Kamis, 01 Agustus 2019

SSR TBC CARE Aisyiyah Pati Adakan Pengobatan Gratis Penyakit TBC

Targethukumonline. Pati - TBC adalah penyakit menular yang di sebabkan karena kuman mycobacterium tuberculosa, tanda dan gejala utama TBC adalah batuk lebih dari 2 minggu, dan di sertai dengan demam, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan serta berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktifitas.

Kepedulian SSR TBC CARE Aisyiyah dalam menangani pasien TBC.

TBC bukan penyakit turunan, guna – guna ataupun kutukan, TBC memang penyakit yang berbahaya dan mematikan namun bisa di sembuhkan, Kamis tgl (01/08/19).

Di tahun 2018 tercatat setiap 3 menit sekali ada 1 orang yang meninggal karena TBC di indonesia, bayangkan berapa orang yang meninggal dalam sebulan karena TBC.

Kita semua beresiko Terkena TBC karena penyakit ini tidak pandang bulu, baik dewasa, anak-anak ataupun lansia.

Karena Cara penularan TBC sangat cepat hanya melalui udara seseorang bisa tertular TBC.

SSR TBC Care di bawah naungan pimpinan daerah Aisyiyah Kab. Pati mendapat amanat dari Global Fund bekerja sama dengan Dinas kesehatan Kab. Pati untuk mengajak masyarakat bersama-sama berusaha memutus mata rantai virus TBC (Tuberculosis).

Dengan penjaringan terduga TBC sebanyak banyaknya menggunakan segala metode baik aktif maupun pasif, karena sebenarnya TBC bukan hanya PR dari permerintah dan ormas saja namun juga tanggung jawab kita semua.

Moh. Yasir Al imron selaku koordinator TBC care Aisyiyah Kab. Pati mengharapkan agar setiap 1 rumah ada yang paham tentang apa itu TBC, tanda dan gejala TBC serta bagaimana penangananya.

Lebih baik lagi jika setiap individu mengetahuinya, jadi ketika ada yang terkena tanda dan gejala TBC anggota keluarga tidak panik, karena pemeriksaan dan pengobatan TBC gratis di seluruh fasilitas kesehatan (fasyankes) baik itu puskesmas ataupun rumah sakit yang sudah menggunakan sistem DOTS (Directly Observed Treatment Shourtcourse).

Tercatat di tahun 2017 ada sekitar 1100 penderita TBC di temukan di Pati dan 1400 kasus di tahun 2018, serta tahun 2019 Semester 1 dari bulan januari - Juni ini sudah ada skitar 1000 penderita yang tercatat, dari target 3000 penderita yang harus di temukan oleh kementrian kesehatan, jadi masih ada ratusan penderita TBC yang belum di temukan artinya banyak sekali penderita dan kuman TBC yang berkeliaran disekitar kita.

Fenomena gunung es ini menjadi perhatian khusus untuk warga dan masyarakat Pati semua.

Padahal di tahun 2028 Pati berani mencanangkan bisa eliminasi TBC dan di tahun 2050 indonesia bisa bebas dari TBC, maka dari itu mari bersama-sama kita kenali dan deteksi TBC sejak dini mulai dari diri sendiri, datang dan periksakan dahak anda ke puskesmas atau rumah sakit secara gratis, ayo sukseskan gerakan TOSS TBC (Temukan Obati Sampai Sembuh). (yasir)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive