Minggu, 30 Juni 2019

Serius Berinvestasi di Pati, Enam Perusahaan Ini Resmi Tandatangani Surat Pernyataan Kepeminatan

Targethukumonline. Pati - Di tengah pelaksanaan Pati Business Forum 2019 di Muria Ballroom The Safin Hotel, Sabtu (29/06), dilaksanakan pula penandatanganan Letter of Intent (LoI) atau Surat Pernyataan Kepeminatan. 

Enam perusahaan siap berinvestasi di Pati 

LoI tersebut berisi pernyataan keberminatan perusahaan untuk berinvestasi di Pati.

Penandatanganan dilakukan Bupati Pati Haryanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pati Sugiyono, dan perwakilan dari enam perusahaan yang akan berinvestasi di Kabupaten Pati.

Total nilai investasi dari keenam perusahaan tersebut ialah Rp 1,26 triliun. Adapun keenam perusahaan tersebut berikut masing-masing nilai investasinya ialah sebagai berikut. 

Pertama, PT Kamikita Agro Utama yang bergerak di bidang demplot padi/pertanian. Nilai investasi perusahaan ini ialah Rp 7 miliar.

Kedua, PT Sejin Fashion Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang konveksi dan garmen ini akan berinvestasi dengan nilai Rp 1,2 triliun. Ketiga, PT SGT Bersatu Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang brignettes.

Total nilai investasi perusahaan ini ialah Rp 2 miliar 146 juta. Keempat, PT Soyo Aji Perkasa yanb bergerak di bidang cold storage. Nilai investasi perusahaan ini ialah Rp 15 miliar.
Kelima, CV Jagad Duta Praja. 

Perusahaan yang mengoperasikan industri barang dari logam alumunium ini akan menginvestasikan Rp 4 miliar. 

Keenam, CV Cahaya Alam Semesta. Pabrik pengolahan kayu sengon/triplek ini akan menanamkan modal senilai Rp 34 miliar.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, ia menyambut baik para investor yang hendak menanamkan modal di Kabupaten Pati. Ia mengungkapkan, pihaknya senantiasa mempermudah perizinan investasi.

"Jangan sampai investor lari karena pejabat mempersulit perizinan. Dengan adanya investor, lapangan kerja akan terbuka. 

Tingkat pengangguran akan menurun dan rakyat dapat terpenuhi kebutuhannya," tegasnya.

Menurut Haryanto, sebagai lahan investasi, Pati menawarkan beberapa peluang/keunggulan yang cukup strategis bagi para investor.

"Pertama, saya dan Wakil Bupati welcome terhadap investor. Kami memberi kemudahan perizinan. Kedua, UMR tenaga kerja di Pati relatif terjangkau dibanding daerah lain. Ketiga, kondisi di Pati tergolong kondusif," paparnya.

Peluang berikutnya yang ditawarkan Pati bagi investor ialah harga tanah yang tergolong masih murah dibanding tempat lain.

Haryanto mengatakan, sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan investasi di Kabupaten Pati, ia juga sudah memimpin sendiri perubahan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).

"Akan kami tambah luasan untuk industri. Tahun ini masuk Prolegda (Program Legislasi Daerah)," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto : Sinergitas Pemkab - Polres Perlu Terus Ditingkatkan

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Lapangan Brimob, Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri Acara Pati Fun Bike dan Lomba Mancing dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019.

Hari Bhayangkara Polres Pati adakan Fun Bike & Lomba Mancing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati, Sekda dan Forkompinda.

Selain menyambut baik kegiatan sepeda santai yang digelar oleh Polres Pati, Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun Bhayangkara ke-73.

Haryanto juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Polres Pati.

"Terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Pati yang selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pati", ujar Bupati.

Haryanto berharap ke depan, kegiatan serupa dapat semakin meriah lagi.

Ia menilai antusiasme masyarakat begitu tinggi pada kegiatan tersebut.

"Apalagi sampai siang masyarakat masih bertahan untuk mengikuti lomba mancing", terang Haryanto.

Ia juga berharap sinergitas yang terjalin dengan pihak polres Pati selama ini dapat terus ditingkatkan.

"Selama ini kita selalu bersinergi dengan baik dalam berbagai kesempatan tentunya saya berharap ini dapat terus terjaga ke depannya", tuturnya. (ROI/humas)
Share:

Sabtu, 29 Juni 2019

Bupati Haryanto : ASNRun Dorong PNS Miliki Gaya Hidup Sehat

Targethukumonline. Pati - Sabtu pagi, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang dulu dikenal sebagai PNS, tampak memadati TPK Perhutani yang kini menjadi Pusat Kuliner Pati. Kepadatan tersebut dalam rangka event ASN Run 2019.

ASNRun dapat menjadi gaya hidup sehat.

Bupati Pati bersama Sekda Pati, Forkopimda, DPRD, para OPD, dan Camat sangat antusias berpartisipasi di event lari ini, (29/06).

Tak lupa ketinggalan, masyarakat umum dan sejumlah komunitas lari pun turut serta menyemarakkannya.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa  event ini, dapat digunakan para ASN untuk memulai kebiasaan hidup sehat. 

Sebab menurut Bupati, jika ASN mudah sakit maka produktivitas akan menurun, dan akan berdampak pada kinerja institusi.

"Kenapa kita lakukan di sini, tujuannya adalah untuk mensupport relokasi teman - teman PKL. 

Mulai awal sampai sekarang kita support terus. Tidak hanya di event ini saja, kita gilir, ada kelompok guru, Puskesmas, OPD, dan lain - lain untuk dapat berkegiatan di sini", ujarnya.

Pemilihan lokasi finish dan start di tempat relokasi juga bertujuan agar Pusat Kuliner ini semakin ramai dan dikenal oleh masyarakat luas.

"Yang belum kenal menjadi kenal, yang sudah kenal menjadi semakin kenal dan sering berkunjung. 

Ya intinya akan terus kita perhatikan secara bertahap dan maksimal", terang Haryanto.

Sementara itu, Ketua Panitia ASN Run 2019, Jumani yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pati tak menampik jika event ini tak lepas dari inisiasi Bupati Pati Haryanto.

"Kalau untuk tujuan utamanya adalah, tentu agar kita semua menjadi sehat. 

Sebab, sehat ini merupakan komponen yang penting, sehat adalah nikmat yang dapat membuat orang bahagia", ujarnya.

Jumani, menambahkan bahwa event lari ini digelar agar masyarakat, khususnya para ASN dapat hidup sehat. 

"Tidak hanya sehat lahir namun juga batin", lanjut Kepala BKPP ini.

Senada dengan Bupati, Jumani membenarkan jika alasan dipilihnya Pusat Kuliner Pati sebagai pusat event ASN Run lantaran untuk meramaikan serta mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pusat kuliner Pati berada di lokasi tersebut.

"Sehingga pada akhirnya kita pun dapat membantu perkembangan UMKM sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Pati. 

Terima kasih untuk semua pihak yang telah berkontribusi hingga terselenggarakannya event ini", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Rabu, 26 Juni 2019

Semarak Pusat Kuliner Paty, Komunitas ASN Run Gelar Event Lari Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Targethukumonline. Pati - Komunitas Aparatur Sipil Negara atau PNS pecinta olahraga lari di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Sabtu besok (29/06/19), mulai pukul 05.30 WIB akan menggelar kegiatan ASNRun 2019 dengan hadiah utama sepeda motor dan berbagai hadiah hiburan lain senilai total puluhan juta rupiah.

Dok/humas/Pati.

"Kegiatan ini ditujukan untuk para ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab", ujar Ketua Panitia Jumani, yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati, Kamis tgl (28/06/19).

Start dan finish ASNRun, lanjut Jumani akan ditempatkan di Pusat Kuliner Jalan Tunggul Wulung Pati.
Pemilihan Pusat Kuliner Pati sebagai pusat kegiatan ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen para ASN dalam mendukung program Pemkab untuk menata dan mengembangkan UMKM di Kabupaten Pati khususnya para pedagang yang ada di Pusat Kuliner Pati.

"Jika start dan finish-nya di Pusat Kuliner, harapannya masyarakat yang melintas maupun yang menonton kegiatan akan lebih mengenal tempat relokasi PKL tersebut, dan pada akhirnya dapat meningkatkan semangat dan optimisme para pedagang yang berjualan di sana", imbuh Ketua Panitia.

Di akhir lomba akan ada penyerahan medali bagi tiga peserta putra dan tiga peserta putri yang sampai finish paling awal. 

"Keenamnya akan mendapat hadiah senilai total jutaan rupiah", terang Jumani.

Sedangkan bagi peserta lain yang tertinggal di belakangnya, tetap berpeluang mendapatkan hadiah utama sepeda motor dengan mengikuti undian doorprize di akhir acara.

Lebih lanjut Ketua Panitia memaparkan bahwa peserta akan mulai lari dari Pusat Kuliner Pati kemudian berbelok ke Jalan Kolonel Sunandar, lalu ke Jalan Taman Makam Pahlawan hingga sampai di Jalan Pratomo.

Setelah itu peserta akan melewati depan SDIT Abu Bakar kemudian berbelok ke arah Jalan Sudiono lalu melintas di depan Masjid Gambiran.

Setelah sampai PAUD Bintang Kecil, peserta akan berbelok ke arah Kantor Dinas Lingkungan Hidup, lalu berbelok melintas depan Kantor Kemenag, lurus melewati depan Rumah Dinas Bakorwil, dan terakhir berbelok dan finish di Jalan Tunggul Wulung. (ROI/humas)
Share:

Safin : Tanpa Support Perbankan, Pertumbuhan Pati Tak Bisa Sesuai Harapan

Targethukumonline. Pati - Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat, merupakan pemicu pertumbuhan ekonomi di segala sektor.

BPR menjadi solusi bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di kabupaten Pati.

Perbankan rupanya lebih tahan uji untuk mendukung eksistensi UMKM, dibandingkan perusahaan- perusahaan besar saat krisis moneter belasan tahun silam. 

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Saiful Arifin, saat menghadiri Halal Bihalal PD. BPR BKK Pati di The Safin Hotel (25/06/19).

Wakil Bupati berkesempatan memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh keluarga besar PD. BPR BKK Pati, dimana dalam sambutannya ia mengungkapkan, dukungan perbankan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi. 

Tak terkecuali di Kabupaten Pati.
Pihaknya pun mencontohkan, untuk Kabupaten Pati jika cuma mengandalkan APBD yang besarnya hanya 2,7 triliun dengan 50 persen dialokasikan untuk biaya rutin, makan akan menghambat laju pertumbuhan daerah.

"Kalau tanpa support perbankan dan investasi dari luar, jelas pertumbuhan tidak bisa sesuai dengan harapan," tegasnya.

Safin bersyukur, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pati di atas 5-6 persen.

Ia mengatakan, angka ini jauh lebih baik daripada kabupaten tetangga.
"Alhamdulillah lebih baik dari Kabupaten kiri-kanan, dimana sedikit di atas pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional," ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh jajaran PD BPR BKK Pati untuk saling dukung dalam pembangunan Kabupaten Pati.

Menurut Safin, perbankan cari untung itu wajib, tapi yang lebih penting bagaimana menggerakkan perekonomian di bawah dan hidupkan UMKM yang mana merupakan tonggak perekonomian di Pati.

"Kalau UMKM maju, sudah barang tentu dan jelas ekonomi di daerah tersebut akan maju", tegasnya.

Dalam kesempatan acara halal bihalal ini, turut hadir Kabiro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Ignatius Indra Surya, yang juga memberikan sedikit wejangan melalui sambutannya.

"Untuk perkembangan BPR BKK Pati sudah sedemikian bagus dan baik, dibandingkan dengan 5-6 tahun lalu dimana saya sebagai Kepala Bakorwil Pati dan juga sebagai Pj Bupati Pati selama 1 tahun," jelas pria yang pernah menjadi Pj Bupati Pati di tahun 2011 itu.

Menurut Indra, BPR BKK merupakan satu kesatuan sistem, yang masing-masing unsurnya harus berjalan sesuai mekanisme dan prosedur. 

Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk membangun kebersamaan dan kepedulian.

Tak hanya itu, Kabiro Perekonomian jateng ini pun beri wejangan kepada seluruh karyawan/pegawai BPR BKK Pati. Dalam wejangannya berbahasa jawa mengatakan ;

"Lamun sira banter ojo ngelancangi, lihat tugas sesuai tupoksi. Lamun sira landep ojo natuni, bila mana ingin dekat pimpinan, dipercaya, atau lainnya, jangan menyakiti atau menjatuhkan.

Lamun sira ning tengah ojo ngalang-ngalangi, nah yang tugasnya sebagai kabag, direksi, jangan menutupi atau menghalangi informasi atau masukan apapun dari bawahan.

Lamun sira ning ngisor ojo nggondeli, bagi staf atau bawahan Jangan memberatkan pimpinan," imbuhnya.

Dari wejangan tersebut bermaksud mengingatkan, bahwa tugasnya kabag, direksi, jangan menghalangi informasi dari staf baik paling bawah sekali pun.

"Sepanjang itu bagus kenapa tidak, silahkan dan jangan takut kalau karyawan mau komunikasi dengan pimpinan. 

Staf boleh memberi masukan selama konstruktif, sehingga pengambilan keputusan lebih bijak. 

Bila ada inovasi-inovasi yang perlu disampaikan pada pimpinan sampaikan, sehingga di RUPS bisa diusulkan," jelasnya.

Bagi Kepala Biro Perekonomian Setda itu, integritas harus dijaga dan ditingkatkan. 

Juga menjalankan sesuai mekanisme, prosedur, dan aturan, moral dan komitmen pegawai harus bagus.

Sementara, Selamet Widodo selaku Dirut PD. BPR BKK Pati mengatakan, dengan saling bersilaturahim, selain pahala bertambah akan bisa mendongkrak kinerja dan komunikasi.

"PD. BPR BKK pati ke depan harus ditingkatkan lagi kesejahteraan kita, Kita tingkatkan deviden kita. Tingkatkan lagi Misi kita, dimana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pati. 

Yang mana sesuai dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, untuk meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan di Pati," pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Kodim 0718 Pati Melaksanakan Minggu Militer Dengan Han Mars

Targethukumonline. Pati - Untuk memelihara dan meningkatkan kondisi fisik prajuritnya, ratusan anggota prajurit Kodim 0718 Pati melaksanakan kegiatan Ketahanan Mars (HanMars) menempuh jarak kurang lebih 7 km menyusuri jalan desa Lumbung mas Kecamatan  Pucakwangi Kabupaten Pati, Rabu tgl (26/06/19).

Han Mars menjadi agenda rutin para prajurit TNI di jajaran Makodim Pati.

Dandim 0718 Pati melalui Kasdim Pati Mayor Inf. Moch Sholikin S.Ag MSi saat mengambil apel mengatakan kegiatan Hanmars dilaksanakan guna memelihara fisik dan jiwa korsa prajurit Komando Distrik Militer 0718 Pati beserta jajarannya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan minggu militer yang merupakan kegiatan terprogram TNI - AD yang harus dilaksanakan satuan dalam memelihara kemampuan fisik prajurit.

Lebih lanjut Kasdim menyampaikan, bahwa kegiatan - kegiatan yang dilakukan di setiap minggu militer merupakan kegiatan pengingat jati diri para prajurit, hal ini perlu terus dilatihkan untuk mengingat dan melatih ulang ilmu-ilmu dasar keprajuritan.

Selain menjaga kemampuan fisik prajurit, Hanmars dilakukan untuk mengingat dan melatih ulang ilmu-ilmu dasar kemiliteran dan kemampuan sebagai aparatur keamanan dengan tidak melupakan ilmu dasar keprajuritan,” tegasnya.

Menambahkan Pasi Ops Kodim Pati Lettu Kav. Budi Karyadi SE menyampaikan, dalam latihan Hanmars menuntut kebugaran para prajurit, dalam agenda kegiatan satuan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memelihara fisik para anggota sehingga mampu menunjang tugas pokok para prajurit dalam pekerjaan sehari-hari dan melatih kesolidan para anggota Kodim dan jajarannya.

"Selain memelihara fisik prajurit, latihan Hanmars juga dapat meningkatkan soliditas satuan serta kebersamaan para prajurit”, tuturnya.

Jiwa' Korsa akan selalu tumbuh dalam jiwa dan semangat para prajurit untuk berbuat terbaik dalam menjaga NKRI dan ibu Pertiwi, selama darah masih mengalir merah sumpah prajurit akan tersimpan dalam dada setiap prajurit dimanapun berada. (ROI)
Share:

Senin, 24 Juni 2019

Meski Sarat Prestasi, Bupati Haryanto Tak Bosan Lakukan Monitoring di Layanan Publik Ini

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto, kemarin melakukan kunjungan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pati. 

ULP : Pati harus memberikan pelayanan terbaik.

Ini merupakan salah satu aktivitas rutin pimpinan daerah untuk melakukan monitoring ke unit-unit pelayanan publik Pemkab Pati, Selasa tgl (25/06/19).

Meskipun kinerja ULP Kabupaten Pati sudah mendapat pengakuan dari Pemprov Jateng bahkan kerap direkomendasikan oleh KPK sebagai tujuan studi banding, namun Bupati tetap tak pernah absen untuk terus memberikan motivasi kepada para pegawai di unit ini agar lebih meningkatkan kinerjanya.

"Apalagi ULP ini langganan jadi tujuan dan rujukan studi banding daerah lain, tentu kami tak ingin kedodoran dan lengah. Pati harus terus berada terdepan dalam layanan ini", terang Haryanto.

Untuk pengadaan barang jasa, terang Bupati, ULP senantiasa mengedepankan inovasi dalam layanan.

"Kita mempunyai inovasi e-project pasca kontrak yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan setelah kontrak. 

Jadi kita tidak akan tinggal diam, kalau dulu kita harus ke lapangan, sekarang ketika kita tidak ada waktu, kita cukup lihat lewat e-project," ungkapnya.

Menurutnya, setiap pekan akan ada perkembangan laporan dari penyedia dan pengawas, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pun turut mengendalikan laporan tersebut.

"Ini lah inovasi yang terbangun dengan sistem, sehingga rekanan tidak perlu susah payah karena pemantauannya bisa hanya lewat ponsel pintar," lanjut bupati.

Dengan transparansi, lanjut Bupati Haryanto, selain bisa mencegah penyimpangan juga dapat berdampak pada efisiensi anggaran dari tahun ke tahun.

"Pada 2018 efisiensinya hanya 6% sedangkan untuk pertengahan 2019 sudah mencapai efisiensi hingga 14% lebih. 

Ini merupakan bukti bahwa pengadaan barang dan jasa bisa diterima rekanan", lanjutnya.

Lebih lanjut Haryanto menegaskan, bahwa delama ini pengadaan barang dan jasa tidak begitu banyak komplain karena sistemnya sudah berjalan. 

"Semua aturan yang sudah diketahui rekanan harus dipatuhi dan diikuti," tegas Bupati.

Dalam kesempatan itu, Haryanto juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan sejumlah pejabat pengelola ULP guna mengetahui berbagai kendala dan keluhan yang dialami.

Selain itu bupati juga memberikan motivasi agar pengelola ULP bisa profesional dan tidak takut terhadap ancaman atau teror yang mungkin saja terjadi selama menjalankan tugasnya. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto : Guru Harus Bisa Berikan Pengajaran Yang Menyenangkan Bagi Anak

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri Halal Bihalal dan Pelatihan untuk Ikatan Guru Raudlotul Athfal (IGRA) se-Kabupaten Pati tahun 2019 di Pendopo Kabupaten Pati.

IGRA hadir memberikan metode pelajaran yang menarik bagi setiap muridnya.

Pelatihan yang diberikan adalah tentang bagaimana pengajaran yang menyenangkan bagi anak-anak, Senin tgl (24/06/19).

"Karena sudah semestinya seorang guru itu memberikan pengajaran secara menyenangkan kepada anak-anak serta meningkatkan kualitas dalam proses belajar mengajar", ujar Bupati.

Menurutnya, mengajar itu bukanlah dengan menekan maupun memarahi siswa. 

"Sebenarnya ada banyak cara maupun teknik yang dapat digunakan dalam menyampaikan maupun mengajar ke siswa, yaitu dengan menyesuaikan dengan karakter siswanya", lanjutnya.

Haryanto menambahkan, apabila dalam proses belajar mengajar seorang guru tidak mengetahui karakter para siswanya maka proses belajar mengajar pun akan terasa menjenuhkan.

"Apalagi anda - anda ini ingin menjadi pendidik yang dicintai anak - anaknya jadi harus mengetahui cara - cara maupun teknik dalam proses belajar mengajar yang menyenangkan", terang Bupati.

Dalam kesempatan itu, Haryanto pun menuturkan budaya halal bihalal ini memang begitu kental di tanah jawa.

Haryanto mengatakan silaturahmi hanya dari rumah ke rumah kadang masih kurang terasa jika dibandingkan dengan berkumpul bersama dalam suatu acara.

"Tidak hanya kumpul bersama saja namun juga untuk mendapatkan hikmah yang lain yaitu kita dapat memperkuat tali silaturahmi antara satu dengan yang lain", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Minggu, 23 Juni 2019

Kodim 0718 Pati Mengirimkan Kontingen Saka Wira Kartika Ikuti Persami

Targethukumonline. Gombong - Tepatnya di Secata Kodam IV Diponegoro Kodim 0718 Pati mengirimkan Pramuka Saka Wira Kartika untuk mengikuti Persami yang diadakan kodam IV Diponegoro yang diadakan tanggal 21 sampai 23 Juni 2019 di Gombong, Jumat tgl (21/06/19).

Pelda Teguh Pujihardi dampingi Kwarcab Pati.

Persami yang dilaksanakan  merupakan jadwal dari kalender kegiatan program pembinaan pramuka Saka Wira Kartika, dalam kesempatan itu kodim 0718 Pati mengirimkan 1 kontingen pramuka dari berbagai sangga di Kab. Pati dengan jumlah total sebanyak 29 orang dengan rincian 13 orang peserta pria, 12 orang peserta putri, 2 orang Bindamping, dan 2 orang Pinkon.

Pembukaan Persami tersebut langsung dibuka oleh Pangdam kodam IV Diponegoro Mayjend TNI Mochamad Effendi pada hari Jum'at  tanggal 21 Juni 2019 WIB.

Dalam sambutannya Pangdam mengatakan Pramuka harus semangat dalam mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan dari pelatih, tidak ada yang nyeleneh supaya kegiatan bisa berjalan lancar karena Pramuka Saka Wira Kartika  merupakan tunas penerus bangsa.

Pramuka harus harus kuat dan bermental baja, dengan Persami tahun 2019 ini diharapkan dapat  menumbuhkan jiwa patriotisme  dari adik adik Pramuka Saka Wira Kartika,” Ungkap Pangdam.

Didalam kemah ada berbagai materi perlombaan yang harus diikuti yaitu materi krida mountenering, krida navrad, krida survival, krida sanjak dan krida penanggulangan bencana.  

Masing - masing  Pramuka akan merebutkan juara 1, 2 dan 3 dari masing masing krida tersebut.

Pendampingan Saka Wira Kartika dilakukan dari Kodim 0718 Pati Pelda Teguh Pujihardi serta dari Kwarcab pati Bapak Bazir.

Dengan pendampingan ini merupakan sakah satu tanggung jawab dari Kodim 0718 Pati dalam pembinaan Saka Wira Kartika bersama dengan Kwarcab Pati. (ROI)
Share:

Sejumlah Layanan Non Tunai Ini, Diproyeksikan Kejar Target Pendapatan Daerah

Targethukumonline. Pati - Di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto menyampaikan Pendapat akhir atas persetujuan bersama Bupati dan DPRD Kabupaten Pati terhadap rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pati, tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Pati tahun anggaran 2018.

Tiga aplikasi diharapkan mampu mendongkrak pendapatan daerah.

Dalam paripurna tersebut Bupati Haryanto mengatakan, telah melewati pembahasan yang dinamis baik dalam komisi maupun Badan anggaran, sehingga bisa menyampaikan pendapat akhir terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2018.

Pihaknya menyampaikan, terkait saran dan masukan terhadap peningkatan realisasi pendapatan Pemerintah Kabupaten Pati,
telah berupaya secara konkrit dalam memproyeksikan target pendapatan daerah dengan melakukan peningkatan pelayanan mengembangkan transaksi non tunai, (24/06/19).

Bupati pun menjelaskan satu persatu layanan transaksi non tunai yang telah dimiliki Pemkab Pati, seperti sistem secara online dengan perbankan baik Pajak maupun Retribusi antara lain, PAJAK-EGO untuk Pelayanan online Pajak
Daerah, SIMPATIK untuk pelayanan Pendapatan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dan Terminal.

"Ada juga SATRIO PASAR untuk pendapatan pelayanan pasar se-Kabupaten Pati, SIDARA untuk Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi, SPION untuk retribusi pengujian kendaraan bermotor (KIR), SIMYANDU untuk Retribusi ljin Mendirikan Bangunan, SIPIPA untuk retribusi tempat pelelangan Ikan dan yang saat ini masih dalam proses yaitu Aplikasi monitoring pendapatan asli daerah berbasis android dengan nama SIMANDA," ungkap Bupati.

Selain itu Bupati Haryanto pun menyampaikan, kegiatan intensifikasi PBB pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), telah dilaksanakan dengan melakukan Kegiatan Pemutakhiran Data PBB-P2 (Coklit).

"Sedangkan atas pencapaian kinerja kegiatan pada Organisasi Perangkat Daerah yang dikaitkan dengan realisasi anggaran belanja daerah, relatif di bawah anggaran yang ditetapkan dalam APBD," tegasnya.

Pihaknya selaku kepala daerah berharap, pada tahun-tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Pati melalui pengguna anggaran akan terus melakukan langkah-langkah strategis, dalam rangka percepatan penyerapan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD.

"Dengan lebih meningkatkan lagi kualitas perencanaan penganggaran masing-masing Organisasi Perangkat Daerah agar anggaran yang telah ditetapkan dapat diserap oleh Organisasi Perangkat Daerah sesuai program dan kegiatan yang telah direncanakan", ujar Haryanto dihadapan seluruh anggota legislatif.

Bupati pun menambahkan, terkait peningkatan kinerja ekonomi, pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah atau strategi kebijakan daerah melalui peningkatan peningkatan daya saing daerah.

"Dengan lewat program-program unggulan pada 3 (tiga) sektor yaitu, Pariwisata, Perikanan dan Kelautan. Tak lupa juga dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), serta peningkatan produktivitas pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pati," tandasnya. (ROI/humas)
Share:

Singgung Sistem Zonasi, Bupati Haryanto Ajak Bersama Cari Solusi

Targethukumonline. Pati - ratusan guru yang tergabung dalam keluarga besar koordinator wilayah (korwil) bidang pendidikan kecamatan Pati, menggelar acara halal bihalal yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, (24/06/19).

Halalbihalal menjalin tali silaturahmi antar guru.

Bupati Pati Haryanto yang hadir  menyampaikan, halal bihalal semacam ini memang suatu tradisi yang istimewa karena hanya dilaksanakan di Indonesia. 

Sebab, dalam halal bihalal, bukan karena sajian hidangannya, namun bentuk kegiatan yang dapat mempersatukan juga sebagai ajang silaturahmi.

"Dalam acara halal bihalal ini, dapat mempersatukan, menjalin kebersamaan serta kekompakan. Nikmat seperti ini merupakan bentuk anugrah dari Allah SWT. 

Kalau ada selisih paham, khususnya dalam mengampu mata pelajaran, itu sangatlah memprihatinkan", ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Haryanto bentuk kegiatan seperti ini dapat mempersatukan yang sebelumnya mungkin terjadi persoalan.

"Organisasi yang paling kuat, yang paling eksis, yang kebersamaannya paling terasa itu ya PGRI. Rasa solidaritas dan kebersamaannya itu selalu ada. Asah, Asih, dan Asuh diperlukan dalam organisasi semacam ini", tegasnya.

Haryanto menyebut, dalam pendidikan, mengenal semboyan Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani selalu menjadi harapan dan dapat terealisasikan.

Dengan momentum halal bihalal yang baik ini, semuanya dapat saling memaafkan dan menguatkan kebersamaan.

"Sebab, apabila hal seperti ini terwujud, akan dapat meningkatkan kinerja para guru. Dan jangan hanya seremonial saja ketika usai lebaran seperti ini", ucapnya.

Terkait penerimaan peserta didik baru secara sistem zonasi, Haryanto mengingatkan meskipun saat ini masih terjadi permasalahan, agar bersama - sama dapat berbenah, khususnya apabila masih terdapat kekurangan.

"Harus dibenahi apabila ada kekurangan. Jangan sampai justru menimbulkan permasalahan yang berkelanjutan, bersama kita evaluasi agar kedepan dapat menjadi lebih baik", himbaunya.

Haryanto juga mengingatkan, apabila ada permasalahan, jangan saling menyalahkan, namun berusahan mencari solusi yang terbaik.

"Dengan adanya momentum seperti ini, semoga kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi jauh lebih baik, baik di kecamatan maupun di kabupaten Pati", harapnya. (ROI/humas)
Share:

Pimpin Pertemuan IMT-GT, Presiden Jokowi Ingin Kerja Sama Fokus Pada Tiga Hal

Targethukumonline. Bangkok - Presiden Joko Widodo memimpin pertemuan ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di sela-sela hari kedua KTT ke-34 ASEAN. 

Kerjasama tiga negara sebagai segitiga emas dalam bidang ekonomi.

Pertemuan tersebut digelar di Grand Hall Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, pada Minggu, 23 Juni 2019.

Selain Presiden Joko Widodo, hadir dalam pertemuan tersebut Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, PM Thailand Prayut Chan-o-cha, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Akano.

Di awal sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan dalam usianya yang ke-26, kerja sama IMT-GT dapat dikatakan sebagai kerja sama segi tiga emas meliputi 83 juta penduduk di tiga negara, 14 provinsi di Thailand, 8 negara bagian di Malaysia, dan 10 provisi di Indonesia.

"Kerja sama IMT-GT telah banyak berkontribusi dalam membangun perekonomian sub-kawasan, termasuk meningkatkan daya saing di daerah-daerah, meningkatkan konektivitas, serta meningkatkan nilai perdagangan, pariwisata, dan investasi," kata Presiden Jokowi.

Tantangan ke depan bagi IMT-GT menurut Presiden Jokowi, tidak saja bagaimana mempertahankan capaian selama ini, namun juga memastikan agar pembangunan dapat dilakukan lebih sustainable dan tidak menghamburkan sumber daya.

"Selain itu dalam dinamika perekonomian global dan kawasan yang penuh dengan ketidakpastian, penting bagi kerja sama IMT-GT untuk terus meningkatkan sinergi dan kordinasi dalam kerja samanya," ujarnya.

Presiden Jokowi kemudian menyampaikan tiga hal yang menjadi pandangan nasional Indonesia dalam kerja sama tiga negara itu. 

Pertama, pengembangan dan penyelesaian proyek-proyek konektivitas fisik, sejalan dengan salah satu fokus implementasi IMT-GT Vision 2036.

"Indonesia sendiri berkomitmen kuat untuk selesaikan berbagai proyek infrastruktur konektivitas di Sumatera seperti jalan tol Trans Sumatera, jalur kereta api, dan pelabuhan, serta jalur pelayaran antara Dumai-Malaka untuk peningkatan perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia," ungkapnya.

Pengembangan konektivitas fisik, menurut Presiden Jokowi, juga diperlukan dalam mendorong pengembangan bidang pariwisata di kawasan IMT-GT. 

Salah satu potensi besar yang ada adalah untuk marine tourism yang meliputi pariwisata cruise dan yacht serta pengembangan sumber daya manusia pelaku usaha sektor pariwisata.

Kedua, pentingnya pertumbuhan ekonomi di kawasan IMT-GT bersifat berkelanjutan dan inklusif. 

Dalam hal ini, Presiden menilai sektor pertanian memiliki peran penting dalam berkontribusi kepada pembangunan berkelanjutan dan inklusif di sub-kawasan ini.

"Komoditas seperti karet dan kelapa sawit memiliki multiplier efek besar terhadap perekonomian masyarakat IMT-GT. 

Untuk itu, kita perlu untuk terus tingkatkan kerja sama konkret dalam memajukan industri karet dan kelapa sawit," ujarnya.

Ketiga, Presiden Jokowi berpandangan perlu dimanfaatkan keunggulan dan potensi masyarakat di sub-kawasan di sektor industri halal. 

Kerja sama IMT-GT perlu mendorong penguatan kerja sama sektor-sektor usaha UKM halal yang berorientasi ekspor maupun halal start-up.

"Dalam kaitan ini, Indonesia bermaksud menyelenggarakan Halal Summit 2020 pada bulan Oktober 2020. 

Indonesia mengharapkan Halal Summit membuka peluang industri halal di kawasan kita," tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Dubes RI untuk Thailand Ahmad Rusdi.

Selain itu tampak hadir juga beberapa gubernur yang wilayahnya masuk dalam kawasan IMT-GT, yaitu Gubernur Aceh, Gubernur Riau, Gubernur Bangka Belitung, dan Gubernur Sumatra Selatan. (ROI)
Share:

Sabtu, 22 Juni 2019

Presiden Jokowi Angkat Isu Rakhine State di Retreat KTT ASEAN

Targethukumonline. Bangkok - Presiden Jokowi kembali mengangkat isu Rakhine State dalam pertemuan retreat KTT ke-34 ASEAN di Hotel Athenee, Bangkok, Thailand, Minggu 23 Juni 2019.

Isu Rakhine State kembali diangkat oleh Jokowi.

"Saya ingin bicara sebagai satu keluarga, berterus terang, untuk kebaikan kita semua,” kata Presiden memulai pandangannya dalam pertemuan retreat.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa Pemimpin ASEAN telah memberikan mandat ke AHA Centre untuk melakukan Needs Assessment guna membantu Myanmar mempersiapkan repatriasi yang sukarela, aman, dan bermartabat.

Mandat tersebut sudah dijalankan melalui pelaksanaan Preliminary Needs Assessment (PNA) tim ke Rakhine State. 

PNA sudah menyampaikan laporan dari pelaksanaan mandatnya.
Dengan adanya laporan PNA, Presiden Joko Widodo menyampaikan pandangannya.

Pertama, rekomendasi laporan PNA harus ditindaklanjuti. "Saya berharap bahwa High Level Committee dapat segera membuat Plan of Action dengan time frame yang jelas,” kata Presiden Jokowi.

Lebih jauh Presiden mengatakan, "Tindak lanjut rekomendasi akan membantu terciptanya kemajuan dalam persiapan repatriasi.”

Kedua, isu keamanan menjadi kunci bagi pelaksanaan repatriasi.

"Kita semua prihatin terhadap situasi keamanan di Rakhine State yang belum membaik,” ujar Presiden.

Indonesia berharap Pemerintah dan otoritas Myanmar dapat terus secara maksimal mengupayakan pemulihan keamanan. 

Tanpa jaminan keamanan, tidak akan mungkin terjadi repatriasi.
Presiden Jokowi juga menyarankan ASEAN dapat membantu membangun komunikasi dengan Bangladesh dan pengungsi di Cox's Bazar.

“Tentunya dengan tetap menghormati proses komunikasi bilateral Myanmar-Bangladesh,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa komunikasi yang baik antara Myanmar, Bangladesh, dan para pengungsi menjadi bagian penting bagi kesuksesan persiapan repatriasi. (ROI)
Share:

Halalbihalal Rekercab LMPI Jepara Merajut Tali Silaturahmi

Targethukumonline. Jepara - Bertempat di Resto De Anglo, halal bihalal rakercab LMPI jepara dihadiri seleruh anggota LMPI, cara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan membacakan teks Pancasila disusul dengan membacakan ikrar LMPI, Minggu tgl (23/06/19).

Merajut tali silaturahmi antar anggota dan pengurus LMPI.

Kemudian sambutan ketua LMPI H. Heni Purwadi SH. beliau mengatakan kepengurusan yang baru disusun berdasarkan kopentensi diharapkan dapat menyegarkan semangat, meregenerasi masa kepengurusan yang lama agar lebih baik kedepan.

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional, sistematis, dan terencana, tidak bisa berjalan sendiri sendiri tanpa komando dan kedali pimpinan.

LMPI sebagai induk organisasi yang mempunyai pilar Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Jepara, Forum Masyarakat Desa (FORMADES), dan Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) Jepara.

Diharapkan menjadi satu kesatuan, bersinergi saling membantu, bergandeng tangan, dalam tujuan yang sama.

Dipengurusan baru ini ketua melihat potensi dan formasi yang baik sehingga kedepan LMPI akan kuat dan solid.

Kebersamaan dalam satu misi dan tujuan membuat arah akan fokus. 

Beberapa yang mesti dicermati, kerjasama antar lembaga dan instansi pemerintahan mesti terus ditingkatkan karena kita ini ormas masyarakat, kita ikut bertanggung jawab mengawasi jalannya pemerintahan yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Maka dari itu ayo rapatkan barisan, koordinasikan, sinergikan dengan susunan pengurus yang sudah dibentuk, kita putuskan, kita jalan dengan arah  yang yang tepat.

Dalam acara ini diadakan juga bakti sosial donor darah bekerja sama dengan PMI palang merah Indonesia, semua anggota LMPI mendonorkan darahnya, sehingga PMI sangat berterimakasih berkat adanya acara tersebut.

Kita sangat terbantu dengan aksi sosial ini, mengingat target belum mencukupi atas ketersediaan darah dijepara.

Terimakasih atas semua pihak yang sudah terlibat dalam mensukseskan acara halal bihalal ini. ($.aries)
Share:

Presiden Tinjau Proyek Runway Ketiga Bandara Soetta : Juli 2019 Sudah Beroperasi

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo pada Jumat, meninjau perkembangan pembangunan landas pacu ketiga bandara internasional Soekarno-Hatta. 

Pembangunan ladasan pacu tiga siap operasional.

Pembangunan infrastruktur bandara tersebut telah dipantau dan dikunjungi langsung olehnya di tanggal yang sama setahun yang lalu.

Dalam peninjauannya kali ini, Kepala Negara yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa landas pacu tersebut tak lama lagi akan dapat diselesaikan. 

Pihaknya mengharapkan agar landas pacu terbaru tersebut dapat beroperasi sesegera mungkin.

_"Runway_ ketiga di Soekarno-Hatta ini sudah selesai 86 persen. Kita harapkan akhir bulan ini sudah 100 persen dan langsung akan dioperasionalkan secepat-cepatnya. 

Mungkin Juli sudah dioperasionalkan," ujarnya.

Bandara Soekarno-Hatta, sebagai salah satu bandara tersibuk di ASEAN, saat ini beroperasi dengan dua landas pacu dan mampu melayani hingga 81 pergerakan pesawat tiap jam. 

Dengan tambahan satu landas pacu lainnya, bandara tersebut diperkirakan mampu meningkatkan kapasitasnya dengan melayani hingga 120 pergerakan pesawat tiap jam.

"Permintaan dari maskapai, dari negara lain, yang sudah antre banyak sekali. Saya sendiri sering (mendengar) dari Qatar, Saudi, India, Singapura, Malaysia, China, Jepang semua ingin masuk tapi penuh slotnya. 

Sekarang ini bisa kita berikan tambahan untuk bisa masuk ke Soekarno-Hatta lagi," kata Presiden.

Selain itu, tambahan landas pacu itu diharapkan dapat mengurangi waktu pesawat selama berada di holding area saat menunggu giliran untuk mendarat.

"Kita harapkan juga tidak seperti yang kemarin-kemarin, mau turun berputar dulu setengah jam. Setelah ini rampung insyaallah enggak ada," tuturnya.

Pengembangan bandara Soekarno-Hatta, lanjut Presiden, tidak berhenti sampai pada penambahan landas pacu ketiga. 

Pemerintah kini sudah mulai merencanakan penambahan kapasitas terminal dengan membangun terminal keempat.

"Sudah dua tahun lalu saya perintahkan Pak Menteri dan Pak Dirut untuk merencanakan kembali terminal yang keempat. 

Ini sudah mulai gambar desain. Kita harapkan nanti di 2021 terminal keempat sudah dibangun lagi," ungkap Presiden.

Pembangunan terminal baru tersebut ditargetkan selesai pada 2024 mendatang. Nantinya, bandara Soekarno-Hatta akan dapat melayani hingga 110 juta penumpang.

"Pertumbuhan penerbangan memang cepat sekali. Kalau pembangunan runway, taxiway, terminal enggak dikejar nanti kedahuluan lagi. 

Kita enggak mau itu. Infrastruktur harus mendahului dari pertumbuhan yang ada," tandasnya.

Setelah meninjau landasan pacu, Presiden dan rombongan melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Nurul Barkah Tangerang. (ROI)
Share:

Jumat, 21 Juni 2019

Bupati Haryanto : Pungut Sampah Jangan Hanya Seremonial Belaka

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini memimpin Gerakan Pungut Sampah, Jum'at tgl (21/06/19).

Pungut sampah jangan jafj seremonial belaka, masyarakat harus punya kesadaran.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng ini, para peserta membersihkan sampah yang memenuhi jalan, sungai, dan pintu air di Jalan Ki Ageng Selo Desa Blaru Kecamatan Pati.

Nampak hadir pula di gerakan ini, Sekda, Kajari, Kapolres, perwakilan dari Kodim, para kepala dinas, asisten, kepala OPD, TNI, Polri, Pramuka, Perangkat Desa Blaru, warga setempat, serta Satpol PP Kabupaten Pati.

"Tentu kita sambut baik acara ini, karena sampah menjadi persoalan kita bersama. 

Sering kali masyarakat apatis, hanya cari mudahnya saja saat membuang sampah. 

Ketika dekat sungai, membuang sampah di sungai. Karena masyarakat menganggap sungai adalah tempat yang mudah untuk membuang sampah", terang Haryanto.

Padahal, lanjut Bupati, ketika kebiasaan itu terus dilakukan tentunya sampah makin menumpuk pada saluran irigasi dan juga bisa berdampak buruk pada masyarakat karena mereka terjangkit penyakit.

"Kita sering adakan program seperti ini, kalau ini kan hanya kegiatan seremonial yang terpenting adalah implementasi perilaku masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya diterapkan di seluruh desa", terang Bupati.

Pemerintah Kabupaten Pati, menurut Haryanto, sudah memiliki Perda terkait sampah. 

"Tinggal pelaksanaannya saja yang perlu dilakukan lebih maksimal" tegasnya.

Menurut Bupati ada beberapa desa yang sudah menerapkan buang sampah pada tempatnya melalui penyusunan Peraturan Desa (Perdes). 

"Dan itu sudah terlaksana, bahkan ada Kepala Desa yang menerapkan Perdes sampah dengan membuat petugas kebersihan yang dibiayai dari Dana Desa. 

Ini tentu boleh dilakukan, seperti untuk pembelian gerobak sampah dan pembuatan tempat sampah," jelas bupati.

Menurut Haryanto, persoalan sampah ketika tidak segera ditangani akan menjadi persoalan dimasing-masing wilayah dan menjadi sumber penyakit.

"Kalau kita hanya mengandalkan pasukan kuning tentunya tidak akan maksimal", terang Bupati.

"Memang untuk di perkotaan tidak menjadi masalah, tetapi untuk di wilayah pedesaan dan di tepi jalan masih dijumpai sampah yang berserakan karena banyak sampah yang dibuang tidak pada tempatnya," imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Haryanto, prakarsa acara seperti ini janganlah hanya seremonial semata.

"Kita bisa mencontoh Desa Cebolek, di mana saat aturan buang sampah sudah diterapkan, warga yang membuang sampah sembarangan akan dikenai denda dan akhirnya sekarang masyarakat di sana sudah tertib," tuturnya.

Sementara itu, Ammy Rita Manalu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya, Beracun, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng menjelaskan bahwa Gerakan Pungut Sampah ini dilakukan di seluruh Provinsi Jawa Tengah  sebagai salah satu bentuk kampanye lingkungan, untuk menggugah kepedulian seluruh lapisan dan kalangan masyarakat dalam pengelolaan sampah. (ROI/humas)
Share:

Kamis, 20 Juni 2019

Jelang TMMD Reguler ke-105, Pangdam IV Diponegoro Minta Dansatgas Antisipasi Kendala Pencapaian Sasaran

Targethukumonline. Semarang - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 TA. 2019 akan dimulai awal bulan Juli 2019 yang akan datang. 

Semangat TNI menjadi prioritas utama dalam pembangunan desa tertinggal dalam TMMD Reguler 105.

Dengan waktu yang semakin dekat tersebut, para Dansatgas diharapkan mampu mengantisipasi setiap kendala yang mungkin terjadi, baik itu karena cuaca, medan maupun faktor lain.

Demikian penyampaian Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. dihadapan para pejabat Kodam IV Diponegoro dan pejabat terkait sebelum kegiatan teleconference dengan Kasad dalam rangka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD Reguler ke-105, di Aula Denmadam IV Diponegoro, Kamis tgl (20/06/19).

Ditambahkan Pangdam, Rakernis TMMD ke-105 ini memang tidak seperti biasa, yakni dilaksanakan melalui teleconference. 

Hal ini semata-mata untuk efisiensi, sehingga para peserat tidak harus ke Jakarta, karena pelaksana teknis nantinya adalah Kodim dan Pemkab/Kota.

Dijelaskan Mayjen TNI Mochamad Effendi, dalam operasi TMMD, Kasad bertindak sebagai Penanggungjawab Operasi (PJO), Pangdam sebagai Penanggungjawab Kendali Operasi (PJKO), Danrem sebagai Penanggungjawab Keberhasilan Pelaksanaan (PJKP) dan Dandim sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas).

Pada TMMD ke-105 yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI, untuk wilayah Kodam IV Diponegoro akan digelar di empat Kabupaten yakni Kodim 0712 Tegal Kab. Tegal, Kodim 0730 Grobogan Kab. Gunung Kidul, Kodim 0716 Demak Kab. Demak dan Kodim 0723 Klaten Kab. Klaten, imbuhnya.

Orang nomor satu di Kodam IV Diponegoro itu mengungkapkan, dari hasil evaluasi pelaksanaan TMMD lalu, penentuan sasaran memang sudah ditetapkan pada tahun anggaran sebelumnya dan pada pelaksanaan TMMD semua sudah berjalan dengan baik, namun demikian masih ditemui adanya kendala salah satunya adalah faktor cuaca yang berdampak kepada penentuan sasaran dan droping dukungan material.

“Berkaca dari hal tersebut, agar kendala-kendala yang mungkin terjadi harus bisa diantisipasi melalui pra-TMMD, sehingga dalam pelaksanaan nanti dapat berjalan dengan lancar”, pintanya.

Dirinya berharap dalam pelaksanaan nanti dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai yakni dapat mensejahterahkan masyarakat sebagai muaranya.

Sebagai informasi, bahwa dalam pelaksanaan TMMD ke-104, Kodam IV/Diponegoro berhasil meraih predikat terbaik dalam lomba karya jurnalistik tingkat Kapendam dan juara I tingkat Dansatgat (Kodim 0721 Blora). 

Semoga hal ini dapat memacu para Dansatgas dan seluruh instansi terkait pada TMMD 105 yang akan datang," pungkasnya.

Turut hadir dalam telekonference para Danrem, Waaster Kasdam, Wakapendam IV Diponegoro, Kepala Bappeda Prov. Jateng dan DIY, Kepala BPMD Prov. Jateng dan DIY, Kadis Sosial Prov. Jateng dan DIY, para Dandim terkait, para Bupati terkait, para Ketua DPRD terkait, para Kadis Sosial terkait, para Kepala Bappeda terkait, dan para Kepala BPMPD terkait.

Semangat wirayudha yang tertanam dalam jiwa seorang prajurit untuk selalu berbakti kepada nusa dan Bangsa, mengabdi demi ibu pertPer dan rakyat tercinta, mejadikan TNI selalu ada di hati rakyat Indonesia. (ROI)
Share:

BUMDes Bersama Mandiri Sejahtera Lebarkan Sayap di Bidang Pelayanan Kesehatan

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri peresmian Klinik Bumdes Sehat yang menjadi Unit Usaha Bumdes Bersama Mandiri Sejahtera yang bertempat di Jl. Panunggulan Kecamatan Pati, Kamis tgl (20/06/19).

Klinik Bumdes menjadi alternatif tepat guna saat ini.

Selain Wabup, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dispermades Pati, Kepala Dinkes Pati, Ketua IDI Pati, Ketua Pasopati, para pengurus BUMDes Bersama Mandiri Sejahtera serta para stakeholder terkait.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dalam acara tersebut menyampaikan bahwa tanpa adanya kerjasama antar pemerintah desa maka hal seperti ini tidak akan terjadi. 

Rata-rata Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menghasilkan kisaran 20 - 25 juta. 

Apabila dari nilai sekian yang dihasilkan per desa, dapat bersatu dari 401 desa, maka hasilnya pun akan luar biasa.

"Saya menyebutnya desa korporasi, terlebih apabila semua BUMDes ini bersatu menjadi perusahaan, cara berpikirnya pun harus berpikir korporasi. 

Desa Korporasi ini kepentingannya adalah untuk desa, keuntungannya pun untuk pemerintah desa, pemberdayaan desa memiliki kapital yang cukup baik", ujarnya.

Wabup Safin menegaskan, BUMDes bersama ini dapat berjalan apabila para kepala desa mau bersepakat. 

Bukan hanya dalam kerjasama namun juga kaitannya dengan permodalan, jadi, modal berapapun bisa terpenuhi asalkan para kades sudah bersepakat.

"Apabila tiap desa 100 desa misalkan, itu dikalikan sebanyak 401 desa se - Kabupaten Pati kan 40 miliar, sudah luar biasa. 

Dengan nilai sekian, tidak hanya membuka klinik saja, namun dapat membuka rumah sakit oleh desa korporasi", tegasnya.

Peresmian klinik ini memang peresmian yang kedua usai dilaksanakan peresmian Klinik BUMDes yang berlokasi di Desa Trangkil belum lama ini. 

Sedangkan target klinik yang akan dibuka yaitu sebanyak 12 klinik di 12 titik lokasi.

"Betapa indah dan luar biasa apabila ada rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah desa. 

Apabila ini terwujud, maka tidak akan terjadi lagi orang sakit yang tidak mendapat pelayanan kesehatan", pungkasnya.

Sementara itu, Eko Sri Haryanto selaku Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas pada Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Ditjen PKP) Kemendes PDTT yang juga hadir mengatakan bahwa kapital yang sangat besar akan terus mengalir apabila hal ini dapat berjalan dengan baik.

"Kan kalau di dalam undang - undang, jelas sebenarnya. Untuk pemerintahan, untuk pembangunan, untuk pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan pembinaan kepada desa", paparnya.

Ia juga mengajak para stakeholder agar bersyukur sebab telah menciptakan satu kesatuan niat bersekutu, sehingga dapat menghasilkan seperti ini, yaitu BUMDes Sehat.

"Yang paling penting, BUMDes Korporasi di bidang kesehatan ini merupakan satu - satunya yang ada di Indonesia", tutupnya. (ROI/humas)
Share:

Hadiri Halal Bihalal Disdagperin, Bupati Haryanto Singgung Soal Program E- Pasar

Targethukumonline. Pati - Masih dalam nuansa bulan Syawal, Bupati dan Wakil Bupati Pati kembali menghadiri halal bihalal di sejumlah OPD. 

Bupati Haryanto hadiri halalbihalal di Dinas perindustrian & perdagangan kab. Pati.

Seperti yang ada bertempatkan di Plaza Pragola, pasangan kepala daerah ini kompak hadir pada acara halal bihalal keluarga besar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pati, Kamis tgl (20/06/19).

Dalam sambutannya, Bupati Haryanto mengungkapkan, acara halal bihalal hampir seluruh OPD menyelenggarakan. 

Karena sudah menjadi tradisi dan bila tidak menyelenggarakan terasa ada yang kurang atau ganjil.

Bupati pun mengapresiasi penyelenggaraan halal bihalal di Disdagperin, karena tidak hanya mengundang pegawai saja, namun juga para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Pati.

Dalam halal bihalal ini pun Bupati Haryanto mengungkapkan, Disdagperin memiliki tugas yang sangat berat.

Sebab selain bertugas membina pelaku UMKM, juga bertugas menghimpun restribusi atau pendapatan yang berasal dari pasar.

"Untuk restribusi pasar, kita sudah punya program yakni e-Pasar yang sudah diluncurkan pada pertengahan Desember lalu.

Dengan e-Pasar restribusi walaupun baru sebagian, tetapi sudah berjalan untuk kios- kios dan lapak- lapak juga mulai dirintis. 

Untuk e-Pasar restribusi ini, bermanfaat sekali untuk menekan kebocoran di lapangan," tegasnya.

Haryanto menambahkan, kedepannya selain e-Pasar yang sudah berjalan, saat ini Pemkab Pati tengah melakukan proses pelaksanaan sosialisasi e-TPI.

Namun untuk program e-TPI masih dalam proses belum secara detail.

"Yang mana sebelum launching kita perbaiki dulu, agar para pengusaha, pemilik, nelayan, bakul, dan petugas tidak mengalami kendala," jelasnya.

Sementara itu Kepala Disdagperin Riyoso mengatakan, selama menjalani tugas  yang diembannya, ia mengakui tak lepas dari  perbuatan, kata, ucapan yang membuat luka hati atau dosa.

Oleh itu dengan adanya halal bihalal keluarga besar Disdagperin ini, ia mengharapkan baik dari pegawai dinas, pasar, dan pelaku UMKM, bisa saling memaafkan perbuatan salah baik itu sengaja maupun tidak sengaja.

"Mari kita mulai lembaran baru di hari fitri ini, saya selaku Kepala Disdagperin mewakili seluruh karyawan mengucapkan mohon maaf lahir dan batin", tutup Riyoso.(ROI/humas)
Share:

Rabu, 19 Juni 2019

Bupati Haryanto : Cegah Penyimpangan, E- TPI Diterapkan

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto, Rabu menghadiri halal bihalal keluarga besar TPI Juwana dan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan di Hotel Safin, (20/06/19).

E-TPI menjadi solusi tepat guna terpadu bagi para pelaku usaha di bidang perikanan.

Pada acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Sekda, Kapolres Pati dan Dandim 0718 Pati serta 250 orang  pelaku usaha kelautan dan perikanan tersebut, dilaksanakan juga  Sosialisasi Pelaksanaan e - TPI / SIPIPA.

Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa acara sosialisasi yang berbingkai halal bihalal ini mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain, yaitu pemilik usaha, pengelola, bakul, pemilik kapal, nelayan dan seterusnya.

"Memang e - TPI ini sudah lama kita launching, yaitu di bulan Desember tahun lalu bersamaan dengan e - PBB, e - Pasar, e - Menara, dan e -Rusunawa.

Namun hanya e-TPI yg belum terlaksana karena memang e - TPI ini perlu ditunjang dengan infrastruktur maupun SDM yang memadai", tegasnya.

Penerapan aplikasi ini, menurut Bupati, tujuannya sama dengan penerapan aplikasi - aplikasi dari dinas lain, yaitu menghindari terjadinya penyimpangan.

Melalui sosialisasi kali ini pihaknya mengajak para peserta untuk selangkah lebih maju dan berpikiran modern dengan memakai IT.

"Dengan transaksi non tunai selain kita bisa memonitor juga dapat pertanggungjawabannya secara lebih jelas.

Tidak ada niatan sedikit pun dari kami untuk merugikan bapak ibu sekalian, kalaupun ada, pendapatan itu tidak sebanding dengan yang kami kucurkan untuk pembangunan-pembangunan yang telah direncanakan, yang pada akhirnya masyarakatlah yang akan menikmatinya", jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Martanto menyebut, e - TPI / SIPIPA merupakan salah satu inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Selain itu, juga sebagai implementasi dari reformasi birokrasi. (ROI/humas)
Share:

9 Atlet Disabilitas Wakili Pati di Kejuaraan Provinsi

Targethukumonline. Pati - Telah dilaksanakan pemberangkatan sejumlah atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Commitee (NPC) Pati, Rabu tgl (19/06/19).

Pati kirimkan National Paralympic Commitee di Solo.

Rencananya, mereka akan mengikuti kejuaraan provinsi (Kejurprov) Olahraga Disabilitas di Solo.

Kedatangan Para atlet dan official ke Pendopo Kabupaten Pati hari ini, untuk meminta wejangan, semangat, doa sekaligus berpamitan kepada Bupati Pati Haryanto.

Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa anggaran saat ini memang belum teralokasi secara penuh kepada NPC Pati.

Namun, Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pati telah memfasilitasi yang merupakan alokasi dari Pemkab Pati.

"Mudah - mudahan nanti yang mewakili ke Solo, dapat memperoleh hasil maupun membawa nama baik bagi Kabupaten Pati. Sebab saat ini, bersamaan juga dengan POPDA jenjang SD," harapnya.

Haryanto juga menjelaskan bahwa dalam kejuaraan ini, terbagi menjadi 3 waktu. Yaitu, di bulan Juni ini, bulan Agustus serta bulan Oktober.

"Meskipun mempunyai kekurangan secara fisik, demi membawa nama baik serta memajukan daerah dan negara, semangat mereka tidak kalah.

Hal ini tentunya ditunjang dengan kelebihan yang mereka miliki", ujarnya.

Dalam kejuaraan tersebut, Bupati ingin dinas maupun lembaga terkait agar dapat menemani dan memfasilitasi.

Apabila lolos hingga dengan babak final, maka kejuaraan selesai pada hari Sabtu (22/6/2019).

Terkait bonus bagi yang berprestasi maupun yang meraih medali, Haryanto menegaskan bahwa pihaknya akan memusyawarahkan terlebih dahulu.

Hal ini lantaran, seperti yang disampaikan sebelumnya, belum teralokasinya anggaran terkait kejuaraan tersebut.

"Nanti akan kita bahas dan kita musyawarahkan terlebih dahulu. Sebab yang namanya belum teralokasi itu kan semuanya tidak bisa tiba - tiba ada", tegasnya.

Selain itu, Bupati juga telah mendata apa saja keperluan yang dibutuhkan non anggaran yang dapat difasilitasi oleh Pemkab.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin juga akan memberikan apresiasi bagi yang telah berprestasi maupun yang berhasil mendapat medali.

"Nanti akan saya berikan hadiah, yaitu menginap sehari semalam, makan minum gratis di Hotel Safin", tegasnya.

Wabup Safin mengatakan bahwa hadiah ini merupakan bentuk apresiasi dan motivasi bagi para atlet yang telah berjuang membawa nama baik Kabupaten Pati.

Koordinator NPC Pati, Bayu Riyanto menjelaskan bahwa ada 9 atlet yang akan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang baru pertama kali diikuti ini.

"Ada 9 atlet yang akan berlaga. Didampingi oleh 3 pelatih dan official. 9 atlet ini berasal dari cabang olahraga angkat berat dan cabang olahraga atletik", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Dandim Pati Hadiri Peresmian Medical Center Klinik Ultimate PMCKU

Targethukumonline. Pati - Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos menghadiri Halal Bihalal dan peresmian Medical Center Klinik Ultimate PMCKU bertempat di Grha Dipo Jl. Diponegoro No. 30 Pati dengan tema  "Menyelamatkan Bumi dari Sampah Pelastik” Rabu tgl (19/06/19).

Dandim Pati sangat apresiasi atas berdirinya Medical Center ini.

Dr. Benny Purwanto Pimpinan Direktur Utama PT. Keluarga Sehat Sejahtera dalam sambutannya menyampaikan dalam rangka silaturohmi dengan giat halal bihalal dan Grand Opening Clinik Ultimate KSH Pati.

Kita berharap Pati Maju dan pembangunan yang merata disemua bidang dan mendorong  meningkatakan pertumbuhan ekonomi khususnya kabupaten Pati.

Lebih lanjut mengatakan, kedepan  persaingan Kesehatan Nasional  yaitu dari tenaga Medis dan sarana prasarana untuk bersaing dengan negara tetangga maka kita perlu meningkatkan tenaga medis dan fasilitas medis dengan memberi Layananan Publik yang baik, salah satunya ditingkat Kesehatan di kabupaten Pati agar tidak keluar daerah yaitu dengan dibukanya Clinik Ultimate KSH Pati dengan Fasilitas dan tenaga medis yang sudah Profesional dibidang kesehatan,” harapannya.

Dalam sambutannya Bupati Pati Haryanto SH MM MSi Mengatakan dengan Halal bihalal merupakan sarana silaturohmi dengan tujuan mempererat persuadaraan merupakan budaya yang baik untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

Dan selanjutnya Grand Opening Pati medical Center Clinik dan pemerintah kabupaten Pati menyambut baik dengan berdirinya PMCKU yang juga membantu Pemkab Pati untuk memberi pelayanan kesehatan masyarakat dikabupaten Pati.

Dengan dibangunannya Clinik Ultimate KSH Pati maka pasien tidak perlu keluar daerah serta memberikan pelayanan yang baik, peningkatan mutu dan kwalitas kesehatan dengan lebih dan dengan mengutamakan sumber daya manusia dalam Negeri khususnya Kabupaten Pati,’ jelas Bupati. (ROI)
Share:

Selasa, 18 Juni 2019

Presiden Jokowi Optimis Potensi UMKM Masih Dapat Ditingkatkan

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo pada Selasa sore, menerima sejumlah asosiasi dan himpunan yang menaungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, (19/06/19).

UMKM menjadi kebijakan pemerintah dalam menyikapi perekonomian saat ini.

Asosiasi dan himpunan yang diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, tersebut ialah Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo), Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Asosiasi Industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumandiri), dan Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo).

Kepala Negara dalam pengantarnya menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan para pengurus himpunan dan asosiasi itu. 

Kali ini, Kepala Negara ingin mendapatkan masukan-masukan yang utamanya berkaitan langsung dengan peningkatan UMKM di Indonesia.

"Saya ingin pada sore hari ini mendapat masukan-masukan dalam rangka mendesain kebijakan utamanya yang berkaitan dengan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah yang kita tahu jumlahnya terakhir data yang saya terima 62,9 juta unit usaha di Indonesia," kata Presiden.

Menurutnya, potensi peningkatan UMKM di Indonesia masih sangat terbuka lebar. 

Keyakinannya itu didasarkan pada pengalamannya membangun UMKM mulai dari nol sebelum dirinya terjun ke dunia politik.

"Saya kira kita memiliki kesempatan yang masih sangat longgar sekali di Indonesia untuk mengembangkan usaha-usaha yang ada. 

Peluang-peluang seperti itu marilah kita gunakan sebaik-baiknya baik di usaha jasa, perdagangan, atau industri kecil dan menengah yang saya sendiri mengalaminya mulai dari nol," tuturnya.

Kepada para pengurus asosiasi dan himpunan yang hadir, Presiden juga menyinggung apakah UMKM-UMKM yang ada di Indonesia masih memerlukan fasilitas lainnya yang harus disediakan oleh pemerintah. 

Namun, Kepala Negara mengingatkan bahwa fasilitas-fasilitas yang nantinya mungkin akan diberikan oleh pemerintah tidak sampai mematikan jiwa kewirausahaan para pelaku UMKM di Indonesia.

"Tetapi juga hati-hati, fasilitas-fasilitas yang terlalu banyak itu kadang-kadang justru melemahkan (jiwa) entrepreneurship dari kita semua. 

Fasilitas perlu, tetapi jangan sampai melemahkan karakter entrepreneurship yang kita miliki," tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Ahmad Erani. (ROI)
Share:

Desa Babalan Siap Menuju Pentas Kampung KB Tingkat Nasional

Targethukumonline. Pati - Bertempat di balai Desa Babalan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati telah dilaksanakan Penilaian Lomba Bhayangkara KB Kesehatan, tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diikuti kurang lebih 80 orang, (18/06/19).

Kampung KB telah menjadi program dari pemerintah pusat.

Bapak Sutikno selaku pemimpin di kecamatan gabus menyampaikan "selamat datang kepada tim penilaian lomba bhayangkara KB kesehatan tingkat provinsi jawa tengah, di Desa Babalan dan kami mohon maaf apabila dalam penyambutan masih ada kekurangan.

Persiapan untuk perlombaan semua sudah dilaksanakan secara maksimal dan kami berharap berhasil meraih gelar juara."

Kapolres Pati AKBP Jhon Wesley Ariyanto SIK mengatakan "Pelaksanaan lomba KB kesehatan ini dilaksanakan di seluruh jawa tengah, dengan tujuan untuk mengatur jumlah pertumbuhan penduduk.

Dan saya berharap desa Babalan mendapatkan hasil yang memuaskan dalam pelaksanaan lomba KB kali ini."

Ketua Tim Penilai Polda Jateng AKBP. Dr. Dwi Ratmawati MM. mengungkapkan "kegiatan lomba bhayangkara KB kesehatan ini adalah agenda tahunan yang selalu dilaksanakan tiap tahun.

Sebagai salah satu program pemerintah untuk mengatur pertumbuhan penduduk, disamping itu mengatur pertumbuhan penduduk juga bisa sebagai salah satu sarana untuk mengurangi tingkat kriminalitas karena banyak orang yang menganggur.

Dengan dilaksanakannya program KB ini, juga dapat menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak, sehingga dapat bersekolah untuk kemudian bisa mendapatkan pekerjaan yang baik sesuai dengan tingkat sekolahnya nanti.

Tim Penilai dari Polda Jateng AKBP Dr. Dwi Ratmawati MM. berikut rombongan, tim penilai dari Dinkes Provinsi Jateng, dari DPT3KB ibu Rina dan ibu Arlin berikut rombongan, dalam meninjau penilaian lomba KB di lapangan didampingi oleh Kapolres Pati AKBP Jhon Wesley Arianto SIK, Dandim. 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, Muspika kecamatan Gabus, Ketua Persit Candra kirana, Ketua Bhayangkari, serta Kepala Desa Babalan dan perangkatnya.

Adapun yang ditinjau tim penilai lomba bhayangkara KB Kesehatan antara lain, rumah data, BKR dan PIK, Biogas, PKD Mutan KB, Posyandu, BKL dan senam lansia, serta Penangkaran Burung Hantu, dengan harapan Desa' Babalan mampu secara mandiri menuju pentas Kampung KB di tingkat Nasional. (ROI)
Share:

KEPPS BMT MITRAMU TEGAR Dalam Terpaan Badai

Targethukumonline. Jepara - Bulan - bulan ini merupakan bulan - bulan yang kurang baik dalam Lembaga Koperasi,dijepara baik yang KSP maupun KSPPS ( Syari'ah ), Rabu tgl (19/06/19).

Dok/Targethukum/Jepara.

Bulan dimana fenomena penarikan simpanan disejumlah koperasi simpan pinjam, pada awal puasa sampai lebaran menjadi tradisi setiap tahunnya.

Meningkatanya penarikan tabungan ini seakan menjadi hal yang wajib seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat saat lebaran tiba.

Persiapan likuid cas dari Lembaga keuangan pada saat itu benar benar harus terjaga sehingga dapat melayani permintaan anggota.

Kabar yang kurang baik menimpa perkoperasian jepara, adanya koperasi nakal yang menurunkan tangkat kepercayaan masyarakat terhadap koperasi khususnya dijepara jawa tengah
banyaknya masyarakat yang menyimpan uangnya di koperasi nakal yang disaat itu tidak dapat mengabil uangnya untuk kebutuhan lebaran.

Seketika runtuhlah kepercayaan masyarakat kepada lembaga koperasi, dan ramai - ramai mereka juga menarik uangnya pada koperasi koperasi lain yang sebenarnya sehat.

Bahkan sudah ada yang masuk ke meja hijau karena tidak dapat mempertanggung jawabkan dana - dana masyarakat.

Di Jepara beberapa Koperasi masih bertahan dalam fenomena kurang baik ini, salah satunya KSPPS BMT MITRAMU beralamat di jl. Hoegeng Imam Santoso, No.45 Ngabul, Jepara, yang di punggawani oleh Drs. Asep Sutisna, MM. Sebagai Direktur
Gempuran badai seperti itu berulang kali menerpa, tetapi KSPPS BMT MITRAMU tetap tegak berdiri,

Kunci kekuatannya terletak pada :

1. Kepemimpinan yang tegas
2. Memegang kuat syari'ah Islam
3. Bertanggung jawab pada amanat Masyarakat.
4. Pengelolaan yang profesional
5. Militansi dari semua karyawannya.

Itulah beberapa hal yang menjadi kiat kekuatan KSPPS BMT MITRAMU agar bisa bertahan dari goncangan yang sangat tidak baik melanda perkoperasian dijepara.

Selain itu campur tangan pemerintah khususnya Dinas Koperasi sangat dibutuhkan sekali, terutama untuk pendirian koperasi - koperasi baru, diharapkan lebih selektif lagi agar tidak hanya asal berdiri selain itu pengawasan pada koperasi yang sudah ada juga lebih diperketat agar dalam pengelolaannya tetap terkontrol.

Mari tingkatkan mutu profesionalitas Koperasi dalam pelayanan, kejasama dan komunikasi yang baik dengan anggotanya adalah kunci kesuksesan. (budi-aries-abrori)
Share:

Bupati Haryanto : PGRI Harus Punya Pengaruh Besar Dalam Memajukan Guru

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri Halal Bihalal Keluarga Korwilcam dan PGRI Kecamatan Juwana di SMPN 1 Juwana, Selasa tgl (18/06/19).

Metode proses belajar mengajar lebih ditingkatkan agar mutu pendidikan terjamin kualitasnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Camat Juwana, Koramil dan Polsek Juwana.

Bupati Pati Haryanto mengatakan tujuan halal bihalal adalah untuk saling memaafkan, membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi kesalahan orang lain.

"Mudah-mudahan tali silaturahmi dan tali persaudaraan di antara kita akan lebih bertambah erat dan kuat", tutur Bupati.

Dalam rangka membentuk karakter anak yang baik, pada halal bihalal tersebut, mengingatkan para guru untuk terus meningkatkan kompetensinya, baik dalam penguasaan pengetahuan maupun metodologi pembelajaran sehingga anak didik akan merasa nyaman di sekolah.

"Semoga kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan menguatkan soliditas antar seluruh anggota PGRI di Kabupaten Pati", imbuhnya.

Haryanto menegaskan, guru merupakan sebuah profesi yang sangat terhormat, Sebab separuh waktu dari hidup manusia banyak dihabiskan untuk mendapatkan ilmu dari para guru.

"Guru adalah insan atau orang tua yang sangat kita hormati. Karena separuh dari hidup kita selalu bersama bapak dan ibu guru",terang Haryanto.

Bupati Pati sangat mengharapkan kepada PGRI agar mampu menjadi sebuah organisasi yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan guru-guru khususnya di kabupaten Pati.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, saya harap para guru juga makin mahir memanfaatkannya untuk kepentingan proses belajar mengajar", pungkas Bupati. (ROI/humas)
Share:

Blog Archive