Selasa, 03 September 2019

PLTU Tanjung Jati B Jepara di Guncang Demo Pekerja Menuntut Keadilan Untuk Rekan Kerja

Targethukumonline. Jepara - Sejumlah pekerja di proyek PLTU Tanjung Jati B 5-6 melakukan aksi demonstrasi menuntut keadilan bagi rekan kerjanya, (02/09/19).

Mediasi yang dilakukan oleh Tim LMPI Jepara & PLTU.

Demo terjadi Secara Spontanitas karena semangat jiwa korsa dari Pekerja, mereka menyatakan kecewa karena beberapa rekan mereka sesama warga desa sekitar ditolak bekerja karena adanya catatan buruk.

Menurut Dewo Formades, salah seorang pendamping warga Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara, "Demo terjadi karena spontanitas belaka yang di sebabkan adanya penolakan pihak PLTU dengan memberikan catatan hitam terhadap 46 warga. Sehingga Para pekerja tidak bisa bekerja di proyek lagi", paparnya.

"Mereka secara spontanitas didasarkan semangat jiwa korsa menggelar aksi mogok kerja dan berdemonstrasi menuntut agar catatan hitam tersebut dihapus", imbuhnya.

Dalam aksi demonstrasi Senin (2/9/2019), sempat terjadi gesekan keras. Sehingga Seorang pimpinan PT Nawakara (Outsourcing security) sempat berlari dan jatuh karena di kejar oleh para pekerja yang berdemo,
Sumitomo Corp Joint Operation (SCJO) selaku pemilik proyek bersama Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Selasa (3/9/2019) menggelar pertemuan khusus.

Para pekerja korban catatan hitam di dampingi oleh advokat H. Heni Purwadi, SH. ketua Laskar merah putih indonesia (LMPI) jepara dan selanjutnya dipertemukan dengan Pimpinan SCJO, Junichi Tanimoto juga hadir langsung dalam pertemuan tersebut.

Advokat H. Heni Purwadi, SH dari LMPI Jepara dan Formades sebagai pendamping pekerja yang terkena catatan hitam tersebut, menyatakan "bahwa hak untuk bekerja adalah asasi manusia, maka jangan sampai karena catatan hitam yang tidak berdasar aturan yang jelas, justru menghilangkan hak warga untuk bekerja dan hidup layak demi mencukupi kehidupannya, oleh sebab itu meminta agar pihak terkait, tentang adanya catatan hitam itu agar di hapus atau di tiadakan", ungkapnya.

Kapolres Jepara, menyatakan kejadian ini disebabkan karena miss communication saja. 

Saat ini, proyek PLTU 5-6 sedang dalam masa peralihan pekerjaan. Dalam hal ini bagian security (PT. Nawakara) telah memberikan catatan hitam pada masing-masing pekerja, berharap agar tidak perlu adanya catatan hitam, adapun terkait apakah mau dipekerjakan lagi atau tidak, semua bergantung keahlian dan sesuai kebutuhan dari sub kontraktor masing-masing saja.

Catatan tersebut disampaikan ke masing-masing sub kontraktor sebagai pertimbangan untuk memperkerjakan kembali, dan dilakukan rekruitmen sesuai prosedur dan menghapus catatan hitam yang tidak sesuai hukum yang berlaku,
Dan Masing-masing sub kontraktor yang ada meminta waktu sepekan untuk mempertimbangkan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang bisa diberikan sesuai keahliannya.

“Jadi permasalahan seperti itu. Sebatas salah paham semata. Sebaiknya black list di tiadakan, dan pada pertemukan hari ini sudah ada pemahaman yang sama, selanjutnya meminta agar setiap ada permasalahan dilakukan komunikasi dahulu jangan melakukan demonstrasi,” tutupnya. Tim humas
LMPI/Formades
(Budi-abrori-aries)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive