Kamis, 30 Mei 2019

Sambut Rombongan Pemudik, Wabup Imbau Bersilaturahmi dan Jauhi Kegiatan Negatif

Targethukumonline. Pati - Kedatangan warga masyarakat Pati yang mengikuti program mudik gratis dari Jakarta sampai Kabupaten Pati mendapat sambutan selamat datang oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Dandim 0718 Pati Let Kol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto, beserta Sekda Kabupaten Pati Suharyono, juga ikut menyambut kedatangan para pemudik. 

Mudik menjadi tradisi setiap tahunnya.

Bis yang mengangkut pemudik tiba di Terminal Kembang Joyo Pati pada Jumat (31/05/19) dini hari, tepatnya pukul 01.00 WIB.

Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan selamat datang kepada para pemudik yang kembali ke kampung halaman. "Selamat berlibur. 

Kesempatan kali ini agar dimanfaatkan bersilaturahmi di kampung halaman masing-masing dengan sebaik- baiknya," ujar Wabup.

Secara khusus ia mengingatkan pada kawula muda yang ikut mudik kali ini, agar selama bersilaturahmi di daerah tidak melakukan kegiatan yang kurang baik atau kegiatan- kegiatan yang merugikan sendiri.

"Bawalah hal- hal yang baik selama di kampung  halaman, manfaatkan liburan ini dengan kegiatan yang baik, bersilaturahmi dan mengobati rasa rindu kampung halaman," imbau Safin.

Di kesempatan itu Wabup juga mengimbau ketika perantau sudah berhasil di kota, agar tetap mengingat daerah asal. 

Hal itu bertujuan untuk membangun nama baik Kabupaten Pati di daerah maupun di luar daerah, demi kebaikan Kabupaten Pati.

"Selamat berlibur bagi para pemudik dan tetap semangat. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriyah, mohon maaf lahir bathin," ujarnya.

Sementara itu menurut staf humas Jasa Raharja Perwakilan Pati Moch Hasbi menyampaikan, gabungan 104 BUMN seluruh indonesia hari ini  melaksanakan mudik gratis.

Untuk rombongan pemudik dengan tujuan Pati kali ini Jasa Raharja menyediakan 12 armada bis dengan jumlah 50 penumpang dalam tiap bis, dengan rute pemberangkatan dari Jakarta menuju Pati.

Ia menjelaskan mekanisme pendaftaran mudik gratis dilakukan secara online melalui web Jasa Raharja.

"Ada tahapan verifikasi identitas diri dan surat- surat kendaraan, karena tujuan mudik gratis ini adalah mengurangi pemudik dengan sepeda motor guna mengurangi resiko dan angka kecelakaan," ungkapnya.

Keberangkatan pemudik Pati berasal dari berbagai kota, untuk hari ini khusus pemudik  keberangkatan dari Jakarta menuju Pati, yang dilepas bersama- sama daerah lain oleh Menteri BUMN pada Kamis pagi di stadion Gelora Bung Karno.

Untuk pemudik yang akan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan, Pemkab Pati melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan angkot dengan tujuan ke beberapa kecamatan. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto : Pasar Murah Diprioritaskan Untuk Warga Kurang Mampu

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto baru-baru ini menghadiri pasar murah jelang Idul Fitri di Masjid Darussalam, Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak, kamiK tgl (30/05/19).

Pasar murah menjadi menu belanja menjelang lebaran idul Fitri.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara, PKK, PCNU Kabupaten Pati serta pihak swasta yang ada di Pati.

Bupati Pati Haryanto mengucapkan terimakasih kepada jajaran OPD terkait dan pihak swasta dari Samanco, Safin, Pak Bimbo Group dan kelompok maupun komunitas lain yang ikut mendukung pelaksanaan acara tersebut.

"Kegiatan ini kita laksanakan tiap tahun, pada tahun kemarin kami selenggarakan di Kecamatan Jaken dan tempatnya berbeda-beda. 

Kemudian, kali ini Disperindag bekerjasama dengan pihak swasta, bertujuan untuk meringankan, karena barang yang dijual sudah disubsidi baik dari Pemkab maupun swasta mulai dari Rp 3.000, - hingga Rp 5.000, - ", ujarnya.

Haryanto membenarkan bahwa harga pasaran memang lebih mahal, harapannya agar yang membeli dalam kegiatan ini juga berasal dari masyarakat kurang mampu.

Meski pasar murah ini memang diutamakan untuk masyarakat kurang mampu, namun Haryanto menjelaskan bahwa ada pula jatah yang diperuntukkan masyarakat umum dalam kegiatan ini.

"Sebab, kalau kami bebaskan kami takut kalau dimanfaatkan masyarakat yang mampu untuk memborong dagangan di pasar murah untuk dijual keluar dengan harga umum agar mendapat keuntungan. 

Kita tujuannya tidak itu, karena dengan subsidi ini tujuannya untuk membantu masyarakat kurang mampu. 

Kami berharap tahun berikutnya, acara ini berlangsung lebih baik lagi dan berpindah diwilayah utara atau wilayah lain", imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Riyoso mengatakan bahwa peruntukan pasar murah ini, sebenarnya ada dua paket untuk orang yang berhak. 

"Tetapi karena ini sifatnya umum, seluruh pengunjung kita persilahkan, sedangkan selisih harga dikisaran 3.000-5.000. 

Adapun rincian per paket ada yang isinya beras dan sebagainya seharga Rp 42.000, - /paket", imbuhnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung dua hari ini, ada 702 paket yang disediakan dan diperuntukkan bagi 702 warga. "Tetapi ada yang difasilitasi dari swasta dan sifatnya umum", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Kodim 0718 Pati Adakan Buka Bersama Dengan Anggota Walau Sederhana Namun Penuh Makna

Targethukumonline. Pati - Bulan yang penuh berkah Rahmat Hidayah ini, banyak kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmatan Lil allamin, buka puasa bersama adalah salah satunya untuk memupuk tali silaturahmi antara pimpinan dan anggota Kodim 0718 Pati dan jajarannya, Rabu tgl (29/05/19).

Buka bersama bersama seluruh anggota dan jajaran Makodim 0718 Pati.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Makodim 0718 Pati ini juga dihadiri oleh Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arief Darmawan S.Sos, Kasdim 0718 Pati Mayor Inf Much. Sholihin S.Ag, M.Si, perwira staf, Danramil, anggota dan ASN serta perwakilan pengurus Persit KCK Cabang XXXIX Kodim Pati.

Dengan penuh kekeluargaan kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah ikatan emosional baik unsur pimpinan dengan unsur bawahan guna menjalin kerjasama yang baik dalam menjalankan tugas dan kegiatan.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan mengatakan bahwa kegiatan ini selain memupuk jiwa korsa sesama anggota juga untuk saling bersilaturahmi pada bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmad dan hidayah ini.

“Tidak tiap hari kita bisa buka puasa bersama seperti ini, untuk itulah kegiatan buka puasa ini dilaksanakan pada tahun ini, selain untuk memupuk silaturahmi kegiatan ini juga sebagai sarana kekompakan seluruh anggota dalam melanjutkan tugas dimasa masa mendatang,” ungkap Arief.

Kegiatan buka puasa ini dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah dilanjutkan sholat Isya dan Tarawih serta tausiah Nuzulul Qur`an yang disampaikan oleh Kasdim Mayor Inf Much. Sholihin S.Ag, M.Si yang diikuti semua jamaah.

Apalagi malam menjelang malam Lailatul Qadar adalah berkah bagi umat muslim di mana pada malam Lailatul Qadar akan ditambahkan amalannya hingga seribu tahun lamanya, sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang selama satu bulan penuh berpuasa untuk mengendalikan hawa nafsu agar tidak terprovokasi oleh hak hal nafsu kecil amarah yang dapat merugikan orang lain.

Semangat inilah yang mendasari sikap seorang pemimpin dalam menganalisa dan mengambil kebijakan selama ini, apalagi TNI menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, karena NKRI adalah harga mati seorang prajurit dalam menjalankan Sapta Marga atau sumpah prajurit yang harus mendahulukan kepentingan Negara di atas kepentingan pribadi atau keluarga. (ROI)
Share:

Jelang Lebaran, Polres Pati Gelar Operasi Ketupat Antisipasi Persoalan Kriminal

Targethukumonline. Pati - Kepolisian Resor Pati Polda Jateng selama H+7 lebaran menggelar Apel gelar pasukan dalam rangka operasi Ketupat 2019 serta menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2019 di halaman stadion Joyo Kusumo, Selasa (28/05/19) pagi. 

Polres Pati gelar Apel operasi ketupat menjelang lebaran.

Operasi tersebut untuk mengantisipasi potensi kerawanan gangguan kamtibmas selama masyarakat merayakan Idul Fitri.

Seluruh aparat keamanan tujuh hari menjelang dan pascalebaran mulai menyebar ke pos-pos pengamanan dan pelayanan mudik balik lebaran. 

Itu menjadi bagian dari kegiatan operasi ketupat candi 2019 di wilayah jajaran Polres Pati.

Turut hadir dalam apel gelar pasukan ini dari unsur Polres Pati dan Kodim 0719 Pati. 

Apel gelar pasukan operasi ketupat candi dipimpin Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan dan Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto diikuti TNI/Polri, Satpol PP, Senkom, PNS Polres Pati, RAPI, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya DANDIM 0719 Pati Letkol Arm Arief Darmawan menyampaikan amanat sesuai dengan pesan dan amanat dari Kapolri Jenderal Tito ‎Karnavian, “bahwa operasi Ketupat Turangga 2019 untuk pengamanan arus mudik dan balik telah digelar serentak di seluruh polda yang ada di Indonesia.

Operasi ketupat candi 2019 bertepatan dengan pasca pemilu memiliki karakteristik tersendiri. 

Hal ini berbeda dengan tahun-tahun lalu dimana operasi ketupat candi berkait dengan momen lebaran saja. 

Operasi ketupat candi selama 13 hari ini tak hanya mengantisipasi persoalan kriminal yang dipicu karena faktor kebutuhan pokok. 

Namun persoalan lain yakni berkait dengan politik dan SARA,” Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks,” paparnya.

Lanjutnya, selain persoalan gangguan Kamtibmas, operasi ketupat candi kali ini berpotensi munculnya gangguan teror kepada masyarakat maupun personil dan markas Polri.

"Sejalan dengan hal tersebut, berbagai gangguan terhadap stabilitas kamtibmas berupa aksi serangan teror, baik kepada masyarakat maupun kepada personel dan markas Polri berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal, dan premanisme, aksi intoleransi dan kekerasan, seperti aksi sweeping oleh ormas," ungkapnya.  

Hal lain yang menjadi perhatian personil Polri, TNI dan instansi terkait adalah gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara.

"Termasuk juga permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dan bencana alam tetap menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam Operasi Ketupat Tahun 2019," lanjut amanat Kapolri.

Operasi ketupat candi dimulai Operasi Ketupat Tahun 2019, yang akan digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari tanggal 29 Mei 2019, sampai dengan hari Senin tanggal 10 Juni 2019. 

“Operasi ketupat 2019, dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggarakan Pemilu serentak tahun 2019, untuk itu Kapolres meminta semua pihak yang terlibat dalam pengamanan ini dapat bersinergi, guna memberikan rasa aman kepada warga masyarakat”, pungkasnya. ($.diman)
Share:

Rabu, 29 Mei 2019

Presiden Apresiasi, Rapor Pemerintah WTP Selama Tiga Berturut Turut

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo bersyukur atas capaian pemerintah pusat yang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018 setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Presiden Jokowi bersyukur atas pencapaian WTP pada tahun ini.

Pencapaian ini diraih pemerintah pusat untuk tiga kali berturut-turut sejak tahun 2016.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam acara Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2018 dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2018. 

Acara tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 29 Mei 2019.

"Alhamdulillah kita wajib bersyukur ke hadirat Allah SWT untuk 3 tahun berturut-turut sejak 2016 pemerintah pusat mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK, dan juga untuk laporan pemeriksaan LKPP tahun 2018 ini. 

Ini berarti pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan APBN 2018 dalam laporan keuangan secara material telah disajikan secara standar akuntasi pemerintahan," kata Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, menyampaikan bahwa sebanyak 82 Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN) mendapatkan opini WTP. 

Jumlah tersebut mencapai 95 persen dan terjadi peningkatan dibanding tahun lalu dengan 80 laporan mendapatkan WTP. 

Sementara sebanyak 4 LKKL memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan 1 LKKL memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (TMP).

"Dari hasil pemeriksaan LKPP saya lihat ada peningkatan jumlah entitas pemeriksaan yang mendapatkan WTP. Tahun 2016 74, tahun 2017 80, tahun 2018 82. 

Artinya ini sudah mencapai 95 persen dari jumlah K/L yang ada. Serta ada penurunan entitas pemeriksaan yang mendapatkan WDP. 

Dari 8 di tahun 2016, menjadi 6 di tahun 2017, dan 4 di tahun 2018," kata Presiden menanggapi laporan yang disampaikan.

Adapun keempat kementerian atau lembaga yang mendapatkan opini WDP yaitu Komisi Pemilihan Umum, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Sementara satu kementerian atau lembaga yang mendapat opini TMP adalah Badan Keamanan Laut.

Terhadap hal tersebut Presiden Joko Widodo mengingatkan agar kementerian atau lembaga yang mendapatkan opini WDP maupun TMP bisa segera melakukan koordinasi dan terobosan untuk menyelesaikan beberapa temuan dari BPK. 

Ia pun berharap tahun depan tidak ada lagi kementerian atau lembaga yang mendapatkan WDP atau TMP.

"Saya minta segera dilakukan koordinasi dan terobosan untuk menyelesaikan beberapa temuan dari BPK seperti tadi sudah disampaikan Pak Ketua, belanja dibayar dimuka, belanja barang, belanja modal, aset tetap, konstruksi dalam pengerjaan, dan aset yang tak berwujud agar laporannya tahun depan menjadi lebih bagus dan memperoleh WTP," tuturnya.

Kepala Negara juga mengingatkan kepada semua kementerian atau lembaga agar benar-benar membenahi, menjaga, dan memaksimalkan pengelolaan keuangan rakyat ini.

"Ini adalah pertanggungjawaban konstitusional kita kepada negara dan pertanggungjawaban moral kita kepada rakyat bahwa yang namanya uang negara uang rakyat harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat," lanjutnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh jajaran BPK yang telah bekerja siang malam sehingga Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2018 bisa diterima dengan baik.

"Beberapa rekomendasi yang disampaikan BPK tadi kepada pemerintah untuk perbaikan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban APBN tahun mendatang akan segera pemerintah tindak lanjuti," pungkasnya. (ROI)
Share:

Pasukan Kuning Dapatkan Tali Asih Dari Infaq - Zakat ASN Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Sebanyak 292 tukang sapu yang biasa melaksanakan tugasnya di lingkungan Kabupaten Pati, berkumpul di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Pati untuk menerima bantuan tali asih dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati, Rabu tgl (29/05/19).

Tali asih buat pasukan kuning menjelang hari raya.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati Imam Zarkasi mengatakan bahwa bantuan kali ini, masing - masing orang mendapatkan bantuan sebesar Rp 300.000. 

Jadi total keseluruhan jumlah anggaran bagi tukang sapu yang sering disebut pasukan kuning ini yaitu Rp 87.600.000.

“Jumlahnya masing - masing orang mendapat 300 ribu, semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya," imbuh Imam.

Imam mengatakan, bantuan ini berasal dari infaq maupun zakat para ASN di Kabupaten Pati. 

Selebihnya pihaknya berharap para penerima agar legowo dan ikhlas serta dapat memanfaatkan dana bantuan ini dengan sebaik - baiknya, khususnya dalam menyambut hari lebaran.

Sementara itu, bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa bantuan ini tidak bisa terlaksana apabila Pemkab berjalan sendiri. 

Namun ini semua karena peran serta dari Baznas Pati sebagai lembaga penyalur bantuan tersebut.

"Kalau dari saya maupun Dinas Pekerjaan Umum, secara aturan tidak bisa memberikan bantuan dana tersebut. 

Oleh karena itu sudah dua tahun ini bantuan tersebut saya mintakan dari Baznas," jelas Bupati.

Haryanto menyebut, ini merupakan bentuk perhatian dari Pemkab dan Baznas. 

Sebab tidak semua karyawan dan karyawati mendapatkan bantuan semacam ini. 

Selain itu, semua yang mendapat bantuan tersebut nominalnya sama, tidak membeda - bedakan.

"Saya berpesan meskipun nanti hari lebaran, tetap melaksanakan rutinitas sesuai dengan jadwal. 

Sebab apabila tidak masuk 1 hari, 2 hari ya bisa kurang bayaran - bayaran bapak ibu semua," ujarnya.

Haryanto menghimbau jangan sampai ketika lebaran nanti, ada laporan atau informasi yang masuk terkait sampah - sampah yang berserakan. Adanya bantuan ini, untuk memotivasi agar jauh lebih giat. 

Selain itu Haryanto mengusulkan adanya pekerja tambahan yang nanti akan ditempatkan di Pusat Kuliner.

"TPK Perhutani sebegitu luasnya masa'  petugas kebersihan cuma 2, ya kasihan itu. 

Coba itu ditambah petugasnya. Paling tidak ada 4 orang, biar maksimal. Kalau cuma 2 orang ya jelas kurang," pinta Bupati.

Di kesempatan itu, salah satu petugas kebersihan yang bertempat di Taman Hutan Kota Pati, Bambang asal Kauman mengatakan keluh kesahnya dengan perilaku masyarakat yang masih buang sampah sembarangan.

"Mohon dari Pemkab dapat membantu agar perilaku - perilaku tersebut tidak memberatkan kami," ungkap Bambang.

Menanggapi hal tersebut, Haryanto juga menyayangkan perilaku masyarakat yang seperti itu. 

Padahal pihaknya telah menyediakan wadah bagi masyarakat yang membuang sampah, tapi tetap saja ada yang membuangnya di pinggir jalan.

"Itu coba diamati atau ditemui kemudian difoto wajah pelakunya nanti laporkan ke saya. Padahal kalau di perda, itu bisa dapat sanksi maupun denda itu," tandas Bupati. (ROI/humas)
Share:

Selasa, 28 Mei 2019

Setelah Dipelopori Bupati, Kades Purworejo Ikut Galakkan Safari Ramadhan di Desanya

Targethukumonline. Pati - Saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Darussalam Dukuh Sonean, Desa Purworejo, Kecamatan Margoyoso, Selasa malam sebagaimana biasanya Bupati Pati Haryanto melaksanakan shalat tarawih sekaligus menyalurkan bantuan sarana-prasarana tempat ibadah, (28/05/19).

Safari Ramadhan untuk mendekatkan aparatur pemerintah dengan masyarakat.

Kali ini, untuk Masjid Darussalam, bantuan yang diserahkan ialah senilai Rp 20 juta.

Tak hanya menyalurkan bantuan, Haryanto juga menyarankan kepala desa dan takmir masjid setempat untuk kembali mengajukan permohonan bantuan pada 2020 mendatang.

Saran tersebut diberikan lantaran Bupati Haryanto melihat pembangunan Masjid Darussalam belum tuntas.

"Tadi sebelum tarawih Pak Bupati melihat-lihat bangunan masjid ini. Beliau lihat bangunan utama masjid belum dipasangi plafon eternit. 

Karena itu Pak Bupati menyarankan untuk mengajukan proposal lagi untuk Tahun Anggaran 2020. Saya sudah sampaikan pada Pak Modin  untuk menyiapkan proposalnya," ujar Kades Purworejo Kecamatan Margoyoso, Ismunardi.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga menegaskan, meski terkadang merasa lelah karena hampir setiap malam harus mengunjungi berbagai penjuru Pati, ia bersama jajaran Pemkab Pati berkomitmen untuk melestarikan program Safari Ramadan.

"Kalau merasa capek, mungkin lebih enak salat di tempat masing-masing bersama keluarga, tapi kami berniat melestarikan program ini. Sebab, kami punya niatan baik," jelasnya.

Haryanto menjelaskan, niatnya dalam melaksanakan Safari Ramadan ialah untuk beribadah bersama masyarakat sekaligus melihat kondisi masyarakat di seluruh penjuru Pati.

"Alhamdulillah di Pati ini, seluruh wilayah tergolong aman, damai, dan tenteram," ucapnya.

Haryanto juga mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan pasca Pemilu.

"Tidak perlu ikut ajakan negatif, jangan mau dibenturkan dan dipecah-belah," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kades Purworejo, Ismunardi juga menyampaikan bahwa ia pun memiliki program Safari Ramadan.

"Selama saya menjabat, setiap bulan puasa saya beserta perangkat desa juga melakukan tarawih keliling di masjid maupun mushola yang ada di lingkungan desa," ujarnya.

Menurut Ismunardi, Safari Ramadan bermanfaat untuk mendekatkan hubungan aparatur pemerintahan dengan masyarakat.

"Siapa pun pemimpinnya, kalau dekat dengan masyarakat dan sering silaturahim, pasti disenangi masyarakat selamanya. Karena itu, program Safari Ramadan yang dipelopori Bupati Haryanto merupakan kegiatan yang sangat baik," tuturnya.

Selain penyerahan bantuan sarana-prasarana tempat ibadah dari Pemkab Pati, Safari Ramadan kali ini juga diisi dengan penyerahan bantuan mushaf Al-Quran dari PCNU Pati. (ROI/humas)
Share:

Dari Biogas, Desa Langse Wakili Pati Jadi Peserta Lomba Desa Mandiri Energi Jateng

Targethukumonline. Pati - Desa Langse Kecamatan Margorejo hari ini menerima kedatangan tim penilai Lomba Desa Mandiri Energi se Jawa Tengah. 

Tim penilai lomba desa mandiri dari balai ESDM.

Kehadiran tim penilai diterima oleh Asisten Pemerintahan Sekda bersama Kepala Dispermades, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Bappeda juga Kepala Desa Langse beserta jajarannya. 

Dari Balai ESDM, serta perwakilan Setda Provinsi Jateng juga tim penilai lomba Desa Energi Mandiri tingkat Jawa Tengah, turut mendampingi pada penilaian ini, Selasa tgl (28/05/19).

Asisten Pemerintahan Sudiyono dalam sambutannya mengatakan, Desa Langse pada waktu sebelumnya pernah mengikuti perlombaan serupa dan mendapat predikat juara harapan satu. 

Ia mengungkapkan, turut mendampingi saat persiapan lomba desa, dengan materi lomba desa mandiri yang tidaklah mudah.

"Sebab banyak materi yang harus dipersiapkan secara detail dan membutuhkan waktu untuk memenuhi kriteria tersebut karena memang membutuhkan sarana dan prasarana," ungkap Asisten Pemerintahan.

Belum mendapat juara, Desa Langse rupanya berkeinginan mengikuti lomba lagi, tentunya dengan terobosan dan pengembangan yang pada waktu itu direkomendasikan oleh tim penilai, seperti nilai pemanfaatan energi untuk masyarakat. 

"Dari segi inovasi kita sudah bagus.
kedepan kita fokus pada pemanfaatan ke masyarakat umum seperti pengembangan di lini pertanian dan peternakan sehingga berdampak secara riil dan optimal. 

Untuk itu diharapkan ada dorongan motivasi dari dinas terkait, agar peningkatan nilai kemanfaatan kepada masyarakat bisa segera terwujud," papar Sudiyono.

Dihadapan tim penilai, Sudiyono menjelaskan suplai biogas untuk rumah tangga masih belum bisa merata karena kendala jarak yang cukup jauh. 

Untuk saat ini ada peningkatan pemanfaatan secara umum yang awalnya hanya mensuplai untuk beberapa keluarga. 

Seperti biogas sudah dimanfaatkan untuk penerangan jalan umum, dengan mensuplai listrik dari reaktor kapal selam ada sekitar 31 lampu penerangan jalan sepanjang 1.5 km yang hidup dan mendapat pasokan listrik dari energi mandiri. 

"Kebetulan di Desa Langse ada jalan yang masih belum teraliri listrik PLN, disebabkan untuk Langse timur teraliri listrik dari wilayah Pati sedangkan Langse barat teraliri listrik PLN dari wilayah Kudus Gembong. 

Ada sepanjang 1.5 km terputus belum teraliri dua wilayah PLN tersebut," tambahnya.

Rencanaya, kedepan akan dikembangkan juga bio reaktor yang akan digunakan untuk pengembangan usaha ekonomi desa. 

Salah satunya untuk pengembangan desa wisata seperti kolam renang, water boom dan sebagainya.

"Saat ini, kita sedang menunggu pendanaan dari desa dan pemerintah daerah agar mimpi Desa Langse menjadi wilayah mandiri energi bisa terwujud dan berkembang. 

Jika dimungkinkan, kami juga akan mengalokasikan pada anggaran perubahan, tetapi kalau tidak dimungkinkan akan kami anggarkan pada APBD murni 2020," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto Ungkap Alasan Pemberian Tali Asih Berupa Bingkisan

Targethukumonline. Pati - Di bulan Ramadhan ini, Bupati Pati Haryanto bersama Dinas Sosial Kabupaten Pati memberikan bingkisan lebaran kepada beberapa golongan yang layak mendapatkan bingkisan dari Pemkab Pati. 

Bingkisan lebaran buat para petugas parkir, kebersihan dan lainnya.

Bingkisan ini diberikan kepada yatim piatu dari panti asuhan maupun non panti asuhan, pengayuh becak, petugas parkir dan petugas kebersihan di Kabupaten Pati pada hari Senin (27/5) bertempat di Pendopo Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Bupati Pati Haryanto meminta maaf karena tali asih yang diberikan tidak berupa uang melainkan kebutuhan pokok.

Hal ini dikarenakan, sesuau aturan pemberian tali asih kepada masyarakat yang membutuhkan tidak boleh berupa uang.

"Selain itu karena nilainya lebih dari 200 juta, sehingga harus melalui proses pengadaan barang. 

Jadi dalam hal ini penyediaan bingkisan berupa gula, sirup, minyak dan sebagainya harus melalui pihak ketiga," jelas Bupati.

Haryanto juga mengungkapkan di hari yang sama telah menyalurkan tali asih kepada kaum difabel berupa uang tunai sebesar tiga juta per orang. 

Bupati menerangkan, terdapat perbedaan dalam bentuk tali asih, karena penyaluran tali asih untuk penyandang disabilitas melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). 

Pemberian ini merupakan salah bentuk kepedulian Pemkab Pati kepada penyandang disabilitas.

"Kalau disuruh memilih saya milih memberikan santunan berupa uang, tetapi saat diperiksa oleh BBPK rupanya tidak boleh dan harus berupa bingkisan," imbuh Bupati.

Bupati pun berharap pemberian ini disyukuri dan nantinya anak yatim serta lainnya juga mendapat santunan dari donatur yang memberikan sedekah. 

"Kami titip agar para tukang parkir, tukang becak dan petugas kebersihan juga menjalankan tugasnya dengan baik," imbaunya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pati Subawi mengatakan, kegiatan pemberian bingkisan lebaran untuk tukang becak, petugas parkir, petugas kebersihan, anak yatim di panti asuhan dan anak yatim non panti asuhan di Kabupaten Pati tahun 2019 dasar Perda tahun nomor 16 tahun 2018 tentang APBD Kabupaten Pati tahun 2019 dan perbup nomor 131 tahun 2018 tentang penjabaran APBD Kabupaten Pati tahun 2019. 

Dengan rincian pemberian bingkisan lebaran sebagai berikut :

1. bingkisan lebaran untuk tukang becak meliputi gula pasir 3 kg ,sirup 3 botol, kue Monde 1 kaleng yang diperuntukkan bagi 300 orang tukang becak dengan nilai masing-masing Rp152.100,-.

2. bingkisan untuk petugas kebersihan meliputi beras 3 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 3 kg yang diperuntukkan petugas kebersihan sebanyak 425 orang masing-masing Rp133.100,-.

3. bingkisan untuk petugas parkir meliputi beras 3 kg,minyak goreng 2 liter, gula pasir 3 kg, teh satu kotak yang diperuntukkan untuk 500 orang dengan nilai masing-masing Rp 152.100,-.

4.bingkisan untuk anak yatim dan non panti meliputi beras 3 kg,minyak goreng 2 liter, gula pasir 3 kg, teh satu kotak yang diperlukan untuk 3.775 orang dengan masing-masing Rp188.600,- Jadi jumlah keseluruhannya adalah Rp.890.212.500,-. (ROI)
Share:

Senin, 27 Mei 2019

Presiden Jokowi Bertemu Usma, Pedagang Korban Penjarahan 22 Mei

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali menerima salah seorang pedagang korban kerusuhan 22 Mei 2019 lalu. 

Usma sangat berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo.

Kali ini giliran Usma (64), pedagang kelontong di Jalan Wahid Hasyim, yang bertemu dengan Kepala Negara.

Usma diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 27 Mei 2019. Ia datang sendiri sekitar pukul 09.30 WIB.

Selesai pertemuan sekitar pukul 10.15 WIB, Usma keluar Istana Merdeka dengan menumpangi _golf cart_ yang dikemudikan anggota Paspampres. 

Di hadapan awak media, Usma kemudian bercerita mengenai pertemuannya dengan Presiden.

"Ini dikasih baju aja, tiga ini. Gantinya baju saya kan habis dijarah," ujar Usma kepada para jurnalis.

Usma mengaku, bukan hanya pakaiannya yang habis, barang dagangannya berupa rokok dan minuman pun ludes dijarah massa pericuh.

"Kerugian ya sekitar 20-an (juta) lah, dikasih (modal) sudah. Cukup, terima kasih banyak, alhamdulillah," ungkapnya.

Pria yang sudah berjualan selama 25 tahun ini mengaku diminta Presiden agar berjualan lagi dan bekerja keras. 

Ia pun hanya berharap kondisi Ibu Kota akan kembali kondusif.
"Saya minta aman-aman aja Jakarta," pungkasnya.

Sebelumnya, pada 24 Mei 2019, Presiden Joko Widodo menerima Abdul Rajab dan Ismail, dua pemilik warung yang juga menjadi korban penjarahan pada 22 Mei 2019. 

Keduanya pun berharap sama, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. (ROI)
Share:

Serka Noor Ahmad Babinsa Koramil Pati Kota Ikut Terjun Bangun Jambanisasi

Targethukumonline. Pati - Babinsa Desa Puri Kecamatan Pati Koramil 01 Pati Serka Noor Ahmad memantau dan mendampingi program jambanisasi untuk masyarakat kurang mampu di wilayah teritorial Koramil 01 yang ada di desa Puri kecamatan Pati, Selasa tgl (28/05/19).

Serka Noor Ahmad aktif bantu warga yang kurang mampu.

Program jambanisasi yang dicanangkan pemerintah terus dilaksanakan oleh anggota Koramil 01 Pati Kodim 0718 Pati.

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu yang belum mempunyai jamban yang layak sesuai standar kesehatan.

Salah satu kegiatan jambanisasi yang dilaksanakan di rumah Bapak Yoso RT 01 RW 02 Desa Puri Kecamatan Pati Kabupaten Pati.

Ditempat Bapak Yoso pembuatan septik tank dilakukan dengan cor beton ukuran 80 cm kedalaman  1,5 meter.

Program jambanisasi ini atas bantuan dari Puskesma lewat desa  dengan berupa barang atau material antara lain 1buah closed jongkok, 2 buah cor beton ukuran lebar 80 cm tinggi 50 cm, 1 buah tutup cor beton, Paralon secukupnya, batu bata, semen dan pasir serta material lain.

Untuk warga  RT 01 RW 02 Desa Puri mendapat program jambanisasi dari Puskesmas yang bekerjasama dengan Koramil 01 sebanyak 6 rumah/KK.

Bapak Yoso salah satu penerima bantuan jambanisasi ini mengungkapkan sangat gembira atas bantuan ini.

"Sebelum adanya bantuan ini setiap kali BAB saya harus ke sungai di dekat rumah, dengan adanya bantuan ini nantinya akan kami pergunakan bersama keluarga, terimakasih bapak Babinsa dan bapak dari Puskesmas," ungkap Yoso.

Serka Noor Ahmad selaku Babinsa Desa Puri dan juga berdomisili di Desa Puri sangat menyambut baik bantuan jambanisasi untuk warga.

"Semoga bantuan dari Puskesmas ini dapat dipergunakan masyarakat yang dengan baik sehingga sanitasi warga tidak lagi ke sungai," harapnya.

Program jambanisasi ini memang sedang digiatkan di Kabupaten Pati untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. 

Selain itu sebagai percontohan untuk warga lainnya agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungannya karena kebersihan adalah sebagian dari iman, hidup sehat dan bersih menjadi prioritas utama bagi masyarakat saat ini. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Hormati MK : Jangan Rendahkan Sebuah Institusi

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk menghormati Mahkamah Konstitusi (MK) karena MK adalah lembaga negara yang dibentuk oleh Konstitusi dan Undang-Undang. 

Semua pihak diharapkan untuk menghormati MK.

Selain itu MK juga merupakan penjaga konstitusi yang menjadi landasan utama tegaknya negara.

Oleh karenanya, Presiden meminta kepada semua pihak untuk tidak merendahkan lembaga penjaga konstitusi ini.

"Lembaga ini dibentuk oleh ketatanegaraan kita agar memiliki sebuah _trust_ dari publik. Jangan sampai dilecehkan seperti itu," kata Kepala Negara di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

Dirinya berharap agar para tokoh dan elite politik memberikan teladan yang baik dalam penegakan konstitusi dan penghormatan terhadap sistem tata negara Indonesia.

"Jangan senang merendahkan sebuah institusi. Saya kira enggak baik. Ini kepada siapapun ya," tandasnya. (ROI)
Share:

Launching Aplikasi Tarjilu, Kini Masyarakat Tak Perlu Repot Antri di Disdukcapil

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Ruang Pragolo Setda Pati digelar Launching dan sosialisasi akta kelahiran, kematian dan KTP elektronik, sistem online model Daftar Siji Entuk Telu (Tarjilu Okke) Dan signature (penandatanganan elektronik) pojok konsultasi atau oss dan e - retribusi IMB.

Tarjilu Okke menjadi aplikasi tepat guna dengan sistem informasi sekarang ini.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pati, Rubiyono mengatakan menurut Undang-undang no 23 tahun 2006 tentang kependudukan terkait akta kelahiran, aplikasi ini dibuat dalam rangka mendukung visi dan misi Bupati dalam meningkatkan 
kesejahteraan masyarakat.

Selain itu aplikasi Tarjilu ini juga demi mendukung dalam program smart city yang dimiliki Kabupaten Pati, Senin tgl (27/05/19).

Rubiyono menambahkan, selain aplikasi Tarjilu ini, Disdukcapil akan meluncurkan tanda tangan elektronik (TTE). 

Sehingga nantinya, dalam KK maupun KTP sudah terdapat barcode yang bisa mengidentifikasi data di dalamnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, aplikasi Tarjilu ini sudah ada di playstore dan dapat diunduh oleh masyarakat. 

"Jadi masyarakat tidak perlu jauh - jauh mendatangi kantor Disdukcapil (untuk proses pembuatan akta kelahiran, kematian dan e-KTP.red). 

Masyarakat cukup datang ke Disdukcapil setelah selesai prosesnya, dengan membawa persyaratan yang diperlukan," jelasnya.

Rubiyono juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Disdukcapil telah ditunjuk menjadi kantor dengan status Wilayah Bebas Korupsi (WBK). 

Dan untuk menjadi WBK ini prosesnya tidak singkat, yaitu memakan waktu selama tiga tahun.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengatakan, yang paling penting dari di launchingnya aplikasi - aplikasi yang ada, adalah peran Diskominfo.

"Maksudnya adalah bagaimana bisa mengintegrasikan aplikasi - aplikasi maupun program dari OPD tersebut. 

Bisa jadi semakin baik atau malah menjadi kesulitan saking banyaknya aplikasi yang ada di OPD saat ini," tegasnya.

Haryanto menekankan, semua ini dibuat, agar untuk memudahkan dalam pelayanan masyarakat, misal semua aplikasi ini dapat terintegrasi tidak hanya digunakan oleh pengelola namun juga bagi siapa saja yang ingin menggunakan.

"Kita harus memantau semua aplikasi yang telah ada dan terintegrasi dengan Diskominfo, guna mendukung program smart city. 

Serta program - program ini, juga diperuntukkan bagi kades, camat, lurah dan lain - lain agar juga bisa mensosialisasikan kepada masyarakat luas," pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Minggu, 26 Mei 2019

Koramil dan Polsek Patroli Bareng Ciptakan Rasa Keamanan di Bulan Ramadhan

Targethukumonline. Pati - Keamanan lingkungan sudah barang tentu menjadi tanggung jawab dari aparat baik TNI dan Polri serta warga masyarakat, Senin tgl (27/05/19).

Koramil Puncakwangi ciptakan rasa nyaman di bulan Ramadhan.

Untuk itulah Koramil 17 Puncakwangi Kodim 0718 Pati bersama Polsek Pucakwangi melaksanakan Patroli Gabungan, patroli ini dilaksanakan untuk menjaga kamtibmas terutama di wilayah Kecamatan Pucakwangi.

Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan terutama setelah selesainya rangkaian kegiatan Pileg dan Pilpres 2019 dan juga untuk memberikan rasa aman warga pada bulan Ramadhan untuk melaksanakan ibadah dan menjelang lebaran hari raya idul Fitri.

Selain itu kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiap siagaan serta kewaspadaan personil dari Koramil 17 Puncakwangi maupun Polsek Pucakwangi di wilayah teritorial tersebut.

Danramil 17 Puncakwangi Kapten Inf. Suyani memberikan keterangan bahwa wilayah Kecamatan Pucakwangi selama ini aman dan kondusif.

"Walaupun selama ini wilayah aman akan tetapi tidak menyurutkan kesiap siagaan anggota Koramil dan Polsek untuk tetap selalu waspada mengantisipasi keamanan di wilayah Pucakwangi," tegas Danramil.

Patroli gabungan Koramil dan Polsek akan terus dilaksanakan agar memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ada di wilayah Pucakwangi, terutama pada tengah malam yang merupakan jam jam rawan terjadinya tindak pidana serta hal-hal yang tidak diinginkan.

“Patroli bersama koramil terus dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan sinergitas TNI dan Polri serta sudah menjadi kewajiban dan tugas rutin dari aparat bersama masyarakat untuk bersama sama  dalam menjaga keamanan wilayah.

Bersama rakyat TNI kuat tidak berlebihan memang sejak berdirinya NKRI, TNI selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Indonesia. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto : Pemkab Akan Bangun Jalan Lingkar Jollong di Thn 2020

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono dan seluruh pimpinan OPD, malam ini, melaksanakan tarawih keliling putaran ke-18 di Masjid Al-Karomah Desa Pohgading Kecamatan Gembong.

Jollong menjadi prioritas utama menuju pentas wisata nasional.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa lebaran tinggal beberapa hari lagi dan direncanakan tanggal 30 dan tanggal 1 nanti Pemkab sudah menjemput pemudik warga Pati yang mudik ke Pati.

"Dan jumlahnya banyak sekali, dari Pemda saja kami menyediakan 10 bus untuk menjemput pemudik", imbuhnya, Senin tgl (27/05/19).

Selain itu, Bupati juga kembali mengingatkan agar warga Pati jangan sampai termakan berita hoax.

"Lebih baik kita sama-sama mendukung program-program pemerintah, dan kita datang ke sini juga dalam rangka menangkap aspirasi langsung dari masyarakat. 

Sepanjang saya bisa dan sesuai prosedur akan saya respon", ujar Haryanto.

Sementara itu, Haji Rusdi selaku perwakilan takmir masjid menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati dan segenap jajarannya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati atas bantuan yang di berikan untuk masjid ini", tutur Rusdi.

Ia pun menyampaikan bahwa jalan menuju wisata jolong sekitar 5 kilometer dan jalan menuju wisata jeruk pamelo yang kurang bagus,  agar dapat dibenahi agar akses jalan menuju wisata tersebut menjadi baik dan menarik bagi wisatawan.

Terkait jalan yang dikeluhkan Rusdi, Bupati langsung menanggapi.

"Nanti akan dibangun semacam jalan lingkar untuk wisata di Jollong sejauh kurang lebih 5 km dan kami sudah ijin dengan Administratur (ADM) Perhutani karena itu termasuk jalan Perhutani", tutur Bupati.

Lebih lanjut Haryanto menjelaskan bahwa jalan lingkar yang akan dibangun tahun 2020 tersebut ialah semacam jalan masuk dan keluar dari tempat wisata Jollong yang fungsinya agar jalan masuk dan keluar tidak sama dan lebih lancar.

"Terakhir, karena kini kita sudah ada di 10 hari terakhir Ramadhan, marilah kita tingkatkan ibadah kita semoga puasa dan ibadah kita diridhoi Allah dan amalan kita diterima oleh Allah SWT", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Sabtu, 25 Mei 2019

Bupati Haryanto : Bantuan Keuangan Menjadi Kunci Penting Yang Bakal di Audit Oleh BPK

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (Dispermades) kembali menghadiri penyerahan bantuan keuangan bagi pengurus tempat ibadah. 

Diharapkan para tokoh agama dapat diberdayakan dimasing-masing Desa.

Ada tiga Eks. Kawedanan yang menjadi tujuan penyerahan bantuan hari ini, yaitu Kawedanan Jakenan, Kawedanan Juwana dan Kawedanan Tayu, Sabtu tgl (25/05/19).

Saat memberikan pengarahan, Bupati mengungkapkan alasannya selalu hadir dalam setiap penyerahan bantuan. 

"Saya berusaha hadir sebab ada beberapa hal yang harus kita sinkronkan, sebab apapun yang ada hubungannya dengan keuangan, pasti akan ada pertanggung jawabannya," tegas Bupati.

Menurut Haryanto pihaknya selalu hadir dalam setiap penyerahan bantuan sebab bantuan keuangan semacam ini menjadi salah satu hal yang penting untuk diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. 

"Sehingga saya berusaha agar program saya yang telah berjalan 7 tahun ini tetap relevan. 

Dan alhamdulillah dari tahun ke tahun selalu meningkat belum pernah terjadi penurunan", ujar Bupati yang baru saja menerima Opini WTP dari BPK RI.

Haryanto menegaskan, besarnya anggaran pemberian bantuan yang mencapai empat miliar ini, harus bisa dipertanggungjawabkan. 

Begitu juga dengan bantuan untuk kelurahan - kelurahan di ada di Kecamatan Pati yang nilainya mencapai ratusan juta. Bupati berharap penyalurannya secara tepat sasaran.

Pencairan bantuan keuangan secara serentak di tiap - tiap kawedanan ini memang bertujuan agar tidak saling menimbulkan pertanyaan masing - masing desa. 

Oleh sebab itu pihaknya menegaskan agar para desa segera menyerahkan bantuan keuangan tersebut kepada penerima sebelum hari lebaran.

"Jangan sampai ada takmir atau pengurus tempat ibadah yang saat lebaran nanti datang silaturahmi ke tempat saya menanyakan tentang bantuan tersebut, padahal sudah kita berikan ke desa - desa sebelum hari lebaran," jelas Bupati.

Haryanto menerangkan, dengan bantuan keuangan ini, pihaknya berharap dapat memberdayakan tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang ada di desa - desa.

Di kesempatan penyerahan bantuan ini, Bupati juga sempat menyinggung masalah infrastruktur, khususnya akses jalan. 

Ia meminta masyarakat untuk menahan diri agar tidak menyebarkan berita negatif di media sosial. 

"Jangan sampai akses jalan yang rusak, disebarkan di media sosial. 

Kalau ada jalan rusak ya jangan ditanami pohon pisang, sebab perbaikan jalan itu ada prosesnya jadi jangan khawatir. Bukan berarti tidak diperhatikan namun semua ada prosesnya," tandas Bupati. (ROI/humas)
Share:

Jumat, 24 Mei 2019

Usai Bertemu Presiden Jokowi, Habibie Tegaskan Persatuan Bangsa Tak Bisa Ditawar

Targethukumonline. Jakarta - Selepas pelaksanaan Pemilu 2019, seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat kembali merekatkan rasa persaudaraan dan kembali bersatu membangun bangsa.

Diharapkan rakyat Indonesia kembali bersatu membangun Bangsa.

Hal itu disampaikan Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie, selepas bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

"Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, stabilitas, proses pemerataan, dan masa depan bangsa ini tidak ada tawar menawar. Itu kartu mati," ujarnya saat memberi keterangan pers bersama Presiden Jokowi.

Habibie juga mengingatkan bahwa siapapun yang memimpin bangsa Indonesia, sudah menjadi kewajiban bagi pemimpin itu untuk mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

"Siapa saja yang nanti akan memimpin dan sedang memimpin, dia tidak hanya memimpin yang memilihnya, (tapi) dia memimpin seluruh bangsa Indonesia," ucapnya.

Pada saat tiba di Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo menjemput langsung Presiden ketiga Republik Indonesia tersebut yang sedang berada di dalam ruang tunggu. 

Tak berapa lama keduanya berjalan beriringan menuju ruang pertemuan.

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan B.J. Habibie ini berlangsung di Ruang Jepara, Istana Merdeka, pertemuan berlangsung selama kurang lebih satu jam.

Dalam pertemuan itu, Habibie juga menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat berdasarkan hasil rekapitulasi akhir KPU yang telah diumumkan.

"Saya datang ke sini untuk ucapkan selamat sama Bapak Presiden (Jokowi) bahwa insyaallah beliau bisa melanjutkan program sesuai rencana dan kita semua membantu supaya terlaksana," tuturnya.

Kepala Negara yang juga memberikan keterangan pers mengatakan sepakat dengan apa yang dipesankan oleh B.J. Habibie. 

Presiden kembali menyatakan bahwa dirinya terbuka kepada siapapun dalam bekerja sama untuk membangun bangsa ini.

"Urusan persatuan itu sudah tidak ada tawar menawar lagi. Saya kira saya sepakat. Juga saya sampaikan berkali-kali saya terbuka untuk siapapun bersama-sama, bekerja sama, untuk memajukan negara ini, untuk membangun negara ini. Siapapun," tandasnya. (ROI)
Share:

Pati Empat Tahun Berturut Turut Dapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

Targethukumonline. Pati - Pemkab Pati selama empat tahun berturut-turut mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Jum'at tgl (24/05/19).

Pemkab Pati dapatkan predikat WTP dari BPK RI.

Untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018, diserahkan hari ini di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, bersama dua Kabupaten lain yaitu Sragen dan Sukoharjo.

Penyerahan opini WTP kali ini amat istimewa, mengingat Bupati Pati Haryanto didaulat menjadi perwakilan dari tiga Kabupaten, yang hari ini menerima LHP LKPD.

"Saya bersyukur atas hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Kabupaten Pati. Dulu waktu pertama kali dapat WTP di tahun 2016, saya sempat mengira bahwa kalau sudah sekali dapat WTP seterusnya otomatis akan dapat WTP. 

Tapi dugaan saya keliru, tiap tahun kami tetap menjalani proses pemeriksaan dan audit yang ketat. 

Namun walaupun demikian, Alhamdulillah 2017, 2018, dan kini 2019 kami bisa terus hadir di sini dengan menyandang opini WTP ", jelasnya.

Terkait sejumlah rekomendasi BPK terhadap hasil pemeriksaan, menurut Bupati, akan segera ditindaklanjuti dan menjadi bahan introspeksi Pemkab Pati.

"Alhamdulillah, setidaknya dengan mendapat WTP ini, paling tidak Pati tidak menjadi 'incaran' kejaksaan. 

Seperti yang diungkapkan Pak Kajari kepada saya, apabila Pati sampai tidak mendapat WTP, beliau pastinya tidak enak dengan saya", ujar Bupati.

Tak lupa Haryanto mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPK Perwakilan Jateng serta tim auditor atas arahan dan bimbingannya selama ini sehingga Pati berhasil memperoleh hasil yang sesuai harapan.

Sementara itu kepala BPK Perwakilan Jateng Ayub Amali menyampaikan rasa terima kasihnya atas cepatnya  penyerahan laporan daerah, sehingga pihaknya cepat pula dalam menyampaikan laporan tersebut kepada DPRD.

"Jadi ini urutan ke 6, 7, dan 8 ya. Terserah dari 3 kabupaten tersebut memilih urutan nomer berapa, soalnya bersamaan. Semuanya cepat dan mudah - mudahan hasilnya baik", ujarnya.

Pihaknya pun mengungkapkan, memang telah melakukan pemeriksaan di tiga kabupaten tersebut sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada.

"Jadi, laporan yang disampaikan ke DPRD sudah sesuai standar dan prosedur. Di samping itu juga telah memperoleh tanggapan dari pemerintah daerah yang kami periksa," tutupnya. (ROI/humas)
Share:

Kamis, 23 Mei 2019

Bupati Haryanto Ungkap Alasannya Getol Ikut Tarling ke Pelosok Desa

Targethukumonline. Pati - Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati, malam ini menjadi tuan rumah Safari Ramadhan. 

Tarling juga bertujuan untuk mengetahui kondisi masyarakat pasca pemilu agar tidak terprovokasi berita" hoax.

Tak seperti Tarling biasanya, kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Kabupaten ini dibarengi dengan peringatan malam Nuzulul Qur'an.

Selain Bupati, hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Forkopimda, OPD, Perwakilan DPRD, Camat, para pejabat struktural, tokoh agama maupun tokoh masyarakat, Jum'at tgl (24/05/19).

"Alhamdulillah, pada malam hari ini kita tidak lupa memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT, mulai dari buka bersama, sholat Isya', tarawih, dan witir berjama'ah. 

Selain itu, juga kita bisa bersama-sama memperingati malam nuzulul qur'an", ujar Bupati.

Dalam sambutannya, Haryanto menegaskan bahwa dengan dilaksanakannya Safari Ramadhan di Pendopo Kabupaten Pati, bukan berarti kegiatan Safari Ramadhan di desa - desa telah usai. "Yang ke desa - desa masih tetap akan berlanjut", imbuhnya.

Haryanto menyebut, kegiatan Safari Ramadhan, selain untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, juga agar bisa mengetahui seberapa besar kedekatan antara unsur pemerintah tingkat desa, kepolisian maupun TNI yang bertugas di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, saat Tarling ke pelosok, Haryanto juga menjelaskan bahwa pihaknya ingin melihat kondisi masyarakat usai dilaksanakan pesta demokrasi. 

Terlebih, lanjut Bupati, saat ini sedang terjadi gerakan massa maupun gejolak di Jakarta. 

Namun, Bupati Pati menyebut kondisi masyarakat di Pati cenderung kondusif.

"Karena hal itu pula, pemerintah pusat saat ini membatasi penggunaan media sosial. 

Ini bertujuan, sebagai antisipasi agar tidak terjadi penyebaran hoax maupun berita - berita yang sifatnya provokatif", jelasnya.

Acara Safari Ramadhan tersebut pun diakhiri dengan Mauidhoh Hasanah oleh KH Kustur Faiz dari Kudus, sebagai siraman rohani (qolbu) bagi masyarakat yang hadir dan ikut terawih pada malam menjelang malam Lailatul Qadar. (ROI/humas)
Share:

Lebih Dari Empat Miliar Anggaran Ini Digelontorkan Untuk Takmir Masjid

Targethukumonline. Pati - Dengan dilaksanakan penyerahan bantuan keuangan kepada desa untuk fasilitasi lembaga  keagamaan di Kabupaten Pati Tahun 2019. 

Lebih dari empat miliar bantuan digelontorkan oleh Pemkab Pati.

Kegiatan ini, merupakan jadwal kedua untuk pemberian bantuan takmir yang berada di eks Kawedanan Kayen, Kamis tgl (23/05/19).

Penyerahan dipusatkan di desa Cengkalsewu yang dihadiri Bupati Pati bersama Muspika eks kawedanan Kayen dan juga Kepala Desa penerima bantuan.

Kepala Dispermades Muchtar mengatakan, bantuan keuangan yang diserahkan ke eks Kawedanan Kayen tersebut, sebagai tali asih dan sebagai fasilitasi tempat ibadah di lingkungan kabupaten Pati.

Adapun di tahun 2019 penerima bantuan berasal dari 6.749 Iembaga keagamaan atau tempat lbadah di 401 desa. 

Alokasi anggaran yang digelontorkan Pemkab Pati sebesar Rp. 4.049.400.000. 

Dengan rincian bantuan tiap ketua takmir atau pengurus tempat ibadah Iain menerima Rp. 600.000, bantuan ini rupanya mengalami kenaikan Rp. 100.000 dari tahun 2018.

Dalam sambutannya Bupati Haryanto menyampaikan Pemkab Pati terus berkomitmen dalam program bantuan keuangan untuk takmir masjid. 

Selain sebagai tali asih, Bupati menyebutkan bantuan keuangan ini juga sebagai menjalin silaturahmi dengan masyarakat, arahannya.

Haryanto menegaskan, bagi pengurus tempat ibadah yang belum mendapat bantuan, nama maupun datanya dapat diusulkan kepada pihak yang membidangi. 

Namun Bupati menegaskan daftar usulan tahun ini, akan mendapat bantuan di tahun 2020.

Di kesempatan ini Bupati juga menekankan bahwa program semacam ini, dapat terus berlanjut tidak hanya di masa kepemimpinannya saja, namun juga kepemimpinan Bupati Pati yang selanjutnya.

"Harus itu, harus berlanjut, nanti saya wariskan program ini. Jangan sampai berhenti, sebab ini merupakan program yang baik", tegasnya.

Haryanto mengungkapkan, dengan bantuan yang tidak seberapa ini, dapat selalu menjalin silaturahmi antara pemerintah daerah dan segenap masyarakat. 

Tak hanya itu, melalui program seperti ini juga sebagai pertanggungjawaban penyerapan anggaran. 

Sebab apabila penyerapan anggaran tidak ada pertanggung jawabannya, akan mendapat persoalan.

"Oleh karena itu, bantuan ini dapat membantu para penerima, sebab para penerima ini, mempunyai amanah dan tanggung jawab dalam mengurus tempat ibadah dan mengurus umat", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

WoW, Bupati Haryanto Harapkan Nilai Bantuan Ini Kembali Meningkat

Targethukumonline. Pati - Pemkab di bulan Ramadhan ini membagikan bantuan keuangan secara bergiliran untuk tiap lembaga keagamaan atau pengurus tempat ibadah, Kamis tgl (23/05/19).

Bantuan keuangan sebesar 600ribu diberikan kepada pengurus tempat ibadah.

Selain menyasar ke lembaga keagamaan wilayah Sukolilo, Kayen, Gabus, dan Tambakromo, hari ini Pemkab juga menyerahkan bantuan serupa untuk pengurus tempat ibadah yang ada di Eks-Kawedanan Pati. 

Namun khusus untuk kecamatan Pati, Gembong, Tlogowungu, dan Margorejo, penyerahannya dilakukan di Pendopo oleh Bupati Pati Haryanto kepada para Kades dari empat kecamatan tersebut.

Dalam arahan yang disampaikannya, Bupati mengatakan bahwa bantuan keuangan ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tujuannya, lanjut Haryanto, adalah untuk mempererat tali persaudaraan serta mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

"Yang perlu kita ketahui adalah, bahwa bantuan keuangan ini dari tahun ke tahun semakin meningkat meskipun jumlahnya tidak seberapa. 

Di kesempatan lain apabila masih ada dana yang cukup, akan kita tingkatkan", ujarnya.

Pihaknya mengimbau, usai penyerahan bantuan keuangan ini, dari pihak desa agar segera memberikannya kepada para pengurus tempat ibadah maupun takmir dan ia meminta agar jangan sampai ada potongan sedikit pun.

"Ya bapak ibu, jangan sampai ada potongan, Rp 600 ribu itu dapat dibelikan sirup, kacang atom, bahkan untuk beli sarung pun masih bisa", ucapnya sembari tertawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Muhtar, mengatakan bahwa, bantuan keuangan untuk lembaga keagamaan atau pengurus tempat ibadah se-Eks-Kawedanan Pati ini telah terlaksana selama 7 tahun, yaitu sejak bantuan yang pertama kali diserahkan dengan nilai Rp 250.000, -.

"Program ini guna mendukung visi dan misi Bupati Pati yaitu meningkatkan peran serta para alim, tokoh masyarakat di bidang pengembangan manusia seutuhnya khususnya dalam rangka meningkatkan akhlaq budi pekerti", jelasnya.

Selain itu, lanjut Muhtar, bantuan ini juga sebagai bentuk tali asih dari pemerintah daerah kepada para alim, tokoh masyarakat dan juga pengurus tempat ibadah.

Ini sekaligus menjadi bukti komitmen Bupati Pati sejak pertama kali menjabat yakni di tahun 2013.

"Atas komitmen penerima bantuan sejak awal hingga sekarang, program ini pun terus mendapat tindak lanjut maupun peningkatan. 

Oleh karena itu, saat ini masing - masing pengurus tempat ibadah mendapatkan bantuan sebesar Rp 600 ribu", ujarnya.

Muhtar melanjutkan, untuk putaran pertama kali ini yaitu di Kawedanan Pati, total penerima bantuan keuangan sebanyak 1.220 takmir, dengan total anggaran sebesar Rp 732 juta. (ROI/humas)
Share:

Rabu, 22 Mei 2019

Megawati dan Try Sutrisno Ucapkan Selamat Kepada Presiden Jokowi

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno di Istana Merdeka selepas menyampaikan pidato hasil rekapitulasi akhir KPU mengenai Pilpres 2019 di Kampung Deret. 

Ucapan selamat diberikan kepada dua negarawan kepada presiden Jokowi.

Keduanya datang untuk memberikan ucapan selamat kepada Presiden yang berdasarkan rekapitulasi akhir KPU mendapatkan perolehan suara sebesar 55,5 persen.

"Ini tadi saya baru saja menerima Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Try Sutrisno. 

Intinya beliau berdua mengucapkan selamat atas pengumuman dari KPU tadi pagi yang sudah memberikan angka yang jelas, yaitu 55,5 persen untuk Jokowi dan Ma'ruf Amin," ujar Presiden di Istana Merdeka, Selasa, 21 Mei 2019.

Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo sendiri turut memberikan ucapan selamat kepada Megawati Soekarnoputri dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang mana pada pemilihan legislatif kali ini tampil sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak.

"Saya tadi menyampaikan selamat juga kepada Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga memperoleh angka yang tertinggi, yaitu 19,33 persen," ucapnya.

Megawati, dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa kedatangannya bersama dengan Try Sutrisno ini memang dimaksudkan untuk khusus menyampaikan langsung ucapan selamat kepada Presiden. 

Sambil bercanda presiden wanita Indonesia pertama ini mengaku ingin menjadi yang pertama yang memberikan ucapan selamat.

"Saya kan juga sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, makanya saya ajak Pak Try, ayo Pak bareng-bareng kasih ucapan selamat supaya kita nomor satu, jangan yang lainnya dulu," tuturnya yang langsung disambut tawa Presiden dan para jurnalis.

Sementara Try Sutrisno, juga dalam kesempatan yang sama, menyampaikan harapan dan doanya agar di masa pemerintahan yang kedua, Presiden Joko Widodo dapat terus membangun bangsa sekaligus melakukan konsolidasi dan merekatkan kembali persatuan bangsa setelah Pilpres 2019 ini.

"Beliau akan terus jalan membangun kita mewujudkan cita-cita proklamasi. 

Saya sebagai orang tua mendoakan supaya Indonesia setelah selesai Pemilu sadar, sebagai rakyat bangsa yang religius, segera bisa kita konsolidasi. 

Karena kita dengan bersatu padu menjadi kuat, kalau kita tidak bersatu padu kita akan melemah dan berbahaya itu," ucapnya.

Lebih jauh, persoalan ketertiban dan keamanan selepas Pemilu sempat disinggung oleh para jurnalis. 

Namun, Presiden menampik kekhawatiran yang ada dengan menegaskan bahwa TNI dan Polri siap untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.

"TNI-Polri siap untuk memberikan rasa aman dan ketertiban kepada seluruh masyarakat, kita berdoa dan berharap agar semuanya aman," tandasnya.

Untuk diketahui, sejumlah ketua umum partai politik juga sempat bertemu Presiden setelah pertemuan tersebut. 

Kedatangan mereka juga untuk memberikan ucapan selamat kepada Presiden Jokowi. 

Beberapa di antaranya ialah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PSI Grace Natalie, dan Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. (ROI)
Share:

Penerima Bankes Terus Meningkat, Bupati Haryanto Akan Usahakan Kenaikan Nominal Bantuan

Targethukumonline. Pati - Rangkaian agenda penyerahan bantuan kesejahteraan bagi guru TPQ, sekolah minggu dan madrasah diniyah beserta pengelola pondok pesantren tahun 2019 berakhir di eks-kawedanan Pati, yang dilaksanakan hari ini bertempat di Masjid Baitunur Pati, Rabu tgl (22/05/19).

Total penerima Bankes 3882 di seluruh wilayah kabupaten Pati.

Penyerahan bantuan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, beserta jajaran yang membidangi. 

Tak ketinggalan jajaran Kantor Kemenag Pati juga koordinator guru madin, TPQ dan sekolah minggu, serta koordinator satuan pendidikan se eks Kawedanan Pati, turut hadir dalam kesempatan ini.

Dalam sambutannya Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa hari ini adalah jadwal terakhir dari penyerahan bantuan di lima eks-kawedanan. 

Beliau mengatakan, kemarin telah menyerahkan bantuan kesejahteraan di wilayah eks-kawedanan Juwana, Jakenan dan Kayen. 

Sedangkan hari ini, Bupati telah membagikan bantuan di eks-kawedanan Tayu dan Pati.

"Besok kita sudah mulai salurkan bantuan bagi para pengurus masjid, mushala maupun tempat ibadah lain, InsyaAllah sebelum Hari Raya Idul Fitri diharapkan bisa tersalurkan," ungkap Bupati.

Meski nilainya tidak seberapa, Bupati berharap bantuan ini bisa membantu para penerima. 

Meskipun nilai yang didapat belum sesuai harapan tetapi Bupati menjelaskan untuk jumlahnya tiap tahun selalu diusahakan semakin meningkat. 

"Dengan nilai sejumlah yang diterima dikalikan dengan jumlah penerima, maka alokasi dana yang digunakan juga cukup banyak, karena tiap tahun nilainya meningkat. 

Demikian juga jumlah tenaga pendidik dari TPQ, Madin dan sekolah Minggu juga bertambah," ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, pada tahun sebelumnya Pemkab Pati memberi bantuan kesejahteraan bagi 12 ribuan pendidik saja. 

Namun tahun ini Pemkab bisa memberikan bantuan kepada 13.370 guru TPQ, Madin, Sekolah minggu. 

Dimana mayoritas penerima bantuan adalah guru TPQ yang jumlahnya kurang lebih 9 ribuan, hal ini menunjukan bahwa pendidikan Al-Quran di tiap desa semakin berkembang.

"Selain bankes untuk guru madin, TPQ, dan sekolah minggu kita juga akan berikan bantuan kepada pengasuh pondok pesantren di 200  ponpes yang terdaftar di Kemenag Pati," imbuhnya.

Haryanto berharap tambahan kesejahteraan ini bisa menambah semangat mengajar karena mereka merupakan agen pendidik generasi muda untuk bisa baca tulis Al-Quran dan ilmu agama sehingga generasi muda memiliki bekal agama yang cukup. 

Sehingga generasi muda tidak tersesat dalam kehidupan bermasyarakat maupun gangguan yang diakibatkan disintegrasi di masa modern ini.

"Kami berpesan kepada semua koordinator untuk sesegera mungkin bantuan diterimakan kepada yang berhak," tegasnya.

Sementara itu menurut Kepala Disdikbud Winarto dalam laporannya menyampaikan, jumlah total penerima bankes se eks kawedanan Pati berjumlah total 3882 penerima. 

Dengan rincian guru TPQ (2073), guru madin (535), dan guru sekolah minggu (1274). Masing- masih penerima bankes akan menerima Rp 750.000. (ROI/humas)
Share:

Hadiri Tarling, Bupati Haryanto Singgung Soal Pembatasan Medsos dan WhatsApp

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama dengan rombongan pimpinan OPD malam ini kembali menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling). 

Tarling di masjid Jami Al Hidayah Desa' Penanggungan Gabus Pati.

Pada tarawih kali ini, yang menjadi tuan rumah adalah Desa Penanggungan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati.

"Tarling ini tidak hanya di desa Penanggungan ini saja, namun dari ujung selatan Pati hingga ujung utara Pati diupayakan terwakili untuk menjadi lokasi Tarling", jelasnya, Rabu tgl (22/05/19).

Haryanto menambahkan, meskipun Tarling / Safari Ramadhan ini telah ada sejak kurang lebih 7 tahun, namun tetap saja belum bisa menyeluruh ke semua desa yang ada.

 Hal ini lantaran, jumlah desa yang ada di Kabupaten Pati sangat banyak, yaitu berjumlah 401 desa.

Tak hanya itu, dalam sambutannya, Haryanto juga sempat menyinggung terkait suasana politik yang saat ini terjadi.

Ia meminta masyarakat Kabupaten Pati agar jangan sampai hanyut dan terprovokasi ajakan - ajakan yang negatif.

"Kita hormati dan menunggu keputusan oleh yang berwenang, sebab, segala sesuatu telah ada aturan maupun mekanismenya. 

Juga demi antisipasi penyebaran informasi dan berita - berita hoax, pemerintah saat ini membatasi media sosial. Oleh sebab itu, hari ini aplikasi WA sedang sulit digunakan", ujarnya.

Haryanto kembali menegaskan bahwa program - program kegiatan di bulan ramadhan yang saat ini masih terlaksana, tidak ada kaitannya dengan unsur politik sama sekali.

"Tujuannya adalah agar lewat Tarling ini bisa terjalin persaudaraan serta silaturahmi yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat", imbuhnya.

Agenda Safari Ramadhan di 
Masjid Jami Al Hidayah malam ini diakhiri dengan penyerahan bantuan masjid sebesar Rp 20 juta  dan sejumlah Al-Qur'an yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pati Haryanto pada Kepala Desa Penanggungan, Nur Hamim.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Nur Hamim menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kehadiran Bupati Pati bersama dengan rombongan. 

Selain itu, tak lupa dirinya berterima kasih atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan masjid.

"Terima kasih kami ucapkan atas kedatangan dan bantuan yang diberikan. 

Bantuan ini nantinya akan kami gunakan untuk melanjutkan pembangunan di beberapa bagian masjid yang masih belum selesai", tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Safin Luncurkan Klinik BUMDES Sehat

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, meresmikan Klinik BUMDes Sehat di Trangkil, Rabu tgl (22/05/19).

BUMDES sehat menjadi bentuk kemandirian masyarakat Desa.

"Mudah-mudahan launching klinik ini menjadi amal baik, memberi kemanfaatan dan dapat merubah cara pandang bahwa untuk pemberdayaan masyarakat desa, tidak bisa berjalan sendiri - sendiri namun harus dapat kompak dan bersatu", ujar Wabup.

Menurut Safin, di Kabupaten Pati terdapat 401 desa, yang tentunya dapat menjadi satu kekuatan, baik dari sisi modalnya, maupun dari sisi pasarnya.

"Uangnya dari desa, manfaatnya dari desa, dan pasarnya juga sudah ada yakni dari masyarakat desa", ujarnya.

Safin pun menambahkan, launching ini merupakan salah satu bentuk upaya yang bagus, sebab apabila saat ini ada sekitar 150 desa yang baru bergabung, dengan adanya klinik ini, membuktikan bahwa BUMDes korporasi / BUMDes Bersama Maju Mandiri Sejahtera ini mulai berjalan dan mulai terlihat usahanya.

"Sehingga nantinya, secara bertahap, selain memberikan layanan yang prima, juga menghasilkan keuntungan guna pemberdayaan masyarakat", imbuhnya.

Wabup menegaskan juga bahwa usaha seperti BUMDES ini, banyak manfaat yang didapat bagi desa yang memiliki. 

"Contoh, kalau ada keuntungan yang dihasilkan dari BUMDes bersama ini, nantinya keuntungan tersebut akan kita kembalikan kepada BUMDes yang ada di desa - desa. 

Selain itu, ini membuktikan bahwa, kekuatan desa ini dapat diperhitungkan dan dapat dimanfaatkan dari desa untuk desa", terang Safin.

Ia pun berharap launching di Trangkil ini menjadi titik awal bagi Klinik Pratama BUMDes Sehat, yang dalam waktu dekat, kurang lebih akan membuka 12 klinik di lokasi lainnya.

"Ini bukan berarti bersaing dengan Puskesmas, namun salah satu upaya agar pelayanan masyarakat itu cepat menyebar ke masyarakat. 

Terlebih keuntungan tersebut nantinya akan kembali ke desa", tandas Wabup.

Safin juga berharap di tahun 2019 ini, BUMDes yang belum bergabung, untuk dapat bergabung dengan BUMDes Korporasi ini.

Sementara itu Kepala Dispermasdes Pati Muhtar mengatakan bahwa diluncurkannya klinik ini merupakan salah satu hasil dari diseminasi pembentukan kerja sama Mitra BUMDes Bersama Pati dengan Mitra BUMDes Nusantara yang dikemudian ditindaklanjuti dengan acara musyawarah antar desa untuk membentuk kerjasama antar desa.

"Alhamdulillah upaya tersebut menghasilkan kerjasama antar desa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama yang diberi nama BUMDes Bersama Maju Mandiri Sejahtera. 

Sehingga seiring dengan berjalannya waktu, BUMDes Bersama ini mulai sepakat untuk membentuk unit usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas" jelasnya.

Selain dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Saiful Arifin, pejabat Pemkab lain yang turut hadir antara lain Asisten Pemerintahan Sekda Pati, Kadispermasdes, Kepala DKK Pati, dan Kepala Dinsos Pati. (ROI/humas)
Share:

Blog Archive