Rabu, 31 Juli 2019

600 Mahasiswa KKN UMK Diminta Fokus Bantu Kades Berdayakan Masyarakat

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menyambut kedatangan 660 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pati.

Bupati Pati sambut 600 mahasiswa KKN dari Universitas Muria Kudus.

Seremoni penyambutan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, dan dihadiri pula oleh jajaran rektorat dan dosen pendamping KKN UMK, Rabu tgl (31/07/19).

Sebagaimana dilaporkan Kepala Bappeda Pati Pujo Winarno, KKN UMK dilaksanakan 31 Juli sampai 31 Agustus 2019.

Sebanyak 660 mahasiswa akan ditempatkan di seluruh desa yang ada di Kecamatan Jaken dan Jakenan. Pembagiannya, 315 mahasiswa di Kecamatan Jaken dan 345 mahasiswa di Jakenan.

Kepada para mahasiswa, Haryanto berpesan agar mereka mengutamakan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung program Pemkab Pati dalam mengentaskan kemiskinan.

"Tidak perlu program fisik. Karena waktu yang tersedia hanya satu bulan, tentu tidak cukup. Bantu saja Pak Kades dalam pemberdayaan masyarakat. 

Bantu dalam program pemberdayaan dan pengelolaan keuangan. Insyaa Allah bermanfaat," ungkap Haryanto.

Haryanto berharap, mahasiswa dapat membantu kepala desa dalam program pengentasan kemiskinan di masing-masing desa.

Ia menjelaskan, dirinya memang selama ini mengarahkan para Kades agar mengutamakan pengelolaan dana desa untuk program pemberdayaan masyarakat.

"Karena dana desa ini nilainya miliaran, rata-rata desa mengelola lebih dari Rp 1 miliar. Bahkan ada yang hampir Rp 3 miliar, khususnya desa yang masuk kategori tertinggal. 

Kategori ini mendapat afirmasi nilai pembagian dana desa. Harapannya untuk memacu pengentasan kemiskinan agar lebih optimal," paparnya.

Haryanto menekankan pada mahasiswa untuk membantu program pengentasan kemiskinan, sebab sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ia canangkan, pada akhir masa jabatannya, ia menargetkan angka kemiskinan turun ke angka 9 persen.

"Alhamdulillah, dengan berbagai langkah yang kami lakukan, pada tahun kedua periode kedua periode kepemimpinan saya, angka kemiskinan sudah turun ke angka 9,9 persen. Dulu awal menjabat pada periode pertama, angka kemiskinan masih di atas 13 persen," jelasnya.

Haryanto menyebut, penurunan angka kemiskinan memang cukup sulit, bergantung pada beberapa variabel.

"Yang penting Kades dibantu untuk pemberdayaan masyarakat," imbaunya sekali lagi.

Senada dengan Bupati Haryanto, Rektor UMK Suparnyo pun mengarahkan mahasiswanya untuk membantu program Bupati dalam mengentaskan kemiskinan. (Rolis/humas)
Share:

Minggu, 28 Juli 2019

Desa Jontro Jadi Percontohan Gerakan Bebas BAB Sembarangan

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Desa Jontro Kecamatan Wedarijaksa, yang telah memprakarsai deklarasi bebas Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Desa Jontro bebas BAB Sembarangan.

"Saya menyambut baik kerja keras Pak Kades Jontro hingga bisa mendeklarasikan Desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan. 

Ini dapat menjadi contoh atau motivasi bagi desa lainnya yang belum melaksanakan ini", ujar Bupati Haryanto, Minggu (28/7), sesaat sesudah melaksanakan jalan santai dalam rangka bersih desa di Desa Jontro Kecamatan Wedarijaksa.

Dengan Desa Jontro sebagai pionir, harapannya nanti Kabupaten Pati bisa secara keseluruhan tuntas dalam program bebas buang air besar sembarangan. 

Tuntas mulai dari Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten.

"Ini tidak hanya bentuk seremonial saja, karena lokasi-lokasi yang memungkinkan buang air besar sembarangan itu banyak. 

Seperti contoh banyaknya lahan tebu dan tempat-tempat yang terbuka, di mana memungkinkan untuk buang air besar sembarangan", ungkapnya.

Bupati menyadari, di tempat lain, buang air besar sembarangan  seperti itu jarang menjadi perhatian. 

"Padahal dengan membuang air besar sembarangan dampaknya sangat luar biasa", cetusnya.

Ia berharap desa-desa lain yang belum bisa melaksanakan deklarasi ini, segera dapat meniru Desa Jontro.

"Untuk mensukseskan program bebas buang air besar, bisa menggunakan dana desa. 

Yang mana dibuatkan regulasi, nantinya per RT itu diinventarisir yang belum ada septitank.

Dana desa tidak semata-mata untuk kepentingan infrastruktur saja, tapi dapat digunakan untuk kepentingan kesehatan, pemberdayaan dan kepentingan pertanian.

Sehingga dalam hal ini kebutuhan masyarakat yang dibutuhkan dapat terpenuhi, oleh sebab itu ada yang namanya skala prioritas", jelasnya panjang lebar.

Sementara itu, Kepala Desa Jontro Rahmat Wahyudi dalam sambutannya menyatakan bahwa Desa jontro telah memiliki sarana sanitasi jamban dan sudah 100% tidak lagi buang air besar sembarangan.

Selain itu, lanjut Rahmat, pihaknya siap mempertahankan status stop buang air besar sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan.

"Bilamana melanggar, kami siap menerima sanksi sosial yang telah disepakati oleh semua masyarakat desa. 

Kami siap meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, demi mewujudkan derajat kesehatan yang optimal", lanjutnya.

Setelah memberikan sambutan, Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Desa Jontro dan instansi terkait melakukan penandatangan deklarasi desa bebas buang air besar. (ROI/humas)
Share:

Sabtu, 27 Juli 2019

Pompa Semangat Persipa Safin Undang Anak Yatim

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) yang juga merupakan Ketua Persipa, Sabtu sore mengundang sejumlah anak yatim ke Mess Persipa Jalan Mojopitu kecamatan Pati, (28/07/19).

Persipa Pagi diharapkan mampu memberikan prestasi di liga 1.

Santunan anak yatim dan doa bersama pun digelar sebagai sarana mendekat dan memohon pertolongan pada Yang Maha Kuasa agar Persipa dapat meraih prestasi.

Menurut Safin, kegiatan ini pun bertujuan untuk memompa semangat juang Tim Persipa dalam menghadapi laga selanjutnya.

Safin mencoba untuk menanamkan pikiran positif di benak para pemain bahwasanya dalam keadaan apapun manusia hendaknya bersyukur dan menjadikan rasa syukur itu sebagai pelecut semangat untuk meraih cita-cita.

"Sama seperti adik-adik yatim ini, saya harapkan juga dengan keterbatasan yang ada jangan pernah berkecilhati apalagi minder. 

Saya sejak usia tujuh tahun sudah yatim, namun bisa menjadi seperti saat ini", ungkapnya.

Semua itu, lanjut Safin, kuncinya pada semangat untuk terus belajar, karena masa depan masih panjang.

"Safin yang yatim tidak patah semangat tapi terus berpikir positif dan menjadikan cita-cita sebagai semangat meraih keadaan yang lebih baik", cetusnya.

Sebelum penyerahan secara simbolis santunan kepada anak yatim, Wakil Bupati Saiful Arifin mengajak segenap Tim Persipa untuk senantiasa berdoa dan berusaha maksimal agar bisa menjadi juara. 

"Target kita, gimana agar setiap pertandingan kita bisa menang", tegasnya.

Hal itu menurut Wabup bukan tujuan manajemen saja, namun harapan masyarakat Kabupaten Pati yang selalu mengharapkan adanya kemenangan di setiap pertandingan. 

Selain itu Safin berharap kegiatan ini bermanfaat dan mampu memberikan motivasi kepada semua mulai dari pemain, pelatih, dan manajemen, agar terus semangat untuk bertanding di liga yang lebih tinggi lagi.

Setelah Wabup Saiful Arifin memberikan sambutan dan arahan, acara dilanjut dengan penyerahan santunan kepada seluruh anak yatim dan diakhiri dengan makan bersama dengan konsep lesehan. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto Minta Kades Bantu Pembebasan Lahan Asrama Mts N 01 Pati

Targethukumonline. Pati - Sekalipun berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, setiap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan yang ada di Pati selalu mendapat sambutan positif dari Bupati Pati Haryanto.

Bupati Haryanto sambut baik pengembangan lembaga pendidikan agama Islam di Pati.

Sebab, menurutnya, lembaga pendidikan agama merupakan aset berharga untuk meningkatkan mutu SDM. 

Lembaga pendidikan di bawah Kemenag ia anggap sebagai bagian dari aset Pemda yang harus selalu didukung.

Hal itu disampaikannya ketika menghadiri seremoni peletakan batu pertama Asrama Siswa MTsN 1 Pati, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Sabtu (27/7/2019).

"Saya tentu menyambut baik, sebab, Sarpras merupakan penunjang proses belajar-mengajar siswa dan guru, bahkan bisa menambah semangat dan motivasi," papar Haryanto.

Menurut Haryanto, jika hanya mengandalkan banyaknya jumlah siswa, tanpa adanya Sarpras yang memadai, proses pendidikan tidak akan belangsung maksimal.

Namun, lanjut Bupati, jika Sarpras baik, namun kualitas pengajaran kurang baik, masalah juga akan timbul. Karena itu, menurutnya semua unsur itu harus berimbang.

Terkait pembangunan asrama siswa di MTsN 1 Pati, Haryanto berpesan pada Kepala Desa (Kades) Pekalongan untuk membantu proses pembebasan lahan yang statusnya masih menjadi kepemilikan desa.

"Saya minta pada Kades, untuk segera diselesaikan. Karena ini untuk kepentingan umum. Kalau masih menempati tanah desa, dibantu selesaikan. 

Tentu ada kompensasi atau ganti rugi lahan, tapi yang penting dibantu dulu, nanti saya kawal. Agar pembangunan asrama ini cepat selesai dan tidak meninggalkan persoalan," ujarnya.

Haryanto meyakini, kualitas lembaga pendidikan agama bisa bersaing dengan lembaga pendidikan umum. 

Lebih-lebih dengan adanya sokongan pembangunan dari Kemenag, sekolah keagamaan akan semakin baik.

"Sekarang ini, perguruan tinggi favorit banyak yang diisi lulusan MA. Artinya, lembaga pendidikan agama Islam juga punya daya saing tinggi asal dikelola dengan baik," ungkapnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sana, Kepala Kantor Kemenag Pati Imron menjelaskan, bahwa anggaran pembangunan Asrama MTsN 1 Pati berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2019 yang dikelola Kemenag RI.

"Semoga pembangunan asrama ini bisa menambah ghirah (semangat juang-red) kita untuk mengabdi melalui dunia pendidikan," harapnya. (ROI/humas)
Share:

Jumat, 26 Juli 2019

Ancam Kesehatan Manusia, Sampah Plastik Kian Disorot Sekda

Targethukumonline. Pati - Isu pengelolaan sampah selalu mendapatkan perhatian serius dari Sekda Pati Suharyono. 

Sampah hayati dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Itu lantaran sebelum menjabat sebagai Sekda, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pati ini selalu getol memperjuangkan pengelolaan sampah di Kabupaten Pati.

Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suharyono dulu rutin mengantarkan Kabupaten Pati meraih Adipura bahkan Adipura Kencana melalui program unggulan pengelolaan sampah di TPA Sukoharjo Pati, Jum'at tgl (26/07/19).

Maka ketika hari ini DLH menggelar kegiatan Pungut Sampah sekaligus sosialisasi pengurangan sampah plastik, Suharyono amat antusias dan mendukung gerakan ini.

Itu lantaran ia pula yang selama ini getol mendorong DLH untuk segera menuntaskan rancangan Peraturan Bupati tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

"Alhamdulillah, rancangan Perbup tersebut telah ditandatangani menjadi Perbup Nomer 33 tahun 2019", ujarnya saat diwawancarai Tim Liputan Humas Setda pagi tadi.

Kerisauan Sekda soal sampah plastik bukan tanpa alasan. Selain sampah plastik mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan, sampah jenis ini juga bisa menjadi ancaman manusia.  

Apalagi sampah plastik baru dapat mulai terurai paling tidak setelah 20 tahun di dalam tanah. Dan jika kantong plastik itu berada di air, akan lebih sulit lagi terurai.

"Selain jadi penyebab banjir, partikel plastik yang berasal dari sampah plastik secara tidak sengaja bisa dikonsumsi hewan laut. 

Dan ketika hewan tersebut makan, dan partikel plastik ini tidak dapat dicerna ikan. Racun yang terdapat dalam partikel plastik otomatis akan masuk ke dalam tubuh kita jika kita mengkonsumsi ikan tersebut", jelasnya.

Menurut Sekda, selain pihaknya berjuang melalui penyusunan regulasi, ia pun berkomitmen untuk terus mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk menerapkan strategi pengelolaan limbah sampah khususnya plastik di rumah masing-masing.

"Mari kita ajak masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada plastik. Banyak di antara kita yang sering menggunakan kantong plastik, sedotan, botol, gelas, dan lain-lain. 

Sebagai pengganti, masyarakat bisa membeli dan menggunakan tas yang dapat digunakan kembali dan minum tanpa menggunakan sedotan", imbuhnya.

Suharyono juga amat mengapresiasi komplek perumahan yang menyediakan bank sampah di mana warga setempat dapat menyerahkan sampah plastik dan semua sampah yang bisa didaur ulang kepada bank sampah dengan imbalan uang tunai.

Dengan begitu warga juga terlatih memisahkan sampah menjadi dua bagian yaitu sampah organik dan non-organik.

Sampah organik, lanjut Sekda, diubah menjadi kompos, sedangkan sampah non-organik dikirim ke pabrik-pabrik daur ulang dan dipisahkan menjadi 4 kategori yaitu plastik, kertas, botol, dan logam.

"Mendaur ulang sampah adalah cara yang paling layak dan efisien dalam mengatasi bertambahnya limbah plastik sehingga tercapailah ekonomi berkelanjutan", terang Sekda.

Pengalaman Suharyono soal sampah memang tak perlu diragukan.

Saat menjadi Kepala DPU, ia berhasil membangun kerja sama yang kompak dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) dalam pengelolaan sampah.

Kala itu Suharyono turut menyulap Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Sukoharjo, yang sebelumnya kumuh dan bau tak sedap, menjadi obyek wisata, arena hiburan satwa dan mainan anak. 

Pada awalnya, TPA Sukoharjo menangani  sampah dengan sistim Open Dumping. Yaitu sampah ditumpuk dan tidak ditutup.  

Lalu ditangani dengan sistim Control Landfield, yakni gundukan sampah ditutup dengan jeda waktu setiap dua hari sekali.

Penutupan sampah dimaksudkan supaya  mematikan perkembangan lalat dan menyalurkan gas.

Setelah menjadi Sekda, Suharyono pun terus mendukung DLH dan DPUTR untuk mengembangkan sistim Sanitary Landield. 

Sistem ini memasukkan sampah ke dalam lobang namun hanya sampah jenis organik atau yang terdiri dari daun saja.

Ketika masih menjabat sebagai Kepala DPUTR, Suharyono juga turut memperjuangkan miliaran rupiah dari APBN untuk Sanitary Landfiled TPA Sukoharjo.

Puncaknya keberadaan TPA Sukoharjo Pati sempat menjadi yang terbaik di pulau Jawa, karena berhasil mengalahkan pengelolaan sampah di Bandargebang Jakarta Timur. (ROI/humas)
Share:

Kamis, 25 Juli 2019

Pemkab Pati Akan Perbanyak Ruang Publik Untuk Anak

Targethukumonline. Pati - Usai dibuka oleh Sekda, Kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional yang berlangsung di Gedung Korpri Pati, mendapat kunjungan istimewa dari Bupati Pati Haryanto, Kamis tgl (25/07/19).

Peringatan hari anak Nasional menjadi refleksi jati diri Bangsa, anak merupakan pionir masa depan Bangsa.

Siang tadi, Bupati menyempatkan hadir usai menghadiri Pembukaan Jambore Satpol PP se-Jateng di Kawasan Agro Wisata Jollong.

Acara yang bertemakan "Kualitas Keluarga Penopang Perlindungan Anak" tersebut dihadiri pula oleh Sekda Pati, Ustad Wijayanto, Kepala Dinsos, PKK, Dharma Wanita dan perwakilan dari Forkompinda.

Menurut Bupati, penghargaan Kota Layak Anak yang telah beberapa kali didapat oleh Kabupaten Pati menunjukkan bahwa Pemkab sangat konsen dalam memberikan perlindungan anak dan hak-hak anak di Kabupaten Pati.

"Fasilitas-fasilitas publik akan terus kita penuh I dan kita tingkatkan seperti Alun-Alun juga, apabila sudah selesai pembangunanya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan anak-anak ataupun masyarakat umum, karena memang kita bangun Alun-Alun tersebut tujuannya adalah untuk fasilitas publik", jelas Haryanto.

Bupati dalam kesempatan itu, juga berpesan tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga.

"Penting sekali menjaga komunikasi suami kepada istri maupun komunikasi kepada anak begitu juga sebaliknya agar segala bentuk kekerasan terhadap anak tidak sampai terjadi", harap Bupati.

Di sela-sela acara tersebut, Bupati kemudian berkesempatan memberikan piala dan penghargaan kepada para pemenang beberapa perlombaan anak seperti lomba rebana, lomba poster dan lain-lain. (ROI/humas)
Share:

LKBH Jepara Hadiri Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Hukum OBH Se- Jawa Tengah

Targethukumonline. Semarang - Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Hukum Semester I Tahun Anggaran 2019 untuk OBH Se Jateng oleh Kantor wilayah kementerian hukum dan HAM Jawa Tengah Tahun 2019 Semarang, Kamis tgl (25/07/19).

Mr. Heni Purwadi SH & Dewa Putu Gede ketua Kanwil Jawa Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Tengah, Dewa Putu Gede, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan evaluasi dan pemantapan program ini, dan memberikan arahan terkait kerjasama antara Kanwil hukum dan Ham Jateng dengan OBH (organisasi bantuan hukum) se jawa tengah sebagai mitra dalam pelaksanaan bantuan hukum se jawa tengah. 

OBH sebagai penggerak organisasi bantuan hukum bagi masyarakat umum khususnya masyarakat yang kurang mampu, agar tetap mempunyai semangat.

Terkait dengan evaluasi kinerja, kakanwil berpesan agar setiap faktor yang menjadi kelemahan dalam pelaksanaan kinerja harus dipadukan agar keberhasilan yang dicapai bisa maksimal.

Pesan berikutnya terkait dengan pemantapan program kerja pada tahun 2019 agar dapat dipetakan dan dilaksanakan sesuai dengan program yang sudah direncanakan dan kita harus bekerja dengan aktif, terbuka, dan transparan.

Terkait konsultasi dan koordinasi harus terus dilakukan agar kinerja lebih maksimal dan jangan ragu ragu untuk komunikasi. 

Masalah OBH yang perlu di kaji adalah Penyerapan kurang maksimal, Rekening OBH masih ada yang keliru atau salah, OBH melaporkan perkara melebihi Pagu atau kontrak kerjasama (MOU).

OBH boleh mengajukan kerjasama untuk melakukan penyuluhan hukum dengan pihak terkait demi terlaksananya program penyuluhan hukum bagi masyarakat umum.

Saat Dikonfirmasi awak media Ketua LKBH Jepara, H. Heni Purwadi, SH sebagai anggota persatuan OBH se jawa tengah sekaligus mitra kanwil HUKUM dan HAM jawa tengah merasa terbantu dengan adanya kerjasama bantuan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu," tutupnya. ($.aries)
Share:

Pati Tuan Rumah Jambore Satpol PP Se - Jateng

Targethukumonline. Pati - Kabupaten Pati hari ini menjadi tuan rumah Jambore Satpol PP tingkat Provinsi Jateng. 

Jambore satpol PP Se- Jateng di agro wisata jollong Pati.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 25 Juli hingga 27 Juli 2019 di Agro Wisata Jollong Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati.

Jambore dibuka oleh Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono yang menjadi inspektur upacara mewakili Gubernur Jateng.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto hadir bersama Forkopimda Kabupaten Pati.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekda Provinsi Jateng menyatakan harapannya terkait pelaksanaan Jambore Satpol PP yang diikuti oleh perwakilan Satpol PP se-Jateng ini.

"Semoga kegiatan ini dapat menciptakan suasana gembira, guyub, rukun, penuh keakraban, perdamaian serta persatuan diantara para peserta",terang Sekda Provinsi Jateng.

Ia pun berharap Jambore ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan ketrampilan, skil maupun kemampuan serta mampu menanyakan kepekaan, kepedulian dan empati anggota Satpol PP.

Sri Puryono juga berharap Satpol PP dapat terus mempertahankan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Satpol PP saat ini harus semakin humanis dan profesional", ujarnya saat ditemui media.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto sebagai Kepala Daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kedatangan Sekda Provinsi Jateng.

Tak lupa ia pun menyampaikan apresiasinya kepada Kasatpol PP Provinsi Jateng atas dipilihnya Agro Wisata Jollong sebagai lokasi terlaksananya Jambore Satpol PP tingkat Jateng.

"Saya sungguh mengapresiasi bahwasanya Kabupaten Pati dipilih menjadi tuan rumah, dan panitia juga telah memilih Agro Wisata Jollong sebagai lokasi terselenggaranya Jambore ini", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Rabu, 24 Juli 2019

Bupati Haryanto : Jumlah Pengangguran Kabupaten Pati Terus Alami Penurunan

Targethukumonline. Pati - Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran khususnya di Kabupaten Pati ialah dengan setiap tahun menggelar Job Fair atau bursa kerja.

Gelar Job Fair & bursa kerja untuk kurangi angka penggangguran. 

Hal itu disampaikan oleh Bupati Pati Haryanto saat menghadiri pembukaan bursa kerja yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pati bersama dengan sejumlah unsur terkait, di UPTD BLK Pati, Rabu tgl (24/07/19).

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya seremonial belaka, karena bursa kerja ini memang terbukti dapat mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan-perusahaan pencari tenaga kerja", jelasnya.

Haryanto menyebut, sejak awak ia menjabat hingga kini memasuki periode kedua kepemimpinannya, tingkat pengangguran di Kabupaten Pati cenderung mengalami penurunan.

"Berdasarkan data yang ada, di tahun 2011, angka pengangguran masih diatas 10%, tahun 2012 masih berada di atas 9%. Kemudian 2013 turun menjadi 7,3%, tahun 2014 6,9%, tahun 2015 di angka 6,7%, dan di tahun 2016 juga mengalami sedikit penurunan", imbuhnya.

Sedangkan mulai tahun 2017 hingga tahun 2019  ini, lanjut Bupati, angka tingkat pengangguran turun drastis menjadi hanya 3,61%, masih lebih bagus ketimbang Jawa Tengah.

Hal ini, menurut Bupati lantaran program investasi. "Ini bukti bahwa upaya Pemkab dalam mengurangi tingkat pengangguran sangat tertata", ujarnya.

Kabupaten Pati hingga saat ini, menurut Haryanto banyak dilirik investor. 

"Ada yang sedang proses pembebasan lahan di Margorejo, prosesnya juga sudah 50% namun sudah ada kepastian yaitu garment tepatnya pembuatan jas.

Sedangkan di Batangan ada juga, yakni pabrik sepatu yang membutuhkan lahan 20 hektar, itu belum termasuk perusahaan-perusahaan kecil lainnya", lanjutnya.

Tak terasa semua investasi yang ada tersebut, lanjut Bupati, akhirnya berdampak pada penurunan angka pengangguran yang ada di Kabupaten Pati.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Pati Tri Haryama menyampaikan bahwa kegiatan bursa kerja yang digelar setiap tahunnya ini dilaksanakan sebagai upaya memfasilitasi para pencari kerja dalam mendapat pekerjaan.

"Berdasarkan data yang masuk di Disnaker Kabupaten Pati, jumlah pengangguran sampai dengan bulan Juli 2019, sebanyak 8.715 orang yang terdiri dari laki - laki sebanyak 5.301 orang dan perempuan sebanyak 3.414 orang", ungkapnya.

Dari data tersebut, lanjutnya, pengangguran SD sebesar 3,10%, SMP sebesar 2,12%, SMA sebesar 74,38%, dan perguruan tinggi sebesar 20,40%.

"Pada bursa kerja kali ini kami bekerjasama dengan 40 perusahaan yang menyediakan berbagai lowongan dengan berbagai klasifikasi pendidikan," tutupnya. (ROI/humas)
Share:

Selasa, 23 Juli 2019

Maktab JCH Pati, Satu Kilometer dari Masjidil Haram

Targethukumonline. Pati - Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Pati bakal mendapatkan kenyamanan lebih saat melaksanakan rangkaian ibadah di tanah suci. 

Jama'ah haji kabupaten Pati sesaat setelah berpamitan dengan Bupati Pati.

Mereka akan tinggal di maktab atau pemondokan yang berjarak satu kilometer dari Masjidil Haram.

Tahun ini maktab dibagi berdasarkan zonasi wilayah, berbeda dengan tahun lalu yang berdasarkan kloter.

Jawa Tengah-DIY akan berada di Jarwal, lokasi maktab ini, merupakan keuntungan bagi jemaah calon haji. 

Sebab Jarwal berjarak tak jauh dari Masjidil Haram, sehingga jemaah tak butuh waktu lama untuk menuju ke sana.

Hal itu terungkap saat Bupati Pati Haryanto melepas keberangkatan JCH kloter 60 pada Rabu dini hari (24/07/19).

Hadir pula dalam kesempatan itu, Sekda Pati Suharyono, dan juga Forkompimda Pati.

"Kemudian yang perlu kita perhatikan pula bahwa cuaca berbeda di Indonesia maupun juga di tanah suci. 

Tapi alhamdulillah maktab ditempati tidak jauh, hanya sekitar satu kilo dari Masjidil Haram sehingga tidak terlalu memakan waktu cukup lama saat akan akan melakukan aktivitas ibadah ", jelasnya.

Ia pun berharap para JCH dapat menerapkan materi bimbingan yang selama ini didapat dari masing-masing KBIH." 

Mudah-mudahan membantu dan menjadi arahan dalam menunaikan ibadah di tanah suci", lanjut Haryanto.

Bupati mendoakan agar para JCH dimudahkan perjalanannya mulai dari Kabupaten Pati hingga ke tanah suci. 

"Dan yang paling penting adalah Bapak/Ibu sekalian karena jumlah seluruh jamaah di seluruh dunia jutaan umat dan ibadah hajinya cenderung ke ibadah fisik kita harus bisa mengatur waktu dan pikiran", pinta Haryanto.

Sedangkan untuk keluarga, menurut Bupati, tidak perlu menjadi beban pikiran para jamaah, karena saat ini sudah ada alat komunikasi untuk bisa langsung berkomunikasi, baik itu lewat video call, WA,SMS dan lain-lain. 

"Insya Allah keluarga akan dijaga oleh Allah SWT, semoga di kloter 60 ini dari Pendopo ke Donohudan dan besok ke tanah suci dalam keadaan selamat, sehat dan juga bisa menunaikan rukun wajib dan sunnah haji dengan sempurna dan sekaligus dimudahkan urusannya oleh Allah SWT dan akhirnya nanti juga setelah selesai, sebanyak 1.084 jamaah bisa pulang kembali ke tanah air, tidak ada yang tertinggal  dengan menyandang predikat haji yang mabrur", harapnya.

Sementara itu, Ali Munfaat selaku ketua Kloter 60, dalam laporannya menyampaikan bahwa
Jumlah JCH di kloternya ialah sebanyak 352 jamaah dan akan berangkat menggunakan delapan armada bus. (ROI/humas)
Share:

Alhamdulillah, Malam Ini Pati Mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2019

Kab. Pati terima Award dari KPPPA.

Targethukumonline. Pati - Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Bupati Saiful Arifin dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Yohana Yembise pada malam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 di hotel Four Points, Makassar, Selasa malam (23/07/19).

Ketua Tim Evaluasi Penghargaan KLA 2019 sekaligus Deputi IV Tumbuh Kembang Anak, Lenny Rosalin dalam sambutannya mengungkapkan bahwa KLA diberikan setelah melewati penilaian komprehensif dengan dibantu oleh tim independen.

Penilaian dilakukan dengan mengedepankan revolusi industri 4.0, yaitu dengan menggunakan website.
KLA diukur melalui 24 indikator yang merupakan penjabaran dari 5 klaster substantif.

Menurut Wabup, penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2019 menjadi bukti meningkatnya perhatian Pemkab terhadap perkembangan anak di wilayah Kabupaten Pati.

Penilaian KLA tahun ini diawali oleh tahap evaluasi mandiri secara online atau mengevaluasi diri sendiri berdasarkan 24 indikator KLA dengan sekitar 430 item pertanyaan atau variabel evaluasi sejak April hingga Mei 2019. (ROI)
Share:

FGD Penguat Budaya dan Etika Politik Masyarakat Dengan Tema Etika Politik Berdasarkan Nilai Nilai Pancasila

Targethukumonline. Salatiga - Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, di Grand Wahid Hotel Salatiga Jalan Jenderal Sudirman No.2 Salatiga, Selasa tgl (23/07/19).

Dok/TH/Aries.

Dihadiri Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah yang di wakili oleh Kabid.Politik Dalam Negeri, Ibnu Kuncoro, SE.MM, Kesbangpol Kota Salatiga, Wiyono, Ketua LMMRI Prov Jateng, Gerad Joost Tewuh SH. SE. MSi.

Dosen USM dan Pembina Kode Etik Jurnalistik IPJT Jawa Tengah, Dr.Muhammad Junaidi, SH.MH,CLA, dan Sekjend Sekber Insan Pers Jawa Tengah, Mochammad Safik.

Dengan diikuti dari Ormas dan LSM Se - Jawa Tengah, seperti Lidik Krimsus RI, Bankom dan Mitra Kamtibmas Polres Semarang, PPM Kabupaten Semarang, Sekber IPJT Kabupaten Kendal, Lembaga Pers Mahasiswa Polinnes Semarang, PUK KSPSI Kota Semarang, Sekber IPJT Kabupaten Grobogan, Sekber IPJT Kota Semarang, FKPM Kota Salatiga, Sekber IPJT Magelang Raya, Sekber IPJT Kota Salatiga, Sekber IPJT Surakarta, Sekber IPJT Temanggung, Sekber IPJT Jepara, Sekber IPJT Sragen, LMP-I, Sekber IPJT Boyolali dan PWOI Kota Semarang, dengan moderator acara Mochammad Safik.

Dengan Narasumber, Kesbangpol Kota Salatiga, Wiyono, Ketua LMMRI Prov Jateng, Gerad George Tewuh. SH.SE.M.SI. Dosen USM dan Pembina Kode Etik Jurnalistik Sekber IPJT Jawa Tengah, Dr.Muhammad Junaidi, SH. MH, CLA.

Poin penting yang disampaikan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Kasubid pemilu pendidikan dan budaya politik, Sumanto, " Bahwa Acara FGD hari ini dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat berpolitik, berbangsa dan bernegara.

Sehingga dapat merangkul semua elemen seperti LSM, Ormas, Toga dan Toma. 

Diharapkan dengan banyaknya anggota atau elemen masyarakat yang berperan aktif dalam kegiatan ini bisa menyampaikan, menyuarakan atau menjadi virus-virus kebaikan demokrasi atau mengajak masyarakat yang lebih baik di lingkungan mereka.

"Dengan memberitakan fakta yang sebenarnya kita sudah ikut memerangi berita hoax, dan yang terpenting adalah kita mempunyai hak dan kewajiban dalam rangka menjaga keutuhan NKRI," ungkap sumanto selaku Kasubid pemilu pendidikan dan budaya politik, Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. ($.aries)
Share:

Senin, 22 Juli 2019

Berangkatkan Kloter 59, Bupati Haryanto Minta JCH Waspadai Perbedaan Suhu

Targethukumonline. Pati - Sejumlah 355 Jamaah Calon Haji (JCH) kloter 59 diberangkatkan Bupati Pati Haryanto di Halaman Setda Kabupaten Pati, Selasa pagi (23/07/19).

Bupati Haryanto melepas 355 Calon Haji di halaman Setda kabupaten Pati.

Bupati Pati bersama Forkopimda dan seluruh pengantar jamaah nampak memadati halaman Setda Pati untuk melepas JCH tersebut.

"Kita di sini mengantar keberangkatan jamaah haji kloter 59. Dan tadi sekitar pukul lima pagi juga telah kita berangkatkan kloter 58", jelas Bupati.

Haryanto berharap para JCH Pati dapat menjaga diri karena suhu di Indonesia dengan di Arab berbeda.

"Di sana lebih panas, saya harap ketua regu dan ketua rombongan dapat membantu rombongannya masing-masing karena di sana pakaiannya sama maka Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) harus bisa mendampingi rombongannya agar tidak tercecer", imbuhnya.

Dan Bupati berpesan kepada keluarga dan sanak saudara serta tetangga yang mengantar agar tidak perlu bersedih karena saat ini alat komunikasi sudah canggih.

"Bisa video call atau pakai whatsapp sehingga kita lebih mudah berkomunikasi dengan saudara yang sedang melaksanakan ibadah haji", lanjut Bupati.

Ia pun berharap seluruh jamaah calon haji yang tahun ini berjumlah 1084 orang dapat berangkat dan pulang dalam keadaan sehat dan selamat, sampai tanah air kembali dan menyandang predikat haji yang mabrur.

Sementara itu, Imam Zarkasi selaku ketua rombongan melaporkan bahwa jamaah haji yang berangkat pagi ini adalah kloter 59 yang terdiri atas 355 jamaah.

"Rinciannya 352 orang adalah jamaah sedangkan tiga orang lainnya adalah Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD)", jelasnya.

Kloter 59 ini diberangkatkan ke Donohudan lalu ke tanah suci dan akan kembali ke tanah air pada 4 September 2019.

"Kami meminta restu kepada Bupati Pati dan seluruh yang hadir agar dalam menjalankan ibadah senantiasa mendapatkan kelancaran dari mulai berangkat sampai pulang nanti diberikan keselamatan", imbuhnya.

JCH kloter 59 ini kemudian diberangkatkan ke Donohudan dengan menggunakan 8 bus. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto Lepas Keberangkatan Kloter Pertama JCH Pati

Targethukumonline. Pati - Rombongan pertama Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Pati yang tergabung dalam kloter SOC 58 Selasa pagi pukul 05.00 WIB dilepas.

Bupati Haryanto melepas keberangkatan haji kabupaten Pati.

Keberangkatan dilepas oleh Bupati Pati Haryanto, Sekda Pati Suharyono, Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto SIK, Perwakilan Pengadilan Negeri Pati, perwakilan dari Pengadilan Agama, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Pati, perwakilan dari DPRD Kabupaten Pati, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati.

"Jamaah Calon Haji patut bersukur kepada Tuhan YME karena ini adalah waktu  yang sudah ditunggu-tunggu cukup lama kurang lebih 7 sampai 8 tahun oleh warga Kabupaten Pati yang hendak menunaikan rukun Islam kelima ke tanah suci", terang Bupati.

Menurut Bupati, ibadah haji sebagian besar merupakan ibadah fisik karena yang akan dilakukan adalah kegiatan fisik, Rabu tgl (23/07/19).

Oleh karena itu, lanjut Haryanto, para jamaah calon haji hendaknya selalu menjaga kesehatan karena situasi di tanah air berbeda dengan situasi di Makkah Madinah.

"Yang tahu kondisi fisik tentunya para jemaah sendiri. Karena itu, masing-masing jama'ah harus bisa menjaga diri agar mampu mengikuti semua rangkaian ibadah", imbuhnya.

Kepada Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) serta
Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Haryanto berpesan untuk tidak mengurusi dirinya sendiri dan keluarganya, tapi bisa mengatur anggotanya, keluarga dan juga dirinya sendiri agar semua bisa mengikuti rangkaian ibadah dari awal sampai akhir di tanah suci", pesannya.

Yang terpenting, lanjut Bupati, pihaknya selalu mendoakan agar jamaah calin haji selalu diberi kesabaran, kekuatan dan kesehatan untuk dapat menikmati ibadah dengan khusuk dan tawaduk di tanah suci.

"Kepada para keluarga yang mengantar maupun yang ditinggal tidak perlu berkecil hati karena sekarang komunikasi lebih mudah untuk bisa update kabar keluarga yang berangkat haji, kita doakan saja agar semua diberi kekuatan, keselamatan dan selalu mendapat bimbingan dari Tuhan YME", imbuhnya.

Jumlah yang diberangkatkan pada kloter 58 ini ada sebanyak 324 orang yang terdiri atas 321 jamaah dan 3 TPHD, untuk kemudian secara resmi diserahkan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Donohudan dan selanjutnya diberangkatkan menuju ke tanah suci.

Jamaah Kloter 58 ini berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Moh Dahlan Pati (29), Permata Margoyoso (56), IPHI Wedarijaksa (31), IPHI Trangkil (29), An-Nur Kayen (75), IPHI Winong (57), IPHI Pucakwangi (28), dan IPHI Batangan (17).

Panitia menyiapkan 8 bus dan voorijder dari Polres dan CPM, serta satu unit ambulan. (ROI/humas)
Share:

Hilang Sejak Pagi, Seorang Nelayan Jepara Ditemukan Meninggal Dunia

Targethukumonline. Jepara - Krisna (28th), yang sehari - hari bekerja sebagai nelayan, warga desa Jambu Barat RT. 25 RW. 05 kecamatan Mlonggo Jepara di temukan sudah meninggal dunia setelah dinyatakan hilang sejak senin pagi, (22/07/19).

Dok/TH/Budi

Korban pagi itu seperti biasa pergi mengambil jebakan ikan di bagang  perairan Jambu. 

Namun rekannya sesama nelayan yang berada di sekitar melihat prahu korban berputar putar di sekitaran bagang . Saat di susul ternyata korban tidak ada di sana.

Setelah di laporkan ke pihak Polsek Jambu dan SAR kemudian laporan itu ditindak lanjuti dengan melakukan pencarian dibantu oleh masyarakat setempat di sekitaran lokasi. 

Pencarian tidak sia - sia karena senin siang korban berhasil ditemukan, namun diluar harapan semua, karena korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kemudian korban dibawa ke PUSKESMAS Mlonggo untuk dilakukan otopsi, setelah otopsi di puskesmas Mlonggo, Korban kemudian di serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. ($.budi)
Share:

Komunitas Sepeda Onthel Kebangsaan Bojonegoro Singgah di Pendopo Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menerima Rombongan Ngonthel Kebangsaan dari Bojonegoro Jatim  di Pendopo Kabupaten Pati, Senin tgl (22/07/19).

Rombongan Onthel Kebangsaan Bojonegoro yang akan menuju ke Istana Negara sesaat setelah singgah di pendopo kab. Pati.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Safari menuju Istana Negara Jakarta. Mereka hendak bertemu dengan Presiden Republik Indonesia guna menyampaikan "Pesan Kemerdekaan Bangsa dan Berdirinya NKRI” yang pernah disampaikan oleh Kyai moch Muchtar Mu’thi.

Kyai tersebut merupakan Dewan Pemrakarsa Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia.

Ketua Rombongan Ngonthel Kebangsaan yakni RM Kushartono  datang didampingi oleh Ketua DPD PCTAI Jateng Anas Untung Rosadi serta diikuti oleh sebanyak kurang lebih 30 orang.

Bupati Haryanto berpesan kepada seluruh peserta rombongan agar berhati - hati dan selalu menjaga keselamatan dan kesehatan selama perjalanan.

"Meski arus lalu lintas padat, namun kami mendoakan semoga perjalanan berjalan lancar sampai tujuan. 

Kita harus menghargai dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang baik karena kemerdekaan yang kita dapat bukanlah suatu hadiah tetapi melalui perjuangan", pesan Haryanto.

Bupati berharap misi dan tujuan rombongan yang akan bertemu Presiden dapat terwujud demi Indonesia yang lebih baik.

Rombongan bersepeda yang mengatasnamakan diri sebagai Panitia Safari Kebangsaan ini merupakan gabungan dari beberapa kelompok di antaranya 
Kelompok Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia, Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid), Kelompok Situs Persada Sukarno Kediri, dan Kelompok Green Star Nusantara Indonesia.

Rombongan bersepeda ini kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kota Kudus pada pukul 09.10 WIB dan berencana bermalam di Semarang serta akan melanjutkan perjalanan pada pagi harinya menuju Jakarta. (ROI/humas)
Share:

Minggu, 21 Juli 2019

Bupati Haryanto : Lindu Aji Diminta Ikut Sosialisasikan Kirab Boyongan Hari Jadi Kota Pati

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Lindu Aji Kabupaten Pati, Minggu (21/07/19) di GOR Pesantenan Pati.

Bupati Haryanto harapkan Lindu Aji dapat bersinergi dengan berbagai ormas yang ada di masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelantikan Pengurus DPC Lindu Aji Kabupaten Pati Amri Rois Anwar mengatakan bahwa jumlah pengurus DPC Lindu Aji berjumlah 29 orang, sedangkan seluruh anggotanya ada 195 orang se-kabupaten Pati.

Selain itu, Ketua Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini  juga dihadiri DPC Lindu Aji dari berbagai daerah.

Bupati Pati Haryanto saat diwawancarai usai acara pelantikan mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan selamat kepada DPC Lindu Aji Kabupaten Pati yang hari ini sudah dilantik DPD Lindu Aji Pusat.

"Dan semoga Ormas ini berjalan sesuai AD ART organisasi yang sudah ditetapkan. 

Serta dalam rangka implementasi di masyarakat tentunya dapat membantu kegiatan sosial kemasyarakatan yang  sudah tercantum di program kerjanya", ujarnya.

Haryanto yang hadir dengan Sekda Suharyono mengaku ikut mengayubagyo dan berharap agar  kepengurusan ini dapat bekerja dan bekerjasama dengan baik, baik dengan ormas yang lain maupun dengan pemerintah daerah.

Dan dikarenakan agenda Bupati yang padat, maka sambutan Bupati akhirnya diwakilkan kepada Sekda Pati Suharyono. 

Kemudian Bupati Haryanto meninggalkan acara tersebut untuk melanjutkan agenda  lainnya.

Sementara itu, Sekda Suharyono yang mewakili Bupati Pati, dalam sambutannya meminta kepada anggota Lindu Aji untuk menyampaikan bahwa anggota Lindu Aji untuk ikut serta dalam mensosialisasikan kirab boyongan kabupaten Pati ini agar dapat berlangsung meriah.

Dan dengan momentum pelantikan yang berbarengan dengan rentetan acara hari jadi kabupaten Pati ini, Sekda berharap Lindu Aji bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. (ROI/humas)
Share:

Sabtu, 20 Juli 2019

Kemeriahan Jepara Bertabur Bintang Bersama "KARNAVAL SCTV"

Targethukumonline. Jepara - Bertempat di Alun Alun jepara, SCTV hadirkan "Karnaval SCTV" lansung ditengah tengah masyarakat kota jepara dan sekitarnya, Sabtu tgl (20/07/19).

Dok/Targethukum.

Dalam program yang dikemas secara on-air maupun off air yang Mengusung konsep bertabur bintang, SCTV hadirkan sederet artis kenamaan tanah air.

Aktifitas acara dimulai hari sabtu, (20/7/19) sampai dengan minggu (21/7/19). Karnaval SCTV disiarkan pada sabtu pukul 14.30 WIB yang dimeriahkan oleh Caffeine, Fitri Carlina dan Republik.

Keesokan harinya pada hari minggu pagi  pukul 07.00 WIB  akan dihibur oleh aksi dari salah satu magician terbaik Indonesi, Limbad bersama dengan bintang lainnya diantaranya Radja, Duo Anggrek dan Gamma 1.

Sementara Lyla, Saykoji dan Uut Permatasari akan menghibur pada sorenya pada pukul 14.30 WIB.
Sedangkan host karnaval SCTV dijepara adalah Raffi Ahmad, Yuki Kato dan Andhika. 

Tidak hanya menghadirkan para musisi ternama, karnaval SCTV di Jepara kali ini terasa lebih istimewa, dengan hadirnya pemain pemain sinetron unggulan SCTV.

Diantara artis sinetron SCTV yang hadir adalah Aisyah Aqilah, Dinda Mahira, Athala, Rizky Billar, Zoe Jakaon, Esta Pramita, Dylan Carr, Dinda Kanyadewi, Mischa Chandrawinata serta Sheila Riven.
Selain kemeriahan diatas panggung, karnaval SCTV juga hadirkan serangkaian kegiatan offair sejak hari sabtu pagi, lokasi masih sama dialun alun jepara.

Acara offair dimulai pukul 07.00 WIB dengan sejumlah kegiatan lomba lomba menarik seperti lomba senam aerobik, lomba mewarnai serta aneka lomba lainnya, acara lomba semakin menarik karena juga bertabur hadiah.

Sementara sore harinya setelah acara panggung sore selesai dilanjutkan dengan pawai keliling kota jepara bersama artis. 

Tidak berhenti sampai disitu, kemeriahan masih akan dihadirkan SCTV hingga malam harinya.

Warga Jepara dapat kembali menonton film box office Indonesia  "YOWIS BEN"  yang akan diputar oleh SCTV. 

Seluruh rangkaian kegiatan Karnaval SCTV baik offair maupun on-air tidak dipungut biaya apaun, warga dapat hadir lansung secara gratis dan berkesempatan membawa pulang hadiah menarik.

Karnaval SCTV akan hadir juga di kota kota lainnya dengan menyuguhkan rangkaian acara panggung hiburan dan bertabur bintang.

Mr. Moh. Abrori Kabiro Jepara hadir dalam karnaval SCTV.

Dengan bertabur bintang bintang mulai dari musisi hingga para bintang sinetron unggulan SCTV.

Program ini bermaksud untuk berbagi kemeriahan dengan seluruh masyarakat jepara, sekaligus ajang bagi para artus SCTV untuk dapat menyapa langsung para penggemarnya dijepara.

Karnaval SCTV ini juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk melewatkan waktu berakhir pekan bersama keluarga, kata David Suwanto selaku Deputy Director Programing SCTV. ($.aries/Abrori)
Share:

Bupati Haryanto Serahkan Bantuan Pendidikan Baznas di SMPN 01 Kayen Pati

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri acara Penyerahan Bantuan Dana Pendidikan Baznas Kabupaten Pati tahun 2019 di SMPN 1 Kayen
Turut hadir dalam acara tersebut Camat Kayen, Polsek Kayen, Danramil Kayen dan Baznas Pati, Sabtu tgl (20/07/19).

Bantuan dana dari Baznas di serahkan ke 43 sekolah di kab. Pati.

Bupati Pati Haryanto mengatakan tujuan Baznas memang untuk menampung zakat maupun infak dari ASN.

Dalam realisasinya, lanjut Haryanto, dana yang telah terkumpul tersebut akan disalurkan untuk kepentingan sosial.

"Dana yang disalurkan untuk kepentingan sosial dari sebelum ramadhan hingga saat ini saja jumlahnya sudah banyak.

Untuk fakir miskin saja kemarin mencapai Rp 250 juta, sedangkan bulan sebelumnya dana produktif atau usaha sebesar Rp 300 juta, begitu juga dengan beasiswa", jelas Bupati.

Sehingga pada hari ini, lanjut Bupati, dana pendidikan disalurkan sebagai wujud perhatian dan bantuan untuk meringankan biaya pendidikan.

Tak lupa Haryanto berpesan agar apabila para penerima bantuan telah mendapat dana tersebut, ia  berharap agar dapat digunakan sebaik - baiknya.

"Per anak mendapat Rp 400 ribu, saya tadi berpesan agar dana tersebut digunakan untuk membeli buku ataupun kepentingan pendidikan yang lainnya", imbuhnya.

Meski anak - anak tersebut dipilih sekolah untuk mendapat bantuan, namun Bupati berharap para penerimanya tidak berkecil hati.

"Yang terpenting tetap semangat dan jangan berkecil hati fokus belajar terus. 

Jangan pikirkan hal yang lain kecuali sekolah dan yang terpenting adalah kalian semua harus mempunyai cita - cita.

Orang tua bekerja keras demi anaknya bisa sekolah, sebab orang tua berharap jangan sampai anak - anaknya meniru orang tuanya", tutur Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Imam Zarkasi mengatakan bahwa hari ini merupakan penyerahan dana bantuan yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan untuk eks Kawedanan Juwana dan Jakenan.

"Untuk hari ini yang mendapat bantuan ialah kecamatan Kayen sebanyak 15 sekolah, Kecamatan Tambakromo sebanyak 9 sekolah, kecamatan Gabus sebanyak 7 sekolah dan paling banyak adalah kecamatan Sukolilo sebanyak 12 sekolah", lanjutnya.

Jadi total keseluruhan adalah 43 sekolah yang mana masing - masing sekolah diwakili 5 orang anak. (ROI/humas)
Share:

Jumat, 19 Juli 2019

Anastasia Beta Terpilih Sebagai Duta Wisata Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Malam Final Duta Wisata Kabupaten Pati tahun 2019 berlangsung meriah. Bertempat di stadion Joyokusumo Pati, 10 pasang mas dan mbak finalis duta wisata unjuk kebolehan dan kemampuan, (20/07/19).

Anastasia Beta & Ahmad Sya'roni terpilih sebagai Duta Wisata kab. Pati.

Mereka tampil mempesona di hadapan juri dan seluruh forkopimda sarimbit beserta tamu undangan yang hadir di stadion Joyo Kusumo Pati.

Bupati Pati haryanto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan event tahunan ini. 

Dan ia berharap peserta yang terpilih nantinya benar-benar tanpa ada intervensi dari berbagai pihak dan duta wisata yang terpilih berwawasan luas sehingga mampu mempromosikan pariwisata di kabupaten Pati secara maksimal.

"Dan saya harap event ini tidak hanya seremonial saja, tetapi duta wisata nanti harus bisa memenuhi B4 yakni brain, beauty, behavior dan brave", tegas Haryanto.

Dan di akhir acara, terpilihlah Ahmad Sya'roni peserta dari perwakilan umum dan Anastasia Beta P peserta dari perwakilan SMA Negeri 1 Pati sebagai Duta Wisata Kabupaten Pati 2019 mengungguli 9 pasang finalis lainnya.

Event ini dihadiri oleh Forkopimda kabupaten Pati beserta istri dan dihadiri pula duta wisata dari kabupaten tetangga seperti Blora Kudus Jepara dan duta perwakilan Jawa Tengah. (ROI/humas)
Share:

Deputi Bidang Kajian Tri Widodo : Pati Barometer Inovasi Nasional

Targethukumonline. Pati - Kabupaten Pati digadang-gadang  menjadi barometer inovasi bukan hanya di Jawa Tengah, melainkan juga di Indonesia, Sabtu tgl (20/07/19).

Salut dan apresiasi atas pencapaian inovasi yang luar biasa saat ini.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara pada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang dalam pembukaan pameran inovasi kemarin diwakili oleh Tri Widodo Wahyu Utomo.

Dalam sambutannya pada pameran yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati tersebut, Tri Widodo menegaskan bahwa tidak banyak pemerintah daerah yang berhasil mewujudkan display program inovasi dalam waktu kurang dari satu tahun.

"Titik awalnya adalah saat penandatanganan MoU antara Bupati dan Kepala LAN tentang kerjasama penguatan kapasitas Pemkab Pati pada 21 Desember 2017, yang selanjutnya pada Desember 2018 dilakukan kegiatan drum-up, diagnosa, dan desain rencana inovasi.

Kemudian diikuti tahapan selanjutnya yakni display hasil inovasi yang dilaksanakan pada hari ini", jelasnya.

Menurut Tri Widodo, umumnya daerah lain butuh setidaknya satu tahun untuk bisa menyelesaikan program inovasinya, namun Kabupaten Pati sejak Desember 2018 sampai pameran hari ini ternyata hanya butuh waktu 7 bulan.

"Ini adalah capaian yang luar biasa", ujarnya.

Keunggulan Pati dalam hal inovasi tak berhenti sampai di sini saja. Tri Widodo juga mengapresiasi laporan Kepala Bappeda Pati Pujo Winarno, terkait pelaksanaan lomba inovasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah digelar Pemkab Pati sejak 2017.

"Selain itu sejak 2009 sudah diadakan ajang Krenova yang merupakan kompetisi inovasi antarmasyarakat dan bahkan pada 2017  Bupati Pati dinobatkan sebagai Bupati Pelopor Inovasi Tingkat Jawa Tengah", imbuhnya.

Menurut Tri Widodo, sampai di tahun 2018 pihaknya telah mendampingi 67 kabupaten/kota dan provinsi dalam program laboratorium inovasi, tetapi banyak diantaranya yang tidak sanggup menyelesaikan dan tidak sampai pada tahap pameran inovasi.

"Salah satu yang mampu menyelesaikan program inovasinya dengan baik adalah Kabupaten Pati. 

Maka, kami atas nama pribadi maupun LAN memberi apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya atas inisiatif dan karya Bapak Ibu sekalian di Kabupaten Pati ini," jelasnya.

Meskipun dinilai telah berhasil menuntaskan program inovasinya tahun ini, Tri Widodo berharap agar capaian Kabupaten Pati ini bukanlah terminal akhir melainkan hanya terminal antara. 

Menurutnya, masih banyak tantangan dan kebutuhan inovasi ke depan.

"Kalau sekarang mampu mewujudkan sekitar 100 gagasan inovasi, masa yang akan datang tantangannya adalah melanjutkan dan menemukan inovasi baru," tegasnya. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto Buka Pameran Inovasi Hasil Karya Pemuda 2019

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini membuka Acara Pameran Inovasi Hasil Karya Pemuda 2019 di Stadion Joyokusumo. Kegiatan ini dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 19 - 20 Juli 2019.

Bupati Pati apresiasi terhadap pameran inovasi pemuda.

Bupati Pati Haryanto yang hadir bersama dengan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati Suharyono juga Forkopimda menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini.

Bupati menyebut bahwa apa yang telah dirintis oleh para peserta pameran sudah cukup baik. 

Bahkan mungkin, daerah lain belum melaksanakan hal yang demikian.

"Oleh karena itu, hal semacam ini perlu kita kembangkan, mulai dari tokoh masyarakat, kalangan pemuda juga birokrasi.

Sebab, birokrasi ini berusaha menjadi teladan di masyarakat yang ujung - ujugnya nanti, implementasinya pun kembali ke masyarakat", ujar Bupati.

Sehingga untuk diketahui, lanjut Bupati, pihaknya menegaskan telah selangkah lebih maju dalam mengelola aplikasi.

Aplikasi tersebut merupakan inovasi yang dirintis oleh para OPD dalam rangka menunjang kinerja maupun pelayanan terhadap masyarakat.

"Dan dari aplikasi - aplikasi yang ada tersebut, kita implementasikan di lapangan. 

Kemudian hasil pelayanan yang terbaik berkat inovasi ini tentunya akan dirasakan oleh masyarakat", tegas Bupati.

Haryanto mengucapkan terima kasihnya atas dukungan dari kementerian dan Lembaga Administrasi Negara (LAN). 

Sebab menurut Bupati, tanpa adanya bimbingan maupun pelatihan - pelatihan yang selama ini digelar, tentunya Pemkab Pati tidak dapat menyelenggarakan acara seperti ini.

"Bagi para pemuda dari sejumlah sekolah yang selama ini telah mengikuti berbagai lomba inovasi bahkan ke tingkat internasional, kita ucapkan terima kasih. 

Sebab atas peran serta mereka, berhasil membawa prestasi dan dampak positif di daerah", terang Haryanto.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pati Pujo Winarno mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini ialah pembentukan laboratorium inovasi dalam rangka pengendalian inovasi dari OPD yang dilaksanakan melalui berbagai tahapan.


"Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN yaitu inovasi tata kelola pemerintahan serta upaya meningkatkan daya saing daerah", jelasnya.

Pameran inovasi tersebut, diikuti oleh berbagai unsur mulai dari pelajar, perguruan tinggi, kalangan pemuda, PKL, perbankan, masyarakat umum, serta UMKM yang total pesertanya mencapai 125.

"Kegiatan ini, diharapkan dapat menyebarluaskan dan mensosialisasikan hasil dari inovasi - inovasi yang tumbuh dan berkembang di OPD, Puskesmas, pelajar, mahasiswa, masyarakat, UMKM, dunia usaha, perbankan serta kepemudaan di Kabupaten Pati.

Oleh karena itu kegiatan yang kita kolaborasikan antara pameran Inovasi dan karya prestasi pemuda, semoga dapat mengembangkan inovasi di kabupaten Pati", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Letda Dewi Okta Pusparini, Peraih Penghargaan Anindya Wiratama Berkunjung ke Kodim Pati

Targethukumonline. Pati - Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.sos di dampingi Kasdim Mayor Inf Much. Sholikin S.Ag, M.Si dan perwira Staf menerima kunjungan Letda Cku Dewi Okta Pusparini peraih penghargaan Anindya Wiratama beserta orang tuanya di Makodim 0718 Pati Jln. Panglima Sudirman Pati, Jum'at tgl (19/07/19).

Fandim Pati sangat bangga dengan kedatangan Letda Cku Dewi Okta Puspasari.

Sementara itu, di ruangan, Letda Cku Dewi Okta Pusparini beserta orangtuanya disambut dengan bangga oleh Dandim beserta Stafnya, karena Taruni asal Desa kutaharjo Kabupaten Pati bisa menjadi lulusan terbaik dan meraih penghargaan Anindya Wiratama.

Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos menyampaikan pesan dan motivasi, tidak mudah untuk mendapatkan penghargaan Anindya Witratama, karena apa yang telah di dapat merupakan suatu kebanggaan khusus bagi Letda Cku Dewi Okta dan bagi warga Pati pada umumnya.

Semua yang telah diraih itu harus di pertahankan dan menjadi contoh yang baik untuk anggotanya, dan menjaga nama baik pribadi dan satuannya.

Lebih lanjut, Dandim berpesan kepada peraih penghargaan Anindya Wiratama sebagai bekal penugasan dalam menapaki masa depan dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” tegas Dandim.

Sementara itu, Letda Cku Dewi Okta beserta orang tuanya Pariyo dan Warih Siswini menyampaikan terima kasih kepada Dandim dan Perwira stafnya yang telah menyambut baik kedatangannya, ini akan menambah pengalaman baru dalam bertugas nantinya.

Menambahkan, saya sebagai orang tua hanya dapat bersyukur kepada Allah SWT atas semua karunia yang telah dilimpahkan kepada kami semua, semoga ini semua bisa dijadikan motivasi oleh adik-adiknya terutama anak-anak asli dari kabupaten Pati,” pungkasnya.

Dan kedepannya putra putri terbaik kabupaten Pati yang selama ini banyak menyumbangkan lulusan Catam, Bintara maupun Perwira terbaik bisa menjadi contoh suritauladan dalam memegang teguh Sapta Marga atau sumpah prajurit, demi ibu Pertiwi dan keutuhan NKRI. (ROI)
Share:

Kamis, 18 Juli 2019

Presiden Lepas Kontingen Gerakan Pramuka Untuk Ikuti Jambore Kepanduan Dunia XXIV di AS

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo secara resmi melepas kontingen Gerakan Pramuka Indonesia yang akan mengikuti Jambore Kepanduan Dunia XXIV di Virginia Barat, Amerika Serikat pada 22 Juli hingga 2 Agustus 2019 mendatang. Acara pelepasan ini digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 19 Juli 2019.

Lebih dari 150 negara ikuti jambore kepanduan di Virginia AS.

"Saya mengucapkan selamat kepada adik-adikku semuanya, serta kakak pembina yang mengawal kehadiran kontingen pramuka, bukan hanya sebagai wakil organisasi Indonesia, tetapi juga merupakan duta bangsa dan duta negara Republik Indonesia. 

Untuk membawa nama baik, membawa citra, membawa wajah Indonesia dan semangat keindonesiaan dalam Jambore Dunia XXIV di Amerika Serikat," kata Presiden dalam sambutannya.

Kepala Negara yang juga merupakan Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka, mendorong Gerakan Pramuka Indonesia untuk berperan aktif dalam aktivitas gerakan kepanduan dunia. 

Apalagi mengingat jumlah anggota Gerakan Pramuka Indonesia yang mencapai 25 juta orang, dari kurang lebih 50-an juta anggota kepanduan di seluruh dunia.

"Karena sesuai slogannya, para pramuka menciptakan dunia yang lebih baik. 

Slogan yang sejalan dengan visi dan misi negara kita untuk membangun persaudaraan universal dan menciptakan dunia yang lebih baik, yang damai, dan yang berkeadilan sosial," ujarnya.

Presiden berharap, selama mengikuti Jambore Kepanduan Dunia ini kontingen Indonesia dapat memberikan citra positif dengan bersikap ramah, sopan santun, berbudi pekerti luhur, dan siap menolong siapa pun yang memerlukan bantuan yang sejalan dengan kode kehormatan Gerakan Pramuka.

"Timbalah pengalaman, berjabatan di alam terbuka bersama anggota kepanduan dari negara-negara lain, jadikan itu bekal dalam membina jiwa kepemimpinan. 

Tingkatkan kemampuan untuk modal bagi pengembangan diri, bagi kemajuan gerakan kepanduan di Tanah Air maupun di masyarakat luas," tuturnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden berpesan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan disiplin supaya mendapatkan banyak pengetahuan baru untuk menambah pemahaman dan wawasan.

"Sehingga dapat membantu pembangunan berkelanjutan di Tanah Air demi kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia," tandasnya.

Dalam laporannya, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso menyampaikan kontingen Gerakan Pramuka Indonesia yang akan berangkat menuju Virginia Barat adalah sebanyak 80 orang. 

Jumlah itu terdiri atas 67 peserta yang berusia 14-17 tahun, ditambah para pimpinan kontingen dan pembina pendamping.

"Di sana kontingen Gerakan Pramuka akan bergabung bersama 45 ribu peserta dari lebih dari 150 negara di seluruh dunia," ujar Budi Waseso.

Perkemahannya sendiri akan dilaksanakan di The Summit Bechtel Family National Scout Reserve, bumi perkemahan milik kepanduan Amerika Serikat yang berada dalam taman nasional di negara bagian Virginia Barat. 

Jambore kepanduan sedunia tahun ini mengambil tema "Membuka Kunci Dunia" atau "Unlock a New World".

"Tema ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk membuka kunci kemampuan masing-masing sehingga kelak menjadi bekal bagi mereka di masa yang akan datang," tutur Budi Waseso. (ROI)
Share:

Desa Tanggulsari Menuju Finalis Desa Wisata Tingkat Provinsi

Targethukumonline. Pati - Terpilih menjadi salah satu finalis dalam lomba desa wisata tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kades Tunggulsari beserta jajaran serta pengelola Pantai Mina Mangrove hari ini bersilaturahmi ke Bupati Pati Haryanto.

Tanggulsari siap menuju destinasi wisata Nasional.

Adapun maksud dari silaturahmi ini ialah untuk meminta doa restu, arahan serta dukungan guna menghadapi lomba desa wisata.

Haryanto pun menyambut baik kedatangan mereka, Jum'at tgl (19/07/19).

Bupati menyampaikan bahwa lomba desa wisata ini, berbeda dengan kompetisi di bidang olahraga.

"Sebab, aspek - aspek yang dinilai ada banyak item, mulai dari konsep, kekompakan hingga semangat pengelola dalam meng-explore potensi desa", terang Bupati.

Diantara sekian banyak konten dalam Pantai Mina Mangrove, lanjut Bupati, salah satunya adalah budidaya Nila Salin.

Menurut Bupati, hal ini cocok sebab Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu merupakan salah satu desa yang tengah mengembangkan nila salin.

"Pantai Mina Mangrove ini bagus, sebab saat ini, banyak orang yang berlomba - lomba melakukan penghijauan di wilayah pantai.

Itu nanti disampaikan juga, apakah mangrovenya hanya sebagai penahan ombak, atau sudah benar - benar berfungsi sebagai bagian dari wisata?

Apakah sudah bernilai ekonomis apa belum? Itu jangan lupa disampaikan", himbau Bupati.

Layaknya Desa Talun, lanjut Bupati, yang telah mendapat SK tentang desa wisata, apabila nanti Desa Tunggulsari mendapat juara, jangan sampai berhenti di situ saja.

"Saya hanya bisa mendukung dan merestui, semoga dalam lomba nanti, menang dan mendapat juara. Ada dana desa itu digunakan untuk pengembangan.

Banyak spot selfie, apalagi di dekat pantai, wah pasti banyak orang suka", terang Haryanto.

Menurut Kades Tunggulsari Jarot Supriyanto, pantai wisata yang baru dibuka per tanggal 23 Juni 2019 ini dikenal masih sangat asri dan alami.

Jarot pun berterima kasih dan merasa bersemangat dengan wejangan dan arahan yang diberikan Bupati.

Dalam perlombaan yang akan di gelar di Semarang tersebut, Kades Tunggulsari mengaku akan membawa 50 orang mulai dari jajaran perangkat desa, PKK, karang taruna, kelompok mangrove serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"Di sana nanti kami akan membawa display ikan nila salin air asin. Selain itu, yang kami unggulkan adalah ikon Pati yakni ikan nila salin, bandeng inovasi dan mangrove", ungkap Jarot.

Ia menambahkan, 50 personil yang dibawanya tersebut, terbagi menjadi tim kesenian, tim stand, tim inti serta para suporter.

"Semoga dengan restu dan dukungan dari Bupati, serta usaha maksimal kami, semoga kami nanti mendapat juara 1", harapnya. (ROI/humas)
Share:

Soal Normalisasi, Bupati Haryanto Tegaskan Dukungannya Untuk BBWS

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati kembali menegaskan dukungannya untuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana yang akan melakukan normalisasi Sungai Juwana mulai dari jembatan lama hingga titik yang ditentukan.

Balai Besar Wilayah Sungai akan lakukan normalisasi sungai Juwana.

Hal itu dikemukakannya saat menghadiri rapat bersama Wakil Bupati, Sekda dan dinas terkait, hari ini, di Ruang Joyokusumo, Kamis tgl (18/07/19).

Dalam kesempatan itu, panitia rapat juga mengundang segenap pihak terkait seperti kepala desa setempat, tokoh masyarakat, perwakilan dari para pemilik kapal serta syahbandar.

"Tujuan kita mengundang unsur - unsur terkait adalah agar dalam pelaksanaannya nanti, dapat dikerjakan dengan lancar, mudah,  tanpa kendala di lapangan", harapnya.

Terkait bangkai - bangkai kapal yang tak terpakai, menurut Bupati, akan ada pihak yang bersedia membelinya. Bahkan, pihak tersebut pun mau mengangkat bangkai kapal dari perairan.

Terlebih, material kapal seperti kayu, besi dan seterusnya laku dijual.
"Oleh karena itu hal tersebut tidak menjadi persoalan. 

Apabila masih ada bangkai kapal yang tersisa, akan diangkat rekanan ketika tahap pengerjaan normalisasi sungai Juwana dimulai", terang Haryanto.

Tak hanya itu, imbuh Bupati, untuk kapal yang tidak aktif pun nantinya akan digeser yakni dengan bantuan Polairud, Syahbandar serta keamanan terpadu dan dari pihak desa.

Termasuk juga apabila terjadi permasalahan maupun kesulitan ketika pengerjaan di lapangan, Bupati Pati bersama Wakil Bupati Pati akan siap sedia membantu jika memang dibutuhkan.

"Kepada pemilik kapal bahwasanya mencari anggaran guna normalisasi sungai ini tidak mudah, mohon dukungannya serta jangan lupa untuk menghimbau kepada rekan - rekannya agar segala proses pelaksanaan normalisasi ini berjalan dengan baik. 

Sebab normalisasi ini dibutuhkan semua pihak, para petani, para nelayan dan pemilik kapal", ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, Ruhban Ruzziyatno menyampaikan bahwa dengan berbagai upaya dan setelah mendapat persetujuan dari menteri beserta DPR RI, pengerjaan normalisasi sungai Juwana akan terealisasi tahun ini.

"Dengan berbagai upaya juga kita alokasikan sebesar Rp 40 Milyar. Tapi ternyata dari pemenang lelang ini hanya di angka Rp 32 Milyar", ujarnya saat dikonfirmasi.

Sebetulnya apabila berbicara terkait penanganan Serang, Lusi, Juwana (Selina), menurut Ruhban, ini sudah masuk desain. 

Sehingga pada 2021 nanti, sudah akan tertangani semuanya, termasuk normalisasi Sungai Juwana.

"Sehingga nanti mulai dari Serang, Bendung Wilalung, hingga sungai Juwana ini tertangani dengan baik. 

Dan guna mengantisipasi banjir, tahun ini sudah kita upayakan Rp 32 milyar, dan tahun depan kita usulkan Rp 100 M, sehingga akan nyambung dan berkelanjutan", pungkasnya. (ROI/humas)
Share:

Bupati Haryanto : Senkom Mitra Polri Jangan Lebihi Kewenangan Aparat Penegak Hukum

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini membuka kegiatan Workshop Penguatan Kelembagaan Senkom Mitra Polri Kabupaten Pati, di Aula Pertemuan Sekretariat Senkom Desa Mustokoharjo Kecamatan Pati, Kamis tgl (18/07/19).

Senkom mempunyai peran sentral dalam hal keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Senkom merupakan sentra komunikasi Mitra Polri yang kerap hadir dalam kegiatan-kegiatan, baik itu peringatan-peringatan nasional maupun juga kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

"Terbukti bahwa setiap kali kita ada agenda hari-hari besar selalu hadir. 

Karena itu, adanya pembekalan workshop ini tidak berlebihan, karena Senkom memang sebagai Mitra Polri yang banyak membantu pemerintah ataupun Polri", terang Haryanto.

Bupati pun menghimbau agar peserta jangan hanya sekedar hadir, tapi tidak tahu apa tujuan dan kegunaan adanya workshop ini.

"Sama seperti halnya saya pakai baju apa, ada pangkatnya, ada tanda baiknya, kalau tidak tahu tugas pokok dan fungsi itu akan jadi persoalan. 

Adanya workshop atau pelatihan semacam ini, tujuannya agar kita punya bekal, paling tidak punya arah, jangan sampai nanti kita punya organisasi yang solid tapi tidak tahu fungsinya", ujarnya.

Yang terpenting, lanjut Bupati, jangan sampai melebihi kewenangan aparat penegak hukum.

"Jangan berbuat di luar tugas atau wewenang dari pada Senkom, sebab satu saja membuat kesalahan atau membuat persoalan, akan mencemari seluruhnya. Ibarat ada nila setitik merusak susu sebelanga. 

Karena ulah 1 atau 2 orang yang jelek pasti dikonotasikan satu jelek semuanya pasti jelek", tutur Bupati.

Ia pun berharap peran serta Senkom semakin meningkat dalam menambah kekuatan keamanan maupun juga menambah informasi yang ada di lapangan.

"Sehingga adanya informan-informan yang ada di lapangan ini, bisa memudahkan kita berkomunikasi atau menyelesaikan persoalan", harapnya.

Sementara itu, Moh Husen selaku ketua panitia menambahkan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan Kamtibmas, serta untuk mewujudkan partisipasi tentang pentingnya sinergi antara masyarakat dan Senkom Mitra Polri.

Selain itu menurut Husen, workshop ini merupakan pertemuan penting, guna mendapatkan informasi dan materi mengenai peran dan fungsi Kamtibmas di masyarakat melalui arahan Bupati Pati dan pencerahan dari para narasumber  Polres, Kodim, Kesbangpol dan BPBD.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Pati, Dandim 0718 Pati, perwakilan BPBD Kabupaten Pati, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Pati dan 125 anggota Senkom Kabupaten Pati, serta Ketua Senkom Provinsi Jateng. (ROI/humas)
Share:

Blog Archive