Sabtu, 12 Mei 2018

SMK Farming Pati Menyelenggarakan Bhakti Sosial di Desa Cabak Kec. Tlogowungu PATI

Targethukumonline. PATI - Dalam sebuah pendirian organisasi baik yang berbentuk badan usaha maupun lembaga pendidikan sudah barang tentu dilandasi oleh sebuah tujuan mulia dari pendirinya, salah satunya adalah memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, Sabtu tgl (12/05/18).

Bhaksos SMK Farming di Desa Cabak Tlogowungu Pati.

Salah satu manfaat pendirian badan usaha di sekitar masyarakat adalah mempekerjakan masyarakat sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan oleh usaha tersebut, sedangkan manfaat kehadiran sebuah lembaga pendidikan bagi masyarakat sekitar adalah memberikan pelayanan pendidikan yang merata dan tentunya orang tua ikut serta dalam mengawasi anak anaknya.

Tak terkecuali dengan sebuah lembaga pendidikan yang beralamat di Jl. Tlogowungu - Bapoh, KM 1,5 , tepatnya di desa Sambirejo, Kecamatan Tlogowungu, ialah SMK Farming yang tetap konsisten membuka program keahlian peternakan dan pertanian.

Learning by doing" ( belajar sambil bekerja ) adalah konsep yang diterapkan sekolah tersebut dalam proses belajar mengajar, dan sudah terbukti keberhasilannya dengan menghasilkan lulusan lulusan terbaik yang berkompeten di bidangnya.

Untuk memperkenalkan konsep pendidikan " learning by doing " kepada masyarakat dan sebagai wujud kepedulian sekolah tersebut terhadap lingkungan sekitar, SMK Farming menyelenggarakan bhakti sosial membersihkan lingkungan dan memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang turut diadakan di desa Cabak, kecamatan Tlogowungu.

Andik AR, jurnalis media ini yang berada di lapangan turut mewawancarai Drh. Ngestingsih selaku pucuk pimpinan tertinggi SMK Farming di sela sela kesibukannya dalam kegiatan bhakti sosial tersebut.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka program sekolah, manfaat SMK Farming sebagai kurator lingkungan sekitar atau pengiat kegiatan sosial, sehingga keberadaan kegiatan ini yang diikuti oleh siswa SMK Farming, warga setempat, Koramil Tlogowungu, dan Puskesmas Tlogowungu bisa bermanfaat.

Adapun jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan ini hampir sekitar 100-an siswa-siswi, dan kegiatannya bergabung dengan warga setempat dalam membersihkan lingkungan desa, baik parit, selokan dan lainnya, setelah kegiatan tersebut selesai ada pelayanan kesehatan secara gratis dari tim Puskesmas Tlogowungu.

Kegiatan ini dalam rangka untuk meningkatkan semangat juga edukasi SMK Farming bagi lingkungan sekitar, sebetulnya kegiatan ini hanya dari SMK Farming sendiri, tapi ternyata pada waktu yang bersamaan desa juga punya program, Koramil juga punya program, secara bersamaan kita juga mengajak Puskesmas Tlogowungu untuk melakukan bhakti sosial.

Baik dari jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan ini ada 100-an lebih yang siswa kelas X dan XI, karena sisanya harus menyelesaikan tugas yang lain, jadi tidak ikut semua.

Untuk kegiatannya, yang tergabung dengan warga setempat melakukan bersih bersih lingkungan disekitar rumah dan jalan, dan nanti ada pemeriksaan kesehatan gratis untuk orang tua, balita dari Puskesmas Tlogowungu yang memang kita mintai tolong kerjasamanya setiap ada kegiatan bakti sosial," imbuh ibu Ning sapaan akrab beliau.

Ketika disinggung apakah kegiatan ini akan terus berlanjut di desa desa lain atau hanya sebatas di desa Cabak saja, beliau menegaskan kembali bahwa kegiatan ini akan tetap berlanjut meskipun dalam bentuk lain, karena sebelumnya sudah ada kegiatan pembuatan biogas di desa Tanjungsari, kecamatan Tlogowungu, dan juga kecamatan kecamatan lain, sehingga pemanfaatan teknologi yang bersumber dari limbah sapi bisa dijadikan gas yang bisa disalurkan ke rumah-rumah penduduk.

Dan pihaknya akan mengevaluasi kegiatan ini kalau manfaatnya banyak dirasakan oleh warga akan dilanjutkan, karena beliau ingin keberadaan SMK Farming berarti bagi masyarakat sekitar.

Apa yang pernah dilakukan misalnya pembuatan biogas di desa Tanjungsari kecamatan Tlogowungu, dikecamatan lain juga pernah, dikecamatan Pucakwangi dan Margoyoso menjadi stimulan bagi masyarakat setempat dan kedepannya saya pikir kita evaluasi, kalau memang manfaatnya banyak akan kita lanjutkan, karena program kita ingin keberadaan SMK Farming berarti atau bermanfaat bagi masyarakat sekitar," terang bu ning kepala sekolah SMK Farming.

Ketika ditanya apakah kegiatan ini menggunakan Swadaya dari sekolah atau anggaran lain, bu Ning kembali menjelaskan bahwa kegiatan ini didanai oleh swadaya dari sekolah dan juga mengajak alumni yang tinggal di desa tempat agar terlaksananya bhakti sosial tersebut diharapkan turut terlibat paling tidak menyiapkan hidangan ala kadarnya misal singkong rebus, air putih, juga makanan kecil lainnya.

Meskipun karena gerakan ini murni dari sekolah baik yang masih berstatus siswa maupun yang sudah menjadi alumni untuk menunjukkan rasa kepedulian kepada masyarakat sekitar, juga mengajak edukasi anak didik dilapangan.

"Oh..., untuk program kami ya swadaya, kami juga mengajak alumni, jadi, alumni yang tinggal di desa tempat kita berbakti sosial, ya kalau mereka punya singkong, ya di rebus untuk kami, itu aja.... jadi gerakan ini murni dari kita kita, baik yang masih menjadi siswa maupun yang sudah menjadi alumni," terang Bu Ning.

Jadi, keluarga besar SMK Farming bergabung bersama sama untuk melaksanakan atau menunjukkan kepedulian kepada masyarakat setempat, baik lewat bakti sosial, kerja bakti dan lainnya," ungkap bu ning mengakhiri perbincangan ini. (Andik '86)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive