Senin, 28 Januari 2019

Intensitas Hujan Tinggi, Delapan Desa di Kayen Pati Terendam Banjir

Targethukumonline. Pati - Diguyur hujan sejak minggu malam hingga pagi dengan curah hujan yang tinggi membuat beberapa desa di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati terendam Banjir.

Beberapa desa terendam banjir kateka curah hujan yang tinggi.

Dari Pantauan media awak media sedikitnya ada delapan Desa di Kecamatan Kayen Pati terendam banjir, Senin tgl (28/01/19).

Dari Informasi yang dihimpun oleh  Babinsa Koramil 04 Kayen dan warga setempat serta dari berbagai sumber, beberapa desa yang terdampak diantaranya Desa Sumbersari, Desa Kayen, Desa Slungkep, Desa Srikaton, Desa Jatiroto, Desa Talun, Desa Pasuruhan dan Desa Trimulyo.

Bahkan dari delapan desa yang terendam, satu desa diantaranya kondisi ketinggian airnya paling dalam yaitu Desa Srikaton Dukuh Popoh mencapai Lutut orang dewasa antara 30 hingga 70 cm.

Menurut warga setempat saat disambangi awak media menjelaskan,”setiap musim hujan tiba apalagi hujan yang terus menerus mengguyur dari malam kemarin sampai hari ini, beberapa wilayah kecamatan Kayen kebanjiran. 

Dikarenakan kondisi daerah yang sedikit rendah dan sering menjadi langganan banjir, ” Jelas warga yang melintas di lokasi genangan banjir.

“Serta di puncak gunung saat ini telah gundul, tidak ada hutan seperti dulu. 

Makanya daerah Kayen dalam pantauan serius karena rawan banjir terutama desa desa yang di lewati aliran air sungai dari gunung kendeng,”sanggah warga lainya.

“Seperti puncak gunung sekarang telah beralih fungsi karena menjadi lahan jagung yang ditanam warga. Tanaman tersebut tak mampu menahan air hujan, sehingga banjir lumpur tak terelakkan ketika hujan deras mengguyur  belakangan ini,” imbuhnya.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk daerah-daerah yang rawan banjir sehingga setiap musim hujan tiba tidak kebanjiran lagi,” harap warga.

Selain di beberapa desa lainnya seperti di Jalur Kayen - Pati, turut Desa Jatiroto juga terendam banjir sehingga mengakibatkan beberapa kendaraan harus putar balik dikarenakan tidak mau kendaraan mereka mogok terkena air.

Tepatnya di depan pintu masuk RSUD Kayen volume air mencapai 50 hingga 100 cm, mengakibatkan sejumlah pengendara roda dua khususnya terlihat bak antrian panjang terpaksa harus menunggu hingga banjir surut.

Dan yang memprihatinkan adalah ada  beberapa sekolah yang terpaksa di liburkan karena tergenang air  setinggi lutut orang dewasa.  

Seperti MI Mambaul Landoh Kayen saat disambangi, semua dewan guru masuk sekolah untuk berjaga jaga di dalam kelas mengantisipasi terjadi ketinggian air bertambah sehingga bisa menyelamatkan buku sekolah dan yang lainya.

Ada juga yang melakukan bersih-bersih kelas dari endapan lumpur setebal 3-5 cm.

Curah hujan yang tinggi juga di barengi dengan angin yang cukup ektrim, mengkibatkan putusnya jaringan PLN di dukuh Malangan desa Trimulyo sehingga  warga harus ekstra hati hati dalam melintasi jalan tersebut. 

Walaupun upaya pemerintah dalam mengatasi banjir di Kayen ini diataranya telah ditinggikan jalan dengan rabat beton dan pengerukan sungai disepanjang aliran sungai dari gunung kendeng masih juga menyisakan banjir tiap turun hujan, sehingga warga usulkan pengerukan sungai lagi.

Dari usulan  warga yang dirilis awak media pengerukan sungai Kesinan sebagai salah satu langkah untuk mengatasi banjir di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Banjir yang hampir setiap tahun menggenangi area pemukiman, ladang serta sawah warga setempat, disinyalir akibat pendangkalan sungai Kesinan,” pasalnya.

“Banjir disebabkan pendangkalan sungai begitu muncul  warga memberikan alasanya kepada awak media Intensitas hujan dari daerah lain yang lebih tinggi juga melewati kayen.

Kata warga desa Srikaton masyarakat mengatakan bahwa didesanya dilewati sungai kali Kesinan.

Penggundulan hutan yang terletak disekitar kecamatan  Kayen juga menjadi penyebab seringnya banjir didesanya,” ujar warga dengan nada memelas.

Kali kesinan sudah waktunya dikeruk, pengerukan terakhir dilakukan 3 tahun yang lalu,”tambahnya.

Warga juga menjelaskan  bahwa seharusnya kali Kesinan dikeruk setiap 4 tahun sekali.

Dia menganggap gundulnya hutan dan dan pendangkalan kali Kesinan adalah penyebab utama meluapnya sungai yang melewatinya.

Berdasarkan pantauan awak media sungai yang melewati beberapa desa di Kecamatan Kayen itu meluap akibat curah  hujan tinggi mengguyur wilayah Pati selatan selama beberapa hari terakhir.

Hingga senin siang, air masih menggenangi sawah , ladang serta halaman rumah penduduk setempat.($.diman)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive