Minggu, 24 Februari 2019

SikatWae Berantas Nyamuk Aedes Aegypti di Kecamatan Dukuhseti Pati

Targethukumonline. Pati - Masyarakat Kecamatan dukuhseti Kabupaten Pati Jawa Tengah (Jateng) melakukan kegiatan aksi serentak Siaga Masyarakat Dengan Waspada Aedes Aegypti (Sikat Wae) dengan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan secara serentak, Sabtu tgl (23/02/19).

Antisipasi demam berdarah'SikatWae lakukan pembersihan sarang nyamuk serentak.

Kegiatan yang dilakukan secara serentak melalui program PSN 3M itu melibatkan semua masyarakat di 12 desa Kecamatan Dukuhseti, pelajar, tim glatik atau pasukan melawan jentik sebanyak 120 orang dan unsure TNI/Polri.

"Kita bersama Muspika, melakukan monitoring kepada masyarakat yang melakukan kerja bhakti dalam rangka program Sikat Wae pemberantasan jentik nyamuk,"Ungkap Camat Dukuh Seti Wahyu Wuriyanto kepada wartawan kemarin. 

Menurutnya, Kegiatan ini dilaksanakan sesuai instruktur Bupati Pati Haryanto agar masyarakat di semua desa melakukan pembersihan sarang nyamuk secara serentak,"Ini instruktur dari Bupati agar masyarakat bisa melakukan pembersihan dengan melibatkan semua unsur," katanya. 

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Dukuhseti Santoso menjelaskan, Kasus Demam Berdarah (DB) di wilayah Dukuhseti di awal tahun 2018 terjadi peningkatan, dan itu harus dilakukan antisipasi pencegahan. 

Jumlah yang ada sendiri sesuai data ada sebanyak 15 sampai 20 kasus yang sudah di tangani, dan rata-rata terjadi pada anak-anak."Kasus DB ini rata-rata terjadi pada anak-anak yang virusnya rentan menyerang daya tahan tubuh,"Jelasnya. 

Sejauh ini, Kata dia, Tidak ada korban yang  meninggal akibat serangan nyamuk, sehingga harus dilakukan pencegahan dan antisipasi dengan cara melakukan pembersihan, sebab paradigma foging yang biasa dilakukan tidak bisa meminimalkan dan bukan upaya efektif untuk pemberantasan nyamuk,"Foging bukan upaya efektif, jadi harus ada kesadaran masyarakat langsung untuk melakukan pembersihan dan pemberantasan sarang nyamuk." Paparnya.

"Kesehatan mahal harganya, dan untuk menjangkau itu diperlukan kerjasama dan kesadaran masyarakat, cintai lingkungan, dan mulai hidup sehat," timpalnya. (Wiz)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive