Selasa, 12 Februari 2019

Gara Gara Puisi, Massa Santri di Kudus Tuntut Fadli Zon Minta Maaf Kepada Kyai Maemoen Zubair

Targethukumonline. Kudus - Tidak terima Kyai di hina, ribuan santri se-Kabupaten Kudus yang  tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kyai (Asmak) menggelar aksi doa bersama dan memprotes puisi Fadli Zon 'Doa yang ditukar' di Alun-alun Kudus, Jumat (08/02/19). 

Aksi santri gelar doad bersama di alun-alun Kudus.

Mereka menuntut kepada  Fadli Zon untuk meminta maaf kepada KH Maemoen Zubair. 

Apalagi menurutnya politikus Fadli Zon telah menghina kyai melalui puisinya.

Aksi ini merupakan buntut dari puisi yang ditulis oleh politisi Partai Gerindra, Fadli Zon berjudul ’Doa yang Tertukar’. 

Puisi itu dinilai menghina Kyai Maimoen Zubair alias Mbah Moen. 

Dalam aksi, mayoritas peserta mengenakan baju putih, kopiah, sarung. Sementara di lengan mereka terdapat pita merah putih, sedangkan santriwati mengenakan busana muslim. 

Menurut koordinator aksi Muhammad Sa'roni kepada awak media menyampaikan "peserta yang mengikuti aksi sekitar 2.000 berasal dari 15 pesantren dan alumni-alumni pesantren. 

“Target dari acara  ini adalah menghentikan semua pencelaan terhadap seorang Kyai, sebab hal itu harus dihindari sesama saudara muslim. ,”ujarnya.

Harapan para aksi, mohon saudara Fadli Zon untuk menghentikan sikapnya atau tidak melanjutkan perbuatannya yang suka mencela seorang Kyai. 

Tuntutannya,  Fadli Zon harus meminta maaf dan segera bertaubat kepada Allah,” kata koodinator aksi M. Sa’roni saat menghadiri aksi doa santri untuk Kyai di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Dalam aksi dibentangkan  spanduk yang digelar berbunyi "Hentikan mencela kiai, kewajiban kita semua sebagai seorang muslim adalah menghormati ulama, menghormati kiai, menghormati para zuriyah kita, para rasul, para habib. 

Wajib hukumnya untuk kita hormati," beber tulisan tampak jelas.

Sehingga harapan para  aksi, selain melaksanakan doa bersama, biar negeri ini diberi kenyamanan dalam   Pilpres berjalan lancar tanpa ada halangan tidak ada gesekan lagi.   

Selain itu juga, ribuan santri melakukan deklarasi bersama, meminta para elit politik untuk berpolitik secara santun beradab dengan menjaga kerukunan dan perdamaian NKRI.

Para santri juga meminta semua politisi baik di daerah di pusat, untuk berpolitik dengan mengedapkan akhlak karimah. 

Tidak menjadikan agama sebagai komuditas politik untuk mendapatkan kepentingan politik sesaat. 

“Kami menyeru seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas dan keamanan serta kedamaian serta saling menghormati antara sesama masyarakat meskipun beda pilihan politik,” jelas sercara serentak oleh ribuan santri.

Serta menyeru seluruh santri untuk menjaga marwah para kiai dan tetap mengendapkan akhlakul karimah, sebagai suri teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia.  

"Kami wajib melawan ketika kyai kami dicela atau dizolimi. Puisi Fadli Zon adalah bagian dari puncaknya. 

Jadi kekesalan kami dimulai dari  Fadli Zon yang mencela kyai. Ada KH Yahya Cholil Tsaquf, KH Ma'ruf Amin, TGB. 

Harapan mohon saudara Fadli Zon untuk menghentikan sikapnya atau tidak melanjutkan perbuatannya yang suka mencela kiai kami," tegas M.Sa'roni saat orasi.

Salah seorang peserta aksi, Supriyono membacakan pernyataan yang kemudian diikuti massa santri, sebagai akhir aksi sebagai berikut : “Kami Aliansi Santri Membela Kyai meminta,”

Pertama : kepada politisi yang bersangkutan untuk segera sowan dan meminta maaf kepada kyai dan bertaubat secara bersungguh-sungguh. 

Kedua: kepada para elite politik negeri ini untuk berpolitik yang santun dan beradab kepada masyarakat agar bangsa ini damai dan rukun dalam persatuan di kebhinnekaan. 

Jauhkan diri dari caci maki, hasutan dan ujaran kebencian yang dapat memprovokasi masyarakat. 

Ketiga : kepada semua politisi baik di daerah maupun di pusat perbaikilah negeri ini dengan akhlaqul karimah, jangan jadikan agama sebagai komoditas politik. 

Keempat : menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan tahun politik ini penuh dengan kedamaian dan kondusif saling menghormati walaupun beda pilihan. 

Kelima : Menyerukan kepada para santri untuk menjaga marwah dan kehormatan kyai serta berperilaku dengan mengedepankan akhlaqul karimah.

Dari pantauan media, ribuan santri menggelar doa di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Dalam aksi yang digelar dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, kemudian dzikir  dan doa. 

Aksi berakhir ketika jelang petang, sejumlah polisi masih berjaga sampai massa benar-benar bubar. Sholawat dan zikir menggema dalam aksi kali ini. 

Sementara massa dari santri mengikuti sholawat dan zikir secara bersama-sama. Sambil membawa poster bernada protes kepada Fadli Zon dibawa oleh peserta aksi. ($.diman)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive