Selasa, 30 April 2019

C1 Dapil 1 Jepara Banyak Diwarnai Kecurangan

Targethukumonline. Jepara - Pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 dijepara. Diduga diwarnai banyak kecurangan, ini terjadi juga pada internal partai demokrasi indonesia perjuangan, (PDI P ). Daerah pemilihan 1 jepara, hal ini diungkap oleh Novy Viky Akihary dari forum Demokrasi Bersih, Rabu tgl (01/05/19).

Siti Aizatin salah satu Caleg yang merasa C1 miliknya tidak sesuai dengan rekap C pleno.

Dia Menemukan banyak sekali kecurangan, menurutnya demokrasi ini sudah terciderai karena praktek praktek kecurangan sudah dikondisikan secara struktur.

Novy Viky Akihary mengatakan ditemukan beberapa blangko blangko kosong C1 disetiap wilayah yang sudah ditandatangani oleh penyelenggara pemungutan suara dan saksi berarti ini ada indikasi pengalihan suara kepada caleg tertentu.

Ketika ditanya mengapa anda mau mengungkap praktek tersebut, jawabnya ini adalah tanggung jawab kita semua untuk mengawasi jalannya pemilu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, pemilu ini harus bersih jujur dan adil.

Novy Viky Akihary viky dari forum Demokrasi Bersih yang mendampingi salah satu caleg PDI P daerah pemilihan 1 jepara Siti Aizatin no 8, praktek kecurangan ini harus segera diungkap disamping sudah melanggar aturan juga merugikan caleg yang lain.

Ketika jumpa pers saat itu dirumahanya Bandengan mengatakan salah satu korbannya adalah Siti Aizatin no 8, tidak menutup kemungkinan ini terjadi pada caleg caleg yang lain.

Siti Aizatin mengatakan saya merasa dizdholimi dan diperlakukan tidak adil. Perolehan suara menurutnya sekitar empat ribu lebih diseluruh tps ketika masuk dikecamatan jumlahnya menurun menjadi tiga ribuan ini sementara karena proses dikecamatan kan masih berjalan dan seharusnya mendapatkan suara lebih minimal sama dengan jumlah yang diperoleh disetiap TPS - TPS," ungkapnya.

Persoalan ini akan ditindak lanjuti secara hukum karena sudah masuk kepada ranah pidana pemilu, dan bukti bukti sudah dikumpulkan tinggal melengkapi saja dan segera dibawa ke DPP PDI P di Jakarta dan ke Bawaslu," ungkap Novy Viky Akihary.

Dan semoga Pemilu kali ini baik para penyelenggara pemilu harus benar benar transparansi dalam bekerja, jangan sampai ada salah tulis yang akhirnya mengakibatkan pemilu serentak ini tidak jujur baik kepada rakyat maupun para caleg yang sudah berjuang mati matian untuk mendapatkan suara. ($.aris)
Share:

Dandim Pati Hadiri Aniversary Komunitas Truk Plat K Pati di Bumper Regaloh

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Bumi perkemahan Regaloh, Komandan Kodim 0718 Pati hadiri kegiatan Aniversary ke 1 Komunitas Mobil Truk Plat K (Pati). Selasa tgl (30/04/19).

Dandim Pati hadiri aniversary komunitas Truk plat K Pati di Bumper Regaloh.

Hadir dalam acara tersebut Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, Kapolres Pati yang diwakili oleh Iptu Imam Basuki (Kanit Dikyasa, Danramil 13 Tlogowungu yang di wakili Peltu Suparno, Dishub Pati Beni, Ketua Komunitas  Suwardi, Ketua Panitia Noer Sofi dan 70 an peserta komunitas Truk Plat K yang ada di wilayah kabupaten Pati.

Menurut ketua panitia cara tersebut Mr. Beni, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat sesama pemilik dan pengemudi truk Plat K sehingga terjalin komunikasi dan rasa persaudaraan diantara pengemudi agar semua member anggota ada rasa memiliki terhadap komunitas ini.

"Kegiatan ini juga diadakan untuk sosialisasi pentingnya tertib berlalu lintas sesama pengemudi, sopan santun dijalan raya sangat penting untuk utamakan," katanya.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos sangat mengapresiasi kegiatan ini ;

"Semoga dengan aniversery ke 1 komunitas ini dapat memberikan contoh tertib berlalulintas bagi sesama pengguna jalan,"  terang Dandim.

Dan satu hal lagi kegiatan yang positif ini mampu memberikan kontribusi besar bagi sesama pengemudi dan anggota yang lain, dan tahun depan akan lebih semangat dan semarak lagi dengan aneka macam kegiatan atau agenda yang lebih meriah. (sol/$$1)
Share:

Bupati Haryanto Serahkan Bantuan Fakir Miskin Baznas Pati

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menyerahkan Bantuan Dana Konsumtif senilai Rp 52.500.000, - bagi 210 orang fakir miskin di wilayah Kecamatan Tayu.

210 fakir miskin menerima bantuan dana amal zakat Nasional.

Penyerahan bantuan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati dilaksanakan di Masjid Besar Riyadlus Sholihin, Kecamatan Tayu, Selasa tgl (30/04/19).

Bupati Haryanto menjelaskan, penyerahan bantuan tersebut bukan kali pertama, melainkan sudah bertahun-tahun bergulir.

Bantuan konsumtif maupun produktif sudah tiap tahun di gulirkan, selain itu ada pula bantuan terhadap korban bencana, bantuan beasiswa, dan lain-lain.

Sumber dananya adalah gaji ASN yang dipotong 2,5 persen. "Padahal itu belum menyentuh pengusaha se-Kabupaten. 

Misal seluruh pengusaha di Pati dilibatkan dalam program ini, saya kira semakin banyak pihak yang bisa dikurangi bebannya," ucapnya.

Meski bantuan yang diterima tidak banyak, Haryanto mengajak seluruh penerima bantuan untuk bersyukur. Sebab, tidak semua orang mendapatkannya.

"Meski nilainya tidak seberapa semoga bantuan ini paling tidak bisa sedikit menambah pemenuhan kebutuhan, minimal sehari dua kali. Kita syukuri nikmat dari Allah ini," ucapnya.

Dengan nada bergurau, Haryanto juga menyampaikan bahwa bantuan yang diterima masyarakat hari itu bebas digunakan untuk membeli barang kebutuhan apa pun, tanpa ada beban politik.

" Kan tidak diminta nyoblos siapa pun setelah menerima (bantuan-red) ini", gurau Haryanto diikuti tawa hadirin.

Dalam laporannya, Ketua Baznas Pati Imam Zarkasi mengatakan warga penerima bantuan kali ini berasal dari 21 desa yang ada di Kecamatan Tayu.

"Ada 10 orang penerima bantuan per desa yang masing-masing mendapatkan Rp 250 ribu", jelasnya.

"Meski nilainya tidak seberapa, diharapkan bantuan tersebut menjadi rezeki yang barokah bagi penerima bantuan", harap Imam Zarkazi.

Menurut Imam Zakarsi, pada hari yang sama Basnaz juga akan melanjutkan menyalurkan bantuan sejenis kepada 180 fakir dan miskin dari 18 desa di Kecamatan Dukuhseti.

Sementara itu, pada Kamis (2/5) mendatang Basnaz Pati juga akan menyalurkan bantuan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu. 

Bantuan senilai Rp 370 juta tersebut akan disampaikan secara simbolis pada upacara peringatan hari pendidikan nasional.

Ia menjelaskan, seluruh program sosial dari Basnaz dapat terlaksana berkat kerjasama Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati dan jajarannya, serta Basnaz.

Sumber bantuan ini berasal dari infaq dan shadaqah ASN yang dihimpun Basnaz.

Pada 2018 terkumpul dana Rp 2,3 miliar. "Alhamdulillaah bisa disalurkan kepada yang berhak," ungkapnya.

Satu di antara penerima bantuan, Imam Rusono (35), mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Warga difabel asal Dukuh Krajan RT 01 RW 7, Desa Pakis, Kecamatan Tayu tersebut mengaku akan menggunakan uang bantuan yang ia terima untuk menambah modal usaha.

"Saya dan ayah saya punya usaha membuat wayang mainan dari kertas duplex", tuturnya. (ROI/humas)
Share:

Miliki Anggaran Setara OPD, Para Kades Digembleng Bimtek Pengelolaan Dana Desa

Targethukumonline. Pati - Sebanyak 411 orang mengikuti Bimtek Program Sinergitas Regulasi Dana Desa dengan Forum Komunikasi Desa untuk Mewujudkan Desa Maju, Mandiri, dan Sejahtera tahap III di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (29/04/19).

411 kades ukuti Bintek program regulasi dana desa.

Dalam hal ini Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan manajerial aparatur pemerintahan desa. 

Terutama kaitannya dengan pengelolaan keuangan desa, pemerintah pusat telah menganggarkan dana desa. 

Pemerintah daerah juga selalu menganggarkan ADD (Alokasi Dana Desa). Semua ini agar dana-dana tersebut bisa dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya.

"Semakin lama, pemerintah desa diberi kepercayaan mengelola dana semakin besar," cetusnya.

Suharyono menambahkan, dana desa 2019 mengalami kenaikan 13 persen, yaitu Rp 417.038.558.000. ADD juga meningkat empat persen. Semula di bawah Rp 140 miliar, sekarang menjadi Rp 142 miliar lebih. 

