Senin, 30 September 2019

Presiden Jokowi Bertemu Dengan Dua Serikat Pekerja di Istana Bogor

Targethukumonline. Bogor - Presiden Joko Widodo pada Senin, 30 September 2019, menggelar pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dengan pimpinan dua serikat pekerja. 

Kedua konfederasi serikat buruh & pekerja siap dukung  & komitmen dalam menjaga NKRI.

Keduanya ialah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Dalam pernyataan bersama selepas pertemuan, Presiden mengatakan bahwa pertemuan tersebut utamanya membicarakan soal upaya bersama untuk membangun iklim investasi yang lebih baik dan soal ketenagakerjaan.

"Saya baru saja bertemu, berdiskusi, dengan Bung Andi Gani dan Bung Said Iqbal dari Presiden KSPI dan Presiden KSPSI. 

Berdiskusi lama, berbincang-bincang lama, yang intinya kami membicarakan mengenai bagaimana kita membangun iklim investasi yang baik dan juga yang berkaitan dengan ketenagakerjaan," ujarnya.

Dua presiden serikat pekerja terbesar di Indonesia tersebut memberikan sejumlah usulan dan pandangan dalam dua topik yang dibicarakan. 

Kepala Negara mengatakan akan menampung usulan tersebut sambil menerangkan bahwa usulan - usulan yang telah disampaikan keduanya merupakan usulan yang baik dan membangun.

"Saya kira semuanya kita tampung sebagai sebuah usulan yang baik," ucapnya.

Andi Gani, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa baik KSPSI maupun KSPI telah berdiskusi dengan Presiden dan menyampaikan aspirasinya soal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Kami berdiskusi cukup panjang dengan Bapak Presiden yang intinya kami meminta pemerintah untuk bersama-sama kami mengenai soal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan," ucapnya.

Selain soal UU Ketenagakerjaan, ketiganya juga berbicara mengenai revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 di mana berdasarkan keterangan yang disampaikan Said Iqbal, Presiden KSPI, pemerintah akan duduk bersama dengan para buruh untuk membicarakan hal itu.

"Nanti akan duduk tripartit membahas secara bersama-sama satu tim yang dibentuk mungkin oleh Bapak Presiden nanti atas instruksi beliau," kata Iqbal.

Lebih jauh, kedua presiden serikat pekerja tersebut juga bersama-sama menegaskan bahwa mereka mendukung penuh jalannya pemerintahan periode mendatang sesuai dengan konstitusi. 

Maka itu, mereka mengimbau para buruh di seluruh Indonesia untuk tidak terpancing dengan isu - isu yang dapat memperkeruh keadaan.

"Konfederasi buruh terbesar di Indonesia menegaskan dukungan kepada Bapak Jokowi dan jangan pernah ada tindakan-tindakan inkonstitusional, apalagi mempunyai rencana menggagalkan pelantikan presiden. 

Buruh akan tetap bersama menjaga konstitusi Indonesia dan kami akan tetap menjaga NKRI," ujar Andi Gani.

"Kami berharap setiap elemen yang ingin melakukan usulan ataupun gagasan yang berbeda yang diinginkan oleh kawan-kawan, lakukanlah secara konstitusi, hindari kekerasan, dan tidak menimbulkan kerugian bagi semua pihak, bagi semua rakyat," Said Iqbal melengkapi. (ROI)
Share:

Minggu, 29 September 2019

PT. Delta GRO Bersama Agen Tour Wisata Menjalin Kekompakan

Targethukumonline. Pati - Perusahaan PT Delta Gro Mulia Sejati Indonesia yang memproduksi obat - obatan tanaman untuk pertanian sering mengajak agen-agennya untuk berwisata sebagai wujud antara perusahaan dan agen adanya kerjasama yang baik dalam memasarkan produk-produk Delta Gro dan sebagai bonusnya maka seluruh agen-agen Delta Gro di ajak berwisata dan kali ini sudah yang ketiga kalinya Delta Gro mengajak semua agennya untuk berwisata bersama Biro Perjalanan Wisata Nirwana Tours, (30/09/19).

Bersama membangun negeri lewat produk handal dari PT. DELRA GRO & NIRWANA TOUR.

Dan wisata kali ini dengan tujuan bonbin Mangkang dan Pantai Cahaya Kendal rombongan terdiri dari 17 Bis dengan jumlah peserta 850 orang yang di tangani oleh Biro Perjalanan Nirwana Tours dari Winong Pati.

Setelah acara doa bersama tujuh belas bis berangkat menuju tujuan yang pertama yaitu menuju bonbin Mangkang perjalanan lumayan lancar meskipun di daerah Kaligawe sempat terjebak macet karena memang pada saat itu pas hari kerja dan waktunya berangkat bagi anak anak sekolah para pekerja.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam bis mulai memasuki kawasan wisata bonbin Mangkang setelah tiba di lokasi bonbin Mangkang maka para peserta wisata jalan - jalan menikmati pemandangan satwa-satwa yang ada di bonbin mangkang lumayan lengkap.

Juga koleksinya ada aneka jenis kera, harimau, singa, beruang, aneka jenis burung seperti merak, kasuari, jalak, aneka unggas dan juga gajah yang bisa di tunggangi, aneka permainan anak-anak juga ada seperti becak air, istana badut, kereta mini, mandi bola dan sebagainya.

Sedangkan untuk sarana outbond juga lumayan lengkap arena outbondnya terbilang murah disana kita bisa main jungkat - jungkit, ayunan, meniti Jembatan tali, berayun di monkey bar dan flying fox untuk flying fox sendiri ada dua macam khusus untuk anak-anak di area outbond dan khusus dewasa.

Dan yang mau menyeberangi danau wah lumayan menegangkan juga setelah puas di bonbin mangkang perjalanan di lanjutkan menuju pantai cahaya di kendal lokasi pertama yang dituju adalah mereka ingin segera nyebur ke kolam renang sebagian bahkan sudah benar-benar tidak sabar mereka nyemplung ke laut dan bermain pasir di bibir pantai tak peduli pakaian menjadi basah dan belepotan pasir namanya juga anak - anak saya saja senang bermain pasir di pantai untuk merintang waktu di lakukan foto-foto bersama.

Di arena kolam renang ada fasilitas kolam anak-anak, kolam dewasa dan kolam apung setelah menemani  anak-anak sebentar di kolam anak kami menuju ke kolam apung ingin tahu rasanya bisa mengapung dengan sendirinya beberapa teman kesulitan untuk mengapungkan badan mereka takut tenggelam karena tidak bisa berenang padahal itu tidak menjadi masalah yang di butuhkan agar tubuh bisa mengapung adalah perasaan rilek, lepas maka kita akan mengapung dengan sendirinya ingat mengapungnya tidak boleh lama-lama cukup sepuluh menit lalu kita di anjurkan untuk bilas kalau tidak bilas bagi yang berkulit sensitive bisa menyebabkan gatal karena air dalam kolam apung ini luar biasa asin.

Puas di kolam apung selanjutnya para peserta wisata berkeliling di kebun binatang mini ada aneka jenis kalkun, ikan, linsang ular, kukang dan beruang tapi sepertinya beruang kelaparan dia hendak meminta makanan anak-anak yang ada di dekatnya.
Usai dari kebun binatang mini para peserta wisata di giring ke panggung hiburan untuk menonton hiburan musik dangdut untuk menghibur para peserta wisata yang capek keliling - keliling menikmati semua wahana yang ada di lokasi wisata pantai cahaya suasana semakin seru dan ramai sebab para peserta wisata ada yang ikut bernyanyi untuk  ikut meramaikan acara hiburan tersebut dan untuk lebih seru lagi ada pembagian hadiah undian doorprise untuk semua peserta wisata setelah semua puas di hibur dan semua doorprise habis di bagikan maka semua peserta wisata waktunya untuk pulang dan Alhamdulilah semua rombongan peserta wisata Delta Gro selamat sampai rumah masing-masing," pungkas Sukwanto ketua rombongan wisata Delta Gro.

Pilar kebersamaan inilah yang mendasari semangat kekeluargaan antara para petani agen yang selalu konsisten memakai produk dari PT. Delta GRO, kompak dalam memanjakan para konsumen menjadikan Delta GRO dalam menjaga kwalitas produk selama ini. (EKO)
Share:

Pati Sport Tourism, Kenalkan Potensi Pati Dengan Event Lomba Lari

Targethukumonline. Pati - Event besar olahraga kembali digelar Pemerintah Kabupaten Pati. Kali ini Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata menggelar Pati Sport Tourism  yang bertempat di Pusat Kuliner Pati, (29/09/19).

Kopi cita rasa tinggi lewat produk UKM gelar berbagai event.

Event lomba lari yang diselenggarakan Minggu pagi ini ternyata dapat menarik perhatian dan partisipasi tidak hanya dari dalam daerah namun juga dari luar daerah.

Bupati Pati Haryanto yang tak mau ketinggalan mengikuti event ini menyampaikan ucapan terima kasihnya atas antusiasme para atlet dari luar daerah yang meramaikan event Pati Sport Tourism 2019.

"Event ini juga dalam rangka menyambut HUT ke 74 TNI. 

Selain itu juga untuk mempromosikan segala potensi yang ada di Kabupaten Pati", ujarnya.

Bupati menyebut, melalui event semacam ini juga sebagai media untuk mengenalkan Pusat Kuliner Pati kepada masyarakat, potensi wisata serta potensi lainnya yang ada.

"Tak hanya itu, semoga di HUT ke 74 TNI, tentara semakin jaya, semakin kuat serta selalu menjadi garda terdepan dalam menaungi NKRI", tegasnya.

Kepala Dinporapar Kabupaten Pati yang diwakili oleh Kabid Keolahragaan Kardi menyampaikan bahwa jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri mencapai 1.000 orang yang terbagi menjadi dua kategori yaitu 5 Km dan 10 Km.

"Peserta yang ikut berpartisipasi berasal dari banyak daerah di Indonesia, ada dari Tulehu Maluku, NTT, Jawa Timur, Jakarta, Yogyakarta, Lampung, berbagai daerah di Jawa Tengah", ungkapnya.

Ia mengungkapkan banyak atlet - atlet nasional yang ternyata ikut bertanding pada kegiatan tersebut. 

Sehingga, dalam pertandingan akan ada persaingan sengit dari para pelari untuk memperebutkan hadiah yang ada.

"Namun tidak usah khawatir, bagi semua peserta pun juga berkesempatan mendapatkan doorprise berupa Sepeda Motor, Almari Es, Sepeda, TV Led, dan masih banyak lagi", pungkasnya. (ROI)
Share:

Sabtu, 28 September 2019

Formades Jepara, Ngobrol Bareng Sambil Ngopi Batok Guna Satukan Pikiran Bangun Semangat Gotong Royong

Targethukumonline. Jepara - Forum Masyarakat Desa (Formades) Jepara, Sabtu sore diprakarsai Formades desa ngabul, mengadakan acara ngobrol bareng sambil minum kopi batok dengan tema "Bangun semangat gotong royong guna memajukan desa lebih independen".

Formades Jepara bermandiri, bersatu bersama membangun negeri.

Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Formades, Pengusaha dan Tokoh Pemuda serta Tokoh Masyarakat Desa ngabul, (29/09/19).

Pada kesempatan tersebut Ketua Utama Formades, Advokat H. Heni Purwadi, SH  mengungkapkan bahwa Tujuan Khusus Formades adalah "mewujudkan masyarakat yang kuat, damai sehingga desa menjadi sejahtera.

Selanjutnya mas Adhi panggilan akrab Ketua Formades mempertegas bahwa "Formades harus fokus pada penguatan karakteristik Desa yang tepat dan berusaha menginventarisasi semua masalah dan kebutuhan pokok masing - masing Desa secara sungguh - sungguh, terukur, terarah dan terus berkesinambungan.

Serta berusaha memaksimalkan sumber daya manusia di desa untuk mengembangkan seluruh potensi atau aset Desa yang potensial, Insya Allah masyarakat yang kuat, damai dan sejahtera akan segera dapat diwujudkan bersama dengan semangat gotong royong dan tolong menolong," imbuhnya.

Dan selanjutnya Gunawan, dalam sambutannya sebagai Ketua Formades Desa Ngabul berharap agar desa ngabul bisa menjadi poros utama atau satelit dari kabupaten jepara, sebab "maju dan berkembangnya suatu Negara berawal dari wilayah yang terkecil yaitu Desa, masyarakat desa yang cerdas, mandiri dan bersatu, akan memudahkan Pengembangan wilayah pedesaan, agar hidup masyarakat kita mampu meraih kesejahteraan dan kebahagiaan", tutupnya.

Peserta yang hadir dalam acara sebanyak 30 orang lebih dan perjalanan acara berlangsung santai yang diselingi canda tawa, bahkan para hadirin sangat antusias penuh perhatian, sejak acara awal hingga akhir.

Dan Acara tersebut di laksanakan pada Sabtu malam, di komplek wisata "Kampung Bali" di desa ngabul, yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB sampai 24.00 WIB, dan diakhiri dengan sesi tanya jawab masalah hukum, seputar visi dan misi Formades serta do'a bersama agar formades maju, bermanfaat dan berkembang. (Abrori)
Share:

Jumat, 27 September 2019

Haul Mbah Demang, Gelar Wayang Kulit Dalang Ki Tantut Sutanto, S.Sn

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menghadiri wayang kulit dalam Rangka Haul Mbah Demang Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana dengan dalang Ki Tantut Sutanto, S.Sn dari Klaten dengan lakon "Wibisono Tundung", Kamis malam.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan Dalang Ki Tantut Sutanto, S.Sn.

Dalam kesempatan ini Bupati Pati Haryanto mengatakan adanya pagelaran wayang ini untuk melestarikan kembali budaya Jawa dan memperkenalkannya kepada para muda-mudi, (27/09/19).

Tak lupa ia dan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, juga mendoakan agar adanya acara sedekah bumi ini hasil bumi di Desa Bakaran Kulon semakin melimpah.

"Di era zaman yang minim akan budaya Adi luhur ini selain sebagai pelestarian budaya, sudah menjadi keharusan masyarakat Jawa dalam menjaga budaya leluhurnya," tutur Bupati.

Menurut Bupati banyaknya warga yang ikut dan berpartisipasi menandakan masih adanya kemauan dalam menjaga budaya agar kedepannya lebih baik lagi. 

Bupati Pati Haryanto juga menitipkan pesan kepada masyarakat, terkait pesta demokrasi pilkades tanggal 21 Desember 2019.

Ia menekankan perbedaan pilihan adalah hal yang wajar. Namun ia mewanti- wanti agar masyarakat bisa menjaga situasi.

Dengan syarat calon kepala desa berjumlah minimal 2 dan maksimal 5. Bupati berpesan yang penting dalam pilkades adalah masyarakat dapat menjaga ketentraman, ketertiban dan keamanan.

"Mudah-mudahan pesta demokrasi ini hal biasa bagi masyarakat," ujarnya.

Tak lupa Bupati juga meminta maaf adanya perbaikan jalan.

"Memang agak terganggu, semoga akhir bulan nanti jalannya bisa selesai semua dan masyarakat bisa menikmati infrastruktur pembangunan jalan," tandasnya. (ROI)
Share:

Jelang Batas Akhir Revitalisasi, Bupati Haryanto Semakin Gencar Tinjau Alun Alun

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menegaskan, jelang batas akhir revitalisasi Alun - alun, akan sesering mungkin meninjau guna memastikan proses revitalisasi tersebut tuntas.

Revitalisasi alun alun akan dibuka secepatnya untuk umum.

"Sesering mungkin, akan meluangkan waktu untuk meninjau revitalisasi Alun - alun", ujarnya.

Hal ini disampaikan Bupati disaat meninjau kembali proyek revitalisasi Alun-alun Pati bersama Sekda, Kepala DPUTR, para Asisten, Kepala OPD dan Kabag Setda Kabupaten Pati, Jumat (27/09).

Terkait usai revitalisasi, Bupati menyampaikan bahwa rumput yang telah ditanam, bisa digunakan untuk umum.

Namun, pihaknya menunggu waktu yang tepat karena rumput yang ditanam bisa hidup dan tumbuh dengan bagus.

"Khawatirnya yaitu, nanti kalau rumputnya belum tumbuh sempurna malah bisa mati terinjak-injak", tegasnya.

Sementara itu, Sekda Pati Suharyono mengatakan bahwa peninjauan revitalisasi diusahakan hampir setiap hari mengingat batas waktu yang tinggal dua belas hari.

"Juga sesuai jadwal mereka yang mana pekan ini rumput akan selesai ditanam semua", ujarnya.

Setelah itu, lanjut Suharyono, langsung diteruskan dengan menyelesaikan finishing - finishing yang lainnya. 

Ia berharap bahwa revitalisasi ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

"Insya Allah selesai tepat waktu, apabila tidak selesai tepat waktu, itu sudah menjadi resiko bagi pemborong.

Sebab jika tidak selesai tepat waktu, pemborong akan terkena denda sembilan juta perhari", tegasnya.

Terkait progres, lanjut Sekda, pemborong mulai mempercepat penyelesaian revitalisasi, yaitu mulai tanaman - tanaman juga bagian - bagian yang lain.

"Jenis rumputnya adalah Zoysia matrella, kelebihannya yaitu, apabila perawatan dan pertumbuhannya belum selesai dan langsung digunakan, maka rumput akan cepat rusak dan mati.

Namun apabila dirawat dengan benar selagi masa perkembangan, maka hasilnya pun akan memuaskan", pungkasnya. (ROI)
Share:

Kejuaraan Tenis Meja Pati Open Terasa Seperti Kejuaraan Nasional

Targethukumonline. Pati - Banyaknya atlet luar daerah yang berdatangan di Kejuaraan Tenis Meja Pati Open 2019, membuat kompetisi ini terasa seperti di tingkat nasional, (27/09).

Kejuaraan tenis meja Pati Open 2019 dimeriahkan atlet atlet dari berbagai luar kota.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Pati Haryanto di acara Welcome Party Kejuaraan Tenis Meja Pati Open 2019 di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis malam.

Bupati pun menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada segenap atlet baik dari dalam maupun luar daerah yang turut serta meramaikan Kejuaraan Tenis Meja Pati Open 2019.

Bupati berharap dengan digelarnya kompetisi tahunan seperti ini, dapat memberikan semangat kepada para atlet dan binaan dari masing - masing klub maupun masing - masing daerah.

"Kita juga punya atlet senior, yaitu dari Kepala Distannak Pati. Sebab, setiap tahun pun kita menggelar kompetisi tenis meja antar OPD", ungkapnya.

Selain itu, Bupati menyebut bahwa digelarnya acara welcome party ini dimaksudkan untuk mengakrabkan para atlet, khususnya yang dari luar daerah.

Tak hanya itu, acara ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa di Pati masih ada kompetisi tenis meja.

"Ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada para atlet baik dari Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Jawa Barat serta DKI. 

Atlet itu tidak mementingkan nilai hadiah, sebab yang terpenting ialah masing - masing atlet dapat bertemu dengan atlet lainnya, berkompetisi dan berlaga", terang Haryanto.

Sementara itu, Sekretaris Dinporapar, Hari Muktio, selaku ketua panitia melaporkan bahwa ajang ini diikuti oleh sebanyak 414 atlet dari wilayah Jateng, Jatim, Jabar, DKI dan DIY.

Kompetisi ini dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 September 2019 di GOR Pesantenan Pati.

Ajang ini menurutnya bertujuan untuk mencari atlet berbakat dari Kabupaten Pati, sekaligus sebagai bahan evaluasi pembinaan atlet di Kabupaten Pati serta sebagai media untuk mengukur sejauh mana pembinaan atlet-atlet di lingkup regional Jawa Tengah bahkan nasional. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Dua Mahasiswa di Kendari

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi. 

Presiden Jokowi turut berdukacita atas meninggalnya Randy dan Muhammad Yusuf Kardawi.

Keduanya adalah mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, yang diketahui turut serta menyampaikan aspirasinya di DPRD Kendari.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya atas nama pemerintah menyampaikan dukacita yang mendalam dan berbelasungkawa yang mendalam atas meninggalnya ananda Randi dan ananda Yusuf Kardawi," ujar Presiden selepas melaksanakan ibadah salat Jumat di masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 27 September 2019.

Kepala Negara mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan keduanya diberikan ketabahan dan kesabaran atas peristiwa tersebut.

"Semoga apa yang diperjuangkan oleh ananda Randi dan ananda Yusuf Kardawi ini menjadi kebaikan bagi bangsa ini dan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi-Nya," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Kapolri untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut. 

Kepala Negara juga meminta kepolisian untuk memeriksa seluruh jajarannya yang saat itu bertugas di lokasi.

"Tidak ada perintah apapun dalam rangka demo ini untuk membawa senjata. Jadi, ini akan ada investigasi lebih lanjut," tuturnya.

Selain itu, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa penanganan terhadap setiap aksi demonstrasi oleh kepolisian harus dilakukan dengan cara-cara persuasif, terukur, dan tidak represif.

"Sudah saya sampaikan bahwa dalam menangani demo tidak represif. 

Karena berdemonstrasi ini kan menyampaikan mendapat dan itu dijamin oleh konstitusi," tandasnya. (ROI)
Share:

Kamis, 26 September 2019

Pimpinan Dewan Baru Rasa Lama DPRD Kab. Pati 2019 - 2024

Targethukumonline. Pati - Meski baru dilantik dan diambil sumpahnya hari ini, menurut Bupati Pati Haryanto, para pimpinan DPRD Pati bukanlah wajah-wajah baru.

Ucapan selamat Bupati Pati kepada Ketua DPRD kabupaten Pati periode 2019 - 2024.

Namun demikian, ia mengajak pimpinan dewan untuk me-refresh pemahaman terkait tugas dan fungsinya agar sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Pati dan pimpinan dewan beserta seluruh anggotanya semakin meningkat.

Hal itu dikemukakan Bupati dalam pidatonya saat menghadiri Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Pati Masa Jabatan 2019/2024, Rabu (25/9), di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pati.

"Sinergitas ini diperlukan dalam mengawal lahirnya peraturan daerah, produk-produk hukum lain, maupun dalam proses pengesahan APBD. Demikian juga dalam fungsi pengawasan yang ada pada dewan.

Hendaknya juga dapat dipergunakan secara arif dan bijaksana agar tercipta keharmonisan hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD", jelas Bupati.

Bila eksekutif dan legislatif hubungannya baik, lanjut Haryanto, yang akan merasakan juga masyarakat secara umum.

Menurut Haryanto, bagaimanapun juga DPRD memiliki tanggung jawab yang sama dengan kepala daerah, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.

Haryanto menyebut, sumpah dan janji yang terucap oleh pimpinan DPRD diharapkan menjadi komitmen yang dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas-tugas kedewanan.

"Hal ini penting, mengingat bahwa masyarakat menunggu realisasi janji-janji politik pada waktu kampanye", lanjut Bupati.

Di ruang rapat paripurna DPRD Pati, Ketua Pengadilan Negeri Pati Suwarno mengambil sumpah empat anggota dewan yang hari ini dikukuhkan sebagai ketua dan wakil ketua DPRD Pati.

Mereka ialah Ali Badrudin (Ketua), Joni Kurnianto (Wakil Ketua 1), Hardi (Wakil Ketua 2), dan Muhammadun (Wakil Ketua 3).

Bupati Pati Haryanto atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Pati pun menyampaikan ucapan selamat kepada ketua maupun para wakil ketua yang telah dikukuhkan.

"Sempat kita dipimpin oleh pimpinan sementara dalam kurun waktu satu bulan. Namun, alhamdulillah pada pagi sampai siang ini, pimpinan DPRD periode 2019-2024 telah disumpah dan dilantik oleh ketua pengadilan negeri Pati.

Semoga pimpinan dewan yang baru amanah dan membawa berkah untuk kita semua," ucap Haryanto.

Haryanto berharap, setelah pelantikan ini, pimpinan dewan beserta alat kelengkapan dewan dapat langsung menyelesaikan tugas-tugasnya.

Menurutnya, banyak tugas-tugas yang menanti. Di antaranya adalah pembahasan APBD tahun 2020, evaluasi SOTK, dan pembahasan Raperda tentang revisi RTRW.

"Selain itu juga pembahasan Raperda-Raperda lain yang sudah terprogram pada tahun 2019. 

Kami juga berharap agar semua program kerja pimpinan DPRD maupun anggota DPRD pada periode 2019-2024 nantinya juga selaras dengan rencana kerja pemerintah daerah yang telah tersusun dengan baik," tuturnya.

Dimas Thole Danu Tirto wajah baru anggota DPRD kab. Pati.

Ia berharap pelantikan ini jangan hanya dimaknai sebagai bentuk seremonial belaka melainkan merupakan janji yang tulus dan jujur atas tantangan ke depan dalam melaksanakan tugas-tugas pimpinan dewan dan seluruh anggotanya. (ROI)
Share:

Rabu, 25 September 2019

Lagi, Bupati Haryanto Tinjau Revitalisasi Alun Alun Pati

Targethukumonline. Pati - Mendekati batas akhir pengerjaan revitalisasi Alun-Alun, Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono, dan Kepala DPUTR Faisal, hari ini, kembali meninjau Pengerjaan Proyek Revitalisasi Alun-Alun Pati.

Alun-alun sudah ditanami rumput dalam tahap penyelesaian.

Bupati Pati saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa dibandingkan peninjauan yang pertama, kali ini sudah ada perkembangan, Rabu tgl (25/09/19).

"Kalau dulu kan belum ditanam rumput, nah kalau sekarang sudah ditanam rumput tapi belum selesai. Dan penataan taman juga sudah ada perubahan dan nanti kita tinggal ngejar waktu yang ada agar bisa diselesaikan.

Karena kalau tidak selesai bisa kena denda, karena kita maunya ya diserahkan itu dalam kondisi baik sesuai dengan spek selesai 100%", jelas Haryanto.

Dan setelah pihaknya meninjau untuk yang kedua kali, menurut Bupati sudah ada perubahan dari yang pertama.

"Kalau memenuhi arahan, saya kira tidak masalah dan kalau masalah tidak sesuai dengan spek itu tidak ada karena ini belum selesai 100%", imbuhnya.

Dan terkait setelah nanti selesai dan kapan akan dibuka untuk umum, menurut Bupati,  pihaknya akan menunggu waktu yang tepat karena rumput yang sekarang ini masih butuh waktu untuk bisa hidup dan tumbuh dengan bagus.

"Karena dikhawatirkan nanti kalau rumputnya belum tumbuh sempurna malah bisa mati terinjak-injak", pungkasnya. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi Lantik Wakil Gubernur Bengkulu

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo pada Rabu, 25 September 2019, melantik Wakil Gubernur Bengkulu sisa masa jabatan tahun 2016-2021 Dedy Ermansyah. 

Dedy Ermansyah di lantik sebagai wakil Gubernur Bengkulu.

Pelantikan tersebut berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 94/P Tahun 2019 tanggal 20 September 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Gubernur Bengkulu Sisa Masa Jabatan Tahun 2016 - 2021.

Acara pelantikan diawali dengan penyerahan petikan Surat Keputusan Presiden oleh Presiden Joko Widodo kepada calon wakil gubernur terpilih di Istana Merdeka.

Presiden dengan didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan calon Wakil Gubernur Bengkulu kemudian menggelar kirab dengan berjalan kaki menuju Istana Negara. 

Setelahnya, rangkaian acara berlanjut pada upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan.

"Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," demikian Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir. (ROI)
Share:

Selasa, 24 September 2019

Peringatan Hari Agraria, Bupati Apresiasi Kinerja BPN Dalam Program PTSL

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menghadiri Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2019 di Kantor BPN Pati, Selasa tgl (24/09/19).

Hari agraria apresiasi terhadap Badan Pertanahan Nasional.

Turut hadir Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, Kepala BPN Pati beserta staf dan para notaris se-kabupaten Pati dalam upacara ini.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, selaku kepala daerah berterima kasih kepada kepala BPN dan jajarannya yang telah berkontribusi dalam kepengurusan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) pada masyarakat Kabupaten Pati.

Bupati mengungkapkan, banyak masyarakat penerima program PTSL yang telah memberikan apresiasi.

Walaupun ada satu dua warga yang tidak puas itu, menurut Bupati merupakan hal yang wajar.

"Namum secara umum, bahwa program PTSL ini termasuk meringankan masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal melalui program reguler yang juga membutuhkan waktu lama," ungkapnya.

Haryanto menyebut bahwa pihak yang sering turun ke jalanlah yang sebenarnya mengetahui apa yang diterima masyarakat.

Rata - rata masyarakat mengungkapkan bahwa mereka bersyukur adanya program ini.

"Oleh karena itu saya mengajak segenap unsur dari LSM, media dan unsur lainnya agar dapat berpikir dengan jernih untuk membedakan mana program yang menguntungkan rakyat, mana yang merugikan dan mana yang pungutan liar," ujar Haryanto.

Untuk menyelesaikan dan menuntaskan program tersebut, lanjut Bupati, menggunakan tenaga manusia yang tentunya menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran.

Pihaknya mewakili desa - desa mengucapkan terima kasih atas adanya program ini. 

Sebab banyak desa yang meminta rekomendasi kepadanya untuk mendapat jatah PTSL.

"Otomatis ini masuk dalam perencanaan di tahun selanjutnya. 

Dan pada tahun 2023 hingga 2025, PTSL di Kabupaten Pati telah selesai," jelas Bupati.

Kepala BPN Pati Yoyok Hadi mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah yang telah mendukung program PTSL hingga mencapai target.

"Insya Allah, Pak Presiden sudah mulai membagi PTSL. Kita hanya menunggu instruksi dari BPN pusat.

Setelah itu kita juga akan mulai membagi untuk wilayah Kabupaten Pati," terang Yoyok.

Pihaknya bersyukur, program PTSL di Kabupaten Pati tahun 2019 telah selesai dan mencapai target.

"Harapannya kedepan nanti dalam pelayanan menjadi lebih efektif sebab akan diterapkan pelayanan model online.

Dan semoga di tahun 2020 mendapat kelancaran seperti tahun ini," pungkasnya. (ROI)
Share:

Polemik Loji Desa Langse Yang Beralih Fungsi Tidak Selaras Dengan UU Cagar Budaya

Targethukumonline. Pati - Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, Selasa tgl (24/09/19).

Loji Desa' Langse yang akan dijadikan retro dalam kolam renang.

Untuk melestarikan cagar budaya, negara bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.

Bahwa cagar budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk
melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya.

Dengan adanya perubahan paradigma pelestarian cagar budaya, diperlukan keseimbangan aspek ideologis, akademis, ekologis, dan ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih.

Mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Benda Cagar Budaya dapat berupa benda alam dan atau benda buatan manusia yang dimanfaatkan oleh manusia, serta sisa-sisa biota yang dapat dihubungkan dengan kegiatan manusia dan atau dapat dihubungkan dengan sejarah.

Setiap orang yang tanpa izin Menteri, gubernur atau bupati/wali kota, memisahkan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (2) dipidana, dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah).

Hal inilah yang mendasari Undang Undang no 11 tentang Cagar Budaya yang disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010 lalu.

Adapun loji yang keberadaannya ada di desa Langse kecamatan Margorejo kabupaten Pati sudah beralih fungsi dan sudah berpindah tangan kepada orang lain dan sudah diperjualbelikan.

Sedangkan Loji yang dekat dengan Gapura Desa kini direhap total menghabiskan dana ratusan juta rupiah yang akan dijadikan resto atau kolam renang.

Polemik ini yang akan mengaburkan arti sejarah itu sendiri, bahwa Loji yang pada zaman dahulu menjadi sentral kegiatan para administrator baik pejabat di lingkungan karesidenan Pati sebagai pusat pemerintahan pada saat itu.

Loji desa Langse yang sudah beralih fungsi dan berpindah tangan.

Bahkan keberadaan pabrik gula pertama di Loji Langse sebelum pindah ke PG Rendeng kudus sudah tidak ketahui keberadaannya tinggal puing dan sisa sisa sekarang yang seharusnya dirawat dan dilestarikan sesuai dengan kaidah UU no 11 THN 2010 (Undang Undang Cagar Budaya).

Ada apakah gerangan para pejabat teras Desa Langse sebagai pelaksana administrasi desa yang telah mengaburkan jejak sejarah Loji yang ada di desa Langse tersebut. (bersambung)
Share:

Senin, 23 September 2019

Bupati Haryanto Harapkan Anggota DPR RI Bantu Lancarkan Normalisasi Sungai Juwana

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati bersama forkopimda menghadiri pagelaran wayang kulit tasyakuran Anggota DPR RI terpilih Sudewo di Alun-alun Kayen, minggu malam. (23/09/19).

Bersama Ki Seno Nugroho & Sudewo anggota DPR RI dari fraksi partai Gerindra.

Bupati mengatakan terpilihnya kembali Sudewo menjadi anggota DPR RI menjadi berkah tersendiri, khususnya bagi masyarakat di daerah pemilihan.

Ia berharap Sudewo dapat menjaga amanah dan juga bisa membawa aspirasi masyarakat di wilayah Kabupaten Pati, Rembang, Blora dan Grobogan.

Ia mengungkapkan, menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Pati karena cukup banyak anggota DPR RI yang terpilih dari dapil III.

Menurut Bupati, hal ini bisa menjadi luar biasa apabila tiap anggota di masing-masing komisi membawa programnya ke dapil III.

"Mudah-mudahan apa yang dijanjikan beliau benar adanya nanti bisa membawa manfaat kepada kemajuan daerah wilayah dapil III Pati, Blora, Grobogan dan Rembang.

Karena biasanya kalau sering memberikan program-program kepada masyarakat tidak akan kemana-mana dan bisa terpilih lagi," ujar Bupati.

Di kesempatan itu Bupati menyampaikan harapan khususnya untuk sungai Juwana.
 
Dimana tahun ini sudah mendapatkan program 50 juta yang telah dilaksanakan normalisasi di hilir baru di hulu. 

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi banjir jika normalisasi langsung ke hulu.

"Dan InsyaAllah tahun 2020 sudah terprogram 150 miliar karena kemarin kami diundang oleh menteri, mudah-mudahan Bapak Sadewo bisa menambah lagi," harap Bupati.

Dengan terpilihnya Sudewo bersama para anggota DPR RI dari Dapil III, Bupati menaruh harapan agar kekuatan anggota dari DPR RI dapil III juga semakin bertambah.

"Kendati tidak berada dalam satu komisi bahkan mungkin bisa di banggar, sehingga bisa membantu kelancaran program-program yang ada," ujar Bupati.

Di akhir sambutannya Bupati mengajak seluruh masyarakat tetap menjalin persaudaraan dan kebersamaan pasca pemilu.

"Kita sudah selesai kompetisi harus merawat kebersamaan.

Tentunya dengan membangun kebersamaan demi Indonesia yang kita cintai kalau kita tidak bisa merawat kemudian dan menjadi celah-celah untuk perpisahan akhirnya malah menjadi persoalan.

Mari kita dukung pemerintahan yang sudah terpilih," tandas Bupati. (ROI)
Share:

Minggu, 22 September 2019

Bupati Haryanto Buka Kejuaraan Tenis Yunior Pelti Pati Open 2019

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto beserta Wakil Bupati Pati dan Forkopimda Pati serta Ketua Pelti Pati, Senin pagi menghadiri kegiatan Pembukaan Kejuaraan Tenis Yunior Pelti Pati Open 2019 di Lapangan Tenis eks-Karesidenan Pati, (23/09/19).

122 peserta ikuti kejurnas Tenis Yunior Pati Open 2019.

Bupati Pati saat membuka kejuaraan ini menyampaikan bahwa ucapan terima kasih dan selamat datang kepada para atlet dan official serta keluarga atlet baik dari propinsi Jawa tengah maupun luar propinsi.

"Event seperti ini tidak hanya kali ini di kabupaten Pati, sudah beberapa setelah kemarin Bupati Cup dan juga event-event di tingkat kecamatan seperti di Margoyoso, Juwana, Kayen, Tambakromo dan lainnya", imbuhnya.

Kejuaraan ini lanjut Haryanto, juga sebagai penyemangat guna memotivasi bibit-bibit atlet yunior di Kabupaten Pati. "Karena mereka bisa sparing dengan atlet dari berbagai daerah", lanjutnya.

Dan menurut Bupati, menang kalah  tidak menjadi tujuan utama, karena tujuan utamanya adalah bisa berlatih dan menambah pengalaman.

"Karena tanpa berlatih dengan keras dan tekun tentu saja kita tidak bisa juara. 

Dan kalaupun belum juara, kita bisa mengevaluasi kekurangan kita dengan event2 seperti ini. 

Mudah-mudahan dengan ridho Allah SWT event ini sukses dari awal sampai akhir", harap Bupati.

Sementara itu, Ponco Sugiharto selaku panitia melaporkan bahwa kejuaraan tenis yunior Pelti Pati Open 2019 ini bertujuan untuk dapat menambah pengalaman bertanding bagi atlet Pati.

"Kejuaraan ini diikuti oleh atlet dari berbagai kota di Indonesia seperti Palembang, Surabaya, Depok, Sidoharjo, Lamongan,Tegal, Sukoharjo, Sragen, Salatiga, Semarang, Wonogiri, Temanggung, Tangerang Selatan, Blora, Madiun, Kudus dan Pati sebagai tuan rumah.

"Dengan jumlah total peserta sebanyak 122 peserta yang terdiri atas kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun, baik putra maupun putri", imbuhnya.

Kejuaraan ini dijadwalkan akan berlangsung mulai Senin sampai Minggu tanggal 23-29 September 2019 di lapangan tenis eks-Karesidenan Pati, Lapangan Tenis SMA 1 Pati dan Lapangan Tenis Indoor Stadion Joyo Kusumo", jelasnya.

Sedangkan biaya kegiatan ini, menurut Ponco, berasal dari Pemerintah Kabupaten Pati, Pelti Pati dan berbagai sponsor. (ROI)
Share:

Karya Bhakti Koramil 05 Mayong Dihadiri Oleh Dandim di Ponpes Balekambang Nalumsari Jepara

Targethukumonline. Jepara - Koramil 05 Mayong Kodim 0719 Jepara menyelenggarakan karya bakti bersama di Ponpes Balaikambang Desa Gemiring Lor Nalumsari pagi ini, (22/09/19)

Dalam rangka HUT TNI ke 74 Kodum 0719 Jepara lakukan karya bakti.


Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Arm Suharyanto, S.Sos secara pribadi hadir dalam acara tersebut.

Karya bakti dalam rangka Hari Ulang Tahun TNI Ke 74 ini, di ikuti oleh Danramil 05 Mayong Kapten Inf Nur Khamid, Pasi Inteldim Kapten Inf Mukholik, Pengasuh Ponpes Roudlatul Mubtadiin KH Ma'mun Abdullah Hadzik beserta ustad dan santri serta perangkat desa Gemiring Lor.

Dandim mengatakan, kepedulian dengan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. 

Untuk itu, pihaknya dalam menyambut Hari Ulang Tahun TNI ke 74, menyelenggarakan kerja bhakti bersama di Ponpes Roudlatul Mubtadiin. 

“Seperti kita tahu, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman”, ujarnya saat mengambil apel sebelum pelaksanaan karya bakti.

Dalam kehidupan sehari-hari, lanjut Dandim, Kedisiplinan merupakan hal yang sangat penting.

Dimana disiplin merupakan sikap mental seseorang yang mengandung kerelaan mematuhi, ketentuan, peraturan, dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab.

“Saya yakin dan percaya, adik-adik santri hidup dalam lingkungan Pondok Pesantren, sudah terbiasa akan kedisiplinan. 

Pak Babinsa tolong arahkan, kita bina adik-adik kita ini, siapa tahu ada yang berminat menjadi prajurit TNI”, imbuh Dandim.

Di akhir katanya, Dandim mengharapkan kerjasama dari seluruh adik-adik santri Ponpes Roudlatul Mubtadiin dalam melaksanakan karya bhakti.

“Kita disini menjadi satu, kami melaksanakan tugas dari dinas, adik-adik juga melaksanakan tugas dari pondok.

Harapan saya, dapat terjalin silturahmi dan kerjasama yang baik untuk memupuk persatuan dan kesatuan”, pungkas Dandim.($.aries)
Share:

Nurudin Mantan Kepala Desa Mindahan Kidul Batealit Jepara Terjerat Korupsi

Targethukumonline. Jepara - Pelaku korupsi dana bantuan ternak sapi Nurudin selaku mantan petinggi Mindahan Kidul Batealit ditangkap oleh pihak kepolisian kamis siang setelah dua Tahun buron melarikan diri ke malaysia, (22/09/19).

Nurudin tersangka kasus korupsi dana bantuan ternak sapi.

Pelaku Nurudin telah melanggar pasal 2 ayat 1 undang undang nomor 31 Tahun 1999 tetang tindak pidana korupsi sebagaimana telah ditambah dan diubah dengan undang undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan undang undang nomor 31 Tahun 1999 tentang  tindak pidana korupsi junto pasal 3 undang undang Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi beserta perubahannya.

Atas perbuatannya Nurudin mantan Kepala Desa Mindahan Kidul Batealit disangkakan 2 pasal yaitu pasal 2 dan 3, dengan ancaman minimal 4 tahun  dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Awal penangkapanya dari laporan masyarakat Tahun 2012, setelah itu ditindak lanjuti laporan tersebut dengan pemanggilan saksi saksi dan pihak pihak terkait untuk dimintai keterangan, hasil dari keterangan keterangan dan data data yang ada ternyata tersangka tidak bisa mempertanggung jawabkan laporannya.

Rencana Usaha kelompok yang dinamakan ruk, telah melakukan pembelian ternak sapi potong jantan sebanyak 8 ekor, tertulis satu sapi dihargai sebesar Rp. 8.500.000.

Total dari depan ekor sapi jantan sebesar Rp. 68.000.000,
kemudian pembelian sapi potong betina sebanyak 20 ekor, senilai @ Rp.7.500.000  jumlah total sapi potong betina sebesar Rp. 150.000.000.

Untuk sarana penunjang yang lain perbaikan dan peralatan kandang sebesar Rp.10.000.000,
Pengembangan pakan ternak sebanyak Rp. 5000.000,
Obat vitamin senilai Rp. 6.000.000, penanaman asimilasi buatan sebesar Rp. 7.000.000, administrasi pelaporan sebesar Rp. 4.000.000.

Total keseluruhannya sebesar Rp. 250.000.000 ;

Pada saat tim monitoring dari dinas yang meninjau kelokasi ternyata tidak sesuai dengan rincian laporan yang diberikan tersebut.

Terdapat sisa yang ternyata dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Jaksa Teguh selaku Kasipidum Pengadilan Negeri Jepara, proses pemanggilan saksi sudah dimintai keterangan dan hasilnya semua saksi mengatakan penggunaan uang sebesar 250.000.00 itu dipegang oleh Nurudin semua.

Sampai saat ini pelaku berada di rutan Jepara dan masih dilakukan pengembangan pemeriksaan atas kasus tersebut. ($.aries)
Share:

Dukung Atlet Muda Berprestasi, Safin Miliki Impian Dirikan Sekolah Atlet

Targethukumonline. Pati - Sebagai wujud nyata partisipasi dalam pembinaan atlet renang, Pemerintah Kabupaten Pati dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) menggandeng PRSI menggelar Kejuaraan Renang Bupati Cup Ke- 8 tahun 2019.

374 atlet renang ikuti kejurda piala Bupati Cup 2019.

Event ini dilaksanakan di kolam renang Ambang Margorejo Kecamatan Wedarijaksa, Minggu (22/09/19).

Wakil Bupati Saiful Arifin, hadir untuk membuka kegiatan ini dan didampingi Camat Wedarijaksa, Sekretaris Disdikbud, Dinporapar serta pengurus PRSI.

Wakil Bupati memberikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini, sebagai ajang kompetisi yang tidak sebatas menang kalah saja.

Ia pun mengajak para peserta dan panitia untuk menjunjung sportivitas, kejujuran dan kebanggaan Kabupaten Pati.

"Karena hanya dengan usaha yang maksimal menjadikan atlet- atlet kita meraih prestasi yang lebih tinggi lagi," ujar Safin.

Kepada orang tua dan atlet, Wakil Bupati berpesan agar jangan mempunyai pikiran bahwa menjadi seorang atlet tidak bisa mempunyai penghasilan yang mapan. 

Menurutnya, selain menjadi pegawai, TNI, Polri, pengusaha atau profesi lainnya, saat ini profesi atlet bisa menjamin masa depan.

Ia mengajak para atlet muda untuk giat berlatih  dan memiliki semangat untuk meraih cita cita dengan prestasi.

Wabup optimis, apabila prestasi diraih dengan baik maka secara otomatis rejeki akan mengikuti dengan sendirinya.

"Saya berangan - angan mempunyai sekolah yang fokus untuk prestasi olahraga, karena ini penting untuk mewadahi adik adik kita yang fokus di bidang olahraga," ungkap Safin.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembinaan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan dari pemerintah saja.

Untuk itu ia mengajak pihak swasta untuk bersama sama ikut berpartisipasi.

"Karena olahraga itu butuh fasilitas, seandanya saja beberapa perusahaan menjadi bapak asuh pembinaan salah satu cabang olahraga saja itu tentu luar biasa," tegas Safin.

Dalam laporannya Ketua Panitia Santosa menyampaikan bahwa peserta terdiri dari Pelajar dari TK, SD/ MI, SMP/ MTs, SMA/ SMK/ MA se Kabupaten Pati.

Adapun jumlah peserta secara keseluruhan sebanyak 374 peserta, yang terbagi dalam 5 kelompok umur. (ROI)
Share:

Sabtu, 21 September 2019

Kejuaraan Karate Cup Tingkat Pelajar 2019 di GOR Pesantenan Pati

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin menghadiri Pembukaan Kejuaraan Karate Pelajar Kabupaten Pati Bupati Cup tahun 2019 di GOR Pesantenan, Sabtu (21/09/19).

Karateka karateka kecil siap berlaga di kejurnas piala Bupati Cup 2019.

Turut hadir perwakilan dari Dinporapar, KONI dan seluruh jajaran panitia dan pengurus Forki Kabupaten Pati.

Wakil Bupati Saiful Arifin mengatakan Kabupaten Pati dari kejuaraan ini bisa mendapatkan bibit-bibit yang tentunya bisa dipertandingkan di tingkat yang lebih tinggi lagi baik itu di Porprov maupun di tingkat nasional.

Ia melihat dan mengikuti cabang olahraga karate ini adalah salah satu yang patut dibanggakan oleh Kabupaten Pati.

"Mari kita jaga terus dengan adanya pembinaan kontingen ini untuk mendapatkan bibit-bibit muda.

Kompetensi ini bisa memberikan satu gambaran, prestasi dan tentunya saya titip kepada wasit dinilai dengan sebaik-baiknya dan sportif," ujar Safin.

Safin mengungkapkan, pembinaan atlet- atlet muda bisa dilakukan dengan mendorong mereka berprestasi ini tanpa adanya intervensi dengan titip-titipan.

Menurutnya dalam olahraga penting untuk melatih sportivitas para atlet muda. 

Ia meyakini suatu negara yang berprestasi dalam olahraga pasti negara itu hebat pula.

"Itu yang perlu kita pegang pula, untuk mendidik anak-anak dengan kejujuran, sportivitas dan berusaha keras agar mendapatkan prestasi yang lebih baik," tegas Wabup.

Untuk itu ia berpesan pada pengurus karate, Dinporapar dan KONI agar membuat Pati menjadi bangga dengan prestasi olahraga.

Saiful Arifin juga mengajak untuk mencari bibit-bibit unggul agar bisa berlaga di Porprov tahun 2022.

"Dengan menjadikan atlet-atlet di tingkat pelajar ini tentunya bisa mendapatkan hasil dan mendapatkan juara-juara yang layak dan bisa di pertandingan di tingkat yang lebih tinggi," tegasnya.

Sementara itu Aris Ketua panitia mengatakan peserta adalah karateka pelajar dari sekolah se Kabupaten Pati dari taman kanak-kanak, SD/Madrasah, SMP, SMA/ Madrasah Aliyah dan SMK dengan jumlah peserta 247 dari 39 kontingen.

"Kejuaraan Ini mempertandingkan kata perorangan putra putri ,kata beregu putra putri dan komite perorangan putra putri," jelasnya. (ROI)
Share:

Peringati World Clean Up Day, Waduk Seloromo Jadi Sasaran Pungut Sampah

Targethukumonline. Pati - Gerakan pungut sampah bersama dalam rangka  memperingati Hari Sampah Sedunia (World Clean Up Day) dilaksanakan di Waduk Seloromo Gembong, Sabtu (21/09/19).

Hari sampah sedunia di harapkan masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini diikuti Bupati Pati, Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juwana, Kepala DPUTR, Kepala DLH, Camat, seluruh Kepala Desa se Kecamatan Gembong dan para pelajar.

Bupati Haryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa pungut sampah bersama ini untuk memberi contoh kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

Ia menyayangkan banyaknya masyarakat yang membuang sampah di sekitar rumah dan di sungai setiap hari. Kebiasaan tersebut, menurut Bupati akan berdampak saat waktu musim penghujan.

"Yang pertama kali kita akan mengalami kesulitan karena sungai penuh sampah, potongan ranting atau apa saja terutama potongan kasur yang dibuang di sungai dan akhirnya menjadi banjir.

Kalau sudah seperti itu biasanya yang disalahkan pemerintah dan Bupati," sesal Bupati.

Haryanto mengungkapkan, Pemkab Pati sudah menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan kontainer sampah, namun masih ada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

"Meskipun sudah ada kontainer, sering kali saya melihat masyarakat yang membuang sampahnya malah di sebelah kontainer," ujar Bupati.

Dengan kondisi yang demikian Bupati merasa prihatin. Oleh karena itu ia berharap kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial belaka. 

Paling penting, lanjut Bupati adalah kelangsungan untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.

"Jika perlu kepala desa bisa membuat peraturan desa bahwa kalau ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan diberikan sanksi," tegas Haryanto.

Bupati mengimbau kepada para kepala desa agar tidak mengesampingkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi dan sebagainya, namun perlu juga diperhatikan untuk pengelolaan sampah.

"Dana desa juga diperbolehkan dipakai untuk pengelolaan sampah atau BUMDes, bisa dialokasikan untuk membuat sarana prasarana dan sekaligus juga penanganan sampah," tandas Bupati. (ROI)
Share:

Jumat, 20 September 2019

Ratusan Masyarakat Desa Kalikalong Geruduk Rumah Kades Choirul Anam

Targethukumonline. Pati - Ratusan masyarakat Desa Kalikalong Kecamatan Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah (Jateng), Kamis (19/09/19) melakukan aksi penolakan pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). 

Aksi damai masyarakat desa Kalikalong.

Aksi penolakan masyarakat dengan mendatangi rumah Kepala Desa (Kades) Kalikalong Choirul Anam itu menganggap bahwa pembangunan Pamsimas tidak tepat sasaran dan dilaksanakan dengan tahapan yang tidak sesuai prosedur.

Masyarakat yang aksi mendatangi rumah Kades dengan membawa mobil dilengkapi dengan sound sistem, bendera merah putih dan spanduk yang bertuliskan Demo 1919 tolak program Pamsimas Desa kalikalong dan Tolak Pamsimas jangan bebani Rakyat dengan uang lagi.

Dalam aksinya, masyarakat mandesak kepada Kades agar jangan sewenang wenang memaksakan program Pamsimas, sebab wilayah desa kalikalong dianggap masih cukup air bersih dan tidak terkontaminasi.

"Program pemerintah hakikatnya adalah baik tapi bila dilaksanakan dengan tahapan yang tidak baik maka ujungnya akan timbul permasalahan."Koar salah satu massa aksi.

Aksi sendiri selesai pukul 11.00 WIB, setelah ada mediasi dan ditanggapi Muspika dan Tim Pansimas di pendopo Kecamatan Tayu.

Dalam mediasi itu, Sunaryo, salah satu masyarakat Desa Kalikalong mengaku bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat adalah bentuk penyampaian pendapat dan aspirasi masyarakat yang dijamin Undang-undang. 

Program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah itu sangat baik, hanya saja apabila dilaksanakan dengan tahapan yang tidak baik dan tidak transparan maka ujungnya akan menimbulkan permasalahan,"Selama ini saya berusaha untuk menjaga kondusifitas desa kalikalong dengan meredam gejolak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai dengan tingkatan dan ketentuan hukum, tapi bila Kepala desa bersikeras dan sewenang wenang dengan tetap memaksakan melanjutkan program pamsimas yang masih jadi pertentangan, maka saya tidak bertanggung jawab bila masyarakat tidak terkendali," tegasnya.

Sementara Kades Kalikalong Choirul Anam menjelaskan, Program Pamsimas ini adalah kebijakan pemerintah kabupaten pati yang harus dilaksanakan, dan program Pansimas ini tidak mempunyai dampak apapun, terhadap lingkungan, justru mempunyai asas manfaat," sebagai pemerintah desa saya hanya bersikap adil berdiri di tengah tengah masyarakat, dan melanjutkan program pemerintah,"Kata Kades.

Ditempat yang sama, Tim Pamsimas Kabupaten Pati mengatakan, bahwa aksi protes yang disampaikan masyarakat ini akan disampaikan ke pemerintah kabupaten sebagai pemangku kebijakan untuk selanjutnya apakah dilanjutkan atau dihentikan. 

Pihak Pamsimas juga akan mendukung adanya penyampaian aspirasi ke tingkat DPRD, dan diharapkan untuk keputusan yang didapat bisa diterima semua pihak.

"Kami datang kesini sebagai bentuk  tangan pemerintah kabupaten untuk mencari tahu kebenaran tentang permasalahan Pamsimas di desa kalikalong yang masih terjadi perbedaan pendapat pro dan kontra, dan Pada dasarnya pelaksanaan mediasi ini  untuk mencari solusi sehingga permasalahan ini tidak berlarut larut," jelasnya. (Wiz)
Share:

Kinerja Pejabat Eselon II Pemkab Pati Dievaluasi

Targethukumonline. Pati - Dilaksanakan penilaian kompetensi dan evaluasi kinerja pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pati tahun 2019 di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati, Jum'at tgl (20/09/19).

Uji kompetensi pimpinan tinggi Pratama dilingkungan pemerintah kab. Pati.

Hadir dalam acara penilaian tersebut, Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, Sekda Pati, Kepala Bappeda Pati serta tim assesment dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Bupati Pati Haryanto dalam arahannya, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini bagi kepala OPD di Kabupaten Pati bukanlah hal yang asing lagi. 

Sebab, kegiatan seperti ini telah dilakukan berkali - kali. Baik tes JPT Pratama maupun uji evaluasi.

"Kalau kepala daerah itu kan diujinya setiap lima tahun sekali dan yang milih rakyat. 

Sedangkan kepala OPD, sama maksimal lima tahun namun melalui evaluasi dulu. Serta berdasarkan hasil assesment dan juga uji kompetensi yang telah dilakukan", ujar Bupati.

Sebanyak 14 kepala OPD mengikuti uji kompetensi tersebut.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) tahun ini bekerjasama dengan tim dari Undip Semarang.

"Ini juga berguna untuk mengetahui dimana kepala OPD bertugas, serta kinerjanya sudah tepat apa belum. 

Meskipun selama ini saya sudah menerima laporan - laporannya, namun ini dalam rangka mengetahui pekerjaan serta kemampuan maksimal mereka", tegasnya.

Bupati menyebut, dengan adanya kegiatan ini, pihaknya dapat mengetahui kompetensi para pejabat secara akurat.

Uji kompetensi ini juga sudah mendapat rekomendasi dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).

"Kalau di periode - periode terdahulu belum ada semacam ini, bisa langsung tunjuk. Namun sekarang berbeda, harus dimintakan rekomendasi dulu kepada KASN, serta dilaksanakan assesment. Jadi hasil dari pansel ini bagaimana", imbuhnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa jabatan tinggi pratama merupakan posisi untuk membantu tugas kepala daerah dalam merumuskan kebijakan. 

Oleh sebab itu harus benar - benar detail memahami.

"Kenapa, sebab kalau tidak demikian, program - program maupun visi misi dari kepala daerah tidak akan bisa tercapai", imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pansel, Sekda Pati, Suharyono menambahkan, uji kompetensi ini dilakukan selama dua hari, yaitu 20 - 21 September 2019.

Hari pertama dengan agenda evaluasi dan assesment, sementara hari kedua dilakukan tes wawancara.

"Untuk itu, Dekan Fisip Undip yang juga selaku ketua tim assesment agar dapat memberikan arahannya kepada para peserta uji kompetensi", pungkasnya. (ROI)
Share:

Kamis, 19 September 2019

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang Maju Dalam Balon Wakil Bupati

Targethukumonline. Pemalang - Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Bapak Gandung Guntoro SH yang akrab di panggil GEGE pada hari Kamis tanggal 19 September 2019 pukul 20.00 WIB.

Mr. Gadung Guntoro SH didampingi oleh istri tercinta.

Bersama jajarannya dari pengurus MPC, PAC sampai ke tingkat ranting serta ratusan Kader Pemuda Pancasila telah mendatangi kantor DPC PDIP kabupaten Pemalang.

Kedatangannya kali ini bertujuan mengambil formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati untuk periode tahun 2021 sampai dengan 2026. 

Kedatangan Bapak Gandung Guntoro SH di terima langsung oleh ketua DPC PDIP kabupaten Pemalang Bapak H. Junedi SE MH, sekretaris DPC PDIP bapak Agus Sukotjo beserta panitia penjaraingan Balon Bupati dan Wakil Bupati dari partai PDIP Kabupaten Pemalang.

Formulir pendaftaran di terima langsung oleh Bapak Gandung Guntoro SH dengan di dampingi oleh Istri tercintanya Ibu Arzia Rosyada.

Ratusan kader Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang memberikan dukungannya dengan pekikan atau yel yel khas Pemuda Pancasila penuh semangat dan saatnya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, Pemalang bersatu membangun negeri. (Tri)
Share:

Prosesi Salin Luwur dan Haul 395 Kanjeng Sunan Muria

Targethukumonline. Kudus - Suasana khusyuk terasa di Makam Sunan Muria yang terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. 

Prosesi pemasangan kain salin luwur sunan Muria.

Hari itu adalah  bertepatan dengan prosesi Salin Luwur dan Haul ke-395 Kanjeng Sunan Muria atau Syekh Raden Umar Sa'id. Sabtu, malam pukul 19.30 WIB.

Banyak warga berdatangan ke lokasi, guna ikut serta memperingati hari tersebut. 

Terpantau di lokasi, warga berdatangan sejak Sabtu hingga Minggu.

Mereka memenuhi tiap sudut jalan menuju makam, dalam Kegiatan haul dan buka luwur ini diadakan oleh Yayasan Masjid Makam Sunan Muria (YM2SM).

Kegiatan dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai daerah di Kudus dan sekitarnya. 

Serta dihadiri pula oleh Habib Muhammad bin Husein bin Anis Alhabsyi dari Solo, serta Habib Umar bin Ahmad Muthohar dari Semarang.

Acara sendiri dibuka dengan bacaan Alquran, tahlil, sambutan, selawat dan mauidoh khasanah, dan lainnya.

Ketua panitia Sukadi mengatakan, “kegiatan ini merupakan prosesi Salin Luwur dan Haul Sunan Muria yang ke-395. 

"Terima kasih kepada seluruh alim ulama, para kiai dan jamaah yang hadir di majlis pengajian dalam rangka Salin Luwur dan Haul Sunan Muria yang ke-395," kata Sukadi dalam sambutannya.

Acara ini lanjutnya, diadakan sejak bulan kemarin hingga sekarang. 

"Atas nama panitia, kami minta maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam menyelenggarakan acara ini," tambah dia.

"Semoga tawasul kita di makam Sunan Muria ini mudah-mudahan dikabulkan Allah SWT dan diberikan keselamatan, juga berkah rizkinya," ucapnya.

Habib Umar bin Ahmad Muthohar dalam ceramahnya mengingatkan agar masyarakat terus memuliakan para waliullah. 

"Memuliakan para wali itu akan mendapat keberkahan," imbuh dia.

Habib juga mengajak warga untuk tidak sekalipun merendahkan orang lain.

"Wali itu masih ada, akan tetapi di zaman sekarang ini wali itu tidak terlihat dan tidak ada yang membatasi siapa yang menjadi wali, makanya kita jangan sekali-kali merendahkan orang lain," tambahnya.

Kegiatan dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat, seperti Ketua YM2SM Abdul Manaf, KH Salman dari Colo, Perhimpunan Pemangku Makam Auliya (PPMA se-Jawa), hingga masyarakat Desa Colo dan sekitarnya.

Sementara itu, akses menuju lokasi terjadi kepadatan dibanding hari biasa, sebab jalan raya menuju Terminal Colo, terlihat tersendat.

Beberapa bus pengangkut peziarah terpaksa berhenti di tengah jalan. 

Sementara para penumpangnya tidak sedikit yang memilih berjalan kaki sembari mencari ojek sepeda motor.

Pantauan di lokasi, terjadi ketersendatan terjadi dari dua arah sehongga antrean kendaraan yang mengular mencapai sekitar 1 km.

Bus-bus peziarah tidak hanya berhenti di Terminal Colo, tapi banyak juga yang berhenti di tepi jalan.

Termasuk di depan rumah warga setempat.

Musrini, staf UPTD Pengelola Objek Wisata Colo saat disambangi menjelaskan,” hari ini terjadi kepadatan peziarah Makam Sunan Muria, karena kebetulan Haul Kanjeng Sunan Muria jatuh pada hari minggu,” katanya kepada media.

“Dia menerangkan pula, bahwa haul ini bertepatan pula dengan akhir pekan. 

Sehingga terjadi peningkatan pengunjung hampir 75 persen dari hari biasa.

"Yang tahun ini betulan jatuh pada Sabtu malam hingga Minggu, ada peningkatan hampir 75 persen dari hari biasa.

Kalau tahun kemarin, haulnya jatuh pada hari biasa sehingga peningkatannya cuma sekitar 40 persen. "Untuk hari Minggu ini kemungkinan peningkatan bisa sampai 100 persen," bebernya. (ROI)
Share:

Rabu, 18 September 2019

Suporter Ricuh Baku Hantam, Laga Persiku Kudus VS Persijap Jepara Dihentikan

Targethukumonline. Kudus - Tampak sepeda motor yang rusak akibat insinden kerusuhan suporter kedua tim Persiku vs Persija di Stadion Wergu Wetan Kudus Selasa Sore hari.

Ricuh suporter saling serang, pertandingan dihentikan.

Laga Persiku Kudus junior melawan Persijap Jepara junior piala Soeratin tahun 2019 di Stadion Wergu Wetan Kudus harus dihentikan. Hal ini terjadi karena adanya kerusuhan dua suporter.

Suporter kedua tim terlibat saling lempar batu di dalam area lapangan hijau. Akibat insiden itu pertandingan harus dihentikan pada menit ke-41.

Tidak saja di dalam lapangan, aksi saling serang suporter kedua tim berkembang hingga di luar stadion. Selasa (17/09) sore.

Kerusuhan antar suporter ini pun berlanjut dan melebar ke masyarakat di Kota Kudus. 

Sejumlah massa yang terlihat beratribut Persijap Jepara yang melintas di jalan raya langsung diadang dan diserang.

Sejumlah kendaraan yang diparkir di area stadion ikut dirusak oleh sekelompok massa suporter dari Persiku dan juga Persijap.

Belum pasti penyebab kedua suporter pada pertandingan derby muria itu harus terhenti karena ulah suporter,tampak juga lempar batu terjadi di pertandingan itu.

Dari informasi yang didapatkan, kerusuhan tidak terjadi hanya di dalam stadion saja. 

Namun juga kerusuhan terjadi hingga menjalar di luar Stadion Wergu Wetan Kudus. 

Saat di konfirmasi "Penyebab keributan belum kami ketahui, apa ada saling ejek, atau apa. 

Tiba-tiba yang terjadi saling lempar di dalam stadion hingga berkembang di luar Stadion," kata panitia pelaksana pertandingan Persiku Mustain, kepada awak media.

Bahkan dari video yang beredar sejumlah sepeda motor yang terpakir di luar stadion kena amukan suporter.

Selain itu, juga informasi yang didapatkan ada lima orang yang kini dirawat di rumah sakit daerah Kudus. 

Mereka merupakan suporter dari Kudus dan juga dari Jepara.

Suporter ricuh, laga pertandingan Persiku Kudus junior melawan Persijap Jepara junior piala Soeratin di hentikan pada menit ke - 41
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Mustain mengungkapkan, “pertandingan hari ini seyogyanya tidak ada suporter dari Jepara.

Hanya, ketika pertandingan akan dimulai informasi ada beberapa suporter dari Jepara yang ada di Stadion Wergu Wetan Kudus.

“Sebenarnya suporter dari Jepara ini tidak datang. Tapi kenyataannya informasinya ada beberapa yang datang kesini. 

Kalau Jepara datang kami koordinasi dengan pihak kepolisian. Kalau nanti ada suporter yang datang,” bebernya kepada awak media.

Menurutnya, ternyata ada banyak suporter dari Jepara yang datang ke stadion Wergu Wetan Kudus. 

Apalagi, kata dia jumlah suporter yang datang luar biasa. Selanjutnya pada menit ke-41 terjadi kerusuhan, sehingga pertandingan harus dihentikan.

Pertandingan masih kedudukan 0-0, harapan kita tetap Jawa Tengah yang jalanya hukumannya. 

Memang ini murni bukan kesalahan kami. Ini kami sangat disayangkan kerusuhan ini terjadi. Apalagi sebelumnya tidak ada koordinasi sebelumnya,” tandasnya. 

Sampai dengan Selasa malam, suasana mencekam masih terasa di jalan-jalan sekitar Kudus. 

Beberapa warga berusia remaja berdiri di pinggir jalan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan baik motor maupun mobil yang berplat nomor asal Jepara.

Kapolsek Kota AKP Muh Khoirul Naim membenarkan bahwa terjadi kericuhan antar-suporter kedua kesebelasan hingga mengakibatkan laga pertandingan dihentikan.

Akibat kericuhan tersebut, terdapat tiga suporter Persiku Kudus yang mengalami luka ringan. "Ketiganya hanya menjalani rawat jalan karena hanya luka ringan," ujarnya.

Suporter Persijap dipulangkan Selasa malam dengan mobil patroli polisi. (ROI)
Share:

Duel Satu Lawan Satu, Siswa SMP di Grobogan Tewas Terkapar

Targethukumonline. Grobogan - Dimas Angga Prasetya (13), siswa kelas VIII E SMPN 4 Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tewas, setelah duel dengan temannya sendiri.

Korban tewas setelah melakukan duel dengan temannya sendiri.

Saat ini, polisi telah menangkap pelaku yang merupakan siswa satu sekolah dengan korban. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kasus ini.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq menjelaskan, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku telah ditangkap hari ini, bukan pembunuhan tapi berantem,” katanya. 

Korban meninggal dunia waktu perjalanan ke rumah sakit," kata Choiron saat dikonfirmasi  via telepon, Selasa (17/09) malam.

Dia menerangkan dari keterangan yang dihimpun polisi, bahwa korban meninggal dunia bukan karena pengeroyokan.

Melainkan duel satu lawan satu dengan pelaku. "Sebenarnya ada yang bilang itu single-an (duel satu lawan satu). Cerita awalnya bermula dari saling ejek, dicegat terus berantem,” ungkapnya.

Lantaran berantem dan saling serang dan baku hantam, terus dia (Dimas) terjatuh dan terkapar terkena tendangan maupun pukulan, akhirnya dibantu sama orang lain, untuk dibawa ke rumah sakit, dan menghembuskan nafas terakhir setelah sampai ke rumah sakit dan sudah mendapat penanganan medis," ujarnya.

Dia memastikan dari keterangan di lapangan bahwa korban tidak meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Melainkan saat dibawa ke rumah sakit, awalnya berantem dulu terus meninggal," paparnya. 

Sementara pelaku, kata dia, merupakan siswa satu sekolah dengan korban.

Saat ini, polisi telah menangkap satu orang yang merupakan tersangka. "Iya satu sekolahan. 

Tersangkanya cuma satu orang saja, satu lawan satu. Menurut keterangan berdua, yang satu tidak ikut cuma mengantar saja, yang kedua gak ikut," tambahnya.

Disinggung apakah ada unsur dendam pelaku terhadap korban, ia menuturkan kasus itu dipicu oleh aksi ejek diantara keduanya.

"Kemungkin sering diejek, nantang-nantang, akhirnya dicegat dan terjadi perkelaihan keduanya setelah pulang sekolah," pungkasnya. (ROI)
Share:

Blog Archive