Minggu, 30 September 2018

Gebyar Dangdut Nusantara di Desa Sugihrejo Gabus Pati

Targethukumonline. Pati - Awal bulan Oktober menjadi sebuah proses sejarah Bangsa Indonesia setelah melalui perjalanan panjang saat ini. Akhir September dengan gerakan gestapo yang telah melukai hati rakyat Indonesia dengan kudeta militer dan telah menculik dan membunuh para Jenderal menjadi tragedi berdarah Bangsa ini, Senin tgl (01/10/18).

Saksikan hiburan dangdut OM. Coplax Musik bersama warga dan masyarakat desa Sugihrejo.

Namun dengan tekad yang bulat rakyat dan Tentara Nasional Indonesia mampu memberikan tekanan kepada para pasukan kudeta yang sempat memberikan perlawanan terhadap TNI yang langsung ditindak oleh Kopasus berserta seluruh masyarakat Indonesia.

Hari 01 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati oleh rakyat Indonesia setiap tahunnya.

Dengan para Pahlawan yang telah gugur yang di kenang sebagai Pahlawan Revolusi yang dibuatkan tugu monumen di lubang buaya.

Kini masyarakat Desa Sugihrejo kec. Gabus kab. Pati masih dalam suasana kemerdekaan seguyup rukun bersama warga dan masyarakat memberikan hiburan dengan mendatangkan orkes dangdut OM. Coplax Musik pimpinan Mr. Joko Wibisono dari desa Tambaharjo dukuh Beran (Runting) Pati.

Dengan hadirnya artis artis seperti Rena KDI, Febby KDI, Lilin Herlina, Zunta KDI, Rahma Stevan, Putry Faezya, Yuni Sabila dan Nila Nada.

Bu Sukarni yang sekarang menjabat sebagai Pj Kades Sugihrejo akan menjadi tanggung jawab pertama dalam menjalankan tugas sebagai kepala desa.

Mr. Joko Wibisono pimpinan orkes dangdut OM. Coplax Musik, no hp 0812-9525-7777.

Semoga masyarakat desa Sugihrejo kecamatan Gabus kabupaten Pati  bisa terhibur dengan hiburan orkes Coplax Music ini. Yang tentunya nanti malam pukul 20.00 WIB akan digelar dengan berbagai acara dari panitia dalam menyambut Hari Kesaktian Pancasila sebelum acara gebyar dangdut Nusantara dimulai. ($.roy)
Share:

Karya Bhakti dan Profesionalisme Bersama Rakyat TNI Kuat

Targethukumonline. Pati - Bertempat diwilayah desa Lahar kecamatan Tlogowungu Pati, telah dilaksanakan Karya Bakti TNI dalam rangka "Peringatan HUT TNI ke 73 tahun 2018" dengan tema "PROFESIONAL TNI UNTUK RAKYAT" yang diikuti oleh personel TNI bersama warga dan masyarakat desa 110 orang, Minggu tgl (30/09/18).

Karya Bhakti TNI bersama warga dan masyarakat desa Lahar.

Sebagai tempat wilayah yang digunakan lokasi Karbak, Danramil 13 Tlogowungu Kapten Arh Ikut S menyampaikan bahwa ;

Saya mengucapkan terima kasih atas perhatiannya dan kerja sama seluruh Personel TNI khususnya juga para Danramil dari 01,11,12 yang telah ikut peran serta mendukung Karya bakti perbaikan Jalan Rabat beton kurang lebih panjang 800 m bersama masyarakat desa Lahar dukuh gajah.

Sebagai bentuk solidaritas dan kemampuan prajurit teritorial tuntutan tugas yang semakin berat dan NKRI harus tetap aman, maka dengan adanya HUT TNI ke 73 ini maka terutama para Babinsa harus rutin dan aktif komsos bersama warga diwilayahnya.

Tujuan dari pada perbaikan guna pembuatan jalan rabat beton ini , masyarakat sangat mendukung dengan harapan bisa digunakan untuk aktivitas, maupun kelancaran kendaraan termasuk jalan kaki bagi siapapun, supaya bisa lancar dan nyaman, sehingga kedepannya dapat digunakan untuk kepentingan bersama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. ($.roy)
Share:

Mengenal Pribadi Pemuda Inspirator Asal Desa Alasdowo Pati Muh. Zainal Arifin

Targethukumonline. Pati - Raihlah mimpimu setinggi langit kata Bung Karno beri aku seribu pemuda jika tidak ada beri aku seratus pemuda jika ada beri aku sepuluh pemuda maka aku akan goncangkan dunia, tidak bisa dipungkiri kata kata seorang revolusioner mampu menjadi inspirator seseorang begitu juga sosok Moh. Zainal Arifin, Minggu tgl (30/09/18).

Tokoh muda harapan Bangsa Muh. Zainal Arifin, inspirator para kawula muda desa Alasdowo.

Dialah sosok Muhammad Zainal Arifin pemuda cakap yang lahir dan besar di Alasdowo, Dukuhseti - Pati pada tanggal 15 November 1988, anak ke 4 dari 7 bersaudara dari seorang ibu yang bernama Hamidah binti Sulaiman (Kalikalong-Tayu) dan seorang ayah yang bernama Moh. Zuhri bin Sanaji (Alasdowo-Dukuhseti) dan ayah beliau telah meninggal dunia sejak tahun 2001.

Sosok kedua orang tua inilah yang menjadi penyemangat hidupnya dalam meraih segala cita citanya, Mohammad Zainal Arifin menikah dengan Wahyu Sejati dan mempunyai seorang anak yang bernama Raditya Wisnu Aji yang sekarang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Selain bekerja mengabdi sebagai perangkat Desa Alasdowo, dia juga menggeluti dunia pertanian tambak di bawah arahan atau binaan langsung dari Dr. Ir. Akhmad Fairuz Mai Soni, M.Sc seorang Ahli Nutrisi Lulusan Belgia yang bekerja di BBPAP Jepara.

Inilah yang membuat dirinya sangat dikenal hamble dan familiar di lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati. 

Selain sopan juga dikenal sosok yang ramah dirinya juga merupakan salah satu anggota Tim RSNI Pakan dan Budidaya sebagai perwakilan Petani Bandeng Nasional.

Selain itu, disela-sela kesibukannya dia juga mengabdikan dirinya di Dunia Pendidikan melalui kegiatan Kepramukaan di beberapa kwarcab sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso dan Gunung Wungkal.

Dengan berbagai bidang kegiatan yang digeluti saat inilah yang membuat dirinya terasah secara mental dan kepribadian serta karakter dalam mengabdikan dirinya kepada masyarakat, lingkungan pendidikan dan cukup dikenal di kalangan generasi muda sebagai sosok pemuda yang mandiri dan inovasi.

Melalui pesan pesannya Muhammad Zainal Arifin menyampaikan bahwa "Masa depan bangsa ada di tangan kita, mari terus bergerak untuk menentukan nasib Bangsa saat ini, kita tidak pernah tahu bahwa besok kita akan menjadi siapa, untuk itu tetaplah optimis untuk menatap masa depan semakin pohon menjulang tinggi maka semakin kuat angin yang menerpa, yakinlah bahwa Allah SWT selalu bersama kita selama niat kita tulus untuk berbuat kebaikan," tuturnya.

Sebuah awal yang baik dalam mengemban sebuah amanah demi kemajuan peradaban manusia yang saat ini tergerus oleh kemajuan jaman lewat budaya asing bahkan lewat obat abatan terlarang yang merusak generasi muda yang akan datang.

Semoga akan ada ribuan tokoh muda harapan Bangsa yang akan menjadi pionir dalam memajukan Bangsa melalui bidang sains dan teknologi yang akan menopang kehidupan sehari-hari dalam sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, insyaallah Nusantara yang kita cintai ini akan menjadi mercusuarnya Dunia dalam peradaban manusia sekarang ini. ($.tikno)
Share:

Sabtu, 29 September 2018

Bupati Buka Bukaan Soal Kesulitan Pemkab Naikkan NJOP

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto baru-baru ini menghadiri Pembahasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) setelah E-BPHTB atau pembayaran BPHTB secara online, di Ruang Joyokusumo Setda Pati.

Perolehan BPHTB Pati 4,8 M dari target 7,2 Milyar.

Bupati Haryanto menyampaikan sampai saat ini baru perolehan BPHTB mencapai Rp 4,8 milyar dari targetnya Rp 7,2 milyar.

Pihaknya juga menampik isu yang berkembang terkait adanya permainan dalam masalah BPHTB ini. Padahal faktanya ada sekitar 2.000 berkas yang menumpuk dan belum terselesaikan.

"Padahal, kalau kita mengacu pada aturan perundang-undangan, tarifnya di bawah calo. 

Sedangkan, kita juga berupaya menurunkan biaya BPHTB yang dulu lima persen karena banyaknya keluhan akhirnya kami membuat surat kepada Kementerian Keuangan menjadi dua setengah persen," bebernya pada acara yang juga dihadiri oleh Sekda, Kepala BPPKAD, dan para Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) yang ada di Kabupaten Pati.

Terkait hal itu Haryanto juga menyampaikan bahwa, dulu Pemkab pernah mengajukan Peraturan Bupati (Perbub) terkait klasifikasi harga tanah saat masih bupati terdahulu.

Tetapi karena banyak komplain dari masyarakat, akhirnya pengajuan tersebut dicabut sehingga sampai sekarang harga tanah tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli.

"Memang betul ada beberapa wilayah yang membutuhkan klasifikasi tanah seperti misalnya wilayah perkotaan dan daerah industri di Desa Karaban Kecamatan Gabus, Kecamatan Margoyoso, Juwana dan Pati.

Tetapi, juga ada yang tidak membutuhkan, sebab masyarakat biasanya mematok harga tanah seenaknya padahal itu memberatkan pembeli.

Kemudian juga menyulitkan dalam penghitungan ketika akan membayar BPHTB," ungkapnya.

Bupati berpendapat, solusi atas persoalan ini sebenarnya amat sederhana. "Ketika membeli tanah dengan harga Rp 70 juta dilaporkan demikian halnya dengan nominal yang sama.

Tetapi terkadang dalam proses negosiasi transakai jual beli tanah biasanya dilakukan markdown agar pajaknya tidak terlalu banyak," ungkapnya.

Kalau Pemkab menentukan kelipatan, menurut Bupati, itu tak ada dasarnya.

"Sebab sudah jelas di dalam peraturan ketika nilai transaksi kurang dari Rp 50 juta tidak kena pajak dan ketika diatas Rp 60 juta harus bayar pajak. Andai ada kelebihan pendapatan, tidak ada insentif untuk Bupati, Setda, BPKAD dan lainnya," tegasnya.

Ketika Pemkab Pati mengacu pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), lanjut Haryanto, jelas itu tidak mungkin karena saat di lapangan nilai jual tanah dinamis dan fluktuatif tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Kondisi demikian mengakibatkan permasalahan ini menjadi rumit, sehingga ketika ingin menaikkan NJOP, Pemkab kesulitan, sebab, harga tanah tidak ada patokan yang jelas.

"Disamping itu, ketika NJOP ditingkatkan kita juga bingung karena  di lapangan tidak semua penjual bermain seperti itu, meski demikian, untuk menerapkan penaksiran kepastian harga kami belum bisa.

Sebab kebijakan seperti itu harus ada pembahasan lebih lanjut, karena penetapan harga tanah berkaitan dengan jual beli", pungkasnya. ($.darso)
Share:

Tak Disangka Pemberian Insentif Guru TPQ di Pati Jadi Rujukan Daerah Lain

Targethukumonline. Pati - Pemerintah Kabupaten Pati, kedatangan tamu dari Pemkab Purworejo, para tamu yang terdiri dari Sekretaris BPPKAD, Kabag Hukum, Kasi Kelembagaan Dispermades, Asisten PSDM dan Kesra Purworejo ini disambut di ruang Rayung Wulan Setda Pati.

Asisten pemerintahan Sudiyono menerima kunjungan dari Pemkab Purworejo.

Kunjungan kerja yang dilakukan ini, bertujuan untuk menimba ilmu terkait pemberian insentif kepada guru Taman Pendidikan Al-quran (TPQ), pemberian insentif kepada ketua Rukun Tetangga (RT) dan pengalaman lain.

Drs. Muh Wuryanto Asisten PSDM dan Kesra Purworejo saat menyampaikan sambutannya, mengatakan ingin mempelajari cara pengalokasian dana untuk pemberian insentif kepada ketua RT.

Sebab di Purworejo masyarakat enggan menjadi ketua RT lantaran tidak ada insentif seperti di Pati yang mana untuk wilayah perkotaan ada anggarannya sebesar 500 ribu per tahun.

Disamping itu, di Pati juga ada pemberian insentif kepada guru ngaji yang juga bisa menjadi evaluasi, sebab, disana pemda baru sebatas memberikan dana hibah dari Kementerian Agama.

"Kami berharap ada informasi yang dibutuhkan untuk bisa membuat keputusan dan diterapkan di Purworejo untuk membuat kebijakan yang tepat dan sesuai aturan," ungkapnya.

Selain itu lanjut dia, wilayah Purworejo memiliki jumlah kecamatan yang sedikit yakni 16, meski demikian jumlah desanya cukup banyak yakni 469 desa.

Tetapi, jumlah penduduk disana cenderung lebih sedikit yakni hanya sekitar 760 ribu penduduk.

"Memang yang menjadi kendala kami yakni jumlah desanya banyak dan jumlah penduduknya sedikit. Sedangkan penghasilannya untuk tingkat desa masih cenderung sedikit," imbuhnya.

Disamping itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk mempelajari konsep pengelolaan potensi perikanan.

Sebab di Pantai Selatan memiliki debit ombak yang cukup ganas, sehingga akibatkan para nelayan kesulitan mencari ikan. Dengan kondisi Pati yang sering disambangi kapal besar diharapkan bisa menjadi pembelajaran di Purworejo.

"Sebab di wilayah kami sudah dilirik negara asing rencananya akan dibangun pelabuhan laut dalam, seebabmereka yakin meski ombaknya besar bisa digunakan untuk pelabuhan," terangnya.

Sementara itu Kabupaten Pati sebagai tuan rumah diwakili Asisten Pemerintahan Sudiyono mengatakan, dengan potensi yang hampir sama ini, diharapkan bisa memberikan referensi kepada perwakilan dari Pemkab Purworejo.

Seperti halnya lahan tambak yang saat musim penghujan bisa digunakan untuk menebar benih ikan bandeng dan ketika musim kemarau bisa digunakan untuk membuat garam.

"Ditambah lagi untuk wilayah lereng muria juga ada perkebunan ketela, jeruk pamelo, kelapa kopyor dan lainnya. Mungkin nanti bisa menjadi tambahan pengalaman untuk bisa diterapkan disana," tandasnya. ($.koco)
Share:

Jumat, 28 September 2018

Pendopo Mendadak Riuh, Persipa Jr Kerahkan Tim Temui Bupati

Targethukumonline. Pati - Menjelang laga semifinal leg kedua Piala Soeratin U17 Zona Jawa Tengah, Persipa Jr yang akan menjamu Persijap Jr pada Minggu (30/09) di Stadion Joyokusumo, meminta doa restu ke Bupati Pati Haryanto.

Persipa U17 piala suratin siap memenangkan laga di kandang.

Sore tadi kedatangan jajaran pemain, pelatih, dan manajemen Persipa Jr diterima Bupati di Pendopo Kabupaten Pati.

Lingga Widya bersama tim hadir ditemani Dewan Penyantun Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pati Joni Kurnianto.

Kedatangan anak asuh Eko Supriyanto tersebut juga disambut langsung oleh Wakil Bupati Saiful Arifin yang juga merupakan Ketua Umum Persipa.

Bupati Haryanto mengaku mendukung penuh kiprah Persipa Jr di Piala Soeratin U17 Zona Jawa Tengah ini. Apalagi, pencapaian hingga babak semifinal ini, menurut Bupati, menjadi pencapaian paling bagus selama keikutsertaan Laskar Saridin Muda.

"Kemarin sudah mencuri poin di kandang Persijap Jr. Kali ini, di kandang sendiri harus menang dan mampu melenggang ke final. 

Di luar kandang tim ini sudah sering memenangi pertandingan, jadi di kandang sendiri nanti dengan dukungan penuh supporter, kami harap menjadi tambahan semangat bagi anak-anak supaya bisa meraih kemenangan," ujar Haryanto.

Bupati  berharap mereka bisa menang dan akhirnya nanti menjadi juara di tingkat Jawa Tengah dan bisa lolos ke putaran nasional yang akan digelar 2019 mendatang.

”Untuk itu, pasti kami dukung", tegas Haryanto.

Sementara itu, Ketua Umum Persipa Saiful Arifin mengaku senang atas kiprah Persipa Jr di putaran Jawa Tengah ini.

Melihat sepak terjang Lingga Widya bersama tim, pihaknya merasa optimis pembinaan sepakbola di Pati akan membuahkan prestasi.

"Ini tentu sangat baik untuk Persipa ke depan. Ada talenta-talenta luar biasa yang jika dipoles dengan benar, hasilnya akan dipetik pada tahun-tahun mendatang. Sepakbola bukan hanya setahun dua tahun. 

Pembinaan butuh waktu untuk menghasilkan yang terbaik,” tandas Wabup.

Sementara itu, Dewan Penyantun Askab PSSI Pati Joni Kurnianto menegaskan bahwa pihaknya datang ke Pendopo memang untuk meminta restu kepada Bupati menjelang semifinal leg kedua.

"Karena bagaimana pun, bupati ini yang mbaureksonya Pati, jadi kami pun harus meminta dukungan serta restunya,” tutup Joni. ($.ucipto)
Share:

PHRI Peduli Sumbang 25 Tangki Air Bersih

Targethukumonline. Pati - Kekeringan yang disebabkan musim kemarau, kembali melanda disejumlah daerah di wilayah kecamatan Gabus. Salah satunya Desa Plumbungan kec. Gabus kabupaten Pati. Dampak dari kekeringan tersebut, menyebabkan tanah mengering dan tandus, sehingga berbagai tanaman pun mati.

PHRI Pati memberikan bantuan air bersih di desa Plumbungan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, para warga hanya mengandalkan air sumur yang mulai menyusut airnya, itupun sebagian besar sumur warga sudah mulai mengering.

Tidak hanya itu, mereka juga harus bersabar karena banyaknya antrian warga yang membutuhkan air bersih, Jum'at tgl tgl (28/09/18).

Relawan dari PHRI Persatuan Hotel Dan Restoran Indonesia cabang Pati pimpinan bpk I Gusti Putu Swardika yang diwakili oleh Heri Susanto dari Gitrary Hotel dan Udi Martono dari Safin Hotel menyalurkan bantuan air bersih 5 tangki, satu tangki berisi 5000 liter untuk sumber kehidupan warga desa Plumbungan.

Dengan bantuan yang diberikan, diharapkan bisa membantu warga setempat untuk mendapatkan air bersih tanpa harus berlama-lama mengantri.

"Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada PHRI. Semoga Allah melimpahkan harta dan keberkahan disetiap kehidupan para donatur. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ungkap Supriatun salah satu warga RT 03.

Udi Martono General Manager Safin Hotel mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih ini mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk keperluan sehari-hari.

Bantuan air bersih dari PHRI atau Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, Heri Susanto dari Gitrary Hotel menyampaikan bahwa bantuan air bersih ini akan terus berlanjut tidak hanya 25 tangki air bersih, kemungkinan besar akan bertambah mengingat kemarau panjang sudah menginjak akhir bulan September hujan masih belum turun, hanya hari Rabu kemarin sempat diguyur hujan sekali.

"Dan PHRI bahkan setiap tahunnya selalu memberikan bantuan air bersih untuk saling berbagi kebahagiaan dengan sesama walaupun sedikit rejeki, namun kegiatan tersebut mampu memberikan kontribusi besar kepada masyarakat yang membutuhkan," papar Udi Martono.

Kopda Kholis Fuad tanpa mengenal waktu mengawal bantuan air bersih dari PHRI Pati.

Babinsa Kopda Kholis Fuad tanpa mengenal lelah membantu proses penyaluran air bersih bhaksos PHRI di tempat penampungan warga dan musholla desa Plumbungan. ($.roy)
Share:

Rabu, 26 September 2018

Kodim 0718 Pati Dukung Satlantas Kampanyekan Transportasi Sehat Merakyat

Targethukumonline. Pati - Puluhan anggota satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Pati, TNI Kodim Pati serta masyarakat Pati berkeliling kota dengan mengendarai sepeda. Kegiatan tersebut mendapat perhatian warga yang melihatnya, baik yang sedang berjalan maupun berkendaraan, Rabu tgl (29/09/18).

Onthel akan terus menjadi alat kendaraan dinas untuk mengurangi polusi.

"Acara apa ini, kok ada iring-iringan Polisi lalulintas, TNI dengan mengendarai sepeda," kata Wahyudi salah satu warga Pati yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Tapi semua itu akhirnya terjawab setelah terdengar dan terbaca spanduk kalau anggota itu sedang sosialisasi dan kampanye transportasi sehat dan merakyat (TSM), Back To Bike, Bike To School, Bike To Work.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos yang saat itu turut hadir bersama anggota Kodim membenarkan bahwa pihaknya turut mendukung Satlantas Polres Pati dalam kegiatan sosialisasi program Nasional sekaligus mengkampanyekan TSM dengan melalui Bike to work bersepeda ke tempat kerja, Bike to School bersepeda ke sekolah, atau Back to Bike atau kembali ke sepeda.

"Kegiatan sosialisasi ini harus diawali dengan wujud yang nyata, yaitu dengan bersepeda keliling kota, selanjutnya akan terus dilaksanakan bagi warga yang memiliki sepeda," kata Arief Darmawan.

Dandim juga menjelaskan, dengan kegiatan ini agar masyarakat dapat mengetahui dan mengerti terkait pentingnya menggunakan sarana trasportasi sepeda.

Sepeda menjadikan suatu kebutuhan disemua aktifitas, baik bagi pelajar, karyawan pemerintah maupun perusahaan menuju ke tempat kerja.

"Bersepeda juga kan sarana olah raga dalam rangka menjaga kesehatan tubuh," jelasnya.

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati S.IK., M.Si., melalui Kasatlantas Polres Pati menjelaskan, "kegiatan ini dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas, menekan fatalitas angka kecelakaan di jalan raya serta mengurangi tingkat polusi udara karena pembuangan HO2 gas dari kendaraan.

Termasuk mengajak dan mengingatkan pentingnya menjaga dan memelihara kesehatan dengan berjalan kaki dan bersepeda," jelasnya. ($.wn)
Share:

Selasa, 25 September 2018

Kampanye di Pasar Boleh, Asal Patuhi Rambu-rambu Yang Ada

Targethukumonline. Pati - Larangan adanya kampanye di pasar sempat bergulir, tetapi setelah rapat pembahasan penentuan lokasi kampanye dan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019 di ruang Pragola Setda Pati hal itu diperbolehkan.

Pemasangan APK tidak boleh diletakkan di lingkungan pasar karena menggangu keindahan lingkungan tersebut.

Meski demikian, pemasangan APK tidak boleh diletakkan di lingkungan pasar karena akan merusak keindahan lokasi tersebut, hal itu diungkapkan Bupati Haryanto saat mengikuti rapat tersebut.

"Aturan terkait atribut dan larangan kampanye tidak jauh berbeda pada pemilihan kepala daerah (pilkada).

Hanya tadi disempurnakan yang tadinya pasar tidak boleh digunakan untuk kampanye sekarang boleh. Tetapi, kalau untuk pemasangan atribut di pasar tetap tidak boleh," jelasnya.

Tempat yang terlarang untuk pemasangan APK lanjutnya, semua alun-alun di Pati termasuk alun- alun di desa, tempat ibadah, tempat pendidikan, dan tempat milik pemerintah.

Kedepan Haryanto akan membuat Surat Keputusan Bupati termasuk larangan dan sanksi ketika melanggar.

"Sanksinya nanti berupa sanksi moral maupun pencabutan dan pengambilan atribut, dalam pelaksanaannya nanti kerjasama antara Panwaslu dan Satpol PP," jelasnya.

Sementara itu Ketua KPU Pati, Much Nasich menambahkan pada 23 September 2018 kebanyakan partai sudah menyerahkan pelaporan dana kampanye kecuali Partai Amanat Nasional (PAN). 

Meski demikian, KPU Pati masih tetap berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan Pusat.

"Sebab, aturannya bagi tidak menyerahkan pada waktu yang telah ditentukan maka akan dibatalkan sebagai peserta pemilu, karena syarat untuk mengikuti pesta demokrasi, adalah menyerahkan laporan awal dana kampanye.

Hal itu tidak dilakukan oleh PAN, meskipun kita telah melakukan koordinasi, bimtek dan pemberitahuan tetapi hingga tadi malam belum diserahkan pada pukul 18.00 WIB dan baru hadir pada 21.05 dan melampaui batas waktu," ungkapnya.

Sesuai dengan ketentuan PKPU, partai yang tidak menyerahkan pada hari yang ditetapkan untuk sementara dibatalkan keikutsertaannya.

"Tetapi masih tetap kita koordinasikan terlebih dahulu kepada KPU Provinsi dan Pusat," tuturnya.

Pihaknya juga mengatakan, terkait jumlah dana kampanye tertinggi saat ini KPU Pati masih melakukan verifikasi.

"Karena laporan yang diterima masih dalam pencermatan serta masih berupa tumpukan berkas dan belum diperiksa secara teliti, nanti kita sampaikan," imbuhnya.

Nasich juga menambahkan, terkait tim kampanye untuk pilpres tingkat kabupaten sudah diserahkan di tingkat provinsi. Disamping itu, tim kampanye untuk pemilihan presiden ada sendiri dan dari partai juga ada sendiri.

"Nantinya pertai politik bisa mengampanyekan calon presidennya serta calon legislatif, tetapi, untuk calon DPD tidak boleh mengampanyekan capres," tandasnya. ($.roy)
Share:

Minggu, 23 September 2018

Tidak Ingin Ada Kongkalikong, Bupati Harapkan Notaris Gunakan Aplikasi Online

Targethukumonline. Pati - Bertempat di halaman Kantor Badan Pertanahan Nasional, pagi ini dilaksanakan Upacara dalam rangka Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional, Senin tgl (24/09/18).

Aplikasi online di harapkan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati Suharyono, Dandim 0718 Pati Letkol Arief Darmawan, serta Kapolres Pati yang diwakili Kabag Ren Kompol Rahadi, para pegawai BPN serta para notaris di wilayah Pati.

Dalam sambutannya, Bupati Pati Haryanto menghimbau dan menitipkan sejumlah pesan kepada Kepala BPN beserta staf. "Itu karena selama ini masih ada kasus-kasus terkait pertanahan yang simpang siur di masyarakat, khususnya di lingkup Kabupaten Pati," tutur Haryanto.

Untuk itu, ia meminta agar permasalahan itu dapat diselesaikan secara arif, bijaksana serta sesuai mekanisme hukum maupun aturan yang berlaku.

Ia pun berharap agar masyarakat Pati bisa mendapatkan kejelasan terkait kepengurusan tanah. "Yaitu dengan seringnya BPN memberikan sosialisasi ke desa-desa," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya pun mengucapkan terimakasih kepada BPN atas adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)  di lingkup Kabupaten Pati yang sudah berjalan selama ini.

"Kami selaku pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada BPN yang telah berusaha menjalankan program PTSL," imbuhnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan kepada para notaris se - Kabupaten Pati, terkait Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang saat ini sudah bisa diakses secara online. "Jangan sampai terjadi kong kalikong dengan petugas terkait. 

Ke depan, jangan sampai muncul anggapan adanya oknum yang bermain di sana," tegas Bupati.

Metode online ini juga diharapkan dapat mempermudah pelayanan masyarakat serta mengurangi kecurangan yang dapat merugikan dan menciptakan persoalan lain.

Selain memberikan arahan, di sela - sela upacara, dilaksanakan juga penyerahan Satyalancana Karya Satya oleh Presiden RI Joko Widodo yang dilakukan oleh Bupati Pati kepada beberapa pegawai BPN yang memang memenuhi kriteria untuk mendapatkannya. ($.zaenuri)
Share:

Dandim Pati Hadiri Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2018

Targethukumonline. Pati - Bertempat di halaman Kantor BPN Kabupaten Pati, Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arief Darmawan S.Sos, hadiri Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2018, Senin tgl (24/09/18).

Tanah dan ruang untuk keadilan & kemakmuran rakyat.

Upacara peringatan Hari Agraria ini diikuti oleh seluruh pejabat, staf dan karyawan di Kantor BPN Kabupaten Pati, dalam kesempatan tersebut Bupati Pati H. Haryanto S.H., M.M., M.Si., bertindak selaku Inspektur upacara.

Dalam sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional yang dibacakan oleh Bupati Pati menyampaikan bahwa tema peringatan Hari Agraria Nasional Tahun 2018 adalah “Tanah dan Ruang Untuk Keadilan dan Kemakmuran”.

Tema tersebut mengandung maksud agar kita semua, baik jajaran Kementerian ATR/ BPN, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota, para stakeholder, serta seluruh lapisan masyarakat, dapat bersatu padu dan ikut berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional di bidang agraria/ pertanahan dan penataan ruang yang lebih berkualitas.

Untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang agraria atau pertanahan di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan program Reforma Agraria.

Reforma Agraria merupakan suatu proses yang berkesinambungan demi kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dalam bidang pertanahan dalam rangka mencapai kemakmuran bagi rakyat. ($.roy)
Share:

Sabtu, 22 September 2018

Bupati Haryanto : Puskesmas Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan di Kab. Pati

Targethukumonline. Pati -Pengukuhan 24 Kepala UPTD Puskesmas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pati, dilaksanakan pada Sabtu (22/09) bertempat di Aula Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Pati.

Puskesmas dalam hal pelayanan kesehatan masyarakat harus diutamakan.

Hadir dalam acara pengukuhan tersebut, Bupati Pati Haryanto, Sekretaris Daerah Pati Suharyono, Kepala BKPP Pati Jumani, Asisten Ekbangkesra Edy Sulistiyono yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di Pati. Ia menegaskan, kemajuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pati berada di tangan pegawai Puskesmas.

"Apalagi setelah berubah menjadi BLUD, dan beberapa Puskesmas juga harus memberikan pelayanan selama 24 jam, maka para pegawai diharapkan memberikan pikiran dan tenaga sepenuh hati dalam memimpin puskesmas masing - masing dimanapun tempat bertugasnya," jelas tegas Bupati usai mengukuhkan para Kepala Puskesmas.

Lebih lanjut Haryanto mengatakan, adanya ketentuan mengenai puskesmas harus terakreditasi, juga merupakan sebuah tantangan tersendiri yang harus dilalui oleh para kepala UPTD Puskesmas.

"Termasuk juga kondisi yang kita ketahui bersama bahwa sistem jaminan sosial kesehatan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan, juga masih banyak menyimpan persoalan sehingga masyarakat akan bertumpu pada puskesmas kesehatan yang terbaik", imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar Kepala Puskesmas dan dokter berdomisili di tempat mana dia bertugas, sehingga dapat memaksimalkan kinerja dan pengabdian.

Selain itu, Bupati juga menghimbau, jika ada yang bertugas maupun kegiatan di luar daerah sehingga meninggalkan pekerjaan, hendaknya melakukan pendelegasian atau dapat dititipkan pekerjaan tersebut kepada bawahan.

"Terkait menempati rumah dinas, seperti kepala puskesmas dan camat, kapolsek, danramil, itu kan fasilitas khusus, beda dengan SKPD yang lain.

Maksud saya dengan ditempatinya rumah dinas tersebut, pelayanan akan menjadi lebih maksimal.

Jadi tidak perlu bolak - balik karena capek, selain itu, saya himbau agar tidak me- _mark up_-kan anggaran, dan dapat dipertanggungjawabkan sebaik - baiknya," tandasnya.

Bupati menjelaskan, sebab Puskesmas saat ini statusnya adalah BLU, yaitu dapat merencanakan dan menggunakan sendiri.

"Berbeda dengan status puskesmas zaman dulu yang harus menunggu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati," pungkasnya. ($.karno)
Share:

Pati Optimis Raih Sepuluh Besar Porprov XV Jateng di Solo

Targethukumonline. Pati - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pati Edi Buntoro menyatakan rasa optimisnya jelang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XV/2018 yang akan digelar pada 19 Oktober 2018 mendatang di Solo.

Atlet Pati siap mengharumkan nama kabupaten Pati.

"Pati optimis dapat meraih sepuluh besar dengan 30 Cabang Olah Raga (Cabor) yang lolos seleksi Pra Porprov, karena, di tahun 2013 saat di Purwokerto, Pati sudah masuk sebelas besar," terangnya di sela-sela acara pembinaan mental atlet Porprov Jateng di Pendopo Pati, Sabtu tgl (22/09/18).

Ketua Koni Edi Buntoro mengatakan,  dari sekian Cabor dan atlet yang dikirim,  yang lolos hanya sebanyak 30 Cabor dengan 261 atlet.

Pelatih dan pihak terkait, menurut Edi, akan berusaha untuk menempa lagi para atlet agar bisa masuk 10 besar.

"Sebab dari 30 cabor yang kita ikuti, 10 diantaranya merupakan cabang andalan Pati untuk Porprov Jateng, seperti Cabor senam, angkat berat, tarung derajat, panahan dan lainnya yang tidak bisa kita sebutkan semuanya," bebernya.

Kontingen yang dianggap berat, menurut Edi, ada tiga kabupaten yakni Solo, Semarang dan Purwokerto. "Meski demikian, kami yakin dari cabor unggulan yang dikirim akan dapat mencetak medali emas, perak dan perunggu," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua KONI juga meminta doa restu dari masyarakat Pati, agar bisa masuk 10 besar.

Dengan adanya pembinaan mental  ini, lanjut Edi, diharapkan para atlet  bisa lebih optimis jelang pertandingan dan juga dapat menambah peluang untuk bisa meraih apa yang diimpikan.

"Kami juga sudah melakukan monitoring ke Solo dan untuk reservasinya ternyata sudah dipersiapkan oleh pihak provinsi di salah satu hotel di kota tersebut," ungkapnya.

Meski secara resmi pagelaran akbar itu dibuka dan digelar di Solo, namun Edi menjelaskan, bahwa tidak semua cabor dipertandingkan di Solo, karena ada beberapa cabang yang harus dilakukan di luar Solo seperti voli, drumband, panahan dan lain sebagainya.

Ketua KONI pun menegaskan bahwa untuk kesiapan pemberangkatan kontingen Porprov Jateng XV/2018, pihaknya sejauh ini tidak mengalami kendala. "Itu karena budgetnya sudah memadahi," tandasnya. ($.darso)
Share:

Kabupaten Pati Dipercaya Menjadi Tuan rumah Lomba Gerak Jalan Tingkat Jateng

Targethukumonline. Pati - Untuk kesekian kalinya Kabupaten Pati dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat provinsi. Kali ini olah raga yang akan dilombakan ialah gerak jalan 28 km tingkat Jawa Tengah, Sabtu tgl (22/09/18).

Kab. Pati siap menjadi tuan rumah gerak jalan tingkat Jateng.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Sigit Hartoko menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Sumpah Pemuda (HSP).

"Rencananya akan diikuti oleh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, adapun pesertanya adalah para pemuda berusia antara 16-30 tahun yang merupakan perwakilan terbaik dari setiap kabupaten/Kota," imbuh Sigit di rapat kordinasi persiapan lomba gerak jalan 28 km, baru-baru ini di Aula Kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati.

Untuk pelaksanaan lomba gerak jalan sendiri, akan diadakan pada 4 Oktober 2018. "Start dari halaman Stadion Joyokusumo Pati pukul 06.00 WIB, kemudian mengarah ke SMK 3 Pati menuju arah Gembong untuk kemudian kembali lagi finish di Stadion Joyo Kusumo," terangnya.

Nantinya, selain gerak jalan, pihak panitia juga akan menyiapkan acara tambahan yakni jalan santai yang dapat diikuti oleh para pelajar dan peserta umum dan diakhiri dengan hiburan band lokal ternama.

"Mari kita ikuti dan dapatkan doorprize-nya," lanjut Sigit.

Ia pun menjelaskan bahwa lomba gerak jalan ini juga diadakan untuk menambah semangat persatuan berbagai komponen bangsa yang diwakili kaum muda untuk kembali merajut cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Jadi harapan kami, tak hanya sebuah momentum sejarah saja yang terus diperingati setiap tahunnya tapi lebih dari itu, kita dituntut untuk mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda agar rasa nasionalisme para pemuda dapat bangkit kembali," imbuhnya.

Menurut Sigit, keragaman merupakan suatu realitas dan bukan malah menjadi alasan untuk terpecah belah.

"Kami juga prihatin, kenyataan yang sering kita lihat justru bertolak belakang dengan makna dari Sumpah Pemuda.

Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya perkelahian antar pemuda, kekerasan antara pelajar, maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta remaja yang cenderung lebih suka memakai produk luar negeri," terangnya. ($.roy)
Share:

Jumat, 21 September 2018

Jelang Pilkades Serentak, Muspika Kecamatan Gabus Sosialisasi Tatib Balon Kades Sungingwarno

Targethukumonline. Pati - Menjelang pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2018 61 desa se Kabupaten Pati, desa Sunggingwarno adalah satu-satunya desa di Kecamatan Gabus yang rencananya akan menggelar pilkades tanggal 15 Desember mendatang.

Pembentukan panitia Pilkades desa Sunggingwarno.

Sehubungan dengan hal itu Muspika Gabus yang di pimpin oleh Camat Niken Savitri menuntuk melaksanakan sosialisasi pelaksanaan pilkades yang berlangsung di Kantor Balai Desa Sunggingwarno Pati, Jum'at tgl (21/09/18) pukul 14.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri Camat Gabus  didampingi Kasi Pemerintahan Rubiyanto, WaKapolsek Iptu Sudadi, Batituut Pelda Muslim, Babinsa Serda Kholis, Kepala Desa Sunggingwarno Kamini, Perangkat Desa, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat kurang lebih 65 orang.

Sambutan dari ketua BPD Rasmin SPd. MD mengatakan, “Desa Sungingwarno adalah salah satu desa yang akan melakukan pilkades yang akan digelar secara serentak pada hari Sabtu Wage tanggal 15 Desember 2018.

Sebagai data pemetaan anggaran dari pemerintah di kantor kependudukan Kabupaten Pati, “bahwa jumlah penduduk desa Sunggingwarno adalah 2.767 jiwa, terbagi dalam tiga dukuh yaitu Dukuh Gandong, Dukuh Karanganyar dan dukuh Sungingan.  Jumlah sementara data awal DPT 1.996.

Camat Gabus Niken Savitri dalam sambutannya, menyampaikan,” menindaklanjuti intruksi dari Bupati Pati bahwa akan di gelar pilkades serentak gelombang kedua masa jabatan Kepala Desa yang habis sampai dengan bulan Mei 2018 terdapat 61 desa dari 20 kecamatan se - Kabupaten Pati", hanya satu kecamatan yang tidak ada pengajuan yakni Batangan.

Desa Sunggingwarno adalah satu dari empat desa di kecamatan Gabus yang akan melaksanakan pecalonan pilkades yang telah direncakan. 

“Camat berharap dalam pelaksanaan  Pilkades nanti harus kompak antara panitia dan BPD serta seluruh penyelenggara tersebut, agar pelaksanaan Pilkades nanti berjalan aman sesuai dengan rencana.

"Oleh karena itu, hari ini dilakukan sosialisasi bersama untuk membentuk panitia penyelenggara, anggaran, dan teknis penjaringan yang diatur melalui Perda.

Kemudian, lanjut Camat, panitia Pilkades serentak juga akan dianggarkan setiap tahapan pemilihan. 

"Setiap desa akan memperoleh bantuan sebesar Rp. 15.000,- untuk membiayai kartu suara, kotak suara, honorarium panitia serta perlengkapan pemilihan lainnya", terang Niken Savitri.

Jika di lapangan nanti ditemukan kendala yang tidak diatur dalam regulasi ataupun belum tercantum di Peraturan Bupati (Perbup), maka menurut Camat, panitia boleh menerima dana dari sumber lain yang sah yakni PADes, calon, serta pihak lain.

"Dana yang didapat tidaklah sama, besarannya tergantung dari jumlah penduduk desa, semakin besar jumlah penduduknya maka bantuan keuangan yang diterima juga semakin besar sesuai dengan jumlah penduduk di desa tersebut," paparnya.

Camat Niken Savitri menegaskan bahwa itu adalah jumlah maksimal. "Jadi bisa juga desa menarik jumlah dibawahnya sesuai kebutuhan dan dalam batas kewajaran, terkait tentang kondusifitas, pihaknya sudah memberi perintah untuk melakukan pemetaan. 

Sesuatu hal yang dianggap rawan agar segera dilaporkan kepada  Muspika dan pengawas", tegasnya.

Hal ini di lakukan, bertujuan agar segera dilakukan langkah awal supaya desa tetap kondusif.
Hal itu mengacu pada Perda yang baru yakni Perda Nomor 9 tahun 2018. 

Sedangkan untuk inventarisir calon karena belum ada pendaftaran sebab ini baru tahap sosialisasi pembentukan panitia. Setelah itu, baru ada tahapan pendaftaran pemilih, penetapan calon dan lainnya,” pungkasnya.

WaKapolsek Sukolilo Iptu Sudadi mengatakan,”sehubungan dengan akan diadakannya 61 Pilkades serentak di kabupaten Pati yang salah satunya adalah desa Sunggingwarno, juga empat desa yang masuk wilayah Kecamatan Gabus yang ikut dalam fase pagelaran Pilkades serentak di Kabupaten Pati 15 Desember 2018.

Dalam hal ini tugas pokok polisi adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, perlindungan hukum, pengayom pelayanan masyarakat.

WaKapolsek juga mengatakan bahwa,” mari bersama antara komponen desa menggalakan kembali semangat kegotong royongan," ujarnya.

Adapun panitia juga menyampaikan bahwa di harapkan semua komponen desa Sunggingwarno dapat menjaga diri masing - masing karena momen tersebut bersamaan dengan penyelenggaran pileg, sehingga pelaksanaan pilkades di Sunggingwarno kondusif,” imbuhnya.


Syarat panitia Pilkades adalah warga ber KTP desa Sunggingwarno dan maksimal 40 orang, yang terdiri dari unsur perangkat desa, BPD, RT/RW dan tokoh masyarakat.

Adapun ketua panitia yang terbentuk ketua Mashadi SPd, Wakil ketua Wadiran, Bendahara Sumini, Sekretaris Moh. Fatroni, seksi keamanan Sutardi dibantu dari Polsek dan Koramil Gabus. ($.roy)
Share:

Kamis, 20 September 2018

Serah Terima Jabatan PLt Kades Desa Sugihrejo Gabus Pati

Targethukumonline. Pati -  Bertempat di whorkshop atau gedung balai desa Sugihrejo kecamatan Gabus kab. Pati, tepat pada pukul 08.00 WIB telah diadakan pisah sambut Kades Tri Setyanto SE yang mengundurkan diri untuk pra syarat sebagai Caleg salah satu partai telah digantikan oleh Sukarni SH yang saat ini menjabat sebagai Plt Kades desa Sugihrejo, Jum'at tgl (21/09/18).

Serijab PLt Kades Desa Sugihrejo kec. Gabus Pati.

Hadir dalam acara tersebut Camat Gabus Drs. Niken Savitri, Danramil Gabus, Rubiyanto Kasi Pemerintah, WaKapolsek Gabus Iptu Sudadi, Babinsa Serda Sakiran, BPD, RT/RW dan warga  atau tokoh masyarakat desa Sugihrejo.

Sambutan dari Camat Gabus Drs Niken Savitri, bahwa tujuan pergantian kades yang akan diisi Plt agar proses pemerintahan dan pelayanan terhadap  warga desa Sugihrejo tetap berjalan dengan normal.

Semoga seluruh perangkat pemerintahan dan segenap warga desa Sugihrejo bisa menerima Sukarni sebagai Plt Kades yang telah mengundurkan diri untuk mengikuti pemilihan anggota legislatif dari dapil 5 dari partai bulan bintang.

Agar pelayanan bisa tetap maksimal seluruh perangkat desa bisa membantu plt Sukarni karena yang bersangkutan harus membagi waktu kerja didesa Sugihrejo dan kecamatan Gabus Pati.

Adapun sambutan dari WaKapolsek Gabus Iptu Sudadi semoga kedepannya desa Sugihrejo menjadi lebih maju, dan virus kebaikan yang sudah ditebar Kades Tri Setyanto, SE menjadi motivasi warga untuk tetap membangun dan mengabdi kepada desa Sugihrejo. Semoga tujuan baik H. Tri Setyanto, SE bisa tercapai dan mampu mewujudkan aspirasi masyarakat. ($.roy)
Share:

Rabu, 19 September 2018

Jelang Pilkades Serentak, Muspika Sukolilo Sosialisasi Tatib Balon Kades Tompegunung

Targethukumonline. Pati - Menjelang pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2018 61 desa se Kabupaten Pati, desa Tompegunung  adalah satu-satunya desa di kecamatan Sukolilo yang rencananya akan menggelar pilkades tanggal 15 Desember mendatang.

Persiapan pembentukan panitia Pilkades di desa Tompegunung.

Sehubungan dengan hal itu Muspika Sukolilo yang di pimpin oleh Camat Supeno menindklajuti intruksi dari bupati Pati untuk melaksanakan sosialisasi pelaksanaan pilkades yang berlangsung di Kantor Balai Desa Tompegunung Kecamatan Sukolilo Pati, Selasa tgl (18/09/18) pukul 10.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri Camat  Sukolilo Supeno didampingi Kasi Pemerintahan, Kapolsek AKP Supriyono, Danramil Sukolilo, Plt  Kepala Desa Tompegunung Partono, Perangkat Desa, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat kurang lebih 75 orang.

Sambutan PJ Partono mengatakan, “Desa Tompegunung adalah desa satu-satunya desa yang akan melakukan pilkades yang akan digelar secara serentak pada hari Sabtu Wage tanggal 15 Desember 2018.

Sebagai data pemetaan anggaran dari pemerintah di kantor kependudukan Kabupaten Pati, “bahwa jumlah penduduk desa Tompe gunung adalah 3.753 jiwa, terbagi dalam tiga dukuh yaitu dukuh Gelur, dukuh Doriyo dan dukuh Jrakah, jumlah sementara data awal DPT 2.711.

Camat Sukolilo Supeno dalam sambutannya, menyampaikan, menindaklanjuti intruksi dari Bupati Pati bahwa akan di gelar pilkades serentak gelombang kedua masa jabatan Kepala Desa yang habis sampai dengan bulan Mei 2018 terdapat 61 desa dari 20 kecamatan se - Kabupaten Pati".

Hanya satu kecamatan yang tidak ada pengajuan yakni kec. Batangan, desa Tompegunung adalah satu-satunya desa di Kecamatan Sukolilo yang akan melaksanakan pecalonan pilkades yang telah direncakan.

“Camat berharap dalam pelaksanaan  Pilkades nanti harus kompak  antara panitia dan BPD serta seluruh penyelenggara tersebut, agar pelaksanaan Pilkades nanti berjalan aman sesuai dengan rencana.

"Oleh karena itu, hari ini dilakukan sosialisasi bersama  untuk membentuk panitia penyelenggara, anggaran, dan teknis penjaringan yang diatur melalui Perda.

Kemudian, lanjut  Camat, panitia Pilkades serentak juga akan dianggarkan setiap tahapan pemilihan. 

"Setiap desa akan memperoleh bantuan sebesar Rp. 15.000,- untuk membiayai kartu suara, kotak suara, honorarium panitia serta perlengkapan pemilihan lainnya," terang Supeno.

Jika di lapangan nanti ditemukan kendala yang tidak diatur dalam regulasi ataupun belum tercantum di Peraturan Bupati (Perbup), maka menurut Camat, panitia boleh menerima dana dari sumber lain yang sah yakni PADes, calon, serta pihak lain.

"Dana yang didapat tidaklah sama, besarannya tergantung dari jumlah penduduk desa, semakin besar jumlah penduduknya maka bantuan keuangan yang diterima juga semakin besar sesuai dengan jumlah penduduk di desa tersebut, paparnya.

Camat menegaskan bahwa itu adalah jumlah maksimal, jadi bisa juga desa menarik jumlah dibawahnya sesuai kebutuhan dan dalam batas kewajaran.

Terkait tentang kondusifitas, pihaknya sudah memberi perintah untuk melakukan pemetaan. 

Sesuatu hal  yang dianggap rawan agar segera dilaporkan kepada Muspika dan pengawas", tegasnya.

Hal ini di lakukan, bertujuan agar segera dilakukan langkah awal supaya desa tetap kondusif, hal itu mengacu pada Perda yang baru yakni Perda Nomor 9 tahun 2018.

Sedangkan untuk inventarisir calon   karena belum ada pendaftaran sebab ini baru tahap sosialisasi pembentukan panitia. 

Setelah itu, baru ada tahapan pendaftaran pemilih, penetapan calon dan lainnya,” pungkasnya.

Kapolsek Sukolilo AKP Supriyono mengatakan, sehubungan dengan akan diadakannya 61 Pilkades serentak di kabupaten Pati yang salah satunya adalah Desa Tompe gunung, satu satunya desa yang masuk wilayah kecamatan Sukolilo yang ikut dalam fase pagelaran Pilkades serentak di Kabupaten Pati 15 Desember 2018.

Dalam hal ini tugas pokok polisi adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, perlindungan hukum, pengayom pelayanan masyarakat.

Kapolsek juga mengatakan bahwa, mari bersama antara komponen desa menggalakan kembali semangat kegotong royongan," ujarnya.

Supriyono juga menyampaikan bahwa di harapkan semua komponen desa Tompegunung dapat menjaga diri masing - masing karena momen tersebut bersamaan dengan penyelenggaran pileg, sehingga pelaksanaan pilkades di Tompegunung kondusif,” imbuhnya.

Kemudian Ketua BPD memimpin pembentukan panitia Pilkades, syarat panitia Pilkades adalah warga ber KTP desa Tompe gunung dan maksimal 40 orang yang terdiri dari unsur perangkat desa, BPD, RT/RW dan tokoh masyarakat. ($.diman)
Share:

Selasa, 18 September 2018

Bati Wanmil Koramil Dukuhseti Motivasi Semangat Belajar RA Matholiul Huda

Targethukumonline. Pati - Koramil 10 Dukuhseti jajaran kodim 0718 Pati yang ada dikecamatan Dukuseti kabupaten Pati yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pembinaan kemampuan dan kekuatan, menyelenggarakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan wilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok kodim 0718 Pati, Rabu tgl (19/09/18).

Pelda Nurkhamid & Serka Suwawi memberikan motivasi di RA Raudlotul Afdal.

Bati Wanmil Pelda Nurkhamid didampingi Babinsa desa Bakalan Serka Suwawi memberikan pengarahan anak sekolah RA (raudlotul adfal) desa Bakalan yang intinya adalah mengenalkan tugas pokok TNI diwilayah, letak kantor koramil dan melatih anak untuk hidup sehat serta mengenalkan Pancasila sebagai Dasar Negara.

RA (raudlotul adfal) dengan kepala sekolah ibu Siti Masamah SPd menjelaskan bahwa kedatangan anggota tentara sangat diharapkan karena ingin mengenal lebih dekat dengan pak TNI pada umumya agar anak didiknya mempunyai karakter yang tegas serta tahan uji disegala cuaca dan medan.

”Kami mewakili guru RA dan wali murid sangat menerima kedatangan bapak TNI sebagai motivasi anak didik kami agar mengenal lebih dekat serta mengajak agar anak kami yang bercita cita ingin menjadi TNI dimasa yang akan datang dan ikut senang karena anak kami berani bergabung dengan TNI serta antusias menerima pengarahan pak tentara dan juga kami mohon pak tentara selalu hadir disekolah kami," jelasnya.

Pelda Nurkhamid Bati Wanmil dan Babinsa Serka Suwawi mengucapkan terima kasih sudah diterima di RA Matholiul Huda semoga kedepan kita diberikan kesehatan agara bisa selalu silaturrohmi untuk membantu mencerdaskan kehidupan anak bangsa terutama yang ada di RA mathoili’ul huda desa Bakalan.

Karena kedepannya tantangan akan lebih berat terutama menyiapkan mental generasi muda yang akan datang, sebagai generasi penerus Bangsa yang mandiri. ($.khamid)
Share:

Batuud Koramil Wedarijaksa Laksanakan Apel Pagi Wujud TNI AD Dalam Keberhasilan Pertahanan Teritorial

Targethukumonline. Pati - Anggota Koramil 07 Wedarijaksa melaksanakan apel pagi di Kantor Koramil di pimpin Batuud 07 Wedarijaksa untuk mengawali kegiatan hari ini, Selasa tgl (18/09/18).

Anggota Koramil Wedarijaksa siap dalam mengemban setiap tugas.

Kegiatan apel bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengecekan anggota serta untuk memberikan arahan dan penekanan kepada para anggota agar dalam pelaksanaan tugas yang dilaksanakan penuh rasa tanggung jawab.

Selaku wakil Danramil, menyampikan perintah Danramil dalam mengambil apel memberi penekanan kepada para Babinsa agar mewaspadai hal-hal menonjol di wilayahnya dan perkembangan situasi (Bangsit), karena Babinsa adalah ujung tombak sebagai mata dan telinga satuan Komando kewilayahan TNI-AD.

Setelah melaksanakan apel pagi seluruh anggota melaksanakan pembersihan, sebagai wujud cermin satuan wilayah teritorial.

Seperti penekanan Komandan Kodim 0718 Pati Letnan Kolonel Inf Arief Darmawan Sos "semua kegiatan yang kita laksanakan Tuhan sudah tahu, namun dunia harus dikasih tahu sebagai pertanggung jawaban anggaran yang kita terima dari rakyat," tegas Dandim.

Dalam kesempatan itu Batuud Koramil 07 Wedarijaksa menyampaikan bahwa Koramil 07 Wedarijaksa merupakan bagian wilayah teritorial yang berbatasan laut pantai utara, sehingga diperlukan kesiapan serta deteksi dini yang lebih mantap.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah rutinitas di dalam satuan demi koordinasi dengan seluruh anggota yang terlibat dalam setiap kegiatan yang ada, karena ruh dan semangat untuk setiap kegiatan yaitu melalui koordinasi dengan pucuk pimpinan masing-masing satuan tugas. ($.roy)
Share:

Tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Kosong, Pemkab Pati Gelar Seleksi Terbuka

Targethukumonline. Pati - Untuk mengisi posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengadakan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang mulai diumumkan pada Selasa (18/09/18).

Seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama telah dibuka.

Sedangkan pendaftaran akan dimulai pada Kamis, 20 September 2018.
Seleksi yang digelar oleh panitia seleksi terbuka Kabupaten Pati ini, diperuntukkan mengisi tiga jabatan yang kosong, yaitu Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Pati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono selaku Ketua Pansel mengatakan, pendaftaran seleksi akan diumumkan dan dimulai 20 September serta ditutup pada Selasa, 2 Oktober 2018.

Adapun syarat peserta untuk mengikuti seleksi ini, diantaranya ASN yang berusia maksimal 56 tahun, minimal memiliki pangkat Pembina atau Golongan IVa, minimal dua tahun mendukuki jabatan struktural administrator atau jabatan fungsional ahli madya serta memiliki pengalaman jabatan dalam bidang atau fungsi yang terkait.

Khusus untuk posisi Kepala Dinas Kesehatan, dibutuhkan kualifikasi pendidikan S1/D-IV bidang kesehatan.

"Seleksi terbuka jabatan tinggi pratama ini tidak hanya berlaku bagi PNS di Kabupaten Pati saja, tapi terbuka bagi PNS se Jawa Tengah yang memenuhi seluruh syarat dari panitia," terang Suharyono.

Ia menambahkan, tiap calon peserta seleksi hanya bisa mendaftarkan satu posisi jabatan saja. Selain itu, masing- masing jabatan diikuti oleh minimal empat peserta yang lolos tahapan seleksi administrasi. "Dalam seleksi ini nanti jumlah pesertanya minimal ada 12 peserta.

Kalau salah satu jabatan yang dilamar kurang dari empat, maka seleksi untuk jabatan itu harus ditunda," tegas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala DPU Pati.

Selain diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Ir Suharyono, MM, Panitia seleksi JPTP ini juga beranggotakan Kepala BKPP Drs Jumani, M.Si, serta akademisi dari UNS Surakarta Ir Ari Setiawan Msc (Eng), PhD, Tuhana SH Msi dan Dwi Sapardiyono yang merupakan pakar pemerintahan di Kabupaten Pati.

Suharyono berharap, dari seleksi terbuka ini akan terpilih kandidat pimpinan tinggi pratama yang mampu menghasilkan inovasi bagi OPD, dan bisa mendukung program kerja Bupati Pati.

"Nantinya tiga kandidat terbaik dari tiap jabatan akan kami serahkan pada Bupati untuk dipilih dan dimintakan rekomendasi oleh Komisi ASN di Jakarta," tandasnya.

Informasi selengkapnya pendaftaran seleksi terbuka ini, akan dikirimkan pansel ke setiap OPD di Kabupaten Pati atau dapat mengunjungi website BKPP Kabupaten Pati bkpp.patikab.go.id. Pengumuman ini juga akan dikirimkan ke seluruh OPD di Kabupaten Pati serta kabupaten dan kota se-Jawa tengah. ($.roy)
Share:

Minggu, 16 September 2018

Dandim Pati Turut Kampanyekan Pemberian Obat Pencegahan Massal

Targethukumonline. Pati - Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos. menghadiri acara "Kampanye Pemberian Obat Pencegahan Massal", yang di gelar oleh Pemerintah Kabupaten Pati dengan melakukan pemberian obat pencegahan massal (POPM) kepada masyarakat, Minggu tgl (16/09/18).

Pemberian obat pencegahan masal sangat penting untuk mengetahui sakit sejak dini.

Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Bupati Pati menyusul masuknya bulan pencanangan Eliminasi kaki gajah (filariasis) yang digelar secara nasional sejak 1 hingga 30 Oktober 2018.

Rencananya kegiatan POPM tersebut akan di lakukan secara serentak diseluruh Kecamatan, dengan tujuan menyelamatkan masyarakat dari penularan penyakit yang membahayakan diantaranya penyakit kaki gajah.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pati Haryanto S.H., M.M., M.Si. mengatakan, "Melalui pencanangan  yang dirangkai dengan pemberian obat  pencegahan massal ini diharapkan masyarakat Kabupaten Pati benar-benar akan terbebas dari penyakit kaki gajah,” kata Haryanto.

Haryanto juga menambahkan, untuk menjangkau target sasaran dalam pemberantasan penyakit itu diperlukan sosialisasi secara berantai, terutama peran Dinkes setempat melalui Puskesmas yang tersebar ditiap kecamatan untuk mengejar sasaran tersebut.

“Sebelum melakukan POPM itu, pihak medis terlebih dahulu memberikan pengertian kepada  masyarakat atas manfaat obat tersebut. 

Sehingga masyarakat banar banar mengetahui dan sadar betapa pentingnya pemberian obat pencegahan penyakit yang harus di antisipasi sejak dini,” tandasnya.

"Terkait hal tersebut, tidak hanya peran Dinkes maupun Puskesmas, peran Camat dan Kepala Desa merupakan garda terdepan diwilayahnya untuk bisa menghimbau masyarakat di lingkungannya untuk berpartisipasi mensukseskan kegiatan tersebut," pungkas Bupati. ($.Wn)
Share:

OAM Menghibur Masyarakat Desa Margorejo Pati

Targethukumonline. Pati - Siapa yang tidak kenal dengan legenda Grup musik OAM yang sudah malang melintang di dunia hiburan kota Pati dan sekitarnya. Group band yang identik dengan musik Iwan Fals ini sangat digandrungi oleh remaja-remaja kota Pati, Kudus, Rembang, Grobogan dan kota lainnya, Minggu tgl (16/09/18).

Om Edi vokalis band OAM yang selalu menghibur masyarakat kota Pati.

Group Band OAM yang digalangi oleh Edi sebagai vokalis, Drum mas Hang Teo, Bass mas Bayu, melodi Dody, keibord Tejo, biola mas Dwi Bawonek, bersama di dukung oleh audio RYu soundsystem telah merajai dunia musik hampir dua dekade terakhir ini.

Banyaknya pengemar yang tergabung dalam berbagai wadah seperti HBHD hidup bersama harus dijaga yang di isi oleh para kawula muda dan remaja dari Tayu ini kemanapun OAM live show pasti hadir sebagai bentuk apresiasi atau cinta dengan warna musik yang selama ini mengusung kedamaian sebagai orang Indonesia.

Dalam rangka HUT karang taruna Laskar Karijah desa Margorejo RW 2 kecamatan Margorejo kabupaten Pati dan di dukung penuh oleh seluruh warga dan masyarakat setempat dengan dana dari iuran para panitia maupun masyarakat khususnya RW 02 mampu menghadirkan group fenomenal diblantika musik kota Pati yang mengusung genre musik dan lagu - lagu dari Iwan Fals.

Acaran HUT yang di adakan tiap tahun untuk memperingati hari jadi karang taruna laskar karijah, menurut keterangan dari ketua karang taruna laskar karijah Fatkhur Rofi,i kegiatan ini memang kita adakan tiap tahun dan acarapun berjalan dengan meriah lancar dan kondusif.

Pemotongan tumpeng oleh ketua panitia dan sambutan Kades Nabiyanto SH.

Dengan dibantukan dari keamanan sendiri dari jajaran Polsek Margorejo dan Koramil Margorejo acarapun berjalan lancar sampai selesai hingga pukul 16.30 WIB.

Salah satu anggota dari karang taruna laskar karijah Wulan saat di temui wartawan mengatakan saya senang dengan adanya acara HUT karang taruna seperti ini bisa menghibur masyarakat banyak dan acarapun berjalan dengan baik dan sukses," ujarnya.

Adapun sambutan dari Kades Margorejo Nabiyanto SH menyampaiakan bahwa semangat bulan Muharram 1440 H ini menjadi refleksi diri untuk terus belajar tentang keikhlasan dan kesabaran untuk terus berkarya dan berbagi kebahagiaan dan kabaikan agar kerukunan warga terus terjalin sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT," imbuhnya.

HBHD Hidup Bersama Harus Dijaga menjadi falsafah hidup para pecinta OAM.

Kedepannya khususnya masyarakat desa Margorejo mampu memberikan inspirasi dan semangat untuk selalu menjaga keutuhan NKRI melalui musik dan keluhuran akhlak dan martabat manusia dalam sendi - sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. ($.tikno)
Share:

Sabtu, 15 September 2018

Kompak, Masyarakat Pati Ikuti World CleanedUp Day di Pasar Puri

Targethukumonline. Pati - Gerakan Pungut Sampah Sedunia atau dikenal World CleanedUp Day yang diperingati hari ini (15/09) juga diselenggarakan di Kabupaten Pati. 

Guyup rukun mujudake kota Pati bebas sampah.

Berlokasi di Pasar Puri Pati, even ini bertemakan Guyub Rukun Saiyeg Saeko Proyo Mujudake Pati Bebas Sampah.

Kegiatan WCD ini didasarkan pada UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 7 tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah serta surat Sekretaris Daerah Provinsi Jateng nomor 660.1/0013107 tentang dukungan kegiatan World CleanedUp Day 2018.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pati, Wakil Bupati, Kapolres, Forkompimda, OPD, Sekolah adiwiyata Kabupaten Pati, Karang Taruna, Saka Kalpataru, serta komunitas - komunitas di Kabupaten Pati.

Kurang lebih 3.000 peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan sampah di area pasar Puri.

Bupati Pati Haryanto dalam kegiatan tersebut menyampaikan tujuan penyelenggaraan acara ini, yaitu mempersatukan masyarakat Kabupaten Pati dari berbagai latar belakang yang berbeda - beda untuk meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah di Pati.

Bupati mengatakan, kegiatan ini untuk menjawab tantangan bahwa masyarakat kabupaten Pati adalah masyarakat yang kompak dan peduli terhadap lingkungan.

"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial saja, akan tetapi dapat menggerakkan masyarakat dari berbagai elemen bahwa sampah itu menjadi persoalan kita bersama. 

Bahkan tidak hanya menjadi masalah di daerah namun juga masalah di dunia," jelas Bupati usai lakukan kegiatan pungut sampah.

Lanjut Bupati, hal ini begitu penting, karena jika di Pati saja dalam sehari petugas bersih - bersih tidak bekerja, sampah sudah pasti akan sangat berserakan.

Oleh karena itu, Bupati menghimbau agar masyarakat jangan mengandalkan petugas kebersihan yang ada saja, tetapi diri sendiri juga harus peduli.

"Oleh karena itu, kita adakan tempat sampah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tujuannya adalah untuk menghimpun dan mengelola sampah," imbuhnya.

Ditambahkan oleh Bupati bahwa pemilihan lokasi kegiatan sudah pas, karena di tahun 2014, Pasar Puri pernah mendapat gelar sebagai Pasar Terbaik Nasional.

Menurutnya, kegiatan seperti jangan sebagai label saja, tapi juga implementasinya juga, seperti di sekolah misalnya, yang saat ini sudah ada bank sampah.

"Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, kita gerakkan anak - anak kita,  jangan hanya seremonial, tetapi mari kita bersama - sama membantu membersihkan.

Mari bersama - sama semoga kegiatan ini menjadi contoh dan bagi dinas - dinas terkait agar saling bahu membahu menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Kabupaten Pati," pungkasnya. ($.zaenuri)
Share:

Kamis, 13 September 2018

Komunitas Pajero Indonesia Kudus, P11 Muria Raya Ikuti Kopdarnas V di Jawa Timur

Targethukumonline. Kudus - Komunitas pengguna mobil Mitsubishi Pajero atau Pajero Indonesia ONE ( P11 ) Muria Raya, ikuti Kopdarnas V di Jawa Timur Pajero Indonesia ONE Chapter Muria Raya.

Berangkat sejak hari Jumat (07/09) siang, dari basecamp di bumi rendeng baru (BRB) Kudus, 15 anggota PI1 Muria Raya turut berpartisipasi mengikuti kegiatan touring yang kali ini menjadi spesial karena dilaksanakan dalam rangka perayaan HUT Pajero Indonesia ONE ke 5 dan HUT Kemerdekaan RI ke 73.
                    
Ketua P11 Suwardi Wongso sebelum pemberangkatan kontingen mengatakan," Kami sudah sering mengikuti touring yang digelar oleh PI1, sebelum ini kami ikut di Jakarta dan terakhir di Pulau Karimunjawa.

One P11 Muria Raya ikuti Kopdarnas V Jawa Timur.
           
Rencana setiba di Surabaya  kami akan lakukan gala dinner dilanjut ke Marinir, bakti sosial dan puncaknya nanti di Bromo," ujarnya."
                      
Di jelaskan lebih lanjut oleh Suwardi bahwa keberadaan klub ini adalah untuk mempertebal persaudaraan, guyub rukun dan kegiatan sosial.“ Bagi kami PI1 merupakan ajang silaturahmi para anggota klub Pajero di wilayah ini," ungkapnya."
                       
Sementara Margo Waluyo penasehat satu Pajero Indonesia ONE ( P11 ) chapter Muria Raya yang juga pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Kudus di dampingi anggota komunitas Pajero Indonesia ONE (P11) Muria Raya saat memberikan rountdown kegiatan Kopdarnas V kepada media mengatakan bahwa acara digelar Sabtu hingga Ahad atau Minggu.

Diperkirakan dalam kegiatan ini akan diikuti lebih dari 300 Mitsubishi Pajero dari berbagai varian, berbagai chapter PI1 di Jawa dan Sumatera.
                       
“Pagi kita berangkat dan sampai di rest area Kartosuro, setelah itu kita akan bersama-sama berangkat ke Surabaya dengan chapter-chapter yang lain seperti, Bandung Raya, Bogor Raya, Jakarta Raya, Semarang Raya, Solo Raya dan Jogist atau Jogya Istimewa," terangnya."
                         
“Nanti akan terkumpul sekitar 350 an kendaraan yang akan kita tunggu dari chapter Brawijaya atau Surabaya di rest area 725, dan di tempat ini akan di lakukan pemecahan rekor Muri," jelasnya."
                          
Usai kegiatan di wilayah chapter Brawijaya para peserta atau rombongan PI1 bergerak menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kegiatan di Bromo selain untuk menikmati keindahan alam juga untuk membuat formasi HUT PI1 ke 5. Destinasi yang dikunjungi adalah melihat sunrise di pananjakan, kawah bromo, pasir berbisik dan savana.
                           
Segenap anggota PI1 chapter Muria Raya nampak sangat antusias untuk berpartisipasi mengikuti tur ini, sepeti yang  dikatakan oleh salah satu anggota P11 Muria Raya yang juga Asisten 1 bidang Pemerintahan Sekda Kudus, Agus Budi Satrio," Saya merasa menyesal tidak dapat mengikuti acara ini karena ada agenda kegiatan Pemkab yang tidak bisa di tinggalkan.

"Besok ada even Haornas, saya tentu saja tidak bisa meninggalkan acara tersebut, karena akan melibatkan banyak OPD dan warga Kudus dalam peringatan tersebut," ujarnya." ($.karno)
Share:

PDI Perjuangan Kudus Solid Dukung Jokowi - KH. Ma'aruf Amin

Targethukumonline. Kudus - Sebagai bentuk dukungan terhadap Jokowi - KH Ma'ruf Amin, jajaran PDI Perjuangan Kudus terus melakukan konsolidasi. Setelah konsolidasi di kantor DPC PDI Perjuangan, kini konsolidasi di lakukan di tingkat PAC secara bergantian di 9 Kecamatan diikuti seluruh ranting yang ada di Kecamatan.

DPC PDIP siapkan kader partai di setiap ranting dan PAC.

Salah satu di antaranya seperti konsolidasi PAC kecamatan Jati yang di lakukan di rumah milik kader PDI Perjuangan di desa Pasuruan, bertujuan untuk mengenalkan, mendekatkan langsung caleg kepada kader dan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi yang ada.
                
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus sekaligus ketua DPRD Kudus Yusuf Roni mengatakan bahwa konsolidasi ini bermakna bahwa pergerakan  mesin partai benar-benar bekerja dan bisa di andalkan, karena partai adalah mesin utama dalam pemenangan.

Bersamanya waktu pileg dan pilpres,di harapkan figur Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan mampu untuk mendongkrak perolehan suara PDI Perjuangan dalam pileg," tegasnya."
                    
Di tambahkan Yusuf, konsolidasi ini sepenuhnya di bawah kendali ketua DPC PDI Perjuangan  Kudus Dr. H Musthofa SE, MM yang kini aktif berkantor di DPC PDI Perjuangan, menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat paling bawah," jelasnya."
                    
Sementara H Musthofa yang terlihat memimpin konsolidasi, menyatakan berterima kasih atas kekompakan dan gotong royong yang dilakukan struktur partai dan kader partai."Kekompakan merupakan modal besar untuk meraih kemenangan yang di harapkan dan harus terus terjaga," tegasnya."
                     
Selain konsolidasi secara internal, ke depan juga akan dilakukan pembentukan tim kampanye bersama dengan partai koalisi Indonesia kerja dan koordinasi dengan relawan yang terbentuk untuk sinergitas gerakan dan langkah-langkah pemenangan Jokowi - KH Ma'ruf Amin. ($.darso)
Share:

Warga Desa Sonorejo Sambut Gembira Bantuan Air Bersih

Targethukumonline. Pati - Kekeringan yang disebabkan musim kemarau, kembali melanda disejumlah daerah di wilayah Koramil 05 Jakenan. Salah satunya Desa Sonorejo Dukuh Ngasinan, Kec. Jakenan kabupaten Pati. 

Serka Nur Kamid tanpa kenal lelah menyalurkan bantuan air bersih di desa yang kekeringan.

Dampak dari kekeringan tersebut, menyebabkan tanah mengering dan tandus, sehingga berbagai tanamanpun mati.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, para warga hanya mengandalkan air sumur yang mulai menyusut airnya, itupun sebagian besar sumur warga sudah mulai mengering.

Tidak hanya itu, mereka juga harus bersabar karena banyaknya antrian warga yang membutuhkan air bersih, Kamis tgl (13/09/18).

Relawan dari BKK Kec. Jakenan Kab. Pati yang dipimpin langsung oleh Kepala BKK Jakenan Ratman menyalurkan bantuan air bersih satu tangki berisi 5000 liter untuk sumber kehidupan warga di Desa Sonorejo.

Dengan bantuan yang diberikan, diharapkan bisa membantu warga setempat untuk mendapatkan air bersih tanpa harus berlama-lama mengantri.

"Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada BKK Kec. Jakenan. Semoga Allah melimpahkan harta dan keberkahan disetiap kehidupan para donatur. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ungkap Supadi, Kadus Ngasinan Desa Sonorejo.

Babinsa desa Sonorejo, Serka Nur Kamid yang membantu penyaluran bantuan air bersih mengatakan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk keperluan sehari-hari, untuk memasak mandi dan sebagainya. ($.koco)
Share:

Blog Archive