati Letkol Inf. Andri Amijaya S.Sos

Seperti biasa bertempat di halaman Makodim 0718 Pati Jalan Panglima Jenderal Sudirman, anggota Kodim 0718 Pati melaksanakan Upacara Bendera, bertindak sebagai inspektur upacara Dandim Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma S.Sos Senin tgl (31/07/2017).

Dandim 0718 Pati menyampaikan bahwa Upacara pengibaran bendera yang rutin di laksanakan merupakan wujud rasa bangga dan penghormatan terhadap Sang Merah Putih sebagai salah satu lambang kebesaran dan kedaulatan Negara dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme sebagai abdi Negara.

Hal ini tentunya mempunyai arti penting, disamping untuk memantapkan kualitas pengabdian kepada Bangsa dan Negara, juga sebagai sarana komunikasi unsur pimpinan untuk menyampaikan kebijakan dan petunjuk serta arahan, guna menyongsong tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks dan dinamis.

Semangat yang sudah ditunjukkan selama ini agar tetap dijaga dan lebih ditingkatkan lagi, sebagai upaya kita untuk senantiasa berbuat yang terbaik bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia tercinta. Sebagai Bangsa terbesar adalah wujud kita untuk mengabdi dalam kepentingan Negara di atas segala -  galanya. 

Dan sumpah prajurit harus lebih diutamakan demi menjaga keutuhan NKRI, perjuangan para leluhur dalam mendirikan sebuah Negara yang berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, semangat inilah yang harus kita teladani dalam rangka upacara bendera pada hari ini. ($.Pranata)
Share:

Percepatan Pembangunan di Desa Sonorejo Jakenan Pati

Targethukumonline. Pati -  Desa Sonorejo kecamatan Jakenan Kabupaten Pati dulu memang di kenal dengan desa yang sangat tertinggal dan termasuk desa miskin, tapi dengan adanya undang undang Desa yang disahkan oleh presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono maka setiap desa di seluruh Indonesia mendapatkan dana tersebut di setiap tahunnya. Begitu juga dengan desa Sonorejo, untuk tahun ini saja mendapatkan Dana Desa sebesar Rp 762.162.000 yang di alokasikan untuk pembangunan Talut di beberapa titik, yaitu di  dukuh ngasinan dan dukuh Trosono.

Kepala Desa Muharto &  TIM Targethukumonline dan KKN

Desa yang berpenduduk kurang lebih 2000 jiwa itu di bagi 2RW, RW1 ada 8RT dan RW2 ada 3RT, yang sebagian besar penduduknya adalah petani, buruh,  perantauan dan sebagian kecil produksi kerajinan tangan dari bambu yaitu di dusun Ngasinan.

Ketika kami tim media Target Hukum online berkunjung kerumah Kepala Desa senin tgl (31/7/2017) yaitu Muharto, beliau mengatakan bahwa dengan adanya Dana Desa (DD) Desa Sonorejo Sedikit mengalami kemajuan baik dari segi infrastruktur maupun ekonomi, beliau juga mengatakan bahwa desa Sonorejo sangat kondusif dan tidak ada lagi tawuran antar pemuda. 

Dan untuk pelayanan kepada masyarakat beliau mengimbau kepada seluruh jajaran aparat desa agar benar - benar bekerja secara maksimal dalam hal pelayanan kepada seluruh warga Desa tanpa pandang bulu.

Juga bersama adik adik KKN dari Undip Semarang yang saat ini mengabdikan ilmu yang bermanfaat buat masyarakat desa di harapkan butuh pengembangan dan alih teknologi kepada warga setempat. 

Untuk harapan tahun depan beliau merencanakan untuk pembangunan rabat beton di seluruh titik jalan yang ada, baik jalan perdukuhan maupun jalan poros desa, untuk pembangunan ekonomi masyarakat desa beliau berencana mengembangkan BUMDES, yang di peruntukan untuk kredit pinjaman bagi petani maupun pengrajin sehingga mampu mendongkrak perekonomian UMKM khususnya usaha mikro kecil dan menengah yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (drmto)
Share:

Minggu, 30 Juli 2017

Gebyar Halal Bihalal New Permata Star di Desa Plumbungan

Targethukumonline. Pati - Gebyar Halal Bihalal tgl (22/07/17) dunia hiburan sepanjang bulan ini hampir tiada putus-putusnya, baik sepanjang siang hari atau malam hari. Kota Pati sebagai kota hiburan sudah terkenal dimana-mana dan cukup fenomenal di sepanjang pantura pulau Jawa, demam joget Holic pun sudah mewabah di kalangan anak-anak mudanya kota Pati, terutama GAP comunity siji wadah ojo pecah.

Ketua Panitia Mas Uuk & Jihan Audy

Dengan artis artis pendatang baru dari luar kota terutama kota surabaya atau Sidoarjo yaitu New Palapa yang sudah menjadi buah bibir di kota Pati ini, siapa lagi kalau bukan si cantik Jihan Audy juga si manis dari Tayu Nisa silesung pipit yang sudah mengorbit bersama New Palapa juga beberapa artis lokal dari Kabupaten Pati sendiri yang sudah cukup punya nama.

Sepanjang siang dan malam selalu penuh saweran tiada habisnya, musik dengan irama melayu seperti dangdut koplo dan sebagainya sudah melekat dihati para pecintanya, terutama dikalangan muda-mudinya. Seperti pentas dangdut dari grup Permata Star ini cukup punya pengemar dan fans yang cukup fantastis di kota Pati ini.

Dilapangan tengah desa Plumbungan, Gabungan Anak Plumbungan (GAP) comunity bersatu padu mengadakan acara halal bihalal yang di iringi OM New Permata Star dari Payang Kabupaten Pati. Acara yang digelar di lapangan tengah desa tersebut berlangsung sangat kondusif walaupun ada gesekan gesekan kecil tapi aparat keamanan dari Polsek Gabus dan dari Koramil Gabus maupun dari pihak panita sangat tegas dalam mengamankan halal’ Bihalal demi lancarnya acara tersebut.

Ketika kami para awak media Target Hukum online mewawancarai ketua panitia halal bi halal tersebut yaitu saudara Joko Saputro (Mas Uuk) beliau mengatakan ‘ saya selaku ketua panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran keamanan dari polsek Gabus maupun dari koramil Gabus serta dari panitia tanpa adanya pihak keamanan acara tersebut tidak akan berjalan sesuai rencana, saya juga aplaus dengan pemuda GAP comunity atau Gabungan Anak Plumbungan, karena dengan acara ini mampu menjaga kekompakan dan ikut menjaga keamanan di dalam acara tersebut," ungkapnya.

Dangdut sebagai sarana hiburan dan menjaga silahturahmi antar pemuda dan masyarakat Desa Plumbungan secara keseluruhan, mengingat acara hiburan terutama musik dangdut sering sebagai ajang tawuran pemuda yang karena saling segolan atau saling ejek bisa berubah menjadi ajang tawuran saling pukul sesama teman.

Kedepannya hiburan musik dangdut yang populer di kalangan masyarakat kabupaten Pati bisa terus eksis dan tampil terdepan sebagai wahana wisata untuk menarik para pengunjung, seniman maupun para musisi sendiri sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri sehingga Grup OM New Permata Star dan grup musik dangdut lainnya bisa terangkat namanya menjadi primadona di kota Pati tercinta ini.

Mas Uuk & Jihan Audy dan Nisa

Acara sudah selesai dan malam ini bertempat di balai desa Plumbungan, tepat tgl (30/07/17) pukul 19.30 WIB panitia dan jajarannya mengundang Pemuda dan masyarakat untuk mendengarkan laporan keuangan terakhir dari panitia sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kegiatan Halal Bihalal GAP comunity tersebut. (Bayu Aji)
Share:

Sabtu, 29 Juli 2017

Halal Bihalal Pemuda Sunde Kidulan Berlangsung Kondusif

Targethukumonline. Pati - Jumat tgl (29/07/17) dunia hiburan sepanjang bulan ini hampir tiada putus-putusnya, baik sepanjang siang hari atau malam hari. Kota Pati sebagai kota hiburan sudah terkenal dimana-mana dan cukup fenomenal disepanjang pantura. Dengan artis artis pendatang baru dari luar kota terutama kota surabaya atau Sidoarjo juga artis lokal dari Kabupaten Pati sendiri yang sudah cukup punya nama.

Ketua Panitia Mr. Darmanto 

Sepanjang siang dan malam selalu penuh saweran, musik dengan irama melayu seperti dangdut koplo dan sebagainya sudah melekat dihati para pecintanya, terutama dikalangan muda-mudinya. 

Seperti pentas dangdut dari grup Mahattan ini cukup punya pengemar dan fans yang cukup fantastis di kota Pati ini.

Dilapangan Sundoluhur dusun Sunde, pemuda Sunde kidulan (PSK) bersatu padu mengadakan acara halal bihalal yang di iringi OM Manhattan dari kuniran batangan Kabupaten Pati. 

Acara yang digelar di lapangan tersebut berlangsung sangat kondusif walaupun ada gesekan gesekan kecil tapi aparat keamanan dari Polsek Kayen dan dari Koramil Kayen maupun dari Banser sangat sigap dalam mengamankan halal'Bihalal demi lancarnya acara tersebut.

Ketika kami para awak media Target Hukum online mewawancarai ketua panitia halal bi halal tersebut yaitu saudara Darmanto, beliau mengatakan ' saya selaku ketua panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran keamanan dari polsek kayen maupun dari koramil, serta dari Banser.

Dan tanpa adanya pihak keamanan acara tersebut jelas tidak akan berjalan sesuai rencana, saya juga aplaus dengan pemuda Sunde kidulan, karena dengan acara ini mampu menjaga kekompakan dan ikut menjaga keamanan di acara tersebut ungkapnya.

Dangdut sebagai sarana hiburan dan menjaga silahturahmi antar pemuda dan masyarakat Sunde secara keseluruhan, mengingat acara hiburan terutama musik dangdut sering sebagai ajang tawuran pemuda yang karena saling segolan atau saling ejek bisa berubah menjadi ajang saling pukul sesama teman.

Kedepannya hiburan musik dangdut yang populer di kalangan masyarakat kabupaten Pati bisa terus eksis dan tampil ke depan sebagai wahana wisata untuk menarik para pengunjung, seniman maupun para musisi sendiri sebagai tuan rumah di daerahnya ​sendiri sehingga Grup OM Manhattan dan grup musik dangdut lainnya bisa terangkat namanya. (drmto)
Share:

Jumat, 28 Juli 2017

PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER

PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER

Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.

Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:

Ruang Lingkup
Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.

Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.

Verifikasi dan Keberimbangan Berita
Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.

Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.
Ketentuan dalam butir (a) di atas dikecualikan, dengan syarat:

Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;

Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;
Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;

Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring.

Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.

Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)
Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.

Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.

Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:

Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;
Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;
Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.

Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c).
Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.

Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.

Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c), dan (f) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).

Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (f).
Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab
Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.

Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.
Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.

Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka:

Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya;
Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu;

Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.

Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).

Pencabutan Berita
Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.

Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.
Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.

Iklan

Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.

Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan .advertorial., .iklan., .ads., .sponsored., atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.

Hak Cipta
Media siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pencantuman Pedoman
Media siber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini di medianya secara terang dan jelas.

Sengketa
Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Jakarta, 3 Februari 2012
(Pedoman ini ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012).

Share:

Nasib Tragis dan Pilu Pilot Wanita Pertama Indonesia

Tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal nama Beatrix de Rijk.
Perempuan cantik bernama Beatrix Chatarina de Rijk tersebut merupakan seorang wanita kelahiran Surabaya, 24 Juli 1883.

Saat itu tentu saja Indonesia masih bernama Hindia Belanda, karena masih berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Beatrix merupakan seorang pilot perempuan pertama di Indonesia, sebelum menjadi pilot Beatrix sebenarnya menjalani profesi sebagai seorang model. Waktu itu Beatrix banyak memperagakan busana-busana dari berbagai butik terkenal yang berasal dari Prancis.

Meski demikian, Beatrix juga dikenal sebagai seorang wanita yang memiliki hobi yang cukup berbahaya, dan condong seperti kaum laki-laki pada saat itu.

Satu di antara hobi Beatrix yang dianggap menyerupai laki-laki adalah berkuda, dan bertualang. Oleh karena itu, sangat tidak  mengherankan jika kemudian Beatrix memutuskan untuk belajar menjadi penerbang.

Sehingga dia pun memutuskan untuk bergabung dengan pilot terkenal saat itu, Marcel Hanriot.
Beatrix kemudian lulus tes terbang pada September 1911.

Sehingga Beatrix pun mendapatkan brevet terbang nan prestis Aero Club de France no. 652 pada 6 Oktober 1911. Bahkan saat itu sang guru menganggap kemampuan Beatrix dalam menerbangkan pesawat jauh lebih baik dari pilot laki-laki.

Selang beberapa waktu kemudian, Beatrix membeli sebuah pesawat.
Pesawat itu adalah Deperdussin Monoplane 1910, selanjutnya merasa sangat yakin dengan kemampuan terbangnya, Beatrix pun menawarkan diri ke militer Prancis untuk menjadi seorang pilot.

Itu juga terkait dengan meletusnya Perang Dunia (PD) I, namun, karena saat itu isu perbedaan gender, maka militer Prancis pun menolaknya.

Mendapatkan penolakan dari Prancis, Beatrix kemudian menawarkan dirinya kepada Belanda. Sayang lagi-lagi usaha dan keinginannya selalu sia-sia, sebab Beatrix kembali ditolak oleh militer Belanda.

Akibat penolakan kedua negara itu, Beatrix pun merasa kecewa dan memutuskan pensiun sebagai pilot. Beatrix kemudian memutuskan menikah untuk yang kedua kalinya, dan tinggal di Hindia Belanda, sayang lagi-lagi nasibnya kurang beruntung.

Alasannya, pada tahun 1934 bercerai, bahkan Beatrix juga meninggal dalam keadaan miskin saat memutuskan hidup di Den Haag Belanda pada 18 Januari 1958. (€ko)

Share:

Pamor Keris Rambut Pinutung Menurut Eyang Rogo Sukmo

Targethukumonline - Jumat tgl (28/07/17) sejarah panjang pusaka kerajaan di Nusantara adalah keris maupun tombak sebagai pamor atau tosan Aji yang sudah tidak diragukan lagi. Termasuk pusaka kadipaten Pati yang sudah terkenal kewibawaannya, keris rambut pinutung adalah keris langka yang penuh misteri selama ini.

Empu eyang Rogo Sukmo

Bagi yang menguasainya atau memiliki jelas akan mengangkat derajat dan kewibawaan bagi penggunanya. Keris rambut pinutung termasuk keris yang langka dan merupakan pusaka legendaris yang pernah di miliki oleh para Adipati Pati.

Kekuatan yang secara umum mampu membuyarkan kekuatan lawan atau musuh musuhnya. Secara umum, keris yang baik itu tak lepas dari beberapa aspek penilaian. Di antaranya adalah utuh, sepuh, berpamor, dan ori (asli wilahnya tanpa rekondisi).

Selain itu, pamor ada tambahan lain yang membuat sebilah keris mengandung nilai estetik yang lebih, yakni berupa hiasan yang terbuat dari​ emas, perak dan permata yang disebut sebagai "kinatah". Kinatah sendiri memiliki pelbagai jenis, apabila hiasan kinatah itu menutup sepertiga bagian panjang bilah atau lebih, disebut "Kinatah Kamarogan".

Ada pula hiasan yang "nongkrong" pada bilah keris, yang disebut dengan​ "Kinatah lung-lungan", dan pada ganjanya disebut dengan​ "Kinatah Gajah Singa". Kinatah juga disebut-sebut​ sebagai teknik yang sudah marak dilakukan di zaman Persia Kuno dengan tampilan yang lebih sederhana.

Sebab, selain digunakan untuk menghias permukaan bilah, juga sering digunakan untuk membuat motif rajah, atau gambaran yang dianggap memiliki pengaruh gaib yaitu rajah Kalacakra, rajah Bintang Daud, rajah Haidar (simbol Singa Sayyidina 'Ali) dan lain sebagainya.

Gambar di bawah adalah keris berdhapur Nogo Sapto, dengan kinatah perak kamarogan lung anggrek. Awalnya, istilah Lung-lungan adalah motif non geometris yang ornamen utamanya terdiri dari tumbuh-tumbuhan.

Motif ini dapat kita temukan perkembangannya dalam kesenian Art Nouveau, dengan dominasi alur motif sulur dan bebungaan dicetak timbul. Kerap ditemui dalam perabot lemari dan meja bergaya "Indische", serta motif kain batik Lung-lungan. Adapun kata Lung-lungan sendiri berarti "tunas" atau "kuncup yang menjalar.

Akan lebih mudah bagi para pecinta budaya Nusantara ini, untuk mengenal lebih dekat. Apalagi menjelang bulan suro atau Muharram para sesepuh yang masih memiliki piandel pasti, berkolaborasi untuk menguri-uri atau menjamas pusaka-pusaka tersebut, sebagai sarana budaya Nusantara yang adiluhung," tutup eyang Rogo Sukmo. (M.tugi)
Share:

Kamis, 27 Juli 2017

Aksi Heroik Anggota Koramil Betung Banyuasin Dalam Menggagalkan Aksi Begal

Targethukumonline. Banyuasin - Perilaku begal makin marak dan semakin sadis dalam melakukan aksinya, sebuah aksi heroik dilakukan oleh anggota Koramil Betung Kabupaten Banyuasin dalam menggagalkan aksi perampokan seorang diri.

Pelaku Begal di amankan anggota Koramil Betung 401-09 Banyuasin

Pelaku begal yang semakin biadab dan ganas ini sudah sering memakan korban, tepat pada hari Kamis tgl (27/07/17) pukul 16.30 WIB di simpang Dewaruci kelurahan Betung Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, telah ditangkap seorang bandit atau pelaku pembegalan bernama Irman Bin Fendri umur 30 thn, desa atau Kampung III kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu oleh anggota Koramil 401-09 Betung.

Kejadian berawal saat korban hendak pulang ke rumah dari tempatnya bekerja Bapak Ahmad Kaliri yang melintas dijalan raya dihadang oleh pelaku dan ditodong dengan senjata pistol rakitan, korban yang merasa terdesak akhirnya menyerahkan sepeda motor Vario 125 dengan nopol BG 4211 JV warna putih.

Korban langsung menghubungi anaknya yang kebetulan Dinas di Koramil Betung, mendengar laporan dari ayahnya Serda Mulyanto yang saat itu baru melaksanakan pengamanan roete rombongan Pangdam II Sriwijaya yang baru melakukan kunjungan di daerah, langsung bergegas mengejar pelaku seorang diri.

Pelaku yang melarikan diri ke arah Simpang Pasar Betung berpapasan dengan Serda Mulyanto yang sudah menunggu arah pelarian pelaku yang akhirnya, penghadangan dan aksi kejar-kejaran berlangsung dengan sengit karena pelaku yang sudah diperingatkan tidak mau berhenti malah menggeber motor Vario yang dicurinya itu.

Saat ada di Simpang Baru arah Sekayu pelaku yang panik karena terus di kejar oleh Serda Mulyanto tergelincir dan terjatuh, dan saat akan diringkus pelaku mengeluarkan senjata api rakitan (revolver) yang langsung menembakkan pistolnya sebanyak tiga kali, namun dengan kecepatan yang tinggi dan kecerdikannya Serda Mulyanto menghindari dari sambaran peluru dengan menjatuhkan diri berguling-guling dan lari sik-sak pada saat itulah pelaku langsung melarikan diri kembali setelah mencabut dan membuang kunci sepeda motor punya Serda Mulyanto.

Setelah menghubungi anggota Koramil 401-09 Betung yang lain, dilakukanlah pelacakan dan penghadangan untuk dikerahkan anggota Koramil yang ada. Tepat di jalan Dewaruci Serka Didik Riyanto yang saat itu seorang diri juga melaksanakan pengamanan roete rombongan Pangdam II Sriwijaya yang melihat pelaku yang melintas dijalan raya berusaha untuk menghadang, namun sekali lagi pelaku yang sudah lihai ini dengan lincah menerobos penghadangan dan melarikan diri dengan cepat.

Tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya Serka Didik Riyanto dengan keberaniannya berusaha untuk mengejar pelaku, beberapa saat melakukan aksi kejar-kejaran yang berlangsung dengan sengit akhirnya pada satu persimpangan Serka Didik Riyanto langsung menabrakan diri dan keduanya jatuh tersungkur dari sepeda motor.

Dan pada saat terjatuh itulah pelaku langsung mencabut senjata api rakitannya dengan cepat menembak anggota Koramil Betung tadi, namun sial pada saat ditarik pelatuknya sebanyak dua kali peluru tidak meletus, dengan kecepatan dan ketepatan waktu jangan sampai di dahului pelaku mengeluarkan badiknya, Serda Didik Riyanto dengan keberaniannya langsung menggebrak dan menyerang dengan bantingan dan kuncian Yongmoodo sejurus dua jurus pertarungan sengit, akhirnya berhasil meringkus pelaku bersama anggota Koramil yang lain yang sudah berdatangan.

Danramil beserta anggota Koramil Betung berhasil menangkap dan merebut badik maupun senjata api milik pelaku dan mengamankan pelaku dari amukan massa, dan pada pukul 17.30 WIB, pelaku di serahkan ke Polsek Betung untuk di proses lebih lanjut.

Barang Bukti yang sudah diamankan adalah, satu unit SPM Vario 125 Nopol BG 4211'JV, satu pucuk Senpira jenis Colt dengan 4 butir munisi kaliber 38, satu buah pisau (badik) lading, satu hp samsung, dua buah STNK Motor, satu lembar uang palsu 100'ribu, satu buah dompet milik pelaku. 

Sebuah aksi heroik yang dipertunjukkan oleh anggota Koramil Betung 401-09 cukup membanggakan TNI secara keseluruhan. Inilah yang kita harapkan bahwa masyarakat harus lebih hati-hati dan selalu waspada, jangan ragu untuk bertindak dan laporkan pada pihak keamanan atau kepolisian terdekat, agar semua bisa di selesaikan dan ditangani dengan cepat. (M.yono)
Share:

Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando

HANKAM - Karena status Kompi Tanjung sebagai sukarelawan, maka dalam penerjunan di Kuching nanti seluruh anggota tidak mengenakan PDL, pakaian PDL itu ditingalkan dimarkas mereka di Ksatrian Slamet Rijadi, Kandang Menjangan Kertosuro.

Selain itu, seluruh atribut militer yang dapat menunjukkan identitas mereka sebagai anggota pasukan regular tidak dibawa. Mareka hanya mengenakan pakaian hijau tanpa nama  dan topi hutan TNKU.

Senjata yang disiapkan terdiri dari senapan serbu Armalite Colt AR-15 kaliber 5.56mm dan pistol Makarov kaliber 9mm. Senapan serbu AR-15 adalah baru bagi kebanyakan anggota RPKAD karena senjata standard mereka adalah AK-47, pagi itu 1 oktober 1965,para komandan kompi RPKAD menerima briefing dari Komandan RPKAD Kolonel Inf. Sarwo Edhie Wibowo tentang hilangnya beberapa perwira tinggi AD dan langkah-langkah yang akan diambil oleh RPKAD.

Penerjunan ke Kuching dibatalkan, kompi Tanjung yang semula menjadi kompi sukarelawan Dwikora, dikembalikan fungsinya menjadi pasukan regular, yaitu kompi I (India) Yon 3 RPKAD kompi Tanjung akan dioperasikan dalam penumpasan pemberontakan.

Peralihan fungsi dari sukarelawan menjadi regular secara mendadak menimbulkan masalah sebab seluruh anggota Kompi Tanjung tidak membawa pakaian dinas militer. Untuk mengatasi hal ini, Mako RPKAD membagikan baju loreng corak darah mengalir beserta tanda pangkat dan kesatuan.

Namun, ada kesulitan untuk memperoleh ukuran celana yang cocok bagi setiap anggotanya. Anggota kompi Tanjung terpaksa mengenakan seragam lapangan berupa baju loreng dengan celana hijau berasal dari pakaian lapangan sukarelawan yang mirip dengan celana PDH.

Akhirnya, pada hari itu juga seluruh anggota RPKAD diperintahkan untuk mengenakan kombinasi seragam lapangan semacam itu, kombinasi seragam gado-gado RPKAD tersebut terkenal dengan sebutan “Seragam Penumpasan G30S/PKI”. Ternyata beberapa hari kemudian, perpaduan antara baju loreng dan celana hijau menjadi mode dalam pakaian seragam militer waktu itu.

Pasukan Kostrad juga mengenakan kombinasi baju loreng Tiger Brigade dengan celana hijau. Kesatuan-kesatuan lainnya, seperti kavaleri maupun artileri juga mengikuti jejaknya. Pada pukul 11.00 WIB Komandan RPKAD Kolonel Inf. Sarwo Edhie Wibowo menuju Markas Kostrad mengendarai Panser, setibanya disana, ia langsung menghadap Mayjen TNI Soeharto selaku pimpinan sementara AD.

Mayjen Soeharto langsung memerintahkan Kolonel Sarwo Edhie​ untuk segera memimpin operasi penumpasan. Dalam sejarah Korps Baret Merah, untuk pertama dan terakhir kali, komandan Korps Baret Merah yang tidak memiliki wewenang operasional, memimpin langsung operasi.

Menjelang tengah hari, Sintong sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Tanjung, diperintahkan agar membawa pasukannya untuk siaga di Markas Kostrad. Siang hari itu, hanya Peleton 1 yang diberangkatkan, peleton 2 dan 3 masing-masing dibawah pimpinan Peltu Widodo dan Peltu Sumedi baru menyusul pada sore harinya.

Sintong bersama anak buahnya berangkat dari Mako RPKAD di Cijantung dengan menggunakan truk. Anggota Kompi B (Benhur) pimpinan Kapten Inf. Oerip Soetjipto dan Kompi Kayat, hanya sebagian yang kebagian angkutan.

Untuk mengatasinya, maka sarana angkutan ditambah dengan menggunakan truk sipil yang kebetulan lewat didepan Mako RPKAD dari arah Bogor menuju Jakarta, lewat pukul 18.00 WIB di Jalan Silang Monas mulai remang-remang dan sunyi, jam malam sudah berlaku di Jakarta.

Jam malam yang dikeluarkan oleh Kodam V Jaya selaku Penguasa Pelaksana Perang Daerah (Pepelrada) berlaku mulai pukul 18.00 - 06.00 WIB. Persiapan untuk merebut Kantor RRI Pusat Jakarta dan Kantor Besar Telekomunikasi sedang dipersiapkan.

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk merebut kedua objek vital itu?" tanya Mayjen Soeharto.
"Siap Jenderal! 20 menit!" jawab Kolonel Sarwo Edhie.
Kalau begitu kerjakan! Sebisa mungkin hindari pertumpahan darah!" Kerjakan..!"

Waktu sesingkat itu adalah waktu yang diperlukan oleh pasukannya bergerak berjalan kaki dari Markas Kostrad menuju sasaran. Waktu terjadinya pertempuran sama sekali tidak diperhitungkan, karena Komandan RPKAD sangat yakin dengan kemampuan anak buahnya. (€ko)

Share:

Bupati Pati Tutup JUMBARA Karya Se-JATENG di Bumi Perkemahan Regaloh

Targethukumonline. Pati - Bertempat di bumi perkemahan Regaloh Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati telah dilaksanakan kegiatan upacara penutupan Jumbara dan Temu Karya Sukarelawan tingkat provinsi Jateng tahun 2017 yang diikuti kurang lebih 2000 peserta, pada hari Kamis tgl (27/07/17).

Bupati Pati Haryanto Menutup Acara JUMBARA

Hadir dalam acara penutupan kegiatan JUMBARA dan temu karya sukarelawan tersebut diwakili oleh Forkompimda Kabupaten Pati, Letkol Ckm (K) dr. Hendratni D. yang mewakili Pangdam IV Diponegoro, AKBP. Dr. Ratna yang mewakili Kapolda Jateng, Ketua PMI  Jateng, Ketua BPBP Jateng, Kepala Perwakilan dari Kecamatan Se- Kabupaten​ Pati.

Amanat Bupati Pati dalam sambutanya, bahwa selamat dan sukses atas terlaksananya Jumbara dan Temu Karya Sukarelawan tingkat Provinsi​ Jateng tahun 2017 yang dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar di wilayah Kabupaten Pati.

Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada Bapak kepala desa Regaloh dan camat Tlogowungu yang telah membantu dan memfasilitasi terselenggaranya Jumbara Se- Jateng dan utamanya adalah kepada warga dan masyarakat yang kebetulan rumahnya​ dipakai untuk penginapan (home stay) dan keperluan yang lain serta dukungan dari semua pihak.

Alhamdulillah pada pagi hari ini menjelang siang kita akan melaksanakan penutupan yang di sambut dengan hujan ini adalah pertanda berkah dari Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan keberkahan dan kelimpahan rejeki melalui petunjukNya.

Setelah kegiatan ini kita ambil hikmahnya, semoga kedepannya kita tetap semangat dalam menolong sesama yang mendapat musibah, melalui ketrampilan PMR ditingkat sekolahan.

Dan terima kasih juga kemarin telah dilaksanakan Parade Budaya yang sangat menghibur masyarakat Kabupaten Pati yang berjalan dengan baik dan lancar, hingga menjadi tontonan yang menarik dan menawan para wisatawan domestik.

Juara duta di sektoral masing masing di emban oleh, Kabupaten Temanggung duta Kesehatan air dan sanitasi, Kabupaten Rembang duta pengurangan resiko bencana, Kota Semarang duta inklusi disabilitas, Kabupaten Jepara duta donor darah, Kabupaten Blora duta penciptaan lingkungan alam, Kabupaten Magelang duta safety reading, Koordinator PMI Kabupaten Magelang, Koordinator  KSR Kabupaten​ Tegal, Koordinator TSR  Kabupaten Pekalongan.

Upacara Penutupan & Perwakilan' 35 Kab. Se-Jateng

Tak ada yang sempurna dalam kegiatan ini, namun semua kekurangan akan menjadi koreksi dan pembelajaran lebih baik kedepannya, jika ada sumur di ladang bolehkah menumpang mandi dan jika ada umur yang panjang kita akan berjumpa di JUMBARA tahun depan nanti. ($.Pranata)
Share:

Konsolidasi Akumindo Dan UMKM Tingkat Nasional

Targethukumonline. Kediri - Kamis tgl (27/07/17), Perkembangan UMKM yang ada di Indonesia sudah sedemikian pesatnya dalam memberikan​ sumbangsih pemikiran di dunia perekonomian saat ini. Kemajuan teknologi dan informasi sangat mendukung adanya perubahan di pasar global MEA sekarang ini.

Ketua DPP Akumindo & Dirut PT. MMP

Bersama Ketua DPP Akumindo Indonesia H. Ikhsan Ingratubun, SE. SH dan perwakilan dari Kabupaten Pati ketua PT. Mataram Muria Persada  Hermanto, meninjau lokasi dan konsolidasi Akumindo dan UMKM untuk menyamakan persepsi dalam mendayagunakan dan pemberdayaan masyarakat ekonomi mikro dewasa ini.

Bertempat di desa Senden dusun Maron Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri dirumah ibu Sulasminah pengurus wilayah Kediri kegiatan ini berlangsung sejak tgl 20 - 22 Juli, seluruh pengurus dari perwakilan daerah menyikapi dan membuat perencanaan terkait LKM yang bekerjasama dengan Akumindo untuk lebih bisa menyerap tenaga kerja usaha mikro diseluruh wilyah yang tergabung dalam manajemen pelatihan Akumindo.

Baik secara pelatihan pembuatan dari bahan baku untuk menjadi produk yang bernilai jual tinggi, atau alih teknologi dalam bidang meningkatkan mutu produksi. Untuk perwakilan dari Pati Hermanto, menuturkan bahwa masyarakat kabupaten Pati sudah bisa mandiri secara produktif dibidang pertanian dan perikanan namun bisa lebih terbantu untuk mendapatkan akses permodalan.

Sehingga perekonomian mikro bisa lebih survive kedepannya, melalui PT Mataram Muria Persada Pati dan LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Pundi Mataram Pati adalah murni pemberdayaan masyarakat ekonomi mikro yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM pelaku UMKM, meningkatkan daya saing produk UMKM, meningkatkan promosi dan pemasaran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran melalui kegiatan wirausaha. (Likun)
Share:

Selasa, 25 Juli 2017

Percepatan Pembangunan di Desa Sumberrejo Kecamatan Gunungwungkal Pati

Targethukumonline. Pati - Rabu tgl (26/07/17) pembangunan dan peningkatan infrastruktur sebagai bentuk sarana dan prasarana selama ini cukup signifikan di bawah kepimpinan Bapak Anas Ma'sum selaku kepala Desa (Kades) Desa Sumberrejo kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati ini terkesan sangat tumbuh berkembang dari segi pembangunan infrastruktur maupun pembangunan ekonomi masyarakat, hal ini di ungkapkan ketika kami para awak media Target Hukum online berkunjung ke rumah beliau.


Beliau juga mengatakan bahwa desa Sumberrejo masih sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah berupa jalan usaha tani (JUT) yang mana Di Desa Sumberrejo jalan tersebut kurang dari kata layak untuk di lalui, untuk Dana Desa tahun 2017 ini.

Desa Sumberrejo sendiri di alokasikan di beberapa titik di Lima pedukuhan yaitu dukuh golongan RW01, dukuh pegandon RW02, dukuh sentul RW 03,dukuh pagungan RW03, dan Dukuh cekelan RT03. Bangunan yang di kerjakan berupa pengaspalan, talut, drainase, serta melanjutkan pembangunan Balaidesa.

Harapan beliau untuk kedepannya Desa Sumberrejo mampu menjadi Desa yang mandiri swa sembada pangan dan mampu berdikari serta pembangunan yang merata di segala bidang, " ungkapnya lagi.

Desa Sumberrejo sendiri berpenduduk 5000 jiwa yang mayoritas sebagai tukang atau buruh tani dan desa Sumberrejo mempunyai tiga agama yaitu  islam, Kristen dan budha, mayoritas pemeluk agama islam, walaupun ada tiga agama Desa Sumberrejo sangat kondusif dan hubungan antara umat beragama sangatlah harmonis.

Penduduk Desa Sumberrejo sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar kerukunan warga untuk kedepannya harapan dari Kepala Desa sendiri lewat BUMDES pemerintahan desa mampu membantu perekonomian warga agar masyarakat bisa hidup sejahtera. ($.wawan)
Share:

Leak Sang Pembaharu Bersama Aliansi Rakyat

Targethukumonline. Pati - Rabu tgl (26/07/17) berkantor di jalan Ronggowarsito Pati, beliau banyak menghabiskan waktu demi melayani aduan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Pati. Sosok Dwijo Siswanto yang juga sering di panggil bang Leak ini sangat Fenomenal, selain aktif di LSM beliau juga aktif dimedia nasional aliansirakyatnews.com.

Ketua LSM Aliansi Rakyat 

Harapan beliau sebagai ketua LSM Aliansi Rakyat adalah bertujuan agar bisa ikut mengontrol dan pengawasi pembangunan di Pati, karena di Kabupaten Pati sangat amburadul dalam bidang pengawasan di semua sektor, sektor pemberdayaan masyarakat terutama pembangunan infrastruktur maupun di sektor yang lainnya.

Beliau juga mengatakan "tujuan saya mendirikan LSM Aliansi Rakyat, agar bisa mengawasi dan sebagai kontrol sosial agar proses pembangunan di Kabupaten Pati bisa dilaksanakan dengan baik dan transparan tanpa adanya indikasi korupsi.

Karena jangan sampai Pati yang saya cintai menjadi kabupaten yang tertinggal dari segi pembangunan infrastruktur maupun pembangunan mental pejabat yang amburadul dari Kabupaten tetangga,  sangatlah disayangkan Pati sebagai kota Adipura hanya sebatas omdo atau omong doang, hanya sebagai hiasan di mulut dan pemanis bibir, kami sangat malu sebagai warga Pati. 

Saya hanya mengkritik sosial sebagai tupoksinya lembaga swadaya masyarakat yang seharusnya dapat bermitra strategis kepada instansi maupun institusi lainnya.

Janganlah sampai gegabah para pelaksana pembangunan dan pemerintahan ini dalam menjalankan kewajibannya.

Rakyat adalah pemilik sah negeri ini yang duduk di pemerintahan adalah pelayan masyarakat yang seharusnya melayani kepentingan rakyat lebih dahulu. 

Maju mundurnya sebuah Bangsa terletak pada perilaku para wakil rakyat yang duduk diroda pemerintahan maupun dilegislatif sebagai suara rakyat atau wakil rakyat.

Hal seperti inilah yang seharusnya dilakukan oleh semua pihak untuk saling bersinergi bersama sama dalam membangun Kabupaten Pati tercinta ini.

Media, LSM,  legislatif dan yudikatif bisa saling bermitra sebagai sarana komunikasi dan informasi pembangunan yang ada, mari kita buktikan bahwa Pati bukan Kabupaten terkorup di Jawa Tengah, lanjutkan demi nawacita yang telah di jadikan icon oleh Presiden Joko Widodo melalui kabinet pembangunannya. ($.wawan)
Share:

Mengenal Lebih Dekat Sang Spiritualis Tugi Eriyono

Targethukumonline. Pati - Rabu tgl (26/07/17) menjadi manusia yang bertanggung jawab adalah harapan yang terpendam dilubuk hatinya,  saling berbagi kasih saling menghargai dan menghormati yaitu sosok Tugi Eriyono yang cukup fenomal ini tidak asing lagi di dunia LSM maupun kalangan media, di samping itu dia juga menekuni bidang supranatural yang bertujuan untuk membantu pengobatan, misalnya orang terkena guna - guna maupun kesurupan dengan cara di rukyah.

Eyang Rogo Sukmo (tugi eriyono) 

Dengan cara rukyah yang ia tangani insyaalloh segala gangguan yang dialami para pasien bisa segera sembuh dengan izin Alloh SWT.

Sosok pria tampan kelahiran angkatan Kidul Tambakromo Pati ini sangat santun dan bergaul di semua kalangan, dari kalangan bisnisman maupun kalangan pejabat di Kabupaten Pati, di LSM sendiri beliau selaku anggota Dewan Pimpinan Pusat Badan Pemantau Korupsi Penyelenggara Negara (DPP BPKP NKRI).

Selain itu beliau juga menjabat sebagai komisaris utama media Target Hukum online,  media Nasional yang sudah cukup familiar dan terkenal di masyarakat Indonesia selama ini yang berani memberikan suguhan berita yang menarik melalui fakta dibalik data ( Hukum & Kriminal) selama ini.

Ketika para awak media Target Hukum online  berkunjung di padepokan beliau sembari di temani secangkir kopi beliau menceritakan perjalanan hidup yang dia alami. Dulu sewaktu kecil saya sering sakit - sakitan, kata mbah saya di belakang rumah saya ada sumur tua.

Alkisah yang menurut cerita masyarakat adalah tempat berkumpulnya makhluk gaib, sehingga siapapun yang menempati rumah tersebut tidak akan bertahan lama sehingga pada akhirnya saya berguru mencari ilmu, semenjak itu saya bertekad mencari guru agar bisa menempati tanah tersebut tanpa ada gangguan dari makhluk gaib.

Pertama kali guru yang saya datangi adalah maha guru dari Ponorogo yang ahli di bidang supranatural, sehingga saya melakukan mutih dan patigeni selama 40 hari di gunung kelud, setelah itu juga pernah puasa ngrowot selama tiga tahun di hutan belantara Sumatera.

Bersama Sang Musafir 

Saya jalan kaki mulai Lampung sampai Banda Aceh lewat jalur lintas barat dan kembali lagi melewati lintas timur Sumatera, saya juga pernah mengalami cerita mistis sosok gaib yaitu Eyang Sukmo beliau selalu membimbingku melalui tingkat spiritual yang lebih tinggi juga ke jalan sang lelaku adalah jalan ri'yadoh selama ini, " tuturnya sambil mengakhiri perbincangan kami. ($.wawan)
Share:

Anggota Kodim 0718 Pati Meningkatkan Kualitas Dengan Ketangkasan Beladiri Yongmoodo

Targethukumonline. Pati - Rabu tgl (26/07/17) pada pukul 07.30 WIB,  kemampuan seseorang prajurit yang handal dan selalu mematikan adalah kemampuan bela diri yang selalu diasah dan dilatih secara tepat, hal inilah yang sering ditakuti dan disegani oleh lawan.

Anggota Kodim 0718 Pati 

Bertempat di halaman Makodim di jalan Panglima Sudirman, anggota Kodim 0718 Pati melaksanakan latihan Bela Diri Militer Yongmoodo guna meningkatkan ketangkasan prajurit dalam melaksanakan tugas di satuan teritorial.

Bela Diri Militer (BDM) Yongmoodo adalah jenis kegiatan ketangkasan yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD dilingkungan militer Indonesia saat ini.

Rutinitas kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya pimpinan TNI AD meningkatkan profesionalisme prajurit terutama yang berhubungan dengan peningkatan fisik prajurit.

Jenis bela diri ini berasal dari Korea Selatan yang sangat cocok dengan bela diri militernya TNI AD, sebagai panduan dan unsur jiwa seorang prajurit selama ini.

Pasi Ops Kodim 0718 Pati Kapten Inf Suyani, menuturkan bahwa latihan Bela Diri Militer (BDM) Yongmoodo wajib diikuti oleh seluruh anggota karena merupakan program dari komando atas dan akan di buka pendaftaran untuk umum, sebagai sarana untuk mendidik generasi muda.

Pelatihan Yoongmodo ini yang melatih adalah anggota Kodim yang sudah berkwalifikasi pelatih atau yang sudah menyandang sabuk hitam, dengan latihan BDM Yongmodo tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari dan persiapan kejurda.

Sebagai modal utama dan sekaligus mencari bakat baru siswa -  siswi pelajar serta umum untuk seorang Atlit Yongmodoo. KONI sebagai induk organisasi olah raga di Indonesia juga sudah mengakui bahwa Bela diri Yongmodoo TNI AD sudah di akui dunia internasional.

Latihan yang dipimpin Serda Priyanto dan Serda Handik A, diawali dengan gerakan peregangan dan pemanasan dilanjutkan dengan lari keliling Makodim 0718 Pati.

Selanjutnya ada beberapa jurus bantingan atau pertempuran perorangan jarak dekat adalah inti dari materi bela diri Yoongmodo yang bersumber aliran bela diri seluruh dunia ini, baik ada gerakan jurus karate, taekwondo maupun silat.

Meski rata rata usia tidak lagi muda tetapi semangat para anggota Kodim 0718 Pati dalam mengikuti latihan masih tetap terjaga, terlihat dengan antusiasnya para anggota dalam mengikuti intruksi dari para pelatih atau intruktur sabuk hitam.

Sehingga kemampuan melalui seni bela diri ini diharapkan seluruh anggota bisa lebih disiplin profesional dalam bekerja dan meningkatkan kualitas pribadi dengan baik. ($.Pranata)
Share:

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Hutan Kota Kudus

Targethukumonline. Kudus - Maraknya aksi bunuh diri semakin mewabah dikalangan masyarakat menjadi trend tersendiri,  entah ini hanya pelarian dari himpitan permasalahan yang ada atau hanya sekedar ikut - ikutan karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat akhir akhir ini.

Mayat Tanpa Identitas di Hutan Kota Kudus 

Selasa tgl (25/07/17) telah ditemukan sosok mayat tanpa identitas dilokasi hutan kota kudus tepat sebelah gedung DPRD. Sesosok mayat laki-laki dengan tinggi 165cm, umur diperkirakan 30th memakai  kaos warna hijau dan celana jins warna coklat.

Korban bunuh diri dengan identifikasi lidah menjulur keluar, bola mata dan perut mulai pembusukan, dan leher terikat jerat tali yang tersangkut di sebatang kayu.

Sampai saat ini korban berada di ruang Jenazah RSUD Lukmonohadi kudus.

Bagi warga atau masyarakat yang merasa kehilangan salah satu keluarga dengan ciri - ciri tersebut, silahkan langsung menghubungi pihak rumah sakit setempat. 

Kejadian seperti ini akan terus menjadi pola pikir yang terulang jika tidak ada pengawasan dari orang terdekat terutama orang tua sebagai tanggung jawab keluarga, karena keluarga lah tempat untuk diskusi masalah yang ada. 

Semoga tidak ada kejadian serupa yang akhirnya akan menjadi penyesalan tiada guna,  karena perilaku anak, teman atau orangtua adalah tanggung jawab kita bersama untuk saling mengawasi. ($oim)
Share:

Sergap Reborn Teruji Dan Terpercaya

Targethukumonline. Pati - Selasa tgl (25/07/17) dalam era globalisasi ini sangat dibutuhkan informasi yang sangat akurat sesuai dengan kebutuhan hidup manusia, adapun di dalam dunia informasi yang sarat teknologi baik elektronik maupun media cetak yang lain begitu mudahnya seseorang mendapatkan akses berita atau informasi.

Kabiro Media Sergap Reborn,  Mr. Sabari 

Kabiro Pati Media Sergap Reborn
Media Sergap Reborn koran cetak dan online yang terbit mingguan ini sarat informasi yang berguna sebagai kontrol sosial kehidupan bermasyarakat.

Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum.

Sergap Reborn salah satu media pers koran nasional yang berkantor pusat di Cimahi Kabupaten Bandung dengan oplah yang cukup besar dan produksi koran 15ribu hingga 30ribu eksemplar yang terbesar di provinsi Jawa Barat,  Jawa Timur, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Kabiro Pati media Sergap Reborn Mr. Sabari menegaskan sesuai dengan UU Pers yang telah ada kami selaku pelaku dan bagian dari dunia pers nasional, berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.

Dan memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui informasi yang tepat akurat dan benar, melakukan pengawasan kritik, koreksi dan saran terhadap hal hal yang berkaitan dengan kepentingan umum maupun memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Adapun media Sergap Reborn hadir sebagai penyambung lidah rakyat, kami ada ditengah tengah rakyat dari oleh dan untuk rakyat. Semoga media koran Sergap Reborn dapat memberikan informasi yang tepat akurat dan berguna bagi masyarakat pada umumnya. 

Kami media Sergap Reborn bermitra kepada semua instansi yang terkait baik TNI dan Polri maupun lembaga instansi yang lainnya. (M.Jono)
Share:

Wakil Kepala Disbapermades Kunjungi Pelaksanaan Kegiatan TMMD

Targethukumonline. Pati - Pelaksanaan kegiatan TNI manunggal bersama rakyat sudah terjalin cukup lama, kegiatan yang rutin dilakukan adalah membangun daerah yang tertinggal dalam hal ini terkait desa di wilayah kabupaten pati. 

TNI Manunggal Bersama Rakyat 

Saat ini TMMD sudah memasuki tahap pengerjaan yang menjadi prioritas utama perencanaan pembangunan nasional selama ini.

Melalui program kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pati yang diketuai wakil kepala Disbapermades Bapak Aris mengunjungi pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di desa Tanjungrejo Kecamatan Margoyoso dan Desa Tawangrejo kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati pada hari selasa tgl (24/07/2017).

Kunjungan Pemkap Kabupaten Pati yang diketuai Wakil Kepala Disbapermades yang di dampingi Pasiter Kodim 0718 Pati Kapten Arh Suparyono, Danramil Margoyoso Kapten Inf Bambang S. Danramil Wedarijaksa Kapten Inf Kambali , Kepala Desa Tawangharjo, seperti diketahui di Desa Tanjungrejo ini. 

Kegiatan pembangunan pengaspalan jalan dan pembuatan tugu sudah selesai dan untuk Gardu pos kamling hampir rampung sedangkan untuk didesa Tawangharjo untuk pengecoran jalan sudah selesai tinggal gardu pos kamling, semenisasi dan pengaspalan ini menjadi salah satu program dari kegiatan fisik dalam pelaksanaan TMMD di wilayah  Margoyoso dan Wedarijaksa.

Sementara itu, disela-sela peninjauan bersama wakil Kepala Disbapermades mengungkapkan apresiasi atas semangat kegotong royongan dan kebersamaan yang dibangun oleh TNI bersama dengan masyarakat.

Wakil kepala Disbapermades menilai, kegiatan ini juga merupakan wujud kerjasama antara pemerintah, TNI dan masyarakat yang bersama-sama ingin memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pembangunan.

TMMD adalah salah satu program untuk membantu membuka keterisolasian dan ketertinggalan daerah serta meningkatkan sumber daya masyarakat, juga untuk meningkatkan kecintaan rakyat terhadap tanah air dan mendekatkan TNI dengan masyarakat.

Inilah pengorbanan dan pengabdian TNI sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan masyarakat dan desa yang tertinggal, selama ini rakyat bahu membahu demi kepentingan rakyat bangsa dan negara, TNI kuat bersama rakyat. ($.Pranata) 
Share:

Senin, 24 Juli 2017

Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando ~6

Targethukumonline. Sejarah - Peltu Umar Sumarsana sudah mulai menggerakkan pasukannya. Mungkin karena Umar adalah seorang Pajuang Angkatan 45, maka ia berani mengembangkan perintah penutupan menjadi pengejaran dan penyergapan.

Ilustrasi 
Sebelumnya, Brigjen TNI M. Jusuf selaku Panglima Operasi Kilat, menjanjikan bahwa pasukan yang berhasil meringkus Kahar hidup atau mati, akan diberi hadiah pulang ke basis dengan angkutan pesawat udara.

Dalam perkembangan selanjutnya, tanggal 3 Februari 1965 pukul 03.00 dinihari, peleton Umar Sumarsana berkekuatan 18 orang masuk sektor A, kemudian menyeberangi Sungai Lasolo yang sedang banjir. Pukul 04.00 tepat, Peleton Umar mengepung satu rumah yang diyakin sebagai tempat persembunyian Kahar Muzakkar.

Peltu Umar membagi peletonnya menjadi empat poros. Satu poros disiagakan diseberang sungai Lasolo untuk menutup pengunduran Kahar. Satu poros penutup ditempatkan disayap kiri, dan satu poros lainnya disayap kanan, sedangkan poros tengah bertugas sebagai penyergap.

Menjelang terbitnya matahari terlihat seorang keluar dari rumah yang dikepung, kemudian orang tersebut berlari kesamping rumah. Ia kaget karena melihat orang asing berada disekitarnya. 

Dalam suasana remang-remang pagi, Kopral Satu Ili Sadeli tahu pasti bahwa orang yang diincarnya itu adalah Kahar Muzakkar, karena sebelumnya seluruh peleton telah dibekali dengan foto Kahar.

Melihat orang yang dipastikan sebagai Kahar Muzakkar itu menggenggam sebuah granat tangan, Koptu Ili Sadeli tidak mau ambil resiko. Ia melepaskan rentetan tembakan menggunakan senapan mesin regu BAR kaliber 7.62mm dan tepat mengenai sasaran.

Kahar Muzakkar tewas seketika, tubuhnya tertelungkup hanya berjarak dua meter dari rumah tempat persembunyiannya. Ia terkena tembakan empat peluru didada dan sebeuh peluru menyerempet leher. Kahar tewas dengan hanya mengenakan kaos oblong putih dan celana hijau tentara.

Dengan tewasnya Kahar Muzakkar, maka berakhirlah operasi pengejaran selama 14 tahun. Jenazah Kahar Muzakkar dibiarkan tergeletak ditempatnya tewas selama dua malam, untuk menunggu kedatangan pejabat Operasi Kilat yang akan melakukan inpeksi. 

Tewasnya Kahar langsung dilaporkan ke Komob Operasi Kilat di Pakue dan Markas Komando Komando Antar Daerah Indonesia Timur (Koandait) di Makassar.

Sore harinya, Brigjen TNI M. Rukman, Panglima Koandait merangkap Panglima Operasi Tumpas berangkat menuju Paku dengan kapal laut. 

Sementara itu, Brigjen TNI M. Jusuf memerintahkan Kepala Staf Operasi Kilat, Kolonel Inf. Solichien GP untuk melakukan inpeksi langsung ke lapangan, menerima laporan langsung dari Peltu Umar Sumarsana di Laiyu, dan membawa jenazah Kahar Muzakkar ke Makassar dengan helikopter.

Tanggal 5 Februari sekitar pukul 09.00 pagi, Kolonel Inf. Solichien GP didampingi Danyonif 330/Para Kujang I Mayor Inf. Yogie S. Memed dan beberapa perwira lain, mendarat di Desa Litu dengan helikopter Mil-4 yang diterbangkan oleh Kapten Udara Sularso, seorang penerbang lulusan Cakra I/Yugoslavia. 

Selanjutnya, Kolonel Solichien dan rombongan berjalan kaki sekitar 10 menit ketempat tertembaknya Kahar Muzakkar.

Didekat jenazah Kahar Muzakkar, Kolonel Solichien menerima laporan langsung dari Peltu Umar Sumarsana yang menjelaskan secara terperinci kronologi tertembak matinya “Presiden/Khalifah Negara Persatuan Islam Indonesia” itu.

Dikemudian hari, Sintong ditegur oleh salah seorang Asisten Brigjen TNI Moeng Parhadilmoeljo, Komandan RPKAD, wilayah itu kan sektor A..daerah operasimu, kenapa bukan kamu yang menyergap Kahar.. ?

Siap.! Perintah dari Panglima Jusuf saya dan pasukan selaku pasukan penutup, kami tidak berani melanggar perintah!” Perintah Panglima Jusus kepada Sintong sangat jelas, yaitu menutup rapat daerah itu, mencegah lolosnya Kahar. 

Ia tidak berani melanggar perintah, meskipun wilayah tersebut medan operasinya. Seandainya Sintong yang melakukan penyergapan, terdapat dua kemungkinan. Pertama, Kahar berhasil disergap hidup atau mati, kedua, Kahar lolos masuk hutan tebal di sektor A.

Berkat penutupan yang dilkukan oleh Peleton 1 RPKAD, Kahar Muzakkar tidak berhasil menerobos keluar, sehingga tidak dapat menerobos masuk hutan.

Jenazah Kahar Muzakkar diterbangkan menggunakan helikopter Mi-4 dari Desa Laiyu menuju Makassar. Menjelang tengah hari, jenazah tiba di Makassar, diangkut dengan ambulan dan dibawa ke rumah sakit.

Sampai sekarang pun, mungkin tidak ada seorang warga masyarakatpun yang mengetahui dimana jenazah Kahar Muzakkar dimakamkan. Bahkan anggota militerpun, sangat kecil yang mengetahui kuburannya.

Banyak yang mengatakan, bahwa rahasia kuburan Kahar dipegang dan disimpan oleh Panglima Jusuf. Namun, sampai meninggalnya Pak Jusuf, misteri kuburan Kahar tetap tersimpan rapat-rapat. (€ko)
Share:

Merebut Irian Jaya : Letnan Manuhua Gugur

Hankam - Sambil memegangi tangannya yang tercabik peluru musuh, Manuhua memerintahkan kepada Sutarmono agar segera lari menyelamatkan diri. Suara tembakan masih ramai sekali, meskipun kekuatan tidak seimbang, tapi mereka tetap melakukan perlawanan sebisanya.


Dalam hujan tembakan musuh dan situasi yang gawat, Sutarmono tidak sampai hati meninggalkan komandannya yang tetap bertempur dalam keadaan terluka melindunginya dari belakang, namun perintah sang komandan harus dituruti. Sutarmono pun meninggalkan lokasi pertempuran sambil tetap mengawasi sang komandan dari jauh.

Sutarmono menyaksikan ketika sang komandan yang tinggal bertempur sendirian kehabisan peluru, memaksa terus melawan dengam sangkur ditangan. Ketika musuh sudah mengepung, siraman peluru mencabik-cabik tubuh Manuhua.

Dari arah samping, dua orang penduduk meluru dengan parang dan tombak dan langsung menghujamkan ketubuh Manuhua dan kepala Danki 3 PGT itu dipenggal dengan sadis. Letnan Satu Manuhua, eks KNIL kelahiran Ambon yang bergabung dalam TNI pasca RMS di Maluku, gugur sebagai Pahlawan Trikora. 
Semuanya disaksikan Sutarmono dari kejauhan dengan mata tak berkedip.

Sutarmono terus berlari sambil menenteng senjata rampasannya. Karena berat juga pelurunya habis, senjata itu dibuang. Dia tahu kalau dirinya sedang diburu, bahkan Belanda mengerahkan sebuah heli yang berputar-putar coba mengejarnya, dia lari sekuat tenaga sambil menyelinap dibalik pepohonan.

Saat kritis, Sutarmono menyelusup dibawah daun-daun kering dan ranting, kemudian bersembunyi untuk beberapa lama dengan badan mematung tidak bergerak sedikitpun. Selama tiarap rata dengan tanah, dia mendengar serdadu Belanda yang tengah memburunya.

Sutarmono mendengar jelas pembicaraan mereka kalau Manuhua dan seluruh anggotanya sudah dihabisi, tinggal satu yang tersisa yaitu dirinya. Kemampuan menyelinap Sutarmono sungguh luar biasa, sampai-sampai Belanda yang hanya beberapa meter jaraknya tidak mengetahuinya. Lama kelamaan Belanda dan KNIL menyerah lalu pergi.

Setelah dirasa aman, ia berusaha memantau lokasi sekitar namun belum berani keluar dan tetap posisi tiarap. Karena lelah akhirnya ia tertidur pulas. Ketika bangun, Sutarmono baru sadar kalau tangan dan kakinya sudah dipenuhi pacet. Dengan badan lunglai, Sutarmono berjalan sambil menyeret G3 nya.

Dia sadar bahwa disekelilingnya masih banyak musuh, dan dia adalah orang yang paling dicari-cari karena sudah menewaskan tiga serdadu bule Belanda.
Tiga hari kemudian ia baru bertemu dengan teman-teman nya dari kelompok dua yang datang menyusul. Oleh Sutarmono diceritakan tentang apa yang terjadi dan yang menimpa sang komandan kompi.

Sutarmono dan rekan-rekannya dimana saja berada selalu dibayangi patroli musuh. Akhirnya dalam suatu kesempatan kontak senjata pecah, koptu Khusaeri dan seorang lagi rekannya gugur tertembak dan jenazahnya jatuh kedalam sungai yang penuh dengan buaya.

Setelah sekian lama melakukan perlawanan dengan jumlah kekuatan dan persenjataan yang semakin berkurang, akhirnya Sutarmono dan empat lagi rekannya tertawan juga. Mereka ditahan disuatu tempat yang disebut KL, kemudian pada bulan Juli dipindahkan ke penjara Sorong.

Sutarmono memang orang yang paling dicari-cari Belanda, beruntung tidak ada yang hapal wajahnya. Ia pernah dipukuli sampau babak belur karena tidak mengakui namanya Suparyono, ia mengaku bernama Sutardjo. Mengapa Belanda ngotot kalau ia bernama Sutarmono, karena salah satu anak buah Manuhua yang diperkirakan masih hidup adalah Sutarmono, hal ini sesuai dengan dokumen yang dimiliki oleh Belanda.

Dari penjara Sorong dia dikirim ke Biak, dan empat hari kemudian dibuang ke Pulau Wundi. Di sini ia tetap berkeras bahwa namanya adalah Sutardjo, bukan Sutarmono. Namun begitu, kedoknya terbuka ketika Belanda diam-diam menanyakan kepada seseorang yang bernama Soepangat.

Dari situ Belanda mengetahui nama sebenarnya, Robertus Sutarmono, anggota PGT Kompi 3, seorang Katolik yang taat. Mungkin karena Katolik, mulai saat itu dia mendapat perlakuan yang berbeda dari teman-temannya. Di penjara Pulau Wundi, Sutarmono dikumpulkan bersama kru T-440 yang pesawatnya tertembak.

Sementara anggota PGT yang dijebloskan di penjara Sorong juga mendapat perlakuan yang tidak baik, disini mereka ditahan di dapur disebuah rumah bekas kantor polisi. Selama dalam tahanan dilakukan interogasi dan penyiksaan. Kepada mereka juga di tanyakan kedudukan, persenjataan dan kekuatan pasukan.

Pemeriksaan paling kejam dilakukan oleh seorang anggota polisi Belanda asli Jombang yang beristrikan wanita Belanda. Lain halnya dengan Kepala Polisi Sorong berpangkat Letkol yang ibunya berasal dari Purworejo, cukup bersimpati terhadap para tahanan.~bersambung ~(€ko)
Share:

Kisah Petualangan Ghoib Digunung Gede - Sukabumi ~2

Misteri - Setelah Kami sama-sama mengambil wudhu di aliran sungai kecil yang tak jauh dari tempat kami, setelah itu kami melakukan sholat berjamaah. Selepas sholat, saya mulai mempersiapkan segala sarana untuk ucapan ritual, yang sebelum berangkat memang sudah kami dipersiapkan dirumah. 

Ilustrasi 
Tepat pukul 20.00 WIB, saya dan Subhan berpisah untuk mencari tempat masing-masing. Tentu saja maksudnya agar kami bisa khusyuk dalam melakukan ritual yang akan digelar, sesuai dengan keinginan masing-masing.

Lewat sebuah amalan pembuka pintu ghoib, guru saya dan saya mulai memusatkan segenap konsentrasi untuk masuk ke alam dimensimaya. Entah sudah berapa jam kami memusatkan konsentrasi, bahkan berbagai amalan dan ajian yang berbeda-beda sudah Kami gunakan, namun amalan dimensi lain belum juga terbuka Tirainya. Baru menjelang pukul 02.30 WIB guruku merapalkan Ajian Suket Kolonjono dan Asma' Sirr Baru mulai bisa menyibak Alam lain.

Subhanalloh....!!!! ( Alhamdulillah berkat bimbingan guruku akhirnya saya bisa merasakan dan berhasil masuk ).

Sungguh Kejadian yang sulit diceritakan lewat untaian kalimat, yang jelas saya mulai menapaki Ruas jalan di area hutan. Entah sudah berapa jauh saya menyelusuri daerah ghoib. 

Karena terasa lelah, akhirnya saya beristirahat di sebuah Musholah kecil yang sepertinya sudah sangat tua. Ketika saya akan masuk ke dalam mushola tersebut, tiba-tiba dari dalamnya keluar seorang kakek. Rupanya si kakek sengaja ingin menyambut kedatangan saya. 

Selamat datang anakku....!!! cetus si kakek. sikapnya amat ramah, dengan senyum yang terasa menyejukkan.

Sayapun memberi hormat padanya dengan cara mencium jemari tangannya. Setelah itu si kakek memeluk pundak kami, dan mengajaknya masuk ke dalam masalah tua. Anakku, aku sangat senang sebab kau bisa datang di kediamanKu itu. Sudah lama aku menunggumu.

Rasanya, sudah lima tahun menurut hitungan bangsa manusia. Ingat, aku pernah hadir dalam mimpimu, bukan....??? Subhanalloh....!!! Saya baru sadar kalau kakek inilah yang memang pernah hadir dalam mimpi 5 tahun silam itu. Ya, saya baru ingat kakek memang pernah hadir dalam mimpiku.

Tapi, benarkah kakek yang dalam mimpi itu memberikan batu hitam kepadaKu...??? Tanya saya,  benar cucuku..!!! Jawab si kakek masya Alloh...!!! Saya langsung menubruk si kakek. Rasa haru, sedih, bahagia, bercampur aduk dalam dada saya.

Bahkan, entah mengapa, saat itu saya sempat menangis untuk sesuatu yang tak jelas. Mungkin, karena saya merasa telah melampaui suatu keghoiban yang amat sulit dicerna dengan akal sehat.

Setelah keadaan berubah tenang, si kakek baru mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Nak, inilah batu ini yang pernah Aku berikan kepadamu dalam mimpi itu...!!! Katanya, saya hampir tak percaya dibuatnya, sebab batu yang diberikan si kakek wujudnya memang sama persis dengan batu yang diberikannya lewat mimpi lima tahun silam. 

Dari pertemuan ini akhirnya saya jadi tahu kalau si kakek bernama Eyang Suryakencana. Dalam pertemuan itu saya banyak diajarkan beberapa ilmu para sesepuh jaman dahulu yang tidak bisa saya jabarkan disini, waktu tidak terasa setelah selesai memberi wejangan akhirnya sang kakek berpamitan karena masih ada urusan lagi.~BERSAMBUNG....(den mahesa)
Share:

Pelaku Pembacokan Pratu Gede Yasa Mataram di Tangkap Aparat Keamanan

Targethukumonline. Buleleng - Saat ini perilaku semena - mena di kalangan masyarakat Indonesia sudah sedemikian rupa, tak ada rasa takut untuk melakukan tindakan kriminal di depan umum. Bahkan cenderung meningkat angka kejahatan seperti melakukan pengeroyokan, penusukan terhadap aparat keamanan.


Seperti kejadian pada tanggal 24 Juli 2017 pukul 10.30 Wita di Kantor Lurah Pegayaman desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng telah dilakukan penangkapan oleh Tim Sergab gabungan Kodam IX Udayana dipimpin Lettu Inf Nyoman Suarka terhadap pelaku Buzaeri alias Kesper yang merupakan tersangka utama pelaku pembacokan Pratu Gede Yasa Mataram di warung tuak Bunga desa Pengambengan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Bali, pada tanggal 17 Juli 2017 kemarin malam.

Kejadian inilah yang memicu penanganan lebih lanjut tepat pada pukul 10.00 Wita Tim sergab gabungan Kodam IX Udayana mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku pembacokan berada di desa Pegayaman untuk bersembunyi dari kejaran aparat penegak keamanan, bahwa pelaku Buzaeri alias Kesper berada di Kantor Lurah Pegayaman, atas informasi tersebut selanjutnya Tim Sergab gabungan Kodam IX Udayana berangkat dari Kodim 1609 Buleleng menuju Kantor Desa Pegayaman untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Selanjutnya tepat pada pukul 10.30 Wita Tim Sergab gabungan Kodam IX Udayana tiba di Kantor Lurah Pegayaman dan mengamankan terhadap pelaku dan selanjutnya dibawa ke kantor Kodim 1609 Buleleng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tim Sergab gabungan Kodam IX Udayana bersama pelaku  Kesper tiba di Kodim 1609 Buleleng selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang selama ini meresahkan masyarakat atas perilaku yang tidak bertanggung jawab cenderung lebih arogan dan premanisme. Keadaan seperti inilah juga merupakan tanggung jawab aparat keamanan dalam menyikapi persoalan yang ada, sehingga tidak ada kejadian lagi yang menimpa saudara kita, bagaimanapun keselamatan dan pengamanan adalah tanggung jawab kita bersama. (M.tugi)
Share:

Blog Archive