Jumat, 21 Juli 2017

Semirejo Masih Menyimpan Jejak Sejarah Keraton Pati

Targethukumonline. Pati - Sabtu tgl (22/07/17) menjadi seorang pemimpin tidak semudah yang dibayangkan kerja keras, usaha, pengabdian dan pengorbanan kepada warga maupun masyarakat harus lebih di utamakan. Yang katanya," ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Pati suatu saat nanti, kelak ada pulung atau wahyu keprabon jika Tuhan menghendaki siapapun boleh dan sah sah saja, lha wong namanya angan-angan dan cita cita," hehehehe.

Figur dan ketokohan Triyono seperti tokoh pewayangan Parikesit seorang  kesatria pilih tanding, yang saat ini menjabat sebagai Lurah Semirejo dikenal sebagai insan yang baik, ramah, bijaksana dan merakyat. Selaku Kepala Desa Triyono tegas dalam melaksanakan aturan-aturan pemerintah desa.

Triyono saat ditemui disela-sela kesibukannya, belum lama ini  Triyono memaparkan bahwa master plan balai desa yang begitu megah baru proses infrastuktur pembangunannya dan belum 50% selesai. Hanya ada satu satunya balai desa yang tumbuh pohon beringin kembar dihalamannya, sangat unik di karenakan masih ada jejak sejarah (keraton) yang terpendam di Semirejo ini.

Rencana depan bangunan balai desa juga ada air mancur yang indah sebagai sarana dan wajah tampilan baru dikarenakan tempatnya yang strategis, bagaikan icon sebuah ibu kota  jaman dahulu," kata Triyono yang punya julukan ayam jantan dari timur ini.

Diketahui ide-ide Triyono selalu didukung masyarakat karena misi dan visinya menjabat sebagai lurah ingin desa Semirejo semakin maju dan berkembang sebagaimana semboyan dan slogan saat ini untuk bisa selalu hamangku "Noto Projo Mbangun Desa".

Yang terbaik masyarakat desa Semirejo kecamatan Gembong Kabupaten Pati, selalu mendukung kegiatan infrastuktur pembangunan desa, mari kita buktikan bahwa desa Semirejo yang terbaik se-Kabupaten Pati sebagai wujud syukur atas segala limpahan rahmatNya hingga kedepannya kita tetap rendah hati, karena semua adalah titipan dari Yang Maha Kuasa sebagai bekal kita dikemudian hari," tutup Triyono. (Eko Borgol)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive