Minggu, 31 Desember 2017

Masukkan Kurikulum Sekolah Guna Cegah Meningkatnya Kasus Narkoba

Targethukumonline. SIDOARJO - Polresta Sidoarjo telah melakukan MoU dengan Pemkab Sidoarjo berupa memasukkan materi kurikulum pencegahan narkoba.

Kurikulum pendidikan narkoba di masukkan ke dunia pendidikan. Dok/TH

Hal ini merupakan upaya pencegahan narkoba karena kasus penyalahgunaan narkoba menjadi kasus terbanyak yang ditangani Polresta sepanjang 2017 ini.

Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji, SH, SIK, MH mengatakan kasus narkoba yang ditangani pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

"Pada 2016 kami menangani 435 kasus dengan 435 tersangka. Kini meningkat 47 persen dengan angka 642 kasus dan 701 tersangka.

Cara untuk menekan kasus narkoba di 2018 adalah dari sekolah melalui kurikulum pencegahan narkoba yang sudah bekerjasama dengan Pemkab Sidoarjo," kata Himawan saat menyampaikan laporan akhir tahun, Sabtu tgl (30/12/17).

Menurut Himawan, pencegahan di kalangan pelajar bisa mengurangi kasus narkoba tersebut.

Himawan berkaca pada angka kecelakaan lalu lintas yang pada 2017 lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Pada 2016, ada 1.404 peristiwa dengan jumlah korban tewas sebanyak 324 orang.

Jumlah tersebut menurun di 2017 menjadi 1.360 kecelakaan dengan jumlah korban meninggal sebanyak 230 orang.

Himawan menyatakan penurunan kecelakaan lalu lintas ini karena pihaknya menggelar program Save Our Student (SOS) yang memberikan sosialisasi sekaligus penindakan kepada pelajar-pelajar Kota Delta.

"Sosialisasi kami berikan untuk mengampanyekan safety rideng di kalangan pelajar, dan penindakan dilakukan untuk memberi efek jera agar siswa yang belum memiliki SIM tak lagi menggunakan kendaraan.

Berkaca dari sini, kami harapkan kurikulum pencegahan narkoba juga akan berhasil," sambungnya.

Secara umum, tingkat kejahatan di Sidoarjo selama 2017 mengalami penurunan dibanding sebelumnya.

Pada 2016 ada 2.148 perkara dan 1.708 di antaranya diselesaikan.
Sementara pada 2017 ada 2.059 perkara di mana 1.728 kasus di antaranya terselesaikan.

"Tingkat kejahatan menurun dan penyelesaian kasusnya meningkat," ujarnya. ($.uyoto)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive