Jumat, 31 Agustus 2018

RSUD RAA Soewondo Pati Punya Gedung Medik Baru Yang Diresmikan Oleh Bupati Pati Hariyanto

Targethukumonline. Pati - Pembangunan gedung medik RSUD RAA SOEWONDO PATI penggunaanya telah di resmikan oleh Bupati Pati Hariyanto, Jum'at tgl (31/08/18).

Gedung Medik Baru RSUD Soewondo diresmikan oleh Bupati Pati Hariyanto.

Gedung yang memiliki empat lantai tersebut akan difungsikan untuk menambah pelayanan kesehatan bagi para pasien, karena gedung lama akan dialih fungsikan.

Bupati Pati Hariyanto dalam sambutanya." Sebenarnya pembangunannya sudah saya resmikan tahun 2017 dan ini diresmikan penggunaanya," ucap Hariyanto.

"Pembangunan gedung medik ini menggunakan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) sebesar 57,6 milyardan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 10,6 milyar," jelasnya.

Pirno selaku wakil direktur keuangan saat diwawancarai wartwan suara pati news diruangan medik yang baru diresmikan penggunaanya membenarkan hal tersebut.

"Kita mendapat bantuan dana dari DAK dan APBD. Total keselurahanya 68,2 milyar,gedung ini dibangun untuk menambah pelayanan bagi para pasien, soalnya gedung yang lama akan dialih dungsikan penggunaanya, " ucapnya. ($.zaenuri)
Share:

Kamis, 30 Agustus 2018

Kades Yang Maju Pileg Harus Mundur Dari Jabatannya

Targethukumonline. Pati - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati sudah mengidentifikasi sejumlah Kepala Desa (Kades) di wilayah Pati yang akan melakukan pengunduran diri untuk maju dalam ajang pertarungan pemilihan legeslatif (Pileg) 2019 mendatang.

Supriyanto Devisi Hukum KPU, jika ada kepala desa yang maju sebagai Caleg harus mundur dari jabatannya.

"Kami belum mengalisa terlalu dalam, hanya saja dari hasil identifikasi, ada beberapa Kades yang akan mundur dalam jabatannya untuk maju dalam pileg 2019," ungkap Devisi Hukum KPU Pati Supriyanto kepada wartawan, Kamis tgl (30/08/18).

Menurutnya, Pengunduran diri terhadap Kades bukan kewenangan KPU, karena sesuai administrasi untuk maju dalam Pileg 2019, kades yang akan maju harus melampirkan surat pemberhentian diri yang dikeluarkan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Pati dan disampaikan ke KPU," Surat pemberhentian diri itu harus disampaikan ke KPU pada H-1 sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT)," kata Supriyanto.

Selain itu, apabila surat pemberhentian diri Kades yang ingin maju dalam Pileg belum dikirim ke KPU, namun masih dalam proses dari pihak terkait, maka dari Kades juga harus menyertakan surat keterangan yang menyebutkan bahwa surat pemberhentian itu masih dalam proses.

Meski begitu, lanjut Supriyanto, Kades yang akan maju Pileg juga masih punya kewenangan dalam jabatan sebagai Kades atau pada h-1, sebelum diterbitkannya surat pemberhentian diri dari pihak terkait," kalau surat pemberhentian itu belum terbit, maka yang bersangkutan masih sah dan legal menjalankan tugasnya," tandasnya. ($.yoto)
Share:

Rabu, 29 Agustus 2018

Kawasan Hutan di Area Perhutani Pati Rawan Pembalakan

Targethukumonline. Pati - Kasus pembalakan liar yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah Kawasan Pengelolaan Hutan ( KPH ) Perhutani di Kabupaten Pati nampaknya masih terus terjadi.

Kasi PSDA KPH Pati Sindar Pasaribu.

Pasalnya, Sebagian besar hutan yang masuk di kawasan perhutani banyak yang gundul lantaran banyaknya pembalakan liar yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

"Selama ini pihak perhutani sudah mengerahkan tim patroli untuk mencegah terjadinya aksi pembalakan liar, hanya saja upaya pencurian kayu yang dilakukan oleh sekelompok orang masih terus terjadi," ungkap Kasi PSDA KPH Pati Sindar Pasaribu kepada sejumlah wartawan Rabu (29/08/18).

Menurutnya, ada ratusan kubik kayu dalam pertahun yang dijarah oleh masyarakat, dan itu terjadi paling banyak di hutan wilayah Pati Selatan," para pelaku yang melakukan penjarahan rata-rata tidak mempunyai pekerjaan tetap alias pengangguran, dan mereka melakukan aksinya biasanya pada musim kemarau," paparnya.

Sejauh ini, Kata Sindar, Sudah ada sejumlah pelaku pencuri kayu hutan yang ditangkap oleh pihak KPH, bahkan sesuai undang-undang yang ditetapkan untuk ancaman bagi pembalak liar akan dikenai sanksi kurungan 2 tahun.

"Untuk aturan sanksinya 2 tahun penjara, hanya saja bukan kita yang memutuskan, biasanya dari pihak berwenang kalau tidak dilepaskan ya diberi putusan 6 bulan, karena kita tidak punya kewenangan," pungkasnya. ($.tikno)
Share:

Pramuka Sako Forum Wartawan Pati Ikut Serta Bhaksos Bersama Gusdurian Pati

Targethukumonline. Pati - Rangkaian kegiatan sembahyangan arwah di Klenteng Hok Tik Bio di kompleks Pecinan Pati mengadakan bakti sosial (baksos) yang melibatkan berbagai komponen masyarakat.

Berbagi kasih dengan sesama adalah awal yang baik dalam bhaksos kali ini.

Salah satu yang ambil bagian dalam kegiatan baksos tersebut hadir dari anggota Pramuka Sako Forum Wartawan Pati yang pada kesempatan kali ini diwakilkan dari Pangkalan SMK Farming Pati.

Kegiatan sembahyangan arwah yang diawali dengan perebutan sandang pangan oleh masyarakat sekitar dan diakhiri dengan pembagian beras menurut salah satu anggota gusdurian dan juga anggota DPR RI Firman Subagyo merupakan salah satu kebudayaan etnis tionghua yang harus dilestarikan untuk memperkaya kebudayaan bangsa.

Kegiatan seperti ini memang sudah ada sejak dulu, namun pada masa orde baru ada pelarangan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Seiring berjalanya waktu pada era reformasi kegiatan ini dapat muncul kembali, kegiatan dengan melibatkan lintas agama dan lintas masyarakat seperti ini dapat meredam gejolak di masyarakat.

Hal itu terbukti dengan kondusifnya Kabupaten Pati yang tetap tenang dan aman dengan terus diadakanya kegiatan-kegiatan lintas agama oleh Forum Gusdurian Pati ujar beliau.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Pati H. Haryanto, SH, MM, MSi, Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidyawati SIK, serta berbagai tokoh lintas agama dan unsur masyarakat lainnya.

Antusias yang cukup besar dapat dilihat dengan hadirnya masyarakat sekitar yang mengikutu rangkaian kegiatan tersebut.

Disinggung masalah anggaran biaya menurut Edy Siswanto Ketua Forum Gusdurian Pati, sumber dana untuk kegiatan ini bersumber dari partisipasi masyarakat.

Untuk itu beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh komponen yang telah mensukseskan kegiatan tersebut baik dalam bentuk materi, tenaga maupun doa demi menjaga Kabupaten Pati tetap rukun dan damai terutama dalam menghadapi pemilu 2019 supaya masyarakat tidak mempan lagi dimakan isu-isu yang berbau sara. (alfin/andik)
Share:

Tour Of Duty Atau Tour Of Area Bagi Danramil di Jajaran Kodim 0718 Pati

Targethukumonline. Pati - Serah terima jabatan di lingkungan TNI-AD Kodim 0718 Pati merupakan hal yang biasa sebagai upaya pembinaan personil baik “tour of duty” atau “tour of area” yang dihadapkan pada tuntutan tugas dan tanggung jawab yang harus di emban oleh seorang Perwira si Kodim 0718 Pati, Rabu tgl (29/08/18).

Tour Of Duty di jajaran Kodim 0718 Pati.

Acara di hadiri Dandim 0718 Pati, Kasdim dan seluruh Perwira Kodim Pati, Ketua Persit Cabang XXIX, beserta ketua ranting Kodim  0718 Pati, Muspika kecamatan Margoyoso dan kecamatan Kayen, dan perwakilan anggota Kodim 0718 Pati.

Dalam amanatnya Dandim 0718 Pati, mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Para Danramil dan Perwira Staf yang melaksanakan sertijab, atas pelaksanaan tugas dan tanggungjawab jabatan di satuan lama dan selamat bertugas di satuan baru.  

Dandim berpesan agar laksanakan serah terima sebaik-baiknya dan bagi pejabat baru lanjutkan apa yang menjadi program pejabat lama.

Lakukan adaptasi dan kerjasama dengan berbagai unsur pejabat daerah setempat serta kenali wilayah dan unsur masyarakat yang ada sehingga tercipta komunikasi sosial yang baik di tempat tugas yang baru.

Lebih lanjut Dandim mengatakan kepada anggota yang purna tugas, dalam hal ini Kapten Kav Bambang saya ucapkan banyak terima kasih atas pengabdian dan dedikasi kepada satuan yang tidak ada cacatnya selama ini.

Dandim atas nama pribadi dan komando mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas pengabdian serta dedikasi dan pengabdiannya selama menjadi TNI. 

Selanjutnya agar segera bergabung dengan organisasi PPAD untuk melanjutkan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Dandim.

Diakhir amanatnya Dandim berpesan kepada anggota yang masih aktif untuk tetap menjaga dan tingkatkan soliditas serta solidaritas baik internal antar angkatan maupun dengan polri dan masyarakat. ($.yoto)
Share:

Selasa, 28 Agustus 2018

Anggota Kodim Pati Rutin Uji Ketangkasan Bela Diri Militer Yongmodo

Targethukumonline. Pati - Untuk meningkatkan ketahanan fisik, anggota Kodim 0718 Pati melaksanakan Latihan Bela Diri Militer (BDM) Yongmodo untuk meningkatkan ketangkasan Prajurit dalam melaksanakan tugas sehari- hari di satuan teretorial, bertempat di halaman makodim jalan Panglima Sudirman no 69 Rabu, tgl (29/08/18).

Seni beladiri yongmodo harus dikuasai dengan baik oleh setiap anggota TNI AD.

Bela Diri Militer (BDM) “Yongmoodo” adalah jenis kegiatan ketangkasan yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD, ini juga merupakan salah satu upaya pimpinan TNI AD meningkatkan profesionalisme prajurit, terutama yang berhubungan dengan peningkatan fisik prajurit.

Pasi Ops Kodim 0718 Pati Kapten Inf Ali Ashadi  mengatakan,"Latihan Bela Diri Militer (BDM) yongmodo merupakan program dari komando atas guna melatih ketangkasan prajurit dan pelatihnya adalah anggota kodim yang sudah berkwalifikasi sabuk hitam, dengan latihan BDM Yongmodo tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.

Latihan yang dipimpin Serda Lajamal dan diawali dengan gerakan peregangan dan pemanasan dihalaman Makodim 0718 Pati.

Selanjutnya gerakan inti materi yongmodo, meski rata rata usia tidak lagi muda tetapi semangat para anggota Kodim 0718 Pati dalam mengikuti latihan masih tetap terjaga, terlihat dengan antusiasnya mereka untuk mengikuti intruksi dari pelatih, karena di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. ($.rohmad)
Share:

Terjadi Lagi Laka Banteng Antara Truk Vs Pick Up di Jalan Juwana - Batangan

Targethukumonline. Pati - Benturan hebat tak terelakkan tepat pada pukul 09.30 WIB telah terjadi lakalantas antara truk mitsubishi (provit) dengan nopol H 8614 DX dan kbm pick up dengan nopol K 1938 NQ turut jalan juwana Batangan tepatnya dijalan desa Trimulyo kec. Batangan, Selasa tgl (28/08/18) mengalami kerusakan yang cukup parah di kedua mobil.

Laka Banteng kembali terjadi di jalan pantura Juwana-Batangan.

Adapun identitas korban sebagai berikut, pengemudi kbm pick up nama Fachrudin Choir alamat desa Krapyak RT01 RW05 kecamatan Tahunan Jepara dan pengemudi truck mitsubisi nama Hariyono desa kesongo RT02 RW04 kecamatan Tuntang kab. Semarang serta penumpang pick up saudara Sulaiman Alfas alamat desa Krapyak RT02 RW05 kecamatan Tahunan kab. Jepara.

Kondisi sekarang yang dialami oleh  pengemudi truck mitsubishi Hariyono sehat jasmani dan rohani sedangkan kondisi pengemudi kbm pick up fachrudin mengalami luka robek pada kepala dan luka patah pada tangan kanan dan kiri dirawat di rumah sakit Budiagung Juwana dan yang penumpang pick up Sulaiman Alfas kondisinya luka robek pada kepala, saat ini posisi sadar mendapatkan perawatan rumah sakit Budiagung Juwana.

Kronologis terjadinya kecelakaan truk mitsubisi yang berjalan dari arah timur ke barat sedangkan kbm pick up daihatsu dari arah yang berlawanan dari barat menuju ke timur dan sesampainya di TKP mobil pick up tersebut berjalan terlalu menengah kekanan sehingga truck mitsubishi tidak dapat menghindari karna jarak sudah terlalu dekat sehingga terjadilah kecelakaan.

Untunglah satuan polisi lalulintas Juwana Pati dengan sangat cepat dan sigap menangani kejadian lakalantas tersebut sehingga korban masih bisa diselamatkan dan segera mendapatkan pertolongan.

Dan tindakan yang dilakukan oleh kepolisian Pati saat ini adalah mengamankan (BB) barang bukti dan meminta keterangan serta mencatat saksi saksi  dan bukti lain guna proses  penyidikan lebih lanjut. ($.jono)
Share:

Senin, 27 Agustus 2018

Kodim Pati Lakukan Cek Kedaraan Dinas Anggotanya

Targethukumonline. Pati - Untuk mengetahui kondisi dan kesiapan kendaraan dinas yang digunakan dalam rangka mendukung operasional tugas sehari-hari, Kodim 0718 Pati menggelar Apel pemeriksaan kendaraan dinas bagi prajurit TNI AD yang memegang kendaraan dinas, di lapangan Apel Makodim Pati Jln Panglima Sudirman no 69, Selasa tgl (28/08/18).

Cek fisik kendaraan dinas anggota rutin dilakukan oleh Kodim Pati.

Pemeriksaan kendaraan dinas tersebut dilakukan oleh Tim pemeriksa yang terdiri dari anggota Staf, Staf Logistik dan anggota Provoost yang dipimpin oleh Pasi Log Kodim 0718 Pati Kapten Cba  Zuhri dan Bati Log.

Pasi Log  Kodim 0718 Pati mengatakan " tujuan dari Was giat Log ini adalah mengecek kondisi dan kesiapan motor dinas baik cek fisik kendaraan maupun administrasinya.

pemeriksaan ini bertujuan untuk pemeliharaan secara berkala serta pemeriksaan motor dinas secara fisik dan surat-surat kelengkapannya bagi prajurit Kodim 0718 Pati yang memegang motor dinas.

Apabila ada prajurit TNI AD yang tidak lengkap akan kita data kemudian sesegera mungkin untuk dilengkapi kekurangannya.

Pemeriksaan ini sebagai salah satu cara untuk memastikan kendaraan dinas yang akan digunakan dalam mendukung operasional tugas sehari-hari selalu dalam kondisi terbaik dan siap digunakan kapan saja.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi kendaraan hingga kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK kendaraan dinas, SIM C TNI dan KTA.

Untuk pemeriksaan kelengkapan fisik kendaraan dinas seperti spion, lampu, plat nomor kendaraan, nomor rangka mesin, lampu sen, dan harus dilengkapi dengan helm standart TNI AD.

Kemudian kelengkapan fisik kendaraan dicocokkan dengan surat-surat kendaraan dan identitas pemegang kendaraan dinas. ($.karno)
Share:

Komunitas HJCI Adakan Kopdar Wajib di Wisata Alam Jollong Pati

Targethukumonline. Pati - Salah satu komunitas para kaum muda yang mengatasnamakan Honda Jazz Club Indinesia (HJCI) menggelar Kopi Darat (kopdar) se member Jawa Tengah yang pada kesempatan kali ini diadakan di kabupaten Pati, tepatnya di wisata alam Jollong.

Komunitas HJCI dalam kiprah dan semangat untuk anak muda harapan bangsa dalam segala aspek kehidupan.

Acara berlangsung mulai sabtu tgl (25/08/18) yang berlokasi di gedung juang Pati dengan rangkaian kegiatan pembukaan, acara inti dilanjutkan ramah tamah bersama anggota club dan keluarga.

Hadir dalam acara inti Bupati Pati H. Haryanto, SH, MM, MSi yang didampingi Wakapolres pati, dalam sambutanya Bupati Pati mengucapkan selamat datang para member HJCI beserta keluarga di Kabupaten Pati dan selamat menikmati wisata kuliner yang ada di Kota Pati.

Bupati Pati juga mengapresiasi kegiatan HJCI yang peduli terhadap lingkungan karena selain melakukan sarasehan juga melaksanakan bakti lingkungan dengan menanam 1.000 pohon durian di Agro Wisata Jolong dengan melibatkan adik-adik anggota pramuka penegak dari Saka Bhayangkara, Saka Wirakartika, Saka Wanabakti dan Sako Forum Wartawan Pati.

Menurut salah satu pengurus HJCI Pati Ardi yang didapuk sebagai bendahara menyampaikan bahwa kegiatan Kopdar seperti ini akan dilaksanakan setiap bulan sekali dengan sumber anggaran dari iuran anggota.

Kegiatan kopdar akan selalu mengedepankan kegiatan sosial sepeti yang dilaksanakan di Pati, selain melakukan penanaman 1.000 pohon juga ada wacana untuk santunan ke yatim piatu imbuh beliau. (Andik)
Share:

Dandim Pati Memberikan Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan Kepada Mahasiswa Baru IPMAFA

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Kampus IPMAFA. Margoyoso Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Succes Skills Mahasiswa Baru (PSSMB) IPMA FA2018 oleh Dandim 0718 Pati dengan tema wawasan kebangsaan yang diikuti kurang lebih 310 orang, Senin tgl (27/08/18).

Dandim Pati ; pentingnya wawasan kebangsaan dan cinta tanah air bagi generasi muda Indonesia.

Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos dalam materi wawasan kebangsaan yang disampaikan adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya.

Pada abad ke-7 ada kerajaan yang sangat terkenal dan tidak pernah terkalahkan tapi hancur karena masalah dari dalam kerajaan itu sendiri.

Sejarah pun terulang pada abad ke-14, yaitu kerajaan Majapahit hancur karena masalah negerinya sendiri untuk itu kita harus selalu mawas diri dan selalu waspada untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepan.

Permasalahan kebangsaan contohnya GAM, OPM, Komunis, Pelemahan Kebangsaan, Proxy War dan masih banyak lagi yang kita harus selalu waspadai.

Situasi sekarang, negara Indonesia sudah terkepung oleh negara-negara seperti AS, Cina, Inggris dan Australia negara-negara tersebut sudah membuat pangkalan-pangkalan militer di seputaran Indonesia.

Indonesia adalah negara non Blok dan memiliki politik bebas aktif, kekuatan militer adalah sebagai daya tangkal sebagai pencegah perang, soft power ditambah hard power yang menghasilkan smart power untuk itu TNI rakyat harus bersatu.

Orang Indonesia adalah pengguna sosmed yang paling aktif di dunia sehingga jarimu adalah harimaumu maka kita dituntut untuk berhati-hati dalam bersosmed di dunia maya. ($.darso)
Share:

Sabtu, 25 Agustus 2018

Kwarcab Kab. Pati Siapkan Bibit Kelapa Unggul Dalam Acara Estafet Tunas Kelapa 2018

Targethukumonline. Pati - Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Pati menyiapkan tunas kelapa yang menjadi lambang gerakan pramuka Indonesia dalam acara Estafet Tunas Kelapa yang akan dilaksanakan tanggal 26 dan 27 Agustus 2018.

Kwarcab Pramuka Pati menyiapkan tunas kelapa untuk lambang Pramuka Indonesia.

Pengadaan bibit kelapa berkualitas kali ini Kwarcab Pati Bekerja sama dengan Komunitas "Semut Ijo" yaitu komunitas anak - anak muda yang bergerak dalam penyediaan bibit tanaman buah dan hortikultura.

Estafet tunas kelapa merupakan tradisi dalam Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dalam menyambut Hari Pramuka.

Kegiatan ini berupa jalan kaki sepasukan Pramuka dengan membawa berbagai atribut seperti bendera Merah Putih, bendera Pramuka, obor, tunas kelapa, dan beberapa atribut lainnya, dan dilakukan secara estafet (beranting).

Menurut Kak Diah Kusumawati Pamungkas salah seorang andalan Kwarcab Pati menuturkan acara estafet tunas kelapa merupakan agenda dua tahunan kwarcab Pati.

ETK pada tahun 2018 ini menjadi sangan unik dan menarik karena dilaksanakan di tiga lokasi sekaligus yaitu di Kecamatan Pucak Wangi yang akan dilaksanakanya dengan kabupaten Blora, di Kecamatan Batangan dilaksanakan dengan Kabupaten Rembang, dan di Kecamatan Kayen dilaksanakan dengan Kabupaten Kudus. 

Dan yang disebut terakhir akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2018.

Masih ujar kak Diah pada acara ETK 2018 ini akan dihadiri oleh Bupati Pati yang akan diwakili oleh Asisten Bupati Ir. Pujo Winarno, MM, Komandan Kodim 0718 Pati, Kapolres Pati dan Pengurus serta Andalan Kwarcab Pati.

Sedangkan yang mendapat mandat untuk membawa Tunas Kelapa adalah adik-adik pramuka penegak di lingkup Kwarcab Pati.

Untuk penyerahan ke Kabupaten Blora akan dilaksanakan oleh anggota pramuka penegak dari MA Taris, Kabupaten Rembang akan dilaksanakan oleh anggota pramuka penegak SMAN 1 Batangan, sedangkan untuk Kabupaten Kudus oleh anggota pramuka penegak MA Annajah Kayen.

Sedangkan sumber anggaran yang digunakan untuk kegiatan ETK 2018 adalah anggaran yang dimiliki Kwarcab Pati.

Sedangkan dukungan yang cukup bagus dari pemerintah daerah dapat dirasakan oleh anggota kwarcab Pati karna dalam kegiatan ini banyak melibatkan Anggota-anggota muda. ($.Andik)
Share:

Rabu, 22 Agustus 2018

Peringati Lebaran Haji 1439 H Yayasan Mazro'atul Ulum Qurban Kerbau Dan Kambing

Targethukumonline. Pati - Berqurban merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan umat Muslim dalam menperingati Hari Raya Idul Adha.

Berkorban untuk menumbuhkan sifat tulus, ikhlas dan berbagi dengan sesama.

Sama halnya yang rutin dilakukan di Indonesia, qurban biasa dilaksanakan di Masjid, Mushola, Instansi pemerintah dan swasta, serta di lingkungan sekolah.

Kegiatan qurban juga dilaksanakan oleh Yayasan Mazro'atul Ulum suatu yayasan yang membawahi bidang Masjid, Pendidikan, dan Muamalah yang berlokasi di desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa Pati.

Qurban kali ini di laksanakan di lingkungan Madrasah Mazro'atul Ulum yang dihadiri pengurus yayasan, kepala sekolah dan staf pengajar serta para siswanya.

Menurut H. Ansori Latif, S.PdI, M.Pd selaku ketua yayasan, untuk qurban pada tahun ini dapat memotong 1 ekor kerbau dan 1 ekor kambing sebagai bahan latihan qurban untuk para siswa.

Sumber dana untuk pengadaan hewan qurban berasal dari iuran para guru yang bersangkutan," ujar beliau.

Pelaksanaan qurban di lingkungan Mazro'atul ulum ini akan menjadi agendan rutin tahunan dan semoga kedepanya jumlah hewan qurban akan bertambah banyak dengan dukungan dari wali murid dan masyarakat sekitar masih tutur dari ketua yayasan.

Untuk pembagian daging qurban akan difokuskan kepada para siswa, namun apabila ada kelebihan selebihnya disampaikan ke warga sekitar.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa niat untuk berkorban adalah ikhlas untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT, seperti Nabi Ibrahim mengorbankan Ismail putranya, belajar dari kisah Nabi Ibrahim. (Andik Aristiawan)
Share:

Senin, 20 Agustus 2018

Peringati HUT RI ke 73 Desa Trangkil Dimeriahkan Dengan Jalan Santai

Targethukumonline. Pati - Meriahnya di lapangan sepak bola desa Trangkil dalam rangka PERINGATAN HUT RI KE 73 DAN HARI JADI KABUPATEN PATI KE 695 TAHUN 2018 kecamatan Trangkil kabupaten Pati yang diikuti lebih kurang 3000 orang, Sabtu tgl (18/08/18).

Hut RI ke 73 desa' Trangkil dimeriahkan dengan Gerak Jalan. 

Kemudian dalam acara jalan santai tersebut dihadiri Bupati Pati Hariyanto, Wakil Bupati, Forkopincam Kec.Trangkil, Kades se Kec.Trangkil, Perwakilan Guru Kec.Trangkil dan Perwakilan FKPPI Kec.Trangkil Pati.

Sementara itu dalam acara jalan santai Bupati Pati mengatakan," ucapan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmad serta kesehatan bagi kita semua.

Kegiatan ini adalah merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan tiap tahun dan diseluruh kecamatan bahkan desa semua melaksanakan giat untuk memeriahkan HUT RI KE 73 ini.

Semoga giat ini berjalan dengan lancar tertib dan kondusif adapun Route jalan santai sepanjang 4 Kilometer di seputaran wilayah Desa Trangkil.

Adapun Dalam giat tersebut di sediakan hadiah 1 (satu) buah Honda Beat Pop, 3 ( Tiga) Buah Sepeda Federal,1 (Satu) buah Kulkas ,1 (Satu) buah TV Lead 21 Inchi, dan berbagai hadiah hiburan.

Masyarakat desa Trangkil sangat antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan gerak jalan dengan aneka macam hadiah dan doopreice, sehingga kedepannya agenda kegiatan ini dapat di gulirkan dan ditambahkan hadiah setiap tahunnya. ($.darso)
Share:

Minggu, 19 Agustus 2018

Peringati HUT ke-73 RI Sako Pramuka Forum Wartawan Pati Gelar Lomba Rakyat

Targethukumonline. Pati - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 73, Sako Pramuka Forum Wartawan Pati gelar aneka lomba rakyat di pangkalan Sako Pramuka Forum Wartawan Pati di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) turut Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo, Minggu tgl (19/08/18).

Berbagai lomba yang diselenggarakan oleh Sako Pramuka FWP.

Berbagai lomba seperti balap karung, makan kerupuk yang digantung, balap kelereng, memasukkan paku dalam botol dan mengisi air dalan peralon yang dilobangi menjadi tontonan menarik bagi para pengunjung TPA dan sorak sorai para penonton, serta peserta lomba membuat suasana makin semarak.

Turut hadir pada acara tersebut Roys Wijayanto, SE selaku pimpinan redaksi media Suara Pati News yang ikut memberikan dorongan dan motovasi kepada peserta lomba dan adik-adik anggota SAKO agar tetap semangat dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

Sementara itu Wakil Ketua Forum Wartawan Pati, Wicaksono Adi Prabowo Yekti yang biasa di sapa Kak Wiwid oleh adik-adik Pramuka Sako dalam upacara penutupan lomba mengucap terima kasih kepada seluruh peserta dan teman-teman Forum Wartawan Pati yang telah ikut berperan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan lomba ini.

Kepada para anggota Sako Pramuka FWP untuk selalu ingat akan perjuangan para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan aktif dalam belajar bercita-cita tinggi dan meraih prestasi untuk kemajuan dan mengharumkan nama Indonesia.

Lomba yang di gelar forum wartawan Pati di mulai pukul 15.00 sd 17.30 WIB dan di tutup dengan upacara serta penyerahan hadiah dari kakak forum wartawan Pati. (Andik Aristiawan)
Share:

Peringatan HUT RI ke 73 Desa Margoyoso Dimeriahkan Dengan Tari Poco Poco

Targethukumonline. Jepara - Kemeriahan peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke 73 yang diadakan dilapangan desa Margoyoso Kalinyamatan lain dari pada yang lain, yaitu diadakannya senam poco poco yang dihadiri oleh seluruh warga kalinyamatan bersama Bupati Jepara H. Marzuki SE, Muspika setempat, Camat Kalinyamatan dan kepala desa Margoyoso, Minggu tgl (19/08/18).

Hut RI ke 73 di Desa Margoyoso kec. Kalinyamatan di meriahkan dengan aneka hadiah dan doopreice.

Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dipandu oleh instruktur senam mba Novi seorang profesional di bidangnya, pembukaan senam secara simbolis dibuka oleh bupati Jepara H. Marzuki SE mengatakan pentingnya hidup sehat bagi kehidupan kita, juga pentingnya persatuan dan kesatuan juga memberikan informasi pemilu Pilpres, bahwasanya sudah ada calon presiden yang nantinya dipilih nanti pada tanggal 17 april 2019 sebagai Presiden Republik Indonesia.

Akhir acara Bupati Jepara Marzuki SE menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Desa Margoyoso Miftahul huda, sekaligus warga diberi kesempatan mendapatkan doorpres dari panitia acara.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 73 Jayalah Indonesiaku, semangat inilah yang terus ditingkatkan dalam arti secara harfiah adalah bagaimana kita mengisi perjuangan bangsa Indonesia ini dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. ($.Aries)
Share:

Fasilitas Sistem Pengelolaan Limbah Domestik, TPA Pati Tambah Pengolah IPAL

Targethukumonline. Pati - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati melalui Seksi Pengelolaan Air Limbah mempersiapkan fasilitas Sistem Pengelolaan Limbah Domestik, atau khusus penangkapan lumpur tinja di kawasan lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. 

Instalasi pembuangan air limbah harus ditangani serius agar tidak terjadi pencemaran.

"Ini dimaksudkan supaya pengusaha yang bergerak di bidang propreti, seperti  pengembang perumahan,  harus memenuhi ketentuan lokasi pengolahan limbah komunal rumah tangga.

Sehingga limbah buangan dari WC setelah masuk septitank, berikutnya harus masuk ke fasilitas IPAL kumunal," kata petugas pengelola limbah TPA Sukoharjo, Wiryo, Rabu tgl (15/08/18).

Wiryo menjelaskan saat ini dibangun IPAL penangkapan lumpur tinja yang proporsional agar buangan air limbah jenis tinja tidak  sampai merembes dan mencemari air di dalam tanah.

Sedangkan, fasilitas yang baru dibangun, adalah bak berukuran 10 X 20 meter, dan tinggi 1 meter dengan lantai dasar menggunakan konstruksi cor beton ketebalan 10 cm. 

Selain bak penampung air limbah dari tinja, kata Wiryo juga dilengkapi tiga bak yang berfungsi sebagai penampung yang baru dikeluarkan dari mobil tinja. Endapan lumpur yang sudah lembab, baru dipindahkan ke bak pengeringan.

Selanjutnya, lumpur lalu dilakukan pengolahan menjadi pupuk organik jenis kompos. “Inilah kelebihan sistem IPAL, karena bisa memproses tinja menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi," ucap Wiryo.

“Limbah cair juga bisa diproses menjadi produk barang berupa pupuk cair yang siap dikemas untuk pupuk,” tambahnya.

“Melalui sistem IPAL akan menjamin tidak akan berdampak pada terjadinya pencemaran air dalam tanah maupun alur kali. Bahkan, ‘air limbah maupun lumpurnya juga bisa diproduksi menjadi pupuk organik,” ucap Wiryo mengakhiri. ($.diman)
Share:

Ratusan Pecinta Burung Kicau Mania, Gruduk Kantor DPRD Pati

Targethukumonline. Pati - Ratusan warga yang tergabung dalam Komunitas Kicau Mania Kabupaten Pati melakukan aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Selasa (14/08/18).

Demo kicau mania terkait Permen No 20 tahun 2018.

Aksi ini mereka namai Aksi Damai 148, dalam aksi tersebut, mereka menolak Peraturan Menteri (Permen) LHK Nomor 20 Tahun 2018  tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Peserta Aksi berangkat dengan sarana transportasi berupa kendaraan jenis Elf 2 Unit, 10 kendaraan Pribadi dan sebanyak 30 unit sepeda motor dengan dilengkapi spanduk/bener serta pengeras suara.

Mereka menilai bahwa adanya permen tersebut, mempunyai dampak buruk terhadap pecinta maupun peternak burung. 

Apalagi, dalam permen itu ada penambahan jenis burung yang dimasukkan sebagai satwa lindungi, salah satunya burung murai batu.

Para pecinta burung menyebut, murai batu bukanlah satwa langka, sehingga seharusnya tidak masuk dalam permen yang membuat pemilik burung ini terancam kena hukuman.

Koordinator  Lapangan Aksi Damai 148, Nowok Yudha dalam orasinya mengatakan, para pecinta burung resah dengan adanya permen tersebut tidak hanya di Pati.

Kicau Mania di daerah lain juga meresahkan hal yang sama. “Kami pecinta burung menolak tegas dengan adanya Permen LHK Nomor 20 Tahun 2018. Kami meminta kepada anggota DPRD Pati untuk menyampaikan tuntutan kami itu,” ujarnya.

Dalam komunitas tersebut, tidak hanya para pemilik burung yang ikut aksi, tetapi para penjual pakan burung juga ikut terlibat, mereka turut resah dengan adanya permen tersebut.

Sebab, apabila jumlah satwa lindung ditambahkan, tentunya akan berdampak terhadap penghasilan penjual pakan burung.

Selain itu, perajin sangkar burung juga turut meramaikan suasana.

Mereka khawatir akan kehilangan kreativitasnya itu, lantaran tidak ada lagi pecinta burung yang berkenan membeli sangkar, apalagi, saat ini pasar burung memang sedang mengalami tren kenaikan.

“Kami tetap menolak tegas. Kami ini peternak burung, penghobi burung, kami tidak memusnahkan tetapi kami justru melestarikan burung-burung itu,” imbuh Yuda.

Mereka menuntut agar permen tersebut segera dihapus, lantaran akan berdampak buruk bagi penghobi, peternak maupun pembuat sangkar burung.

Puluhan Personil Polres Pati yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, SIK, MSi didamping Kabag Ops Kompol Supriyanto, SH, MH, mengamankan aksi Demo (unjuk Rasa) oleh paguyuban Kicau Mania Karesidenan Pati.

Dalam Permen 20/2018 tersebut tertuang, penambahan spesies hewan yang dilindungi seperti Murai Batu, Pleci, Cucak Rowo dan lain-lain.

Bagi para peternak harus mempunyai ijin dan penjualannya harus bersertifikat. 

Bagi para peternak setiap bulannya harus membuat laporan perkembangan hasil ternak ke BKSDA setempat.

Peserta Aksi menghendaki Permen 20/2018 tersebut dicabut karena masih ada masa transisi selama satu tahun sejak tanggal disahkan. ($.diman).
Share:

Sabtu, 18 Agustus 2018

Semarak Kemerdekaan RI ke 73 Dimeriahkan Pawai Pembangunan Dan Karnaval

Targethukumonline. Pati - Sabtu tgl (18/08/18) tepat pada pukul 13.30 WIB acara pawai pembangunan di mulai start di alun-alun simpang lima Pati telah dilaksanakan Festifal Noto Projo Mbangun Deso dalam rangka memperingati HUT RI ke 73 dan Hari Jadi kabupaten Pati Ke 695 tahun 2018 yang diikuti seluruh instansi Pemerintah, Swasta, Sekolah dan Desa yang di tunjuk berjumlah hampir 200 lebih peserta karnaval.

Dandim Pati ; prioritas utama dalam kegiatan utama ini adalah memaknai arti dari sebuah perjalanan Bangsa Indonesia.

Dalam Kesempatan Tersebut Karanaval Pawai Pembangunan dihadiri oleh forkominda Kab Pati wakil bupati Pati Saiful Arifin, anggota DPR RI Komisi IX H. Imam Suroso, Ketua FKPPI Kab. Pati Nining Wahyuningati, Kadisporapar Sigit Hartoko, Setda Kab Pati Ir Suharyono, OPD Kab Pati tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya wakil bupati pada intinya mengatakan kepada peserta karnaval sebelum diberangkatkan menyampaiakan bahwa ;

Karnaval ini dalam rangka memeperingati HUT RI yang ke 73, dan kami mewakili pemerintah daerah Kab. Pati mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta karnaval pembangunan penyelenggaraan karnaval dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, ini bukti masyarakat Pati ikut berpartisipasi dalam membangun daerahnya.

Tujuan dari karnaval pembangunan ini adalah selain untuk memberikan hiburan kepada masyarakat juga untuk merangsang pertumbuhan pembangunan di segala sektor
kami pemerintah daerah Pati akan selalu berupaya melayani kebutuhan hiburan kepada masyarakat yang bersifat positif seperti karnaval pembangunan yang diselenggarakan pada siang hari ini.

Jalur ataupun route yang dilewati dalam pawai pembangunan dalam festival pawai pembangunan adalah ;

Star di Alun-alun Simpang Lima Pati-Jl. Pemuda-Taruna Motor ke kanan-Jl. Hos Coxro Aminoto-Perempatan Seleko ke kanan-Jl. Roro Mendut lurus-Jl. Kyai Pupus-Jl. Mr. Iskandar-Perempatan Kalianyar-Jl. Syeh Jangkung-Jl.Ronggo Warsito-SMP N 4 Pati ke kanan-Pertigaan Bakorwil ke utara-Jl. Kol. Sunandar-Simpang 4 Joyo Kusumo- Finish di Jl. Ahmad Yani SMA N 2 Pati.

Dalam hal ini menjadi sebuah persembahan bagi masyarakat kota Pati, semangat kemerdekaan Indonesia dalam mengisi arti dan makna secara harfiah dapat memberikan bukti yang nyata bahwa pemerintah daerah saat ini sangat siap dengan program pembangunan yang ada.

Pemerataan pembangunan harus terus ditingkatkan agar rakyat kecil merasakan kesejahteraan yang sama baik di perkotaan maupun di pedesaan yang mulai mengeliat dengan anggaran yang besar dana desa untuk segala pembangunan yang ada selama ini.

Team Yongmoodo Kodim 0718 Pati dalam menampilkan atraksi bela diri militer TNI AD.

BUMDES harus digulirkan untuk tahun ini dan kedepannya, agar para usaha mikro kecil dan menengah dapat diberikan permodalan dan putaran perekonomian masyarakat bawah semakin meningkat, inilah makna hakekat dari slogan Noto Projo Mbangun Deso pemerintah daerah kabupaten Pati. ($.teguh)
Share:

Semarak Pawai Pembangunan Peringati HUT RI ke 73 Dan Hari Jadi Kota Pati Ke 695

Targethukumonline. Pati - Dalam menyambut HUT RI ke 73 dan Hari Jadi Kabuapaten Pati ke 695 diadakan rangkaian kegiatan. Salah satu kegatan yang diaksanakan pada Sabtu tgl (18/08/18) adalah pawai pembangunan.

H. Imam Suroso bangga dan mengapresiasi kegiatan karnaval pembangunan kab. Pati.

Kegiatan akbar tahunan ini diikuti oleh ratusan peserta pawai mulai dari instansi pemerintah di lingkup pemerintah kabupaten pati, juga hadir dari ormas, sekolah negeri dan swasta serta dari beberapa perusahaan.

Tingginya antusias warga dapat terlihat dari padatnya pengunjung dari mulai garis start yaitu di alun-alun simpang lima pati dan finish di depan SMAN 2 Pati.

Walaupun cuaca sangat terik tidak mengurangi minat warga dan masyarakat kota Pati untuk menyaksikan pawai tersebut. 

Unik dan menarik adalah beberapa alasan warga yang menyaksikanya karena setiap satu tahun sekali diperingati dengan berbagai karnaval yang menampilkan berbagai macam bentuk rangkaian tema dari masing-masing sekolah, instansi pemerintah dan lainnya.

Baik nilai perjuangan yang menampilkan atribut perjuangan tempoe doeloe, kostum budaya yang menampilkan aneka busana daerah juga kesenian lokal yang ada seperti barongan dan lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai tamu undangan H. Imam Suroso, S.Sos, SH, MM anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Perjuangan.

Rasa bangga dan gembira serta semangat mengikuti acara tesebut karena dalam acara ini banyak diikuti dari berbagai elemen warga pati yang dapat menunjukan kreasinya masing-masing ujar beliau.

Semangat menjaga kebhinekaan harus tetap dijaga demi keutuhan NKRI, apalagi tahun ini merupakan tahun politik, rapatkan barisan jangan mudah termakan adu domba serta berita-berita hoak yang dapat memecah belah bangsa seperti yang terjadi di negara-negara lain sambung beliau.

Devile dan penghormatan kepada seluruh masyarakat kota Pati yang hadir pada karnaval pembangunan kali ini.

Yang pada akhirnya warga dan masyarakat kota Pati dapat merasakan arti dari sebuah kemerdekaan dengan mengisi pembangunan, dengan program Nawacita pembangunan yang sudah ada selama ini, sehingga kehidupan sehari-hari dapat bermanfaat sesuai sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. (Andik Aristiawan)
Share:

Jumat, 17 Agustus 2018

Panen Padi Demplot Kodim 0718 Pati, Untuk Mendukung Swasembada Pangan

Targethukumonline. Pati - Komandan Kodim Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos beserta anggota melaksanakan Panen padi demplot Kodim 0718 Pati dalam rangka mendukung swasembada pangan di  kabupaten Pati, pada lahan persawahan seluas 1 hektar di desa Tlutup Kecamatan Trangkil kab. Pati, Sabtu tgl (18/08/18).

Dandim Pati panen raya di desa Tlutup di hari kemerdekaan RI ke 73.

Dalam acara tersebut diikuti, Komandan kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, Kasdim 0718 Pati Mayor Inf Sholihin S.Ag Danramil jajaran Kodim 0718 Pati, kepala desa Tlutup Kunarso beserta perangkatnya, PPL se- kec Trangkil, KKN LPPM Undip semarang.

Dandim Pati mengatakan" selamat datang dan ucapan puji syukur bahwa program panen padi demplot Kodim Pati ini merupakan peningkatan stok pangan dan ketahanan pangan nasional serta kebutuhan bahan pokok.

Ketahanan pangan Nasional, bukti Kodim Pati mampu menjaga kedaulatan dengan panen raya.

Kegiatan ini merupakan program TNI  menyewa lahan dan hasil demplot ini digunakan untuk kegiatan sosial serta untuk cadangan pangan, kita berharap Indonesia ini aman tentram sejahtera dan kita harus mendukung swasembada Pangan Nasional sebagai bagian program dari Presiden RI Joko Widodo untuk melaksanakan program Nawacita dalam ketahanan pangan Nasional. ($.roy)
Share:

Kamis, 16 Agustus 2018

Warga Lorong Indah Dan Kampung Baru Gelar Peringatan HUT RI Ke-73

Targethukumonline. Pati - Ada yang unik saat peringatan hari kemerdekaan RI, kaum anak Bangsa yang terpinggirkan berasal dari Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru (KB) mengadakan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jum'at tgl (17/08/18).

Dandim Pati sebagai Inspektur upacara HUT RI ke- 73 bersama anak-anak Bangsa.

Puncak dari kegiatan tersebut adalah diadakanya upacara kemerdekaan yang dilaksanakan di halaman pasar hewan Margorejo yang dihadiri ratusan warga LI dan KB.

Selain kegiatan upacara juga diadakan lomba-lomba rakyat seperti makan kerupuk, balap kelerang dan lain sebagainya yang pada hari sebelumnya juga sudah dilaksanakan lomba memasak nasi goreng.

Bertindak selaku Inspektur Upacara  (Irup) Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos dalam amanatnya menyampaikan kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh peserta upacara karena masih ada jiwa cinta tanah air Indonesia yang harus selalu kita pupuk dan jaga demi tegaknya NKRI.

Sebagai anak Bangsa kita berkewajiban mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan mengedepankan jiwa toleransi antara sesama imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan upacara tersebut dari komunitas Gusdurian Pati sebagai inisiator terlaksanakannya peringatan kemerdekaan RI yang dilaksanakan setiap tahunnya bersama anak Bangsa yang terpinggirkan yaitu warga LI dan Kampung Baru dengan dukungan penuh dari pimpinan Forum Gusdurian Pati yaitu Eddy Siswato dan Kiai Heppy.

Gusdurian membangun identitas anak-anak Bangsa melalui kegiatan lomba dan upacara kemerdekaan RI.

Selain itu kegiatan ini mendapat dukungan dari Muspika Kecamatan Margorejo, Danramil Margorejo Kapten Inf Sriyanto serta adik-adik anggota pramuka dari Sako Forum Wartawan Pati yang pada kesempatan ini diwakili dari Pramuka pangkalan SMK Farming Pati dan MA Mazroatul Ulum Suwaduk. (Andik Aristiawan)
Share:

SMK Farming Pati Mencetak Tunas Muda Patriot NKRI

Targethukumonline. Pati - Banyak cara yang dilakukan dalam mengisi kemerdekaan RI yang tujuannya adalah memperkokoh kedaulatan NKRI yang pada saat ini menginjak usia yang ke 73. Pembangunan manusia seutuhnya adalah sesuatu yang sering disampaikan dalam berbagai kesempatan, Kamis tgl (16/08/18).

SMK Farming mengambil peranan penting dalam edukasi dunia pendidikan.

Melalui kiprahnya selaku bagian pembangunan pendidikan dari NKRI, SMK Farming Pati mengambil peranan penting dalam pembangunan tersebut. 

Negara agraris adalah julukan sekaligus beban yang harus dipikul anak bangsa untuk dapat berdikari dalam hal pangan.

Ketersediaan sumberdaya alam, iklim yang mendukung serta ketersediaan lahan yang mulai berkurang perlu adanya gagasan-gagasan dan teknologi tepat guna untuk tetap menjaga kedaulatan pangan kita.

Melimpahnya daya dukung dalam hal agrobisnis tidak serta merta menarik minat kaum muda untuk menekuninya.

Tak hayal banyak anak-anak muda yang risih dan mulai meninggalkan dunia pertanian, karena mereka beranggapan petani itu kotor dan miskin. Permasalahan inilah yang terus dipecahkan oleh SMK Farming Pati.

Melalui sistem pembelajaran yang menarik serta mengedepankan praktek lapangan sehingga SMK Farming Pati berhasil menjadikan alumninya sebagai pelaku sekaligus pengusaha sukses di bidang Pertanian dan Peternakan.

Disela-sela proses pembelajaran di SMK Farming Pati tim jurnalis Suara Patinews mendapat kesempatan wawancara dengan salah satu siswi sekolah tersebut. 

Tita Melwati Oktaviana siswa kelas XII Program Keahlian Agribisnis Uanggas putri dari pasangan Bapak Suswanto dan Ibu Maria Melmam Bessy ini tertarik untuk sekolah di SMK Farming karena bercita-cita menjadi seorang wirausahawan sukses dalam bidang peternakan sehingga dapat membanggakan orang tua dan dapat membuktikan kepada teman sebayanya bahwa petani itu juga berhak sukses.

Selain bergelut dalam pelajaran pertanian dan peternakan menurut siswi tersebut pada peringatan kemerdekaan NKRI ke 73 ini dia mendapat kesempatan menjadi anggota paskibra tingkat Kecamatan setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dengan teman sekolahnya dan rival-rivalnya dari sekolah lain.

Kegiatan berlatih paskibra dengan tim pelatih dari polsek dan koramil Tlogowungu menjadikannya stabilitas dalam gerakan maupun kekompakan, lebih mantab menatap masa depan sehingga berkomitmen kuat mengisi kemerdekaan dengan cara menjadi pejuang dalam menjaga kedaulatan pangan di NKRI tercinta berhasil dengan baik. (Andik Aristiawan)
Share:

Rabu, 15 Agustus 2018

LI Atau Lorong Indah Dihuni Banyak Gadis Bertatto

Targethukumonline. Pati - Tidak bisa di pungkiri bahwa LI atau yang lebih dikenal dengan lorong indah mampu memberikan sebuah cerita panas anak muda-mudi tentang sorga kenikmatan sesaat, Rabu tgl (15/08/18).

Gairah panas dan liar gadis-gadis muda banyak yang bertatto.

Hidup memang pilihan untuk menjadi putih, hitam ataupun abu - abu namun pilihan menjadi seorang wanita penghibur adalah pilihan yang terdorong dari perekonomian yang lemah, kemiskinan yang masih saja menyebar di seantero negeri, walau kata pakar ekonomi kita sudah menuju pertumbuhan ekonomi negara maju dengan pertubuhan 5,2% namun hanya segelintir beberapa orang atau kelompok yang menikmatinya.

Ya rakyat jelata pun hanya bisa pasrah dengan keadaannya hidup segan matipun tak mau, himpitan ekonomi kadang menjadi alasan utama bagi penghuni LI lorong indah yang mayoritas dihuni oleh gadis-gadis belia sebut saja Dellima, Bunga dan Melati.

Kehidupan bebas sebagai wanita penghibur mampu memberikan kontribusi besar bagi keluarganya, kadang bahkan menjadi tulang punggung keluarga. 

Dengan modal kecantikan khas daerah jawa timur maupun jawa barat bahkan dari luar pulau dan luar kota tak ayal LI menjadi magnet daya tarik tersendiri bagi pecinta dunia malam.

Sebut saja Dellima gadis muda dari pasundan yang terkenal dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, kulit kuning langsat bak halus seperti sutera wajah ayu alami khas sunda menjadi pilihan para lelaki yang mencari hiburan disana.

Wajah ayu yang lembut dan mengairahkan dengan aneka tato baik dilengan bahkan dibelahan dada menjadi pemandangan yang indah dan liar, gadis belia nan muda ini sebut saja Melati.

Menjadi bukti LI telah menjadi bagian dari bisnis esek-esek dan tempat para lelaki yang mencari kenikmatan sorga dunia.

Namun inilah yang terjadi gadis mungil sebut saja Bunga dengan transaksi yang sudah di sepakati bersama antara penjual dan pembeli sebut saja demikian, dengan gaya yang khas dan gairah anak muda mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Tak ayal LI menjadi sorga tersembunyi di balik batas kota bagi para pelancong, pelaut atau perantauan yang ingin merasakan sensasi dari para penghuni lorong indah saat ini. Gairah muda yang panas dan liar bak gunung merapi yang meletus bahkan binal seperti kuda liar yang ingin ditunggangi terus menerus dari gadis - gadis belia ini sungguh sangat ampuh hingga terbawa melayang hingga ke awang-awang.

Dellima, Melati atau Bunga dan bahkan lainnya hanyalah mencari dan mengais rejeki dari segala himpitan ekonomi keluarga yang ingin mencapai kehidupan yang lebih baik, apa salah dan dosa entahlah hanya Tuhan yang maha tahu, namun kehidupan harus tetap terus berjalan sesuai koridor yang telah ada. (bersambung)
Share:

Selasa, 14 Agustus 2018

Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos Pantau Dan Cek Kesiapan Pasukan Paskibraka

Targethukumonline. Pati - Bertempat di alun-alun simpang lima Pati, Dandim  0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos melihat latihan dan kesiapan pasukan pengibar Bendera pusaka Indonesia dan sekaligus  memantau pada pagi ini yang akan dilaksanakan pada hari Jum'at tgl (17/08/18).

Dandim Pati cek kesiapan pasukan pengibar sang saka merah putih.

Komandan Kodim juga mengatakan kepada para anggota baik itu dari TNI dan Polri serta para siswa dan siswi terpilih agar saat nanti sebagai pasukan Inti, cadangan, dan pengawal harus konsentrasi penuh, jangan sampai ada sedikit kesalahan dalam perjalanan dari titik start sampai pengibaran Bendera pusaka Indonesia lupa dan tidak konsen mari kita pegang kepercayaan dari masing - masing satuan dan sekolahan.

Karena ini acara tahunan dan disaksikan oleh orang banyak dan dishoting dari media elektronik dan cetak maka tampilkan yang terbaik bagi para pelatih agar selalu mengingatkan kepada para pasukan Paskibraka.

Mari kita tunjukan kepada warga Pati dan pemerintah daerah kabupaten Pati bahwa dari dulu sampai kapanpun TNI dan Polri betul-betul mampu bersinergi dengan rakyat dan kompak guna menjaga keutuhan serta Kedaulatan NKRI dengan inilah kita bisa bekerja sama termasuk para pemuda dan pemudi terpilih saat pengibaran Bendera pusaka Indonesia yaitu Merah putih.

Janganlah kamu melupakan sejarah bangsamu, bahwa penderitaan rakyat Indonesia yang berjuang hampir 350 tahun atau 3,5 abad lamanya penuh pertumpahan darah dan air mata bahkan harta benda yang tidak sedikit, namun dengan tekat yang bulat walaupun bersenjata keris, tombak bahkan bambu runcing mampu mengobarkan semangat perjuangan hingga titik darah penghabisan hingga mencapai kemerdekaan yang hakiki diatas bumi persada tanah air kita ini yang kita peringati setiap tahunnya.

Kepahlawanan para nenek moyang kita, para leluhur kita para buyut kita yang tentunya tidak tercatat dalam kelamnya sejarah karena gugur di medan laga masih menyisakan sebuah perjalanan Bangsa untuk mencapai cita-cita yang luhur yaitu menghapuskan penjajahan diatas muka bumi ini sesuai dengan amanat amandemen UUD' 45 yaitu JAS MERAH dan jangan sekali kali melupakan sejarah karena Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa-jasa para Pahlawannya. ($.karno)
Share:

Kinerja 50 Anggota DPRD Kabupaten Pati Disorot

Targethukumonline. Pati - Kekosongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Pati nampaknya menjadi penyesalan tersendiri bagi masyarakat.

Hearing diruang rapat tanpa ada perwakilan dari anggota DPRD Kab. Pati.

Pasalnya, 50 anggota DPRD yang seharusnya bisa mendengar dan menindak lanjuti aspirasi dan keluhan masyarakat ternyata tidak bisa diharapkan.

Hal itu menyusul dengan adanya aksi demo yang dilakukan oleh ratusan dari paguyuban pecinta burung berkicau di wilayah Pati yang menolak dengan diterbitkannya permen LHK nomor 20 tahun 2018, tapi tidak ada satupun anggota DPRD yang hadir dan mendengar aspirasi rakyat.

"Kami menyesal kepada 50 anggota DPRD Pati, kami demo hingga ada hearing di ruang rapat gabungan kantor DPRD, namun tidak ada satupun anggota DPRD yang berada di kantor atau ikut hearing," ungkap Sigit, salah satu masyarakat yang ikut aksi di halaman kantor DPRD Pati, Selasa tgl (14/08/18).

Menurutnya, sikap para wakil rakyat ini menunjukkan tidak serius dalam menyaring aspirasi rakyat, karena ketika masyarakat ingin mengadu soal keresahan yang dirasakan oleh masyarakat, para wakil rakyat ini justru mengosongkan kantornya dan menghindar dari pengaduan rakyat.

Para wakil rakyat yang ada saat ini tidak patut lagi menduduki jabatannya, dan kami berharap pada pemilihan legeslatif pada 2019 nanti, ada wajah-wajah baru wakil rakyat yang betul-betul serius mendengar penderitaan rakyat, tidak seperti sekarang yang terkesan hanya makan gaji buta," sindir Sigit.

Dari data yang dihimpun media ini, Para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Pati jarang sekali datang ke kantor. Mereka (anggota DPRD, red), hanya datang ke kantor ketika ada kegiatan paripurna atau rapat bersama dengan Pemda maupun rapat internal DPRD," kalau anggota DPRD jarang ke kantor, mereka datang dan rajin berkantor biasanya ketika ada rapat atau pas paripurna, selebihnya itu mereka malas berkantor," kata salah satu staf di DPRD Pati.

Terpisah, Kepala Bagian Humas (Humas) DPRD Pati Tuti Herawati ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsapp nampaknya tidak mau menanggapi, tuti juga terkesan diam dan menutupi kinerja 50 anggota DPRD Pati tersebut tanpa mau membalas apa yang disampaikan oleh awak media. ($.wis)
Share:

Paguyuban Burung Kicau Mania Resah, Tolak Permen 29 Tahun 2018

Targethukumonline. Pati - Ratusan masyarakat pecinta burung kicau mania jenis murai batu melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.

Demi serentak di seluruh Indonesia, paguyuban kicau mania Pati di depan gedung DPRD kab. Pati.

Ratusan masyarakat dari paguyuban pecinta burung itu mendesak kepada pemerintah pusat untuk menghapus tentang Peraturan Mentri (Permen) LHK nomor 20 tahun 2018  tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Aksi damai yang dilakukan oleh para pendemo ini, menganggap bahwa kebijakan soal penerbitan permen LHK nomor 20 tahun 2018 yang diterbitkan melalui dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDA) dianggap mematikan dan mengebiri ekonomi kerakyatan yang sudah dibangun oleh para pecinta burung kicau di wilayah Pati.

"Kami menolak permen 20 tahun 2018, karena sudah mematikan kerakyatan yang telah dibangun oleh produsen," tegas, Zaenal Arifin, salah satu massa aksi, saat melakukan hearing di gedung rapat gabungan DPRD Kabupaten Pati, Selasa tgl (14/08/18).

Menurutnya, Penerbitan Permen Nomor 20 tahun 2018 akan berimbas pada perputaran ekonomi, banyak burung kicau yang dipelihara, dan itu bisa mengangkat perekonomian rakyat di wilayah Pati.

"Kami nilai pemerintah tidak bisa mendukung perekonomian masyarakat, apabila permen
nomor 20 tahun 2018 yang diterbitkan tidak di hapus, maka program itu akan berbenturan dengan masyarakat kecil," cecarnya.

Sementara Ketua Paguyuban Kicau Mania kabupaten Pati Sofyan mengatakan sepakat dengan pencanangan program pemerintah tersebut, hanya saja soal peraturan yang mengikat masyarakat dalam memelihara burung kicau jenis murai batu, cucak ijo dan lain-lain dianggap tidak sesuai," Pada titik berapa kalau burung kicau itu dianggap hampir punah, agar itu bisa menjadi acuan, kami setuju dengan program pemerintah, namun kami tolak aturannya," terang Sofyan.

Aksi penolakan permen 20 tahun 2018 yang dilakukan secara serentak di Indonesia, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan para pecinta burung kicau secara keseluruhan.

"Secara tidak langsung kami ikut serta dalam mensukseskan program pemerintah, meskipin itu ada sisi bisnis, burung yang dipeliharan ini tidak dikonsumsi, namun menjadi peliharan," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Resort KSDA Kabupaten Pati Arif Susiyoko menjelaskan, Penerbitan permen 20 tahun 2018 hingga saat ini belum ada arahan di lapangan untuk melakukan penertiban.

Adanya dinamika yang terjadi, dari Dirjen sudah menerbitkan surat edaran nomor 9 tahun 2018, pada 10 agustus 2018 lalu, yang menyebutkan bahwa selaku PT yang ada di daerah akan siap melayani pendaftaran, pendataan, dan mendampingi jenis satwa yang sebelumnya tidak dilindungi, dan sekarang sudah dilindungi bagi satwa jenis burung yang dijual belikan maupun dipelihara.

"Untuk langkah selanjutnya kita masih menunggu, dan kita hanya menindak lanjuti arahan dari dirjen, dinamika dan informasi yang ada akan kami tindak lanjuti dan disampaikan ke pusat," pangkasnya. ($.wis)
Share:

Dandim 0718 Pati Mengecek Kesiapan Paskibraka di Alun - Alun Simpang Lima Pati

Targethukumonline. Pati - Selasa tgl (14/08/18) bertempat di alun-alun simpang lima Pati sore tadi Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos dengan didampingi oleh Danramil Gabus Kapten Chb Wasis dan Sabhara AKP Sugiono melihat latihan dan kesiapan pasukan pengibar Bendera pusaka Indonesia akan dilaksanakan pada hari Jum'at tgl (17/08/18).

Dandim Pati memberikan arahan kepada prajurit yang bertugas.

Komandan Kodim juga mengatakan kepada para anggota baik itu dari TNI dan Polri serta Para siswa dan siswi terpilih agar saat nanti sebagai pasukan inti, cadangan, dan pengawal harus konsentrasi penuh, jangan sampai ada sedikit kesalahan dalam perjalanan dari titik start sampai pengibaran bendera pusaka Indonesia lupa dan tidak konsen mari kita pegang kepercayaan dari masing - masing satuan dan sekolahan.

Karena ini acara tahunan dan disaksikan oleh orang banyak dan dishoting dari media elektronik dan cetak maka tampilkan yang terbaik, bagi para pelatih agar selalu mengingatkan kepada para paskibraka.

Mari kita tunjukan kepada warga Pati dan pemerintah daerah kabupaten Pati bahwa dari dulu sampai kapanpun TNI dan Polri betul-betul mampu bersinergi dengan rakyat.

Dan mampu menjaga kekompakan guna menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI dengan inilah kita bisa bekerja sama termasuk para pemuda dan pemudi terpilih saat pengibaran bendera pusaka Indonesia yaitu sang saka merah putih.

Adalah pusaka dan lambang persatuan bahwa perjuangan para pahlawan dalam mengibarkan bendera pusaka merah putih tepatnya saat pembacaan proklamasi adalah puncak dari sebuah kemerdekaan yang hakiki walaupun harus penuh dengan pengorbanan baik harta dan nyawa, bakti kepada Pahlawan yang telah gugur di medan laga. ($.ultamin)
Share:

Senin, 13 Agustus 2018

Kemah Bakti Ke IV MTs Sultan Agung Sukolilo di Hari Pramuka Membangun Akhlak Yang Mulia

Targethukumonline. Pati - Berbagai cara dapat dilakukan dalam menyambut HUT Pramuka yang ke 57 salah satunya dilakukan oleh anggota pramuka penggalang yang berpangkalan di MTs Sultan Agung Sukolilo mengadakan kemah bakti di kawasan perkemahan Wonosoco kec. Undaan Kudus pada tanggal 2-4 Agustus silam, Senin tgl (13/08/18).

Kemah Bakti membangun generasi muda dengan akhlak yang mulia.

Menurut pembinanya kak Ahmad Darmaji kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sekali dengan melibatkan seluruh anggota pramuka yang bersangkutan serta para pembina pangkalan, selain itu kegiatan ini juga didukung penuh oleh unsur pimpinan Madrasah.

Tujuan dari diadakan kegiatan kemah bakti ini adalah untuk membentuk karakter adik-adik anggota pramuka agar dapat mengamalkan satya darma seutuhnya serta bersosialisasi dengan lingkungan secara baik sehingga akan muncul tunas-tunas muda yang berkarakter kuat demi pembangunan bangsa yang utuh baik jasmani maupun rohani," ujar kak Ahmad Darmaji.

Kedepannya agenda kegiatan ini dapat diagendakan setiap tahunnya bahwa pengkaderannya harus terus ditingkatkan secara konsisten dan periodik dengan materi kepanduan yang lebih luas agar bisa menambah wawasan kepramukaan, semoga apa yang telah dilaksanakan kemah bakti bisa memetik hikmah dari semua unsur nilai-nilai Budi Pekerti yang luhur dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Andik Aristiawan)
Share:

Sego Tewel Bu Siti Bikin Goyang Berlidah, Maknyus

Targethukumonline. Pati - Ada yang beda pada suasana sore di pasar pragolo sejak dibukanya pasar UMKM yang menampilkan berbagai kerajinan juga menu kulinernya yang ada di dalam aula pasar pragolo, Senin tgl (13/08/18).

Kang Darmo pencinta kuliner khas masakan Jawa, spesial memang Well & Nyuz.

Bau yang harum khas masakan Jawa cukup menyengat hidung apalagi perut yang belum terisi sejak siang tadi, menu Sego Tewel cukup membikin lidah bergoyang saat perut keroncongan adalah Sego Tewel Bu Siti yang cukup masyur di daerah kecamatan Tambakromo.

Dengan dibukanya cabang Sego Tewel di pasar pragolo Pati bisa mengobati rasa lapar dan dahaga para pengemar Sego Tewel Bu Siti asal desa Ngerang Kecamatan Tambakromo sehingga para pecinta kuliner tidak usah pergi jauh-jauh cukup pergi ke pasar pragolo yang ada di samping Polsek Margorejo atau dijalan lintas Pati - Kudus.

Menu spesial Sego Tewel ini cukup menjanjikan rasa kenikmatan dengan bumbu-bumbu khas resep rempah-rempah khas masakan Jawa juga ada rasa pedas yang menggelitik lidah, sungguh luar biasa maknyus nikmatnya walaupun dengan harga cukup murah hanya 5000 rupiah per/porsi dengan lauk aneka gorengan dengan harga 500 rupiah.

Sudah berdiri sejak tiga tahun yang lalu juga pas hari jadi Pati ke 695 menjadi menu favorit di pesta kuliner yang ada di alun-alun kota Pati kemarin tgl (04/08/18) yang dihibur dengan mendatangkan artis Jihan Audy dan Didi Kempot.

Dengan dibantu asisten atau karyawati tiga orang yang selalu siap menyajikan para pelanggan yaitu mba Kusuma Dewi Anggraeni, Ella dan mba Endang yang buka setiap hari.

Salah satu pelanggan kang Darmo mengatakan Sego Tewel Bu Siti rasanya huenak dan maknyus nikmatnya sampai ke ubun-ubun, mantap. ($.jatmoko)
Share:

Minggu, 12 Agustus 2018

Suksesnya Wawasan Kebangsaan Sumber Utama NKRI Kuat Dan Hebat

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Aula MA Al Istianah desa Plangitan RT006 RW002 Kec. Pati Kab. Pati tlah dilaksanakan pengarahan oleh Dan Dim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos kepada siswa siswi MA Al Istianah dan MTs Al Istianah dengan materi wawasan kebangsaan yang diikuti oleh kurang lebih 300 orang siswa dan staf pengajar.

Dandim Pati memberikan mata kuliah wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi murid MA/MTs Al Istianah.

Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos. mengatakan dalam penyampaian. Wasbang antara lain bahwa ;

Pengalaman sejarah di Indonesia pada abad ke 7 adalah kehancuran kerajaan Sriwijaya, penyebab kehancuran Sriwijaya bukan serangan dari luar tetapi hancur karena sibuk mengurusi bangsanya sendiri, hal itu juga di alami oleh kerajaan Majapahit agar supaya bangsa kita tidak terulang kembali pengalaman sejarah tersebut maka perlunya meningkatkan wawasan kebangsaan untuk membangun NKRI.

Bangsa dan Negara di dunia senantiasa berusaha untuk mewujudkan cita" dan kepentingan nasional demikian juga halnya dengan Bangsa dan Negara Indonesia di antaranya adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan salah satunya dengan kekuatan militer sebagai daya tangkal artinya militer yang kuat bukan untuk perang tapi  untuk mencegah perang.

Bersatunya militer, kepolisian dengan rakyat itulah sebagian kekuatan yang maha dasyat yang sangat ditakuti oleh negara lain baik secara global maupun horizontal.

Setiap warga Negara berkewajiban untuk membela Negara guna menumbuhkan rasa nasionalisme perlu wasbang kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, kerelaan berkorban untuk Bangsa dan Negara yang terpenting adalah menjaga keutuhan NKRI.

Dengan pendidikan wawasan kebangsaan diharapkan siswa siswi bisa memiliki unsur dan nilai-nilai kebangsaan yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia yakin akan Pancasila rela berkorban untuk Bangsa dan Negara memiliki kamampuan awal bela Negara sebagai dasar utama yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika. ($.karno)
Share:

Dandim 0718 Pati Menutup Pameran Pusaka Pagelaran Tosan Aji

Targethukumonline. Pati - Bertempat di halaman Gedung juang 45 jl. Sudirman desa ngarus telah dilaksanakan seremoni Penutupan Apresiasi seni Pameran Benda Pusaka "TOSAN AJI" dalam rangka memperingati hari jadi kota Pati ke 695 dan menyambut HUT RI ke 73 yang dihadiri kurang lebih 100 peserta, Minggu tgl (12/08/18).

Dandim Pati ; Kewajiban kita sebagai pengemar dan pecinta Tosan Aji agar selalu melestarikan budaya dari leluhur kita ini.

Ketua Panitia Parno menyampaikan bahwa untuk Pelaksanaan Pameran ini rencana diselenggarakan dengan sederhana tetapi atas bantuan dari Kodim 0718 Pati pelaksanaanya berlangsung sangat sukses dan menggembirakan.

Sementara itu Pameran Tosan Aji pertama baru dilaksanakan di Pati apabila ada kekurangan kami mohon maaf sebesar besarnya, kedepannya semoga pameran seperti ini dapat dilaksanakan tingkat Nasional karena budaya leluhur ini sudah diakui dunia yaitu UNESCO.

Dandim 0718 Pati mengatakan dengan kegiatan - kegiatan seperti ini dari Kodim 0718 Pati sangat mendukung apabila kedepannya ada  even yang lebih besar, dan ucapan terima kasih serta permohonan maaf apabila dalam kerjasama yang terselenggara ada tutur kata yang tidak berkenan dan menyakiti.

Dan untuk semua itu kegiatan ini, semata mata untuk suksesnya acara ini mudah mudahan silaturahmi ini dapat berlanjut tidak berhenti pada kegiatan pameran ini saja, tetapi berjalan selamanya dalam melestarikan seni dan kebudayaan yang selama ini menjadi warisan dari para leluhur sebagai bagian dari cagar budaya. ($.ultamin)
Share:

Sabtu, 11 Agustus 2018

Ada Yang Unik, Ratusan Regu Gerak Jalan Ramaikan HUT Kota Pati Ke 695

Targethukumonline. Pati - Perayaan HUT Kabupaten Pati ke-695 dirayakan dengan berbagai kegiatan, diantaranya grak jalan yang diikuti puluhan elemen masyarakat, baik dari OPD, TNI, Polri, Sekolah dan konunitas juga dari perangkat desa.

Ketua Forum Wartawan Pati Mbah Alman yang selalu mengobarkan semangat perjuangan 45".

Grak jalan diberangkatkan oleh Bupati Pati Haryanto, yang mengambil start dari halaman Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu tgl (11/08/18) siang.

Dalam sambutanya Bupati Pati Haryanto mengemukakan, gerak jalan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang HUT Pati dan HUT Kemerdekaan RI.

“Kegiatan gerak jalan ini adalah rangkaian kegiatan yang sudah diagendakan, oleh Pemkab Pati melalui Dinporapar,”ungkapnya.

Selain gerak jalan, seni budaya wayang kulit juga akan ditampilkan di Alun-alun Pati pada hari Minggu, 12 Agustus 2018 malam.

“Besok Hari minggu juga ada wayang kulit di Alun-alun, untuk masyarakat Pati yang akan menyaksikan pertunjukan wayang, silahkan untuk menyaksikan,” lanjutnya.

Dalam pidatonya Bupati juga berharap semoga Kabupaten Pati kedepan lebih maju dan lebih sejahtera.

“Kami berharap mudah-mudahan Kabupaten Pati dimasa yang akan datang lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” pungkasnya.

Bahkan ada yang unik dari pemandangan pada siang hari itu yakni komunitas forum Wartawan Pati menampilkan dengan busana yang berbeda yaitu seperti kostum wayang orang Sriwedari yang identik dengan lakon busana ketoprak dengan menciptakan sebuah cerita pewayangan.

Dengan memakai busana wayang orang, grup gerak jalan forum Wartawan Pati menjadi perhatian oleh masyarakat kota Pati.

Adapun hal unik ini mampu menghipnotis para penonton atau warga kota Pati sepanjang route yang dilewati, teriakan kegembiraan campur baur menyemangati group gerak jalan Forum Wartawan Pati yang dikomandoi oleh sesepuh Mbah Alman yang berani tampil beda. ($.ucipto)
Share:

Blog Archive