Senin, 11 Maret 2019

Polres Kudus Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019, Situasi Kerusuhan Dapat Teratasi Dengan Cepat

Targethukumonline. Kudus - Usai gelar apel kebangsaan, Polres Kudus menggelar simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) sebagai wujud kesiapan kepolisian dalam pengamanan berbagai ancaman dan gangguan kamtibmas pada pelaksanaan pesta Demokrasi Pemilu 2019 di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, Sabtu (9/3) pagi. 

Simulasi pengamanan sesaat setelah pencoblosan berakhir dengan kerusuhan.

Polres Kudus melanjutkan dengan serangkaian latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota)   melibatkan TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.

Simulasi  keamanan digelar dalam rangka untuk menghadapi situasi kontijensi dan konflik sosial, sebagai persiapan dalam pengamanan Pemilu 2019, di wilayah Kabupaten Kudus.

Kegiatan simulasi dipimpin Kapolres Kudus AKBP Saptono,S.I.K.,M.H dihadiri Bupati Kudus Ir. H. Muhammad Tamzil,MT beserta Forkopimda, KPU dan Bawaslu, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Parpol, serta para Tim Sukses Kudus. 

Tema simulasi diawali dengan “penanganan kegiatan kampanye yang berakhir rusuh hingga meredam amarah warga yang anarkis karena tak puas dengan hasil pemungutan suara”.

Kapolres Kudus menjelaskan, “dengan dilakukan simulasi tersebut, maka pihaknya dan instansi terkait lainnya, dapat mengerti dan bisa menyiapkan langkah-langkah antisipasi terkait pengamanan pada setiap tahapan-tahapan Pemilu 2019 mendatang.

“Ada beberapa tahapan di Pemilu 2019 ini, dan tentunya disetiap tahapan tersebut kami lakukan simulasi, maka kami bisa menginventarisir setiap kemungkinan yang dapat mengganggu pada setiap tahap-tahapan tersebut,” kata Saptono.

Saptono menambahkan, “dalam simulasi tersebut semua tahapan sudah diperagakan langsung oleh anggota dan telah diantisipasi segala kemungkinannya, sampai ke hal-hal yang sangat teknis sekalipun dilakukan simulasi,”ujarnya.

“Dalam simulasi ini, juga kami melakukan inventarisir segala kemungkinan yang terjadi hingga pada hal yang terjelek sekalipun.

Sehingga bisa dilakukan antisipasi agar semua tahapan Pemilu 2019 bisa berjalan dengan aman, lancar, damai dan sukses,” tuturnya.

Selain menerjunkan ratusan anggota gabungan, sejumlah peralatan pendukung juga disiagakan seperti Mobil Pengurai Massa, Unit Satwa K-9, dan pasukan anti huru hara.

Terlihat juga satu kompi pengendalian massa (Dalmas) Sabhara bersiaga dengan pakaian lengkap untuk mengantisipasi huru-hara dan mobil Water Canon.
Dalam kegiatan Simulasi Sispamkota ini berbagai simulasi pengamanan tahap-tahapan Pilkada diperagakan.

Seperti halnya pendistribusian logistik dan hasil Pemilu yang disimulasikan sempat mendapat gangguan dan ancaman orang tak dikenal.

“Dengan terkoordinasi, cekatan dan sigap dalam sekejap berbagai kekacauan yang terjadi bisa diatasi dengan baik oleh tim pengamanan,” tegasnya.

Pelatihan simulasi Sispamkota tersebut sebelumnya sudah dilakukan kemarin hingga hari ini pelaksanaannya.

Harapannya, apa yang sudah disimulasikan ini tidak terjadi pada saat pelaksanaan Pemilu yang akan terlaksana 17 April 2019 mendatang.

Bupati Kudus H. M. Tamzil menyebut simulasi gabungan dari unsur Kodim 0722 Kudus dan Polres Kudus kali ini sangat sempurna.

Mulai dari skenario warga yang rusuh hingga penanganannya berjalan dengan baik. Namun, kami  berharap simulasi tersebut tidak benar-benar terjadi saat Pemilu di wilayah Kudus.

“Simulasi pengamanan ini membuktikan bahwa satuan pengamanan telah siap menjaga Pemilu 2019 agar aman dan damai. Tapi, semoga ini hanya simulasi, karena pemilu di Kudus akan menjadi pemilu yang sejuk dan kondusif,” ujarnya.

Bupati mengingatkan, “Petugas satuan keamanan pemilu diminta untuk menjaga netralitas dan bergotong royong menjaga kedamaian selama Pemilu. 

“Segera rapatkan barisan dan melakukan konsolidasi untuk Pemilu damai. Tolong jaga keamanan setiap TPS di Kudus,” tuturnya. 

Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden RI, namun anggota legislatif dari kabupaten hingga pusat.

Dengan adanya hal tersebut, bupati meminta seluruh lapisan masyarakat ikut menjaga kondusifitas selama pesta demokrasi berlangsung, tak terkecuali untuk peserta pemilu. 

“Saya rasa, peserta Pemilu dalam hal ini teman-teman partai sudah dewasa dan cerdas. 

Jika nantinya ada permasalahan, saya harap bisa diselesaikan sesuai tahapan hukum yang berlaku, tidak dengan demo,” harapnya.  

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Saptono memberikan himbauannya agar tidak menggunakan tempat ibadah untuk kampanye. “Kami juga sudah berkeliling ke tempat ibadah, seperti di masjid saat Jum’atan dan Subuhan, agar semua pihak tidak menggunakan tempat ibadah untuk kepentingan politik,” harapnya. 

Deklarasi menolak tempat ibadah dijadikan tempat kampanye juga diserukan oleh perwakilan pemuka agama yang hadir saat Apel Kebangsaan dalam rangka Pemilu 2019. ($.diman)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive