Selasa, 30 Oktober 2018

Agus Suprianto Caleg Partai Berkarya Berpartisipasi GOTAP

Targethukumonline. Pati - Berkarya sesuai dengan hati nurani adalah suatu proses menuju kebaikan untuk saling berbagi, tidak bisa dipungkiri kawasan Kampus Kehidupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, menjadi daya tarik tersendiri dengan berbagai program yang ada, baik pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Pohon (GOTAP) saat ini, Selasa tgl (30/10/18).

Mas Agus Suprianto & ketua FWP maju bersama membangun negeri.

Gerakan tersebut dimotori Forum Wartawan Pati (FWP) bersama Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Penegak yang berpangkalan di kampus tersebut.

Beliau meluangkan waktu mendatangi kawasan kampus kehidupan, adalah Agus Suprianto, salah seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Berkaraya untuk daerah pemilihan (Dapil) Pati IV.

Yakni, Jakenan, Jaken, Pucakwangi, dan Winong yang menyisihkan perhatian dan kepeduliannya terhadap gerakan yang dimotori para wartawan di Pati itu.

Jika dirinya menaruh simpati, kata dia, hal itu karena terdorong kepeduliannya bahwa gerakan yang baru kali pertama di Pati ini, pada tahapan berikutnya bisa diikuti munculnya kepedulian yang lain. 

Sebab, hal itu merupakan salah satu bentuk pengorbanan oleh kelompok orang-orang yang terbebas jauh dari imbalan, melainkan benar - benar tuntutan bahwa alam dan lingkungan itu membutuhkan keseimbangan.

Atas pertimbangan dan pemikiran itu, mas Agus Suprianto harus merasa ikut peduli meskipun dalam bentuk partisipasi untuk menjadi orang tua asuh pohon yang ternyata benar-benar sudah disiapkan betul dari hulu ke hilir.

''Untuk tahap awal ini, beliau hanya mampu berpartipasi untuk mengasuh 5 batang pohon,'' ungkapnya.

Dengan demikian, hal itu sama saja setara dengan nominal Rp 500.000 yang sudah dimandatkan penanamannya kepada pemprakarsa.

Mengingat sampai saat ini cuaca masih jauh dari datangnya musim penghujan, maka pelaksanaan gerakan tanam disarankan untuk tidak buru-buru karena tumbuhnya tanaman baru itu bila pada tahap awal ketersediaan airnya yang cukup, pada saat memasuki masa laboh atau penghujan.

Apalagi, gerakan ini akan berlangsung hingga enam bulan ke depan jika dimulai bulan ini, tapi bila mulai tanam setelah menunggu turunnya hujan, hal itu bisa sekitar pertengahan November mendatang.

Sehingga gerakan tanamnya akan berlangsung hingga pertengahan April 2019 mendatang, dan mas Agus Suprianto melihat persiapan ini benar-benar sudah maksimal.

Untuk bibit yang akan ditanam dari jenis pohon gaharu juga sudah siap, pembuatan lubang juga sama meskipun jumlahnya sesuai informasi baru untuk 250 batang.

Selain itu ada pula penyiapan pagar pengaman (kerodong), dan juga botol-botol yang dikemas model infus untuk penyiraman juga sudah tersedia.

Itu artinya, semangat untuk memujudkan gerakan ini sebagai gerakan alternatif dalam menanam pohon sebagai penyeimbang lingkungan kawasan TPA adalah hal yang menimbulkan ketertarikannya.

''Karena itu, jika kami ikut berpartisipasi meskipun tidak dalam jumlah besar, semua adalah tergantung niat sebagai caleg baru yang ingin ikut sedikit berbuat nyata, sehingga bukan hanya sekadar kampanye belaka,'' katanya.

Kami memang belum teruji, kami memang belum terbukti tetapi kami punya motivasi, untuk lebih berkarya yang lebih baik membangun negeri dengan program program yang telah ada selama ini," tutupnya. (Andik)
Share:

Adek Rika Penderita Kelenjar Getah Bening Dari Mulyoharjo Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Targethukumonline. Pati - Komunitas X-Trail Kabupaten Pati Jawa Tengah melakukan penggalangan dana terhadap adik Rika (13) warga desa Mulyoharjo RT 07 RW 02 kecamatan Pati kabupaten Pati Jawa Tengah yang menderita penyakit Kelenjar Getah Bening (KGB).

Adek Rika terkulai tak berdaya menahan sakit yang luar biasa.

Rika yang masih duduk dibangku SMP dan menderita KGB sejak 1 tahun itu diberikan bantuan oleh Komunitas X-Trail karena dianggap tidak mampu dalam melakukan pengobatan.

Eko, salah satu warga desa Mulyoharjo dan juga sebagai Koordinator X-Trail Pati mengatakan bahwa penggalangan dana terhadap adik Rika itu dianggap tidak mampu dalam melakukan pengobatan medis penyakit yang diderita.

Adek Rika selama ini dalam melakukan pengobatan selalu berharap uluran tangan dan bantuan dari para donatur, karena dari keluargan tergolong tidak mampu bahkan untuk makan sehari-hari pun hanya mengandalkan ayahnya dari mengayuh becak sehari hari yang kadang kala penumpangpun sepi," ungkapnya Selasa (30/10/18).

Menurutnya, Anak dari pasangan Juki dan Tri, yang merupakan dari kalangan keluarga yang tidak mampu itu juga selama ini selalu berharap ada perhatian dari pihak-pihak terkait termasuk dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk peduli dan bisa membantu dalam mengobati Rika yang saat masih terkulai lemas tak berdaya di rumah sakit (RS) Karyadi Semarang.

"Saat ini Rika menjalani kemo terapi di RS Karyadi Semarang, hanya saja dari pihak keluarga berharap ada bantuan supaya bisa meringankan beban keluarga," jelas Eko.

Kata Dia, Kondisi Rika saat ini sangat memprihatinkan, sebab selain sebelumnya terjadi keterlambatan dalam penanganan di rumah sakit (RS) Karyadi Semarang, dari pihak keluarga juga terbentur dengan biaya pengobatan yang terbilang sangat mahal, apalagi untuk pelayanan kesehatan yang digunakan hanya menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Untuk bantuan yang baru mengalir sementara ini dari masyarakat dan karang taruna setempat, sejumlah pemilik konter di Pati, dan Komunitas X-Trail Pati, tapi dari pihak keluarga masih tetap berharap ada bantuan lain untuk bisa meringankan beban pengobatan adik Rika," tuturnya.

Sementara Kepala Desa Mulyoharjo Joko Mujianto mengaku selama ini dari masyarakat juga sudah berupaya untuk membantu, bahkan sumbangan-sumbangan dana atau donatur melalui masyarakat juga sudah digalangkan, agar bisa membantu meringankan pengobatan adek Rika yang semakin kurus kering tak berdaya.

"Statusnya Rika saat sudah melakukan operasi, dan saat ini masih menjalani kemoterapi di RS Karyadi Semarang, orang tua Rika bekerja sebagai penarik becak, dan tergolong keluarga menengah kebawah," terang Kades Joko Mujianto. ($.wis).
Share:

Minggu, 28 Oktober 2018

Seminar Sumpah Pemuda di Pendopo Kabupaten Jepara, Sukses Menumbuhkan Semangat Baru Bagi Generasi Muda Penerus Bangsa

Targethukumonline. Jepara - Bertepatan dengan hari sumpah pemuda, telah dilaksanakan Seminar Sumpah Pemuda ke 90 di Pendopo Kabupaten Jepara, Sukses Menumbuhkan Semangat Baru bagi Generasi Muda.

Sultan Hannan atau H. Heni Purwadi SH, sukses acara seminar kebangsaan adalah satu kebangkitan generasi muda Bangsa Indonesia.

Seminar Kebangsaan Memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan Tema "Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Kita dorong pemuda yang berkarakter agar mampu berprestasi bagi Kemajuan Bangsa dan Kabupaten Jepara.

DPC Asosiasi Advokat Indonesia (AAI ) Muria Raya (Jepara, Kudus, Pati) bekerja sama dengan Posbakum Pengadilan Negeri Jepara (LKBH Jepara), Pemkab Jepara dan Pengadilan Negeri Jepara mengadakan acara Seminar Kebangsaan, yang hadir di acara ini beberapa Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Tokoh profesional, Tokoh Pemuda, Ormas Pemuda, Formades (Forum Masyarakat Desa), Mahasiswa, Guru BK dan Pelajar (SLTP/SLTA) dan tamu undangan lainnya.

Tak hanya itu, acara yang diselenggarakan pada hari sabtu, tanggal 27 Oktober 2018, di Pendopo Kabupaten Jepara, dihadiri pula beberapa forkopinda Jepara, organisasi lintas agama maupun lintas golongan, dan Bapak Bupati Jepara melalui sambutannya mengatakan, bahwa "Pentingnya menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dikalangan pemuda untuk lebih mencintai Indonesia di tengah-tengah kemajuan zaman milinium sekarang ini".

Beliau juga sangat mendukung acara semacam ini, terutama berkaitan dengan seminar kebangsaan agar lebih ditingkatkan.

Dan, H. Heni Purwadi, SH. alias Sultan Hannan sebagai Ketua DPC AAI Muria Raya berharap agar " Generasi Muda, khususnya Pemuda Jepara menjadi lebih berkarakter dan berani memilih sahabat dan lingkungan yang positif serta tidak mudah terpengaruh dengan hal - hal negatif, begitu tegasnya.

Seminar memperingati hari sumpah pemuda ke 90 sukses terlaksana dengan baik di pendopo kabupaten Jepara dengan dihadiri 120 lebih peserta, dan acara tersebut yang diiniasiasi oleh DPC AAI Muria Raya dan Posbakum Pengadilan Negeri Jepara itu berlangsung lancar dan meriah.

Dengan menghadir kan Ketua IKAHI Jepara, Bayu Agung Kurniawan, S.H., Kepala PPPA Kab. Jepara, Muji Susanto, S.H., S.E. dan seorang profesional muda (fotografer dari Jepara yang telah juara di tingkat internasional), yaitu Kanal Budiarto, sebagai para narasumber, sehingga menjadikan acara tersebut semakin menarik.

Para peserta seminar yang datang pun dibuat bersemangat kembali untuk menjadikan momentum hari sumpah pemuda sebagai tonggak meningkatkan peran aktif para generasi pemuda Jepara untuk menjadi corong masa depan bangsa dalam setiap kegiatan yang positif, terutama dalam mengisi pembangunan.

"Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat dan energi baru di kalangan masyarakat Jepara, khususnya para generasi muda untuk terus berkembang, berkarakter baik, berprestasi, dan menjauhi perilaku negatif," tutur ketua Panitia, Rudy Faishol, S.H.

Acara ini juga berangkat dari kondisi yang cukup memprihatinkan di Jepara yaitu semakin maraknya tindak pidana yang dilakukan oleh sekelompok orang maupun terhadap anak, dengan intensitas pelanggaran yang paling banyak adalah Narkoba dan PPA.

Kedepannya, panitia dan narasumber berharap akan adanya tindak lanjut dari hasil seminar kali ini. Hal tersebut dimaksudkan agar Jepara menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh kembang para generasi muda saat ini.

Menutup rangkaian acara seminar, baik panitia maupun seluruh peserta melakukan Do'a bersama dengan acara selamatan Nasi Tumpeng bersama AAI, Formades dan LMPI, dan H. Heni Purwadi, SH, alias Sultan Hannan berharap agar "Kita sebagai Pemuda harapan bangsa tetap bersatu mencintai satu negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Mencintai satu bangsa, Bangsa Indonesia yang Ber-bhinneka Tunggal Ika, mencintai satu Indonesia, Indonesia yang berdasarkan Pancasila," tutupnya. (Tim/jepara)
Share:

Dinyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun, Ganjar Pranowo Tersipu Malu

Targethukumonline. Pati - Usai pelaksanaan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Alun- alun Pati, Gubernur Tengah Ganjar Pranowo mendapat kejutan dari pemuda-pemudi Kabupaten Pati, Minggu tgl (28/10/18).

Surprise dihari ulang tahun Sang Gubernur Jawa Tengah.

Rupanya, kejutan diberikan untuk Ganjar karena  hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun beliau yang ke 50.

Gubernur Jawa Tengah ini memang lahir pada 28 Oktober 1968. Ganjar mendapat kejutan dari ratusan pemuda-pemudi dan pelajar Kabupaten Pati.

Kejutan dimulai saat ratusan pemuda-pemudi Pati menampilkan kesenian tradisional dan bernyanyi bersama, tiba-tiba mereka kompak menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun milik grup band Jamrud.

Tak berselang lama, sebuah kue berukuran cukup besar lengkap dengan lilin angka 50 dibawa kehadapan Gubernur, seluruh peserta upacara kemudian berdiri dan ikut bernyanyi.

Kejutan dari pelajar Pati itu, sukses membuat pria kelahiran Kabupaten Karanganyar tersipu dan tersenyum lebar, pria berambut putih ini kemudian mendekati kue dan meniup lilin.

Ganjar memotong kue dan memberikan pada petugas pemimpin upacara hari sumpah pemuda hari ini.

Banyak kado diberikan kepada Ganjar, pernak pernik, gelang cincin bahkan kuda lumping yang dipakai dalam pertunjukan pun diberikan sebagai kado ultah Ganjar.

"Saya sangat senang dan bangga, kejutan ini sangat mengharukan bagi saya, saya ucapkan terima kasih atas kejutan dan kado- kado yang diberikan, terima kasih semuanya," kata Ganjar.

Beliau berpesan kepada para pemuda untuk tidak lelah dalam merawat negeri ini. “Cintai orang tuamu, bangsamu dan negaramu. Jadilah pemersatu bangsa dan teruslah berkarya untuk Indonesia,” pungkasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi Jawa Tengah, dipusatkan di Kabupaten Pati. Gubernur Provinsi Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo, bertindak sebagai inspektur upacara.

Hadir dalam peringatan upacara tersebut, Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, Forkompimda serta kepala daerah se Jawa Tengah. ($.zaenuri)
Share:

Parmusi Hadir Membawa Solusi Harkat Dan Martabat Bagi Petani

Tarethukumonline. Pati - Problem kehidupan petani Indonesia saat ini sangatlah banyak, selain masalah tenaga kerja yang makin mahal, pupuk mahal dan sering langka dipasaran, penyakit tanaman juga makin banyak dan sulit dikendalikan juga masalah harga jual yang tidak seimbang dengan biaya produksi tinggi dan petaniun akhirnya pun merugi, Minggu tgl (28/10/18).

Anding Sukiman pelopor dan pengiat pertanian organik sistem PARMUSI.

Akhirnya petani Jawa Tengah yang umumnya beragama Islam hidupnya tidak sejahtera secara lahir dan harus kerja keras mencukupi kebutuhan dan eksesnya batiniah (aqidah) menjadi kurang kuat.

Kesimpulan itu disampaikan oleh Anding Sukiman yang merupakan ketua Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia Jawa Tengah di salah satu rumah makan kota Pati hari Jumat 26 Oktober 2018 kemarin.

Memperhatikan kondisi tersebut di atas Anding Sukiman yang juga penggiat pertanian organik ini berharap kehadiran Parmusi di Kabupaten Pati bisa menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Pati dan pihak-pihak penggiat pertanian di Pati khususnya para Petani di kabupaten Pati.

"Saya minta ijin kepada Pemerintah Kabupten Pati agar Persaudaraan Muslimin (Parmusi) bisa berdiri di Pati dan bersama memajukan sektor dakwah dan ekonomi di Kabupaten Bumi Mina Tani ini," tandasanya di hadapan para aktivis dan pengelola Radio yang hadir.

Menurut Anding Sukiman, Parmusi Jawa Tengah yang dipimpinnya, adalah organisasi Massa yang resmi, dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Aktivis pertanian yang juga Ketua Pengurus Wilayah Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Jawa Tengah berharap gerakan Ormas yang dipimpinnya bisa masuk ke pelosok penjuru tanah air dengan menitik beratkan pada dakwah dan ekonomi, sehingga mampu meningkatkan iman dan taqwa serta ekonomi dikalangan masyarakat khususnya petani meningkat.

Dengan peningkatan taraf hidup umat muslim diharapkan semakin kokoh nilai iman dan takwanya, sehingga tidak mudah tergoyahkan.

Menurut Anding Sukiman, pada tahun 2045 penduduk dunia diperkirakan akan menjapai 11 milyar jiwa dan mereka membutuhkan makan.

Yang menjadi masalah kebutuhan pangan dunia pada saat itu tergantung pada Indonesia, Kongo, dan Brazil, mengapa karena ketiga negara tersebut merupakan negara agraris.

Negara Indonesia akan menjadi tumpuan / sumber pangan bangsa-bangsa di dunia, karena itu Anding Sukiman mengajak kader - kader Parmusi Kabupaten Pati untuk bersama bergerak menata diri dengan dakwah dan meningkatkan pengetahuan dibidang pertanian.

Tantangan di sektor pertanian memang sangat berat, karena harga produk pertanian pangan dikendalikan penuh oleh pemerintah, sementara tenaga kerja, sarana produksi berupa bibit, pupuk, alsintan dan lainnya mengalami kenaikan terus menerus, akibatnya nilai tukar pertanian makin berkurang, padahal petani juga jarang mendapatkan bimbingan teknis pertanian.

Berawal dari keprihatinan kepada para petani yang mengalami kurangnya bimbingan teknis dari pihak terkait menjadikan Anding Sukiman asal Kabupaten Wonogiri ini tergerak untuk terjun langsung membimbing petani-petani melalui sentuhan sistem pertanian organik. 

Hal tersebut didasarkan pada semangkin langkanya pupuk kimia di pasaran dan beban subsidi yang mencapai triliunan rupiah per tahunya, serta dampak buruk dari penggunaan pupuk kimia sejak adanya revolusi hijau sejak tahun 1976 hingga sekarang.

Salah satu dari dampak penggunaan pupuk kimia adalah semakin jenuhnya tanah dan menjadi hilangnya bakteri-bakteri sahabat petani yang dapat menyuburkan tanah sambung Anding Sukiman.

Melalui hadirnya Parmusi di Pati Anding Sukiman berharap dapat mempererat hubungan sesama muslim dan bangkit bersama melalui pengembangan dakwah dan memperkuat ekonomi masyarakat Muslim dalam bidang pertanian dengan sistem bionik.

Dalam waktu dekat masih sambung Anding Sukiman, pihaknya akan memperkenalkan sisten tanam padi menggunakan metode Salibu (Salin Ibu).

Dengan sitem ini petani hanya perlu melakukan satu kali penanaman untuk dipanen hingga 3 kali, sistem Salibu sudah banyak di uji coba ke beberapa wilayah se Jawa Tengah diantaranya di kabupaten Purwokerto.

Penggunaan pola tanam sistem Salibu petani dapat menghemat biaya tanam hingga lima juta rupiah per masa tanam per hektar.

Sehingga dalam waktu satu tahun petani dapat menghemat biaya operasional hingga lima belas juta rupiah.

Selain itu sistem Salibu dapat mempersingkat masa taban yang sebelumnya sekitar 105 hari dapat disingkat menjadi 75 hari.

Pupuk organik cair (POC) Megarhizo merupakan salah satu produk Anding Sukiman yang akan diperkenalkan kepada para petani di kabupaten Pati.

Pupuk dengan sejuta manfaat tersebut diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi petani saat ini, baik berupa kedubukes tanaman maupun serangan berbagai hama dan wereng.

Dalam memperkenalkan Megarhizo pihaknya dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan radio-radio yang ada di kabupaten Pati melalui program dialog interaktif yang berisi tentang keluhan petani dan jawabanya menggunakan POC tersebut.

Menutup acara wawancara bersama tim Target Hukum News Anding Sukiman menyampaikan harapan dengan hadirnya Parmusi di Pati ini supaya dapat lebih mempererat persaudaraan umat muslim dan memajukan pertanian khususnya produk-produk unggulan kabupaten Pati seperti Pamelo Bageng dan Kelapa Kopyor. 

Untuk itu pihaknya memohon ijin kepada pemerintah setempat agar dapat bekerjasama membangun pertanian dan yang paling penting adalah Parmusi merupakan sahabat petani tanpa adanya muatan politik. (Andik)
Share:

Selasa, 16 Oktober 2018

TMMD Sengkuyung Tahap III Dibuka Oleh Bupati Pati

Targethukumonline. Pati - Bertempat di dukuh Selonatah desa Gunung Panti kec. Winong kab. Pati telah dilaksanakan upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III tahun 2018 Kodim 0718 PATI dengan tema TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa Yang Maju Sejahtera dan Demokrasi Senin (15/10/2018)

TMMD Sengkuyung Tahap III di buka oleh Bupati Haryanto.

Irup H. Haryanto .SH. MM. MSi dengan membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah pada Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III yang di bacakan oleh Bupati kab Pati.

Hari ini secara serentak dimulai pelaksanaan TMMD tahap III tahun 2018. Hari ini kembali semangat gotong royong makin mantap terasa dan kentara pada gerak pembangunan desa.

Sedaya sayuk guyub rukun, saiyeg saekapraya bebarengan mbangun desa me alui TMMD. Matumuwun dan apresiasi TMMD kembali dan terus digulirkan.

Melalui TMMD, bersama kita merawat gotong royong, memacu kreatifitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun desa.

Kita ingin gotong royong sebagai saripati niIai-nilai ke-Indonesia-an dan esensi kultur ketimuran dapat terus terjaga dengan baik, karena disitulah inti dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan pada ke-bhinneka-an.

Dari situ pulalah kita tangkal sikap-sikap individualistik dan egoistik, untuk merajut kembali kain kebersamaan dan respon sosial yang memajukan dan mensejah-terakan.

TMMD telah hadir meneguhkan semangat kebersamaan, dan menyajikan karya nyata yang bermaslahat bagi desa.

Berbagai pembangunan sarana prasarana perdesaan dari program ini telah dapat dinikmati oleh warga desa.

Begitu pun upaya pemberdayaan, telah berhasil memperkuat semangat masyarakat dalam menggali dan mengelola potensi desanya agar makin maju dan mensejahterakan.

Tentu ini sangat relevan dengan program pembangunan Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan sosial.

Kita ingin kemiskinan Jateng dapat terus diturunkan dari waktu ke waktu, memang 5 (lima) tahun terakhir ini kemiskinan selalu turun.

Bahkan pada tahun 2018 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencapai kinerja teritnggi dalam penurunan kemiskinan, yaitu dari 13,01°/o di tahun 2017 menjadi 11,32°/o di tahun 2018. Namun demikian, angkanya belum terlalu signif‘Ikan.

Karena itu, TMMD kita dorong menjadi salah satu cara mendukung penurunan kemiskinan di Jateng.

Tentu ini bergerak simultan, sinergis dan selalu terintegrasi dengan program yang sedang dan akan dilakukan melalui Dana Desa maupun kegiatan pembangunan desa lainnya, ayo, bareng-bareng,an keroyokan mbangun desa agar maju dan sejahtera.

Pada prinsipnya saya senang, TMMD terus konsisten pada program-program pemberdayaan ekonomi rumah tangga.

Bagaimana TMMD melakukan pembinaan usaha ekonomi kerakyatan agar maju dan berdaya saing, serta senantiasa mendorong pemanfaatan tanah pekarangan untuk kemandirian pangan.

Saya juga gembira, bahwa TMMD terus memberikan perhatian pada pemberdayaan kaum perempuan dan kelompok disabilitas.

Itu luar biasa, apalagi mereka ini merupakan kelompok masyarakat yang rentan akan tindak kekerasan dan masih terbatas akses terhadap bidang kehidupan.

Melalui TMMD, berdayakan, kuatkan dan berikan perlindungan untuk kaum perempuan dan anak, serta ciptakan suasana ramah dan nyaman bagi penyandang disabilitas.

Spiritnya adalah bagaimana agar desa-desa mampu memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

Saya tertarik pada sebuah aplikasi yang memudahkan warga dalam administrasi surat menyurat yang digelar pada kegiatan bursa inovasi desa beberapa saat lalu.

Ini bukti desa mampu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan pelayanan mudah, murah cepat pada semua kelompok masyarakat.

Tentu saya terus mendorong Iahirnya inovasi-inovasi di tingkat desa lainnya yang akan mampu membangun Indonesia dari pinggiran.

Bapak-Ibu, satu hal lain yang kemudian membuat saya selalu bangga, bahwa TMMD sangat intens mengedukasi masyarakat akan nilai Pancasila.

Saya menangkap semangat dari desa untuk siap memperkuat benteng perlindungan dan perlawanan terhadap aksi-aksi yang mengancam NKRI seperti aksi radikalisme, terorisme, dan narkoba.

Semangat yang harus bisa dirawat dan diviralkan kepada seluruh warga bangsa Indonesia, termasuk semangat siap dan waspada menghadapi bencana harus terus ditiupkan pada setiap tarikan nafas kehidupan masyarakat desa.

Melalui TMMD, berikan edukasi kebencanaan kepada warga desa, agar mereka melek dan tanggap terhadap bencana.

Sasaran kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu ;

Sasaran fisik dukuh Selonatah Desa Gunung Panti kec. Winong Pati adalah betonisasi jalan desa ukuran 1 050 X 0,80 X 0,12 dua sisi.

Desa Lahar kec. Tlogowungu sasaran pokok ukuran 550 X 3 X 0,15 M.
Sasaran tambahan yaitu rehap poskamling 1 unit, rehap rumah tidak layak huni 5 Unit.

Sasaran Non FISIK yaitu Pelayanan KB Gratis oleh dinas sosial kab pati.
-  pelayan. Kesehatan oleh dinas sosial kab. Pati, penyuluhan wasbang dan konsensus dasar nasional oelh kodim 0718 Pati.

Juga penyuluhan kamtibmas, radikalisme dan terorisme oleh polsek, Work shop cara hidup sehat dan pencegahan gerakan DPD oleh DKK KB Pati.

Penyuluhan peternakan dan pertanian oleh Dispertan kab Pati, penyuluhan ketahanan pangan oleh dinas ketahanan pangan kab Pati.

Penyuluhan pemanfaatan limbah rumah tangga oleh dinas lingkungan hidup, penyuluhan GAKKY oleh Bappeda kab Pati, penyuluhan BPJS Oleh BPJS kab Pati, sosialisasi pajak kendaran bermotor oleh pilates pati.
Pelayanan perpanjang SIM oleh polres Pati, penyuluhan dan pelayanan akte dan KTP oleh disdukcapil kab Pati.

Penyuluhan sertifikasi oleh BPN kab Pati, olahraga bersama (sepak bola ,voly ball dan senam bersama) oleh kodim 0718 Pati bersama masyarakat setempat. ($.karno)
Share:

APBD Perubahan Diprioritaskan Untuk Penuhi Kebutuhan Mendesak

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, baru-baru ini digelar acara penyampaian hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Raperda perubahan APBD Kabupaten Pati tahun 2018.

Bupati Haryanto : Rakerda perubahan anggaran APBD untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Turut hadir di acara itu, Bupati Pati, Wakil Bupati, Sekda, OPD dan para anggota DPRD.

Sebanyak 35 dari 50 anggota DPRD dan unsur pimpinan DPRD setelah mendengarkan hasil evaluasi yang disampaikan Ketua DPRD Ali Badrudin, sepakat dan menyatakan setuju terhadap Evaluasi Rancangan Perda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati tahun 2018 tentang Penjabaran Perubahan.

Bupati diwawancarai oleh Tim Liputan Humas Setda, mengatakan bahwa APBD perubahan ada sedikit   penggeseran. 

"Kemudian ada penekanan agar penggunaannya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak," terang Haryanto.

Lebih lanjut Bupati menegaskan bahwa untuk OPD yang lain, nantinya hanya tinggal mengeser saja dan menyesuaikan dengan kebutuhan.

"Dulu mendapat bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi yang kita tindak lanjuti dengan peraturan Bupati. 

Kemudian saat dibahas pada perubahan anggaran nilainya tidak terlalu besar, jadi hanya menggeser," imbuhnya.

Setiap OPD, lanjut Bupati, rata-rata cuma menambah kebutuhan rutin saja. ($.darso)
Share:

Senin, 15 Oktober 2018

Misteri Sumur Goak di Desa Giling Kec. Gunung Wungkal Pati (bag 1)

Targethukumonline. Pati - Hampir di setiap desa memiliki situs dan asal-usul yang hingga saat ini masih dipercaya sebagaian besar masyarakat sebagai punden atau cikal bakal bahkan beberapa muncul tempat keramat yang masih menjadi misteri oleh warga setempat.

Misteri sumur Goak Glagah masih di percaya keramat oleh sebagian warga dan masyarakat setempat.

Berbagai macam pandangan muncul dalam menyikapi hal tersebut, hal inilah menjadi jejak tim (jasmerah) untuk lebih menelusuri situs-situs yang menjadi cagar budaya yang selama ini di uri uri oleh masyarakat setempat, Senin tgl (15/10/18).

Namun pada kenyataanya hal-hal mistis serta berbau klenik tidak pernah lepas dalam kehidupan seseorang yang bahkan dapat dibuktikan melalui narasumber yang bersangkutan.

Melalui penelusuran sejarah desa, tim Jasmerah (jangan sekali-kali melupakan sejarah) mencoba menguak "Sumur Goak Glagah" yang berada di dukuh Glagah desa Giling kecamatan Gunung Wungkal - Pati pada tangal 13 Oktober 2018.

Awal mula ditemukanya sumur Goak Glagah menurut juru kuncinya Mbah Marjan pada tahun 1999 munculah sesosok pria yang berpenampilan seperti orang gila yang belakangan diketahui namanya Mbah Usman dari desa Sumbersari - Kayen.

Kedatangan Mbah Usman di desa Giling dengan memanggul tikar dan membawa dupa serta rambut gimbal sehingga banyak orang menganggapnya sebagai orang gila.

Akhir dari perjalanan Mbah Usman tertuju pada suatu tempat yaitu Vihara Glagah Wangi, di Vihara tersebut Mbah Usman beristirahat sejenak dengan tujuan menenangkan diri menurut keterangan dari Mbah Marjan.

Waktu terus berlalu dan terdengar berita sampai ke telinga Mbah Marjan bahwa Mbah Usman menjadi seorang paranormal di desanya.

Dengan mengajak sesepuh desa Mbah Marjan dan Mbah Kasiran mencoba untuk bertemu Mbah Usman di desa kediamannya desa Sumbersari Kayen.

Terjadi obrolan panjang dengan petunjuk ghaib bahwa Mbah Usman menugaskan Mbah Marjan untuk nguri-uri atau merawat rembesan atau sendang yang ada di desa Giling yang merupakan tempat danyang Giling yaitu Nyai Gemi dan merupakan pemandian Nawang Wulan.

Bentuk dari merawat tempat tersebut adalah dengan cara ketika ada acara sedekah bumi supaya membawa masakan yang dibawa ke sumur tersebut.

Memanjatkan doa dan permintaan yang baik-baik kepada sang pencipta misalnya supaya keluarga tenteram pekerjaan lancar dan lain sebagainya.

Pantangan yang tidak boleh dilakukan dalam memanjatkan doa di tempat tersebut adalah tidak diperkenankan berdoa yang jelek, misalnya untuk mencelakakan orang, minta nomer togel dan sepadanya.
Hal tersebut menurut Mbah usman dapat membuat marah danyang dari sumur goak tersebut... (bersambung). (Andik)
Share:

Sabtu, 13 Oktober 2018

Laka Maut Truk Vs Motor di Gabus, Satu Korban Meninggal Dunia

Targethukumonline. Pati - Kecelakaan maut terjadi antara sepeda motor Supra Vit X No.Pol K 2161 BS dengan truk semen No. Pol F 9768 FB di jl Raya Pati - Kayen tepatnya depan Balai Desa Tlogoayu Kec Gabus Pati, Jum’at tgl (12/10/18) sekira pukul 07.00 WIB, mengakibatkan satu korban jiwa meninggal di tempat.

Laka banteng yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati SIK melalui petugas laka Polres Pati Sugiono di TKP mengungkapkan, korban meninggal adalah pengendara sepeda motor Sutiyati warga kecamatan Kayen.

Kronologis kejadian, sekitar pukul 07.00 WIB, honda Supra Fit X yang dikendarai oleh Sutikyati berjalan dari arah jalan kampung sedang mengantar sekolah anaknya bernama Ayuk dan Nasita keponakan korban.

Sedangkan truk yang bermuatan semen yang di kemudikan oleh Jasmani penduduk dari desa Hadiwarno RT 01 RW 02  Kudus berjalan dari arah utara menuju kearah selatan.

Menurut keterangan saksi yang di himpun oleh awak media menyebutkan bahwa sepeda motor keluar dari jalan kampung langsung jalan.

Saat di tengah jalan ada truk bermuatan semen dari arah selatan dengan jarak 10 M, sopir truk tidak bisa menghindari sehingga terjadi tabrakan, saat kejadian di TKP korban membawa kedua anak untuk sekolah.

Karena jarak terakhir motor berada di badan jalan sudah dekat dengan truk sehingga tabrakan maut terjadi  korban meninggal di tempat bernama Sutiyati dan anaknya Ayuk serta keponakan Nasita keduanya luka parah dan patah tulang.

Sementara kedua korban yang masih hidup dilarikan di RS. Suwondo Pati untuk mendapatkan  perawatan dan yang otopsi bagi yang sudah meninggal dunia.

Kejadian tersebut sudah dapat penanganan dari laka Pati, barang bukti berupa truk dan sepeda motor diamankan. ($.diman)
Share:

Putusan Resmi Dari MA : Membatalkan PTTUN Surabaya SK Sekdes Bolo Agung Kayen Pati

Targethukumonline. Pati - Telah dilaksanakan Audiensi bertempat di Kantor Balai Desa Boloagung Kec. Kayen Kab. Pati masyarakat desa Boloagung yang didampingi GJL (Gerakan Jalan Lurus) dengan massa lebih kurang 30 orang.

Riyanta SH : Supremasi hukum harus ditegakkan demi keadilan hukum di Indonesia.

Tuntutan mereka untuk mencabut surat keputusan kepala desa Boloagung tentang pengangkatan Saudari Anik Ekowati sebagai Sekretaris Desa Boloagung.

Hadir dalam giat tersebut antara lain, Camat (Didik), Danramil 04 Kayen Kapten CBA Zuhri, Kapolsek AKP Sutopo, Kasat Sabhara AKP Sugiono, Kades Boloagung Sugito, peserta audiensi Riyanta Ketua GJL Pusat, Sumadi Ketua GJL Pati, Edi Purnomo, Saminto, Jasmani, Warsito, Cahyo busono, Kuat, Mujiono, Kemat permadi, mewakili masyarakat desa Boloagung.

Tuntutan pencabutan SK sekdes ini  berawal dari pengisian perangkat Desa Boloagung, Kecamatan Kayen yang diduga sekdes terpilih adalah saudara dari pihak Kepala Desa (Kades) setempat, ternyata berbuntut panjang.

Sehingga menyebabkan polemik, bahkan Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan untuk mencabut Surat Seputusan (SK) pengangkatan Anik Ekowati sebagai Sekdes terpilih.

Dalam kesempatanya Kades Boloagung Sugito menanggapi atas putusan MA bahwa,” Kami sebagai pemerintahan desa untuk mengeksekusi SK tersebut menunggu surat salinan resmi dari MA dan dengan itu ada tenggang waktu 60 hari pemerintah melaksanakan mengeksekusi perkara tersebut, pemerintah desa Boloagung akan taat hukum yang berlaku.

Sugito menambahkan, dari pihak penggugat memang sudah mempunyai salinan dari MA atas peninjauan Kembali (PK) yang sudah dilakukan.

Tetapi, pihaknya mengaku sampai saat ini belum mendapatkan salinan putusan tersebut, sehingga tidak bisa untuk memberhentikan Sekdes terpilih itu,” ujar Kades.

“Baik dari Kabupaten, kecamatan maupun Desa, sampai saat ini belum menerima salinan putusan MA tersebut, kalau pihak penggugat sudah mempunyai, kami tidak tahu.

Kami juga tidak bisa memberhentikan sekdes tanpa ada keputusan yang jelas,” terangnya.

Ketika ditanya tentang hubungan persaudaraan antara Kades dengan Sekdes terpilih pada saat proses pengisian perangkat desa, dirinya mengaku memang ada hubungan sepupu, sementara yang saudara secara langsung adalah sang istri.

“Sebelum proses pengisian itu dilakukan, kami sudah konsultasi dengan Kabag Hukum Setda Pati dan mengkaji tentang peraturan pengisian perangkat desa.

Pada saat koordinasi, hasilnya memang memperbolehkan, karena saya tidak ada hubungan persaudaraan secara langsung dengan Anik,” tegasnya.

Namun, kenyataan ini dibantah oleh Penggugat, yakni Suminto bahwa adanya hubungan persaudaraan itu secara langsung telah melanggar Perbup maupun Perda pengisian perangkat desa, sehingga, pihaknya kemudian mengajukan permasalahan tersebut ke meja hijau.

“Hasilnya sudah jelas. MA sudah memberikan putusan dan menyatakan mengabulkan seluruhnya permohonan yang diajukan oleh penggugat, yakni saya sendiri, seharusnya, Kades menghormati putusan ini,” terang Suminto.

Seperti di lansir dalam surat pernyataan dari MA atas permohonan yang diajukan oleh penggugat menyebutkan,” Putusan MA Membatalkan PTTUN Surabaya SK Sekdes Bolo Agung Kayen Pati.

“Mendorong penegak hukum melakukan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung yang membatalkan PTTUN Surabaya nomor 84/B/2017/PT. TUN. SBY tanggal 23 mei 2017.

"Menyatakan batal dan tidak sah surat keputusan kepala desa bolo Agung nomor 141,32/17 tahun 2016 tgl 28 april 2016 tentang pengangkatan saudara Anik Ekowati. S. Kep sebagai sekretaris desa Bolo Agung, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut surat keputusan kepala desa Bolo Agung nomor 141.32/17 tahun 2016 28 April 2016 tentang pengangkatan saudara Anik Ekowati. S.Kep sebagai sekretaris Desa Boloagung kecamatan Kayen, kabupaten Pati.

Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara, demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan majelis hakim pada hari kamis tanggal 31 mei 2018, oleh Dr. H. Supandi S. H. M. Hum.

Kesempatan yang sama Camat Kayen menanggapi tentang putusan MA tersebut bahwa “sebagai pemerintah Kecamatan  tetap selalu taat hukum. 

Sebab saat ini sebagai Camat Kayen belum mendapatkan salinan resmi keputusan MA dan belum dapat mengeksekusi SK.

Selaku pemerintah Kecamatan akan berusaha bekerja dengan baik dan menunggu perintah dari pimpinan yaitu Bupati, dalam rangka ikut pantau permasalahan ini.

Kasat Sabhara AKP Sugiono menanggapi tentang pemalsuan dokumen mengatakan,”silakan laporkan kepihak polisi biar nanti kita selidiki dan tangani. 

Tugas kepolisian adalah  untuk menjaga situasi aman dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib dan aman, GJL mendorong kepala desa bolo Agung agar patuh pada putusan Mahkamah Agung tentang pembatalan SK pengangkatan sekdes Bolo Agung, karena masih ada hubungan kerabat dengan kepala desa. ($.diman)
Share:

Kamis, 11 Oktober 2018

Kisah Hidup Sholikul Hadi Menderita Setelah Ditinggal Kabur Istrinya

Targethukumonline. Pati - Kisah hidup pilu yang di alami oleh Sholihul Hadi alias mas Didik sungguh sangat membuat miris orang yang melihatnya. Pemuda dari desa Karangkonang kec. Winong kab. Pati ini menceritakan kisah hidupnya bermula dari sang istri bernama Indah Wahyu Widyawati menjadi seorang guru honorer atau pada waktu itu mengabdi di SD 01 Negeri Gunung Panti kec. Winong Pati, Kamis tgl (11/10/18).

Mr. Sholihul Hadi SAg. SPd alias mas Didik dari desa Karangkonang, terlantar hingga hari ini.

Saat itu sang istri yang mengabdi di sekolah dasar hampir 9 tahun 10 bulan, namun karena ulah IWW yang sudah di angkat menjadi seorang guru pada tahun pada tahun 2010 di angkat menjadi PNS Pegawai Negeri Sipil yang sekarang mengajar di SD 03 Tambakromo Pati. Setelah menjadi pegawai negeri yang bersangkutan mulai berubah perilakunya.

IWW pergi dari rumah dan memilih kos di daerah Tambakromo dan membuat persepsi kepada orang - orang bahwa suaminya sering melakukan KDRT dan juga mengatakan bahwa suaminya sudah gila.

Sholihul Hadi merasa ditipu mentah mentah oleh IWW karena selain sudah menyebarkan berita bohong, dan istrinya juga menipu keluarganya dengan meminjam uang dengan jumlah 470 juta.

Setelah kejadian itu sholihul Hadi mengalami depresi berat sehingga kehilangan orientasi (disorientasi). 

Kemudian mendapatkan putusan dari RSJ Amino Gondohutomo Semarang mengidap zizofrenia afektif dan dokter yang mengeluarkan putusan tersebut bernama Dr. Muflihatun Nafiah agar yang bersangkutan melakukan rawat jalan.

Hal inilah yang membuat sosok mas Didik hidup serba kekurangan dan selama hidupnya hanya makan mie maupun pemberian orang lain dan alakadarnya selama lebih hampir 8thn.

Keadaan hidup yang membelengu mas Didik sungguh sangat menderita, IWW yang saat itu di sekolahkan hingga menjadi PNS kini menari nari di atas penderitaan hidup yang dialaminya. 

Menjadi pesakitan seperti sekarang ini jauh dari angan-angan hidupnya dalam membina hubungan rumah tangga yang di idam-idamkan, bahkan saat ijab qobul hanya satu dipikiran beliau yaitu membina hubungan rumah tangga yang samawa bahagia dunia akhirat hingga sampai ke anak cucu.

Namun apa daya cita cita menjadi pengawai negeri sipil pun kandas setelah mengabdi puluhan tahun di berbagai SMP/MA/SMK di Winong, kini sang istri yang susah payah di didik dan disekolahkan pun terjerat kisah asmara hingga rela meninggalkan mas Didik...(bersambung). (Red)
Share:

Selasa, 09 Oktober 2018

Pemberian Voucher SPP SMK Kesuma Margoyoso Kepada Siswa Berprestasi

Targethukumonline. Pati - Ucapan syukur kehadirat Allah SWT dan ucapan terima kasih kepada guru guru pembimbing masing masing jurusan dan semua elemen di SMK Kesuma margoyoso yang sudah mensukseskan prestasi siswa siswi SMK Kesuma margoyoso Pati dalam berbagai kegiatan lomba tingkat kabupaten Pati, Rabu tgl (10/10/18).

SMK Kesuma Margoyoso Pati juara dua & tiga di bidang TKRO.

Bertempat di halaman sekolah SMK Kesuma telah dilaksanakan upacara bendera dan pelantikan PMR dan OSIS serta pemberian VOUCER  SPP kepada siswa siswi SMK Kesuma Margoyoso yang telah mendapatkan prestasi di LKS tingkat kabupaten pada bulan September 2018 kemaren.

Juga penyerahan VOUCER tersebut di serahkan kepada siswa jurusan TBSM (Teknik Bisnis Sepeda Motor) yang mendapatkan juara tiga dan jurusan TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif) yang mendapatkan juara dua dalam lomba ditahun ini, langsung diserahkan dalam upacara tersebut oleh kepala sekolah Susanto ST. MSi.

Kepala sekolah mengucapkan terimakasih kepada siswa siswi yang mendapatkan prestasi dalam LKS tingkat kabupaten Pati tahun ini dan juga berterimakasih kepada guru pembimbing dan semua pihak yang ikut mendukung siswa siswinya dalam mengikuti LKS tingkat kabupaten Pati sehingga mendapatkan prestasi dan harapan beliau untuk kegiatan LKS tahun depan supaya bisa menjadi yang terbaik lagi," ujarnya.

Dan kepala sekolah mengatakan bahwa kita harus selalu bersyukur bahwa di SMK Kesuma Margoyoso Pati di setiap tahunnya semakin ada peningkatan dan penambahan siswa di masing masing jurusan. ($.fauzi)
Share:

Keceriaan Murid Murid TK Kartika Dalam Menyambut HUT Ke 73 TNI

Targethukumonline. Pati - Bertempat di halaman sekolah TK Kartika Kodim 0718 Pati pada pukul 08.00 WIB telah berlangsung kegiatan permainan oleh para murid murid dari TK kecil sampai TK besar, dalam rangka menyambut HUT TNI ke 73 dengan makna teruskan perjuangan para pahlawan Nasional Indonesia dan selalu dicintai oleh masyarakat maka hal ini terpancar oleh para anak-anak TK Kartika, Selasa tgl (09/10/18).

Mengenalkan sejak usia dini tentang keluhuran martabat Bangsa & Negara.

Sebagai Ibu pengasuh sekaligus ibu ketua yayasan Kartika III-43 Kodim 0718 Pati ibu Arief Darmawan, mengatakan dalam acara tersebut antara lain menyampaiakan bahwa ;

Kami selaku ketua Persit Kartika Chandra Kirana dan ketua yayasan TK Kartika Kodim Pati mengucapkan terima kasih atas bantuannya dengan pelaksanaan acara ini.

Juga sekaligus memberikan motivasi dan mengasah otak kepada para murid agar bisa mandiri baik itu mulai bangun tidur sampai tidur lagi.

Sejak dini mari kita tanamkan kepada anak anak kita belajar mandiri agar nantinya saat orang tua sibuk bekerja maupun bekerja diluar daerah mereka tidak bingung harus berbuat apa dalam keseharian, semoga bermanfaat buat mereka dan bisa mengerti dinamika kehidupan.

Dan kami juga mengajak kepada para murid murid TK Kartika III-43 Kodim Pati setelah ini mari kita menikmati hidangan kuliner asli dari jawa tengah contoh tiwul, getuk, klepon, grontol dan masih banyak lainnya, inilah makanan sehat yang sesungguhnya.

Sebagai gambaran tentang kepribadian akan nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan sejak usia dini, inilah kewajiban kita sebagai orang tua untuk membimbing anak anak kita menjadi generasi yang mulia juga generasi penerus Bangsa yang akan datang sebagai pemuda harapan Bangsa. ($.zaenuri)
Share:

Minggu, 07 Oktober 2018

Bupati Haryanto Buka Lomba Kicau Mania Piala Bupati Cup 2018

Targethukumonline. Pati - Ingin Hapus Julukan Pati sebagai kota pensiunan, Bupati gelar kegiatan berskala Nasional berbagai kelas Kicau Mania 2018.

Semarak lomba kicau mania piala Bupati Cup dihadiri peserta dari berbagai daerah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Minggu (07/10), menggelar lomba burung Bupati Pati Cup skala nasional di alun-alun Pati.

Dalam sambutannya, Bupati Pati Haryanto mengaku senang dengan kegiatan yang bisa mendatangkan masyarakat dari luar kota.

Lantaran, kedatangan mereka nantinya bisa sebagai media promosi potensi  serta membangkitkan perekonomian masyarakat.

"Karena mereka pasti membeli oleh-oleh, menginap dan lainnya. Itu akan berimbas pada peningkatan omset dagangan warga masyarakat," jelasnya.

Haryanto berharap nantinya para peserta bisa menerima hasil lomba dengan baik. "Karena bagaimana pun juga dalam pertandingan tentunya ada yang kalah dan ada yang menang," imbuhnya.

Bupati mengaku bahwa ia pun juga penggemar burung namun tidak pernah ikut perlombaan.

Haryanto selaku kepala daerah menyambut baik para peserta dari luar daerah yang sudah mau untuk datang dan menginap di hotel yang ada.

"Kebetulan, pada hari yang sama juga ada event dari PDAM yang menyelenggarakan pekan olah raga, yang mana hampir seribu pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Jawa Tengah menginap di hotel dan rumah penduduk," ujarnya.

Bupati mengatakan bahwa hobi ketika ditekuni akan membuahkan hasil yang cukup lumayan. "Pejabat kami, di bagian perekonomian juga ada yang mengembangkan love bird. 

Bahkan, dari hobinya itu bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan," ungkapnya.

Pihaknya juga bersyukur, peserta yang ikut cukup banyak meski perlombaan yang digelar pada bulan ini seharusnya berlangsung bulan lalu.

Kegiatan seperti ini, lanjutnya, diharapkan bisa menghapus image bahwa Bumi Mina Tani adalah kota pensiun. 

"Kabupaten Pati sekarang sudah bangkit  dengan segudang prestasi yang tentunya terus berusaha kami tingkatkan," pungkasnya. ($.ucipto)
Share:

Gowes Komando Peringati HUT Ke 73 TNI Diikuti 5000 Peserta

Targethukumonline. Pati - Bertempat di lapangan desa Pekuwon  kec. Juwana kab. Pati telah selenggarakan gowes komando Kodim 0718 Pati dan SBC, dalam rangka HUT ke 73 TNI dengan tema Profesionalisme TNI untuk rakyat, kegiatan tersebut diikuti lebih kurang 5000 peserta.

Semarak Gowes Komando yang diikuti oleh ribuan peserta.

Sambutan oleh Bupati Pati H. Haryanto SH. MM. MSi mengatakan bahwa :

Pada pagi hari ini kita melaksanakan sepeda santai dalam rangka kita memperingati hari HUT TNI Ke 73 dan dengan kegiatan sepeda sehat yang mengambil rute wilayah juwana jakenan, pucakwangi, jaken, batangan dan semoga selamat semua sampai dengan finish.

Dan di usianya yang ke 73 TNI bersama masyarakat ke depan TNI  selalu jaya dan di cintai oleh rakyat dan untuk  peserta sepeda santai mudah mudahan dalam keadaan aman di jalan, selamat selesai sampai tujuan dan selamat HUT ke 73 TNI semakin jaya dan semakin maju sebagai benteng NKRI.

Kemudian giat gowes sepeda santai di lepas oleh Bupati kab pagi pati Haryanto dan dampingi oleh Dandim 0718 Pati, Kapolres Pati, Wakil Bupati Kab Pati dan anggota DPRD Kab. Pati.

Sementara itu setelah pemberangkatan gowes sepeda di dakan' senam aerobik maumere dan lomba bersama ibu persit kodim 0718 Pati bhayangkari Polres Pati dan warga masyarakat kemudian dilanjutkan lomba perorangan dan beregu dari persit Kodim 0718 Pati.

Selanjutnya Bhayangkari Polres Pati dan warga masyrakat desa Pekuwon meramaikan berbagai lomba diantaranya adalah lomba holaho, lomba memasukan pensil dalam botol, lomba joget dan hiburan OM. STAR KING.

Kemudian dilanjutkan sambutan dari Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos menyampaikan bahwa :

Kepada pendukung gowes komando dan seluruh masyarakat kami Kodim 0718 Pati beserta pemerintah daerah kab Pati mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah ikut memeriahkan HUT TNI, dan kami akan melasanakan tugas secara profesional karena kami adalah tentara dari rakyat untuk rakyat serta kami mohon dukungan dan saran dari masyarakat bahwa TNI sebagai tentara rakyat mampu menjadi garda terdepan menjaga NKRI.

Dalam pengundian saya harapkan yang adil dan sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan gowes komando Kodim 0718 Pati.

Dalam kegiatan tersebut bahwa untuk jarak tempuh Gowes komando on road 20 km dan untuk of road 40 km.
Gowes Komando Kodim 0718 tersebut dibagi menjadi 2 bagian yakni dengan route sebagai berikut.

On road menempuh jarak lebih kurang 20 km dengan route yang dilalui lapangan sepakbola Pekuwon, hingga finis terakhir dan seluruh peserta mampu menyelesaikan Gowes Komando pada HUT Ke 73 TNI. ($.roy)
Share:

Jumat, 05 Oktober 2018

Bupati Haryanto : TNI Selalu Ada Dihati Rakyat

Targethukumonline. Pati - Dalam rangka untuk mewujudkan pembangunan yang baik di Kabupaten Pati dibutuhkan kekompakan semua komponen masyarakat untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada.

TNI selalu ada di hati rakyat, bersama rakyat negara menjadi kuat.

Menurutnya, dengan kekompakan tersebut semua hambatan bisa diatasi sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Hal itu dikemukakan Bupati Pati Haryanto saat menghadiri pagelaran wayang kulit dengan Dalang Wibowo Asmoro di Gedung Djoeang Pati, Jumat malam (05/10/18).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Forkompinda.

Bupati juga berpesan agar dengan adanya pagelaran budaya ini, generasi muda khususnya kabupaten Pati dapat tetap menjaga serta melestarikan budaya leluhur.

"Semoga TNI selalu di hati rakyat dan bersama rakyat negara akan menjadi kuat," harap Bupati.

Wayang kulit yang digelar Kodim 0718 Pati ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan guna memeriahkan HUT ke- 73 TNI yang bertemakan "Profesionalisme TNI untuk Rakyat".

Sebelumnya Kodim 0718 Pati juga telah mengadakan acara ziarah dan tasyakuran. 

"Karena alhamdulillah Kodim 0718 Pati baru saja menyabet juara kedua dalam pelaksanaan TNI Manunggal Keluarga Berencana Kesehatan tingkat provinsi Jawa Tengah," terang Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arif Darmawan S.Sos.

Dengan tema profesional TNI untuk rakyat, Arif berharap agar seluruh prajurit TNI di mana pun bertugas dan berada khususnya yang berada di Kodim 0718 Pati, dapat senantiasa ingat jati dirinya sebagai tentara dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

"Mereka harus semakin meningkatkan jati dirinya sebagai tentara profesional untuk bangsa dan negara khususnya Kabupaten Pati," pungkasnya. ($.ucipto)
Share:

HUT Ke 73 TNI, Kodim Pati Gelar Wayang Kulit Dengan Lakon Cerita Sumilaking Pedut Ing Ngastino

Targethukumonline. Pati - Pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT Ke 73 TNI “Profesional TNI untuk Rakyat” di Gedung Juang 45 Jl. P. Sudirman No. 61 desa Ngarus Kec. Pati kab. Pati dengan dalang Ki Wibowo Asmoro dengan membawakan cerita atau lakon ”Sumilaking Pedut Ing Ngastino” yang dihadiri lebih kurang 300 orang tamu undangan, Jum'at tgl (05/10/18).

Hiburan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Sumilaking Pedut Ing Ngastino.

Dandim 0718 Pati dalam kegiatan menyampaikan bahwa pagelaran wayang malam ini merupakan rangkaian kegiatan  HUT ke 73 TNI dan merupakan perintah dari pimpinan.

Dan tentunya giat HUT TNI bukan ini saja masih banyak kegiatan yang kita lakukan seperti sepeda santai, ziarah, tirakatan, kirab merah putih dan lomba ketangkasan air soft gun.

Kami atas nama Kodim 0178 Pati mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan yang turut serta memeriahkan HUT TNI.

Kodim 0718 Pati di hari ulang tahun ini mendapat juara 2 dalam rangka kegiatan KB Kes dan dengan juara yang didapatkan Kodim merupakan suatu perjuangan yang luar biasa, para anggota Kodim 0718 Pati dan dukungan masyarakat kab. Pati khususnya desa Soneyan kec. Margoyoso, karena TNI lahir juga  dari rakyat, oleh rakyat dan akan kembali untuk rakyat serta akan melaksanakan pengabdian untuk rakyat.

Bupati Pati dalam kegaiatan tersebut juga menyampaikan "Kami pemerintah daerah selamat  HUT ke 73 TNI" semoga makin jaya dan sukses, selama ini kerjasama antara TNI dan Pemda terjalin sangat baik.

Dan kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Kodim 0718 Pati dalam membantu pemda untuk melakukan pembangunan diwilayah kabupaten Pati.

Kehadiran TNI sangat membantu Pemda untuk mewujudkan pembangunan di daerah-daerah pelosok yang ada di kabupaten Pati terutama daerah yang tertinggal dalam sektor pembangunan infrastruktur. ($.zaenuri)
Share:

17 Pelamar Jabatan Tinggi Pratama Lolos Seleksi Administrasi

Targethukumonline. Pati - Pada seleksi administrasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Pati tahun 2018, terdapat 17 pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat, para pelamar ini, dinyatakan lolos setelah melalui verifikasi administrasi oleh panitia seleksi, Jum'at tgl (05/10/18).

17 pelamar lolos seleksi administrasi.

Dari 17 pelamar yang hendak mengikuti seleksi tiga jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong, yaitu Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati.

Menurut Ketua Pansel Kabupaten Pati Suharyono, ada 19 berkas pelamar yang diterima oleh pansel, sejak diumumkan seleksi terbuka pada 18 September lalu, namun, dua peserta dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Sesuai berita acara hasil penilaian kelengkapan persyaratan administrasi seleksi terbuka pengisian JPT Pratama Kabupaten Pati, 17 calon peserta melamar pada posisi Sekretaris DPRD ada 7 orang, Kepala Dinas Kesehatan terdapat 5 orang dan Kepala Disdikbud ada 5 orang.

Suharyono yang merupakan Sekda Kabupaten Pati pun menjelaskan, tahapan selanjutnya yang harus ditempuh para peserta seleksi, yaitu menjalani uji kompetensi yang akan digelar pada 10-12 Oktober 2018 di UNS Inn Surakarta.

"Bekerjasama dengan LPPM UNS, para peserta seleksi jabatan ini akan menjalani rangkaian uji kompetensi disana," imbuhnya.

Suharyono menegaskan, para pelamar yang lolos tahap administrasi, diwajibkan untuk mengikuti uji kompetensi di Surakarta. "Bila tidak hadir, otomatis gugur dalam seleksi JPT Pratama ini," pungkasnya.

Nama - nama peserta yang lolos seleksi administrasi ini, dapat dilihat dengan mengunjungi website Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Pati dengan alamat bkpp.patikab.go.id atau dengan melihat di papan pengumuman sekretariat panitia seleksi yang ada di Kantor BKPP Pati. ($.ucipto)
Share:

Kamis, 04 Oktober 2018

Sambut Sumpah Pemuda, Pemda Pati Dipercaya Selenggarakan Gerak Jalan Tingkat Provinsi

Targethukumonline. Pati - Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan 28 Oktober nanti, dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan di Kabupaten Pati.

Gerak jalan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.

Salah satunya, penyelenggaraan lomba gerak jalan 28 KM 2018 tingkat Jawa Tengah yang bertempat di Stadion Joyo Kusumo Pati pada Kamis (04/10/18).

Lomba gerak jalan ini diikuti oleh 30 tim dari berbagai kabupaten se - Jawa Tengah yang kesemuanya merupakan atlet terbaik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pati, Kepala Dinporapar Pati, Forkompimda Pati, perwakilan dari Dinporapar Jawa Tengah, Direktur Bank Jateng Pati, Direktur PD. BPR Bank Daerah Pati, Direktur Bank BRI Pati serta tamu undangan yang hadir.

Bupati Pati Haryanto sebelum keberangkatan para peserta gerak jalan menyampaikan, lomba gerak jalan ini digelar untuk menyongsong Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober mendatang.

Selain itu, usai keberangkatan para tim gerak jalan, dilanjutkan dengan jalan santai yang diikuti oleh pelajar dari mulai TK sampai dengan SMA se - Kabupaten Pati.

"Ini merupakan suatu kehormatan, Pati menjadi tuan rumah dalam event tingkat Jawa Tengah seperti ini. Kami selaku kepala daerah menyambut sangat baik atas kedatangan para peserta tim gerak jalan dari 30 kabupaten," ungkapnya.

Tujuan kegiatan lomba ini, untuk memasyarakatkan olahraga di kalangan pelajar dan masyarakat pada umumnya.

Pembinaan atlet atletik menuju prestasi tertinggi serta penyatuan konsep olahraga dan rekreasi dalam rangka penyehatan jiwa dan raga.

Terkait hadiah untuk para juara yakni juara 1 mendapatkan piagam + piala + uang pembinaan sebesar Rp 12.500.000, juara 2 mendapatkan piagam + piala + uang pembinaan sebesar Rp 10.000.000 serta juara 3 mendapatkan piagam + piala + uang pembinaan sebesar Rp 7.500.000.

"Semoga dengan olahraga, dapat meningkatkan semangat, kebersamaan tidak hanya di kabupaten Pati namun juga di tingkat Jawa Tengah serta nasional.

Hal ini juga sudah teruji dengan diraihnya peringkat ke - 4 Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 kemarin," imbuhnya.

Lanjut Bupati, event ini merupakan bentuk kepedulian Provinsi Jawa Tengah kepada Kabupaten Pati.

"Mudah - mudahan Kabupaten Pati semakin berkembang, semakin maju, dan semakin lebih baik sesuai dengan harapan kita bersama," pungkasnya. ($.karno)
Share:

Rabu, 03 Oktober 2018

TNI AD Ikut Serta Dalam Membentuk Generasi Muda

Targethukumonline. Pati - Anggota TNI AD, Koramil 07 Wedarijaksa terus mensosialisasikan dan mengajarkan wawasan kebangsaan di lembaga pendidikan, seperti yang dilakukan Koptu Dani Popa di wilayah binaan.

Koptu Dani Popa dalam memberikan wawasan kebangsaan sejak usia dini.

Babinsa Ngurensiti memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada siswa-siswi SD Negeri 02 ngurensiti, Kamis (03/10/18) di desa Ngurensiti.

Dengan gaya yang khas dalam mengajar, Babinsa memberikan arahan dan membantu dengan bahasa yang sederhana untuk anak-anak untuk lebih giat belajar agar dapat mencapai yang terbaik, berbakti kepada  orang tua dan bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa.

Menurut Koptu Dani Popa, materi yang disesuaikan dengan kemampuan daya pikir anak setingkat SD yaitu dengan pola mengajak kembali untuk menginggat nama-nama para pahlawan nasional dan perjuangannya, menyanyikan lagu-lagu nasional, menanam nilai-nilai saling menghormati, kesetiakawanan, sopan santun dan kegiatan belajar sebagai bagian dari perjuangannya adik-adik siswa-siswi sekolah dasar.

"Materi ini sangat penting, mengingat sekarang masalah Wawasan Kebangsaan sudah dimulai di kalangan muda, untuk itu perlu belajar sejak dini, yaitu mulai dari anak Sekolah Dasar," kata Koptu Dani Popa. ($.ucipto)
Share:

Tingkatkan Pengelolaan Data, Pemkab Pati Bakal Gandeng BPS

Targethukumonline. Pati - Bertempat di ruang kerja Bupati, hari ini dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pengelolaan data statistik kabupaten Pati antara Diskominfo, BPS dan Bappeda, Rabu tgl (03/10/18).

MoU Diskominfo dan BPS agar tidak terjadi kesalahan data.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati, Sekda, Asisten Pemerintahan Sekda, Kepala Diskominfo, Bappeda dan BPS.

Bupati mengatakan MoU ini merupakan bagian dari kerjasama Diskominfo dengan BPS agar tidak terjadi kesalahan data.

"Ini tinggal ditindaklanjuti oleh masing-masing OPD untuk kemudian disiapkan data-data yang harus diinput, dilaporkan dan dikelola.

Karena yang paling susah memang berhubungan dengan data. Jenuh, tidak menguntungkan, kadang-kadang kalau salah bisa dimarahi oleh pimpinan," ujar Haryanto.

Karena itu, lanjut Bupati, yang mendapat tugas mengelola data memang diharapkan mempunyai komitmen yang tinggi pada pekerjaannya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pati Sri Diastuti mengatakan bahwa tugas pokok dari statistik adalah menyediakan data dan informasi terkait pelaksanaan pemerintahan daerah bagi kepentingan perencanaan.

Kegiatannya meliputi mengumpulkan data, pengolahan data, analisis data serta deseminasi data dan informasi. ($.darso)
Share:

Selasa, 02 Oktober 2018

Santunan Anak Yatim Piatu Yayasan Bhakti Utama Dihadiri Oleh Dandim 0718 Pati

Targethukumonline. Pati - Kegiatan di bulan Muharam ini, dapat menjadi refleksi diri ditengah musibah dan bencana gempa yang mengguncang Lombok maupun Palu. Masih dalam suasana bulan Muharam bulan yang penuh makna Islami, dilaksanakan kegiatan santunan yatim piatu Yayasan Bhakti Umat yang berlokasi di Masjid Baitur Rohman, Desa Sirahan Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati, Selasa tgl (02/10).

Dandim Pati memberikan santunan kepada anak yatim piatu.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati SIK, Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, Muspika Kecamatan Cluwak serta puluhan anak yatim piatu yang mendapat santunan.

Dewan Penasihat yayasan Bhakti Utama, H. Ahmad Syahroni Al Hadi mengatakan bahwa pihaknya senang dengan kedatangan Bupati Pati bersama dengan Forkompimda dan jajarannya. "Semoga para pengurus yayasan Bhakti Utama dapat mengemban dan menjalankan amanah dari Allah SWT," ungkapnya.

Pihaknya juga bersyukur terkait perkembangan yayasan dan santunan yatim piatu selama ini, dengan keridhaan Allah, mendapat berkah, inayah dan hidayah.

Yatim piatu dari empat kecamatan, yakni Margoyoso, Tayu, Cluwak, dan Gunungwungkal berjumlah kurang lebih 400 anak, mendapat santunan rutin setiap tahunnya.

Sementara itu, Bupati Pati dalam sambutannya menyampaikan kegiatan baik seperti ini perlu dicontoh.

Meski nominalnya tidak seberapa, Bupati berharap santunan ini memiliki manfaat dan kebergunaan bagi yang menerima. Serta dengan kegiatan baik semacam ini, dapat menjauhkan dari segala mara bahaya dan kesulitan.

"Kita doakan juga buat anak yatim piatu serta yang hadir, bahwa kegiatan dengan niat baik seperti ini merupakan bentuk kepedulian serta mempunyai keberkahan untuk yang menerima maupun yang memberi," jelasnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, bentuk kepedulian seperti ini meski belum mencakup semua, namun dapat membantu pemerintah dalam upaya meringankan beban anak yatim.

Hal ini lantaran, dengan kemajuan ekonomi dan kemajuan zaman banyak yang memperhatikan dan peduli dengan keberadaan anak - anak yatim piatu di kabupaten Pati.

"Kalau memberi dengan jumlah banyak, rezeki bukan semakin berkurang, namun akan semakin bertambah karena mendapat ganti dari Allah SWT.

Ini merupakan bentuk kepedulian kita, karena yang kuat membantu yang lemah, dan yang mampu membantu yang kurang mampu, tentunya ini yang diharapkan kita bersama," pungkasnya.

Dengan mengetahui manfaat dan dampak dengan menyantuni anak yatim piatu, Bupati bersama dengan Kapolres Pati serta Dandim 0718 Pati, berusaha meluangkan waktu untuk datang ke kegiatan - kegiatan seperti ini juga ikut mangayu bagyo. ($.ucipto)
Share:

Senin, 01 Oktober 2018

Kemah Bakti Dalam Rangka Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Targethukumonline. Pati - Sebuah proses sejarah panjang bangsa Indonesia dalam mecapai kemerdekaan yang hakiki menjadi simbol akan perjuangan rakyat Inndonesia dalam setiap momen yang ada.

Momentum semangat Hari Kesaktian Pancasila.

Peristiwa berdarah sejarah kelam yang ingin menggantikan idiologi Pancasila, namun dengan tekad yang kuat Bangsa ini mampu memberikan bukti yang nyata bahwa Pancasila lahir dari hati nurani rakyat Indonesia tidak dapat tergoyahkan oleh apapun.

Sebagai peringatan lahirnya Hari Kesaktian Pancasila, Dinas Pendidikan Kabupaten Pati sebagai dinamisator menyelenggarakan Kemah Kebangsaan di Markas Komando Batalyon 410 Alugoro.

Bahwa Pancasila merupakan pedoman kehidupan akan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pembangunan karakter merupakan persoalan bangsa yang sangat mendasar.

Setiap bangsa menyadari pentingnya pembangunan karakter (character building) dalam rangka memelihara dan mempertahankan eksistensi sebagai suatu negara bangsa (nation-state).

Mengingat proses pembangunan karakter memerlukan waktu yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat, maka bidang pendidikan merupakan wahana yang efektif dan strategis untuk melakukan pembangunan karakter.

Dalam memupuk cinta tanah air dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten pati menyelenggarakan kemah kebangsaan yang dilaksanakan hari senin dan selasa tanggal 1 dan 2 Nopember 2018.

Perkemahan diselenggarakan di markas Batalyon 410 Alugoro dengan melibatkan ratusan peserta dari kwarcab Pramuka di kabupaten Pati.

Menurut Ponco Sugiyono selaku Kasi peserta didik SMP bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang melibatkan dilegasi sebanyak 4 peserta dan 1 pendanping di setiap SMP yang ada di kabupaten Pati.

Adapun jenis kegiatan yang dilombakan dalam perkemahan ini masih menurut Ponco Sugianto meliputi PBB, vocal grup, dongeng tentang para pahlawan, dan LCC. (Fajar)
Share:

Bangga, Kabupaten Pati Terpilih Jadi Tuan Rumah Srawung Gayeng

Targethukumonline. Pati - Jambore Komunitas Ekonomi Kreatif "Srawung Gayeng" diselenggarakan di Stadion Joyokusumo Pati, Minggu (30/09). 

Komunitas ekonomi kreatif "Srawung Gayeng" menjadi urat perekonomian daerah.

Kegiatan yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah itu, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono, Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, Kasat Sabhara Sugito, Anggota Komisi C Jawa Tengah Bambang Eko, Wakil DPRD pati Joni Kurnianto, dan Dinporapar Jateng yang diwakili Trenggono.

Puncak Jambore "Srawung Gayeng" malam tadi, semakin seru dengan tampilnya Tipe X sebagai band utama. Penampilan band beralisan ska itu, mendapat sambutan hangat dari ribuan masyarakat Pati yang memadati stadion Joyokusumo.

Sekda Pati Suharyono yang mewakili Bupati, mengungkapkan rasa syukurnya, karena Kabupaten Pati dipilih oleh Dinporapar Jateng sebagai tempat perhelatan "Srawung Gayeng". 

Ia menyatakan rasa bangganya, dimana Pati mampu menjadi kabupaten yang terpilih diantara sekian banyak kabupaten.

Suharyono menjelaskan, selain Kabupaten Pati ada Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Kota Pekalongan dan Surakarta yang menjadi tuan rumah Jambore Komunitas Ekonomi Kreatif "Srawung Gayeng".

"Alhamdulillah pada malam hari ini masih diberikan kenikmatan oleh Allah SWT yang berupa kesehatan dan umur panjang sehingga bisa hadir dalam rangka "Srawung Gayeng" yang diselenggarakan Dinporapar Provins Jateng," ucapnya.

Suharyono berharap kedepan Kabupaten Pati bisa menjadi tuan rumah acara semacam ini, beliau menginginkan Kabupaten Pati semakin dikenal dan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Pati.

"Perlu saya sampaikan bahwa untuk RPJMD tahun 2017-2022 ini adalah visi-misi Bupati Pati salah satu prioritas di bidang kepariwisataan di Kabupaten Pati," bebernya.

Di kesempatan itu Sekda juga mengajak para pemuda untuk bersama - sama memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati tiap tanggal 1 Oktober.

"Besok merupakan hari Kesaktian Pancasila sehingga pada malam ini hadir para Pemuda Pancasila dan Insyaallah besok akan diselenggarakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang dihadiri Forkompinda di halaman Kabupaten Pati," terang mantan Kepala DPU itu.

Kegiatan Jambore Komunitas Ekonomi Kreatif "Srawung Gayeng", dimulai sejak Minggu pagi, dengan agenda fashion show, lomba mewarnai expo stan-stan kopi, serta stan ekonomi kreatif. ($.zaenuri)
Share:

Bupati Pati : Pertahankan Pancasila Tak Perlu Diutak Atik

Targethukumonline. Pati - Pancasila merupakan ideologi yang dapat mempersatukan perbedaan di negara Indonesia, dimana negara yang  memiliki berbagai macam suku, etnis dan agama yang berbeda.

Pertahankan nilai nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pancasila pun membentengi masyarakat Indonesia dari perpecahan dan sekaligus untuk menangkal ideologi bertentangan, yang mudah masuk karena lemahnya pemahaman masyarakat.

Kesaktian ideologi Pancasila memiliki suatu kekuatan, yang merupakan sebagai pedoman tindakan dalam bernegara. Sedangkan makna atau arti sebuah kesaktian itu, karena adanya tragedi G30S/PKI. 

Oleh itu Senin (01/10), bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, seluruh Forkompinda dan Kepala OPD se-Kabupaten Pati beserta jajarannya, menyelenggarakan Upacara Kesaktian Pancasila yang digelar di Halaman Setda Kabupaten Pati.

Bupati Haryanto yang bertindak sebagai Inspektur upacara  mengatakan, Pancasila ini merupakan sebagai dasar negara, yang harus ditaati dan dipatuhi semua elemen masyarakat.

"Maka itu ya sudah harus kita pertahankan, final nggak usah kita utik utik," tegasnya.

Bupati juga mengungkapkan, penyelenggaraan upacara ini, merupakan simbol hormat dalam menghargai, mengenang Pancasila dan para pahlawan pejuang terdahulu. ($.darso)
Share:

Bantu Korban Bencana Palu, Bupati Himbau ASN Ikut Berdonasi

Targethukumonline. Pati - Gempa dan Tsunami yang menimpa Palu - Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat sore (28/09) terus menambah kepedihan di Indonesia. 

Bupati Haryanto menghimbau agar ASN donasi korban gempa Palu.

Korban meninggal dunia di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) bahkan mencapai 832 orang, serta ribuan orang luka - luka serta kehilangan tempat tinggal. Data terbaru itu didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB menyebut bahwa jumlah itu terdiri dari 821 orang di Palu dan 11 orang di Donggala. BNPB juga menyebut, meskipun jalur komunikasi masih terputus di Donggala, tetapi ada laporan yang didapat sehingga diketahui informasi mengenai korban meninggal dunia di Donggala itu.

Bencana ini pun sontak menimbulkan simpati maupun empati bagi masyarakat kabupaten Pati dan sekitarnya. Orang nomer 1 di kabupaten ini, yakni Bupati Haryanto langsung memberikan himbauan kepada para OPD terkait bencana tersebut.

Dirinya menyampaikan bahwa alangkah lebih baiknya jika para OPD se - Kabupaten Pati ikut berdonasi dalam bencana alam itu.

"Saya telah mengumpulkan para kepala OPD se - Kabupaten Pati, untuk bersama - sama berpartisipasi berdonasi dalam bencana yang menimpa Palu dan Donggala saat ini," jelas Bupati.

Lanjutnya, Bupati bersama Wakil Bupati dan Sekda Pati sepakat akan menghimbau kepada seluruh pegawai negeri se - Kabupaten Pati untuk memberikan donasi sebesar Rp 100.000 dari tiap pegawai negeri yang ada.

"Untuk para pegawai negeri, dengan nominal sekian menurut saya tidaklah masalah, dan tidak berlebihan jika dipotong dari penghasilan maupun tunjangannya," imbuhnya.

Rencananya, donasi tersebut akan dikumpulkan melalui OPD maupun instansinya masing - masing, setelah donasi tersebut terkumpul semua, akan diserahkan bersama - sama ke Palu dan Donggala.

"Ini merupakan bentuk partisipasi kita, dan kita wajib bersyukur bahwa kabupaten Pati tidak terjadi halangan apa - apa.

Coba kalau kita lihat saudara - saudara kita yang disana, baik yang punya pekerjaan dan usaha, semuanya hilang terkena bencana, ini merupakan wujud syukur kita," pungkasnya.

Bupati menambahkan bahwa partisipasi dengan berdonasi ini sifatnya sukarela dan tidak memaksa karena untuk pegawai negeri, Rp 100.000 bukanlah nominal yang besar, namun bagi yang mau memberi lebih pun dipersilahkan. ($.roy)
Share:

Blog Archive