Sabtu, 13 Januari 2018

Sebait Do'a Untuk Sahabat K. Andromeda

Targethukumonline. Puisi - Di sore yang mendung ini dengan ditemani secangkir kopi hitam, ijinkanlah diri ini untuk merangkai kata, kata yang berasal dari hati.

Sang Penyair & Pujangga dari Semirejo.

Mungkin inilah salah satu cara untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, dalam sajak kalimat yang tersusun rapi nan indah.

Aku harus menggambarkan tentang dirimu dengan cara apa, hanya ini yang ku bisa, yaitu melalui sebuah kata yang terangkai.

Ini adalah ungkapan hati dari seorang pujangga yang tak jelas, untuk seorang teman yang baik dan peduli.

Semoga Tuhan senantiasa membalas kebaikannya, bukan sekedar kebaikan berbentuk materi, tapi juga motivasi dan nasehat.

Sebelumnya Aku tak pernah membayangkan semua ini, mungkin inilah rahasia-Nya untukku.

Biarlah misteri tetap menjadi misteri, rahasia tetap menjadi rahasia, hanya Tuhan yang Tahu.

Biarlah Tuhan sendiri yang membalas kebaikannya, hanya bait bait doa yang bisa ku ucapkan.

Ya Allah ! berikanlah mereka semua kemudahan dalam segala urusannya, sehat lahir batin, panjang umur, dan rezeki yang berkah !! Aamiiinn....!!!

Namun sejak perjumpaan namamu dan namaku di beranda senja itu, seperti terbangun sepetak taman indah antara kita. 

Sapaan senda menjadi pembuka jendela untuk kita saling memandang lewat selarik tulisan, hingga tanpa sengaja perbincangan-perbincangan sederhana di malam paling rahasia itu menumbuhkan satu persatu tunas harapan untuk dituju yaitu sekeping rindu di hati.

Meski kita sama-sama berdiam dalam dimensi yang berbeda, harus kuakui perlahan namun pasti diam-diam kau telah menjarah sebagian ruang hati. 

Menikmati bunga-bunga mimpi hingga waktu menyetujui sebuah pertemuan dan merajut impian.

Kini tiada yang lebih menggetarkan selain melihat namamu melintas di halaman mayaku, dan tiada yang lebih merisaukan selain mencari namamu menyala hijau di pojok layar komputerku.

Jatuh cinta..? ah...terlalu cepat mendefinisikan perasaanku, tapi kerinduan yang makin lama makin membelukar ini, tidakkah cukup untuk mengakui sebuah rahasia antara engkau dan aku, entahlah kadang rahasia Tuhan tak sanggup ku memaknainya. (ku$no. Andromeda)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive