Sabtu, 30 September 2017

Perjalanan Spiritual Sang Salik Mencapai Tingkat Yang Hakiki

Targethukumonline. PATI - Ketahuilah para murid, ibadah yang tertinggi itu adalah ibadah yang bersifat intim, sangat sangat rahasia, hanya hamba dan TUHANnya saja yang tahu, bahkan binatang, tumbuhan, jin, setan, iblis, maupun malaikat tidak ada yang tahu. Ibarat kata seperti suatu keintiman suami-isteri, telanjang berdua, sangat tersembunyi, tidak ada orang lain yang tahu, minggu tgl (01/10/17).

Perjalanan suci seorang hamba Allah
(Kawulo Alit)

Ibadah seperti inilah ibadah yang tertinggi, yang tidak dicatat malaikat karena memang mereka juga tidak tahu. Ibadah seperti inilah yang hendaknya menjadi suatu idaman dan cita-cita luhur kita semua...... ibadah yang intim, yang murni, yang suci, yang tinggi.... ekstase puncak..... hasrat yang meledak, memancar menjadi keindahan semesta......

Dunia ilmu Ketuhanan adalah dunia yang kerap kali berhadapan dengan realitas-realitas kegaiban, apakah diminta ataupun tidak diminta, pada satu titik tertentu hal hal semacam itu memang akan dihadapi para salik. Oleh sebab itu, para salik hendaknya tidak jemu-jemunya untuk berkonsultasi dengan pembimbingnya dan mengikuti instruksi serta arahan-arahannya.

Sebab sebenarnya dgn bersikap tawadhu' dan mengikuti instruksi pembimbingnya dengan baik, dalam hal tersebut sejatinya cahaya dari sang pembimbing sudah masuk dan mengalir dengan sendirinya menuju kepada si salik. "cahaya hanya bisa ditangkap dengan cahaya" ilmu itu hanya bisa engkau serap dengan ketawadhuan.

Pelajaran tentang Bismillah, bagi para murid, Al-Qur'an seluruhnya itu terangkum secara kualitasnya didalam Al-fatehah, sedang Al-fatehah itu terangkum di dalam Bismillahirrohmanirrohim. Rahasia Bismillah terdapat dalam huruf Ba' dan alif yang tersembunyi (diantara ba' dan sin).

Ba' itu babun atau bab atau khazanah/wadah dari seluruh ilmu. Titik dibawah Ba' itu adalah pintu gerbang/pintu masuknya. sedang alif yang tersembunyi adalah kunci pembukanya, apakah alif yang tersembunyi itu.
Ada didalam dirimu sendiri, di dalam kuatnya tekat dan keyakinan dirimu pribadi itulah alif yang tersembunyi, karenanya jangan pernah ragu-ragu lagi dalam melangkah, temukanlah alif yang tersembunyi milikmu, jadilah peluru-peluru titik yang menembus gerbang dan menggapai pengetahuan hakiki tentang TUHAN. DIA selalu menantimu, seberapakah engkau serahkan dirimu, segitulah DIA akan menerimamu.

setiap makhluk apakah manusia ataupun jin, maka cita citanya untuk menuju Allah adalah suatu anugrah dan kemuliaan dariNYA, hendaknya mereka semua bersabar atas keadaan dirinya, dan senantiasa mencintai sesamanya dimana saja berada.

Yang disebut ilmu bukanlah apa yang kukatakan padamu, tetapi apa yang engkau lakukan dalam lelakumu. Walaupun engkau membaca hikam 1000x sampai berbusa mulutmu, semuanya adalah sia-sia dan percuma saja tanpa lelaku. Lelaku itulah ilmu yang sesungguhnya, karena "ngelmu iku kalakone kanti laku" (ilmu adalah lelaku itu sendiri).

Lelaku inti dalam ilmu ketuhanan itu adalah pengendalian hawa nafsu, untuk mampu mengalahkan dan menundukkannya. Harus banyak-banyak tirakat, kuat lapar dan kuat melek malam, wening dan dzikir sebagai ibadah utama. Hampa, kosong, ora ono opo-opo, langsung terbang tinggi saja, embuh ora ngerti sampai mana jadilah penduduk langit, migrasi ke alam baka, alam kelanggengan.

Wahai salik.... teruslah berjalan dan berjalan untuk menggapai PENCERAHAN JIWA mu masing-masing.

Setiap jiwa yang belum mengetahui tempat kedudukan akhirnya kelak, ia masih dalam perjalanan menuju pencerahan, tetapi belum sempurna dalam pencapaian pencerahan jiwa.

Ketika pencerahan jiwa sudah mencapai kesempurnaannya, akan terang dan jelas tempat kedudukan akhirnya sendiri-sendiri. Dimana tempat kedudukan akhirmu kelak, gapailah pencerahanmu.

Diantara para pejalan (salik) banyak yang lebih tertarik kepada bab-bab kegaiban, untuk mengetahui rahasia-rahasia alam gaib, ketimbang untuk belajar menerima setiap keadaan dan kenyataan hidupnya, nrimo ing pandum.

Mereka akan terkecoh jebakan batman, memburu hantu gentayangan, tetapi lengah dan tidak mengerti maksud dan tujuan adanya dirinya.

Batinnya tidak mencapai pencerahan jiwa yang memadai, tetaplah diselimuti rasa tidak tenang dan was-was, ingin lekas sampai tetapi malah tidak sampai-sampai. Ketahuilah, pada akhirnya semua perjalanan itu akan tetap mentok, yaitu tetap saja untuk mengikuti maunya Allah, menuruti kehendakNYA, baik kita suka maupun tidak suka.

Alangkah baiknya, jikalau engkau berkonsentrasi kepada kenyataan hidup, dan melatih dirimu menerima setiap kenyataan yang ada, dan bersyukur karenaNYA, untukNYA dan besertaNYA.

Ketika seseorang telah mengerti dan memahami maksud dan tujuan adanya dirinya, ia akan menyingkirkan setiap batu batu yang berada di jalan yang akan dilalui orang orang tanpa perlu lagi bertanya, mengapa harus saya lakukan.?

Ia akan menyisihkan sebagian dari rizkinya dan memberikan pada mereka yang membutuhkan, tanpa perlu bertanya "apa balasan atas pahalanya?", ia akan menolong siapa saja yang membutuhkan prtolongannya, tanpa perlu lagi bertanya, "apa imbalannya?". Ia akan menjadi Qur'an yang berjalan dan memancarkan segenap keindahanNYA cahaya dari tubuhnya. ($.bari)
Share:

Icang Rahardian Menyantuni Anak Yatim Piatu

Targethukumonline. BEKASI - CEO C Radio 105,5 FM Icang Rahardian berharap kedepan jangan lagi ada anak yatim yang meneteskan air mata. Karena duka dan tetesan air mata anak yatim adalah kepedihan kita semua.

Icang Rahardian memberikan santunan kepada anak yatim piatu

Demikian dikatakan Icang sapaan Icang Rahardian dalam acara santunan anak yatim piatu, jompo dan dhuafa atas kerjasama Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) dan managemen C Radio 105,6 FM  di Masjid Jami Anur Kampung Harapan Baru, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi Jawa Barat Minggu tgl (01/10/17).

Dikatakannya, sudah seyogyanya kita sebagai masyarakat saling bahu membahu dan bergotong royong meringankan beban anak yatim.
"Saya punya cita-cita dari dulu. Tiap hari Jum'at kita jadikan lebaran anak yatim," jelasnya.

Ditempat yang sama pendiri IWO yang juda Bendhara Umum IWO Hartono Harimurti  berharap kegiatan santunan ini bisa terus berlanjut.

"Semoga terus berlanjut. Dan bisa membawa berkah bagi kita semua," jelas Hartono.

Kegiatan amal ibadah ini agar kedepannya menjadi agenda rutin setiap bulannya, bisa saling berbagi kasih kepada sesama untuk sekedar meringankan beban hidup anak anak yang membutuhkan dan kurang mampu. Karena hidup di dunia yang penuh dinamika ini adalah wujud syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kenikmatan di dunia ini. ($.Mint0)
Share:

Operasi Pekat Di PATI Terkesan Separuh Hati

Targethukumonline. PATI - Sabtu tgl (30/09/17) Polres Pati Lakukan Operasi Pekat  perjudian tanpa kompromi. Pernyataan untuk memerangi penyakit masyarakat (pekat) yang kian marak di wilayah kerja hukum di Pati belum mencapai target hingga pada bandar atau yang melidunginya. Bahkan operasi pekat terhadap judi yang selama ini di gembor gemborkan oleh pihak aparat penegak hukum hanya sebatas pada penjual yang di sinyalir sebagai pekerja yang mendapat upah dari bandar.

Togel masih merajalela di wilayah PATI

Tetapi lain halnya dengan slogan “perang” melawan penyakit masyarakat yang ada di wilayah hukum polres Pati Jawa Tengah hanya sekedar “Jargon” belaka. Kenapa demikian...? hal ini dilihat dari masih banyaknya praktek perjudian baik itu judi togel, judi sabung ayam, judi kopyok  dan penjualan miras yang terjadi di wilayah Kayen, Sukolilo bahkan di seluruh Kabupaten Pati Jawa Tengah. 

Meski terjadi dan bahkan tanpa ada tindakan pencegahan dari aparat penegak hukum setempat.
Seperti halnya yang masih marak di Kecamatan Sukolilo didapati banyak oknum yang menggelar judi togel secara sembunyi sembunyi. Di ketahui judi togel tersebut di buka di ruang kamar rumah dan terlihat tidak bisa tercium dengan aparat. 

Namun pada kenyataanya, hal ini terjadi dan terkesan ada pembiaran dari pihak aparat keamanan.
Suasana yang demikian, seolah olah lepas dari pantauan pihak keamanan, sehingga hal yang penyakit masyarakat yang menghawatirkan itu disinyalir tidak  dilarang secara langsung oleh aparar hanya dengan alasan takut  terjadinya konflik horizontal. Ada apakah sebenarnya...?

Apakah sesuatu yang merupakan musuh masyarakat dan larangan negara tersebut masih subur berkembang tanpa ada tindakan.
Lantas dimana petugas keamanan yang notabene harus memberantas perjudian. 

Sebagai masyarakat kecil yang merasa resah dengan adanya perjudian ini kita hanya bisa pasrah dan berharap agar penegak hukum bertindak secara tegas dan menindak pelaku judi sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan harapan masyarakat, penegak hukum harus benar-benar mengadili pelaku judi togel tanpa tebang pilih.

Seperti dikutip dari Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, “ semua judi dalam bentuk dan jenis apapun kami gencarkan operasi judi untuk menekan angka pekat di Pati yeng berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat. 

Kami akan berantas pelaku judi di Pati tanpa ampun, tak kenal kompromi, tegas kompol Sundoyo seperti di lansir pada berita yang lalu.
Penyakit masyarakat ini harus di bersihkan satu persatu penjual judi togel akan kami tangkap biar masyarakat mengerti bahwa judi  tidak ada kata bebas, masyarakat mulai sekarang jangan terprovoksi,” kata Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan SIK.

Kami akan berantas habis perjudian dimana ada sebagaian warga mengaku judi itu bebas, lanjut kapolres. Jadi kami tegaskan lagi tentang pasal 303 tidak ada kata bebas semua akan diungkap sampai tuntas.

Penyakit masyarakat yang selama ini masih beredar yaitu menjual nomor togel dengn enjoynya bilang judi bebas. Kami akan membekuk tersangka perjudian tanpa pandang bulu. Dan kami meminta kepada warga masyarakat untuk memberi  informasi jika ada temuan di lapangan tentang penyakit masyarakat agar melapor ke polres Pati,” tegas AKBP Maulana Hamdan SIK. (Tim/TH)
Share:

Nobar Film G30S PKI Bersama Koramil 04 Kayen Pati

Targethukumonline. PATI - Pada hari sabtu 30 September 2017 mulai pukul 14.00 WIB bertempat di gedung KPRI kayen dilaksanakan kegiatan nonton bareng film Pemberontakan G30S/PKI, kegiatan nonton bareng dilaksanakan setelah acara UTS (Ulangan Tengah Semester) mata pelajaran pendidikan jasmani dan bahasa daerah.

Nobar Bersama di gedung KPRI Kayen

Hadir dalam acara kegiatan nobar yang langsung dihadiri oleh Danramil 04 kayen beserta anggota,
Camat kayen dan jajarannya, Kapolsek kayen, Kadiknas kayen, Kepala KUA kayen, Mantri tani kayen, Kepala PB Nu kayen, Kepala PB Muhamadiyah kayen, Kepala banser kayen dan tamu undangan.
Kepala polhut kayen dan nobar Film G30S PKI disaksikan juga oleh perwakilan perwakilan siswa siswi SLTA/SLTP se-kecamatan kayen kurang lebih 500 siswa siswi.

Sebelum dimulai acara pemutaran G 30S/PKI camat kayen mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat kayen dan siswa siswi generasi muda kecamatan kayen kabupaten Pati, untuk melaksanakan acara nonton bareng pemutaran film Pemberontakan G30S PKI ini agar para generasi muda dan siswa-siswi mengerti akan sejarah Bangsa Indonesia yang dulu pernah ada pemberontakan PKI pada tahun 1948 dan 1965.

Diikuti dengan sambutan Danramil Danramil 04 kayen kami Koramil koramil kayen mendapatkan tugas dari atasan untuk menyelenggaraan kegiatan pemutaran film pemberontakan G30S/PKI dengan tujuan agar para generasi muda tahu sejarah bangsa Indonesia yang cukup kelam akan ganasnya G30S/PKI jaman dulu, biar bertambah wawasan pada era sekarang ini.

Mengetahui dan paham akan sejarah bangsa Indonesia, yang pada jaman tahun 1948 dan berlanjut 1965 ada pemberontakan yang dilakukan oleh PKI yang akan melakukan kudeta dengan tujuan mengganti ideologi PANCASILA dengan komunis, tetapi tidak berhasil dilaksanakan, agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari, merupakan kewajiban kami dan kita sebagai aparat dan bangsa Indonesia untuk selalu menjaga keutuhan NKRI yang berasaskan panca sila dan NKRI harga mati. ($.yoto)
Share:

Jumat, 29 September 2017

Brigjend Supardjo Lonceng Kematian Tokoh G30 S PKI

Targethukumonline. Sejarah - Pangkat saya memang lebih tinggi dari saudara, tapi di gerakan ini, saya anak buah saudara, demikian kira-kira ucapan Brigadir Jenderal Soepardjo saat menyalami Letkol Untung tanggal 29 September 1965.
Brigjen Soepardjo baru saja tiba di Jakarta.

Brigjen Supardjo saat menuju persidangan

Meninggalkan posnya di Bengkayang kalimantan untuk bergabung dengan Gerakan 30 September. Dia panglima perang yang membawahi ribuan pasukan tempur di perbatasan kalimantan-malaysia.

Usianya baru 44 tahun dengan karir yang cemerlang sebagai komandan pertempuran dan ahli strategi. Menjelang G30S, Soepardjo kerap berdiskusi dengan Letkol Untung dan Sjam Kamaruzaman. Di sini dia sudah merasa banyak hal yang berantakan, hal itu dituliskannya dalam catatan evaluasi untuk G30S.

Seperti lazimnya gerakan komunis, komisariat politik mengendalikan militer, begitu pula dalam G30S, Sjam Kamaruzaman lebih dominan dari Letkol Untung. Saat Brigjen Soepardjo bertanya rencana B jika aksi G30S gagal, Sjam malah emosi.

Ya Bung kalau begini banyak yang mundur, kalau revolusi sudah berhasil banyak yang mau ikut," kata Sjam.

Dalam peperangan, skenario mundur bukan pengecut, dalam setiap pertempuran selalu ada skenario mundur. Tapi ini tak berlaku untuk Sjam dengan gaya yang menggebu-gebu dan sok tahu.

Dalam jam-jam awal 01 Oktober 1965, sebenarnya gerakan Letkol Untung ini berada di atas angin. Namun Letkol Untung dan Sjam tak menggunakan kelebihan awal ini untuk momentum selanjutnya.

Radio RRI yang kita kuasai juga tidak kita manfaatkan, sepanjang hari hanya dipergunakan untuk membacakan pengumuman saja, harusnya radio digunakan semaksimal mungkin oleh barisan agitasi propaganda," kata Soepardjo.

Satu kesalahan fatal lain adalah soal logistik, Letkol Untung kehilangan banyak pasukannya gara-gara nasi bungkus, pasukan Bimasakti yang terdiri dari Yon 530 dan Yon 454 berjaga sehari penuh di lapangan Monas.

Tapi tak ada yang mencukupi kebutuhan mereka, tanggal 01 Oktober 1965 dari pagi hingga petang, pasukan itu tak diberi makan. Maka ketika Soeharto mengutus utusannya untuk membujuk Yon 530 agar kembali ke Kostrad tawaran itu dipenuhi.

Semua Kemacetan gerakan pasukan disebabkan di antaranya tidak ada makanan. Mereka tidak makan semenjak pagi, siang dan malam.
Hal ini baru diketahui pada malam hari ketika ada gagasan untuk dikerahkan menyerang ke dalam kota," kata Supardjo kecewa.

Tapi terlambat Yon 530 sudah bergabung dengan Kostrad dan Yon 454 sudah berada di sekitar Halim.
Tak mungkin lagi memerintahkan mereka menyerang. Setelah G30S gagal Brigjen Soepardjo bersembunyi dialah tokoh kudeta yang tertangkap paling akhir. TNI khusus menggelar Operasi Kalong untuk mengejar Soepardjo.

Berkali-kali mau ditangkap, Soepardjo selalu lolos tepat pada hari Idul Fitri 1967, satgas Kalong mencium keberadaan Soepardjo di rumah seorang prajurit AURI di Halim. Intel gabungan bersama Polisi Militer AU menggerebek tempat itu.

Tak ada orang di sana, namun petugas curiga karena menemukan kopi yang masih panas, jejak kaki di tembok mengarah ke atap dan KTP atas nama Moch Syarif dalam kantong baju yang digantung. Mereka yakin kali ini Soepardjo tak akan lolos.

Letnan Rosjadi berteriak "Ayo turun! Kalau tidak saya tembak!" terdengar jawaban dari atas, "baik saya turun. Benar, sosok itulah Brigjen Soepardjo yang selama satu setengah tahun mereka kejar siang malam. Soepardjo diadili di Mahkamah Militer Luar Biasa, hukuman yang menantinya sudah jelas, ditembak mati, Soepardjo ditahan di Rumah tahanan Militer Cimahi.

Banyak tahanan lain yang terkesan dengan sikap Soepardjo selama di tahanan. Sebagai jenderal, dia tak mau diistimewakan. Keinginannya untuk mati dengan seragam kebesaran militer jenderal bintang satu ditolak. Dia akhirnya memilih pakaian serba putih.

tanggal 18 Maret 1967, seluruh tahanan dipaksa masuk dalam sel lebih cepat. Mereka tahu itu saatnya Soepardjo dijemput tim eksekusi. Soepardjo sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya di malam terakhirnya.

Nasib jenderal muda ini berakhir tragis termakan hasutan Biro Chusus PKI ia dieksekusi mati pada 13 Maret 1967. Sejumlah akademisi telah coba mengungkap vatatan yang dibuat Brigjen Supardjo.

Salah satunya adalah John Roosa, sejarawan dari Universitas Columbia, Kanada.ia mengarisbawahi kehadiran catatan yang dibuat Brigjen Supardjo. Catatan itu berjudul 'beberapa pendapat yang mempengaruhi gagalnya “G-30-S” dipandang dari sudut Militer (1966).

Menurut Roosa, Dokumen Supardjo penting karena ditulis sebelum ia tertangkap informasi yang terkandung di dalamnya mempunyai bobot keterandalan dan kejujuran yang khas. Supardjo menulis demi kepentingan kawan-kawannya, bukan bagi para interogator dan penuntut umum yang memusuhinya," tulisnya.

Brigjen Supardjo Dan Istri

Kesimpulan Supardjo G 30 S/PKI gagal karena gerakan ini dipimpin seorang sipil, Sjam yang tahu sedikit sekali tentang prosedur-prosedur kemiliteran. Dengan menempatkan diri sebagai orang yang berwenang atas sebuah aksi militer, Sjam menimbulkan kekacauan tentang garis komando di dalam kelompok inti," tulisnya. ($.Pranata)
Share:

Kesaksian Keluarga Jenderal Ahmad Yani

Targethukumonline. Sejarah - Kesaksian keluarga Jendral Ahmad Yani. Penculikan dan pembunuhan para jenderal tentu saja amat membekas di benak keluarganya. 

Sejarah kelam terbunuhnya Jenderal Ahmad Yani

Khususnya mereka yang langsung menyaksikan segerombolan tentara, dengan perilaku kasar, menggelandang ayah atau suami mereka. Apalagi bagi keluarga jenderal yang ditembak di rumah sendiri.

Peristiwa tragis itu dialami oleh Untung Mufreni Achmad Yani, anak ketujuh dari delapan bersaudara putra Letjen A. Yani. Ketika itu usianya masih 11 tahun, dialah yang terbangun malam itu dan menyaksikan ayahnya ditembak. 

Adiknya, Eddy, saat itu berusia 7 tahun, membangunkan ayahnya karena diminta oleh salah seorang anggota Pasukan Cakrabirawa.

Karena ada ribut-ribut saya terbangun, di rumah itu kan ada semacam bar saya disitu saja. Waktu itu terjadi perselisihan atau pertengkaran, tapi, Bapak itu sepertinya disuruh cepat-cepat menghadap Presiden. Bapak mau ganti baju dulu, waktu itu beliau pakai piyama agak biru.

Tentara itu bilang, tidak usah karena harus segera. Bapak memukul salah seorang Cakrabirawa. "Kamu prajurit tahu apa," kata bapak yang lalu membalikkan badan menutup pintu kamar, aktu itulah Bapak ditembak.

Lalu jenazah bapak diseret keluar, kami mencoba mengejar dari belakang, waktu sampai di pintu belakang, ada satu Cakrabirawa yang menghadap ke arah kami. Dia mencegah dan mengancam kami, kalau sampai keluar akan ditembak.

Kami tidak jadi keluar, akhirnya kami cuma menangis, kami akhirnya hanya mengintip dari jendela. Jenazah bapak diseret - seret sampai depan. Sesudah itu kami tidak tahu lagi, mau coba telpon, kabelnya diputus.

Tak berapa lama kemudian Ibu datang dengan beberapa pengawal pribadi bapak, begitu Ibu masuk dan melihat darah bekas seretan, Ibu menangis, masuklah Ibu ke dalam, dekat meja makan dan melihat darah disitu.

Lalu beliau ambil baju bapak yang terakhir malam itu dipakai, darah itu dipel dengan baju itu lalu baju itu dilap ke muka ibu, baju itu lalu dibungkus, ibu bawa baju itu kemana-mana tidur pun dibawa. ($.Pranata)
Share:

Kisah Kerajaan Melayu Jambi

Targethukumonline. Sejarah - Setelah Kerajaan Sriwijaya musnah di tahun 1025 karena serangan kerajaan Chola dari India, banyak bangsawan Sriwijaya yang melarikan diri ke pedalaman, terutama ke hulu sungai batang hari. Mereka kemudian bergabung dengan Kerajaan melayu tua yang sudah lebih dulu ada di daerah tersebut, dan sebelumnya merupakan daerah taklukan kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Melayu Jambi

Pada tahun 1088, kerajaan melayu Jambi, menaklukan Sriwijaya. Situasi jadi berbalik dimana daerah taklukannya adalah kerajaan Sriwijaya. Pada masa itu kerajaan melayu Jambi, dikenal sebagai kerajaan Dharmasraya. Lokasinya diperkirakan terletak di selatan kabupaten sawah lunto, Sumatera Barat dan di utara Jambi, hanya ada sedikit catatan sejarah mengenai Dharmasraya ini.

Diantaranya yang cukup terkenal adalah rajanya yang bernama Sri Tribhuana Raja Mauliwarmadhewa (1270-1297) yang menikah dengan Puti Reno Mandi. Sang raja dan permaisuri memiliki dua putri yang cantik jelita, yaitu Dara Jingga dan Dara Petak Di tahun 1288, kerajaan Dharmasraya termasuk kerajaan Sriwijaya, menjadi taklukan kerajaan Singhasari di bawah Raja Kertanegara.

Kertanagara mengirimkan Senopati Mahisa Anabrang (disebut juga Kebo Anabrang, atau Lembu Anabrang) untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan tersebut dalam ekspedisi Pamalayu I dan II. Sebagai tanda persahabatan, Dara Jingga menikah dengan Senopati dari kerajaan Singasari tersebut. 

Mereka memiliki putra yang bernama Adityawarman, yang di kemudian hari mendirikan kerajaan Pagaruyung, dan sekaligus menjadi penerus kakeknya, Mauliwarmadhewa sebagai penguasa kerajaan Dharmasraya berikut jajahannya, termasuk eks kerajaan Sriwijaya di Palembang.

Di tahun 1293, Mahisa Anabrang beserta Dara Jingga dan anaknya Adityawarman, kembali ke pulau jawa. Dara Petak saudara perempuan Dara Jingga juga ikut dalam rombongan tersebut. 

Setelah tiba di pulau jawa ternyata kerajaan Singasari telah musnah, dan sebagai penerusnya adalah kerajaan Majapahit. Kemudian Dara Petak dipersembahkan kepada Raden Wijaya yang merupakan raja Majapahit yang pertama.

Dara Petak melahirkan keturunan bernama Raden Kalagemet, yang kemudian juga bergelar Sri Jayanegara setelah menjadi raja Majapahit kedua. 

Menurut teks hikayat negeri Jambi, kata Jambi berasal dari perintah seorang raja di yang bernama Tun Telanai, untuk untuk menggali kanal dari ibukota kerajaan hingga ke laut, dan tugas ini harus diselesaikan dalam tempo satu jam. Kata jam inilah yang kemudian menjadi asal kata Jambi. ($.Pranata)
Share:

Kisah Letnan Piere Tendean : Kasih Yang Tak Pernah Sampai

Targethukumonline. Sejarah - Lettu Pierre Andreas Tendean yang menjadi salah satu pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S PKI merupakan korban yang paling muda. Usianya baru 26 tahun saat nyawanya direnggut di lubang buaya oleh gerombolan penculik.

Dua sejoli yang merajut cinta~kasih tak sampai

Dalam peristiwa ini, Nasution yang menjadi target teratas para penculik luput dari maut karena berhasil menyelamatkan diri.

Namun ia kehilangan nyawa ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean dan putrinya bungsunya yang masih berusia 5 tahun, Ade Irma Suryani.

Tanggal 1 Oktober 1965 merupakan hari ulang tahun ibunda Pierre, Cornet M.E yang keturunan Perancis.

Dan menurut rencana, pada pagi hari 1 Oktober 1965 itu, ia berencana mudik ke Semarang untuk merayakan ulang tahun ibunya bersama Ade karena ia sudah berjanji mengajak Ade jalan-jalan ke Semarang.

Saat kediaman Jenderal Nasution di jalan Teuku Umar No. 40 Jakarta Pusat didatangi gerombolan Tjakrabirawa, Pierre menjadi orang pertama yang menghadapi dan mengaku sebagai Jenderal Nasution.

Sebelum dibawa ke lubang buaya, ia sempat lebih dulu diikat di pohon besar depan rumah oleh gerombolan pimpinan Lettu Doel Arief, para penculik menembak membabi buta di dalam rumah setelah mereka merasa melihat sosok Jenderal Nasution di dalam kamar.

Ia sangat tak percaya situasi ini menimpa keluarga mereka karena pelakunya adalah Tjakrabirawa. Ia menahan pintu kamar yang dihujani tembakan gencar dengan tubuhnya agar gerombolan tersebut tidak memasuki kamar.

Ajaibnya, peluru tersebut tidak ada satupun yang mengenai dirinya, namun sialnya peluru tersebut malahan mengenai Ade yang terbangun karena mendengar suara ribut, Johanna sempat sedikit bertanya soal kedatangan mereka.

Tapi salah satu dari gerombolan bak melihat sosok Nasution di balik pintu. Mereka pun sontak melontarkan tembakan, Nasution berusaha menghindar dengan menjatuhkan diri ke lantai, bak mukjizat, peluru-peluru itu pun luput dari tubuh istri Nasution.

Jenderal Nasution meloloskan diri dengan memanjat tembok ke halaman kedutaan Besar Irak. Ia sempat gamang dan hendak turun karena melihat Ade yang bersimbah darah dalam gendongan istrinya.

Mereka datang untuk membunuh kamu !! pergilah, biar saya yang menghadapi mereka !! selamatkan diri !! denk niet aan ons (jangan pikirkan kami) !!,” seru Johanna pada suaminya.

Beberapa anggota gerombolan membentak Johana, “Mana Nasution, bentak seorang dari mereka. “Jenderal Nasution di Bandung !! Sudah dua hari !! kalian kemari hanya untuk membunuh anak saya saja !!,” jawab Johanna dengan kesal.

Bersamaan dengan itu, terdengar isyarat bunyi peluit yang dibunyikan oleh salah satu anggota gerombolan di halaman rumah, karena mereka merasa sudah mendapati Lettu Tendean yang mereka kira sebagai Nasution.

Setelah kejadian ini, Johanna membawa putrinya ke RSPAD bersama keponakan Nasution, Saidi. Dalam perjalanan Johanna juga sempat melaporkan kejadian itu ke Markas KKO (kini Marinir TNI AL) dekat RSPAD.

Sementara Jenderal Nasution yang kakinya cedera karena melompat dari tembok saat menyelamatkan diri, masih berlindung di balik drum air di dalam Kedutaan Besar Irak.

Situasi sekitar rumah Nasution sungguh genting tak lama setelah kejadian karena banyak tentara yang mondar-mandir. Ia sendiri baru keluar diam-diam sekitar pukul 7.00 pagi dengan tiarap di lantai mobil dan bersembunyi di sebuah rumah yang alamatnya tidak pernah dipublikasikan di tanah Abang. 

Sementara seluruh keluarganya mengungsi ke rumah kerabat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hedrianti Sahara putri sulung Jenderal Nasution, menceritakan bahwa saat gerombolan menembak di rumah mereka ia dan alfiah, pembantu rumah tangga, langsung menuju ke paviliun sebelah tempat Pierre tinggal.

Kalian berdua bersembunyi disini saja", ujar Pierre yang lantas mengambil senapannya dan keluar pintu, namun naas saat ia keluar pintu beberapa anggota gerombolan langsung menangkapnya.

Ada kisah cinta yang tak sampai dalam tragedi ini. Pierre yang berpacaran jarak jauh (istilah remaja sekarang (LDR/Long Distance Relationship) dengan seorang gadis asal Deli, Sumatra Utara bernama Rukmini dan menurut rencana akan melangsungkan pernikahan pada bulan november 1965 ternyata tak pernah sempat mewujudkan rencananya karena maut keburu menjemputnya.

Keluarga bapak A.L. Tendean sempat kebingungan mengapa Pierre belum juga sampai Semarang keesokan harinya, mereka baru mendapat kabar mengenai tewasnya Pierre pada 4 Oktober 1965.

Lettu Pierre Tendean

Sedangkan Rukmini pada saat peringatan tragedi tersebut di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1966 dipeluk erat oleh Presiden Soekarno, sebuah kisah yang mengharukan. ($.Pranata)
Share:

Selasa, 26 September 2017

Bantuan Kepada Mbah Ngatemi Dan Mbah Ngatinah di Jimbaran PATI

Targethukumonline. Pati - Rabu tgl (27/09/17) Dalam kesendiriannya mbah Ngatinah dan mbah Ngatemi dua saudara kakak beradik ini yang hidup sendirian di rumahnya yang begitu sederhana hanya beralaskan tanah dan gubuk reot yang sudah menjadi pelipur lara dihari tuanya, sendirian tanpa ada yang menemaninya​.

Mitra targethukum & WONG PATI KIDUL
Memberikan bantuan dan titipan dari para dermawan

Hidup dalam kemiskinan tanpa harta benda, hanya sebuah priuk tua yang sehari hari untuk menanak nasi, itupun beras dari bantuan belas kasih orang lain. Namun inilah kenyataan hidup yang harus dijalani hanya bisa pasrah dan ikhlas menerima keadaan seperti ini.

Berpuluh puluh tahun hidup dalam tekanan ekonomi yang mendera, cukup membuat kedua kakak beradik ini hampir merana setiap harinya. Usia yang sudah tidak muda​ lagi hampir 70thn, sudah tidak mampu lagi untuk melakukan kegiatan menjadi buruh sawah atau sekedar membantu sebagai buruh cuci atau yang lainnya, yang sekedar jasa tenaga untuk ditukar dengan segegam beras untuk sekedar bisa bertahan hidup.

Saat itu mitra targethukum $. Pranata dan Munip melakukan kunjungan kerumah beliau tepatnya tgl 24 agustus 2017 untuk menyerahkan bantuan sekedarnya yang diberikan langsung kepada mbah Ngatinah dan mbah Ngatemi dirumahnya​ di desa Jimbaran kecamatan Kayen kabupaten Pati.

Bantuan finansial yang diberikan oleh mitra targethukum juga dari hamba Allah yang tidak mau disebutkan namanya yang kebetulan sedang bekerja diluar negeri, mampu membuka mata hati juga mengetuk hati para dermawan lainnya.

Solidaritas yang tinggi dari saudara mitra targethukum dan WONG PATI KIDUL semoga dilain kesempatan bisa menggalang dana lagi atau kopdar untuk kegiatan sosial lainnya, sehingga kegiatan yang sudah di mulai ini dengan baik ini dikemudian hari bisa berkembang sebagaimana yang diharapkan sesuai misi visi WONG PATI KIDUL selama ini (Urip Kuwi Urup). (Tim/TH)
Share:

Senin, 25 September 2017

Ketum Melantik Pengurus IWO Jateng Periode 2017-2022

Targethukumonline. SEMARANG - Selasa tgl (26/09/17) Ikatan Wartawan Online (IWO) harus menjadi rumah yang menyenangkan bagi anggotanya. Selain menyenangkan, IWO juga harus menjadikan sila ke 5 pancasila sebagai landasan kita bersama.

Pelantikan Ketua & Pengurus IWO Jateng

"Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus kita perjuangkan bersama," demikian dikatakan Ketua umum IWO Jodi Yudhono saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan IWO provinsi Jawa Tengah (Jateng) masa bakti 2017-2022 dan sarasehan nasional bertema "menyoal konten hoax dalam berita viral" di Wisma Perdamaian Jalan Imam Bonjol No 209 Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Senin 26 September 2017.

Dikatakan Jodi, saat ini sudah ada 9 pengurus IWO yang dilantik di seluruh Indonesia. "Selanjutnya, kami akan melantik kepengurusan IWO diberbagai daerah yang lain," ujarnya.

Jodi berharap, dengan bersatunya kawan-kawan wartawan media online bisa melawan kemajuan zaman terlebih lagi untuk menangkal berita hoax.

Zaman sekarang ini lanjut Jodi, kita memasuki era kemajuan teknologi yang sangat pesat. Maka itu, kita harus bergandengan tangan. "IWO harus jadi rumah kreatif bagi kita semua," pungkasnya.

Ditempat yang sama Ketua IWO provinsi Jawa Tengah (Jateng) Mustholih berjanji akan mengemban amanah ini sebaik-baiknya.

Usai pelantikan digelar seminar bertema "menyoal konten hoax dalam berita viral" dengan narasumber Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, Ketua Peradi Kota Semarang Yosep Parera, Komunitas Anti Hoax Indonesia, Septiadi Eko Nugroho, Triyono Lukmantoro (Dosen Komunijasi Undip), Jodi Yudhono Ketua umum IWO yang di pandu oleh Dewan Etik IWO provinsi Jateng Edi Prayitno.

Berikut susunan pengurus IWO Jateng masa bakti 2017-2022.

Dewan Etik:
Edie Prayitno (liputan6.com)
Bambang Isti (suaramerdeka.com)
Denny Septivian (phbi semarang)
Ketua:
Mustholih (metrotvnews.com)
Wakil Ketua:
Deni Setiawan (tribunjateng.com)
Sekretaris:
Parwito (merdeka.com)
Nazar Nurdin (kompas.com)
Bendahara:
Syahrul Munir (kompas.com)
Dwi Royanto (vivanews.com)
Bidang-Bidang
Bidang Hubungan Antarlembaga
Slamet Priyatin (kompas.com)
Rhobi Shani (metrotvnews.com)
Imam Yudha Saputra (semarangpos.com)
Bidang Keorganisasian dan SDM
Zuhdiar Laeis (antarajateng.com)
Felek Wahyu Prabowo (liputan6.com)
Bidang Infokom
M Arif Prayoga (wartanasional.com)
Sholahuddin Al Ahmadi (ansorjateng.net)
Andik Sismanto (sindonews.com)
Bidang Advokasi
Mardiyono (beritakendal.net)
M Dasuki (aktual.com)
IH Hidayat (wartanasional.com)
Bidang Litbang
Fariz Ferdianto (rappler.com)
Ade Lukmono (metrosemarang.com)
Alif Nazzala Rizqi (radioidola.com)
Bidang Olahraga
Imboh Prasetyo (asatu.id)
Efendi (metrosemarang.com)
Bidang Kesejahteraan Anggota
Y Adriana Widia Primastika (kbr.id)
Dian Ade Permana (jateng.merdeka.com)
Koordinator Wilayah
Pantura Barat
Kuntoro (metrotvnews.com)
Pantura Timur
Edy Sutriyono (murianews.com)
Solo Raya
Gunawan (fokusjateng.com)

Penyerahan pataka IWO dari Ketua umum IWO Jodi Yudono kepada Ketua IWO provinsi Jateng Mustholih sebagai ikrar Bhakti dimulainya pengurus baru di Jawa Tengah sebagai tugas harian yang harus di emban sebagai tugas dan tanggung jawab bersama. 

Dan kedepannya IWO Jateng mampu memberikan suport kepada media online yang ada di seluruh wilayah Jawa Tengah sebagai sarana pemersatu dan wadah media online seluruh cabang yang ada di seluruh Indonesia. (Eko.B)
Share:

Dugaan Pembangunan Drainase Desa Tlogoayu Gabus Tidak Sesuai RAB

Targethukumonline. Pati - Senin tgl (25/09/17) Pembangunan Drainase di desa Tlogoayu kecamatan Gabus kabupaten Pati tepatnya dipertigaan jalan Tlogoayu arah ke Gabus terkesan atau diduga tidak sesuai RAB yang ada.

Kondisi Drainase di jalan Tlogoayu

Penggunaan pasir yang seharusnya menggunakan pasir Muntilan atau pasir sejenisnya yang apabila dipergunakan untuk proyek pemerintah justru disini pasir yang digunakan dalam pelaksanaan proyek drainase menggunakan pasir abu batu. Susunan pemasangan batunya pun terkesan tidak sesuai teknik yang benar.

Batu yang kondisi masih bulat bulat pun ikut dipasang,dalam hal ini seharusnya batu yang masih dalam kondisi bulat seharusnya dibelah terlebih dahulu demi kekuatan susunan batu tersebut nantinya apabila terpasang.

Tidak hanya pada pasir dan cara pemasangan batu saja yang diduga tidak sesuai RAB pemasangan leter U buat drainase ada yang tidak menggunakan lantai kerja.

Yang mana seharusnya sebelum pemasangan atau peletakan dibuatkan lantai kerja semuanya terlebih dahulu, sementara yang terlihat ada sebagian yang tidak menggunakan lantai kerja.

Hal hal tersebut yang diduga bahwa dalam pelaksanaan proyek pembangunan drainase tidak sesuai dengan RAB. Dana pemerintah yang dikucurkan untuk pembangunan drainase ini sebesar 1,7 Milyar bantuan dana APBD dari Propinsi menurut keterangan dari plang proyek yang terpasang.

Saat mau dikonfirmasi oleh media saudara Sony sebagai  pelaksana lapangan menurut keterangan warga tidak mau memberikan keterangan saat dihubungi via telpon dan tidak menjawab saat dihubungi lewat WhatsApp.

Bahkan menurut keterangan  warga tanah hasil galian drainase dijual oleh pihak tertentu tapi untuk kebenaran akan hal tersebut belum mendapatkan keterangan yang pasti betul betul dijual atau tidaknya.

Sebenarnya warga senang dengan dibangunnya drainase diwilayahnya, karena bisa mengurangi resiko banjir atau yang lainnya saat musim penghujan tiba, dan menjadikan kemajuan infrastruktur pembangunan didaerahnya.

Karena sumber dana yang dipergunakan dari APBD warga berharap pelaksanaan pembangunan drainase berjalan semestinya sesuai dana dan RAB yang ada.

Sehingga terkesan bukan asal asalan yang nantinya kekuatan bangunan tersebut bisa bertahan lama, dikarenakan lokasi bangunan berada dipinggir jalan raya yang dilewati oleh mobil mobil bermuatan berat sehingga menimbulkan getaran pada lokasi dikanan kiri jalan tersebut.

Demikian pendapat warga saat dikonfirmasi diwarung yang berada di lokasi sekitar pembangunan drainase.

Pemerintah Kabupaten Pati di tahun 2017 gencar membangun infrastruktur baik jalan desa maupun jalan yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Pati.

Selain infrastruktur jalan raya pemerintah kabupaten Pati mengalokasikan dana pembangunan untuk infrastruktur irigasi pengairan demi terciptanya distribusi air untuk petani.

Alokasi dana pembangunan infrastruktur ini juga dikucurkan dana dari pemerintah untuk pembangunan Drainase. Hal ini dilakukan oleh Bupati Haryanto demi kemajuan Pati menuju masyarakat sejahtera dan juga menuju Pati yang lebih baik, baik dari segi infrastruktur nya dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Pati.

Sayangnya diduga adanya oknum yang menyalahgunakan kepercayaan demi keuntungan pribadi dan golongan semata. Tidak memikirkan untuk kepentingan umum dan masyarakat banyak. 

Kondisi Drainase di jalan Tlogoayu

Proyek pemerintah yang bersumber dari APBD maupun APBN yang mana sumber dananya dari rakyat dan pendapatan sumber alam seharusnya bisa dijalankan semestinya. (Tim/TH)
Share:

Minggu, 24 September 2017

Tanpa Mengenal Lelah Personil Koramil PATI Kota Bhaksos Bersama Masyarakat Desa Geritan

Targethukumonline. Pati - Minggu tgl (24/09/17) mulai pukul 07.30 WIB bertempat di Masjid Jami' An-Nuur desa Geritan kecamatan Pati telah dimulai karya bakti dalam rangka kegiatan Pengecoran Masjid Jami' An-Nuur bersama TNI dan warga masyarakat desa Geritan. 

Anggota Koramil PATI Kota Karya Bhakti di Desa Geritan

Dalam sambutan yang disampaikan Bati Tuud Peltu Tri Suharyanto mewakili Danramil 01 Pati Kota Kapten Kav Suyanto menindak lanjuti perintah dari Danramil 01 Pati, mengucapkan permintaan maaf dari Danramil 01 Pati kepada masyarakat desa geritan, yang rencana mau hadir dalam kegiatan ini, tetapi ada tugas yang tidak dapat di tinggalkan.

Kegiatan karya bakti ini adalah merupakan salah satu tugas TNI Kowil atau Koter dalam kegiatan komsos bersama elemen masyarakat dan juga merupakan kerja nyata bahwa TNI siap membantu masyarakat, yang mana nantinya akan timbul Aura Positif bahwa Kemanunggalan TNI bersama Rakyat sampai detik ini masih Exist dan masih di cintai rakyatnya.  
                                                                    Kemanunggalan TNI bersama rakyat sampai saat ini terjalin hubungan interaksi positif demi terciptanya Rak Juang yang handal, dimana kekuatan TNI akan kuat bersama rakyatnya, semoga ke depan Bangsa Indonesia akan maju, berbhineka tunggal Ika serta NKRI tetap Jaya," ujar Bati Tuud Koramil 01 Pati.

Disela sela istirahat bersama, kades Geritan Subiyantoro menyampaikan sekapur sirih, tidak mengurangi rasa hormat dan mengucapan terima kasih bapak koramil 01 Pati kota, dalam kegiatan apapun segi kerja bakti apabila kami minta selalu hadir.

Kegiatan ini merupakan salah satu kepedulian bersama-sama di dalam kehidupan bermasyarakat di pedesaan yaitu saling hidup bertoleransi sesama umat beragama, saling bergotong royong, saling hormat menghormati dan saling menghagai sesama," jelas Babinsa desa Geritan Serka Suwono.

Dalam kegiatan karya bakti ini dihadiri oleh Koramil 01 Pati 10 personil dipimpin Bati Tuud Peltu Tri Suharyanto, Kades Geritan Bpk Subiyantoro dan perangkat desa 10 orang, seluruh ketua RT 01 dan warga 11 orang juga masyarakat desa Geritan kurang lebih 100 orang.

Pelaksanaan Karya Bakti ini di fokuskan dalam pengecoran pilar atas dan dak lantai dua Masjid Jami' An-Nuur Ds Geritan kecamatan Pati.      
                                                    
Kehadiran bapak-bapak koramil 01 Pati dalam rangka kerja bakti bersama masyarakat desa Geritan dalam rangka pengecoran dak lantai dua masjid Jami An-Nuur, merupakan motivasi dan penyejuk jiwa masyarakat kami, biar menambah gairah dan semangatnya dalam bekerja dan beribadah. ($.Pranata)
Share:

Kodim 0718 Pati Melaksanakan Upacara Minggu Militer Untuk Menumbuhkan Jiwa Patriotisme

Targethukumonline. Pati – Bertempat di Halaman Makodim jalan Panglima Sudirman, seluruh Prajurit dan PNS jajaran Kodim 0718 Pati melaksanakan upacara bendera Merah Putih dengan Inspektur upacara Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos. M.H. dan pejabat perwira upacara Kapten Inf Suyatno serta komandan upacara Kapten Inf Supomo, senin tgl (25/09/17).

Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos memimpin upacara militer di Makodim 0718 Pati

Upacara bendera merah putih ini dilaksanakan guna menumbuhkan jiwa patriotisme untuk menghormati sang saka Merah Putih serta menumbuhkan jiwa kedisiplinan bagi prajurit dalam mengamalkan Sapta Marga, delapan wajib TNI dan sumpah prajurit.

Upacara pengibaran bendera yang rutin dilaksanakan dalam rangka memupuk jiwa kejuangan, patriotisme, nasionalisme dan solidaritas prajurit serta mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Upacara pengibaran bendera yang secara rutin dilaksanakan pada setiap hari senin memiliki makna penting, sebagai upaya untuk mengingatkan Prajurit dan PNS TNI Kodim 0718 Pati, pada romantisme dan heroisme perjuangan para generasi pendahulu.

Disamping itu juga sebagai sarana komando guna menjalin komunikasi antara pimpinan, staf dan anggota agar, setiap kebijakan, instruksi, petunjuk dan informasi dapat mengalir dan dipahami secara seksama untuk dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.

Setelah melaksanakan Upacara Bendera dilanjutkan Jam Komandan yang di ambil Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya kusumah S.Sos M.H di halaman Makodim menyampaikan, tingkatkan kedisiplinan bagi para prajurit dan PNS Kodim 0718 Pati dalam setiap pelaksanaan tugas sesuai dengan fungsinya masing-masing, kita dari komando atas di perintahkan untuk Penayangan film penghianatan G 30 S/PKI.

Pemutaran film dokumenter ini merupakan sarana mengingat kembali dan pembelajaran kepada generasi muda bahwa di masa lalu telah terjadi peristiwa keji yang memilukan pemberontakan G 30 S / PKI  yang ingin merubah dasar negara NKRI dengan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka tunggal ika menjadi Ideologi komunis, saya sampaikan ke jajaran koramil jangan ragu dan takut dari pihak yang tidak senang.

Satkorwil sebagai fungsi positif terhadap batuan-bantuan kepada keamanan masyarakat Pati sangat dinanti dan kemarin Kodim Pati dan warga sekitar pesisir sungai Silugonggo berhasil mengalirkan arus air sungai yang selama ini kering ternyata setelah di kroscek oleh Dandim, Danramil dan warga dibantu alat berat oleh DPU bisa terlaksana semua bendungan ternyata ada permainan dari oknum yang sengaja tidak mengalirkan air di hulu sungai.

Upacara Militer oleh anggota Kodim 0718 Pati

Kodim Pati sebentar lagi  mewakili  Kodam IV Diponegoro untuk mengikuti lomba Binter tingkat utama, sehingga kita harus persiapkan segera kesiapan-kesiapan diutamakan mana yang kurang dan yang perlu kita benahi, sehingga dalam pelaksanaan nantinya kita bisa menjadi yang terbaik. ($.Pranata)
Share:

Rumah Makan Iska Khas Nasi Gandul Pati Merajai Dan Menjadi Idola Penggemar Kuliner di Kalteng

Targethukumonline. Sampit - Bagi anda penggemar kuliner tentu saja tidak akan asing dengan makanan yang satu ini nasi gandul yang sudah menjadi bagian kulinernya kota Pati tercinta, minggu tgl (24/09/17).

RM. ISKA nasi gandul khas kab. Pati
di jl. Ketapang-Sampit no 77

Kuliner khas Pati dengan bahan utama nasi dan daging sapi berkuah pedas dengan aneka bumbu rempah-rempah yang sedemikian sedap dengan aroma yang khas yang disajikan dengan tatakan daun pisang ini terkenal sangat menggoda dari generasi ke generasi.

Menurut Pusoko (35), koki spesialis nasi gandul, munculnya istilah "nasi gandul" ini bisa diurut dari jaman penjajahan Belanda.

Pada masa itu, kolonial Belanda tidak memberi ruang pada berdirinya warung sebagaimana di masa kemerdekaaan seperti sekerang ini.

Untuk mensiasati hal tersebut, para penjual nasi gandul di Pati berkeliling desa menjajakan nasi dagangannya dengan memikul nasi tersebut menggunakan pikulan.

Nasi yang dipikul ini tentu saja bergandulan setiap pedagang nasi menjajakan nasi dagangannya, dari istilah bergandulan inilah istilah "nasi gandul" berasal.

Sebagai generasi muda warga Pati, sudah seharusnya kita mengenal sejarah nasi gandul ini, sehingga kekayaan ragam budaya Pati tidak mudah tergerus jaman dan bisa diwariskan dari generasi ke generasi," ujar Pusoko.

Sebagai tambahan informasi, nasi gandul ini tidak hanya bisa kita temukan di kota Pati Jateng saja. 

Seiring dengan penyebaran budaya Pati keseluruh nusantara, saat ini kita bisa menemukan nasi gandul di hampir seluruh wilayah nusantara, termasuk di Kalimantan. Salah satunya yang bisa kita jumpai di Kalimantan adalah warung nasi gandul yang beralamat dijalan Muh. Hatta no 77 Ketapang Sampit-kalteng buka 09.00 WIT hingga tutup 22.00 WIT.

Warung makan ISKA sudah menjadi idola tersendiri bagi masyarakat Kalteng khususnya di Ketapang - Sampit ini, hampir setiap hari para tamu berdatangan ingin mencoba masakan khas Pati ini. 

Tiada hari tanpa putus para penggemar kuliner khas Indonesia mencicipi rasa kuahnya dengan aneka bumbu rempah-rempah alami ini di RM. ISKA penyajian sedemikian rupa mampu menarik para pelanggan maupun wisatawan domestik yang hanya sekedar untuk istirahat sambil menikmati nasi gandul khas kuliner dari Pati ini.

Dengan berkeluarga, sendirian ataupun dengan pacarnya, cukup puas untuk kalangan kelas keluarga menengah ke bawah karena tidak membuat kantong jebol," ujar salah satu pengunjung atau pelanggan yang tidak mau disebutkan namanya.

Selamat mencoba kuliner khas Pati, yang sudah menjadi raja kuliner di Kalimantan Tengah ini, sehingga kedepannya servis maupun pelayanan baik kebersihan atau keramahan orang Pati mampu memberikan suguhan rasa dihati para penggemar kuliner nasi gandul khas kabupaten Pati tersebut di masyarakat Kalimantan Tengah. (Sucipto)
Share:

Sabtu, 23 September 2017

Bupati Pati Bersama Forkompinda Menghadiri Jamnas Maci ke-24 di Stadion Joyokusumo Pati

Targethukumonline. Pati - Bertempat di stadion joyokusumo Pati telah berlangsung kegiatan Welcome Party MACI / Motor Antique Club Indonesia" dalam rangka Jambore Nasional MACI ke 24 dengan tema "Motor Tua Pemersatu Bangsa, sabtu tgl (23/09/17).

Jamnas Maci ke 24

Hadir dalam acara pembukaan antara lain Purn Komjen Pol Drs. Nanan Soekarna mantan Wakapolri. Pembina/Penasehat Purn Komjen Pol Drs. H. Andang Dorojatun, Purn Letjen TNI Suyono, Bupati Pati  H. Hariyanto, SH. MM. MSi, Komandan Kodim 0718 Pati Letkol INF Andri Amijaya Kusumah, S.Sos. M.H, Kapolres Pati AKBP Hamdan Maulana SIK, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin SE, Ketua Umum Maci Pusat  Andrean YW beserta pengurusnya, Sekda Kab. Pati Ir. Suhariyono, Mantan ketua  Maci Wahyudi, Pendiri Maci  KH. abah Syarif, Ponpes Nurul Hudah,Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Sambutan dari ketua panitia bahwa mengucapkan selamat datang kepada peserta jamnas Maci 2017 di kabupaten​ Pati dengan kegiatan yang kita laksanakan hari ini untuk menjalin persatuan dan kekompakan kita dalam kegiatan ini kami juga menyediakan makanan kuliner khas kabupaten Pati seperti nasi gandul soto kemiri dan ikan manyung.

Selanjutnya sambutan Bupati Pati H. Hariyanto SH. MM. MSi yang selalu mendukung acara ini, mengucapkan selamat datang kepada peserta Jambore Maci, ketua pembina pusat dan dari berbagai daerah yang pusatkan di kab. Pati. Dengan adanya jambore Maci ini kita dapat mengenalkan makanan kuliner khas pati seperti nasi gandul, soto kemiri,  nasi tewel dan kepala ikan manyung, begitu juga manfaat jamnas Maci kali ini adalah kebersamaan dan menambah keeratan persatuan dan kesatuan kita dalam kegiatan ini dan sebagai refresing kita setelah banyak melaksanakan kegiatan di kantor maupun di mana kita bekerja di luar sana.

Saya menyambut baik dengan kegiatan Jamnas ini yang dilaksanakan di kabupaten​Pati juga ada beberapa industri seperti industri tepung tapioka, kuningan batik bakaran maupun kerajinan tangan yang lainnya. Dan saya mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati kegiatan yang dilaksanakan di kabupaten Pati dalam acara jamnas Maci dan semoga senang selama acara berlangsung di jamnas kali ini.

Sambutan Ketua Umum Maci Pusat  Andrean intinya hari ini kita sama-sama melihat untuk melaksanakan Jamnas Maci yang ke 24 dilaksanakan di kab. Pati ketua Maci mengucapkan terimakasih kepada pendiri Maci sehingga kegiatan ini bisa kita teruskan generasi demi generasi sehingga menjalin persaudaraan bagi kita.

Sambutan Pembina dan Penasehat pusat Purn Komjen Pol Drs. H. Nanan Sukarna untuk hari ini mari kita panjatkan puji dan syukur kita  kepada Tuhan yang maha esa yang mana pada hari ini kita dapat melaksanakan kegiatan Jamnas  Maci di kabupaten Pati, Maci mempunyai semboyan dengan sebutan Maci motor tua pemersatu bangsa.

Hari ini kita melaksanakan kegiatan Jamnas Maci guna untuk mempersatukan dan menjalin kekeluargaan kita walaupun dari berbagai daerah anggota Maci yang ada di seluruh Indonesia ada sekitar 5000 orang anggota, tugas pengurus jangan menyusahkan anggota justru memudahkan anggota dalam setiap kegiatan, KTA anggota harus bermanfaat untuk kesejahteraan anggota dengan membuat koperasi Maci.

Kita sadari motor tua ini bisa menyulitkan kita dalam administrasi saya minta intansi terkait bisa memberikan ijin yang mudah karna ini motor tua.

Hadir para anggota MACI dari 66 cabang Maci Nusantara dari enam wilayah berjumlah sekitar 250 orang meliputi.

Wilayah Barat :
1). Bandung
2). Bekasi
3). Bogor
4). Cianjur
5). Cikarang
6). Cirebon
7). Depok
8). Garut
9). Jakarta
10). Karawang
11). Majalengka
12). Pangandaran
13). Purwakarta
14). Subang
15). Sukabumi
16). Tangerang
17). Tasikmalaya

Wilayah Tengah :
1). Banyumas
2). Brebes
3). Jepara
4). Kendal
5). Klaten
6). Kudus
7). Magelang
8). Pati
9). Pekalongan
10). Pemalang
11). Purwodadi
12). Purworejo
13). Salatiga
14). Semarang
15). Solo
16). Sragen
17). Tegal
18). Temanggung
19). Wonosobo
20). Yogyakarta

Wilayah Timur :
1). Gresik
2). Bangil
3). Blitar
4). Bojonegoro
5). Jember
6). Jombang
7). Kediri
8). Lumajang
9). Madiun
10). Magetan
11). Malang
12). Ngawi
13). Ponorogo
14). Sidoarjo
15). Surabaya
16). Trenggalek
17). Tulungagung

Wilayah Sumatra  :
1). Aceh
2). Bangka
3). Batam
4). Jambi
5). Lampung
6). Medain
7). Palembang
8). Riau

Wilayah Sulawesi :
-. Makassar

Wilayah Kalimantan :
1). Pontianak
2). Samarinda
3). Balikpapan

Kemeriahan Jamnas di stadion joyokusumo Pati

Beberapa motor yang ikut dalam Jamnas adalah jenis sepeda motor antik buatan Amerika dan Eropa dengan tahun produksi 1966 kebawah. Adapun rangkaian kegiatan sepanjang hari ini meliputi. Kegiatan Jamnas dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 September 2017 , pengobatan secara gratis yang telah disiapkan panetia seperti, cek gula darah, kolestrol, tensi darah dan lainnya. Selaku panitia Sutiyono dan Iptu Beny Rusmanta Dokes Res Pati, peninjauan lokasai pakir motor dan stan motor antik. Kegiatan tersebut melibatkan pengamanan dari Polres Pati, Kodim 0718 Pati, satlantas Polres Pati, Polsek dan Koramil Pati. ($.Pranata)
Share:

Upaya Untuk Memperoleh Air Guna Irigasi Pertanian Bersama Koramil Margorejo Kodim 0718 PATI Serta Masyarakat Petani

Targethukumonline. PATI - Pada hari Sabtu tanggal 23 September 2017 pukul 07.00 WIB dilaksanakan karya bhakti membuat aliran air di sungai Silugonggo desa Sodudo kecamatan Gabus yang diikuti oleh anggota koramil Pati Kota, koramil Gabus, koramil Margorejo dan perwakilan warga yang dilewati aliran sungai Silugonggo dengan dipimpin oleh Kapten Inf Sriyanto yang diikuti kurang lebih 500 warga desa atau masyarakat petani.

Dandim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos terjun langsung kelapangan guna mengatasi kekeringan di wilayah kabupaten Pati

Yang hadir dalam kegiatan tersebut langsung di hadiri oleh Dandim 0718 Pati, Danramil Margorejo, perangkat dan warga desa Jimbaran, PPL kec. Margorejo, PPL kec. Gabus dan PPL kec. Pati Kota dan perwakilan dari PU pengairan.

Warga yang mengikuti karya bhakti di desa Widoro kandang pati kota, desa Nggaras pati kota, desa Banjarsari Kec. Gabus, desa Mbiteng Kec. Gabus, desa Babalan Kec. Gabus, desa Kosekan kec. Gabus, desa Sodudo kec. Gabus, desa Jambean kidul kec. Margorejo, desa Jimbaran kecamatan Margorejo, adapun permasalahan yang timbul secara periodik selama musim kemarau panjang ini adalah terbatasnya air atau aliran sungai yang telah mengering.

Masyarakat yang tidak mendapat aliran air mensinyalir adanya penutupan dipintu air 9 desa Wegil kecamatan Sukolilo, pintu air 12 desa Balaedi, pintu air 15 desa Baturejo kecamatan Sukolilo kabupaten Pati.
Warga mengeluhkan limbah dari PT Dua Kelinci yang menyebabkan pendangkalan sungai yang mengakibatkan air tidak dapat mengalir ke bawah.

Pendangkalan sungai mengakibatkan saluran air tidak dapat mengalir dengan sempurna sampai ke bawah sehingga mengakibatkan kekeringan dilahan masyarakat dan apabila dalam waktu dekat air tidak mengalir maka dapat mengakibatkan gagal panen diwilayah kecamtan Gabus kurang lebih 800 Ha lahan petani.

Dari keluhan warga tersebut maka Dandim 0718 Pati memerintahkan Kapten Inf Sriyanto dan perwakilan warga untuk mengecek pintu air dan akan dilakukan pengerukan dengan Bego dari Dinas Pengairan kabupaten Pati untuk memperlancar aliran sungai silugonggo.

Kegiatan selesai pada pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, apabila ada perkembangan lbh lanjut akan dilaporkan. Alat berat bego telah tiba di lokasi desa Jimbaran, sekarang sudah di sasaran sungai yang akan di keruk, demikian kegiatan kewilayahan Koramil 12 Margorejo.

Alat berat diturunkan untuk mengatasi pendangkalan aliran sungai silugonggo 

Adapun warga sangat menantikan datangnya musim hujan untuk mengatasi kekeringan ini, namun permasalahan utama adalah pembagian air yang kontinyu agar masa tanam padi tidak mengalami puso. Harapannya para petani tidak gagal panen untuk masa tanam padi kali ini. ($.Pranata)
Share:

Rabu, 20 September 2017

Dandim 0718 PATI Menghadiri Pengambilan Sumpah Jabatan Anggota DPRD PATI

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati telah dilaksanakan pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD kabupaten Pati pengganti antar waktu, saudari Warsiti dari partai Hanura yang dihadiri oleh kurang lebih 100 orang, Rabu tgl (20/09/17).

Dandim 0718 PATI hadir dalam sumpah jabatan anggota DPRD Pati

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain yang langsung dihadiri oleh forkompinda, seluruh anggota Dewan kab. Pati, OPD (organisasi perangkat daerah), Camat se-Kab Pati, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sambutan Bupati Pati H. Haryanto SH. MM MSi kepada seluruh anggota dewan yang hadir dan tamu undangan bahwa puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, sehingga hari ini kita bisa berkumpul dalam acara pengambilan sumpah pergantian antar waktu.

Saya beserta jajaran pemerintah kabupaten Pati dan mewakili masyarakat kota Pati mengucapkan selamat atas pengambilan sumpah dan janji pergantian antar waktu hari ini.

Pergantian antar waktu sebagai proses politik yang dilakukan sebagai upaya kelengkapan anggota Dewan, dengan demikian mulai sekarang cara bertindaknya harus sebagai organisasi bukan sebagai pribadi saya ucapkan terima kasih kepada H. Mudasir yang telah mengabdi kepada masyarakat kab. Pati, mudah-mudahan pengabdiannya mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT.

Pemerintah kabupaten Pati dengan  legislatif adalah kedudukanya sejajar dengan demikian kami harapkan kerja sama yang baik dengan tujuan mensejahterakan masyarakat kota Pati, dalam hal ini mengawal program-program pembangunan di wilayah kabupaten Pati.

Pengambilan sumpah saudari Warsiti dari partai Hanura

Kewenangan Dewan dalam pengawasan diharapkan bisa meningkatkan pembangunan secara maksimal di kabupaten Pati, sehingga bisa bersaing dengan daerah lain dalam kontek otonomi daerah, kepada saudari Warsiti setelah pengambilan sumpah dan janji pergantian antar waktu ini, mudah-mudahan bisa mengemban amanah sehingga aspirasi masyarakat bisa tersalurkan dengan  baik, sesuai tugas pokok fungsi masing-masing sebagai mitra di dalam pemerintahan daerah kabupaten Pati sendiri. ($.Pranata)
Share:

Koramil Jaken Melaksanakan Program Jambanisasi Demi Mewujudkan Lingkungan Yang Sehat Di Masyarakat

Targethukumonline. Pati - Demi mewujudkan sanitasi serta lingkungan yang sehat, Koramil 16 Jaken melaksanakan program bantuan JAMBANISASI pada semester II tahun 2017, tgl (19/09/17) serba bisa itu yang terlintas dalam benak kita tatkala kita melihat para prajurit TNI kita dalam segala kegiatan. Hal ini terlihat pada keseharian dalam serial kegiatan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat kita.

Bhaksos anggota Koramil Jaken
di desa Sumberagung

Dalam segala bidang, setiap waktu serta setiap peristiwa yang terjadi di dalam masyarakat, kehadiran prajurit TNI pasti ada dan bertujuan untuk membantu serta untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya sesuai dengan butir ke (8) delapan wajib TNI yang berbunyi "menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Dalam kegiatan sosial kali ini Koramil 16 Jaken melanjutkan program bantuan JAMBANISASI pada semester II tahun 2017 yang berlokasi di desa Sumberagung kecamatan Jaken kabupaten Pati.

Sedangkan tehnis pekerjaan kegiatan ini adalah secara gotong royong Karya Bhakti yang dilaksanakan secara bersama-sama antara TNI dan masyarakat. Program ini dilaksanakan antara bulan September sampai dengan bulan Oktober 2017.

Kepala desa Sumberagung Sukawi mengatakan bahwa desa kami mulai dari bulan April kemarin mendapat program TMMD dan berlanjut sekarang mendapatkan bantuan program jambanisasi yang diperuntukkan kepada masyarakat yang tidak mampu, dengan pengerjaan serta pembiayaan dipatung bersama-sama, semua pihak terlibat, TNI, donatur dan masyarakat.

Dan dalam bantuan kali ini saya berterimakasih kepada Koramil 16 Jaken yang memberikan bantuan jambanisasi dan saya sebagai kepala desa pun saya tak menutup mata tentunya.

Saya juga siap menambah bantuan tersebut yang sudah diserahkan dari TNI dengan kata lain, bersatu padu mulai dari pembiayaan sampai dengan pengerjaan, hingga pengerjaan selesai dan dan digunakan oleh warga," ujar pak kades Sukawi.

Danramil 16 Jaken Kapten Inf Urip Widodo menyampaikan bahwa program bantuan jambanisasi ini sudah berlangsung lama, saya selalu menggugah kepada semua pihak, para donatur yang mempunyai rezeki lebih, marilah berbagi kepada sesama mari kita bergandengan tangan mewujudkan lingkungan masyarakat yang sehat bersih indah.

TNI Peduli Rakyat ~ Program Jambanisasi di desa Sumberagung

Dan apabila di kemudian hari masyarakat membutuh bantuan tenaga dari Koramil, saya siap mengerahkan anggota saya untuk membantu, karena kami di latih dan digaji dari uang rakyat dan tentunya kami harus bisa berguna untuk rakyat," tegas Danramil. ($.Pranata)
Share:

Drama Kolosal Kolaborasi TNI - Polri Dan Masyarakat Pati

Targethukumonline. Pati - Menjadi bagian dari sebuah keluhuran lokal dari budaya Nusantara yang tersebar dari sabang sampai merauke adalah tradisi yang menjelma sebagai ruh dari kearifan lokal masyarakat sendiri khususnya masyarakat kabupaten Pati tercinta, Rabu tgl (20/09/17).

Gebyar Seni Dan Budaya di kab. PATI

Keanekaragaman seni dan budaya Nusantara sudah menjadi sorotan dunia termasuk situs sejarah peradaban, kesenian wayang, batik, keris dan sebagainya.

Cerita tutur sejarah Pati sendiri mengalami pasang surut dalam history kesenian jati diri sebagai salah satu lambang yang cukup melegenda sebagai kadipaten tanah sakral yang cukup disegani oleh Mataram kala itu.

Kadipaten Pati begitu luar biasa dalam hal mengangkat cerita tutur sejarah dalam lakon di setiap kolosal atau ketoprak cerita rakyat yang hampir setiap malam menjelang sedekah bumi sebagai sarana hiburan masyarakat kota Pati.

Lakon dan peristiwa inilah yang terus di uri uri oleh seniman kab. Pati bersama Kodim 0718 Pati dan Polres Pati dalam rangka menjunjung kearifan lokal seni dan budaya yang akan di adakan pada tgl (27/09/17) besok hari Rabu pukul 13.00 WIB di stadion Joyo Kusumo Pati.

Untuk Kabupaten Pati Juara adalah tema dalam kegiatan tersebut, yang langsung dihadiri oleh kepala daerah Bupati Pati dan jajarannya beserta masyarakat kota Pati tercinta yang selalu menjadi bagian dari budaya Nusantara.

PATI Bisa Juara

Menjadi hebat dan profesional yang akan ditampilkan oleh anggota Kodim 0718 Pati dan Polres Pati sebagai sarana mengangkat harkat dan martabat kebudayaan yang adiluhung dalam Drama Kolosal Kolaborasi TNI - Polri bersama masyarakat kabupaten Pati. ($.Pranata).
Share:

Selasa, 19 September 2017

Kunjungan Tim Sergap Mabesad di Mitra Bulog Jakenan Pati

Targethukumonline. Pati - Dalam rangka menyukseskan swasembada pangan nasional Tim Sergap Mabesad yang dipimpin oleh Mayjen Bambang Suharyanto melakukan kunjungan bertempat di UD WAHYU ABADI milik H. Wartoyo alamat desa Sembaturagung kecamatan jakenan kabupaten Pati telah dilaksanakan kunjungan dari Tim Khusus Pangan dari MABES AD, MABES  POLRI dan Kementrian Pertanian RI, Rabu tgl (20/09/17).

Kunjungan Kerja ~ Mayjend Bambang Suharyanto

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Mayjend TNI Bambang Suharyanto Staf KASAD dari Tim Khusus Pangan Pusat beserta rombongan, Irjen Pol Eko Hadi Sutejo Analisis Kebijakan Utama Bidang Jianstra Slog Polri beserta rombongan, Dr. Ir. Sam Harodian Staf Khusus Kementan, Dr. Mat Syukur dari Kementrian Pertanian RI beserta rombongan, Kepala Perum Bulog Subdivre II Pati, Ahmad Kholisun, SH MH, Dandim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah, S.Sos, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, SIK, Muspika Kec. Jakenan, Kades Sembaturagung Ibu Dwi Tantri Wurjayanti, SE dan H. Wartoyo pemilik UD Wahyu Abadi.

Dalam kunjungan tersebut Tim Khusus Pangan meninjau dan mengecek stok beras yang tersimpan di gudang UD. Wahyu Abadi.
Dalam kegiatan tersebut tim membahas beberapa hal sebagai serapan gabah yang masuk ke bulog apakah sudah memenuhi target atau belum serta tepat sasaran atau tidak upaya-upaya dari pemerintah untuk membantu serta mendampingi masyarakat dalam bercocok tanam.

Membahas kendala dan solusi yang yang dihadapi petani dan rekanan bulog. Dalam kesempatan itu Mayjen Bambang Suharyanto menegaskan, menjadi mitra Bulog harus secara kontinyu artinya disaat harga beras murah harus tetep menjadi mitra, jangan hanya disaat harga beras mahal baru ramai-ramai menjadi mitra bulog.

Kungker TIM Mabes AD di UD. Wahyu Abadi H. Wartoyo Jakenan PATI

Sebagaimana negara agraris yang berada di garis katulistiwa sudah seharusnya kita mendapatkan negeri yang subur gemah ripah loh jinawi, hingga rakyat Indonesia mendapatkan haknya untuk menikmati kemakmuran swasembada pangan khususnya beras di negerinya​ sendiri. ($.Pranata)
Share:

Senin, 18 September 2017

Koramil PATI Wujudkan Empat Pilar Kebangsaan Melalui Upacara Bendera

Targethukumonline. Pati - Senin tgl (18/09/17) hari senin menjadi awal semangat bagi siswa-siswi untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Seperti yang terlihat  pada pagi ini ketika rombongan dari Koramil 01 Pati mendatangi sebuah sekolahan tingkat atas yang menjadi kebanggaan bagi warga Pati, SMU NEGERI 1 PATI.

Upacara bendera di SMAN 01 PATI~Irup~
Kapten Kav Suyatno

Sekolahan yang terletak disisi selatan jalur pantura yang menghubungkan semarang - surabaya tepatnya di Jalan Panglima Sudirman no 24 Pati.

Kesan tertib, rapi dan disiplin serta penuh semangat terpancar dari raut wajah siswa-siswi yang mulai memasuki gerbang sekolahan yang menjadi favorit bagi siswa-siswi Pati untuk melanjutkan jenjang pendidikannya.

Begitupun sambutan ramah dari Hendro Prasetyo yang menjadi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ketika rombongan Koramil 01 Pati sebanyak 6 personil dengan pimpinan Komandan Koramil 01 Pati Kapten Kav Suyatno memasuki lobi transit untuk selanjutnya diterima oleh kepala sekolah Budi Santoso Spd, Mpd, MSi.

Kedatangan personil Koramil 01 Pati adalah dalam rangka menjadi Pembina pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.

Menjadi pembina upacara disekolah-sekolah baik sekolah dasar, sekolah lanjutan pertama maupun sekolah lanjutan atas pada saat upacara pengibaran bendera adalah agenda rutin.

Yang menjadi program kerja Koramil 01 Pati dalam rangka untuk memberikan motivasi kebangsaan bagi siswa-siswi untuk lebih memupuk, memperkokoh dan mempertebal rasa Nasionalis, Cinta Tanah Air siswa-siswi sekolah kepada Negara dan Bangsa, demikian disampaikan oleh Komandan Koramil 01 Pati kepada kepala sekolah.

Sementara itu dilapangan Upacara yang terletak di tengah bangunan-bangunan sekolahan tampak ratusan siswa-siswi sudah berbaris tertib, rapi untuk khidmat mengikuti berlangsungnya upacara yang sudah rutin dilaksanakan setiap hari senin.

Sementara menunggu dimulainya upacara Babinsa Plangitan Serda Anang F, yang pada hari ini mempunyai tanggung jawab untuk mempersiapkan pelaksanaan upacara sedang mengecek petugas-petugas upacara guna memastikan tidak ada kekurangan agar tidak ada kekeliruan dan menghimbau kepada seluruh peserta upacara agar tertib dan khidmat dalam mengikuti pelaksanaan upacara.

Tepat jam 07.00 WIB upacara yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru pembimbing dan staff dimulai dengan susunan upacara sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan adanya pandangan dari sebagian kelompok kecil masyarakat yang ingin merubah Ideologi negara kepada siswa-siswi dan seluruh peserta upacara agar tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan, memupuk memperkokoh dan mempertebal semangat Nasionalis rasa Cinta Tanah Air dengan memegang teguh 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Selalu siap dan waspada meningkatkan kepekaan akan ancaman perubahan ideologi, faham radikal, terorisme, peredaran narkoba, disintegrasi bangsa, pengaruh negatif media sosial yang menggerus dan merusak moral budaya luhur bangsa Indonesia yang sangat mengancam Persatuan dan Kesatuan yang saat ini terjadi.

Mengajak peran aktif para siswa, pendidik, serta aktivitas pendidikan untuk bersama-sama menjaga Pancasila. Meningkatkan pemahaman dan pengalaman Pancasila, fokus untuk pendalaman kegiatan sehari-hari dengan berdasarkan Pancasila.

Mengembangkan pendidikan etika, moral, karakter yang melandaskan pada nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir dari Sila-Sila pada Pancasila.

Bahu - membahu untuk menggapai cita-cita bangsa sesuai Pancasila dan UUD 1945, menyatukan hati dan pikiran mengerahkan segala kemampuan, waktu dan tenaga untuk mempererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Kembali kepada jati diri bangsa yang santun, berjiwa gotong royong, toleran dan semangat rela berkorban untuk menuju bangsa Indonesia yang adil, bangsa yang makmur, dan bermartabat di mata Internasional.

Kepada para siswa agar selalu semangat dan tekun dalam belajar, rajin, disiplin taat pada aturan-aturan sekolah. Hormat dan patuh kepada guru serta menjadi pribadi yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Setelah upacara selesai seluruh siswa dan siswi peserta upacara tetap tertib dan rapi memasuki kelas masing-masing untuk mengikuti proses kegiatan belajar dan mengajar.

Sementara rombongan dari Koramil 01 Pati melaksanakan ramah tamah dengan kepala sekolah yang didampingi oleh Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Dalam kesempatan ramah tamah itu kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kedatangan rombongan dari Koramil 01 Pati dan apresiasi kepada Komandan Koramil 01 Pati yang telah bersedia untuk menjadi Pembina upacara.

Komandan Koramil 01 Pati juga menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang berlangsung dengan tertib dan Khidmat.

Juga menyampaikan apresiasi khusus bagi petugas-petugas upacara yang terlihat sangat terlatih, tegap dan tegas serta tidak ada kesalahan.

Hal demikian merupakan cerminan bahwa siswa-siswi SMU N 1 Pati sangat disiplin, mempunyai semangat Nasionalis yang tinggi dan berharap agar hal-hal demikian selalu untuk ditingkatkan.

Hal itu tidak terlepas dari kaderisasi yang dilaksanakan oleh siswa-siswi disekolah yang tergabung dalam  GASTRA dan PASKIB yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler untuk menyiapkan, melatih dan mendidik para siswa siap menjadi generasi penerus perjuangan bangsa.

Kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan dengan asuhan dari para senior dan pembinaan dari Babinsa Plangitan, demikian disampaikan oleh kepala sekolah.

Harapan dari Wakil Kepala sekolah bidang kesiswaan adalah agar dari Koramil 01 Pati rutin selalu memberikan pembinaan tentang kedisiplinan dan memberikan wawasan kebangsaan kepada para siswa di SMUN 01 Pati supaya para siswa selalu memupuk, memperkokoh dan mempertebal rasa kebangsaan.

Kegiatan ramah tamah yang sangat terasa dengan suasana kekeluargaan tersebut diakhiri dengan foto bersama rombongan Koramil 01 Pati dengan Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di halaman depan SMUN 1 Pati. ($.Pranata)
Share:

Blog Archive