Minggu, 31 Maret 2019

Lewat Parade Seni dan Budaya, Dapat Mempersatukan Seluruh Elemen Bangsa

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin menghadiri parade seni budaya di pusat kuliner Pati yang diprakarsai Rumah Seni Pati dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati. Selain kedua pasangan kepala daerah, acara ini juga dihadiri Kapolres Pati, Dandim 0718 Pati bersama Kepala OPD dan disaksikan oleh masyarakat Pati, Sabtu tgl (30/03/19).

Melalui Seni dan Budaya merangkul semua elemen masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, malam ini merupakan puncak parade seni budaya yang sebelumnya telah dilakukan beberapa pementasan dengan mengangkat tema "Guyub Rukun Nusantara Sak Kukuban".

"Memang budaya itu bisa menyatuhkan satu dengan yang lainnya. Kita punya budaya yang cukup banyak dan kadang sering kali diwarnai perbedaan tetapi manakala kita bisa mengemas dan bisa memahami satu sama lain  tidak akan ada persoalan," ujar Bupati.

Bupati mengungkapkan momentum pentas seni budaya ini sangat baik karena memperkasai pegiat seni dan para komunitas budaya yang bersatu padu memanfaatkan potensi yang ada.

"Malam hari ini teman-teman seni yang memperkasai agar kita bisa tetap bersatu dengan seni dan budaya serta kita ingat 4 pilar kebangsaan yang beda-beda karena bhineka tunggal ika menyatukan kita dengan yang lain.

Kita punya budaya banyak kalau dikelola akan memberikan manfaat karena bisa menyatukan antara satu dengan yang lain. Lebih- lebih kalau kita kemas dengan semacam ini," yakin Bupati.

Haryanto menyambut baik pemilihan tempat penyelenggaraan parade seni budaya di pusat kuliner Pati. 

Ia memaklumi dengan regulasi baru, peraturan baru atau perubahan baru tidak ditangkap dengan baik, sehingga belum juga dilaksanakan namun pihak tersebut sudah pesimis.

Ia menghimbau agar semua pihak menghilangkan kekhawatiran tempat ini tidak laku. 

"Kalau kita sudah berkumpul dan menjadi satu serta ditunjang seringnya kita melakukan pentas seni budaya di tempat ini tentunya masyarakat  lama- lama akan tahu dan nantinya akan memberikan dampak tersendiri, lebih-lebih agenda sudah tersusun," imbuh Haryanto.

Di kesempatan ini Bupati menjelaskan, Kepala Bidang Kebudayaan telah menyusun agenda mingguan, bulanan, bahkan satu tahunan untuk penyelenggaraan seni budaya di tempat ini. 

Dengan adanya rangkaian agenda itu, diharapkan masyarakat secara umum akan melihat dan menikmati pusat kuliner yang ada di Pati ini.

Bupati juga mengungkapkan, pusat kuliner yang disini lebih memberi keleluasaan, karena tidak mengganggu kepentingan masyarakat lain. Selain itu ia meyakinkan, keberadaan fasilitas akan terus dipantau dan dikelola. 

"Dimana kekurangan yang ada akan dibenahi dan tentunya akan memberikan manfaat bagi pedagang dan masyarakat", tegasnya.

Di akhir sambutannya tak lupa Bupati menyampaikan harapannya agar pentas seni budaya ini bisa menyatukan seluruh masyarakat, walau latar belakang berbeda-beda bertemu bersatu sehingga tidak ada persoalan pilihan. 

"Jangan kita dipisahkan gara-gara pileg pilpres karena beda pilihan itu hal biasa," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Lakukan Simulasi Pemilu, Untuk Inventarisir Berbagai Persoalan

Targethukumonline. Pati - KPU Kabupaten Pati menggelar simulasi
pemungutan suara dengan mengambil sampel di TPS 1 Desa Sitiluhur kecamatan Gembong, pada Minggu di lapangan desa Sitiluhur, (31/03/19).

Suasana simulasi kegiatan pada saat pencoblosan di TPS.

Warga yang masuk dalam daftar TPS di wilayah tersebut diundang untuk mengikuti simulasi pencoblosan. 

Simulasi ini disaksikan oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten Pemerintahan, ketua komisi A Adji Sudarmadji, Muspika Gembong, juga kapolsek dan danramil seluruh Kabupaten Pati.

Pelaksanaan Simulasi ini diselenggarakan Iayaknya pencoblosan sesungguhnya.

Hanya yang membedakan nama partai diganti dengan nama buah buahan, surat suara DPD dan pilpres hanya dibuat gambar kotak kosong.

Simulasi pemungutan suara dimulai jam 07.00 WIB sampai  jam 13.00 WIB usai jam 13.00 WIB akan dimulai konsep penghitungan surat suara di tingkat TPS sampai selesai.

Bupati, Wakil Bupati, Sekda , Asisten Pemerintahan, Ketua Komisi, ketua KPU ikut melaksanakan simulasi pemungutan suara sebagai pemilih pindahan.

KPU telah menyiapkan beberapa bentuk pemilih, antara lain Pemilih DPT, Pemilih pindahan, Disabiltas dan pemilih yang memakai atau menunjukkan KTP saja.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan simulasi ini harus dilaksanakan sesuai pemungutan suara yang sesungguhnya, meskipun para undangan belum lengkap tetap harus dimulai jam 07.00 WIB dan juga pemilihnya adalah warga yang terdaftar di DPT (TPS tempat simulasi di desa Siti luhur) jadi tidak ada rekayasa.

Beda dengan simulasi pemilu tahun 2014 dimana tiap kabupaten hanya diambil sampel, kalau sekarang tiap kabupaten secara nasional harus melaksanakan sendiri simulasi pemilu.

Dikandung maksud agar mengetahui durasi seorang pemilih dalam melaksanakan pencoblosan (dimulai jam 07.00-13.00 WIB) sampai penghitungan 5 surat suara dikalikan jumlah pemilih yang dimulai jam.13.00 WIB sampai selesai.

Untuk penghitungan di PPPK yang tempatnya tidak memungkinkan hal ini akan menjadi persoalan tersendiri bagi para petugas semakin jumlah TPS nya banyak maka semakin banyak tugas karena harus mengawal, mengingat kotak suara yang sekarang beda dengan yang dulu, karena kotak suara hanya maksimal boleh ditumpuk 4.

"Besok Senin 1 April baru kita rapatkan dengan forkompimda dan Selasa paginya 2 April akan kita undang Muspika untuk memberikan sosialisasi secara teknis ke desa desa," ujar Bupati.

Dilaksanakan simulasi ini aagar diketahui pemetaan sehingga diinventaris persoalannya kelebihan dan kekuranganya untuk di pakai rapat pada saat senin malam sebagai evaluasi.

"Mudah-mudahan simulasi ini memberikan pemikiran kita, untuk anstisipasi kelemahan-kelemahan kita, yang terpenting adalah kita bersama-sama jangan saling mencari kebenaran sendiri tetapi kita mencari kekompakannya," Harap Bupati.

Pelaksanaan pemilu walaupun sudah berulang kali dilakukan, tetapi kali ini berbeda karena adanya pemilihan presiden dengan legislatif.

Sehingga dibutuhkan lebih banyak pemantau yang ada di lapangan.

"Lebih baik biar tidak ada kecurigaan kalau perlu momen-momen penting di dokumentasikankan kalau nanti ada yang protes bisa menjadi bahan untuk argumen," pungkas Bupati. (ROI/humas)
Share:

Kades Punya Peran Penting Dalam Pemilu, Begini Harapan Bupati Haryanto

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati dilaksanakan rapat koordinasi pemilu 17 April 2019 yang dalam hitungan kurang 19 hari lagi waktu pencoblosan, Sabtu tgl (30/03/19).

Peran penting Kades diharapkan mampu membawa suasana yang nyaman dan kondusif selama Pilpres kedepannya.

Dalam kegiatan ini, dihadiri oleh Bupati Pati, Sekda, Forkopimda, KPU, Bawaslu, dan para kepala desa. Rapat koordinasi ini merupakan persiapan agar dalam pelaksanaan pemilihan umum nanti, berjalan lancar dan kondusif.

Komisioner KPU Pati Imbang Setiawan mengucapkan terimas kasih atas partisipasi serta dukungan seluruh pihak dalam penyelenggaraan pemilu khususnya para kepala desa se - Kabupaten Pati.

"Mohon bantuan dari bapak ibu kepala desa semuanya, agar kami dapat melaksanakan pemilihan umum 2019 secara serentak, untuk lima pemilihan dengan baik dan lancar, tanpa halangan suatu apapun," pinta Imbang.

Ia menjelaskan, berbeda dengan pemilu - pemilu sebelumnya 17 April 2019 pileg dan pilpres akan dilaksanakan secara bersamaan. 

Oleh sebab itu, dalam rakor ini, pihak desa mampu melaksanakan persiapan dengan sebaik - baiknya mulai dari pra pemilu, pencoblosan hingga penghitungan surat suara.

"Untuk penghitungan surat suara nanti, kita akan membutuhkan 5 kotak suara. 

Surat suara yang kita terima dan selesaikan sortir ada 4 jenis surat suara, yakni abu - abu untuk capres dan cawapres, merah untuk DPD, kuning untuk DPR RI, biru untuk DPRD Provinsi, dan sekarang kita menunggu untuk surat suara DPRD Kabupaten. 

Setelah semuanya itu selesai akan dilanjut proses packing dan kemudian di distribusikan ke TPS tujuan," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menyampaikan diundangnya para kepala desa ini adalah kaitannya nanti ketika logistik surat suara ini telah terdistribusi ke TPS oleh KPU. 

Sebab pemilu ini tidak sama dengan pemilu sebelumnya, hal ini lantaran pileg dan pilpres dilakukan secara bersamaan.

"Ada perbedaan, misal dulu pemilu menggunakan kotak alumunium, sekarang kotak kardus. 

Menumpuk surat suaranya pun tidak sama, beda dari yang dulu. Terlebih, jumlah TPS ada 4.369, itu dikalikan 5 sebab surat suara terdapat 5 jenis, yakni 21.845 kotak suara," terang Bupati.

Haryanto melanjutkan, penghitungan kotak suara ini nanti dilakukan di kecamatan. 

Oleh karena itu, Senin malam, pihaknya akan rapat lagi bersama dengan partai politik dan Forkopimda untuk mencapai kesepakatan terkait keamanan.

"Jangan sampai dalam pemilu nanti, dinodai dengan hal - hal yang tidak baik. 

Oleh sebab itu, kita berusaha mengantisipasi masalah sekecil apapun dengan melibatkan para kepala desa. 

Selain itu, kita juga membantu mencari tempat penghitungan suara, sebab ada beberapa kecamatan yang terkendala tidak dapat untuk dilakukan rekapitulasi," tandas Bupati. (ROI/humas)
Share:

Kompetisi Antar Sekolah Untuk Tunjukkan Siswa Berprestasi

Targethukumonline. Pati - Padatnya agenda kepala daerah pada Sabtu, namun Bupati Haryanto menyempatkan menghadiri lomba MAPSI tingkat SMP se- Kabupaten Pati yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jaken. 

MAPSI tingkat SMP Se-kabupaten Pati.

Hadir pada acara tersebut Camat Jaken, Danramil Jaken, Kepala sekolah dan guru pembimbing, (30/03/19).

Lomba Mapsi ini diikuti oleh 583 peserta yang berkompetisi di tujuh bidang lomba mata pelajaran.
Bupati mengungkapkan ajang ini bukan semata mata acara seremonial.

Ketika salah satu sekolah diketahui berprestasi manakala mengikuti lomba, orang tidak akan mengetahui sekolahan itu baik dan berprestasi apabila tidak pernah berkompetisi baik di tingkat kabupaten, tingkat provinsi, tingkat nasional bahkan tingkat internasional. 

"Manakala sering berkompetisi dan ternyata sering mendapat prestasi itu berarti bisa dikatakan kita berhasil dalam membimbing," imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, favorit atau tidak suatu sekolah itu yang menilai adalah orang tua dan masyarakat. 

Ia memahami orang tua ingin anaknya bisa diterima di sekolah favorit, meskipun anaknya kadang merasa tidak mampu dan terpaksa. 

"Dengan harapan lingkungan sekolah yang berprestasi akan berpengaruh terhadap anak sehingga ikut  terbawa berprestasi, karena memang yang paling banyak berpengaruh adalah lingkungan," ungkap Haryanto.

Bupati mengatakan, lomba mapsi adalah salah satu sarana dan prasarana untuk mendidik anak anak di bidang ilmu agama ataupun seni. 

Dengan media seperti ini Bupati yakin bisa membimbing baca tulis Al-Quran, seni rebana dan sebagainya. 

"Meskipun demikian bapak ibu dalam membimbing anak didiknya tidak hanya sekedar dipacu pada lomba, tetapi mengenalkan agama lebih dekat lebih mendalam untuk dijadikan pegangan hidup adalah lebih penting.

Apalagi kemajuan teknologi akan mudah sekali mempengaruhi anak anak, kalau sudah mempunyai bekal ilmu agama yang tebal pasti akan selalu berpikir positif," ujar ayah dari dua anak ini.

Tak lupa Bupati mengajak para pengajar untuk bersama mengangkat lomba Mapsi ini dibawa ke tingkat yang lebih tinggi. Ia berharap jangan hanya sekedar mengikuti akan tetapi  bagamana cara agar anak bisa berprestasi.

"Untuk lomba MTQ LPPQ dan lain sebagainya kita sudah sering juara umum, jangan mau kalah dengan MTQ pelajar, LPTQ dan lainnya. 

Kita mempunyai anak anak yg luar biasa hanya bagaimana caranya kita memacu. 

Saya harap dewan juri berlaku adil dan profesional agar hasilnya nanti betul betul bisa mewakili kabupaten dengan harapan bisa memboyong kejuaraan tingkat yang lebih tinggi," harapnya.

Sementara itu Sekretaris disdikbud Saryono menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran pendidikan Agama Islam, untuk membentuk kepribadian peserta didik yang cakap, kreatif berahklaq mulia dan bertanggung jawab. 

"Juga bertujuan meningkatkan peserta didik dalam menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dan mewujudkan peserta didik yang mempunyai keberanian berkompetisi," jelasnya.

Adapun prestasi Kabupaten Pati dalam lomba Mapsi 2018 di tingkat provinsi adalah juara 1 lomba cerdas cermat Agama Islam, juara cabang tilawah putri, dan juara 3 kaligrafi putri. (ROI/humas)
Share:

Jumat, 29 Maret 2019

Misi Duta Seni dan Budaya (Febby Maharani) Nusantara Management Berkunjung ke Jepang

Targethukumonline. Pati - Setelah melaksanakan perjalanan tour di beberapa kota di Indonesia kali ini team Nusantara Management melaksanakan tugas negara menjalankan misi perdamaian dunia lewat seni dan budaya dengan Feby Maharani (Feby KDI) sebagai Icon (Duta) Seni dan Budaya berkunjung ke luar negeri yaitu di negara Jepang yang terkenal dengan sebutan negeri sakura (matahari terbit) yang banyak tumbuh bunga sakura di negeri tersebut, Sabtu tgl (30/03/19).

Negeri Sakura with Mr. Joko Wibisono.

Team Nusantara Management sangat bangga karena bisa berkunjung di negara Jepang sebuah Negara dengan kemajuan teknologi yang luar biasa baik di bidang sains maupun ilmu pengetahuan, juga keunikan dan budaya tradisi yang sangat kuat untuk membangun kekuatan mental, disiplin waktu yang sangat tinggi yang akhirnya menempatkan Negara Jepang sebagai salah satu Negara maju di Asia.

Ini merupakan agenda tour perjalanan yang luar biasa yang dapat di temui oleh team Nusantara Management dengan mekanisme  yang berbeda tapi wujud saling menghormati antar sesama terjalin dengan baik akan keluhuran budaya samurai (jiwa seorang samurai)  inilah yang terpatri di negara Jepang ini akan menjadikan pelajaran yang baik untuk melakukan tugas mulia ke depan sebagai wujud Seni dan Budaya sebagai pemersatu visi misi dari Gong perdamaian dunia.

Tidak berlebihan memang di negara Jepang team Nusantara Management hanya ingin mencari suatu kebenaran sebagai mana jati diri sebuah bangsa adalah sebagai bentuk penentuan nasib Bangsa untuk ke depannya yaitu untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

Team Nusantara Management tidak berharap banyak kami hanya menuntut hak yaitu hak sebagai umat manusia untuk di kembalikan ke fungsionalnya untuk di berikan jaminannya, untuk di berikan keadilannya sosial dan dimana keadilan itu adalah milik semua manusia, milik semua umat manusia yang ada di dunia sebagai jaminan keadilan, kesejahteraan, komitmen, loyalitas itu adalah karena landasan kemakmuran itu sendiri.

Kemakmuran adalah suatu landasan dimana untuk membangun suatu ideologi sedangkan ideologi itu punya hak punya tujuan hidup membangun suatu karakter manusia yang punya martabat dan punya moralitas tinggi lewat keluhuran sebuah budaya  dan seni.

Dengan kemakmuran diharapkan  manusia bisa memilih hanya satu kekuatan yang di miliki oleh manusia yaitu Akhlak, Moralitas dan sebuah komitmen yang harus dipegang erat dalam sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pada hari ini di negara Jepang Tokyo sebagai saksi semoga apapun yang kami lakukan semoga apapun yang kami berikan sebagai mana makhluk hamba Allah hamba Tuhan bisa bermanfaat untuk setiap umat manusia di dunia dari perjalanan kerajaan Majapahit, Mataram, Kutai Kertanegara, Pajajaran bahwa Nusantara pernah menghiasi tatanan 700 tahun sebuah masa paling indah akan kejayaan atau masa keemasan.
Dan menjadi saksi bahwa Jepang pernah menjadi saksi sejarah perjalanannya Bangsa Indonesia sehingga Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, semoga perjalanan ini menjadi berkah dalam saksi perjalanan nyata di Jepang di negeri sakura salam hormat salam sejahtera atas nama Bangsa Indonesia dan mewakili rakyat Indonesia dari Joko Wibisono Pimpinan Nusantara Management.

Bahwa Nusantara dengan kode tatanan 700 tahun akan kembali menjadi mercusuar nya Dunia, sesuai dengan jongko Joyoboyo ataupun Nayagenggong dan Sabdapalon nagih janji dengan tanda tanda alam sudah terbukti hadir satu persatu terakhir adalah meletusnya anak gunung Krakatau sebagai tanda turunnya Satria Piningit yang akan membawa masa Kejayaan Nusantara kembali. (EKO)
Share:

Kamis, 28 Maret 2019

Berbagi Pengalaman Hidup, Safin Ajak Peserta Raimuna Jadi Pengusaha

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pati, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin didaulat menjadi pembicara dalam acara Raimuna yang diikuti enam kabupaten eks Karesidenan Pati pada Kamis (28/03/19).

Safin berbagi pengalaman dalam acara Raimuna.

Wakil Bupati berkesempatan membagi pengalaman hidupnya, dimana apa yang ia raih sekarang tidaklah mudah. Wabup mengatakan, untuk meraih sukses harus dibayar dengan perjuangan yang tidak mudah.

Ia mengisahkan sewaktu muda, sambil sekolah tak malu berjualan bensin eceran dan malam hari menjadi tukang tambal ban di bengkel milik pamannya. 

Usahanya dimulai dari menjadi penjual ritail kecil sampai akhirnya dipercaya menjadi distributor salah satu operator seluler.

"Kalau adik- adik mau jadi kaya jadilah pengusaha atau wirausaha. Adik -adik harus punya semangat pembaharuan dan selalu mengikuti perkembangan," himbaunya dihadapan peserta yang merupakan anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Wabup yang dikenal dengan Safin itu, juga berbagi tips bagaimana menekuni usaha bidang pertanian. Ia mengungkapkan, bila menjadi peternak atau petani haruslah menjadi petani atau peternak yang sukses. 

Caranya adalah memanfaatkan teknologi juga membentuk kelompok- kelompok petani atau peternak.
"Disini yang kita dapatkan adalah bukan ekonomi monopoli akan tetapi ekonomi kolaborasi. 

Salah satu contoh di Pati produksi ayam mencapai 30 juta ekor, disitu ada perputaran uang yang kita dapatkan mulai  peternaknya, pakannya, pupuk, dan lain sebagainya," terang Safin.

Kepada peserta Raimuna, Safin berpesan agar mereka memanfaatkan hal- hal yang baik, dalam kegiatan sehari-hari. 

Karena mempunyai peranan penting dalam meraih kesuksesan. Ia menegaskan kemajuan teknologi saat ini hadir untuk membantu setiap manusia, sudah seharusnya teknologi digunakan untuk produktivitas.

"Dengan teknologi kita dapat melakukan banyak hal dalam mempermudah berbagai proses untuk meraih kesuksesan. 

Belajarlah yang tekun agar kelak di kemudian hari bisa bermanfaat untuk dapat meraih cita cita," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Desa dan Kecamatan Jangan Sampai Salah Kaprah Soal PKH

Targethukumonline. Pati - Kecamatan maupun desa diminta agar tak salah kaprah dalam memahami program Program Keluarga Harapan (PKH), Kamis tgl (28/03/19).

Bupati harapkan agar verifikasi betul penerima PKH.

"Jangan sampai pihak desa bangga karena banyak warganya yang mendapat bantuan PKH, sebab itu menunjukkan angka kemiskinannya justru tinggi", tegas Bupati Pati Haryanto di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) hari ini di Pendopo Kabupaten Pati.

Bupati juga menekankan agar mereka memverifikasi betul penerima program PKH.

Sementara itu, terkait dengan kegiatan Musrenbangkab hari ini Bupati menerangkan bahwa untuk menjadi sebuah program pembangunan, proses dan tahapan yang dilalui memang panjang.

"Mulai dari Musrenbang desa, kecamatan, Forum OPD, hingga saat ini. Seperti yang disampaikan kepala Bappeda bahwa setiap tahun kita memang selalu merencanakan dan menganggarkan secara berkelanjutan. 

Dan semua itu ada dampaknya, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia dan seterusnya", urainya.

Pihaknya menyebut, apabila setiap tahun tidak terjadi dampak yang berarti, maka harus ada evaluasi terhadap perencanaan yang dilaksanakan.

Haryanto juga menegaskan pada semua pihak terkait untuk menelusuri program - program yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut Haryanto, program-program seperti pembangunan infrastruktur, tidak semata - mata langsung menurunkan angka kemiskinan, namun semua ada dampaknya terlebih dahulu, begitupun dengan program UMKM.

"Jadi yang namanya rencana pembangunan itu tetap dipertimbangkan, namun dengan menerapkan skala prioritas. Juga tahapannya harus dilalui sesuai mekanisme yang ada", jelasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa di Musrengbangkab ini, kegiatan akan lebih ditekankan pada diskusi. 

"Sebab, semua paparan dan usulan, telah dilakukan pada forum perangkat daerah beberapa waktu lalu dan Musrenbangwil kemarin", terang Haryanto.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pati, Pujo Winarno dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbangkab ini merupakan rangkaian agenda dari penyusunan RKPD, yang merupakan tindak lanjut dari Forum OPD yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 - 12 Maret 2019, yaitu forum antar pemangku kepentingan pembangunan.

"Pada rancangan RKPD tahun 2020, ada 3 poin penting, yaitu kondisi makro dan capaian pembangunan daerah. Kemudian yang kedua, prioritas pembangunan daerah tahun 2020 serta keselarasannya dengan prioritas provinsi maupun nasional. 

Dan terakhir, kerangka rancangan keungan daerah tahun 2020", paparnya.

Pujo menambahkan, tema pembangunan yang diusung dalam Musrenbangkab kali ini ialah "Jejaring Berdaya Saing", yaitu pengembangan daya saing daerah yang didukung kemandirian masyarakat berbasis keunggulan lokal dan teknologi informasi komunikasi, dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Selain dihadiri oleh Bupati Pati, acara Musrenbangkab ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Pati, Sekda Pati, Forkopimda, Ketua DPRD Pati, Sekretaris Bappeda Provinsi Jateng, OPD, LSM, delegasi kecamatan, perguruan tinggi, serta sejumlah elemen masyarakat. (ROI/humas)
Share:

Rabu, 27 Maret 2019

Pemprov Bagi Intensif Guru Ngaji di Pati Total Sebesar 205 Miliar

Targethukumonline. Pati - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran untuk insentif untuk guru Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren.

171.131 guru madrasah (ngaji) akan menerima intensif.

Insentif akan diberikan melalui dana hibah dengan total sekitar Rp 205 miliar.

Tercatat hingga saat ini sudah ada 171.131 orang yang terdaftar akan menerima insentif tersebut.

Hal ini disampaikan Ganjar Pranowo saat menyerahkan bisyaroh kepada guru ngaji di GOR Puri Pati Rabu siang di sela rangkaian kunjungan kerjanya di kabupaten Pati, (27/03/19).

Ganjar mengatakan, pemberian dana itu sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terhadap guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi masa depan.

"Dulu ketika sama Gus Yasin punya niat, jika kelak terpilih memimpin Jawa Tengah, ayo bantu guru-guru ngaji. Karena perjuangan guru-guru madrasah dalam mendidik anak-anak kita sangat luar biasa. 

Ini penghormatan kami kepada panjenengan, semoga barokah," katanya.

Ganjar menjelaskan, pemberian bisyaroh ini merupakan janji politiknya saat berkampanye bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Pilgub 2018 silam.

Saat itu dia bertekad membantu guru ngaji yang hanya berpenghasilan Rp 100 ribu perbulan dan saat ini kali pertama Pemerintah Provinsi memberikan insentif pada guru ngaji seluruh Jateng.

"Sudah menitipkan anak-anak sehingga tahu agama, bisa ngaji, mengerti tentang berislam dengan baik dan bisa menyampaikan Islam rahmatan Lil alamin betul-betul bisa diwujudkan. 

Dengan satu harapan, kami hanya menyampaikan terimakasih. Kami tidak bisa memberikan banyak, tapi itu rasa cinta kami pada mereka yang kita wujudkan dengan pemberian, yang kami malu sebenarnya karena terlalu sedikit. 

Tapi dengan itu insyaallah ini jadi ikhtiar kita untuk memperhatikan mereka," katanya.

Di waktu yang hampir bersamaan, Bupati Haryanto saat diwawancara mengakui bahwa memang janji politik Gubernur di awal periode kedua saat menjabat, sekarang ini telah dicukupi.

"Dari Pemprov tiap bulannya mendapat Rp 200 ribu, kalau dari Pemkab setahun Rp 750 ribu. Ini semua menyesuaikan kemampuan anggaran, sebab anggaran kita belum seberapa", tandas Bupati.

Berdasarkan data yang dihimpun Bagian Humas Setda, besaran bantuan yang diberikan Pemkab pada guru agama non formal seperti guru Madin, TPQ, sekolah minggu, dan guru agama lain, setiap tahun mengalami kenaikan.

Pada 2014, nilai bantuannya hanya Rp 250 ribu, kemudian meningkat menjadi Rp 300 ribu pada 2015, meningkat lagi menjadi Rp 400 ribu tahun 2016 kemudian 2017 menjadi Rp 500 ribu, lalu 2018 Rp 600 ribu, serta yang terakhir di 2019 ini nilainya mencapai Rp 750 ribu per guru. (ROI/humas)
Share:

Capaian TMMD Jadi Akselerasi Pembangunan di Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2019 bertempat di Lapangan Desa Mojoluhur, Kecamatan Jaken. Wakil Bupati turut menghadiri kegiatan yang juga diikuti oleh Forkopimda, Persit, Bhayangkari, PKK dan muspika Kecamatan Jaken, Rabu tgl (27/03/19).

Tmmd Sengkuyung di harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Saiful Arifin mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodim 0718 Pati yang telah sukses melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2019 di Desa Mojoluhur Kecamatan Jaken dan Desa Pakem Kecamatan Sukolilo.

"Semoga hasil pembangunan ini memberikan manfaat yang besar bagi warga dan kerjasama yang baik antara Pemkab Pati dengan TNI ini semoga terus terjalin dengan baik," harapnya.

Wabup mengatakan kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar, karena bisa meningkatkan kelancaran arus transportasi dan perekonomian, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam hal wawasan kebangsaan, bela Negara dan cinta tanah air.

"TMMD Sengkuyung Tahap I secara terpadu dan berkesinambungan ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di Kabupaten Pati," ujarnya.

Sementara itu Dandim 0718/ Pati Arif Darmawan menyampaikan ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan TMMD Tahap I Tahun 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 26 Februari sampai 27 Maret 2019.

"Melalui kegiatan TMMD ini kita tentu berharap hasil yang telah dicapai dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Alhamdulillah kegiatan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 28 hari tersebut kami anggap telah sukses dengan hasil yang sesuai target dan sasaran yang direncanakan.

Keberhasilan Kegiatan ini tidak lepas dari dukungan dan kerja keras berbagai pihak baik TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Desa serta masyarakat dalam menyumbangkan tenaga pikiran dan materi secara sukarela sehingga kegiatan TMMD ini dapat terlaksana sesuai rencana dan mencapai sasaran.

"Program TMMD diharapkan kebersamaan TNI dan rakyat tetap terpelihara sehingga tercipta hubungan emosional yang harmonis dan berkelanjutan," imbuh Dandim.

Dengan berakhirnya program TMMD ini, masyarakat diminta ikut menjaga dan memelihara hasil yang telah dicapai, sehingga usia pemakaian dan manfaatnya dapat terus dinikmati oleh seluruh masyarakat. 

"Tujuan dari TMMD ini adalah memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mampu memanfaatkan berbagai potensi pada pemberdayaan masyarakat dalam membangun diri dan lingkungan secara swakarsa dan swasembada," pungkasnya (ROI/humas)
Share:

10 Usulan Pemkab Dalam Musrenbangwil, Prioritaskan Peningkatan Jalan di Sejumlah Titik

Targethukumonline. Pati - Usai memimpin apel Satlinmas di Alun- alun Pati, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melanjutkan memimpin agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se - eks Karesidenan Pati yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (27/03/19).

Sepuluh usulan prioritas utama diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur di wilayah kab. Pati.

Forum tersebut menjadi media penyampaian arah kebijakan dan prioritas pembangunan Jawa Tengah Tahun 2020, serta dimulainya proses penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2020 di wilayah Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Kudus, Jepara. 

Musyawarah ini diikuti Sekda Prov, semua Kepala OPD provinsi, perwakilan dari Polda Jateng, perwakilan Korem, Pejabat instansi vertikal, DPD RI, DPRD Provinsi, akademisi, partai politik, dan tokoh masyarakat dari segala elemen mulai dari organisasi wanita, perwakilan penyandang disabilitas dan anak.

Bupati Pati Haryanto, dalam sambutannya menyampaikan program - program kegiatan yang terlaksana dengan jumlah penduduk dan jumlah wilayah Kabupaten Pati. Menurutnya program untuk masyarakat tidak mungkin bisa di jalankan sendiri oleh pemerintah daerah.

"Dengan adanya Musrengbangwil ini, sangat bermanfaat. Dari perencanaan pembangunan, yang berkesinambungan oleh kementerian maupun provinsi dan kabupaten, berdampak pada kehidupan maupun kelangsungan pembangunan bermasyarakat di Kabupaten Pati", paparnya.

Pihaknya melanjutkan, hasil dari pembangunan terencana oleh pusat, provinsi dan kabupaten berdampak pada pertumbuhan ekonomi di masyarakat yang cukup stabil. Yaitu mencapai angka sebesar 5,4%, diatas angka nasional maupun provinsi. 

Begitupun dengan tingkat kemiskinan, Kabupaten Pati angka kemiskinan mencapai 9,9%, di atas angka provinsi namun masih di bawah angka nasional.

"Terkait angka pengangguran, di kabupaten Pati angkanya mencapai 3,83%, diatas provinsi maupun nasional. Dalam Musrenbangwil ini, tidak hanya dihadiri oleh dinas maupun instansi namun juga dihadiri oleh segenap tokoh agama, tokoh masyarakat serta kelompok disabilitas", urainya.

Bupati menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya menerima 100 usulan dari masyarakat, juga dari tokoh agama maupun ormas. Namun, semua usulan tersebut, diprioritaskan menjadi 10 untuk diusulkan dalam kegiatan Musrenbangwil ini.

"Guna peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan, kita tidak mungkin mengatasinya sendiri terlebih dengan jumlah penduduk dan luas wilayah di Kabupaten Pati. 

Sehingga kita butuh uluran bantuan, baik dari pusat maupun provinsi. Kami mendapat bantuan dari tahun ke tahun yang meningkat, namun memang ada yang belum sesuai harapan. Oleh karena itu, dalam Musrenbangwil ini, 10 usulan kita prioritaskan", tegasnya.

Usulan infrastruktur yang diharapkan oleh Pemkab Pati yaitu peningkatan jalan Karangmangu dan Bajomulyo menuju TPI, peningkatan jalan dari Agro Wisata Jolong ke Pohgading. Ketiga adalah peningkatan jaringan Fiber Optik guna menunjang Smart City.

Kemudian, lanjut Bupati, perbaikan halaman TPI Juwana yang disebabkan oleh kendaraan besar yang sering masuk. 

Selain itu peningkatan jalan dari Tambakromo menuju batas Kabupaten Grobogan, yakni Maitan. 

Juga dari Beketel sampai Maitan. Tak hanya itu, Bupati juga peningkatan jalan dari Kecamatan Tayu ke Kecamatan Dukuhseti.

"Disamping itu, kita juga mengusulkan terkait sektoral, yaitu bentuk bantuan yang diberikan ke Kabupaten dahulu, namun langsung dari provinsi maupun pusat", imbuhnya.

Usulan sektoral yang dimaksud yaitu normalisasi sungai Juwana yang beberapa waktu lalu teralokasi 40 miliar oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pemali Juwana. 

Kemudian, re - aktivasi kereta api mulai dari Semarang hingga Lasem, kemudian peningkatan jalan mulai dari Kudus hingga Rembang menjadi 4 lajur.

"Sedangkan untuk usulan ke provinsi, yaitu mulai dari SMP 4 Pati hingga jalan lingkar Sokokulon, Margorejo, itu kan masih 2 lajur, kita usulkan agar bisa menjadi 4 lajur dengan median ada di tengah", jelasnya.

Kemudian yang terakhir, pihaknya menambahkan bahwa jalan dari Pati ke Sukolilo batas Kabupaten Grobogan, Pati hingga Tayu batas Jepara, dan Juwana, Pucakwangi hingga Todanan batas Blora, dilakukan peningkatan jalan.

"Semoga 10 usulan prioritas yang kami sampaikan ini, dapat menjadi bahan pertimbangan", harapnya. (ROI/humas)
Share:

Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Pengadilan Agama Jepara

Targethukumonline. Jepara - PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS  MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI (WBK) DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI (WBBM) DI PENGADILAN AGAMA JEPARA, Rabu tgl (27/03/19).

Pencanangan zona integritas bebas korupsi di wilayah pengadilan agama Jepara.

Sebagai upaya pembangunan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 di lingkungan Pengadilan Agama Jepara Kelas I B, Bapak  Drs. H. Imam Syafi'i, SH.MH selaku Ketua Pengadilan Agama Jepara Kelas I B menggelar Deklarasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas.

Acara dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 27 Maret 2019 di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Jepara.

Acara yang bertema “Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani“ tersebut dihadiri oleh Jajaran FORKOPIMDA dan pimpinan Instansi terkait di kabupaten Jepara atau yang mewakil yaitu Bupati Jepara, Ketua DPRD Jepara, Kepala Kepolisian Resort Jepara, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Dandim Jepara, Ketua Pengadilan Agama Jepara, Kepala Depag Jepara, Ketua MUI dan pada acara tersebut hadir pula Advokat H. Heni Purwadi, S.H, Ketua Advokat PERADI/Ketua Pos Bantuan Hukum Pengadilan Agama Jepara/Ketua Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) sebagai mitra kerja Pengadilan Agama Jepara. ($.adhi)
Share:

Selasa, 26 Maret 2019

Pimpin Apel di Alun Alun Pati, Gubernur Ganjar Pranowo Ungkap Persiapan Satlinmas Jelang Pemilu 2019

Targethukumonline. Pati - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pagi tadi menjadi inspektur upacara pada Apel Siaga Satlinmas dalam rangka pengamanan Pileg dan Pilpres se - eks Bakorwil I Provinsi Jawa Tengah di Alun - alun Pati, Rabu tgl (27/03/19).

Apel Siaga Satlinmas (Cipta Kondisi) menjelang Pileg & Pilpres.

Apel Siaga Satlinmas ini juga dihadiri oleh Forkompimda Provinsi Jateng serta Forkompimda Kabupaten Pati.

Dalam pidatonya, Ganjar mengatakan bahwa apel ini dilaksanakan di seluruh eks Karesidenan, dan yang di Alun - alun Pati merupakan kegiatan apel Satlinmas yang terakhir.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satlinmas yang telah memberikan komitmen menjaga keamanan dan kondusifitas di lingkungan masyarakat.

"Saya juga ucapkan terima kasih, kepada seluruh jajaran Satlinmas kabupaten Pati atas kehadiran dan kesiapan untuk turut serta dalam mendukung suksesnya pileg dan pilpres 17 April 2019 nanti", paparnya.

Pihaknya ingin bahwa seluruh jajaran Satlinmas untuk menjunjung tinggi tanggung jawab, demi terjaganya kondusifitas di Jawa Tengah. 

Catatan sejarah dalam Pemilu dan Pilkada menempatkan Provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah percontohan karena berhasil menggelar pesta demokrasi dengan aman, kondusif tanpa gangguan yang berarti.

"Berkat kontribusi seluruh elemen masyarakat, kita berhasil menjadikan Jateng selalu adem ayem, tentrem dan gayeng meskipun atmosfer politik saat ini sedikit memanas. 

Saya harapkan, dapat terus ikut aktif menjaga iklim kondusifitas yang ada di Jateng pada saat semua tahapan khususnya pileg dan pilpres nanti", himbaunya.

Ganjar melanjutkan, simulasi keamanan terus menerus dilaksanakan. 

Koordinasi dan komunikasi juga terus intens dilakukan bersama - sama dengan TNI - Polri, agar penyelenggaraan pemilu benar - benar bisa terjaga.

"Dengan begitu ketika terjun di lapangan, sudah tidak gagap dengan apa yang harus dilakukan. Satlinmas juga harus peka terhadap kondisi. 

Semua yang anda dengarkan, berkaitan dengan hoax, segera anda luruskan. 

Teman - teman yang menggunakan medsos, pantau itu, redam itu, jangan biarkan hoax bertebaran", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

H - 1 Musrenbangwil, Sekda Ungkap 10 Usulan Prioritas Pemkab Pati

Targethukumonline. Pati - Kabupaten Pati menjadi tuan rumah dalam event besar yakni Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karesidenan Pati. 

Pemkab Pati menjadi tuan rumah Musrenbang Wil Eks Karisidenan Pati.

Event ini dilaksanakan di Pendopo Pati yang sebelumnya diawali dengan gelar apel Satlinmas di Alun - alun Pati, Selasa tgl (26/03/19).

Event ini akan diikuti oleh wilayah - wilayah yang masuk dalam Eks Karesidenan Pati yaitu Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Suharyono ketika dikonfirmasi, Selasa (26/03) mengatakan bahwa terdapat poin - poin maupun pokok - pokok usulan yang akan disampaikan ketika Musrenbangwil berlangsung. 

Setidaknya ada 10 prioritas yang akan diusulkan Kabupaten Pati.

"Ada 10 prioritas yang akan diusulkan, yakni peningkatan jalan Karangmangu dan Bajomulyo yang menuju TPI. 

Kemudian yang kedua peningkatan jalan dari Agro Wisata Jolong ke Pohgading. Yang ketiga adalah peningkatan jaringan Fiber Optik guna menunjang Smart City", paparnya.

Adapun usulan yang lain, lanjut Suharyono, perbaikan halaman TPI Juwana yang disebabkan oleh kendaraan besar yang sering masuk. 

Kemudian peningkatan jalan dari Tambakromo menuju batas Kabupaten Grobogan, yakni Maitan, juga dari Beketel sampai Maitan.

"Selain itu, juga peningkatan jalan dari Kecamatan Tayu ke Kecamatan Dukuhseti. 

Selain itu, kita juga mengusulkan terkait sektoral, yaitu bentuk bantuan yang diberikan ke kabupaten dahulu, namun langsung dari provinsi maupun pusat", imbuhnya.

Suharyono kembali menerangkan, usulan sektoral yang dimaksud yaitu normalisasi sungai Juwana, re - aktivasi kereta api mulai dari Semarang hingga Lasem, kemudian peningkatan jalan mulai dari Kudus hingga Rembang menjadi 4 lajur.

"Sedangkan untuk usulan ke provinsi, yaitu mulai dari SMP 4 Pati hingga jalan lingkar Sokokulon, Margorejo, itu kan masih 2 lajur, kita usulkan agar bisa menjadi 4 lajur dengan median ada di tengah", urainya.

Kemudian yang terakhir, pihaknya menambahkan bahwa jalan dari Pati ke Sukolilo batas Kabupaten Grobogan, Pati hingga Tayu batas Jepara, dan Juwana, Pucakwangi hingga Todanan batas Blora, dilakukan peningkatan jalan. (ROI/humas)
Share:

Kapolres OKU Timur Raih Penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak dan LEPRID

Targethukumonline. Martapura, OKU Timur- Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia alias Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait melakukan Kunjungan Kerja bersama Rombongan ke Polres OKU Timur, Selasa 26 Maret 2019.

Arist Merdeka Sirait ; Apresiasi kepada Kapolres OKU Timur atas kinerja yang luar biasa.

Tidak hanya memberikan Sosialisasi terkait Perlindungan Anak namun sekaligus menyerahkan Seremonial Penghargaan kepada Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIK., Polres OKU Timur, Ketua Bhayangkari Cabang OKU Timur, Indah Lastiany, SH , Kasatreskrim Polres OKU Timur, AKP M. Ikang Ade Putra, SIK serta Unit PPA Polres OKU Timur yang diterima oleh Kanit PPA, Nisca Puspita Hia, S.Tr.K.

Menurut Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, pemberian Penghargaan ini bukan tanpa Alasan, Kapolres OKU Timur dinilai cepat Tanggap dalam penanganan Kasus Anak. 

"Tidaklah berlebihan jika Komnas Anak memberikan Penghargaan ini, Kapolres OKU Timur dalam penilaian kami sangat cepat tanggap dan responsip dalam menangani Kasus Anak, sehingga tidak hanya Kapolres yang kami apresiasi namun Polres, Kasatreskrim hingga Unit PPAnya kami berikan Penghargaan, sedangkan Ketua Bhayangkari Cabang OKU Timur sangat dikenal Peduli dengan Anak Berkebutuhan Khusus", tandas Arist Merdeka Sirait dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Alumni AKPOL 2000 ini juga diganjar Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID), atas Rekor Pengungkapan Kasus Menonjol Terbanyak di Wilayah Lintasan Sumatera. 

Senior Manager LEPRID, Zandre Badak Menyerahkan langsung Penghargaan tersebut mewakili ketua LEPRID Bpk Lukas Pangka S.H Kepada Kapolres OKU Timur dan Ketua Bhayangkari OKU Timur sebagai Pendukung Rekor.

"Pengungkapan Kasus menonjol dilakukan AKBP Erlin Tangjaya sejak bertugas di Polda Aceh, Polda Sumsel hingga menjadi Kapolres OKU Timur dan setiap kasus yang ditangani Pak Erlin selalu Viral dan menjadi perbincangan Publik", ujar Zandre Badak dalam penjelasannya saat menyampaikan sambutanya.

Menurur Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya hampir Zero kejadian dan berharap membasmi pelaku Curas sampai tuntas. 

"Saya ingin Kabupaten OKU Timur harus bersih dari Kejahatan yang menakutkan masyarakat dgn istilah Grandong dan begal ataupun perampokan yg mana pelaku terkadang tidak segan-segan membunuh korbannya. 

Anggota Reskrim kami benar-benar  kerja ekstra memberantas kss Curas yg kita kenal dgn istilah pelaku 365 kuhp, Ini harus Clear dan jika masih ada kita akan clearkan sampe tuntas", tandas AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIK.
Berikut Prestasi AKBP Erlin Tangjaya, Kapolres OKU Timur :

Pengungkapan Kasus Perampokan dan Kelompok Bersenjata dan berhasil menyita sebyk 36 pucuk senjata laras panjang maupun laras pendek serta pelontar Granat,Di aceh
-Pengungkapan Kasus Pembunuhan Calon Pengantin 2016 Viral tsk an Asworo.

Pengungkapan perampokan dan pembunuhan Driver Online sebanyak 3 Kali.

Pengungkapan Kasus Pembegalan di Lintas Tengah Sumatera.

Mendapatkan Pin Perak dari Kapolri atas Keberhasilan pengungkapam Kasus begal yang dinilai cepat dan menonjol dijalur lintas tengah sumatera selatan. ($.boy)
Share:

Senin, 25 Maret 2019

Bukan Sapi Perah, Hewan di Kayen Ini Susunya Justru Diyakini Miliki Banyak Khasiat

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin hari ini mengunjungi peternakan kambing "Jangkung Farm" yang beralamat di Desa Kayen RT 6 RW 2, Kecamatan Kayen Pati, Senin tgl (25/03/19).

Susu kambing etawa dapat meningkatkan gizi & menjadi produk unggulan kabupaten Pati.

Peternakan tersebut dimiliki oleh Zeni Saputro, yang akrab disapa Zen Jangkung.

Safin mengatakan bahwa ia sengaja mengunjungi peternakan kambing tersebut karena mendengar Zen tengah mengembangkan produk olahan susu kambing.

"Potensi pasar susu kambing ini saya rasa luar biasa. Namun, masih perlu pengembangan, terutama sosialisasi pada masyarakat. 

Mungkin kebanyakan orang lebih familiar dengan susu sapi, karenanya masih perlu sosialisasi bahwa khasiat susu kambing bagi kesehatan sangat banyak," ujarnya.

Safin berharap agar produk susu kambing olahan Zen dapat segera terdaftar di BPOM, sebagai jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga menyarankan agar produk yang belum memiliki label merek tersebut dapat segera diurus brandingnya.

"Kemasannya juga perlu dibuat lebih baik," ungkapnya.

Di samping itu, Safin juga berharap para peternak kambing dapat berkelompok dan membuat semacam koperasi.

Nantinya, mereka fokus pada pengembangan peternakan, kemudian hasilnya disetorkan ke koperasi. Koperasi inilah yang kemudian membuat produk-produk hasil akhirnya, misalnya susu, keju, dan sebagainya.

Sementara itu, Zen mengatakan bahwa ia telah memulai inisiatif untuk memproduksi olahan susu kambing semenjak sekitar dua tahun lalu.

Sebelum memproduksi olahan susu, kira-kira sepuluh tahun ia berkecimpung di dunia breeding contest kambing.

"Untuk memulai produksi susu kambing, saya telah melakukan proses recording (pencatatan ternak) selama kira-kira dua tahun. 

Namun, saya baru menjual produknya sekira tiga bulan belakangan dan Alhamdulillah respon pasar sangat bagus," ujarnya.

Jenis kambing yang diberdayakan Zen untuk memproduksi susu ialah sapera, yakni persilangan kambing jenis sanen dengan ettawa.

Saat ini, ia memiliki lima ekor kambing perah yang mampu menghasilkan sekitar 10 liter susu per hari.

"Kambing sapera punya masa laktasi lebih lama dibanding kambing ettawa. 

Sementara ettawa masa laktasinya hanya sekira tiga bulan, sapera bisa satu sampai dua tahun," ungkapnya.

Selama ini, Zen menjual produk olahan susu kambingnya dalam kemasan botol 250 ml. Per botol ia jual seharga Rp 10 ribu.

Sejauh ini ia baru memproduksi dua varian, yakni original dan campuran sirup stroberi.

Zen tidak hanya memasarkan produknya di wilayah Pati. 

Produknya telah ia pasarkan hingga luar daerah, antara lain Kudus, Rembang, Purwodadi, Semarang, Jakarta, dan Tangerang.

"Ke depan, saya juga akan membuat inovasi produk olahan susu kambing yang lain, misalnya keju, permen, dan es krim," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Dandim Pati Letkol Arief Darmawan Pimpin Penanaman Mangrove di Sepanjang Pantai Desa Margomulyo

Targethukumonline. Pati - Jajaran Kodim 0718 Pati Jawa Tengah (Jateng) melakukan penanaman mangrove di sepanjang pantai desa Margomulyo Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, Senin tgl (25/03/19).

Penanaman mangrove untuk mengatasi abrasi di garis pantai sepanjang bibir pantura.

Penanaman mangrov dengan menggandeng masyarakat dan sejumlah komunitas di Pati itu dipimpin langsung oleh Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S. Sos.

"Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bagian dari program penghijauan di pesisir pantai yang bertujuan untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan," ungkap Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S. Sos di sela-sela kegiatan penanaman mangrove.

Menurutnya, Ada 1500 tanaman mangrov yang sudah ditanam, program ini dilaksanakan bukan hanya kali ini (2019, red) namun ditahun-tahun sebelumnya di beberapa daerah di Pati di sepanjang pantai di wilayah Pati juga sudah pernah ditanami mangrove."

Kita sudah pernah menanam ditahun sebelumnya, kurang lebih sudah 5 kali, hanya saja dengan kondisinya itu ada yang tidak berhasil untuk perkembangan dan pertumbuhan, namun begitu kita akan pantau terus agar perkembangan dan pertumbuhan kali ini bisa lebih baik," paparnya.

Arief juga mengisahkan soal pentingnya dan manfaat penanaman mangrov, sebab bisa untuk mencegah dan mengantisipasi bencana alam yang terjadi seperti di beberapa daerah.

"Pemanfaatan penanaman mangrove ini menjadi suatu hal yang kita harapkan, karena memiliki manfaat yang cukup besar, minimal mencegah terjadinya bencana alam," terangnya.

Disinggung tidak adanya keterlibatan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Terkait, Orang Nomor 1 di Jajaran Kodim 0718 Pati itu mengaku Bahwa untuk melaksanakan penamanan mangrov sudah disampaikan, hanya saja karena faktor dan lokasi yang kurang representatif, sehingga hanya mengundang setingkat Muspika dan desa saja.

"Tempatnya kurang representatif, jadi cukup mengundang setingkat Kecamatan dan Desa," ujarnya.

"Kami berharap masyarakat di sekitar pantai sekitar tempat kami menanam bisa sama-sama menjaga tanaman ini (mangrove, red) agar bisa berkembang tumbuh dengan baik yang tentunya manfaatnya bisa kita rasakan bersama sama," timpalnya. (wiz).
Share:

Minggu, 24 Maret 2019

Ada Gawe Besar Pada 27 Maret, Sekda Pati Arahkan Jajarannya Lakukan Hal Ini

Targethukumonline. Pati - Berkaitan dengan beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pati dalam waktu dekat, Sekretaris Daerah Suharyono secara khusus menyampaikan pengarahan pada apel pagi di Halaman Setda Kabupaten Pati, Senin (25/03/19).

Apel Satlinmas yang dikuti oleh 11 kota kabupaten di Jawa Tengah yang akan dihadiri oleh Gubernur Jateng.

Sekda mengatakan, pada Rabu 27 Maret 2019 akan diselenggarakan beberapa agenda tingkat eks Bakorwil Pati hingga tingkat provinsi Jawa Tengah.

“Perlu saya sampaikan bahwa pada hari Rabu 27-3-2019 bertempat di alun-alun Pati akan dilaksanakan apel Satlinmas yang diikuti oleh 11 kabupaten kota se eks bakorwil Pati dengan inspektur upacara Bapak Gubernur Jawa Tengah," ujar Suharyono.

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, usai apel Satlinmas juga dilaksanakan Munrenbangwil se eks karisidenan Pati dan diikuti semua Kepala OPD Provinsi di bawah pimpinan Sekda Provinsi dan Gubernur Jawa Tengah. 

Agenda Musrenbangwil ini juga dihadiri semua kepala daerah, Forkopimda dan tokoh masyarakat se eks karisidenan Pati yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pati.

"Kemudian dilanjutkan dengan peragaan kesigapan penanggulangan bencana di SMA Negeri 2 Pati. 

Setelah itu juga diselenggarakan Raimuna yang rencana semula dilaksanakan di lapangan Margorejo, kemungkinan akan dialihkan di eks rumah dinas Kepala Bakorwil karena kondisi musim penghujan. 

Tak hanya itu, pada malam hari akan dilakukan dialog pramuka dengan Gubernur Ganjar Pranowo," urai Sekda dihadapan para peserta apel pagi.

Sehubungan dengan rangkaian acara di Alun- alun dan Pendopo, Sekda secara khusus meminta seluruh pejabat struktural serta staf di lingkup Setda, Setwan dan DPMPTSP untuk tidak membawa kendaraan roda empat pada 27 Maret itu. 

"Semua mobil tidak boleh berada di halaman Setda, DPRD dan jalan sekitar DPMPTSP, karena akan dipergunakan untuk parkir kendaraan tamu," tegasnya.

Sementara itu berkaitan dengan telah ditandatanganinya PP nomor 16 th 2019 dan perpres no 15 th 2019 tentang penyesuaian gaji pokok ASN, Sekda mengungkapkan telah berbicara dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk penyesuaian gaji pokok di Kabupaten Pati.

"Kenaikan gaji bisa diterimakan di bulan April, sedangkan rapel penyesuaian gaji pokok juga diterimakan di bulan April tetapi tanggalnya paling cepat di pertengahan bulan. 

Karena memang dibutuhkan administrasi, percetakan dan sebagainya yang membutuhkan waktu," terangnya.

Pada kesempatan apel pagi ini, Sekda juga mengingatkan tentang netralitas ASN. 

Ia mengungkapkan, netralitas ASN berbeda dengan netralitas TNI dan Polri. 

"TNI- Polri jelas tidak boleh memilih sedangkan ASN boleh memilih tetapi tidak boleh woro - woro. 

Hal ini sudah ada surat edaran dari Mendagri, jadi tidak usah share foto atau konten- konten yang memdukung salah satu calon baik presiden ataupun legislatif," tandas Sekda. (ROI/humas)
Share:

Dihadiri Pejabat Pusat dan Kraton Surakarta, Bupati Haryanto Ungkap Rasa Bangganya Pada Kirab Budaya Kali Ini

Targethukumonline. Pati - Pendopo Balai Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, mendadak
tumpah dengan warga yang datang dalam rangka Haul Sunan Prawoto KPH Raden Bagus Hadi Mu'min ke 41, Sabtu tgl (23/03/19).

Kirab Budaya Haul Sunan Prawoto berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat.

Sejumlah marching band dari beberapa sekolah juga tampil menghibur ribuan masyarakat yang datang menyaksikan. 

Mulai dari marching tingkat SD, SMP, juga SMA/MA tampil memukau di acara pembukaan Kirab Budaya.
Selain Bupati Pati Haryanto, hadir pula keluarga besar pengageng dari Keraton Surakarta Hadiningrat yang mendampingi Kementrian Pariwisata beserta rombongan, Keluarga Sentono Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat, Camat Sukolilo, Kades Prawoto, Danramil serta Kapolsek Sukolilo.

Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa, kegiatan seperti ini bagi masyarakat Prawoto sudah tidak asing lagi. Kegiatan seperti ini tidak semakin surut, justru malah semakin berkembang.

"Bahkan kegiatan seperti ini, malah mendapat pengakuan oleh Kementrian Pariwisata. 

Dalam kegiatan ini pun, Kementrian Pariwistaa datang bersama ketua Komisi X DPR RI, yang mana komisi ini memang membidangi pendidikan, ekonomi kreatif, maupun pariwisata", terangnya.

Kirab Budaya yang dikemas sedemikian rupa, bertujuan untuk melestarikan budaya yang dapat menciptakan kebersamaan, persatuan dan kesatuan semacam ini. 

Berbagai macam ogoh pun diarak dalam Kirab Budaya yang berlangsung sangat meriah tersebut.

"Budaya seperti ini dapat mempersatukan antara satu dengan yang lain, oleh sebab itu, kita harus guyub dan rukun, untuk bersama - sama membangun daerah, sehingga daerah semakin maju", cetus Haryanto.

Sementara itu, Sentono Dalem Keraton Surakarta yang diwakili oleh Kanjeng Pangeran Haryo Sangkoyo Mangunkusumo mengatakan bahwa pihaknya merasa senang sebab untuk kesekian kalinya, dapat menghadiri kegiatan ini.

"Meskipun kami telah beberapa kali menghadiri, namun kami sangat menghargai usaha dari komunitas masyarakat setempat dalam menggelar kegiatan ini. 

Untuk itu, kami berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya", tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Wabup Pati ; Perawat Adalah Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Targethukumonline. Pati - Dalam rangka memperingati HUT PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) ke 45, DPD PPNI Kabupaten Pati menggelar acara "tedak Siten" yang dikemas dengan acara senam bareng dan jalan santai pada Minggu (24/03/19) di desa Sokokulon. 

HUT PPNI ke 45 dimeriahkan dengan senam & jalan santai dan bagi bagi hadiah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati, bersama perwakilan RSUD RAA Soewondo, Kepala Puskesmas se-kabupaten Pati, Ketua DPD PPNI Pati, perwakilan dari rumah sakit swasta, juga tak ketinggalan peserta dari perawat yang ada di Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Saiful Arifin menyampaikan apresiasi kepada peserta yang ikut dalam kegiatan pagi ini. 

"Walaupun hujan semangat para perawat ini sangatlah luar biasa, semangat perawat yang seperti ini menunjukan semangat kerja kerja dan kerja. 

Semangat yang patut kita banggakan dan hendaknya dalam bekerja mesti ditambah dengan hati," ujar Wabup.

Kepada perawat Wakil Bupati berpesan agar meningkatkan pelayanan dengan hati, melayani dengan ikhlas karena perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan karena setiap ada pasien yang pertama kali melayani adalah perawat.

"Kita harus semangat dalam melayani masyarakat Kabupaten Pati yang kita cintai ini, SDM adalah kunci utama di segala bidang baik itu di pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya. SDM adalah kunci utama yang mendorong dan mendongkrak pelayanan di masyarakat," tegas Safin.

Di musim hujan yang masih sering turun ini, Safin meminta perawat untuk menjaga kesehatan demi menjaga kualitas pelayanan. 

"Selain merawat pasien tetapi juga mesti merawat diri kita sendiri. Kalau perawat tidak sehat bagaimana bisa merawat pasien dengan baik," terangnya.

Tak lupa Safin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggoata PPNI khususnya Ketua Wilayah Jawa Tengah. 

"Kami berharap semua melakukan kerja kerja dan kerja dengan hati. 

Saat ini pemerintah sudah memberikan yang terbaik dan berikan pula yang terbaik buat pemerintah," pintanya.

Di kesempatan itu Santoso selaku Ketua DPD PPNI Kabupaten Pati menjelaskan makna "tedak siten" pada perayaan HUT PPNI di Kabupaten Pati, yaitu bertujuan untuk menempati atau menginjak tanah yang akan dihuni. 

Rupanya, PPNI Kabupaten Pati telah membeli sebidang tanah yang menjadi lokasi kegiatan jalan santai pada pagi ini, rencananya, tanah ini akan dibangun sebagai gedung PPNI Kabupaten Pati.

"Alhamdulillah di tahun 2019 kita sudah mampu membeli tanah dan semoga di tahun 2021 PPNI Kabupaten Pati mampu membangun sehingga mempunyai gedung sendiri," jelasnya.

Menurut Santoso hal ini bisa terwujud karena usaha pengurus dan seluruh anggota PPNI dengan iuran dan donasi.

"Sehingga hari ini kami akan menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah hasil dari donasi teman-teman anggota perawat DPD PPNI Kabupaten Pati," pungkasnya.

Kendati agenda jalan santai tidak dapat terlaksana karena derasnya hujan, panitia tetap membagikan hadiah doorprize kepada peserta yang hadir. 

Wakil Bupati berkesempatan menarik undian doorprize berupa kulkas yang diraih oleh salah satu peserta kegiatan. (ROI/humas)
Share:

420 Peserta Pesta Siaga Ikuti Persari di Lapangan Margorejo Pati

Targethukumonline. Pati - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pati menyelenggarakan Pesta Siaga 2019 di Lapangan Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Sabtu tgl (23/03/19).

Bupati Haryanto berharap kegiatan Persari dapat diambil hikmah dan manfaat.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pati Sugiono menerangkan kegiatan pesta siaga tersebut diikuti 420 peserta dari 21 kecamatan  di Kabupaten Pati. 

Dimana masing-masing kecamatan mengutus atau mengirim Barung (satuan terkecil dalam Pramuka Siaga-red) Putra dan Barung Putri.

"Masing-masing Barung beranggotakan 10 orang, Pesta Siaga kali ini dikemas dalam Perkemahan Satu Hari (Persari), perwakilan dari tiap kecamatan bertemu, bergembira, dan saling berlomba mengadu keahlian dan keterampilan masing-masing," jelas Sugiono.

Sedangkan Juara 1, 2, dan 3 akan dipilih untuk maju mewakili ke ajang tingkat eks-karesidenan yang akan diselenggarakan pada 30 Maret mendatang, dan kebetulan tahun ini Pati berperan sebagai tuan rumah tingkat eks-karesidenan.

Lebih lanjut Sugiono menjelaskan, berbagai bidang pengetahuan dan keterampilan akan di lombakan yang akan diikuti para peserta Pesta Siaga.

"Mereka akan beradu ketangkasan di setiap pos yang disebut "taman". Ada beberapa nama taman, yaitu taman pintar, taman permainan, taman keimanan dan ketakwaan, dan sebagainya," terangnya.

Bertindak sebagai pembina pada upacara pembukaan Pesta Siaga Bupati Pati Haryanto mengatakan harapannya kepada para peserta pesta siaga untuk tidak berkurang semangatnya meski kondisi lapangan yang sedikit becek akibat hujan. 

"Harus disini senang disana senang, tidak ada kata susah dalam Pramuka meski kondisi lapangan seperti ini, semangat tidak boleh luntur," ucapnya.

Haryanto juga berharap, kegiatan Persari tersebut dapat memberi makna dan hikmah bagi peserta.

"Gerakan pramuka merupakan upaya untuk mendidik karakter anak bangsa. Budi pekerti, jiwa sosial, gotong royong, semuanya ada dalam Pramuka," tegasnya.

Bupati menekankan jiwa pramuka dapat menghindarkan anak-anak dan generasi muda dari krisis moral. Jika seseorang memiliki jiwa pramuka akan memberi dampak positif bagi masyarakat.

"Ada fenomena krisis moral yang kelihatannya sepele tapi sangat berdampak, yaitu saling hujat tanpa malu dan ewuh pekewuh. 

Hal ini terjadi karena tidak ada budi pekerti, gerakan pramuka merupakan upaya untuk menghindarkan anak-anak kita dari hal tersebut," pungkasnya. (ROI/humas),
Share:

Jumat, 22 Maret 2019

Jelang Pesta Demokrasi, Safin Ajak Masyarakat Waspadai Hoaks

Targethukumonline. Pati - Jelang pesta demokrasi, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengajak masyarakat agar jangan sampai percaya dengan berita - berita bohong atau hoaks yang saat ini selalu bertebaran di media sosial.

Jelang Pilpres Safin ajak masyarakat antisipasi berita hoaks.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri apel gelar pasukan jelang Pilpres dan Pileg 2019 yang dilanjutkan dengan simulasi sistem pengamanan kota, di halaman Stadion Joyo Kusumo, hari ini.

"Kami juga menghimbau pada semua tokoh agama, tokoh masyarakat, partai politik agar memberikan rasa kedamaian, serta memberikan contoh - contoh yang baik dan bijaksana khususnya di tingkat desa dan TPS", himbaunya.

Memberi rasa aman dan damai kepada masyarakat, menurut Safin penting dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terjadi situasi maupun kondisi yang mampu menciptakan ketidaknyamanan masyarakat Kabupaten Pati.

"Mari kita jaga kedamaian di Kabupaten Pati dengan toleransi, saling menghormati antar umat beragama dan semua unsur masyarakat", ajaknya.

Tak lupa, Safin pun memberikan apresiasi kepada para personil yang bertugas dalam simulasi tersebut.

Menurutnya, simulasi ini memang perlu dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan menjelang pemilu 2019.

"Harapannya bahwa ketika pemilu nanti, tidak terjadi situasi maupun kondisi seperti yang diperagakan dalam simulasi ini. Semoga pemilu nanti tetap tercipta kondisi yang aman damai dan sejuk", tuturnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polres Pati tersebut, juga dihadiri oleh Bupati Pati, Forkompimda, para Camat, Kapolres Pati beserta jajarannya, Kodim 0718 Pati beserta jajarannya, Satpol PP Pati, serta perwakilan Parpol. (ROI/humas)
Share:

Kamis, 21 Maret 2019

Sukses Genjot PAD Perikanan, Pemkab Pati Dikunjungi Tamu Dari Ujung Timur Indonesia

Targethukumonline. Pati - Kabupaten Pati menjadi tuan rumah kunjungan kerja dari Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Kedatangan tamu dari pulau di ujung timur Indonesia ini, untuk berbagi ilmu dalam bidang perikanan. 

Visi misi kunker Pemkab Mimika adalah untuk menyejahterakan para nelayan.

Kunker yang bertempat di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Kepala DKP Pati, Kamis tgl (21/03/19).

Sementara itu rombongan kunker dari Kabupaten Mimika, dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten mimika, bersama Kepala Dinas Perikanan Mimika, Anggota Komisi A dan B DPRD Kabupaten Mimika beserta OPD terkait.

Wabup Saiful Arifin menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Kabupaten Mimika ke Kabupaten Pati. Ia menyambut baik kedatangan jajaran Pemkab Mimika, dan berharap bisa terjalin kerjasama dengan baik. Apalagi selama ini banyak nelayan dari Kabupaten Pati yang berlabuh disana dan diterima dengan baik. 

"Kunjungan kerja dari Kabupaten Mimika ini menjadi momen yang baik karena Kabupaten Pati sebagai salah satu sentra nelayan memiliki SDM yang tersebar, hingga kapal kita banyak dan berlabuh saat ini di Papua," jelasnya.

Di kesempatan ini Wabup berharap, antara dua kabupaten saling menjaga komunikasi dengan baik. 

Dengan adanya kerjasama ini ia berharap bisa saling menguntungkan dan mendukung agar nelayan Kabupaten Pati di Mimika bisa bekerja dengan tenang dan bisa bertukar ilmu. Ia juga menginginkan hubungan kerjasama ini selalu terjalin dengab baik.

Leentje Aria Antje Siwabessy selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika mengatakan, ini merupakan kunker pertama kali di Kabupaten Pati. 

Kedatangannya untuk melihat bagaimana proses pelelangan ikan di TPI Kabupaten Pati dan kehidupan nelayan yang ada di Kabupaten Pati khususnya Juwana, untuk melihat taraf hidupnya dan tidak ada permukiman kumuh.

"Kami berharap supaya Kabupaten Mimika juga mendapatkan sesuatu sesuai dengan hasil SDA yang kami punya seperti ikan, udang, kepiting dan lain-lain yang melimpah ruah tetapi pemasukan untuk daerah semua sekali belum bisa dinikmati masyarakat," ujarnya.

Hal itulah yang mendorong Pemkab Mimika mencari bagaimana solusi dan jalan agar hasil perikanan bisa digenjot, karena sampai dengan saat ini sektor perikanan PAD nya dari penjualan benih ikan itu yang kita dapat. 

Ia berharap dari PAD itu masyarakat bisa menjadi sejahtera dan bisa hidup berdampingan antara nelayan luar dan nelayan asli Papua.

Christian Karubaba Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika juga berharap kunjungan kerja ini bisa mewujudkan visi misi Pemkab Mimika yaitu bagaimana bisa menyejahterakan masyarakat nelayan.

"Kita memiliki SDA melimpah tetapi SDM yang kurang memenuhi sehingga itu yang bisa kita tingkatkan. Semoga ini berkelanjutan sehingga menjalin komunikasi dengan baik," pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Jaga Kondusivitas Pati, Lewat Dialog Lintas Agama

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Pati, dilaksanakan talkshow dialog lintas agama dengan tema "Moderasi Beragama Untuk Meneguhkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Dalam Bingkai NKRI", Kamis tgl (21/03/19).

Dialog lintas agama dalam bingkai NKRI.

Kepala Kemenag, Imron SAg menyampaikan, kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa Pemerintah Kabupaten Pati, selalu mengedepankan dan menjaga agar kondusivitas situasi keberagaman di Kabupaten Pati tetap tercipta dan terjaga.

"Oleh karena itu, Kemenag Kabupaten Pati berpartisipasi menyelenggarakan sebuah kegiatan yang tujuan akhirnya adalah kita sesama pemeluk agama, memberikan makna yang lebih luas. Ada yang moderasi beragama untuk meneguhkan semangat berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI", jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan, untuk menyamakan persepsi penanggulangan kekerasan atas nama agama dan kepercayaan di wilayah kabupaten Pati. Kemudian juga untuk maping potensi kerawanan sosial atas nama agama dan kepercayaan.

"Selain itu, untuk mengkoordinasikan upaya penanggulangan kekerasan atas nama agama serta membangun sinergitas, membangun kebersamaan dan mengsinkronkan pemahaman untuk merekatkan kesatuan antar elemen bangsa", paparnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa kegiatan seperti ini, memang jarang sekali dilaksanakan. 

Kalaupun ada, yakni dalam forum - forum yang lain, namun pada kesempatan ini, dapat mengumpulkan berbagai unsur, elemen dan organisasi yang berbeda beda.  Serta, dalam kegiatan ini, mengusung tema yang bagus.

"Jadi kita ini, meskipun di Kabupaten Pati saat aman, nyaman dan terkendali, namun tetap timbul rasa khawatir dan was - was. 

Hal ini disebabkan, dengan adanya agenda rutin lima tahunan, yakni pesta demokrasi. Pesta demokrasi Ini, sejatinya merupakan hal yang biasa, oleh karena itu, jangan dijadikan beban ataupun permasalahan.

Kegiatan ini merupakan hasil prakarsa antara Bupati Pati bersama Kemenag dengan mengundang tokoh - tokoh agama dari FKUB, kepala KUA, pengawas agama, penyuluh, kyai, ustadz / ustadzah maupun yang terkait.

"Dengan adanya dialog ini, untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan jelang pemilu 2019 nanti.

Materi - materi yang disampaikan ini pun sangat kondusif sekali sehingga menunjukkan bahwa kita ini memang dapat bersatu padu", pungkasnya.

Pihaknya menyebut bahwa, perbedaan pilihan dalam pemilu itu hal yang biasa. Jangan sampai menjadikan perpecahan, lebih - lebih perpecahan hingga ke tingkat nasional. (ROI/humas)
Share:

Rabu, 20 Maret 2019

38.302 Siswa Bakal Ikuti UN SD - SMP 2019

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri Sosialisasi Penyelenggaraan Ujian Sekolah Untuk Madrasah Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Kesetaraan Program Paket A dan Ujian Nasional pada Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah, Pendidikan Kesetaraan Program Paket B, Program Paket C, Tahun Ajaran 2018/2019, di Gedung PGRI Kabupaten Pati.

38.302 siswa siswi SD & SMP akan mengikuti ujian Nasional.

Diadakannya sosialisasi ini sendiri tak lain, agar panitia dapat memahami Prosedur Operasional Standar (POS) yang dikeluarkan pemerintah, baik POS UN atau USBN sehingga masing-masing penyelenggara dapat melaksanakan dengan sebaik baiknya karena telah diberikan bekal yang cukup oleh narasumber, Rabu tgl (20/03/19).

Tak kurang sebanyak 367 peserta yang terdiri dari, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua PGRI, Korwilcam, Kepala SMP Negeri dan Swasta, Kepala MTS Negeri dan Swasta, Pengawas SD dan SMP, Ketua PKBM, Penilik Sekolah dan Kepala Pondok Pesantren turut hadir dalam kegiatan ini.

Menurut Kepala Disdikbud Kabupaten Pati Winarto, pada tahun ajaran 2018/2019 ini, ujian nasional akan diikuti oleh 38.302 siswa, yang terdiri dari SD/MI sebanyak 19.181 siswa, SMP/MTs sejumlah 18.357 siswa, serta paket A,B,C sebanyak 764 siswa, yang tersebar di 1134 lembaga di Kabupaten Pati.

Dalam sosialisasi ini Bupati Pati Haryanto menuturkan bahwa sosialisasi pada pagi hari ini sempat tertunda. 

"Mestinya sudah pada minggu lalu. Namun, karena kebetulan bersamaan dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bisa kita tinggal kan, jadi ya diundur hingga hari ini", terang Haryanto.

Bupati juga mengingatkan, Ujian Nasional dan USBN merupakan agenda rutin tahunan yang harus dipersiapkan dengan baik.

"Tentunya masing-masing sekolah, juga sudah mempersiapkan sekalipun bukan menjadi syarat  kelulusan, akan tetapi paling tidak untuk mengetahui sampai sejauh mana kualitas dari pada pendidikan yang ada di Kabupaten Pati ", ungkapnya.

Dengan adanya ujian sekolah berstandar nasional pada madrasah dan ujian nasional di pendidikan umum, Bupati berharap agar minat anak-anak didik dapat diketahui serta semangat bapak ibu guru juga kian meningkat dan tidak menurun", terangnya.

Ia pun meyakini koordinator wilayah satuan pendidikan baik dari kepala sekolah, pengawas, penilai, pondok pesantren dan lainnya tentu sudah mempersiapkan agenda rutin tahunan ini.

"Semoga hasil tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, sehingga dapat menunjukan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pati", imbuh Haryanto.

Bila kualitas pendidikan semakin meningkat, menurut Bupati, maka otomatis SDM di Kabupaten Pati juga berkualitas baik.

Kepala Disdikbud Kabupaten Pati Winarto menambahkan bahwa pihaknya berharap agar kegiatan ini bisa diikuti seluruh pihak yang terkait dengan ujian nasional, agar  perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan dapat terlaksana dan selalu mengarah pada POS yang telah dibuat oleh BSNP.

"Sehingga dengan arah penyelenggaraan yang baik, kita harapkan bisa menopang prestasi yang baik pula dari anak-anak didik kita di Kabupaten Pati" tutupnya. (ROI/humas)
Share:

Blog Archive