Senin, 29 Januari 2018

Legenda Almarhum Moh Socheh Taruna Merah

Targethukumonline. Sejarah - Kisah ini bermula ketika ada seorang taruna yang diketahui namanya Moh. Socheh yang berasal dari solo dengan No.AK. 91***. Beliau dikenal jago dalam bela diri tangan kosong dan juga supranatural. Beliau juga memegang bass drum di dram band lokananta akademi militer.

Helm milik almarhum taruna merah, Moh. Socheh.

Alm Moh. Socheh meninggal ketika mengikuti ujian dopper atau dikenal dengan ujian merayap sambil ditembaki peluru tajam oleh para pelatih diakademi militer tersebut.

Pada saat mengikuti ujian tersebut, muncul seekor ular hendak mematuk dia sehingga dia menghindar dengan mendongakan kepalanya keatas sehingga helm baja yang dikenakan kepalanya tertembus peluru tajam tersebut.

Wajah beliau berlumuran darah dan seketika itu juga ia langsung meninggal ditempat, sejak setelah kematian alm Moh. Socheh.

Socheh seringkali beliau menampakan diri disekitar lingkungan akademi militer tersebut, beredar kabar bahwa ada seorang taruna yang jika mendengar suara orang merintih didalam WC bangsal jangan ditanggapi atau langsung bergegas kabur karena yang merintih tersebut adalah taruna merah alias almarhum.

Pernah ada pengalaman taruna yang membuka pintu wc tempat suara orang merintih kesakitan dan yang ditemukan ternyata sosok “Taruna merah” tersebut.

Mitos Ketika didatangi taruna merah berarti lulus seleksi banyak yang bercerita pengalamannya ketika ia mengikuti seleksi akademi militer panthukir yang didatangi sosok taruna merah baik itu melihat secara tidak sengaja ataupun didatangi melalui mimpinya. Dan anehnya para calon taruna akmil tersebut rata-rata dinyatakan lulus.

Ada juga cerita seorang taruna yang jaga malam bareng si taruna merah, seorang taruna keturunan bugis kebagian jaga malam di pos depan akmil.

Pada dini hari, ia melihat sesosok orang berjalan dari arah pavliun mayor menuju ke pos tempat ia jaga malam.

Awalnya ia mengira itu adalah komandannya, namun setelah sosok itu mendekat, ia menyadari yang menghampirinya adalah si taruna merah Ia melihat sendiri, helm yang jebol, seragam lusuh berlumuran darah, wajah hancur dan mata merah menyala.... Si taruna merah...

"Hmm... Ini pasti Bang Socheh" gumam sang taruna tersebut, Ia terus memberanikan diri tidak bergeming apa-apa terhadap kehadiran taruna merah Kemudian, sang taruna merah berhenti tepat di samping taruna tersebut.

Keduanya berdiri bersampingan..... sang taruna memberanikan diri menoleh ke arah taruna merah....

"Ya ampun... Wajahnya hancur" kemudian ia mulai menyapa si taruna merah "Assalamualaikum" sapa sang taruna. Namun bang socheh alias taruna merah diam saja tidak bergeming...

"Selamat malam bang...." Sapanya lagi kepada taruna merah... Namun sama saja, ia diam tidak bergeming sama sekali "Bang, kalau emang mau nemenin saya jaga malem, makasih ya.

Tapi kita udah beda alam bang," ujar sang taruna, kepada taruna merah almarhum bang socheh hanya diam membisu saja, namun perlahan-lahan ia berjalan menuju flat sersan di belakang pos dan kemudian akhirnya menghilang. ($.ucipto)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive