Rabu, 31 Januari 2018

Sholat Khusuf Gerhana Sebagai Sikap Tafakur Terhadap Peristiwa Alam

Targethukumonline. Sumbar - Masjid Raya Sumatera Barat - Dengan Sholat Khusuf Sunnah Gerhana bulan  penuh yang kejadian sekali 152 tahun, sebagai sikap tafakur dan introspeksi diri untuk kembali kejalan Allah mendapat berkah dan hidayah Nya. 

Sholat gerhana bulan wujud syukur kepada Allah SWT.

Hal ini sampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat memberikan arahan dalam penyelenggaraan sholat khusuf Gerhana Bulan di Masjid Raya  Sumatera Barat, malam Rabu tgl (31/01/18).

Hadir juga dalam kesempatan Kakanwil Kemenag Sumbar, Forkopimda, Kepala OPD dilingkungan Pemprov Sumbar,  tokoh masyarakat, dan jemaah Masjid Raya Sumatera Barat yang memenuhi hingga ke lantai dua.

Lebih jauh Irwan Prayitno menyampaikan pelaksanaan ibadah sholat gerhana ini akan mendapat kebaikan dan kelimpahan rezky dalam menjalani ibadah sholat sunah membesarkan kekuasaan Allah terhadap alam semesta.

Gerhana bulan terjadi ratusan tahun,  proses alam yang terjadi, nabi menyuruh kita umatnya agar bertafakar menyikapi peristiwa alam ini dan berzikir untuk berharap Rahmat Nya.

Gerhana bulan secara total, saat ini juga terjadi Supermoon, dan bulan biru tiga peristiwa yang bersamaan.  Sesuatu yang langkah terjadi dari peristiwa alam semesta," ungkap Irwan Prayitno.

Gubenrur Irwan Prayitno juga menambahkan, peristiwa gerhana sebagai penciptakan langit dan bumi,  sebagai tanda orang - orang berakal dan disuruh berzikir, dengan pikiran yang jernih. Fenomena alam langka yang terjadi mudah-mudahan dapat menjadi sebagai keberkahan dari Allah.  

Gerhana bulan merupakan hal biasa, jangan dijadikan mistik dan syirik yang menyesatkan dilarang oleh Allah. 

Melalui peristiwa ini mari kita introsprksi diri, agar keluarga kita  terjauh dari prilaku yang menyimpang seperti LGBT,  yang sangat dibenci Allah, mudahan dengan menjalan ibadah sholat sunnah kita dapat selamat dunia akhirat, doa Gubernur Irwan Prayitno. ($.ukro)
Share:

Seorang Warga Bogotanjung Gabus Tersambar Petir di Siang Hari

Targethukumonline. Pati - Musim panen sudah tiba di sepanjang musim penghujan ini, semangat para petani dalam menyambut musim tanam ke dua ini pun disambut dengan antusias masyarakat desa, Rabu tgl (31/01/18).

Korban yang di evakuasi oleh warga dukuh Gorame desa Bogotanjung PATI.

Namun naas saat baru menyebar  benih padi, oleh saudara Sarmidi, saat baru turun ke sawah untuk mengerjakan lahan yang sudah dipanen untuk dikerjakan kembali tak disangka saat hujan turun rintik-rintik tiba tiba ada kilatan petir ditengah sawah yang menyambar beliau akibatnya Sarmidi langsung terkapar, tepat pada pukul 10.15 WIB.

Kejadian tragis ini terjadi di area persawahan Bengkok Kepala Desa turut dukuh Bogorame desa Bogotanjung Kec. Gabus Kab. Pati.

Adapun identitas korban bernama Sarmidi Bin Tasmin, Laki - laki, Umur 50 th, Islam, Tani, Ds. Bogotanjung RT 04 RW 02 Kec. Gabus Kab. Pati.

Sedangkan saksi kejadian seorang warga bernama Markawi, petani, Islam, 60 th, desa Bogotanjung RT 04 RW 02 Kec. Gabus Kab. Pati, dan saksi kedua Hartoyo petani, Islam, 61 th, desa Bogotanjung Rt. 04 Rw. 02 Kec. Gabus Kab. Pati.

Awal mula kejadian Markawi dan Hartoyo sedang bekerja bersama sama di sawah, sesaat kemudian turun hujan dan keduanya kemudian mulai berteduh di warung, sedang korban yang bernama Sarmidi Bin Sarmin masih tetap melanjutkan pekerjaannya di sawah garapannya.

Selang beberapa setelah turun hujan sesaat kemudian terdengan suara petir yang menggelegar dengan suara yang sangat keras sebanyak dua kali, setelah hujan reda kemudian Markawi kembali melanjutkan pekerjaannya di sawah dan melihat korban Sarmidi Bin Taslim sudah dalam keadaan tertelungkup di sawah.

Setelah itu kemudian Markawi meminta bantuan kepada Hartoyo untuk memeriksa korban tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan oleh keduanya ternyata Korban Sarmidi Bin Taslim sudah dalam keadaan tidak bernyawa meninggal dunia.
Setelah itu kemudian keduanya meminta tolong kepada warga sekitar, bahwa ada seorang warga yang tersambar petir.

Hasil pemeriksaan dari Dr. AGUS SUPRIYANTO PUSKESMAS GABUS II bahwa korban mengalami pendarahan pada hidung, pendarahan pada tempatnya, luka bakar pada bagian dada sebelah kanan, bagian pantat sebelah kiri dan luka bakar pada bagian punggung dan tidak ditemukan tanda-tanda Penganiyaan.

Untuk selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak Keluarga untuk dilakukan pemakaman.
Bahwa korban meninggal dunia bernama Sarmidi Bin Taslim warga Desa Bogotanjung meninggal akibat tersambar petir, hal ini diketahui dari olah TKP dan hasil pemeriksaan Team Medis, dan dari pihak keluarga menerimakan kematian korban serta tidak menuntut kepada pihak manapun. ($.darso)
Share:

Selasa, 30 Januari 2018

12 Warga Bacan Keracunan Nasi Uduk

Targethukumonline. Labuha - Sebanyak 12 orang warga Desa Tembal Kecamatan Bacan Selatan mengalami keracunan setelah mengkomsusi nasi uduk yang dijual oleh salah satu warga Desa Tembal yang diketahui namanya Iryani Barmawi.

12 warga desa tembal yang mengalami keracunan di bawa ke RSUD Labuh.

Dari 12 warga yang mengalami keracunan 10 lainnya anak-anak dibawa umur dan pelajar sedangkan 4 warga lainnya sudah dewasa.

Menurut keterangan salah satu kerabat korban, Yuldi Tusim kejadian keracunan 12 warga itu, berawal pada hari Selasa tanggal 30 kemarin, Iriyani Barmawai yang merupakan kaka Iparnya sendiri, menjual nasi uduk sebanyak 30 bungkus di pasar, yang laku terjual sebanyak 10 bungkus sisanya 20 bungkus Iryani membawa pulang ke rumah.

Sesampainya dirumah Iryani langsung memberikan 20 bungkus nasi uduk itu ke Istrinya Dewi Barmawi yang sedang hamil delapan bulan, dengan tujuan dibagi-bagikan kepada anak-anak untuk dimakan. 

Berselang 3 jam kemudian sekitar pukul 17:00 WIT (Jam 5 petang) kedua anak langsung mengalami muntah-muntah. Sedangkan 10 warga lainnya mengalami keracunan pada pukul 05:00 WIT (Jam 5 dini hari).

"Mereka makan kemarin skitar jam lima sore. Berselang tiga jam kemudian dua anak langsung muntah-muntah," ungkap Yuldi kepada sejumlah awak media saat ditemui di ruang IGD RSUD Labuh, Rabu tgl (31/01/18).

Terpisah Direktur RSUD dr. Banani saat dikonfirmasi di tempat yang sama, mengutarakan bahwa, warga yang mengalami keracunan saat ini telah dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara intensif.

"Penangan awal sudah dilakukan dan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan juga sudah dilakukan," cetus dr. Banani.

Untuk mengetahui perkembangan menunggu hasil dari pemerikasaan selanjutnya dari Dokter yang menangani 12 pasien keracunan tersebut.

"Perkembangan seperti apa nanti dilaporkan kemudian," pungkasnya.

Sampai berita ini dipublis 12 warga tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Labuha dan menunggu hasil tes dari Laboratorium. ($.darso)
Share:

Roda Bermasalah, Truk Bermuatan Paku Bumi Terguling

Targethukumonline. Jakarta - Truk dengan muatan belasan paku bumi terguling di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/01/18). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang dipicu kondisi salah satu ban kendaraan yang bermasalah.

Truk terguling di kawasan tanjung priok Jakarta Utara.

Informasi dari petugas Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.15. Bermula saat truk trailer B 9452 UEM yang dikemudikan Rojikin, 28, melaju menuju Pelabuhan Tanjung Priok, membawa 11 batang paku bumi.

Di lokasi kejadian, persisnya di tikungan Jalan Banda, pengemudi kehilangan kendali lantaran salah satu ban bermasalah.

Akibatnya kendaraan dari PT WIKA tersebut terguling dengan sebagian muatan berjatuhan. “Rencana muatan akan dibongkar di Dermaga Inggom,” sebut satu petugas.

Untuk pengusutan lebih lanjut kasus kecelakaan itu kini dalam penanganan Sat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok. ($.Teguh)
Share:

Api Melalap Rumah Warga Duren Sawit di RT 10

Targethukumonline. Jakarta - Telah terjadi kebakaran rumah warga pada hari selasa kemarin tanggal selasa malam tanggal 30 januari 2018 pukul 19.10 WIB. 

Sijago merah kembali melalap rumah warga durensawit Jaktim.

Bertempat di RT 10 RW 10, kelurahan Klender kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur, api di duga berasal dari hubungan arus pendek listrik dari rumah seorang Nunung (52) agama islam pekerjan swasta, jumlah rumah yang terbakar ada 12 (dua belas) rumah dan 1 (satu) bengkel.

Sekitar pukul 19.10 WIB ada warga yang sedang melintas di depan rumah Nunung (52) dan melihat kepulan asap di atas rumah nunung (52) dengan adanya kejadian tersebut maka warga langsung menghubungi pemadam kebakaran terdekat.

Sekitar pukul 19.20 WIB pemadam kebakaran tiba di lokasi langsung memadamkan api tersebut, tepat pukul 19.40 WIB api baru bisa di padamkan oleh 12 unit DPK pimpinan Edi Purwoko.

Kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa kerugian materil belum bisa di taksirkan, dan kasus selanjutnya sedang di tangani oleh Polsek Duren Sawit. ($ukro $udar $ono)
Share:

Truk Muatan Asbes Tabrak Warkop, Pembeli Berhamburan Selamatkan Diri

Targethukumonline. GRESIK - Truk bermuatan asbes nopol N 9725 UR nyaris mencelakakan orang banyak. Pasalnya, truk yang dikemudikan Heru (29) yang diparkir di parkiran PT Eternit hilang kendali.

Truk muatan asbes hilang kendali. Dok/TH

Sehingga, bak truk bagian belakang berjalan mundur menabrak warung kopi (warkop) di Jalan Kapten Darmo Sugondo Gresik, Selasa tgl (30/01/18).
Beruntung dalam kejadian tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa. 

Pasalnya, saat truk berjalan mundur karena hilang kendali, sebagian orang yang sedang minum kopi di warkop lari tunggang-langgang mengetahui ada truk berjalan mundur.

Imbas kejadian itu, membuat warkop milik Somad (50) berantakan. Sebab, separuh bodi truk masuk kedalam warkop. Tidak hanya itu, truk bertonase besar tersebut juga menyebabkan rumah milik Basori (37), kondisinya rusak parah dan berantakan.

"Beruntung tidak ada pengendara motor yang melintas. Bisa dibayangkan kalau ada pastinya terlindas sebab truk yang berjalan mundur itu melesat dengan cepat," ujar Somad.

Sementara, Basori mengaku dirinya kaget tiba-tiba ada bunyi yang keras masuk ke rumahnya. Dirinya, baru sadar saat melihat seisi rumahnya sudah ditabrak truk yang bermuatan asbes.

"Saya kaget begitu ada bunyi keras langsung lari ke ruangan tengah. Tahunya sudah separuh truk sudah masuk ke rumah," ungkapnya. 

Untuk mengevakuasi truk yang bertonase berat itu, dua kendaraan forklift dikerahkan oleh PT Eternit.
Pasalnya, jika tidak segera dievakuasi dikuatirkan menyebabkan kemacetan parah di Jalan Kapten Darmo Sugondo Gresik.

"Penyebab truk hilang kendali ini masih diperiksa anggota saya di lapangan. Mengenai kerugian material ditaksir sekitar ratusan juta rupiah," tandas Kasat Lantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto.($.uyoto)
Share:

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Pertemuan Ulama Internasional

Targethukumonline. Jakarta - Dalam kunjungan kenegaraan bilateral Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan Karim Khalili. Pertemuan tersebut digelar di Istana Haram Sarai (Wisma Negara), Kabul, Afghanistan, pada Selasa, 30 Januari 2018.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan di Istana Negara Afghanistan.

Presiden mengawali pembicaraannya dengan menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Kabul beberapa waktu belakangan, kejadian tersebut sampai merenggut setidaknya puluhan jiwa.

"Saya turut mendoakan agar keluarga dan sahabat yang ditinggal diberi ketabahan. 

Kekejian ini tidak akan melunturkan semangat kita. Namun, hanya akan semakin memperkuat keinginan untuk menciptakan perdamaian," ucapnya.

Dirinya juga berterima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Ketua Dewan Perdamaian Afghanistan beserta delegasi ke Jakarta beberapa waktu lalu. 

Melalui kunjungan balasan ini, Presiden Joko Widodo hendak meneguhkan komitmen Indonesia dalam membantu upaya perdamaian di Afghanistan.

"Kunjungan ke Kabul akan saya gunakan untuk meneguhkan komitmen Indonesia membantu _peace building_ di Afghanistan sebagaimana diminta oleh Presiden Afghanistan," ujar Presiden.

Kunjungan ini benar-benar dimanfaatkan oleh Presiden untuk melakukan pembicaraan yang lebih detail mengenai langkah yang akan diambil ke depan, termasuk rencana penyelenggaraan pertemuan ulama Internasional.

Presiden juga menyarankan kiranya proses perdamaian bersifat inklusif. Tindak lanjut dari pertemuan ini akan segera ditindaklanjuti di Jakarta.

"Indonesia siap menjadi tuan rumah. Saran saya, pertemuan bersifat inklusif,” ujar Presiden. ($.ukro)
Share:

Polda Jatim Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dokter ke Calon Perawat

Targethukumonline. Surabaya - Polda Jatim meningkatkan status penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter terhadap calon perawat di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya menjadi penyidikan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Frans Barung Mangera.

Sekarang kasusnya naik ke penyidikan," kata Kombes Polisi Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim, Selasa tgl (30/01/2018).

Barung mengatakan, penyelidikan kasus dugaan pelecehan oknum dokter terhadap calon perawat sudah berjalan sekitar empat bulan sejak Agustus 2017 lalu.

Meski demikian, setelah dinaikkan menjadi penyidikan, Polda Jatim belum menetapkan seorang tersangka berkaitan dengan kasus ini. 

Semua pihak yang diperiksa berstatus terperiksa. Belum, belum, belum ada tersangka," katanya.

Penyidik Polda Jatim sudah melakukan pemeriksaan terhadap perempuan calon perawat yang diduga menjadi korban pelecehan seksual. 

Pemeriksaan terhadap korban berinisial OPA itu berlangsung sejak Selasa pagi hingga pukul 10.00 WIB.

Okky Firmansyah Kuasa Hukum pelapor mengatakan, pemanggilan terhadap kliennya di Polda Jatim pada hari ini adalah kedua kalinya.

Hari ini pemanggilan pelapor sebagai saksi sudah yang kedua kalinya," katanya.

Sementara itu, sampai saat ini Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap Dokter R yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap OPA sebagai tersangka.

Barung Mangera mengatakan, polisi menilai Dokter R kooperatif dengan memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan. Dokter R tiba di Mapolda Jatim pada pukul 11.00 WIB.

Sampai saat ini, Polda Jatim belum mengeluarkan statemen apapun berkaitan pemeriksaan Dokter R dan belum mengumumkan penetapan tersangka atas kasus ini. ($.uyoto)
Share:

Senin, 29 Januari 2018

Wagub Nasrul Abit Siap Lhouncing Logo Proprov 2018

Targethukumonline. Sumbar - Logo dan maskot Pekan Olah Raga Provinsi Sumatera ke 15 tahun 2018 di Padang Pariaman kita lonching hari ini sebagai momentum semangat memasyarakatkan olah raga dan membangkitkan prestasi olah raga di daerah ini. 

Logo Porprov Sumatera Barat, momentum kebangkitan olahraga masyarakat Minang.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam acara lonching Logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar ke 15 tahun 2018 di Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin tgl (29/01/18).

Hadir dalam kesempatan tersebut,  Forkopimda, Ketua DPRD Sumbar,  Ketua KONI, Bupati Ali Mukni, DPRD Padang Pariaman, Kadis Dispora,  OPD terkait dilingkungan Pemkab Padang Pariaman.

Lebih jauh Wagub Nasrul Abit menyampaikan, peluncuran logo dan maskot Porprov ini sebagai tanda Pekan Olahraga Provinsi ini akan segera dimulai dan diharapkan semua kontingen kabupaten/kota dapat menyiapkan diri sebaik mungkin dalam memacu prestasi olahraga di Sumatera Barat. 

Porprov Sumbar ini selain sebagai ajang menciptkan prestasi olahraga daerah juga sebagai sarana untuk melahirkan atlit-alit yang mampu nanti mengharumkan nama baik Sumatera Barat di pentas nasional dan internasional.

Saat ini ada 35 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Porprov Sumbar ke 15 ini  dan akan dilaksanakan pada bulan November 2018, ungkap Wagub Nasrul Abit.

Wagub Nasrul Abit dalam kesempatan itu juga menyampaikan,  kita perlu perhatian terhadap perkembangan prestasi olahraga di daerah ini, karena kegiatan olahraga ini juga dapat menjadi sarana peningkatan pengembangan pembangunan pariwisata di Sumatera Barat.

Lihatlah betapa belum ada satupun atlit sepeda kita mampu bersaing dalam Tour De Singkarak sebagai event internasional Sporturism di Sumatera Barat.

Melalui Porprov ini tentu akan menjadi ajang produktifitas yang baik dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga di daerah ini.

Mari kita sukseskan penyelenggaraan Porprov Sumatera Barat ke 15 tahun 2018 di Padang Pariaman, tingkatkan spotifitas,  prestasi dan persaudaraan yang lebih baik dalam dunia olahraga di Sumatera Barat,  harap Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dalam kesempatan itu menyampaikan, kesiapan kabupaten Padang Pariaman selaku tuan rumah porprov Sumbar yang ke 15 pada tahun 2018, telah mencapai 70-80%  dan diharapkan sebelum bulan November 2018, semua siap pakai.

Moskot Porprov Sumbar ke 15 ditetapkan si kambia, sosok yang diambil dari pohon kelapa (yang merupakan komoditi utama kabupaten Padang Pariaman) yang dianggap bersifat kuat dan dapat melindungi,serta bijaksana sebagai logo dan maskot yang akan digunakan selama helatan pekan olah raga antar kabupaten kota 2 tahun sekali itu.

Maskot si kambia,yang terinspirasi dari buah kelapa yang digambarkan memiliki gonjong di kepalanya tersebut yang mewakili kekompakan dan persaudaraan antar kabupatem kota se Sumatera Barat, terang Bupati Ali Mukhni. ($.gideon)
Share:

Terus Bergerak, IWO Lingga Sosialisasi ke SMA Negeri 02 Singkep

Targethukumonline. Kepri - Program Journalist Goes to School yang ditaja oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lingga Kepulauan Riau terus bergerak, setelah Senin lalu menyambangi SMA Negeri 1 Singkep, kini pengurus IWO Lingga kembali melakukan sosialisasi tentang dunia jurnalistik, internet dan pemahaman UU ITE ke SMA Negeri 2 Singkep.

Para pelajar siswa-siswi harus lebih selektif dalam memilih informasi.

"Kami sangat berterimakasih anak didik kami diberikan pemahaman tentang dunia jurnalistik dan UU ITE oleh bapak-bapak dari IWO," ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Singkep, Hendy Wijaya, Senin tgl (29/01/18).

Diterangkannya, dengan adanya informasi tentang internet dan UU ITE yang diberikan oleh IWO diharapkan para murid SMAN 2 Singkep lebih bijak berinternet dan bersosial media.

Bendahara Umum IWO Lingga Juhari Purwodadi yang ditunjuk sebagai pembina upacara mengingatkan kepada seluruh murid yang ikut upacara agar lebih berhati-hati dalam mengunakan internet.

Kata dia, tidak sedikit orang yang terjerat kasus hukum karena menyalahgunakan internet.

"Kita harus bijak sebab tidak sedikit orang yang sudah tersandung kasus hukum karena internet," imbuh Juhari.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini segala informasi dengan sangat mudahnya diperoleh. 

Wartawan senior di Lingga ini berpesan agar para siswa lebih selektif dan lebih terkontrol dalam mengunakan teknologi sebab dengan semakin berkembangnya teknologi maka semakin banyak pula informasi yang diperoleh meskipun belum tentu kebenaran informasi tersebut.

"Harus berhati-hati dalam memilih informasi sebab tidak semua informasi yang kita peroleh itu benar, tugas kita harus kembali memeriksa kebenaranya," tutupnya. ($.0N0)
Share:

Legenda Almarhum Moh Socheh Taruna Merah

Targethukumonline. Sejarah - Kisah ini bermula ketika ada seorang taruna yang diketahui namanya Moh. Socheh yang berasal dari solo dengan No.AK. 91***. Beliau dikenal jago dalam bela diri tangan kosong dan juga supranatural. Beliau juga memegang bass drum di dram band lokananta akademi militer.

Helm milik almarhum taruna merah, Moh. Socheh.

Alm Moh. Socheh meninggal ketika mengikuti ujian dopper atau dikenal dengan ujian merayap sambil ditembaki peluru tajam oleh para pelatih diakademi militer tersebut.

Pada saat mengikuti ujian tersebut, muncul seekor ular hendak mematuk dia sehingga dia menghindar dengan mendongakan kepalanya keatas sehingga helm baja yang dikenakan kepalanya tertembus peluru tajam tersebut.

Wajah beliau berlumuran darah dan seketika itu juga ia langsung meninggal ditempat, sejak setelah kematian alm Moh. Socheh.

Socheh seringkali beliau menampakan diri disekitar lingkungan akademi militer tersebut, beredar kabar bahwa ada seorang taruna yang jika mendengar suara orang merintih didalam WC bangsal jangan ditanggapi atau langsung bergegas kabur karena yang merintih tersebut adalah taruna merah alias almarhum.

Pernah ada pengalaman taruna yang membuka pintu wc tempat suara orang merintih kesakitan dan yang ditemukan ternyata sosok “Taruna merah” tersebut.

Mitos Ketika didatangi taruna merah berarti lulus seleksi banyak yang bercerita pengalamannya ketika ia mengikuti seleksi akademi militer panthukir yang didatangi sosok taruna merah baik itu melihat secara tidak sengaja ataupun didatangi melalui mimpinya. Dan anehnya para calon taruna akmil tersebut rata-rata dinyatakan lulus.

Ada juga cerita seorang taruna yang jaga malam bareng si taruna merah, seorang taruna keturunan bugis kebagian jaga malam di pos depan akmil.

Pada dini hari, ia melihat sesosok orang berjalan dari arah pavliun mayor menuju ke pos tempat ia jaga malam.

Awalnya ia mengira itu adalah komandannya, namun setelah sosok itu mendekat, ia menyadari yang menghampirinya adalah si taruna merah Ia melihat sendiri, helm yang jebol, seragam lusuh berlumuran darah, wajah hancur dan mata merah menyala.... Si taruna merah...

"Hmm... Ini pasti Bang Socheh" gumam sang taruna tersebut, Ia terus memberanikan diri tidak bergeming apa-apa terhadap kehadiran taruna merah Kemudian, sang taruna merah berhenti tepat di samping taruna tersebut.

Keduanya berdiri bersampingan..... sang taruna memberanikan diri menoleh ke arah taruna merah....

"Ya ampun... Wajahnya hancur" kemudian ia mulai menyapa si taruna merah "Assalamualaikum" sapa sang taruna. Namun bang socheh alias taruna merah diam saja tidak bergeming...

"Selamat malam bang...." Sapanya lagi kepada taruna merah... Namun sama saja, ia diam tidak bergeming sama sekali "Bang, kalau emang mau nemenin saya jaga malem, makasih ya.

Tapi kita udah beda alam bang," ujar sang taruna, kepada taruna merah almarhum bang socheh hanya diam membisu saja, namun perlahan-lahan ia berjalan menuju flat sersan di belakang pos dan kemudian akhirnya menghilang. ($.ucipto)
Share:

Minggu, 28 Januari 2018

Dandim 0718 Pati Jalin Keakraban Bersama Anggota Koramil Jakenen

Targethukumonline. PATI - Senin tgl (29/01/18) tepat pada pukul 11.30 WIB Dandim 0718 Pati melaksanakan kunjungan kerja ke Koramil 05 Jakenan.

Kunjungan kerja Dandim 0718 Pati di Koramil 05 Jakenan.

Seperti saat ini Dandim berkunjung ke Koramil 05 Jakenan, kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengetahui posisi Kantor koramil serta bertatap muka dengan seluruh anggota Koramil dan persitnya.

Kunjungan kerja disambut langsung oleh Muspika kec. Jakenan yaitu Camat Jakenan, Aries Soesetyo SH. MM, Kapolsek Jakenan AKP Suyatno dan Danramil 05 Jakenan kapten Kav Sukandar.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0718 Pati, Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos memberikan pengarahan kepada anggota dan persit Koramil 05 Jakenan antara lain menyampaikan bahwa Danramil dan Babinsa merupakan aparat kewilayahan.

Untuk itu laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan. Utamakan keluarga, keluarga sejahtera belum tentu bahagia. 

Tetapi keluarga yang bahagia Insyaallah sejahtera hal itu yang perlu dipedomani dalan bekerja dan melaksanakan tugas," terang Dandim.

Lebih lanjut Dandim mengatakan kepada anggota Koramil, sebagai prajurit kewilayahan laksanakan tugas binter dengan baik. 

Hindari pelanggaran sekecil apapun, karena pelanggaran akan menimbulkan musibah, musibah timbul disebabkan adanya pelanggaran," pungkas beliau.

Dalam suasana santai juga Komandan Kodim Pati menjelaskan dalam hal penekanan serta himbauan tentang Netralitas TNI, dan kerja sama antar atasan dan bawahan harus kuat. ($.darso)
Share:

Ahmad Sandra Balita 5 Bulan Tanpa Anus Butuh Bantuan

Targethukumonline. Medan - Ahmad Sandra, balita laki-laki berusia 5 bulan, anak dari pasangan Ilmah Hasibuan (32) dan Syarifuddin Nasution (35), warga Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sangat tersiksa dengan kelainannya itu.

Ahmad Sandra bayi umur 5 bulan butuh bantuan & uluran tangan anda.

Sepintas penampilan Ahmad Sandra, Balita berjenis kelamin laki-laki berusia 5 bulan itu tampak normal seperti balita lainnya. 

Namun siapa sangka, dibalik wajahnya yang lugu, balita ini mempunyai kelainan dimana Dia tidak punya lubang anus sejak lahir.

Menurut ibunda si Balita tanpa Anus ini, sejak berumur tiga hari, Ahmad anaknya tidak bisa buang air besar. 

Sehingga kotoran yang di dalam perutnya terpaksa dikeluarkan melalui usus di bagian perut.

Untuk menjaga agar kotoran balitanya tidak kena baju dan tercium bau, maka diakali dengan dibungkus menggunakan kain kecil.

Kotoran dikeluarkan melalui usus di bagian perut. Memang ngak ada masalah, tetapi saya sebagai orangtua kasihan melihat kondisinya," tutur Ilmah sang bunda kepada sejumlah wartawan dikediamannya, Senin tgl (29/01/18).

Ilmah juga mengakui, sesudah Ahmad berusia satu minggu sudah pernah di bawa ke Rumah Sakit M. Jamil Padang provinsi Sumatera Barat dan ketika itu menghabiskan biaya lebih dari Lima Juta Rupiah.

Hingga saat ini uang yang di pinjam ke tetangga belum juga bisa dikembalikan," ungkapnya dengan sedih.

Upaya keluarga untuk mengobati Ahmad terus dilakukan, tapi sampai sejauh ini tak membuahkan hasil. Sang ibu mengaku sudah kesulitan memperoleh biaya untuk mengupayakan operasi pembuatan lubang anus yang mencapai puluhan juta itu.

Rencananya, Ahmad mau saya bawa ke RS. M Jamil Padang lagi untuk operasi, tapi kami kesulitan biaya karena usianya sudah bisa operasi lagi," ujarnya.

Ilmah mengaku tak henti-hentinya menitikan air mata ketika menatap wajah anak kesayangannya itu. Di usianya yang masih balita sudah mengalami ketidaknormalan.

Saya sudah tak bisa ngomong apa-apa karena tidak mempunyai uang untuk biaya operasi Ahmad. Memang kami memiliki BPJS, tapi, yang menjadi beban buat saya untuk biaya nanti di RS M Jamil Padang," ucapnya.

Kami juga mohon bantuan kepada para dermawan untuk membantu mengobati anak saya," ucap Ilma sambil meneteskan air mata.

Sementara Syahdan Nasution (38), salah satu warga setempat mengatakan, sangat kasihan melihat balita yang juga anak dari tetangganya, tapi apa mau di kata dirinyapun tak mampu untuk membantu biaya operasi balita itu hingga jutaan rupiah,
Saya mau bantu, namun kehidupan sayapun masih paspasan," ujarnya.

Selain kasihan, Syahdan pun berharap ada perhatian dari seorang dermawan kepada tetangganya berupa bantuan dana berobat.

Kasihan kami melihatnya setiap hari anak itu sering merintih kesakitan, orangtuanya pun sering curhat untuk kelanjutan biaya pengobatan Ahmad yang kabarnya butuh biaya besar," kata Syahdan. ($.0N0)
Share:

Plt KKP Dan Bupati Sanggau Sepakati Penandatanganan Basis Data Dan Informasi Pajak Daerah

Targethukumonline. Kalbar - Minggu tgl (28/01/18), dalam rangka penggalian potensi di bidang perpajakan dan pendapatan daerah, bertempat di Kantor Bupati Sanggau Kalbar, pada tanggal sabtu 27 Januari 2018.

Kesepakatan bersama dalam bidang basis data & informasi perpajakan daerah.

Plt. Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sanggau, Simon Calvin Tobing dan Bupati Sanggau, Paolus Hadi S.IP, M.Si telah menandatangani kesepakatan bersama tentang penguatan basis data dan informasi perpajakan guna menunjang penerimaan negara di bidang perpajakan dan pendapatan daerah.

Secara garis besar, kesepakatan bersama tersebut mengatur kerjasama dalam rangka pengamanan penerimaan negara sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing yang meliputi kerjasama dalam rangka penggalian potensi perpajakan, bimbingan teknis peraturan perpajakan, pengumpulan data dan informasi serta sosialisasi di bidang perpajakan di Wilayah Kabupaten Sanggau.

Dengan kesepakatan bersama ini, diharapkan sinergi dalam rangka mengamankan penerimaan perpajakan antara KPP Pratama Sanggau dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau akan semakin baik sehingga untuk pendapatan Khas PAD Semakin meningkat di karenakan masyarakat semakin mengerti apa kewajiban pajak memang harus di laksanakan.($.uyoto)
Share:

Komite Pemersatu Keraton Nusantara, Dukung Rencana Doa Nasional Rawat NKRI

Targethukumonline. Bandung - Sehari setelah di-release ke publik tentang rencana kegiatan bertajuk "Doa Nasional Rawat NKRI" berbagai elemen bangsa mulai memberikan respon atas rencana tersebut. 

Raja & Sultan seluruh Nusantara dukung do'a bersama rawat NKRI.

Salah satunya dari para raja, sultan dan bangsawan yang tergabung dalam Komite Pemersatu Keraton Nusantara atau disingkat KPKN.

Pernyataan dukungan dari ratusan pewaris kepemimpinan dan keluarga kerajaan itu disampaikan langsung oleh sesepuh KPKN, YM Raja Caruban Nagari kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Minggu tgl (28/01/18).

Raja Caruban Nagari yang merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati itu menyatakan sangat mengapresiasi rencana diadakannya Doa Nasional Rawat NKRI ini.

Secara pribadi dan atas nama para YM raja, sultan, bangsawan dan ksatria yang tergabung dalam Komite Pemersatu Keraton Nusantara, saya menyampaikan apresiasi atas gagasan menyelenggarakan doa nasional untuk menjaga dan memelihara keutuhan NKRI.

Kami para anggota KPKN mendukung penuh dan siap berpatisipasi menyukseskan acara ini," demikian pesan WhatsApp dari YM Raja Caruban Nagari yang berpusat di Cirebon, Jawa Barat itu.

Tidak hanya pesan WhatsApp, beberapa anggota KPKN yang juga aktif di berbagai organisasi budaya, seni, dan komunitas spiritual di Jawa Barat menyampaikan dukungan nyata dengan menyediakan waktu, tenaga, dan lain-lain untuk membantu menjadi panitia apabila diperlukan.

Jika diperlukan, saya dan kawan-kawan di jaringan pelestari Budaya Pasundan siap membantu menjadi panitia," ujar Putri Nadyah Rahmah Dewi Kencana yang berdomisili di Bandung.

Sejalan dengan sesepuh KPKN, beberapa pesan berisi pernyataan dukungan juga datang dari Raden Tiro Buono di Madura, Raden Mas Haryo Setawisesa dari Tumapel Singasari Malang, dan Raden Senopati Aryamangkurat Caruban Nagari di Bandung.

Menanggapi respon positif dari para sesepuh dan anggota KPKN tersebut, Wilson menyatakan sangat senang dan bangga terhadap kepedulian para pewaris trah kerajaan dan kesultanan nusantara.

Semoga kegiatan ini dapat terealisasi dan berjalan dengan baik dan lancar berkat upaya dan doa kita semua.
Dukungan dari para raja, sultan, pimpinan adat, budayawan dan semua elemen bangsa sangat penting dan bermakna bagi terselenggaranya acara dimaksud, terimakasih atas dukungan ini," terang Wilson. ($ukro)
Share:

Sabtu, 27 Januari 2018

Tragedi Berdarah, Ulama Kembali Diserang di Dalam Masjid Al-Hidayah

Targethukumonline. Bandung - Tragedi berdarah kembali menimpa seorang ulama kesohor yang menjadi panutan masyarakat Cicalengka, tepat pada hari sabtu tgl (27/01/18) pukul 05.30 WIB pagi dini hari di masjid alhidayah.

Kyai Haji Umar Basri pimpinan pondok pesantren Al-Hidayah.

Telah terjadi penganiayaan kepada KH. Umar Basri pengasuh ponpes Al-Hidayah kampung Sentiong RT 03 RW01 Cicalengka Kulon, yang di lakukan oleh seseorang yang memakai kemeja levis dan memakai sarung.

Sebelumnya tersangka ikut sholat berjamaah bersama korban, namun setelah jamaah yang lainnya meninggalkan masjid dan hanya beliau sendirian dengan tersangka, terjadilah penganiyaan.

Setelah lampu masjid di matikan santri seperti biasa kemudian tersangka yang masih ada di dalam masjid dengan korban membabi buta menyerang korban yang masih dalam keadaan wirid setelah sholat subuh seperti biasanya.

Sungguh suatu tindakan yang terpuji dan tidak beradab, menyerang secara terang-terangan oleh seorang oknum yang belum diketahui identitasnya sampai saat ini, karena langsung melarikan diri.

Mohon selalu waspada di setiap daerah dan jaga selalu Ulama² kita, karena mereka yang membenci Ulama sudah berani terang terangan menyerang Ulama....!! La'natullah...

Sekarang beliau dirawat disalah satu RS dicileunyi, semoga KH. Umar Basri (Ceng Emon) diberikan kesembuhan....Aamin.

KH. UMAR BASRI (Kang Emon) Pimpinan Ponpes Alhidayah Santiong Cicalengka Bandung, segera sembuh dan kembali mengajak kebaikan dan kemaslahatan umat Islam kepada kita semua dan warga masyarakat Cicalengka pada khususnya. ($.gideon)
Share:

Gus Sholah : Ajak Pemilih Pemula Anti Golput Dan Anti Politik Uang

Targethukumonline. Jombang, Jatim  - Minggu tgl (28/01/18), Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid menilai, gerakan anti golongan putih (golput) dan anti politik uang, dapat digelorakan kembali dalam pilkada serentak 2018.

GDD siap mengajak pemilih pemula anti politik uang.

Gus Sholah mengungkapkan hal ini kepada para relawan Gerakan Daulat Desa (GDD) yang berdiskusi dengannya, di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jatim pada sabtu kemarin.

Sebagai guru bangsa, para relawan GDD ingin mendapatkan nasihat Gus Sholah untuk kembali menyuarakan gerakan anti golput dan politik uang.

Kita harus memetakan pemilih muda di daerah yang menyelenggarakan pilkada. Para pemilih muda usia 17-18 tahun ini, kita ajak untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar,” saran Gus Sholah.

Selanjutnya, para relawan GDD akan menjadikan provinsi Sumatera Utara, sebagai pilot project dengan mendirikan Barisan Relawan Posko Gotong Royong (Bara Pos Goro) – Anti Golput dan anti Politik Uang.

Para relawan berkomitmen mendirikan 20 ribu posko dengan anggota 50 sampai 100 warga golput. Sehingga menjelang pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang, sekitar satu juta anggota Bara Pos Goro akan berdatangan ke Tempat Pemilihan Suara (TPS).

Sesuai data KPUD, kaum golput Pilkada 2013 di Sumut mencapai hampir lima juta orang atau 56% dari DPT. Ditargetkan angka satu hingga dua juta kaum golput memutuskan memilih. Sehingga kaum golput di pilkada Sumut 2018 kali ini, akan jauh berkurang.

Seperti diketahui sebelumnya, dua Gubernur sumut Gatot Pudjo Nugroho dan Syamsul Arifin, dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena terbelit kasus korupsi.

Relawan GDD berharap bangkitnya kaum golput dan memilih pemimpin yang baik, amanah dan tidak berjiwa korup, mampu memperbaiki kondisi daerahnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho menjadi orang nomor satu di Sumut dengan meraup 1,6 juta suara, sedangkan Gubernur sebelumnya Syamsul Arifin hanya memperoleh 1.4 juta suara.

Dari DPT di Sumut yang hampir mencapai 8 juta pemilih, relawan GDD berharap, melalui gerakan posko anti golput dan anti politik uang, partisipasi dalam pilkada di seluruh Indonesia khususnya Sumut akan semakin meningkat. ($.teguh)
Share:

PPWI Nasional Siap Menggelar Acara Doa Nasional Rawat NKRI

Targethukumonline. Jakarta - Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) akan menggelar perhelatan akbar bertajuk Doa Nasional Rawat NKRI, pada bulan Mei 2018 mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kepada media ini melalui pesan WhatsApp-nya, Sabtu tgl (27/01/18).

Do'a Nasional Rawat NKRI bersama PPWI.

"PPWI Nasional sedang mempersiapkan acara doa bersama dari warga oleh warga untuk bangsa Indonesia. Nama acaranya Doa Nasional Rawat NKRI, melibatkan sebanyak mungkin elemen dan sub elemen bangsa dari seluruh pelosok Nusantara," jelas Wilson yang terpilih lagi sebagai Ketua Umum PPWI dalam Kongres Nasional PPWI November 2017 lalu di Gedung Nusantara V Kompleks MPR RI Senayan Jakarta.

Kegiatan itu, lanjut lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, dilandasi oleh pemikiran dan pertimbangan atas kondisi bangsa Indonesia saat ini yang menghadapi tantangan zaman yang semakin berat.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih melahirkan pola komunikasi dan penyebaran informasi yang baru, berbeda jauh dengan pola-pola komunikasi di masa lalu.

System dan desain komunikasi antar manusia, antar kelompok masyarakat, dan antar bangsa, dalam dua dekade terakhir telah memunculkan berbagai fenomena baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, Indonesia.

Kita memasuki era baru yang penuh perubahan dan kejutan. Teknologi informasi yang semakin canggih dan rumit telah melahirkan pola hidup baru bagi setiap manusia di dunia ini, termasuk bangsa kita.

Rasa berbangsa dan bernegara kita juga sudah mulai berubah, bergeser dari kondisi dua-tiga puluh tahun lalu," imbuh lulusan pasca sarjana dari tiga universitas terbaik di Eropa (Universitas Birmingham, Inggris; Universitas Utrecht, Belanda; dan Universitas Linkoping, Swedia) itu.

Dalam rangka menjaga rasa kebangsaan dan nasionalisme Indonesia, menurut lelaki dari suku bangsa Mori, salah satu suku terbesar di Sulawesi Tengah itu, kita perlu melakukan olah rasa, olah spiritual, olah batin.

Menyerahkan bangsa Indonesia ini kepada yang maha kuasa, menyerahkan segala persoalan yang dihadapi bangsa dan negara kepada yang maha mengatur alam semesta ini.

Acara Doa Nasional Rawat NKRI yang akan kita laksanakan nanti adalah wujud penyerahan total bangsa kita secara batiniah kepada Sang Pencipta Alam Semesta, seraya kita sampaikan isi hati bangsa se-nusantara yang tetap ingin bersatu padu, ingin hidup bersama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak inginkan perpecahan antar suku antar agama antar ras dan antar golongan atau keompok, menolak permusuhan satu dengan lainnya, dan menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas Tuhan Yang Maha Esa untuk membimbing setiap hati anak-anak bangsa ini kepada keinginan yang kita sudah sampaikan kepada-Nya itu," urai peraih gelar Master of Science (M.Sc) in Global Ethics dari Inggris ini.

Saat ditanya mengapa memilih Mei 2018 sebagai momentum pelaksanaan acara doa nasional ini, Wilson menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati dua momentum penting bangsa, yakni Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka mengisi peringatan Hardiknas 2 Mei dan Harkitnas 20 Mei 2018," katanya.
Bentuk acara yang akan digelar nanti semacam perhelatan bersama rakyat dari semua latar belakang suku, agama, ras, antar golongan/kelompok.

Warga berkumpul untuk menyampaikan doa bersama, membacakan ayat-ayat suci dari semua kitab suci agama dan kepercayaan yang ada oleh penganut masing-masing, mengikrarkan kehendak bersama merawat NKRI, dan menggelar acara ragam budaya nusantara dari Merauke hingga ke Sabang.

Acara intinya nanti terdiri dari 4 mata acara, yakni: pembacaan ayat-ayat suci dari semua agama dan aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, pembacaan doa bersama oleh setiap pemimpin umat dan kelompok masyarakat, pengucapan ikrar peneguhan tekad merawat kebangsaan dan NKRI, serta pagelaran beragam budaya nusantara," tutur alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang tahun 2000 yang disponsori oleh Japan International Cooperation Agency itu.

Wilson berharap kegiatan yang direncanakan dilaksanakan di Bandung ini akan didukung bersama oleh segenap elemen bangsa, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kita undang segenap elemen dan sub elemen bangsa yang ada di negeri ini, dari tokoh agama dan kepercayaan, perwakilan dari 700-an suku yang ada.

Raja, sultan, datuk, dubalang, pimpinan puak, budayawan, seniman, kalangan pendidikan dan profesional, perwakilan diaspora dan naturalisasi, serta pejabat pemerintah, legislatif dan yudikatif, semuanya kita harapkan berpartisipasi dan berkenan hadir dalam Doa Nasional Rawat NKRI ini," urainya penuh harap. (Gidion)
Share:

Jumat, 26 Januari 2018

Tiga Pilar Kabupaten Pati Bersama Anggota DPR RI Diskusi Bareng Gapoktan, Petaniku Sayang Petaniku Malang

Targethukumonline. Pati - Sabtu tgl (27/01/18), pada jumat malam dimulai pukul 20.30 hingga pukul 22.20 WIB di ruang lobby hotel safin telah berlangsung  diskusi dan ngopi bareng bersama DPR RI, Forkopinda dan petani dengan topik "Petaniku sayang, petaniku malang".

Diskusi dan sarasehan bersama kelompok tani.

Hadir dalam kegiatan tersebut yang langsung dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi IV bidang pertanian Drs. Firman Subagyo, Bupati Pati Haryanto SH MM MSi, Kasdim 0718 Pati Mayor Inf Solihin S.Ag MSi, Kabag Ops Res Pati Kompol Sundoyo SH MH, kepala paguyuban petani padi oleh petani padi dan bawang merah oleh saudara Ramelan paguyuban petani padi.

Bahwa petani saat ini dalam posisi tidak enak, dimana banyak problem
harga beras saat ini terbilang stabil, namun kami khawatir dengan adanya rencana impor beras maka secara psikologis akan menurunkan nilai jual beras lokal.

Beras memang mahal di tingkat konsumen, namun disisi lain pada tingkat petani kenaikan harga tidak begitu dirasakan kalau bisa impor beras dibatalkan supaya tidak berimbas pada penjualan beras lokal.

Oleh Suparlan ketua Paguyuban petani bawang merah mengatakan bahwa pada intinya petani merasakan kerugian yang luar biasa karena turunnya harga bawang merah.

Kami selaku paguyuban petani bawang merah memperjuangkan nasib petani bawang merah, kami hanya minta agar harga bawang merah stabil diharapkan agar ada MOU antara pedagang dan petani sehingga di pasaran harga stabil biaya operasional dan perawatan bawang merah sangat tinggi.

Kalau harga stabil kami tentunya tidak akan melakukan aksi unjuk rasa atau demo, Sebagai Ka Distanak Muchtar Efendi mengapresiasi dalam kegiatan dan tujuan tersebut.

Tahun 2015 akhir Kab. Pati mendapat prestasi ketahanan pangan dari Presiden Jokowi, dari daftar BPS tersebut bahwa sekitar 200 ribuan ton beras dapat dihasilkan khusus untuk sentra petani bawang merah bahwa kami sangat memahami jika dihitung dengan harga produksi memang saat ini petani mengalami kerugian.

Saat ini harga di tingkat petani antara Rp.5000,- sampai dengan Rp.6000,- yang seharusnya ketika stabil harga berkisar Rp. 15.000,-.

Penurunan harga bawang merah bisa jadi karena adanya kelesuan pasar dimana pasar tidak bisa menyerap seluruh bawang merah petani, terlebih ada bantuan bawang merah dari pemerintah.

Pemerintah sudah berusaha membantu penyerapan bawang merah dengan menghimbau dan menekan PNS untuk membeli bawang merah dengan harga Rp. 15.000,-.

Bupati Pati H. Haryanto pada kesempatan pertama menyampaikan bahwa dari data BPS yang ada, diketahui bahwa luas lahan bawang merah semakin meningkat dan juga jumlah petani yang juga meningkat, sehingga bawang merah dipasaran mengalami kelebihan stok.

Disisi lain bulog juga bisa menampung bawang merah
faktor lain juga adanya permainan para tengkulak karena di pasaran berada di kisaran belasan ribu
kita akan melakukan komunikasi dengan kementerian pertanian dan perdagangan.

Kebijakan impor menurut saya hanya saja momennya tidak tepat karena bersamaan dengan panen raya di beberapa daerah.

Oleh DPR RI komisi IV Dapil III bidang Pertanian Dr Firman Subagyo menyampaikan tentang hal ini bahwa impor itu diperbolehkan, namun pemerintah harus memperhatikan regulasi yang ada.

Impor boleh apabila stok pangan kurang mencukupi dan tidak bersamaan dengan panen raya
seharusnya kita tidak perlu impor beras karena stok masih tercukupi.

Terkait impor saya menilai bahwa kurang dikomunikasikan
kita sudah membentuk satgas ketahanan pangan dengan melibatkan Disperindag, Polri dan TNI untuk melakukan operasi pasar
Dengan meningkatnya jumlah penduduk, seluruh negara saat ini mengupayakan 2 hal yaitu ketahanan pangan dan ketersediaan sumber daya alam.

Dari TNI AD sendiri telah mendapat mandat langsung oleh Bapak mantan Panglima TNI pada waktu itu dijabat Jenderal TNI Gatot Nurmantiyo bersama Menteri Pertanian agar para Babinsa yang sebagai ujung tombaknya segala Informasi dari masyarakat wilayah nya jika para petani, baik itu petani padi, jagung dan kedelai jangan sungkan dan ragu untuk melaporkan diri bila ada bantuan pupuk bersubsidi dari pusat dimaikan oleh para oknum.

Kita akan tindak tegas sesuai hukum yang telah disepakati dalam rapat agenda MOU bidang Swasembada pangan dinegara kita ini.

TNI Dan Polri apalagi sudah mendapatkan perhatian dari Presiden RI Joko Widodo agar pengawasan dan penyelidikan adanya panen para petani jangan sampai jatuh ditangan para tengkulak terutama gabah baik itu kering maupun gabah basah sampai halnya pupuk bersubsidi dari pusat betul - betul diawasi.

Dari Kodim Pati sendiri Adanya Terkaitan Hubungan Kekeluargaan Bersama warga petani, mantri tani, PPL sampai Dipertan sangat harmonis dengan tujuan agar apabila ada program dari pemerintah pusat menyalur sampai daerah minimal bisa teratasi dan cegah dini.

Contoh saja sudah satu bulan ini kegiatan panen raya padi antara TNI, Polri dan para petani juga jajaran Dispertan kab. Pati selalu bersinegritas semoga harapan kami Kabupaten Pati menjadi sentra komoditi penyuplai dan pengEkspor beras," ungkap Kasdim Mayor Inf Moch Sholikin S.Ag. MSi.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo juga mengatakan dalam hal ini, terkait masalah beras dan bawang merah silahkan bila ada aksi unra dari petani untuk memperjuangkan nasib, namum dalam pelalsanaannya harus aman dan tertib saya juga petani dan saya tahu betul keluh kesah petani.

Kita dari Kepolisian melakukan operasi pangan dengan melibatkan stake holder dan melibatkan TNI dan Disperindag.

Satgas pangan kita berdayakan agar mencegah permainan tengkulak, mulai dari satgas deteksi dari Sat Intel, satgas binluh dari Sat Binmas dan Satgas Tindak dari Sat Reskrim
Polisi dalam hal ini membantu agar dalam pelaksanaan pengamanan, pencegahan dan penindakan. ($.teguh)
Share:

Bung Karno Kisah Dengan Resimen Mahasiswa Indonesia

Targethukumonline. Sejarah - Pada sekitar awal tahun 1960, Bung Karno melakukan kunjungan kerja ke Bandung untuk menyampaikan kuliah umum kepada para Mahasiswa Bandung di halaman depan Kampus ITB Jl. Ganesha.

Batalyon 907 UNTAG Semarang.

Setiba di Lapangan Udara Andir (Husein Sastranegara) Presiden/Panglima Tertinggi Soekarno disambut oleh Penguasa Perang Daerah/Panglima Kodam VI Siliwangi Kol. R.A. Kosasih.

Setelah menyalami para penyambutnya kemudian Presiden dipersilakan untuk memeriksa Pasukan Jajar Kehormatan bersenjata dengan sangkur (penghormatan senjata dengan pasang sangkur menurut ketentuan hanya diberikan kepada Sang Saka Merah Putih dan Presiden RI).

Dengan didampingi oleh Pangdam Siliwangi, Presiden/Panglima Tertinggi diiringi Korps Musik memeriksa Pasukan Jajar Kehormatan yang memberikan penghormatan militer.

Setelah itu, sebelum memasuki mobil yang akan mengantarnya ke Kampus ITB, Presiden bertanya kepada Panglima: "Kos, itu tadi pasukan dari mana, kok enggak pakai tanda pangkat?". Pak Kosasih menjawab : "Itu tadi adalah pasukan Resimen Mahasiswa yang sedang dipersiapkan untuk membantu "Operasi Pagar Betis" menumpas gerombolan DI/TII Kartosuwirjo".

Kemudian kepada Kol. R.A. Kosasih, Bung Karno berpesan agar dibina dengan baik karena mereka adalah calon-calon pemimpin.

Diantara anggota Resimen Mahasiswa tersebut yang di kemudian hari menjadi tokoh nasional adalah Ir. Siswono Yudo Husodo.

Ketika PKI (Partai Komunis Indonesia) gagal membentuk Angkatan V (Buruh dan Tani yang dipersenjatai) karena ditentang oleh TNI (Menpangad Jend. Ahmad Yani), D.N. Aidit mengadu ke Bung Karno sambil mengajukan protes mengapa TNI diijinkan membangun Resimen Mahasiswa, sambil menunjukkan Radiogram Menko Hankam/Kasab No. AB/3046/64 tertanggal 21 April 1964 yang ditujukan kepada semua Panglima Daerah untuk membentuk dan menyeragamkan Resimen Mahasiswa yang ada di setiap Kodam.

Karena yang menandatangani Radiogram tersebut adalah Jend. A.H. Nasution sendiri, maka Pak Nas dipanggil oleh Bung Karno untuk klarifikasi.

Kepada Bung Karno, Pak Nas menjelaskan tentang maksud dan tujuan Radiogram tersebut yakni :

1⃣ Menertibkan dan menyatukan bermacam-macam Resimen Mahasiswa yang timbul sebagai akibat adanya Instruksi Menteri PTIP Nomor 1 Tahun 1962 tanggal 15 Januari tentang Pembentukan Korps Sukarelawan di lingkungan Perguruan Tinggi dalam rangka Trikora Pembebasan Irian Barat.

2⃣ Sebagai titik awal untuk merintis Program Pendidikan Perwira Cadangan melalui Perguruan Tinggi (ROTC: Reserve Officer Training Corps).

3⃣ Dalam upaya melestarikan tradisi semangat bela negara dan patriotisme di kalangan intelektual muda seperti yang telah dibuktikan dalam perang kemerdekaan oleh Tentara Pelajar/Corps Mahasiswa.

Sebelum meninggalkan Istana, Pak Nas bertanya kepada Bung Karno, bagaimana kelanjutannya untuk mengikuti petunjuk Beliau, jawaban Bung Karno amat singkat : "Teruskan..!!!".

Sebagai akibat "instruksi" Presiden maka muncullah Resimen-Resimen Mahasiswa di setiap Kodam. Di Jawa Barat, Menteri PTIP Prof. Toyib Hadiwijaya memberi nama "Resimen Mahawarman". Di Jakarta Pak Nas memberi nama "Resimen Mahajaya". Di Yogyakarta Jenderal Ahmad Yani memberi nama "Resimen Mahakarta" dan seterusnya.

Di akhir tahun 1965, terdesak oleh demonstrasi-demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam KAMI dan terpengaruh oleh siaran Radio Australia yang menyiarkan berita bahwa TNI akan menggerakkan Resimen Mahasiswa, D.N. Aidit kembali mengadu ke Bung Karno di Istana dengan permintaan agar Bung Karno sesegera mungkin membubarkan Resimen Mahasiswa yang "ternyata" adalah tentaranya Nasution yang dibiayai oleh CIA. 

Ternyata setelah itu Bung Karno tidak membubarkan Resimen Mahasiswa tetapi malah membubarkan KAMI, bahkan HMI pun tidak dibubarkan.

Kisah-kisah tersebut dikisahkan sendiri oleh alm. Letjen. TNI. (Purn) R.A. Kosasih kepada Tjipto Soekardono sewaktu Tjipto Soekardono menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat pada tahun 1970.

Dahulu di Jawa Barat, anggota Resimen Mahasiswa sebelum menerima penyematan baret pada acara pelantikan, harus terlebih dahulu mengucapkan atau bersumpah yang disebut “PANCA DHARMA SATYA-RESIMEN MAHASISWA”.

Panca Dharma Satya mengandung 5 (lima) nilai kesetiaan, yakni :
1⃣ Setia kepada Sang Saka Merah Putih.
2⃣ Setia kepada Pancasila.
3⃣ Setia kepada Konstitusi (UUD 1945).
4⃣ Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5⃣ Setia kepada cita-cita dan nilai-nilai kejuangan Bangsa Indonesia.

Menurut Pak Sutikno Lukitodisastro (mantan Sekretaris Militer Presiden), PANCA DHARMA SATYA itulah yang membuat Bung Karno tidak mau membubarkan Resimen Mahasiswa karena menganggap Resimen Mahasiswa merupakan salah satu wujud dari Nation and Character Building. ($.oekardono)



Nb : (Tjipto Soekardono) Gedung Juang 45, Jl. Menteng Raya 31 Jakarta. “Widya Castrena Dharma Sidha”.
Share:

Nelayan Yang Memakai Pukat Harimau Akan Didata Pemkab Sumbar

Targethukumonline. Sumbar - Masjid Nurul Islam, solusi dari permasalahan masyarakat Air Haji dengan masyarakat Bungasan telah menemui titik terang, para nelayan yang memakai alat tangkap hamparan dasar (pukat harimau)  akan didata oleh pihak pemkab Pesisir Selatan, sebagai data untuk penggantian alat tangkap dengan yang dibolehkan sesuai undang-undang.

Mari bentuk keharmonisan masyarakat nelayan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit pada acara pertemuan dengan masyarakat Air Haji, di Masjid Nurul Islam, di jorong Tanjung Kandis Kampung Labuhan tangah Air Barat,  Kecamatan Lenggosari Baganti, Jum'at tgl (26/01/18).

Hadir dalam kesempatan itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Ir. Yosmeri,  Danlantamal, Dandim, Kadis Kelautan dan Perikanan Pemkab. Pesisir Selatan, Ir. Nofilinda, beberapa OPD dilingkungan Pemkab Pessel, Waligari Air Haji Barat dan Walinagari Muaro Kandi, tokoh masyarakat.

Wagub Nasrul Abit lebih lanjut mengharapkan, setiap masyarakat agar saat ini menahan diri, dan tidak terpengaruh dengan isu - isu medsos yang tidak benar, dan sering mencari sensasi semata, tanpa mempertimbangan kebaikan bagi masyarakat. 

Berbagai pihak akan turunkan dalam penyelesaikan persoalan yang Air Haji dan Bungasan yang sudah ada sejak lama pada tahun 2006, dan sudah ada kesempakatan sepakatan yang mesti dilaksanakan. 

Dan selain itu mari kita,  ikuti aturan perundang-undang yang berlaku,  pukat harimau, alat tangkap yang merusak biota laut dan juga merusak trumbu karang.

Larangan ini mesti kita taati,  tidak zamannya lagi bela-bela, terhadap yang bertentangam dengan aturan hukum. 

Pihak penegak hukum akan menindak siapa saja nelayan yang melakukan pelanggaran penangkapan ikan, dengan tegas dan tidak pandang bulu," tegas Nasrul Abit. 

Wagub juga menyampaikan, mari kita bangun keharmonisan hidup ditengah - tengah masyarakat terutama Air Haji dan Bungasan untuk kesejahteraan hidup yang lebih baik nantinya. 

Kita tidak akan dapat hidup tenang dan bahagia jika kita masih terlibat persoalanan dan dendam yang tak terselesaikan, membuka diri saling memaafkan merupakan sebuah sikap terpuji yang di sukai Allah SWT. 

Mari kita bangun kehidupan yang lebih di Sumatera Barat dalam upaya memajukan dan mensejahterakan hidup masyarakat yang lebih baik lagi dimasa datang," seru Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

Kadis Kelautan Perikanan Sumbar Ir.  Yosmeri juga menegaskan, tidak ampun lagi bagi nelayan yang memakai alat tangkap yang merusak biota laut dan keberadaan trumbu karang. Bagi yang melanggar akan diproaes hukum dan diberikan hukum dipenjarakan.

Karena itu diharapkan semua masyarakat nelayan untuk mematuhinya dengan baik, karena semua ini untuk kelangsungan kelestarian hidup lingkungan laut di wilayah Sumatera Barat, himbaunya.

Sementara kadis Perikanan Pessel Nofilinda menyampaikan akan melakukan pendataan para nelayan yang memakai alat tangkap hamparan dasar, yang nanti akan diberikan bantuan alat tangkap yang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. 

Bantuan ini akan diberikan kepada semua masyarakat yang terdata,  sexara serentak dari dana terbagi 50 persen masing Pemprov Sumbar dengan Pemkab Pesisir Selatan di tahun 2019 nanti," terangnya. (Rohmad)
Share:

Kamis, 25 Januari 2018

Demontrasi Prajurit TNI (Kostrad) di Depan Menhan AS Mr. James Norman Mattis

Targethukumonline. Jakarta - Aksi brilian keterampilan prajurit Kostrad yang ditunjukkan pada saat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat menerima Courtesy Call Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat  H.E. Mr. James Norman Mattis yang didampingi Duta Besar Amerika Serikat H.E. Mr. Joseph R. Donovan, Jr. di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta banyak membuat decak kagum.

Demo ketangkasan prajurit TNI di depan Menhan AS.

Demostrasi ketangkasan yang ditampilkan prajurit Kostrad di depan Courtesy Call Menteri Pertahanan Amerika Serikat meliputi demonstrasi pembebasan tawanan dari K9 Taipur Kostrad, menjinakkan ular berbisa dari Taipur Kostrad dan Aksi Debus dari Prajurit Yonif Para Raider 328 Dirgahayu Kostrad.

Demostrasi yang ditampilkan tersebut membuat Menhan AS sangat terkagum kagum dan menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa diberikan atau di suguhkan, memuji profesionalisme yang ditunjukkan oleh prajurit TNI saat melihat aksi demonstrasi ketangkasan yang begitu hebat dan penuh keberanian.

TNI selalu mendapatkan tempat  di hati rakyat Indonesia, perjuangan yang berat dan penuh resiko selalu di emban dengan penuh semangat dan tanggung jawab yang tinggi. 

Inilah yang membedakan dengan militer negara lain, pelatihan yang sedemikian rupa mampu membentuk karakter pribadi yang tangguh di manapun berada, TNI menjadi garda terdepan dalam menjaga Nusantara, NKRI harga mati. ($.gideon)
Share:

Dandim 0718 Pati Mengajak Seluruh Personel Agar Tingkatkan Iman Dan Taqwa

Targethukumonline. Pati - Jum'at tgl (26/01/18), bertempat di Mushola Makodim dalam rangka, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Kodim 0718 Pati, melaksanakan kegiatan pembacaan Yasin dan Doa bersama setelah melaksanakan Sholat Mahrib Berjamaah, pada kamis malam.

Dzikir dan Do'a bersama anggota Kodim 0718 Pati.

Dalam pembacaan yasin di pimpin oleh Kasdim 0718 Pati ,Mayor Inf Much Sholihin S.Ag MSi diawali dengan bacaan basmallah dan istigfar, serta alunan dzikir, bacaan Yasin, Tasbih, Tahmid dan Tahlil, dengan berkali kali diucapkan ketenangan dalam hati akan terwujud dan di akhiri dengan pembacaan Doa.

Dalam kesempatan ini Dandim 0718 Pati menyampaikan"kegiatan Yasinan ini saya harapkan rutin dilaksanakan setiap hari Kamis malam Jum'at, dimaksudkan, baik ada saya, maupun tidak ada harus tetap dilaksanakan dengan itu kita bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, khususnya seluruh anggota Makodim 0718 Pati.

Serta, meningkatkan moral dan akhlaq agar dapat terhindar dari segala pengaruh negatif, Dandim juga mengajak kepada seluruh anggota Makodim 0718 Pati untuk selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, dengan selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, serta selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan yasinan ini juga sebagai Bentuk silaturahmi bagi seluruh keluarga besar anggota Makodim 0718 Pati untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan sebagai seorang prajurit dan saling mengingatkan antara satu sama lainnya.

Untuk, menghindari dan tidak membuat pelanggaran karena yang dirugikan bukan hanya yang bersangkutan yang membuat pelanggaran, akan tetapi rekan, keluarga dan satuan juga ikut dirugikan. ($.Rohmad)
Share:

Pedagang Barang Bekas Eks Bantaran Kaligelis Akan Direlokasi Ke Pasar Burung Jati

Targethukumonline. Kudus - Sebanyak 190 Pedagang Kaki Lima (PKL) barang bekas yang selama ini berjualan di bantaran Sungai Kaligelis, akan direlokasi ke eks Pasar Hewan Desa Tanjungkarang.

Pasar Loak Kaligelis akan segera di relokasi.

Kepindahan itu dilatarbelakangi adanya ketentuan tanah irigasi tidak boleh digunakan untuk didirikan bangunan. Para PKL itu akan boyongan ke tempat jualannya yang baru, nanti pada awal Februari 2018.

Sementara ditempat yang baru, di kompleks eks Pasar hewan Tanjungrejo pihak Dinas sudah menyediakan los yang cukup untuk menampung 190 PKL.

Setiap PKL akan mendapatkan kios ukuran 2x18,5 meter dengan tinggi atap 2 meter serta penutup pintu rolling door untuk keidahan dan kenyamanan pihak paguyuban dengan dengan swadana sebesar 3juta perpedagang, ungkap salah satu pengawas pemborong.

Rencana pemindahan tersebut, sudah ada sejak akhir tahun 2017 lalu, namun baru bisa pada awal tahun ini Para pkl melalui proses negosiasi dan sosialisasi tentanlarangan berjualan diatas bantaran sungai yang notabene adalah tanah pengairan," ungkap Bidang (Kabid) PKL Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar), Sofyan Duri membenarkan hal itu, saat dihubungi via telepon, Jum'at tgl (26/01/18).

Menurut dia, sebanyak 190 PKL yang akan direlokasi itu, adalah yang sehari-hari berjualan di bantaran Sungai Kaligelis, di sebelah Utara dan Selatan Jembatan Niti Semito, masuk Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.yang kedepannya akan dikembalikan lagi ke Dinas Pengairan. ($.lasno)
Share:

Sistem Tiketing Pengunjung Menara Dikeluhkan PKL Pasar Menara

Targethukumonline. Kudus - Para pedagang mengeluhkan Pembeli di kios pedagang kaki lima (PKL) di Taman Menara, Jalan Sunan Kudus, kini mengalami sepi pengunjung.

PKL Taman Menara Kudus kini sepi pengunjung.

Kondisi itu mulai terasa sejak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus menerapkan sistem tiketing bagi peziarah Makam Sunan Kudus.

Untuk pintu terbuat dari rolling door, kalau selesai berjualan bisa langsung ditutup, sehingga keamanan terjamin,” imbuhnya.

Para peziarah yang menyambangi Makam Sunan Kudus dan akan kembali ke Terminal Bakalan Krapyak (TBK), tidak lagi harusnya melewati jalan di tengah deretan kios PKL. 

Karena mobil Angkutan Pedesaan (Angkudes) yang akan membawa mereka parkirnya di Jalan Sunan Kudus, sebelah Timur Taman Menara Kudus.

Kondisi yang terjadi pada PKL Menara itu, mengundang keprihatinan Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepala Bidang (Kabid) PKL Disdagsar, Sofyan Duri, saat dihubungi melalui sambungan telepo, Jum'at tgl (26/01/18).

Saat ini, pihaknya sedang mencari solusi untuk mengatasi kondisi tersebut. Antara lain pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub, terkait tempat penurunan peziarah dan parkir angkutan wisata di sekitar Masjid Menara Kudus.

Kabid PKL Disdagsar Kabupaten Kudus itu menambahkan, jumlah PKL yang membuka usaha di kios Taman Menara itu, sebanyak 67 orang.

Sebagian dari mereka berjualan pakaian anak-anak, busana muslim, sebagian menjajakan kuliner atau  khas Kudus,” imbuhnya ($.lasno)
Share:

DPW IWO Sulbar Resmi Dilantik Dan Dikukuhkan

Targethukuminline. Sulbar - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Barat resmi dilantik untuk masa jabatan 2018-2023di D'Maleo Hotel. Mamuju, Kamis tgl (25/01/18).

IWO Sulbar Resmi di lantik dan dikukuhkan.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum IWO Indonesia Jodhi Yudono, Pembacaan Surat Keputusan dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal B. Edwar Panggabean.

Seusai dilantik, Ketua DPW IWO Sulbar Basri Sangkala menyampaikan, dinamika perkembangan jaringan internet membuat akses informasi begitu cepat diterima oleh masyarakat umum.

Dengan fenomena itu IWO Sulbar secara khusu bercita-cita melahirkan informasi yang sehat dan mencerdaskan.

"Yang berjalan diatas rel kode etik jurnalistik, sehingga apa yang di cita-citakan dalam mendirikan IWO bisa terwujud, Membangun Peradaban Tanpa Hoax," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IWO Indonesia Jodhi Yodono mengatakan, perkembangan teknologi, dimana informasi begitu serba cepat dan mudah diakses masyarakat, merupakan keniscayaan peradaban.

Olehnya itu, ia berharap, wartawan di Sulbar utamanya yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online terus mengedepankan pendalaman dan verifikasi dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

"Menjadi pengurus organisasi harus selalu disertai dengan rasa ikhlas, ikhlas menerima yang datang dan melepas yang pergi, karena begitulan berorganisasi. 

IWO harus terus mempererat silaturahmi antara sesama pers, bukan hanya di Sulbar tapi di seluruh Indonesia," kuncinya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Ismail Zainuddin, Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj Masurah, Kasrem 142 Tatag, Ketua IJS perwakilan OKP, Lembaga Adat dan unsur Muspida Prov.Sulbar dan Muspida Kab. Mamuju. ($.ultamin)
Share:

Lima Ormas Baku Hantam di Bekasi

Targethukumonline. Bekasi - Lima organisasi masyarakat (ormas) bentrok di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis tgl (25/01/18) siang.

Mencekam, perang antar ormas di Bekasi.

Akibatnya, anggota ormas dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) bernama Herdi (41), mengalami luka bocor di kepala.

Selain Herdi, ada beberapa anggota ormas lainya mengalami luka–luka. Bahkan, tiga mobil yang terparkir di pinggir jalan hancur akibat bentrokan tersebut.

Hingga berita diturunkan, kondisi Jalan Ahmad Yani masih mencekam dan masih banyak ormas yang bertahan.

Pantauan dilapangan, Herdi diamuk massa saat berusaha mengejar barisan rekan-rekannya menggunakan sepeda motor Honda Vario bernopol B 3520 KMT.

Saat itu, ratusan massa dari GMBI dipukul mundur petugas Satpol PP Kota Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota ke arah selatan.

Mereka dipukul mundur karena terlibat bentrok dengan dua ormas lainnya, yakni Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rembuk (FBR) yang berada di halaman dalam Plaza Pemerintah Kota Bekasi.

Ketika massa GMBI dipukul mundur ke arah selatan, korban Herdi berupaya mengejarnya dari arah utara, selain itu ada Ormas Gibas, AMS, dan Forum Warga Bekasi (FWB). ($.teguh)
Share:

Dandim 0718 PATI Bersama Bupati Ikut Panen Raya Padi di Desa Prawoto

Targethukumonline. Pati - Guna mendukung swasembada Pangan di desa Prawoto kec Sukolilo telah dilaksanakan Panen Raya Padi Se-Kabupaten Pati Bersama Bupati di Gapoktan Tani Jaya Desa Prawoto Kec. Sukolilo kabupaten Pati, Kamis tgl (25/01/18).

Letkol Arm Arief Darmawan & Bupati Haryanto Panen Raya bersama masyarakat petani desa Prawoto Sukolilo Pati.

Dalam kegiatan Panen Padi tersebut Bupati Pati,Mengatakan"untuk tahun 2018 ini, kita bersyukur bahwa petani pati ini bisa panen raya dengan hasil yang baik, jadi ribuan hektar hasilnya harga gabah/ beras akan turun kalau bisa para petani bisa menahan/sabar hasil panennya di simpan dulu.

Dengan kecanggihan teknologi alat pertanian bisa memperhemat pengeluaran petani dalam pengelolaan sawahnya, dengan ada import beras dapat merugikan para petani, makanya kalau bisa untuk menjual hasil panennya bisa di tunda sekitar 1 atau 2  bulan menunggu harga gabah naik, alsintan sekarang sudah banyak, dari pemerintah memberikan bantuan ke masyarakat petani, untuk meningkatkan hasil pertanian.

Kepala Desa Prawoto Bapak. Hyro Fachrus Mengucapkan " terima kasih' atas kehadiran Forkompinda kab Pati, yang telah hadir di kesunanan Prawoto Desa Prawoto dalam rangka panen raya padi, dan untuk saat ini sudah mulai panen padi dan untuk harga gabah/beras saat ini sudah  baik, sehingga dapat dinikmati oleh para petani dan saya berharap Pemerintah jangan mengimpor beras sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkat.

Rencananya kedepan desa Prawoto pada tanggal 5 februari ini akan mempercepat tanam, sehingga nantinya untuk beras di Kabupaten pati lebih-lebih dengan itu pemerintah Kab Pati, bisa untuk mendukung tolak import beras, lahan pertanian di desa Prawoto 861 ha, untuk MT lll dimohon bantuannya bibit jagung untuk lahan pertanian di Desa Prawoto. ($.teguh)
Share:

Wagub Nasrul Abit : Satgas Bekerja Cepat Memudahkan Investasi

Targethukumonline. Sumbar - Satuan Kerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha sesuai Peraturan Pemerintahan nomor 91 tahun 2017, agar bekerja cepat untuk memudahkan pelaksanaan berusaha dan investasi di daerah.

Satgas harus bekerja cepat, cerdas dan efisien.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit disela-sela Rapat Koordinasi Satuan Tugas yang dilaksanakan di ruang Grahawala Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Jakarta, Kamis tgl (25/01/18).

Ikut mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat,  Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Prov. Sumbar Maswar Dedi.

Wagub Nasrul Abit lebih jauh menjelaskan, pada rapat rapat koordinasi satuan tugas percepatan pelaksanaan berusaha hari ini memperkenalkan protokol komunikasi antar satuan tugas yang menjadi media dalam mengawal dan membantu penyelesaian perizinan berusaha yang di luncurkan pada hari ini.

Purwarupa merupakan aplikasi protokol komunikasi antar satgas dan pengaduan Masyarakat merupakan yang di desain untuk pengawalan dan penyelesaian perizinan berusaha oleh masing-masing satgas dan sarana bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk melihat proses penyelesaian perizinan berusaha dan permasalahan yang dihadapi.

Dengan diluncurnya aplikasi protokol komunikasi antar satgas ini bisa memberikan percepatan akses kepada pengguna protokol komunikasi antar satgas bisa melakukan pengawalan dalam menyelesaikan perizinan dan bisa melihat proses dan permasalahan yang dihadapi sehingga bisa terwujudnya transparasi dalam pengajuan pembuatan perizinan sehingga akan bersih dari pungli dan korupsi.

Dan yang terpenting memudahkan pelaksanaan berusaha dan memudahkan investasi, sehingga dalam pembuatan perizinan tidak dipersulit dan transparan bagi insvestor dan masyarakat yang akan mengajukan perizinan," jelas Wagub Nasrul Abit Dt. Malintang Panai. 

Wagub Nasrul Abit juga menambahkan, dalam percepatan pembangunan daerah kita tidak bisa terpaku pada dana dan program pada APBD dan APBN semata.

Dalam dimensi hari ini,  tantangan kemajuan ekonomi global,  termasuk persaingan perekonomian antara negara menjadi sesuatu yang mesti dihadapi dengan daya saing dalam negeri, yang kokoh, makanya investasi amat dibutuhkan dalam percepatan itu.

Jika  kita tidak bersegera membenahi sarana dan prasarana pembangunan ekonomi di daerah tentunya,  kesejahteraan masyarakat yang kita idam-idam tak akan pernah terwujud dengan baik, terang Nasrul Abit.

Kepala PTSP Maswar Dedi juga menyampaikan,  Satgas Percepatan Berusaha akan menginventarisasi semua jenis perizinan yang ada di pusat dan di daerah.

Satgas akan bekerja utk menyederhanakan persyaratan perizinan sehingga akan memudahkan investor untuk berinvestasi.

Direncanakan pada bulan April 2018 ini akan diadakan launching Online Single Submission ( OSS ) yang akan dikelola oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

OSS ini adalah suatu sistem yang terintegrasi antara pusat dan daerah yang dapat akses oleh pengusaha untuk mengurus perizinan dan pengaduan terhadap masalah-masalah yang terkait dengan investasi yang dapat dimonitor secara online," jelas Maswar Dedi. ($.teguh)
Share:

Blog Archive