Artinya, semakin lama, kegiatan desa semakin bertambah dan desa diberi kepercayaan mengelola dana semakin besar.

Dengan besar dan bertambahnya dana desa disetiap tahunnya, Sekda menyamakan tanggung jawab kepala desa dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu, dalam hal jumlah dana yang dikelolanya.

"Masing-masing desa bisa mengelola DD hampir Rp 2 miliar. Padahal itu belum termasuk dana-dana lainnya. 

Kalau dihitung, anggaran di desa hampir sama dengan anggaran OPD yang kecil, bahkan lebih besar. 

Contohnya Arpusda anggarannya paling hanya Rp 3 miliar. Dinas Ketahanan Pangan paling sekitar Rp 4 miliar, jadi dalam hal pengelolaan anggaran, Kades sama seperti kepala dinas eselon 2," ujar Sekda.

Besarnya anggaran yang dikelola desa, lanjut Suharyono, banyak yang belum diimbangi kualitas SDM yang memadai. 

Maka, perlu diadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam hal pengelolaan DD dan ADD oleh perangkat desa.

Sementara itu Kabid Pengembangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Pati Sunaryo mengatakan, kegiatan Bimtek ini merupakan gelombang ketiga.

Kegiatan hari itu merupakan Bimtek hari pertama, sedangkan Bimtek hari kedua dan ketiga akan dilaksanakan di Hotel Griya Persada, Bandungan, Semarang.

"Forum ini digelar dalam rangka mengembangkan karakter dan budaya kerja yang guyub rukun antara lembaga desa dan aparatur lembaga desa, kegiatannya antara lain.

penguatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dan penguatan kapasitas lembaga desa," jelasnya.

Merinci peserta Bimtek, Sunaryo menyebutkan, peserta  gelombang ketiga ini berasal dari delapan kecamatan berbeda, yakni Dukuhseti (12 desa), Tayu (21 desa), Gunungwungkal (15 desa), Margoyoso (22 desa), Wedarijaksa (18 desa), Tlogowungu (15 desa), Gembong (11 desa), dan Jakenan (23 desa).

"Masing-masing desa beranggotakan tiga orang peserta, sehingga totalnya 411 personel. 

Jumlah ini belum ditambah para kepala desa, maupun BPD (Badan Permusyawaratan Desa), atau sekretaris desa yang pada gelombang pertama maupun kedua belum sempat mengikuti, kemudian ikut pada gelombang ketiga ini," tutupnya. (ROI/humas)
Share:

Senin, 29 April 2019

Siswa Siswi Bumi Aksara Learning Centre Ikuti Wisata Edukasi di Yutaka Farm

Targethukumonline. Pati - Murid-murid Bumi Aksara Learning Centre mengikuti wisata edukasi di Yutaka Farm, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati (28/04/2019).

Wisata edukasi alam penting untuk kegiatan anak anak mengenal alam.

Yutaka Farm adalah tempat wisata yang bernuansa Jepang. Di sana terdapat beberapa jenis tanaman hias, tanaman buah dan tanaman sayuran.

Yutaka Farm menawarkan paket wisuda edukasi untuk mengenalkan alam kepada anak-anak. Anak-anak diajak berkeliling ke Yutaka Farm dan diperkenalkan dengan jenis-jenis tanaman yang ada.

Seusai berkeliling Yutaka Farm, anak-anak diajak bermain permainan untuk melatih kekompakan dan konsentrasi.

Kemudian, anak-anak diajari menanam sayuran terong di lahan yang telah disediakan. Setelah bercocok tanam, mereka duduk di gazebo sambil makan es krim yang telah disediakan oleh Yutaka Farm.

Bumi Aksara Learning Centre mengadakan wisata rutin agar anak-anak mempunyai pengalaman berharga di tempat yang baru.

Bimbingan belajar tersebut bertempat di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. 

Julia, pemilik Bumi Aksara Learning Centre menuturkan bahwa masa anak-anak adalah masa emas untuk dikenalkan dengan alam sekitar.

Sehingga kelak jika mereka tumbuh dewasa, mereka mempunyai kesadaran diri untuk merawat dan melestarikan alam. 

Seusai berwisata, anak-anak mengarang cerita tentang pengalaman berwisata ke Yutaka Farm sebagai bahan untuk pembuatan makalah atau cerita pendek yang tentunya akan sangat bermanfaat sekali dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam pembuatan narasi tentang edukasi alam hayati (agro). (Rindha Julia)
Share:

Minggu, 28 April 2019

PAUD Se- Kabupaten Pati Bakal Digelontor BOP 21 Miliar

Targethukumonline. Pati - PAUD se-Kabupaten Pati bakal mendapatkan alokasi anggaran senilai total Rp 21 miliar, Sabtu tgl (27/04/19).

BOP 21 miliar siap digelontorkan bagi layanan pendidikan usia dini.

Sebab berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal bagi Layanan Pendidikan Anak Usia Dini, PAUD menjadi salah satu layanan pendidikan yang wajib diselenggarakan Pemerintah Daerah.

Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD itu nantinya akan disalurkan Pemerintah Pusat lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik melalui pemerintah daerah.

"Meski dananya belum maksimal, tetapi setidaknya pemerintah sudah memperhatikan", terang Bupati Pati Haryanto di acara Gebyar PAUD tingkat Kabupaten Pati di Halaman Stadion Joyokusumo, kemarin.

Haryanto juga menerangkan bahwa sekarang PAUD sudah menjadi pendidikan formal. 

"Tidak seperti dulu yang hanya pendidikan non formal. Sedangkan untuk alokasi anggaran untuk PAUD yang semula hanya dialokasikan dari APBD saja, saat ini pemerintah pusat sudah berikan alokasi anggaran lewat DAK. Kalau tidak salah tahun ini ada anggaran sebanyak 21 milyar", imbuhnya.

Bupati berharap Gebyar PAUD tingkat Kabupaten tersebut dapat menjadi ajang tenaga pendidik untuk saling ngangsu kawruh dalam banyak hal.

"Sebab di acara ini, para siswa dan guru dituntut untuk memberikan penampilan yang maksimal pada setiap perlombaan yang ada", ujar Bupati.

Ia pun menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk ajang silaturahmi bagi peserta didik dan guru. 

"Tidak hanya itu, para pendidik pada acara ini juga bisa mengadopsi pola pendidikan instansi lain yang lebih kreatif dan aktif", ujar Bupati.

Di samping itu, imbuh Haryanto, acara ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak usia dini untuk berkreasi agar sejak dini mereka sudah terlatih dan memiliki bekal. 

"Sehingga ke depan mereka diharapkan bisa nenjadi generasi yang membanggakan karena anak usia dini ini adalah harapan bangsa", terang Bupati.

Menurut Haryanto, untuk mendidik generasi muda harus dimulai sejak usia dini. 

"Justru di luar negeri membangun karakter sebuah bangsa diawali dari anak usia dini", ujarnya.

Kepala Disdik Pati Winarto mengatakan Kegiatan Gebyar PAUD 2019 diikuti 504 peserta dari 21 kecamatan se-Kabupaten Pati. (ROI/humas)
Share:

101 Peserta Ramaikan Kontes Jeruk Pamelo Perdana di Desa Bageng

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menghadiri kontes jeruk pamelo yang diadakan di Lapangan Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu (27/04/19).

Bupati apresiasi panitia kontes jeruk pamelo di lapangan Desa' Bageng.

Kontes kali ini, memperlombakan varietas buah unggulan Kabupaten Pati yakni jeruk pamelo yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani 'Sumber Rejeki'. 

Walau baru pertama kali diadakan di Kabupaten Pati, rupanya antusias para petani jeruk pamelo ini sangat besar, yang mana dapat dilihat dengan jumlah peserta kontes mencapai 101 peserta.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengaku mengapresiasi inisiatif masyarakat atau kelompok tani yang mengadakan kontes tersebut.

"Dengan adanya kontes ini, mudah-mudahan dapat mengurangi anggapan yang beredar di luar bahwa jeruk Pamelo bukan produk Pati," ujarnya.

Menurut Haryanto, banyak orang luar yang beranggapan bahwa jeruk pamelo berasal dari Kudus. Padahal, Kabupaten Pati memiliki sertifikat khusus yang menunjukkan bahwa jeruk pamelo ialah varietas unggulan asli Pati.

"Tidak perlu khawatir. Yang penting kita sosialisasikan dan kembangkan terus produk unggulan ini. Setiap ada pameran, kita ikut saja. Pasti laku," imbuh Haryanto.

Secara khusus, Haryanto juga memuji Kecamatan Gembong yang merupakan daerah produsen tanaman jeruk pamelo.

"Memang jeruk pamelo cocoknya di Gembong. Struktur tanahnya mendukung. Oleh karena itu, saya harap nanti produk pertanian ini bisa kita kembangkan terus. 

Tidak harus lahan yang luas. Tiap rumah bisa menanam lima atau enam pohon, nanti kami bantu menyediakan bibit," ungkapnya.

Kalau perlu, lanjut Haryanto, kalau masyarakat mengalami kesulitan dalam mengembangkan jeruk pamelo, penyuluh pertanian dan kelompok tani dapat dilibatkan untuk melakukan studi pengembangan. Ia mengingatkan, terkait masalah biaya bisa mengandalkan APBD.

"Kita memang harus inovatif. Kalau tidak, bisa ketinggalan. Memang Pati kaya potensi, masing-masing daerah punya produk unggulan, tinggal bagaimana kita memanfaatkan dan meningkatkan produksi," tegasnya.

Sedangkan Ketua Panitia Sutrisno menambahkan, sebanyak 101 peserta yang mengikuti kontes berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Pati.

"Kriteria penjuriannya antara lain adanya biji atau tidak, kelenturan daging buah, dan kadar manisnya. 

Jurinya dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Gembong, dan dua orang dari masyarakat umum," jelas Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, pada mulanya ia dan teman-temannya menginisiasi lomba ini karena masa panen jeruk hampir berakhir. 

Selain itu, ia juga ingin turut mengenalkan jeruk pamelo sebagai produk unggulan Pati, bukan daerah lain. (ROI/humas)
Share:

Jumat, 26 April 2019

Gebyar Kontes Jeruk Pamelo 2019 Lapangan Desa Bageng Gembong Pati Menuju Pentas Wisata Dunia

Targethukumonline. Pati - Petani Pamelo Madu Desa Bageng Gembong yang terhimpun dalam kelompok tani menyelenggarakan kontes Pamelo Madu di lapangan desa Bageng Gembong pada hari Sabtu 27 April 2019.

Mr. Nurul Huda SP pemuda cakap & ganteng ini pelopor wisata desa (agro).

Desa bageng merupakan sentra produksi jeruk pamelo yang ada di kabupaten Pati. 

Rasa buah yang manis dan segar serta ukuran yang super jumbo menjadikan komuditas ini sebagai buah andalan di Pati.

Sekian puluh tahun berjalan sebagai pusat produksi jeruk pamelo madu, terlaksanalah kontes pamelo madu tahun 2019 yang diikuti sekitar 200 peserta dari desa Bageng dan sekitarnya.

Menurut salah satu peserta sekaligus panitia penyelenggara Nurul Huda, SP yang merupakan produsen bibit dan buah Pamelu madu dalam kontes ini akan diambil juara dengan katagori buah terbesar dan termanis serta buah terkecil dan termanis.

Masih menurut Nurul Huda adapun penghargaan yang dapat diberikan kepada pemenang adalah berupa uang pembinaan, piagam dan tropi. 

Sedangkan tujuan diadakanya acara tersebut adalah dalam rangka penutupan musim panen dan untuk memberikan semangat pada petani agar lebih giat dalam proses produksi pamelo madu.

Untuk kedepannya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan konsep dan kegiatan yang leboh dan menarik," ujar Nurul Huda.

Desa Bageng merupakan sentra of java jeruk pamelo selain itu dengan rangkaian berbagai kegiatan setiap tahunnya Desa Bageng bisa menjadi desa wisata khusus untuk produk hayati dan agribisinis dengan letak geografis yang ada dilereng gunung muria sangat menguntung disela sela wisata rohani di sunan Muria dapat juga menjadi bingkisan oleh oleh khas Pati yang cukup populer sekarang ini karena rasa jeruk pamelo yang khas," terang mas huda pelopor wisata agro dan bisnis marketplace online ini. (Andik)
Share:

Hadiri Jalan Sehat Disdikbud, Bupati Haryanto Singgung Soal Penerimaan Siswa Baru

Targethukumonline. Pati - Hadiri Jalan Sehat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Bupati Pati Haryanto hari ini menyinggung soal penerimaan siswa baru yang tak lama lagi akan dilaksanakan, jumat tgl (26/04/19).

Mari kita tata dunia pendidikan dikabupaten Pati menjadi lebih baik lagi.

"Terkait penerimaan siswa baru, demi kebaikan dan kemajuan bersama, nanti kita tata bersama agar tidak ada sekolah yang gemuk, kurus, atau bahkan tidak dapat siswa sama sekali. 

Kepala dinas harus membagi secara proporsional," ucapnya, dalam kegiatan jalan sehat dan pembagian doorprize yang juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2019 tersebut.

Haryanto berharap, sekolah-sekolah yang menjadi sasaran pendaftaran orang tua siswa, atau dengan kata lain favorit, dapat memberi kesempatan bagi sekolah lain.

"Jangan malah nambah, misalnya jatahnya cuma sembilan kelas, tapi minta 12 atau 13 kelas," ungkap Haryanto pada kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor Disdikbud Pati tersebut.

Haryanto juga mengungkapkan, segenap rangkaian acara peringatan Hardiknas 2019 merupakan perwujudan rasa syukur terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Pati.

"Namun, mari kita tata pendidikan di Pati agar lebih baik lagi," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga menyinggung tentang penentuan juara lomba sekolah sehat, manajemen berbasis sekolah, lomba laboratorium IPA, dan sekolah adiwiyata tingkat SMP.

"Yang belum juara, mari berusaha lebih keras agar bisa juara di lain kesempatan. 

Karena melalui kejuaraan ini, paling tidak kita mengetahui sampai sejauh mana kita mengelola pendidikan maupun lingkungan sekolah. Ini merupakan penghargaan yang proporsional dan profesional," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Winarto menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan Hardiknas 2019 kali ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menyehatkan, sekaligus memberi hiburan.

"Selain acara hari ini, besok ada gebyar PAUD untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini. Tempatnya di Stadion Joyokusumo," imbuhnya.

Sebagai acara puncak, lanjut Winarto, pada 2 Mei 2019 malam, akan diadakan tasyakuran di kantor Disdikbud Pati. 

Pada acara tersebut akan ditampilkan hiburan yang mengekspos hasil pendidikan sekolah-sekolah yang ada di Pati.

"Ada ketoprak dan dalang semuanya dari sekolah-sekolah, selain mengedukasi siswa, kami juga mengekspos dan melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Pati. 

Jangan sampai siswa Pati jauh dari kebudayaannya sendiri," tandasnya.

Acara jalan sehat dan pembagian doorprize tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono, dan pegawai di lingkungan Disdikbud Pati. (ROI/humas)
Share:

Kamis, 25 April 2019

Safin ; Ekspektasi Masyarakat Sangat Tinggi, Pelayanan Masyarakat Harus Ditingkatkan

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) hari ini menjadi inspektur upacara peringatan hari otonomi daerah di halaman Kantor Setda Kabupaten Pati, Kamis tgl (25/04/19).

Pemerintah daerah harus bisa memaksimalkan otonomi daerah.

Tema yang diusung kali ini ialah "Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Kreatif dan Inovatif".

Menteri Dalam Negero Tjahjo Kumolo lewat pidato yang dibacakan Wabup, mengatakan bahwa refleksi dan ekspektasi masyarakat kepada pemerintah saat ini sangat tinggi, sehingga pelayanan terhadap masyarakat harus selalu ditingkatkan.
 
Untuk itu, lanjutnya, dalam rangka mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah harus dapat memaksimalkan otonomi daerah.

 Dirinya menambahkan, perjalanan otonomi daerah paska reformasi telah berjalan lebih baik dan dapat dirasakan masyarakat luas.

"Perkembangan otomoni daerah yang signifikan sudah kita rasakan, namun perlu selalu kita perbaiki untuk mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah yg lebih baik lagi, karena muara otonomi daerah adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat", terang Safin.

Ia pun mengajak untuk mengawal otonomi daerah guna meningkatkan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

 Lewat pidato yang dibacakan Wabup, Menteri Tjahjo Kumolo juga mendorong munculnya kemandirian dalam mengoptimalkan kemampuan yang ada.

"Karena makna otonomi daerah adalah menjadi spirit untuk melakukan yang terbaik untuk negeri kita", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Safin Bagikan Tiga Prinsip Kiat Sukses Berwirausaha Untuk Mahasiswa

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) berkesempatan menjadi pembicara dalam event talkshow dan pelantikan BPW VI Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia Wilayah Jawa Tengah di kampus IAIN Kudus, Kamis tgl (25/04/19).

Tiga prinsip dasar yang harus dilakukan menjadi kiat sukses seorang pengusaha.

Dalam kesempatan talkshow yang bertajuk "eksplore your potential to be a great young entrepreneur" ini, Safin diminta untuk membeberkan kiat sukses yang sudah diraih beliau di usia muda, mengingat latar belakangnya sebagai pengusaha. 

Dihadapan para mahasiswa, ia pun memaparkan kisahnya mulai dari nol sampai sesukses sekarang.

"Ada tiga prinsip yang harus dipegang, yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan usaha dimulai dari yang kecil, nantinya kalau ditekuni akan menjadi besar sesuai kesenangannya," ujar Safin.

Tak hanya itu, Safin juga menyampaikan beberapa tips agar mahasiswa tidak malu memulai usaha di usia muda.

"Kalau pengen modal besar jangan sungkan datang ke bank. Karena kalau usaha kita sudah besar nanti, pihak bank yang akan mencari kita," ungkapnya.

Tertib dan disiplin administrasi rupanya juga menjadi kiat sukses Safin dalam berwirausaha. 

"Mari sama-sama kita tumbuhkan jiwa wirausaha bagi teman muda ini dan semoga sharing kita pada pagi hingga siang ini bisa bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi kita semua," bebernya memotivasi para peserta talkshow.

Dalam talkshow ini ada tiga pembicara utama diantaranya Saiful Arifin sebagai pengusaha sekaligus pemilik The Safin Hotel Pati, Rully Nuryanto selaku Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UMKM, serta Ersyat Qomar yang merupakan pemilik Namira tour and travel. 

Talkshow ini diikuti oleh peserta dari berbagai kampus di Jawa Tengah dan luar Jawa. (ROI/humas)
Share:

Agar Nyambung Dengan RPJMD Pemkab Pati Selenggarakan Workshop Ini

Targethukumonline. Pati - Sekretaris Daerah (Sekda) Pati Suharyono menghadiri Workshop Sistem Monitoring dan Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Perangkat Daerah Kabupaten Pati di ruang Pragolo, Kamis tgl (25/04/19).

Sistem monitoring dan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja masing-masing OPD.

Workshop tersebut dimaksudkan untuk mereview pemahaman tentang indikator kinerja daerah, menghitung capaiannya, serta menyamakan persepsi terkait kesesuaian penganggaran dengan pencapaian indikator kinerja, sehingga perencanaan dan penganggaran mampu dilaksanakan secara efektif dan efisien.

"Nah dengan diundangnya Kepala dan Kasubbag Program tiap OPD di kegiatan ini ialah agar kepala OPD dan Kasubbag Program nyambung dalam menyikapi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)", terang Suharyono.

Saat menjelaskan alur pelaksanaan RPJMD, Sekda kemudian mengatakan bahwa sejak dilantik, Bupati dan Wakil Bupati berkewajiban menyusun RPJMD dengan didasarkan pada visi dan misi.

" Visi- Misi Bupati ialah meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik. 

Dari visi dan misi itu kemudian disusun RPJMD yang dijabarkan lagi ke OPD menjadi Rencana Strategis (Renstra)", imbuhnya.

Dengan adanya RPJMD, lanjut Suharyono, segenap aparatur pemerintahan daerah akan memiliki sasaran, tujuan, dan strategi sehingga tercapai atau tidaknya RPJMD ini diukur melalui indikator kinerja", jelasnya.

Inti dari evaluasi capaian indikator kinerja ini, lanjut Suharyono, ialah agar semua kegiatan yang ada di OPD terukur outcome, output, maupun impact-nya. 

"Sehingga sebagai pembantu Bupati dan Wakil Bupati masing-masing OPD dalam berkegiatan juga sejalan dengan RPJMD", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Selasa, 23 April 2019

Pelaksanaan UNBK SMP Lancar, Wabup Apresiasi Kesiapan Sekolah

Targethukumonline. Pati - Pelaksanaan UNBK tingkat Sekolah Menengah Pertama sederajat di Kabupaten Pati pada hari kedua pelaksanaan ujian nasional, berlangsung aman tanpa kendala yang berarti. 

Pelaksanaan ujian Nasional khususnya di kabupaten Pati berlangsung aman hingga hari ke dua.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) saat melakukan peninjauan di beberapa sekolah di  Kabupaten Pati, Selasa tgl (23/04/19).

Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati Winarto melaksanakan monitoring pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer. 

Ada lima sekolah yang dikunjungi yaitu SMP Negeri 1 Juwana, SMP Negeri 3 Juwana, SMP Negeri 1 Batangan, SMP Negeri 1 Jaken dan terakhir SMP Negeri 1 Jakenan.

"Dari kelima sekolah tersebut saya nilai sudah cukup baik, dan semoga tidak ada gangguan listrik hingga akhir pelaksanaan ujian nanti. Dan kalaupun ada, ternyata pihak sekolah sudah antisipasi dengan menyiapkan genset," ungkap Wabup.

Safin menambahkan, guna mencapai kesuksesan dalam pelaksanaan ujian maka dibutuhkan kesiapan seluruh tim baik dari peserta, pengawas, serta pihak sekolah sendiri.

Waktu pelaksanaan UNBK SMP Sederajat berlangsung empat hari, dimulai sejak Senin 22 April 2019 sampai dengan Kamis 25 April 2019. (ROI/humas)
Share:

Hari Pertama Relokasi, Bupati Haryanto Yakinkan Soal Ini ke PKL

Targethukumonline. Pati - Bertepatan dengan ditutupnya Alun - Alun dengan pagar galvalum, PKL yang berada di zona merah pun direlokasi ke TPK Perhutani dan mereka juga sudah mulai diperbolehkan untuk berjualan, Selasa tgl (23/04/19).

Setelah relokasi ditempat baru semoga rejeki akan terus bertambah.

Bersama dengan Wakil Bupati Pati, Sekda, Kepala Satpol PP Pati dan juga para kepala OPD, Bupati Pati Haryanto kemarin memberikan arahan kepada segenap pengunjung yang hadir di TPK Perhutani.

Tak hanya dari unsur PKL, namun yang hadir juga berasal dari berbagai lapisan masyarakat.

"Guna memberi pelayanan fasilitas publik, Alun - alun akan direvitalisasi.  

Bentuk perhatian dari Pemkab untuk PKL dilakukan relokasi di TPK Perhutani ini. 

Di sini, PKL beroperasi tidak terbatas oleh waktu, bisa buka mulai pagi, siang ataupun sore hingga pagi lagi", jelas Bupati.

Haryanto menegaskan, apabila ada isu ataupun desas - desus bahwa Pemkab tidak memperhatikan nasib PKL, itu tidaklah benar. 

Hal ini terbukti dengan adanya hiburan musik, campursari dan ketoprak, pada malam, sebagai bentuk support atau dukungan kepada para PKL yang pindah ke tempat tersebut.

"Ke depan pun sama, akan kita jadwalkan rutin panggung - panggung hiburan guna mengisi dan menghiasi TPK Perhutani ini. Tujuannya agar dapat menarik para pengunjung untuk datang", ujarnya.

Selain itu, Haryanto kembali menegaskan bahwa apabila masih ada kekurangan, keluhan terkait fasilitas, semaunya akan dipenuhi.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan dilakulan relokasi ini, para PKL tidak perlu merasa khawatir, sebab relokasi memang butuh waktu dan proses.

"Untuk bapak ibu semua, tidak perlu khawatir apabila nanti tidak laku dan lain - lain, sebab rezeki yang mengatur itu Allah SWT, kita doakan agar semuanya lancar", doanya.

Usai memberi wejangan, Haryanto bersama rombongan pun berkeliling ke lapak - lapak atau tenda para PKL yang sudah mulai beroperasi. 

Mulai dari makanan, permainan hingga lapak sepatu dan sandal. 

Sebagian besar merekapun memberi tanggapan yang positif atas relokasi ini.

Setelah cukup lama berkeliling dan belanja sandal di tempat PKL, Haryanto bersama rombongan pun hanya kebagian ceriping singkong, es tebu, dan bakso, sebab rata - rata PKL yang lain telah ludes dagangannya. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto Serahkan Bantuan Sosial dan Bencana Alam di Kecamatan Margoyoso

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto, menyerahkan bantuan bencana sosial dan bencana alam tahun 2019 untuk beberapa penerima bantuan di Balai Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso Pati, Selasa tgl (23/04/19).

Total bantuan sebesar 49 juta di serahkan kepada masyarakat.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Subawi menjelaskan tentang rincian alokasi dana Bansos tahap pertama tahun 2019.

"Pertama, rumah rusak atau roboh akibat bencana alam sebanyak 7 rumah semipermanen, dengan rincian satu rumah rusak dan enam lainnya roboh, total nilai bantuannya sejumlah Rp 49 juta," ungkap Subawi.

Kedua, lanjutnya, ialah rumah rusak atau hangus akibat kebakaran. 

Pada kategori ini terdapat lima rumah semipermanen yang mendapat bantuan dengan total nilai sebesar Rp 37,5 juta.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menjelaskan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah ikut prihatin. 

Namun, ia mengatakan, bantuan tersebut hanya sebatas partisipasi pemerintah.

Nominalnya mungkin belum cukup untuk mengembalikan keadaan rumah sebagaimana sebelum terkena bencana.

"Ada yang dapat Rp 7,5 juta dan
ada yang dapat Rp 4 juta. Disesuaikan dengan rumah yang dimiliki masing-masing penerima bantuan," ucapnya.

Haryanto berharap, bantuan tersebut dapat diterima dengan keikhlasan. 

Sekalipun nilainya relatif sedikit, bantuan tersebut menunjukkan bahwa korban bencana diperhatikan oleh Pemerintah.

Lagipula, lanjut Haryanto, korban bencana juga sudah mendapat bantuan dari masyarakat yang peduli untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.

"Sudah jadi bagus lagi, kan? Karena dibantu secara gotong-royong oleh masyarakat yang peduli", ujar Haryanto.

Bupati menjelaskan, pemerintah sebelumnya juga sudah membantu melalui PMI, BPBD, dan Dinsos, tapi bukan berupa uang.

"Memang untuk bantuan uang dari pemerintah daerah prosesnya lebih panjang, tidak seperti dari Baznas yang prosesnya lebih singkat," jelasnya.

Terakhir, Haryanto berharap semoga bantuan yang diserahkan dalam bentuk saldo buku tabungan tersebut dapat membantu meringankan beban korban bencana.

"Berapa pun nilainya, kalau disyukuri akan berkah," tandasnya.

Pada acara penyerahan bantuan tersebut, hadir pula Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Staf Dinas Sosial Kabupaten Pati, Danramil Margoyoso, Kapolsek Margoyoso, Camat Margoyoso, dan beberapa kepala desa yang warganya menerima bantuan.

Para Kades tersebut antara lain Kades Tunjungrejo, Kades Banyutowo, Kades Dukuhseti, dan Kades Pagerharjo. (ROI/humas)
Share:

Senin, 22 April 2019

BPR Bank Daerah Pati Akan Berbentuk PT, Ternyata Ini Alasannya

Targethukumonline. Pati - dilaksanakan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, dengan agenda penjelasan Bupati Pati terhadap Raperda tentang Perseroan Terbatas BPR Bank Daerah Pati (Perseroda), Senin tgl (22/04/19).

PT. BPR diharapkan mampu mendokrak perekonomian masyarakat.

Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa tentang Perseroda ini merupakan amanat undang - undang No. 23 Tahun 2014, yang mana telah diubah beberapa kali dan terakhir yaitu undang - undang No.9 tahun 2015 tentang pemerintahan daerah, sesuai yang diatur dalam bab 12 pasal 331.

"Ayat 1, daerah dapat menbentuk BUMD. Ayat 2, pendirian BUMD sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 ditetapkan oleh Perda", jelasnya.

Haryanto melanjutkan, ayat 3, BUMD sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1, berdiri atas perusahaan umum daerah dan Perusahaan Perseroan Daerah. 

Dengan adanya undang - undang tersebut, maka Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang berbentuk perusahaan daerah (PD) perlu diubah badan hukumnya menjadi Perseroan Terbatas.

"PD BPR Bank Daerah Pati yang dibentuk oleh Perda Kabupaten Pati nomer 17 tahun 2007, sebagaimana diubah dengan Perda Kabupaten Pati nomer 15 tahun 2014. 

Dengan perantara peraturan daerah ini maka berubah menjadi PT. BPR Bank Daerah Pati", ujarnya.

Bupati mengatakan, dengan berubahnya perusahaan daerah menjadi perusahaan terbatas, diharapkan selain memenuhi amanat undang - undang, PT. BPR Bank Daerah Pati dapat semakin meningkatkan kinerjanya sehingga dapat menjadi BPR yang tidak hanya menjadi andalan di Pati, bahkan sering mendapat penghargaan di tingkat nasional.

"Dan selalu memberikan kontribusi berupa dividen kepada pemerintah kabupaten Pati. 

Dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun secara signifikan", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto ; Perempuan Kunci Ketahanan Keluarga

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Kartini ke-140 di Halaman Setda Kabupaten Pati. 

Bupati Haryanto : perempuan menjadi inspirasi bagi  pembangunan emansipasi saat ini.

Kegiatan ini diikuti oleh Forkopimda beserta ibu, Tim Penggerak PKK, GOW, Fatayat, Aisyiyah Kabupaten Pati, Senin tgl (22/04/19).

Bupati selaku inspektur upacara dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan sudah dipastikan selalu hadir dan berkontribusi dalam menjalani perannya di tengah-tengah kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Perempuan secara individu maupun kolektif melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari pekerjaan flsik maupun yang melibatkan pemikiran. 

Tidak hanya itu, perempuan juga adalah penentu arah generasi selanjutnya, karena di tangan perempuanlah lahir anak-anak bangsa yang tumbuh dan berkembang dalam setiap zaman dengan penuh kasih sayang", terang Haryanto.

Pada Peringatan Hari Kartini ke-140 yang mengambil tema "Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Kualitas Keluarga Untuk Jawa Tengah Maju dan Berdikari" ini, Bupati mengakui pula, perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk memajukan Indonesia, sudah banyak dirasakan. 

"Terbukti sudah banyak  tokoh-tokoh perempuan Indonesia di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Pati yang berprestasi dan dapat dibanggakan oleh perempuan sendiri maupun oleh masyarakat pada umumnya serta dapat membuktikan diri menjadi figur yang kuat dan tangguh", ujarnya.

Dalam perkembangannya, lanjut Bupati, kaum perempuan Indonesia juga telah menunjukkan peran dan tanggungjawabnya untuk turut andil dalam pengambilan keputusan publik.

"Perempuan telah terbukti ikut andil dalam pembangunan bangsa juga dalam memberikan sumbangsih yang cukup berarti dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ketahanan keluarga, bahkan para perempuan Indonesia juga memiliki kemampuan untuk berperan ganda dalam kehidupan serta mampu sukses bekerja tanpa meninggalkan kodratnya sebagai ibu rumah tangga", imbuhnya.

Sebagai ibu, menurut Haryanto, perempuan bahkan menjadi kunci ketahanan keluarga. 

"Ibu juga sebagai madrasah hingga pendidikan pertama dan utama bagi anaknya untuk belajar tentang segala hal dalam kehidupan. 

Karena posisinya yang demikian strategis tersebut tentunya untuk menjadi ibu dituntut kesiapan bekal dan peningkatan kualitas diri yang nantinya akan sangat mempengaruhi pendidikan yang diberikan kepada putra-putrinya", jelas Bupati.

Haryanto berharap momentum peringatan Hari Kartini yang ke-14O ini, dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi perempuan agar tak kenal lelah dalam meningkatkan kualitas diri agar mampu berperan Iebih besar dalam pembangunan serta dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

"Mudah-mudahan para Kartini masa kini akan mampu mencetak generasi beriman bertaqwa, berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan, yang menjadi modal persaingan di era globalisasi", tuturnya.

Di akhir amanatnya, Bupati menyampaikan Selamat Hari Kartini. 

"Semoga dengan semangat peringatan hari Kartini ke-140 Tahun 2019 ini akan dapat membangkitkan motivasi perempuan Kabupaten Pati untuk lebih mewujudkan kualitas keluarga demi Jawa Tengah yang maju dan berdikari", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Sabtu, 20 April 2019

Safin Tantang Head Coach Gatot Barnowo Persipa Harus Juara

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang juga merupakan Ketua Umum Persipa Pati menantang head coach yang baru diperkenalkan, Gatot Barnowo, untuk membawa Persipa juara dan naik kasta ke level kompetisi yang lebih tinggi, Sabtu tgl (20/04/19).

Target Persipa harus juara dan naik kompetisi.

Sebab hingga saat ini Persipa masih berlaga di Liga 3 Jawa Tengah.
Tantangan tersebut disampaikan Safin, panggilan akrab Saiful Arifin, di tengah acara perayaan hari ulang tahun ke-68 Persipa di lantai 11 rooftop The Safin Hotel, Jumat malam.

Dalam sambutanya safin mengatakan bahwa usia 68 tahun adalah usia yang cukup dewasa untuk sebuah klub sepak bola. "Namun, pada usia ini Persipa belum punya prestasi," ungkap Safin.

Wabup berharap ulang tahun kali ini merupakan momentum bagi Persipa untuk berprestasi. Ia ingin Persipa bisa meraih juara di Liga 3 Jateng pada musim ini.

Safin melanjutkan, harapan dari publik sepakbola Kabupaten Pati mengenai pembenahan Persipa telah 80 persen dipenuhi oleh manajemen Persipa. Selanjutnya, ia mengajak Gatot untuk berdiskusi mengenai pembenahan selanjutnya.

"Kalau ada kekurangan pemain atau hal lainnya, monggo kita bicarakan dan penuhi sesuai dengan kekuatan (finansial) kita" , ucapnya.

Safin menegaskan, Gatot sebagai pelatih utama merupakan kepala di lapangan.

Wabup juga mengingatkan bahwa publik sepakbola di Kabupaten Pati memiliki ekspektasi tinggi terhadap Persipa. 

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh elemen yang terkait dengan Persipa bekerja bersama demi memenuhi ekspektasi tersebut.

"Sanggup, Mbah Gatot?", tantang Safin dengan menyebut panggilan akrab Gatot Barnowo.

Tantangan tersebut pun segera disanggupi oleh Gatot Barnowo.
Pelatih ini pun menambahkan bahwa ia akan menjawab tantangan manajemen Persipa dengan sungguh-sungguh.

"Insyaa Allah, mati di lapangan pun saya siap demi Persipa yang diamanahkan pada saya. Saya pertaruhkan nama baik saya di sini," ucap Gatot.

Ia pun meyakini, dengan pemain yang rela berdisiplin dan bekerja keras bersama, otomatis prestasi akan mengiringi langkah Persipa.

"Untuk supporter, saya juga berharap, kalau saya kurang bener, silakan jewer. Saya tidak antikritik. Ini semua demi Persipa naik kasta ke liga 2. Insyaa Allah bisa tercapai," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Kodim 0718 Pati Siagakan Anggota Pasca Pemilu dan Peringatan Hari Paskah

Targethukumonline. Pati - Kodim 0718 Pati siagakan anggotanya untuk mengantisipasi kegiatan pasca pemilu dan rangkaian kegiatan Paskah di wilayah Pati, Sabtu tgl (20/04/19).

Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos siagakan seluruh jajarannya.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, mengapresiasi kinerja Danramil dan Babinsa dalam ikut mensukseskan tahapan Pemilu 2019 hingga hari pencoblosan.

Dandim juga memompa semangat jajarannya dalam rangka pengamanan pasca pemungutan suara yang telah berhasil dalam keadaan kondusif khususnya di kabupaten Pati.

Hal disampaikan dalam kegiatan apel siaga di Makodim 0718 Pati.

"Terima kasih kepada seluruh Danramil dan Babinsa sehingga Pemilu dan rangkaian kegiatan Hari Paskah bagi umat Nasrani di Kabupaten Pati berlangsung aman dan kondusif, " ujar Arief.

Menurutnya, apel pasukan digelar untuk mengecek kesiapan anggota dalam rangka pengamanan pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

Kegiatan yang dilakukan, di antaranya monitoring perkembangan situasi wilayah dengan melaksanakan patroli gabungan bersama Polri, Satpol PP, serta bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.

"Pasca pencoblosan dan kegiatan Hari Paskah bagi umat Nasrani harus tetap dijaga keamanannya," tegas Dandim.

Demikian harapan setelah pesta demokrasi kembali kepada fitrah semula, tidak ada kekuasaan yang mutlak karena kekuasaan yang hakiki adalah milik Allah semata dan kekuasaan yang abadi ada di tangan rakyat.

Berjalan sesuai koridor yang ada semoga NKRI menjadi taman Iman dan lautan kasih sayang dan kedamaian di seluruh Nusantara. (S.roy)
Share:

Jumat, 19 April 2019

Terjadi Longsor, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Batu Padas

Targethukumonline. Pati - Seorang pekerja serabutan, Rebo (55) warga Desa Gadudero Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati meninggal akibat tertimpa batu padas, Jum'at tgl (19/04/19).

Batu tebing yang runtuh yang akhirnya mengakibatkan korban meninggal di tempat.

Kejadian mengenaskan tersebut terjadi kemaren siang Kamis, (18/04/19) sekitar pkl 10.00 WIB.

Di lokasi penambangan galian batu gunung Kendeng turut Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo milik pengelola saudara Fatekur warga Desa Gadudero RT 02 RW 01 Sukolilo Pati.

Secara terpisah Kapolsek Sukolilo AKP Supriyono membenarkan kejadian yang terjadi di wilayahnya. Kanit Intelkam dan Kanit sabhara serta piket SPK membawa tim medis dari Puskesmas Sukolilo dan mendatangi TKP.

"Korban meninggal di tempat kejadian karena terkena benda keras yaitu tanah padas yang runtuh dari ketinggian 3 meter dari permukaan tanah dan menimpa kepala korban hingga korban jatuh dan mengenai kakinya," terang Kapolsek.

Sementara saat tim NM minta keterangan kepada petugas di lapangan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Windarto sedang melakukan identifikasi jenasah dan membenarkan telah terjadi longsor bongkahan batu di lokasi penambangan milik Fatekur, satu orang meninggal dunia dan satu lainya mengalami patah tulang kaki,” ungkapnya.

“Iya benar dua orang tersebut  bekerja pada bos depo Fatekur   warga RT 02 RW 01 Desa Gadudero Sukolilo Korban satu meninggal    bernama Rebo berumur (55), sedangkan korban lainya patah tulang bernama joko umur (38)  dukuh Misik Sukolilo.

Korban yang masih hidup di bawa ke Puskesmas Sukolilo setelah mendapat perawatan korban di larikan ke rumah sakit Yakum Purwodadi untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Menurut keterangan yang dihimpun dari warga setempat mengatakan, “bahwa pada sekira pukul 08.00 WIB kedua korban mulai bekerja di lokasi penambangan batu padas di galian gunung kendeng, saat itu posisi batu dalam kondisi menggantung dan dilakukan penambangan. 

Kondisi batu yang menggantung    tersebut dengan kubikasi yang sangat besar tiba-tiba runtuh meluncur dengan cepat dan menimpa kepala korban yang mengakibatkan korban terjatuh dalam posisi terlentang," ungkapnya. 

Masih keterangan yang sama,   korban yang meninggal tertimpa  bongkahan batu dengan luka kepala bagian belakang serta tulang iga belakang patah dan luka di beberapa bagian kaki dan tangan.

Sementara Joko yang masih hidup tertimpa batu di bagian kaki kanan bagian bawah sehingga mengalami patah kaki.

Menurut saksi lainya dari warga setempat  menceritakan, “saat longsor terjdi kedua korban berada di selep penggilingan batu. Saat itu korban sedang mengumpulkan batu padas yang mau di giling.

Pada saat bongkahan batu meluncur dengan beban yang besar langsung menimpa  mengenai kaki kananya   dan seketika itu korban meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Setelah dilakukan penanganan oleh pihak kepolisian, korban meninggal siang ini langsung di lakukan pemakaman umum desa Gadudero.

Atas kejadian tersebut dari pihak keluarga korban telah menerimakan dan tidak akan menuntut kepada siapapun (pemilik tambang/galian) dan kejadian tersebut dianggap sebagai musibah. ($.diman)
  
Share:

Rabu, 17 April 2019

Bupati Haryanto Pimpin Langsung Cek Pastikan Kesiapan Pemilu

Targethukumonline. Pati - Selasa malam pukul 19.00 WIB hingga menjelang tengah malam, Bupati Pati Haryanto beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Desk Pemilu Kabupaten Pati melakukan kunjungan ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), Selasa tgl (16/04/19).

Secara umum KPPS sudah sangat siap menyelenggarakan Pemilu.

Kunjungan itu juga diikuti oleh Ketua KPU Pati Imbang Setiawan, perwakilan Bawaslu, dan tim pemantau dari Direktorat  Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jateng.

Dalam kegiatan itu, terdapat empat TPS di empat kecamatan berbeda yang dikunjungi.

Empat TPS tersebut ialah TPS 5 Desa Gabus Kecamatan Gabus, TPS 4 Desa Karangmulyo Kecamatan Tambakromo, TPS 15 Desa Jatiroto Kecamatan Kayen, dan TPS 6 Desa Cengkalsewu Kecamatan Sukolilo.

"Tujuan kunjungan ini ialah memantau kesiapan pelaksanaan Pemilu besok pagi," ujar Bupati Haryanto.

Bupati Haryanto juga mengatakan, dari empat TPS yang dikunjungi, secara umum TPS-TPS ini tergolong siap untuk menyelenggarakan pemungutan suara secara lancar.

Namun, lanjutnya, ada beberapa masukan perbaikan yang pihaknya berikan pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Seperti di TPS 15 Desa Jatiroto, misalnya. Ketua KPPS di TPS tersebut, Drahman, mendapat beberapa arahan terkait penataan bilik suara.

"Tadi ada arahan untuk melepas kertas nomor yang tertempel di bilik suara, karena biliknya sebetulnya tidak perlu diberi penanda nomor. 

Kertas nomor itu sebetulnya bekas Pemilu yang lalu," ungkap Drahman.

Selain itu, lanjut Drahman, ia juga mendapat arahan dari Bupati Haryanto beserta Desk Pemilu Kabupaten Pati untuk memasang tirai di belakang bilik suara.

"Sesuai arahan, jarak antarbilik juga diperlebar. Sebab sebelumnya terlalu dekat," ujarnya.

Sebagaimana di TPS 15 Jatiroto, TPS 6 Cengkalsewu juga mendapat arahan terkait penataan tempat.

"Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap Kecamatan sebaiknya memastikan penataan tempat di masing-masing TPS. 

Ditata lebih baik agar masyarakat yang menggunakan hak pilih merasa nyaman," imbau Bupati Haryanto.

Meski ada sedikit usulan yang ia berikan di TPS yang ia kunjungi, Haryanto menilai, secara umum seluruh KPPS yang ada di Pati telah siap menyelenggarakan Pemilu.

"Sudah dipastikan, seluruh logistik Pemilu telah sampai ke masing-masing TPS. Yang terpenting, kita imbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Pantau Pelaksanaan Pemilu, Bupati Haryanto Datangi Lima TPS Ini

Targethukumonline. Pati - Usai menggunakan hak pilihnya bersama istri dan kedua putrinya di TPS 14 Desa Raci Kecamatan Batangan, Bupati Pati Haryanto memantau penyelenggaraan pemungutan suara di beberapa TPS di wilayah Pati bagian utara, Rabu tgl (17/04/19).

Bupati Haryanto pantau langsung penyelenggaraan pemungutan suara di beberapa TPS.

Pemantauan Didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Desk Pemilu Kabupaten Pati, terdapat lima TPS di empat Kecamatan yang berbeda.

Lima TPS tersebut yakni TPS 10 Desa Tambaharjo Kecamatan Pati, TPS 2 Desa Ketanen Kecamatan Trangkil, TPS 24 Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso, TPS 6 Desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti, dan TPS 12 Desa Kembang Kecamatan Dukuhseti.

"Pagi sampai siang ini kami memonitor wilayah Pati utara. Hasil pantauan kami, di masing-masing TPS pemungutan suara terselenggara dengan baik. 

Ketika saya datangi rata-rata tingkat masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya di atas 50 persen. 

Bahkan ada yang 70 persen. Dan ketika saya berkunjung, waktu pemungutan suara belum habis," ucap Bupati.

Secara umum, Haryanto menilai penyelenggaraan Pemilu di Pati tidak ada problem.

"Mudah-mudahan sampai akhir nanti, penyelenggaraan Pemilu di Pati tidak ada persoalan. Kalau misal ada kekurangan surat suara, bisa diatasi KPU," harapnya.

Bila dibandingkan saat pemungutan suara riil dan simulasi, Haryanto mengungkapkan bahwa pemungutan suara riil pada hari H lebih lancar.

"Tidak kita bayangkan, ternyata pelaksanaan pada hari H lebih mudah dari simulasi. Pada waktu simulasi, saya butuh waktu 5 menit untuk menuntaskan pencoblosan. 

Tadi saya hitung hanya 3 menit sudah selesai," ujarnya semringah. (ROI/humas)
Share:

Selasa, 16 April 2019

Safin Terus Dorong Penerimaan Pendapatan Daerah Secara Online

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), hari ini menghadiri rapat Evaluasi Pendapatan Asli Daerah Triwulan I Tahun 2019 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati, Selasa tgl (16/04/19).

Online menjadi salah satu alternatif pelayanan publik.

Dalam sambutan arahannya Safin menegaskan bahwa pendapatan daerah ini merupakan modal dasar bagi pelaksanaan pemerintahan sekaligus sebagai suatu kriteria penilaian bagi kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi.

"Karena itu, kami mengajak Saudara-Saudara sekalian untuk mencermati target dan realisasi pendapatan daerah pada triwulan pertama", ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi pada OPD dan kecamatan yang telah memenuhi target. 

"Dan bagi yang belum mencapai target, saya harapkan untuk dapat mengevaluasi kinerjanya. 

Karena kami senantiasa mengapresiasi setiap upaya untuk meningkatkan pelayanan khususnya yang terkait dengan pelaksanaan retribusi daerah secara online", jelasnya.

Pihaknya juga mengaku akan terus mendorong agar semua proses pengelolaan pendapatan daerah dapat terlaksana secara transparan, efektif, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat.

"Kita tentu masih ingat bahwasanya di Jawa Tengah, Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah yang menjadi percontohan dalam hal transaksi nontunai", lanjut Safin.

Wabup juga meyakini bahwa banyak manfaat yang diperoleh lewat penerapan transaksi non tunai, salah satunya dapat meningkatkan transparansi transaksi yang bertujuan mencegah kejahatan dan kebocoran anggaran.

"Saya berharap masyarakat Kabupaten Pati juga tak alergi dengan penggunaan teknologi informasi dalam pembayaran retribusi daerah. 

Apalagi jika nantinya kita udah memberlakukan transaksi online di semua lini", harapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemkab juga punya tanggung jawab untuk mengedukasi dan menyiapkan masyarakat agar siap dengan pemanfaatan teknologi tersebut.

"Jangan hanya meluncurkan program online tapi sosialisasinya diabaikan", imbuhnya.

Tak dapat dipungkiri, menurut Safin, tantangan terbesar Pemkab adalah merubah budaya masyarakat.

"Memang tak mudah mengalihkan kebiasaan mayarakat yang terbiasa melakukan pembayaran secara konvensional menjadi online, tapi kita harus tetap memulainya", tegas Wabup.

Ia juga yakin, target pendapatan daerah tahun 2019 Rp. 2.730.979.188.000,- yang telah terealisasi Rp. 607.823.563.979,-  atau mencapai 22,26% pada triwulan I ini bisa lebih ditingkatkan dengan melakukan sejumlah inovasi dan perbaikan dalam pelayanan.

"Demikian halnya dengan dengan capaian Pendapatan Asli Daerah yang pada triwulan I ini berada di angka 23,70%, tentunya akan dapat ditingkatkan dengan melakukan sejumlah terobosan", lanjutnya.

Berkenaan dengan hal itu, Wabup meminta kepada unit kerja yang terkait dengan berbagai jenis penerimaan baik berasal dari pajak daerah maupun retribusi daerah untuk berupaya dan berinovasi agar penerimaanya dapat terealisasi sesuai dengan yang ditargetkan.

"Bagi yang targetnya belum mencapai 25 % hingga triwulan I ini, hal itu harus menjadi perhatian pimpinan dan tenaga teknis pengelola pendapatan daerah.

Kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam mengoptimalkan penerimaan harus dianalisis sebaik baik mungkin, sehingga kinerja kita bisa lebih baik pada triwulan berikutnya", pinta Safin.

Ke depan pihaknya berharap agar dalam menentukan target pendapatan daerah, senantiasa didasari data potensi  yang  akurat, terukur dan diperkirakan dapat direalisasikan.

"Untuk itu, saya berharap semua kepala OPD Kabupaten Pati dapat memberikan dukungan penuh dalam meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah. 

Dan yang lebih penting lagi, mari kita tingkatkan partisipasi  dan kesadaran seluruh komponen, pengusaha, wajib pajak maupun wajib retribusi. 

Ayo kita semangati lagi tentang  pentingnya pajak dan retribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Senin, 15 April 2019

Bupati Haryanto ; Kejadian Tak Terduga Jelang Pemilu Perlu Diantisipasi

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri rapat koordinasi jelang pemungutan dan penghitungan suara pemilu 17 April 2019 di ruang Pragolo Setda Pati. 

Bupati Haryanto harapkan pemiup berjalan dengan aman, lancar, damai dan sukses.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Forkopimda, KPU, Bawaslu, OPD serta para Camat, Senin tgl (15/04/19).

Bupati Pati Haryanto dalam rapat terakhir tersebut menyampaikan bahwa demi kelancaran proses pemungutan dan penghitungan suara para kades dan camat diharapkan dapat memantau langsung ke TPS di lingkungan sekitarnya.

"Kades diharapkan memberikan woro - woro pada warganya untuk menggunakan hak pilih. 

Untuk pendaftaran di TPS sampai jam satu siang, namun untuk pencoblosan, sampai dengan selesai jadi jangan salah persepsi. Yang penting sampai jam 1 itu namanya sudah terdaftar di TPS", jelas Bupati.

Haryanto juga mengatakan selain logistik surat suara yang sudah disiapkan, hal - hal maupun segala kemungkinan yang tak terduga yang muncul dalam proses pemilu juga harus diantisipasi.

"Sebagai contoh apabila tiba - tiba hujan deras, angin kencang bahkan mengakibatkan pohon tumbang sehingga mengakibatkan jaringan listrik atau PLN bermasalah. 

Oleh karena itu hal - hal yang di luar batas kemampuan kita, perlu di pertimbangan", tuturnya.

Haryanto juga mengungkapkan bahwa situasi dan kondisi pemilu di masyarakat, sebenarnya baik - baik saja. "Justru yang panas dan ramai itu di media elektronik seperti TV dan di media sosial", ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau pada para Kades dan Muspika untuk memastikan dan memetakan mana daerah - daerah yang dirasa rawan. "Terlebih apabila terjadi mati lampu, kan tidak mungkin semuanya menyiapkan genset, desa pun juga tidak semua mempunyai genset. Jadi harus dipersiapkan lampu emergency yang kuat sampai kurang lebih 3 jam", harapnya.
Haryanto menegaskan semua solusi dan antisipasi perlu disiapkan setidaknya sampai dua jam apabila terjadi listrik mati. Nah itu sembari menunggu listrik kembali menyala. Selain itu, pertimbangan estimasi waktu juga penting, misal setiap orang butuh 5-7 menit untuk mencoblos, sedangkan untuk yang lanjut usia bisa lebih dari waktu tersebut", terang Bupati panjang lebar.
Hal itu, imbuh Haryanto, perlu dipertimbangkan waktunya agar tidak molor. "Jangan seperti di luar negeri, banyak yang tidak menggunakan hak pilih sebab missed komunikasi, informasi dan regulasi. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang sudah terdaftar di DPT, ketika datang di TPS, segera mendaftar saja, nyoblos di atas jam satu siang tidak apa - apa, yang penting sudah daftar dulu", imbuhnya.
Hal tersebut menurut Haryanto perlu dilakukan, guna membuat waktu pemungutan maupun penghitungan suara menjadi lebih efektif. (ROI/humas)
Share:

Tim Keamanan Gabungan Siap Menjaga 4.369 TPS di Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Apel Pergeseran Pasukan digelar di Alun - alun Pati dalam rangka kesiapan pengamanan TPS (Tempat Pemungutan Suara) Pemilu 2019 di Kabupaten Pati, Senin tgl (15/04/19).

Kapolres Pati : Pasukan gabungan TNI - Polri siap amankan pemilu 2019.

Dalam apel tersebut, diikuti oleh Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, Sekda Pati, Forkopimda, jajaran Polres Pati, Satpol PP, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Komandan Kompi C 410 Alugoro Pati, Sub Brimob Pati, Danramil se - Kabupaten Pati, Para Polsek jajaran Polres Pati, serta para pimpiman Parpol.

Seusai apel dilaksanakan Bupati Haryanto dalam wawancaranya memberikan dukungan terkait strategi pengamanan yang akan dilakukan selama Pemilu berlangsung.

Haryanto juga mengaku bahwa demi terselenggaranya pesta demokrasi ini, pihaknya telah membantu dalam hal sarana prasarana.

"Terkait kesiapan dan pengamanan, kami mengimbau kepada para kades dan camat agar dapat memantau langsung proses pemungutan maupun penghitungan suara agar berjalan lancar dan tanpa persoalan," tegasnya.

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Ariyanto dalam apel menyampaikan, tujuan diselenggarakan apel ini adalah untuk mengecek kesiapan personil, sarana dan prasarana, sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan pada tahap pemungutan dan penghitungan suara sehingga pemilu tahun 2019 terselenggara dengan aman, damai dan kondusif.

"Polri sebagai aparat penegak hukum, bertugas memelihara kamtibmas, bersama unsur TNI dan instansi terkait diberikan kepercayaan guna mengawal proses demokrasi ini agar berjalan damai, aman, jujur dan adil," ungkapnya.

Untuk waktu pemungutan dan penghitungan suara, Kapolres mengaku akan menerjunkan 2/3 kekuatan di tiap TPS. Selain itu, pengamanan juga didukung oleh rekan - rekan TNI, Linmas dan Satpol PP.

Kapolres menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan personil yang siap di tiap zona. 

Hal ini, demi mengantisipasi bila timbul permasalahan yang terjadi di zona tersebut. 

"Terkait zona - zona rawan, tentunya kita sudah memetakan TPS - TPS, namun kita tetap berharap bahwa sebanyak 4.369 TPS berjalan aman. 

Kita tetap melakukan strategi dan pola pengamana khusus bagi zona yang rawan, namun secara garis besar, TPS di Kabupaten Pati tergolong aman," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Minggu, 14 April 2019

Program Bedah Rumah Mulai Disosialisasikan, Inilah Besaran Bantuannya

Targethukumonline. Pati - Sekretaris Daerah (Sekda) Pati Suharyono kemarin memberikan pengarahan dalam rangka koordinasi awal pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2019 dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Ruang Pragolo Setda Pati, Sabtu tgl (13/04/19).

17,5 juta rupiah besaran dana untuk bedah rumah.

Turut hadir dalam acara itu, Sekda Pati, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim), dan para perwakilan penerima bantuan stimulan perumahan.

Tujuan BSPS atau lebih dikenal sebagai program bedah rumah ini adalah terbangunnya rumah yang layak huni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sekda yang mewakili Bupati Pati mengatakan stimulan artinya perlu adanya swadaya berkali-kali. 

"Yang menjadi kendala adalah tidak ada swadaya makanya untuk pemerintah Kabupaten Pati sendiri jumlahnya sangat kecil yaitu Rp 50 juta bagi orang yang tidak mampu", ungkapnya.

Menurut Suharyono, dalam rangka mengentaskan kemiskinan untuk pengadaan rumah itu tidak hanya dari Pemerintah Kabupaten saja. 

"Namun provinsi juga membantu dari pusat melalui BSPS", imbuhnya.

Ia berharap semua bantuan tersebut bisa dipertanggungjawabkan. 

"Memang bantuan keuangan ini khususnya hibah menjadi sorotan apalagi di tahun politik. 

Tetapi di sini saya yakinkan bahwa tidak ada unsur politik. Program bantuan stimulan perumahan sudah berjalan setiap tahun", terang Sekda.

Ia pun berharap nantinya bantuan ini bisa berjalan dengan lancar. 

"Sehingga tingkat kemiskinan di Kabupaten Pati bisa berkurang lagi, sesuai dengan target Bapak Bupati Pati", lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pati Dadik Sudarmadji mengatakan bahwa kegiatan kali ini merupakan kegiatan awal untuk melaksanakan BSPS.

"Kerangka awal sebelum masuk BSPS adalah pengentasan kemiskinan. Angka kemiskinan Kabupaten Pati di akhir 2018 mengalami penurunan yang sangat signifikan", terang Dadik.

Lebih lanjut Kepala Disperkim menjelaskan bahwa BSPS adalah bantuan stimulan perumahan swadaya yang merupakan bantuan berupa stimulan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Kenapa dikatakan stimulan artinya masyarakat harus berswadaya lagi, tidak berupa uang namun tenaga, material dan sekaligus uang jika di mungkinkan", lanjutnya.

Dadik memaparkan, pada tahun 2017 Kabupaten Pati mendapatkan BSPS di 201 lokasi. Sedangkan pada tahun 2018, pihaknya sudah mengusulkan namun tidak mendapatkan alokasi.

"Dan di tahun 2019 alhamdulillah mendapatkan 500 lokasi dimana masing-masing desa nantinya akan mendapat alokasi 25 unit atau 25 penerima manfaat. 

Dan jumlah yang diterima oleh masing-masing penerima manfaat adalah Rp 17,5 juta per rumah", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Sabtu, 13 April 2019

Hampir Empat Milyar Digelontorkan Pemkab Pati Untuk Pembangunan Tempat Ibadah

Targethukumonline. Pati - Sosialisasi Bantuan Keuangan Sarana Prasarana Tempat Ibadah, berlangsung pada Sabtu di ruang Penjawi Setda Pati. 

245 tempat ibadah mendapatkan bantuan dari Pemkab Pati.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono beserta Kabag Kesra Setda yang diikuti oleh kepala desa penerima bantuan keuangan, (13/04/19).

Pada tahun anggaran 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Pati menggelontorkan dana sebesar 3 miliar 950 juta, untuk bantuan keuangan sarana prasarana tempat ibadah yang ada di Kabupaten Pati. 

Jumlah tersebut diberikan kepada 158 desa dengan 245 lokasi tempat ibadah terdiri dari, Masjid 108 lokasi, Musholla 127 lokasi, Gereja 9 lokasi, Vihara 1 lokasi.

Sekretaris Daerah Suharyono yang hadir mewakili Bupati Haryanto menuturkan, bantuan ini rutin diberikan Pemkab Pati dan telah berlangsung kurang lebih tujuh tahun, selama masa kepemimpinan Bupati Haryanto. 

"Bantuan tersebut selalu kita alokasikan selama ini karena disamping munculnya pembangunan tempat ibadah baru, tempat ibadah yang lama juga butuh pemeliharaan", ujar Suharyono.

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, mekanisme dan syarat pencairan dana bantuan sarana prasarana tempat ibadah adalah kepala desa mengajukan permohonan pencairan dana bantuan keuangan tempat ibadah dilengkapi dengan Fotocopy Rekening Desa, Fotocopy KTP Kepala Desa, Fotocopy NPWP Desa serta Rencana Anggaran Biaya (RAB). 

Setelah itu wajib membuat Fakta Integritas, sebagai surat pernyataan tanggung jawab belanja. 

"Bantuan keuangan sendiri disalurkan langsung dari rekening Kas Umum Daerah, kerekening Kas Desa dan wajib masuk APBDes. 

Dimana nanti dalam pelaksanaan kegiatan, Pemerintah Desa bekerja sama dengan lembaga keagamaan /panitia pembangunan tempat ibadah sesuai SK Bupati", bebernya.

Suharyono juga mengingatkan ada perbedaan mekanisme pemberian bantuan. 

Jika dulu bantuan tempat ibadah diberikan langsung ke mushola lewat takmir atau panitia, namun saat ini adanya Permendagri tentang bantuan sosial maupun hibah, penerima harus berbadan hukum. 

Oleh sebab itu bantuan keuangan tempat ibadah ini diberikan kepada desa atau melalui desa.

"Hampir empat miliar kita gelontorkan, dengan rata rata penerima untuk masjid 10 - 30 juta untuk saat ini, hingga nanti menunggu aturan baru Perbup yang baru dimana masjid dapat menerima sampai 50 juta. 

Sedangkan untuk bantuan mushola rata rata 10 - 15 juta, untuk aturan baru dalam perbup nantinya bisa mencapai 25 juta," ucapnya.

Suharyono pun menegaskan aturan ini berlaku untuk semua tempat ibadah yang ada di Kabupaten Pati, tidak ada yang dibedakan. 

Ia mencontohkan Masjid Agung Juwana dimana Ketua Takmirnya adalah Bupati Haryanto, namun dalam hal menerima bantuan tempat ibadah tetap sama seperti aturan yang berlaku.

"Kecuali Masjid Agung Baitunnur yang berada di alun-alun Pati, dapat dan bisa dialokasikan atau menerima bantuan keuangan tempat ibadah sebesar- besarnya, karena masjid tersebut milik Pemkab Pati," imbuhnya.

Pada sosialisasi ini, Sekda mewanti- wanti penerima bantuan keuangan bahwa wajib menyampaikan laporan penggunaannya dalam bentuk SPJ, kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dengan tembusan Kepala BPKAD dan Kepala Bagian Kesra Setda Pati.

"Perlu diperhatikan untuk SPJ, dimana kegiatan benar-benar harus dikerjakan jangan sampai ada kegiatan fiktif. 

Apalagi ada SPJ nya tetapi tidak dikerjakan sudah pasti akan berurusan dengan penegak hukum," tegasnya.

Sekda pun berharap, dengan bantuan keuangan ini, tempat- tempat ibadah di Kabupaten Pati semakin baik, serta masyarakatnya semakin tekun dalam ibadah.

"Dengan sosialisasi ini, semoga kegiatan kegiatan yang diperbantukan oleh bapak ibu sekalian, dapat dipertanggung jawabkan dengan sebaik baiknya," tutupnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Setda Pati Heri Supriyono menerangkan banyaknya desa dan tempat ibadah maka sosialisasi bantuan keuangan sarana prasarana tempat ibadah dibagi menjadi 2 hari, yaitu Jumat 12 April dan Sabtu 13 April 2019. 

Untuk hari pertama sebanyak 77 desa yang terdiri 117 lokasi tempat ibadah, sedangkan untuk kedua sebanyak 81 desa yang terdiri dari 128 lokasi atau tempat ibadah. (ROI/humas)
Share:

Blog Archive