Selasa, 05 Maret 2019

HUT ke 293 Grobogan Dilakukan Penjamasan Pusaka Peninggalan Brawijaya Hingga Angling Darma

Targethukumonline. Grobogan - HUT ke-293 Grobogan, telah dilakukan banyak hal sebagai rangkaian acara untuk memperingati hari jadi Grobogan. Diantaranya adalah prosesi boyong grobog dan penjamasan pusaka peninggalan Brawijaya hingga Angling Darma, Minggu tgl (03/03/19) kemarin.

Paguyuban kasepuhan Wijaya Kusuma Eyang Kardi saat melakukan penjamasan pusaka.

Tampak terlihat orang pakaian serba hitam berkumpul di Museum Lokal Grobogan kemarin dengan berbaju hitam dan celana hitam dan sebagai tutup kepala beberapa ada yang memakai peci hitam. Ada pula yang memakai kain yang diikat semacam blangkon.

Mereka berasal dari Paguyuban Kasepuhan Wijoyo Kusumo, Grobogan, yang hendak melakukan prosesi jamas pusaka, sekitar pukul 09.00 WIB.

Berbagai macam keris, arca, gentong, serta tombak mulai ditata di halaman museum. Berjajar rapi lengkap dengan nasi tumpeng dan lauk-pauknya.

Diruang tempat penjamasan dinyalakan pula dupa, harum aromanya semakin menambah kesakralan acara perdana dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-293 Grobogan ini. 

Semua para anggota Paguyuban Kasepuhan Wijoyo Kusumo berdiri berjajar menghadap pusaka-pusaka bersejarah. Ketua paguyuban, Sukardi atau yang akrab disapa dengan Eyang Kardi berada di tengah, diapit Ketua Seksi Jamas Pusaka Muryanto dan Herlambang sebagai panitia seksi Jamas Pusaka pada minggu pagi kemarin.

Dalam sambutanya, Eyang Kardi mengatakan,” ada banyak pusaka di Grobogan yang berasal  dari kasepuhan berjumlah 140 buah.

Masih ada juga masyarakat-masyarakat yang memiliki. Ia juga memperkenalkan pusaka-pusaka yang dijamas kemarin.

Seperti keris peninggalan Brawijaya bernama Kiai Sengklat, Keris Pandawa Lima, dan keris peninggalan Angling Darma, selain benda pusaka, ada juga benda-benda bersejarah lain yang dijamas.

Seperti Gong peninggalan Sunan Kalijaga, peninggalan Ajisaka, peninggalan Ki Ageng Tarub, dan benda-benda lain yang ada di museum tersebut.

Menurut Eyang Kardi,” Kegiatan ini sudah dimulai sejak 2007. Rutin setiap tahun dilaksanakan,” katanya, kepada media sebelum dilakukan penjamasan pusaka dimulai.

Secara terpisah saat ditemui panitia seksi Jamas Pusaka Herlambang mengatakan,” pada kegiatan penjamasan ini berfokus pada pusaka milik Pemkab Grobogan dan Paguyuban Wijaya Kusuma.

Kegiatan ini bertujuan melestarikan peninggalan yang dimiliki Kabupaten Grobogan dan yang dimiliki masyarakat, di dalam pusaka tersebut mengandung filosofi.

Benda yang padat bisa disatukan menjadi sebuah harmoni dan keindahan,” katanya.

”Pusaka itu dibuat sudah ratusan bahkan ribuan tahun lalu, namun selayaknya sebagai warga negara, kita bersatu melestarikan. 

Ini juga sebagai wujud tak melupakan perjuangan pendahulu dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelasnya kepada media.

Dalam pantauan media, tampak para anggota paguyuban pun tampak sibuk dengan tugasnya masing-masing, dalam tugasnya ada yang   membersihkan gamelan, arca, gentong, hingga meriam yang ada di dalam museum.

Di luar juga sibuk membersihkan keris dipisahkan dari pegangannya kemudian diusap-usapkan dengan jeruk nipis dan dicelupkan dalam cairan khusus yang nantinya akan membuat pamor lebih bersih dan bersinar atau berwibawa. ($.diman)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive