Kamis, 31 Oktober 2019

Presiden Jokowi : Hukum Harus Mendorong Keberanian Untuk Berinovasi dan Pecahkan Persoalan Bangsa

Targethukumonline. Jakarta - Dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, pada kamis  yang dihadiri oleh jajaran Kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa reformasi hukum yang dilakukan harus mampu memberikan jaminan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan dapat mengakselerasi program-program strategis untuk kesejahteraan, (01/11/19).

Reformasi hukum harusnya dapat mengakselerasi program yang ada untuk kesejahteraan rakyat.

Peningkatan pelayanan publik menuntut adanya terobosan dan inovasi-inovasi baru dalam upaya memecahkan segala persoalan bangsa. 

Maka itu, Presiden juga mengatakan, hukum harus memberikan keberanian dan dorongan untuk berinovasi dan ditegakkan sebagaimana mestinya.

"Instrumen dan aparat hukum kita harus mendukung program-program strategis pemerintah dalam memecahkan permasalahan bangsa, memberikan keberanian kepada para pelaku usaha, memberikan dorongan keberanian kepada BUMN dan birokrasi untuk berinovasi," ujarnya dalam rapat terbatas membahas program-program di bidang politik, hukum, dan keamanan.

Ia melanjutkan, seringkali banyak pihak yang justru tersandung hukum oleh karena terobosan yang dilakukannya untuk menjalankan program strategis. 

Akibatnya, banyak yang kini merasa enggan untuk menjalankan terobosan baru dalam mendukung proses pembangunan.

"Yang jelas-jelas tidak ada niat jahatnya (melawan hukum) jangan dicari-cari kesalahannya. 

Tapi jika ada niat jahatnya (melawan hukum) ya silakan diselesaikan," tuturnya.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa banyak investor di dalam negeri, termasuk di dalamnya ialah BUMN, yang merasa khawatir kepada aparat hukum untuk menjalankan program yang memang dibutuhkan negara. 

Seperti pembangunan kilang minyak, yang dibutuhkan untuk mengurangi impor migas, yang terhenti di tengah jalan karena ketakutan tersebut.

Presiden menyebut bahwa memang banyak pihak yang tidak senang dengan adanya rencana pembangunan kilang minyak dimaksud agar dapat terus menangguk keuntungan dari impor yang mereka lakukan.

"Ini tolong juga jangan sampai terjadi lagi dicari-cari kesalahan sehingga program yang harusnya bisa kita selesaikan berhenti di tengah jalan gara-gara memang banyak orang yang enggak senang terhadap pembangunan itu," ucapnya. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi : Pembangunan SDM Butuh Fokus dan Sinergi Kementerian

Targethukumonline. Jakarta - Indonesia dengan sumber daya alam dan kekuatan pasarnya memungkinkan negara untuk terlepas dari jerat jebakan pendapatan menengah. 

Sumber daya manusia dan alam merupakan modal utama menuju perekonomian Dunia.

Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia memungkinkannya melakukan industrialisasi yang akan menggerakkan perekonomian. 

Sementara kekuatan pasar dengan daya beli masyarakat yang semakin meningkat menjadi kekuatan ekonomi tersendiri.

Meski demikian, dalam rapat terbatas yang membahas soal pembangunan manusia dan kebudayaan pada Kamis, 31 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kunci utama Indonesia untuk dapat terus melaju bukan terletak pada dua hal di atas, melainkan pada pembangunan sumber daya manusianya.

"Kunci utama dari lompatan yang ingin kita raih adalah tetap ada di sumber daya manusia, pembangunan sumber daya manusia. 

Apalagi bonus demografi kita saat ini antara 2015-2035 ini adalah benar-benar harus menjadi fokus dan konsentrasi kita semuanya," kata Presiden di Kantor Presiden, Jakarta.

Pembangunan sumber daya manusia tersebut memerlukan sinergi yang kuat antarkementerian. 

Tidak hanya terkotak-kotak apalagi terpusat pada satu kementerian saja. 

Presiden sendiri menyebut saat ini upaya untuk membangun sumber daya manusia Indonesia masih belum terfokus meski memiliki anggaran yang cukup besar.

Dari sisi kesehatan misalnya, Kementerian Kesehatan diketahui memiliki anggaran sebesar kurang lebih Rp132 triliun. 

Namun, anggaran yang besar dari kementerian biasanya tersebar pada beragam program yang menyebabkan tidak optimalnya penggunaan anggaran yang ada. 

Presiden ingin agar anggaran yang besar tersebut dioptimalkan untuk fokus pada hanya beberapa program prioritas yang dampaknya dapat langsung nyata terlihat dan dirasakan oleh masyarakat.

"Ini tolong betul-betul dikonsentrasikan fokus kepada urusan yang namanya ketercukupan asupan gizi makanan tambahan, yang berkaitan dengan pola hidup sehat, yang berkaitan dengan pencegahan penyakit itu betul-betul menjadi sebuah area yang harus kita kerjakan," ucapnya.

Sementara sektor lainnya yang juga harus disentuh dengan titik berat pada fokus pelaksanaan program dan sinergi antarkementerian ialah pada upaya penanggulangan narkoba beserta rehabilitasinya, pendidikan etika dan budi pekerti, pendidikan kebencanaan, dan pemahaman terhadap ideologi Pancasila.

"Ini penting karena apapun SDM kalau kita masih belum bisa menyelesaikan, merampungkan, urusan ini akan sangat sulit karena nanti ini akan berkaitan dengan kriminalitas, berkaitan dengan kenakalan remaja," ujarnya.

Adapun di sisi ketenagakerjaan, Kepala Negara juga menginstruksikan adanya peningkatan relevansi materi-materi yang diberikan di balai latihan kerja yang ada di seluruh Indonesia dengan kebutuhan dunia kerja dan industri terkini. 

Para peserta juga harus dapat dipersiapkan untuk memiliki kemampuan dan keterampilan yang siap digunakan dunia industri.

"Oleh sebab itu, terus dilakukan reskilling dan upskilling untuk angkatan kerja kita agar memiliki competitiveness yang baik karena kita nanti tahun depan memiliki yang namanya Kartu Prakerja. Ini tolong betul disiapkan mulai sekarang," tuturnya. (ROI)
Share:

Letkol Arief Darmawan S.Sos : TMMD Wujudkan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Targethukumonline. Pati - Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung tahap III  TA. 2019 dengan tema " MELALUI  TMMD KITA WUJUDKAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT" berlangsung di desa Giling kecamatan Gunungwungkal kabupaten Pati, Kamis tgl (31/10/19).

Resmi penutupan TMMD Sekuyung tahap III.

Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos sebagai Inspektur Upacara membacakan Amanat Pangdam IV Diponegoro selaku PKO TMMD  pada upacara penutupan TNI Manunggal membangun desa ke 106 TA.2019 tanggal 31 Oktober 2019.

TMMD merupakan program kerjasama yang terpadu dan berkelanjutan antara TNI - Polri kementerian atau lembaga pemerintahan non kementerian yang mensimulasikan program masing-masing instansi untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah.

Dalam hal ini, Kodam IV Diponegoro pada tahun 2019 melaksanakan tiga tahap Reguler 104,105 dan 106 selain melaksanakan TMMD Reguler Kodam IV Diponegoro juga melaksanakan TMMD sengkuyung/Imbangan dalam pelaksanaannya baik TMMD reguler maupun sengkuyung secara bersamaan yang dilaksanakan selama 30 hari dibuka maupun ditutup secara serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan ini selain Kegiatan fisik juga ada giat non fisik yang meliputi penyuluhan bidang kesehatan kesadaran bela negara dan ketertiban masyarakat kesehatan, hukum HAM dan lain sebagainya.

Pelaksanaan TMMD Reguler untuk anggota satgas wajib tinggal di rumah rakyat dan ULP dimasak serta dimakan bersama dengan rakyat yang rumahnya di tempati oleh anggota satgas sehingga dapat mewujudkan kemanunggalan dan kebersamaan.

Dalam amanatnya Pangdam IV Diponegoro menyampaikan, "Atensi dan harapan  yang perlu saya sampaikan sebagai tindak lanjut dari program TMMD ke-104 ini antara lain ;

Selalu pelihara terus semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI rakyat dengan membantu menyelesaikan permasalahan dan memberikan kontribusi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jaga terus semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini.

Pelihara hasil program TMMD agar manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Juga kepada Dansatgas TMMD melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan pada TMMD mendatang.

Kepada para prajurit yang tergabung dalam satgas TMMD jalin terus hubungan dengan masyarakat yang selama ini telah bersama-sama melaksanakan kegiatan TMMD
Lebih lanjut.

Dan kepada semua pihak baik pemda maupun yang terlibat dalam penyelenggara yang telah berjalan dengan sukses aman dan lancar selanjutnya apabila dalam pelaksanaan ini terdapat tutur kata dan tingkah laku para prajurit saya yang kurang berkenan di hati masyarakat baik disengaja maupun tidak saya selaku pengendali kegiatan operasional PKO TMMD menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," tutup Dandim. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto : Persiapan SDM Berkualitas Dari Pendidikan Usia Dini

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai sejak usia dini. 

Persiapan sumber daya manusia sejak usia dini.

Menurutnya, di negara-negara maju, anggaran negara yang dialokasikan untuk menyokong Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tergolong luar biasa.

Sebab, lanjutnya, membentuk karakter sumber daya manusia yang mumpuni itu memang lebih efektif jika dilakukan sejak seseorang masih berusia dini.

Menyadari hal ini, Haryanto mengatakan, bahkan sebelum kegiatan PAUD ditangani secara struktural oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pihaknya sudah menyiapkan anggaran operasional untuk PAUD. 

Sekalipun, menurutnya, anggaran ini belum maksimal, yaitu satu desa satu PAUD.

Hal tersebut diungkapkannya ketika menyambut kedatangan Tim Juri Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2019 di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis tgl (31/10/19).

"Pada perjalanannya, ternyata PAUD ini tumbuh berkembang semakin banyak dan kita tidak bisa membatasi. 

Dan alhamdulillah, sekarang pemerintah pusat melalui Kemendikbud sudah memperhatikan PAUD secara formal," ujarnya.

Haryanto menyebut, sudah tiga tahun berjalan, Kemendikbud menggelontorkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, setiap tahun jumlahnya meningkat.

"Untuk Kabupaten Pati, tahun pertama mendapat Rp 19 miliar. 

Tahun kedua sekitar Rp 21 miliar dan tahun yang ketiga nanti InsyaAllah Rp 23 miliar sekian," ucapnya.

Haryanto menegaskan, perhatian dari pemerintah pusat ini harus terus ditopang dengan peran serta dari pemerintah daerah. 

Antara lain dengan kehadiran Bunda PAUD, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Baginya, keberadaan Bunda PAUD sangat berdampak kepada pengembangan aktivitas PAUD. 

Sebab, Bunda PAUD, baik tingkat kecamatan maupun kabupaten senantiasa bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas PAUD.

"Contohnya, perhelatan Gebyar PAUD InsyaAllah tahun yang akan datang akan diintegrasikan dengan gerakan gemar makan ikan. Itu adalah bentuk bentuk kepedulian kita," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga mengapresiasi guru-guru PAUD di Kabupaten Pati. 

Menurutnya, meski kesejahteraan guru PAUD relatif belum meningkat, mereka tetap maksimal dalam mendidik anak usia dini.

Terkait penilaian dan evaluasi yang dilakukan Tim Juri Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional, Haryanto mengatakan, hal itu akan berdampak positif pada perbaikan ke depan.

Namun demikian, ia menegaskan, dinilai maupun tidak dinilai, Bunda PAUD beserta seluruh penyelenggara pendidikan anak usia dini akan tetap melakukan kegiatan yang terbaik.

Sementara, Ketua Tim Juri Apresiasi Bunda PAUD Gutama mengatakan, Bunda PAUD memiliki peran vital dan strategis sebagai inspirator dan motivator yang menggerakkan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. 

Peran ini, menurutnya, dijalankan oleh seluruh Bunda PAUD di Indonesia.

Karena itu, ia mengatakan, kedatangannya bukan untuk menilai dan mencari juara di antara para Bunda PAUD.

"Sebab, semua Bunda PAUD sudah juara. Di sini saya hanya hendak mendalami apa-apa yang belum saya pahami dari laporan yang ada. 

Maka nanti saya akan bertanya pada Bunda PAUD (dalam hal ini Musus Indarnani selaku Bunda PAUD Kabupaten Pati). 

Jika ada pertanyaan teknis, boleh dibantu oleh pihak yang secara spesifik menggawanginya," ujar anggota Badan Akreditasi Nasional PAUD dan Pendidikan Nonformal ini.

Gutama menjelaskan, dari seluruh Indonesia, hanya ada 23 Bunda PAUD kota/kabupaten dan 6 Bunda PAUD provinsi yang didatangi tim juri.  

Di Jawa Tengah hanya ada dua, yakni Kabupaten Pati dan Sukoharjo.

Ia mengatakan, tujuan tim juri bukanlah mencari juara satu, dua, dan tiga. 

Melainkan mencari siapa Bunda PAUD yang benar-benar bisa dijadikan suri tauladan secara nasional. 

Selain itu, pihaknya juga bermaksud melakukan pendalaman berdasarkan wawancara dengan Bunda PAUD di tiap-tiap daerah yang dikunjungi, untuk kemudian hasil pendalaman tersebut akan dibukukan. (ROI)
Share:

Rabu, 30 Oktober 2019

Satreskrim Polres Jepara Laksanakan Gelar Operasi Sikat Candi 2019

Targethukumonline. Jepara - Kapolres AKBP. Arief Budiman S.IK. MH dalam jumpa Pres mengatakan, penggelaran operasi candi ini sebagaimana instruksi dari kepolisian daerah Jawa Tengah, dilakukan selama 14 hari telah berhasil mengamankan pelaku tindak pidana curat, curas, dan juga curanmor.

Barang bukti berupa sepeda motor yang telah diamankan di Mapolres Jepara.

Dari pengembangan kasus ada 8 tersangka, dimana ada 8 TKP terdiri dari curat,curas dan juga curanmor, yang diantaranya berada diwilayah Batealit, Tahunan, Bangsri dan juga kecamatan Jepara Kota.

Pelaku telah diamankan di Polres Jepara, diantara modus yang digunakan, mulai dari pencurian sepeda motor yang terparkir dipertokoan, maupun perampasan sepeda motor dengan cara melakukan tidakan kekerasan kepada korban.

Pelaku seluruhnya telah berhasil diamankan berikut barang bukti, diantaranya berupa 6 sepeda motor yang yang telah diamankan.

Pelaku yang berhasil dibekuk diantaranya, Karsudi (38), warga desa Tunahan kecamatan Keling, Jepara. Ia melakukan aksinya di jalan persawahan turut desa Srikandang, Bangsri, Jepara pada 12 April 2019 lalu.

Saat ini masih menjalani proses yang sama di Polrestabes Semarang, juga Tumijan (50), warga Desa Puncel, Kabupaten Pati, melakukan aksi curanmor di Perumahan Bukit Asri, pada September 2019 lalu.

Ahmad Khoirul (19) warga Desa Pancur, Kecamatan Mayong Jepara bersama dengan Galang PM (20) warga Desa Tunggul, Kecamatan Nalumsari, Jepara juga diamankan di Mapolres Jepara.

Jaswadi (39) warga Desa Watu Aji, Kecamatan Keling, Jepara. Ia nekat melakukan pencurian motor di rumah kos. Purwanto (38) warga Desa Jeruk Wangi, Bangsri, dan Budiono P (42) warga Desa Troso, Pecangaan, serta Wawan AS (37) warga desa Dukuhseti kabupaten Pati.

Saat ini pelaku dalam proses penahanan, guna proses penyidikan lebih lanjut.

Disela sela jumpa pers Kapolres AKBP Arief Budiman S.I.K, MH kepada awak media memperkenal Kasat Reskrim yang baru, AKP. YUSI ANDI SUKMANA, SH, MH.

Kasat Rekrim AKP. YUSI ANDI SUKMANA, SH, MH mengatakan para pelaku sudah lama diincar polisi, dan sebagian adalah residivis.

Jajaran Polres Jepara akan terus berupaya penegakan hukum dengan tegas dalam rangka menekan pertumbuhan kriminal diwilayah Jepara," ungkap Kapolres Jepara Kapolres AKBP Arief Budiman S.IK. MH. ($.aries)
Share:

Selasa, 29 Oktober 2019

Bupati Haryanto Dukung Akreditasi RSUD RAA Soewondo

Targethukumonline. Pati - Akreditasi rumah sakit merupakan hal yang sudah biasa, terlebih bahwa sudah tiga tahun dan memang perlu untuk di akreditasi.

Perlunya akreditasi sebagai peningkatan mutu dan kualitas.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto usai menjalani tahapan wawancara oleh tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dari Jakarta yang bertempat di Aula Seruni lantai 4 RSUD RAA Soewondo, Selasa tgl (29/10/19).

"Akreditasi ini perlu, terlebih apabila ada yang ingin disempurnakan. 

RSUD RAA Soewondo ini kan RSUD rujukan regional, sehingga sudah sepantasnya apabila dilakukan evaluasi", ujar Bupati.

Haryanto menegaskan, jangan sampai bila RSUD telah mendapat predikat seperti itu, justru tidak menimbulkan dampak bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Sehingga hari ini, saya selaku pemilik RSUD, dimintai keterangan sampai sejauh mana komitmen terhadap kemajuan rumah sakit ini", imbuhnya.

Tak hanya itu, akreditasi kali ini pun menurut Bupati terdapat perbedaan. 

Yaitu melengkapi dan menyempurnakan dari kekurangan - kekurangan yang ada sebelumnya, sebab, yang namanya mendapat predikat, tidak ada peningkatan atau hanya stagnan dan stabil terus.

"Kalau sekarang baik, tahun besok juga sama. Kan tidak seperti itu, semuanya harus disesuaikan dengan visi misi, rencana strategis dan program kegiatan yang kita lakukan", tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD RAA Soewondo, Suworo Nurcahyono mengatakan bahwa akreditasi ini merupakan kali kedua.

Sebab, akreditasi yang pertama yakni di tahun 2016, berakhir pada 14 November 2019.

"Jadi kita sudah harus akreditasi lagi. Yaitu akreditasi yang saat ini mulai tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2019.

Akreditasi ini ialah proses memotret dan melihat pelayanan yang ada di rumah sakit itu sejauh mana", ujarnya.

Tentunya, lanjut Suworo, pelayanan yang dimaksud ialah yang telah memenuhi standar, dari hasil tersebut, nanti akan dinilai apakah masuk kategori bintang satu, dua, tiga, empat maupun lima.

Untuk tahapannya, Suworo menjabarkan ada pemeriksaan berbagai dokumen - dokumen, semuanya, kemudian, tim KARS turun ke lapangan atau telusur.

Serta, juga mencocokkan data melalui wawancara dengan perawat, pengunjung, pasien terkait regulasi - regulasi yang ada di rumah sakit.

"Itu merupakan bagian yang berat dan menjadi penilaian selanjutnya. 

Harapannya kita dapat mempertahankan status yang sebelumnya telah di dapat yaitu Paripurna Bintang Lima.

Namun yang paling utama ialah, mengimplementasikan dalam rutinitas sehari segala regulasi maupun prosedur dalam bahan evaluasi ini. Jadi tidak hanya sekedar nilai maupun sertifikat saja", pungkasnya. (ROI)
Share:

Dandim Pati Cek Persiapan Penutupan TMMD Sengkuyung di Desa Giling Gunungwungkal Pati

Targethukumonline. Pati - Menjelang hari H - 3 penutupan TMMD Sengkuyung tahap III 2019 yang rencana akan ditutup oleh komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos pada tanggal 31 Oktober 2019 di desa Giling kecamatan Gunungwungkal kabupaten Pati, hari ini dilaksanakan gladi bersih upacara penutupan TMMD dan pengecekan sasaran TMMD Sengkuyung Tahap III 2019 di desa Giling oleh Dandim 0718 Pati, Selasa, tgl  (29/10/19).

Program RTLH rumah ibu Saini.

Dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III Ta 2019 Kodim 0718 Pati yang digulirkan di dua wilayah yakni di desa Kudur kecamatan Winong dan di desa Giling kecamatan Gunungwungkal sudah mencapai hasil 100 %.

Target yang dicapai oleh Koramil 14 Gunungwungkal serta Koramil 18 Winong tentunya sangat membanggakan dikarenakan pada hari H - 7 menjelang penutupan TMMD, kedua wilayah yang mendapat program tersebut mampu menyelesaikan dengan baik, bahkan diwilayah Winong mampu melampaui sasaran pokok yang telah ditentukan bahkan mencapai over prestasi.

Guna mempersiapkan upacara penutupan TMMD pada hari kamis depan, Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos didampingi Kasdim Pati Mayor Inf Much. 

Sholihin, S.Ag, M.Si bersama seluruh Perwira Koordinator meninjau hasil TMMD di desa Giling yang dimulai dari pengecekan lapangan upacara, tempat tenda untuk kegiatan Bazar serta pelayanan untuk masyarakat, pengecekan hasil betonisasi jalan sepanjang 1.100 M, pengecekan tugu dan prasasti TMMD, mengunjungi hasil rehab rumah milik ibu Saini dan terahir mengecek kesiapan tempat acara ramah tamah.

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.15 WIB, komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos merasa puas terhadap hasil kerja serta jerih payah yang sudah dikerjakan para Prajurit serta masyarakat dilapangan yang mampu menyelesaikan program kerja TMMD tepat waktu.

“Saya memberikan apresiasi setinggi - tingginya kepada para Prajurit Khususnya Koramil 14 Gunungwungkal dan Koramil 18 Winong yang dengan sangat baik bersinergi dengan masyarakat merampungkan sasaran TMMD diwilayah masing-masing sesuai dengan target, bahkan saya menilai sangat memuaskan karena kinerja seluruh elemen masyarakat yang terlibat di dalamnya dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara.

“Tentunya ini semua berkat kerja keras serta pembinaan diwilayah yang sudah berjalan dengan apa yang diharapkan dari komando atas,” ucap Arief.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah daerah Kabupaten Pati, kepala desa Kudur kecamatan Winong dan kepala desa Giling Kecamatan Gunungwungkal beserta perangkat desa dan seluruh Panitia TMMD yang sudah bekerja keras mengorbankan materi, waktu, pikiran dan tenaga demi lancar dan suksesnya program ini,”
“Hanya ini yang dapat kami persembahkan untuk masyarakat, semoga semua ini bermanfaat dan menjadikan berkah untuk kita semua dalam perjalanan darma bakti TNI hingga tahun ke 74 ini,” imbuhnya.

Inilah sasaran TMMD sengkuyung Tahap III Ta. 2019 yang digulirkan di dua wilayah yakni di wilayah Kecamatan Gunungwungkal dan Kecamatan Winong yang telah rampung dikerjakan.

Koramil 14 Gunungwungkal Desa Giling kecamatan Gunungwungkal kabupaten Pati yang selalu berada di tengah tengah rakyat dalam program yang berjalan yaitu ;

1. Program betonisasi jalan desa ukuran 1.100 X 2,5 x 0,12 M hasil dicapai = 1.100 M ( 100 %), Gorong-gorong 1 unit  ukuran 4  x 1 M hasil yg dicapai = 100 %.
2. Sasaran tambahan RTLH sebanyak 2 unit yaitu rumah Ibu Saini hasil yang dicapai  = 100 %, rumah bapak Kasan hasil yg dicapai = 100 %.

3. Pengembangan tugu prasasti TMMD 1 unit ukuran 2 x 0,8 x 0,7 M hasil yg dicapai = 100 %.
KORAMIL 18 Winong Desa Kudur kecamatan Winong Kabupaten Pati dalam program yang berjalan yaitu ;

1. Pengerjaan talud sungai ukuran 140 M x 3,5 M x 0,50 M, untuk sasaran pokok dengan hasil yang dicapai sepanjang 155 M (100 %) terdapat over prestasi sepanjang 15 M, Betonisasi Jl. desa ukuran 200 M × 4 M x 0,15 M,  dengan hasil yang dicapai = 232 M (100 %) terdapat over prestasi sepanjang 32 M.

2. Dan pengembangan tugu prasasti TMMD 1 unit, ukuran 1,6 x 0,8 x 0,6 M, hasil yang dicapai  100 %, sebagai hasil dari semuanya ini adalah khusus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat terutama dalam bidang sarana dan prasarana untuk peningkatan perekonomian dalam segi pembangunan fisik maupun non fisik. ($$.1)
Share:

Senin, 28 Oktober 2019

Bupati Haryanto Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda

Targethukumonline. Pati - Upacara peringatan hari sumpah pemuda, bertempat di lapangan Yonif 410-Kipan C/Alugoro Pati, Senin pagi Bupati Pati Haryanto menjadi inspektur upacara yang diikuti oleh berbagai elemen, (28/10/19).

Sumpah pemuda Indonesia sebagai refleksi jati diri Bangsa.

Bupati berkesempatan membacakan amanat dari Menpora RI Zainudin Amali. 

Dalam amanatnya, Menpora menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada tokoh pemuda Tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor Pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Terkait tema Hari Sumpah Pemuda ke-91 kali ini yaitu Bersatu Kita Maju. 

Menurutnya, tema itu diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada Tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda.

"Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. 

Selanjutnya ia mengungkapkan, pada saat ini di belahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatik," ujar Bupati mengutip isi sambutan Menpora.

Di sinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang positif. 

Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia, diharapkan kedepan akan banyak muncul tokoh - tokoh muda yang mendunia.

Ia berpesan, agar semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia.

Mengkhiri amanatnya, Bupati turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda Ke-91. 

“Semoga melalui peringatan ini kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawan kita. 

Semoga Allah SWT – Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada kita semua, agar semangat Sumpah Pemuda senantiasa menginspirasi setiap pemuda dan segenap pemangku kepentingan dalam melayani pemuda,” tutupnya.

Seusai upacara, Bupati Pati Haryanto beserta forkopimda menyerahkan piagam penghargaan kepada siswa-siswi sekolah dasar yang berpretasi dalam bidang sastra bercerita. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi Apresiasi Pencanangan Papua Muda Inspiratif

Targethukumonline. Papua - Presiden Joko Widodo mengapresiasi gagasan besar berupa dibangunnya pusat kreativitas pemuda, Papua Muda Inspiratif.

Gagasan kreatif Papua Muda Inspiratif.

Pencanangan hal tersebut berbarengan dengan peresmian Jembatan Youtefa di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin, 28 Oktober 2019.

"Saya sangat menghargai tadi apa yang sudah direncanakan, itu adalah sebuah rencana besar.
Papua Muda Insipiratif yang segera akan kita bangun bersama-sama nantinya, yaitu sebuah Papua Youth Creative Hub," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Dengan adanya pusat kreativitas pemuda tersebut, Presiden berharap akan muncul unicorn dan decacorn baru dari wilayah Indonesia bagian timur, khususnya dari Papua. 

Untuk diketahui, unicorn adalah istilah untuk perusahaan rintisan bervaluasi lebih dari USD1 miliar, sedangkan decacorn untuk yang bervaluasi di atas USD10 miliar.

"Kita harapkan muncul unicorn-unicorn baru dari Indonesia bagian timur, khususnya Tanah Papua.

Akan muncul decacorn-decacorn dari sini, sehingga betul-betul kemajuan anak-anak muda yang ada di tanah Papua betul-betul terwadahi di dalam creative hub yang segera kita bangun ini," jelasnya.

Dalam keterangannya kepada jurnalis usai peresmian, Presiden Jokowi menambahkan bahwa pusat kreativitas pemuda ini akan menandai pentingnya lompatan - lompatan besar anak-anak muda Indonesia, khususnya anak-anak muda Papua, dalam rangka berkompetisi di dunia global.

"Saya sangat menyambut baik sekali, yang pintar-pintar, yang kreatif, yang inovatif itu dikumpulkan dalam sebuah wadah besar yang namanya Papua Muda Inspiratif. 

Ini betul-betul nanti memberikan dampak yang besar pada Tanah Papua," ujarnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peresmian Jembatan Youtefa antara lain Ibu Negara Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain itu turut hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Plt. Kapolri Komjen Ari Dono, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Hinsa Siburian, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano. (ROI)
Share:

Hadiri HUT KKUB, Bupati Haryanto Ajak Waspadai Isu - Isu Yang Dapat Memecah Belah Persatuan

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto, minggu malam, menghadiri HUT ke-2  KKUB Komunitas Kerukunan Umat Beragama (KKUB) dan sekaligus peringatan hari Sumpah Pemuda di Sekretariat KKUB yang berada di Desa Growong Kidul Kecamatan Juwana, (28/10/19).

HUT ke II KKUB sebagai kerukunan antar umat beragama.

Acara itu juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Juwana, ketua FKUB dan undangan lintas agama.

"Jadi dengan adanya komunitas kerukunan umat beragama ini kita patut bersukur karena kita punya komunitas umat yang baik untuk menyatukan umat, memfasilitasi kerelaan dan keikhlasan.

Yang seperti ini harus kita rawat, jangan sampai kita terbius isu-isu yang tidak jelas yang bisa memecah belah persatuan", terang Haryanto dalam sambutannya.

Menurut Bupati, isu-isu jelek saat ini paling gampang untuk dimediakan dan sesegera mungkin pasti akan ditanggapi dengan berbagai komen yang beragam. 

"Jadi yang paling mudah untuk di goreng itu yang berbau negatif seperti itu", imbuhnya.

Haryanto juga menegaskan bahwa Negara Republik Indonesia itu negara yang luar biasa dengan berbagai suku, adat, agama, dan bahasanya.

"Terutama di Juwana ini warganya tidak pernah ada perselisihan karena agama karena masing-masing tidak memasakaan kehendak sehingga hidup rukun berdampingan", tutur Bupati.

Dalam kesempatan itu Haryanto juga mengenang saat pertama kali diundang pada acara pembentukan KKUB.

"Waktu itu komunitas ini awalnya menghimpun dana sosial untuk bencana di Palu hingga terkumpul beras 3 sampai 5 ton dan juga uang sampai ratusan juta rupiah.

Itulah orang Juwana, kalau sudah bilang iya pasti tidak ada yang berpaling semua bersatu,  saya tahu persis karakter orang Juwana, memang punya karakter yang berbeda", pungkasnya. (ROI)
Share:

Popda Tingkat Kabupaten Pati Diharapkan Mampu Mencetak Atlet Nasional

Targethukumonline. Pati - Olahraga adalah salah satu kekuatan yang dapat memberikan dampak positif kepada daerah. Olahraga bukan hanya agar sehat, namun olahraga saat ini juga bisa mendatangkan prestasi.

Popda diharapkan mampu mencetak atlet berprestasi.

Olahraga kalau ditekuni dengan baik bisa memberikan suatu dampak positif bagi pribadi.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang berkesempatan membuka kegiatan Popda tingkat Kabupaten Pati jenjang SD/sederajat, SMP/sederajat dan SMA/sederajat yang bertempat di GOR Pesantenan, Senin tgl (28/10/19).

"Saya berharap lahir prestasi - prestasi olahraga di Kabupaten Pati dan saya titip pesan kepada bapak ibu guru kalau ada arah didiknya yang berprestasi mohon sedikit diberi kelonggaran waktu untuk menekuni olahraga", ujarnya.

Safin juga menyebut bahwa olah raga ini juga bisa menjadi profesi yang sangat baik, sebab, olahraga ini bisa menjadi salah satu andalan untuk menatap masa depan.

"Contoh saat ini atlet-atlet kita yang sudah cukup berprestasi bagi bulutangkis, tenis, sepak bola pemain nasional kalau sudah main di Liga 1 rata-rata per tahun 300 - 400 juta bahkan ada yang dikontrak bisa sampai 2 miliar per tahun.

Ini kan salah satu kesempatan atau salah satu peluang yang bisa diraih adik-adik muda ini untuk bisa memanfaatkan potensi potensi apapun yang ada", paparnya.

Safin meyakini bahwa, olahraga yang sportif tentunya akan melahirkan bibit unggul, tetapi memang ajang kompetensi seperti inilah yang baik, sehat dan benar-benar akan melahirkan prestasi.

"Tunjukkan bahwa dengan olahraga adik- adik bisa mengharumkan nama diri dan nama daerah. 

Dari ajang ini mudah-mudahan lahir atlet-atlet yang bisa berprestasi di tingkat nasional hingga internasional", harapnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Slamet Singgih Purnomojati mengatakan bahwa Popda tersebut merupakan kegiatan yang positif dan sangat baik sekali.

"Sangat baik sekali untuk membina dan mengarahkan para atlet muda, sehingga kedepan, mereka dapat terus mengasah potensi dirinya untuk berlaga di berbagai kejuaraan", ujarnya.

Ia menyebut bahwa kejuaraan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini diikuti sebanyak 15 cabang olahraga mulai dari tingkat SD/ sederajat, SMP/ sederajat dan SMA / sederajat.

"Oleh karena itu harus kita dukung semuanya. Sebab yang mengikuti ini memang anak - anak muda berbakat. 

Kita dukung selalu agar mereka dapat meraih prestasi tak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, namun juga nasional", imbuhnya.

Ia juga berharap bahwa dengan Popda ini, para atlet - atlet muda dapat menembus di ajang pra Pekan Olahraga Nasional. (ROI)
Share:

Saat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Nikmati Senja di Kaimana

Targethukumonline. Kaimana - Kan ku ingat selalu, kan ku kenang selalu, senja indah, senja di Kaimana, (28/10/19).

Presiden Jokowi dan ibu Iriana sesaat menikmati keindahan senja di Kaimana.

Potongan lirik lagu Senja di Kaimana yang dipopulerkan oleh penyanyi era 1960-an Alfian, tersebut mungkin bisa menggambarkan apa yang dilihat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana.

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Papua Barat, Minggu  keduanya menyambangi Taman Kota Senja di Kabupaten Kaimana, sebuah kabupaten yang terletak di "leher burung" Pulau Papua.

Ribuan masyarakat Kabupaten Kaimana tumpah ruah menyambut kedatangan Kepala Negara di Taman Kota.

Mereka menari Seka, salah satu tarian adat masyarakat pesisir selatan Papua yang meliputi daerah Timika, Kaimana dan Fakfak.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana pun larut dalam suasana dan turut menari.

Tak sedikit pula warga yang memanfaatkan momen kedatangan Kepala Negara untuk bersalaman dan berfoto.

Saat langit mulai memerah, Presiden dan Ibu Iriana berjalan menuju tepi anjungan.

Keduanya lantas duduk di sebuah kursi dengan meja panjang di depannya, menghadap Laut Arafuru.

Berlatarkan matahari yang perlahan terbenam, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana pun menikmati senja di Kaimana.

Ditemani minuman kelapa muda, keduanya tampak menikmati momen indah tersebut sambil berbincang hangat.

Senja di Kaimana merupakan momen yang tak terlupakan di awal karir Sang Presiden Jokowi yang baru saja dilantik sebagai Presiden Indonesia kedua kalinya.

Tarian tradisional Seka dan ribuan masyarakat menyambut Presiden Jokowi & ibu Iriana.

Bersama rakyat dan masyarakat Kaimana Papua Barat yang selalu merindukan sosok pemimpin negeri ini, dengan wajah teduh dan senyuman yang selalu tersungging di bibirnya akan indahnya negeriku Indonesia yang selalu damai sejahtera. (ROI)
Share:

Minggu, 27 Oktober 2019

Ketua PCNU Pati Harapkan IPNU - IPPNU Mampu Jaga Rumah Besar Nahdlatul Ulama

Targethukumonline. Pati - Ketua PCNU Kabupaten Pati Yusuf Hasyim, saat pelantikan pengurus IPNU-IPPNU Pati, Minggu siang mengatakan Pesan dari Pimpinan Pusat IPNU harus diimplementasikan tidak hanya teori mampu menjaga rumah besar Nahdlatul Ulama, dimanapun berada, (27/10/19)

150 ranting dan 30 PAC siap membangun negeri.

"Saya yakin betul ketika 150 ranting 21 PAC dan 30 Komisariat terbangun dalam Wahid maka kita berharap bersama dengan pendidikan Ma'arif," ujarnya.

Yusuf Hasyim mengungkapkan telah memberikan instruksi bahwa wajib mendirikan pendidikan IPNU dan IPPNU di semua madrasah yang ada di Kabupaten Pati. 

Ke depan menurutnya tidak ada lagi OSIS namun langsung digantikan IPNU dan IPPNU.

Ketua PCNU Pati ini menjelaskan, kepengurusan IPNU-IPPNU implementasinya ke masyarakat akan lebih luas.

"Kami berharap bisa menjaga rumah besar ini rumah besar Indonesia dan rumah besar Nahdlatul Ulama maka kaderisasi ini berjalan dengan baik. 

Kalau IPNU IPPNU sudah selesai mungkin waktunya hanya 2 tahun di tingkat cabang, di tingkat komisariat hanya 1 tahun dan ditingkat pusat hanya 3 tahun," imbuhnya.

Mengutip ucapan Ketua Fatayat NU, Yusuf mengatakan ketika berjuang Nadhatul Ulama maka hidupkanlah Nadhatul Ulama jangan mencari hidup di Nahdlatul Ulama berkorbanlah untuk Nahdlatul Ulama tetapi jangan mengorbankan Nahdlatul Ulama.

"Dan ini yang kemudian menjadi penting bagi kita karena apa ketika kita berjuang maka itu artinya hidup ini harus kita muliakan dengan kebaikan-kebaikan," pungkasnya. (ROI)
Share:

Lantik Pengurus IPNU - IPPNU, Safin Apresiasi Organisasi Pemuda Yang Kritis

Targethukumonline. Pati - Pelantikan dan Rapat Kerja I Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama masa Bhakti Tahun 2019-2021 dilaksanakan pada hari Minggu tgl (27/10).

Pelantikan dan rapat kerja IPPNU 2019 - 2021.

Dengan tema " Pelajar Pati Bersinergi Membumikan Budaya Literasi", pelantikan bertempat di Pendopo Kabupaten Pati yang dihadiri Wakil Bupati, Dandim Pati 0718, Kapolsek Pati, Kepala Kesbangpol, Kasubbag Analisa dan Media Massa Humas Setda, Ketua PCNU Pati, Ketua PC IPNU, PC Muslimat, PC Fatayat, IPM dan Karang Taruna.

Wakil Bupati Saiful Arifin memberikan
apresiasinya dan memberikan ruang gerak bagi kawan-kawan muda di Kabupaten Pati. 

Ia juga mengajak pemuda untuk membangun hal-hal positif serta memahami kebudayaan.

Selaku Ketua Karang Taruna Pati, ia mengajak segenap pengurus IPNU maupun IPPNU untuk bersinergi dan bersilaturahmi. 

Safin juga menyambut positif organisasi kepemudaan yang kritis. 

Namun ia menggarisbawahi, kritis itu bukan hanya mengkritiki saja tetapi bagaimana memberikan solusi kepada Kabupaten Pati yang tercinta.

"Dengan adanya kami di pemerintahan ini tentunya sangat terbuka. 

Kita mau pecahkan masalah dengan formal maupun dengan informal, kita bisa menerima masukan dan itu menjadi pemahaman yang lebih baik," ujarnya.

Wabup juga mengungkapkan kesannya dengan acara ini. Ia pun tak segan mengajak  pemuda-pemuda Kabupaten Pati untuk aktif di kepengurusan IPNU-IPPNU di 21 kecamatan.

"Jangan sampai hanya di pelantikan saja setelah pelantikan mari kita lakukan bersama-sama bisa berkoordinasi dengan pemerintah Desa, Kecamatan, dan Kabupaten. 

Mari kita lakukan yang baik kita untuk Kabupaten Pati yang sangat kita hargai apa yang menjadi masukan-masukan untuk Pemerintah Kabupaten Pati," Imbau Wabup.

Safin juga berpesan pada anggota IPNU dan IPPNU untuk bersama-sama membangun negara dan mengingat pesan bung Karno "Berilah seribu orang tua maka akan kucabut Semeru dari akarnya tetapi berilah 10 pemuda maka saya akan kuguncang dunia".

"Ini artinya adalah pemuda-pemuda yang hebat mari kita lakukan dengan baik tanpa ada pemuda yang hebat ada saat ini," kutip Safin.

Tak lupa ia mengucapkan selamat berkarya kepada seluruh pengurus IPNU-IPPNU. 

"Yang paling utama adalah mari kita sama-sama itu bahwa jangan ada Pamprih dan embel-embel dalam perjuangan ini tentunya mendapatkan yang lebih baik dan bisa bermanfaat," Pungkas Wabup. (ROI)
Share:

Sabtu, 26 Oktober 2019

Disporapar Gelar Technical Meeting Persiapan Liga U- 16

Targethukumonline. Pati - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Sabtu siang menggelar Technical Meeting (TM) terkait persiapan maupun regulasi - regulasi di Liga U - 16, di ruang Joyo Kusumo, Setda Kabupaten Pati, (27/10/19).

Liga U - 16 siap digelar untuk mencari bibit potensi dikab. Pati.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) selaku Ketua Umum Persipa, perwakilan Askab dan perwakilan Persatuan Sepakbola (PS) U - 16.

Dalam arahannya, Saiful Arifin mengatakan bahwa ajang ini merupakan salah satu upaya  pencarian bakat U - 16.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk mencari bibit - bibit baru, dan juga sebagai persiapan dalam memasuki liga U - 17 mendatang.

Jadi harapannya pada kompetisi Piala Soeratin tahun depan, kita bisa dapat pemain - pemain unggul dari ajang U - 16 ini", ujar Safin.

Dari ajang pencarian bibit unggul di liga U - 16 ini, Safin menyebut bahwa pihaknya akan mengumpulkan para pemain berpotensi tinggi agar dapat siap menghadapi liga U - 17.

"Tentu saja kita berharap bahwa upaya ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar, serta mendapatkan pemain - pemain yang siap bertanding di Jawa Tengah", imbuhnya.

Terkait akademi sepak bola yang saat ini tengah ia rintis, Safin mengungkapkan bahwa pihaknya akan menerima dan menampung pemain - pemain sepak bola usia SMP maupun SMA.

"Ya nantinya akademi tersebut, akan benar - benar fokus untuk membina. 

Seperti halnya SMK yang fokus ke kejuruan, sedangkan kita nanti fokusnya ke sepak bola", tegasnya.

Bagi para pemain yang memiliki prestasi dan potensi yang besar, dan ingin masuk akademi, maka pihaknya akan memberikan kesempatan untuk masuk ke akademi secara gratis.

"Kalau dia memiliki potensi dan juga prestasi, ya tentu akan kita tampung, terlebih yang menyeleksi nanti ialah pemain maupun pelatih yang memang mempunyai kapasitas di bidangnya", pungkasnya. (ROI)
Share:

HUT Swalayan Luwes, Dandim Pati Ikuti Outdoor Orange Run Elektric Night

Targethukumonline. Pati - Bertempat di jalan Dr. Sutomo nomor 26 Pati depan swalayan luwes pati berlangsung kegiatan outdoor orange run elektric night dalam rangka peringatan HUT ke 52 Th Swalayan Luwes CV. Bengawan Multi Trading yang dimulai pada pukul 18.30 - 23.00 WIB.

Dandim 0718 Pati hadiri run elektric night.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pati Haryanto SH. MM M.Si, Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos ARIEF beserta Ibu, Kapolres Pati AKBP Jhon Wesley Arianto S.IK beserta Ibu, general manager Semarang Mr. HERI, bintang tamu dari Jakarta Onadio Leonardo, Manager luwes Pati Yuniati, ketua panitia Maryono.

Peserta luwes Orange Run Elektric Night terdiri dari karyawan atau keluarga swalayan luwes, tamu undangan dan masyarakat berjumlah sekitar 1700 (seribu tujuh ratus) peserta, Minggu tgl (27/10/19).

Bupati Pati Haryanto juga mengucapkan selamat hari ulang tahun Luwes yang ke - 52 semoga kedepan luwes menjadi yang terbaik.

Waktu 52 tahun tidak begitu cepat untuk luwes melayani masyarakat yang ada di kabupaten Pati. 

Kami selaku kepala daerah menyambut baik dengan kegiatan yang di selengarakan pada malam hari ini.

Semoga tingkat perkenomian di Pati cukup baik dengan pelayanan Luwes terhadap masyarakat. 

Dengan mengucap Bismilahhirohmanhirohim   Luwes Krange Run Elektric Nigth saya berangkatkan.

Dan sambutan Dandim 0718 Pati Letkol Arief Darmawan S.Sos mengucapkan selamat ulang tahun luwes ke 52 dan semoga kedepan Luwes semakin baik, semakin sukses dan jaya.

Kita berkumpul disini bersama berolahraga menjaga kebugaran sekaligus menantikan undian hadiah dan doorprize tetap jaga kekompakan kerukunan dan ketertiban, sehingga acara dapat berjalan dengan lancar.

Sekali lagi atas nama Dandim dan segenap jajaran forkopinda mengucapkan selamat dan sukses kepada swalayan Luwes Pati.

Adapun sambutan Kapolres Pati AKBP Jhon Wesley SIK menyampaikan bahwa atas nama pemerintah kabupaten Pati, Dandim, Kapolres dan masyarakat mengucapkan selamat dan semoga kedepan swalayan luwes semakin sukses.

Dengan kegiatan orante night ini kita berolahraga, keluar keringat menjaga kebugaraan tubuh dan bergembira bersama, mari kita dukung even positif seperti ini agar lebih bermakna.

Kami berharap agar kedepannya Luwes lebih baik, meningkatkan perekonomian dan bermanfaat untuk masyarakat kabupaten Pati dan tetap patuhi tata tertib berlalu lintas untuk keselamatan kita semua.

Rute Orange Run Elektric Night meliputi start dari lampu merah luwes - alun - alun Pati - Jl.  Panglima Sudirman - perempatan lampu merah CPM ke kiri - perempatan lampu merah fortuna ke kiri - Jl.  Supriyadi - Jl. K Wahid Hasyim - finish lampu merah luwes  Dr. Sutomo.

Dalam kegiatan tersebut dimeriahkan hiburan musik Luwes Been dan bintang tamu dari Jakarta Onadio Leonardo.

Kepada peserta dibagikan doorprize dan juga undian hadiah dengan hadiah utama sepeda motor Yamaha N-Max.

Kegiatan berlangsung dengan meriah dan berlangsung dengan kondusif hingga selesai kegiatan run night. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi Lantik 12 Wamen di Istana

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo melantik para wakil menteri yang akan membantu kerja sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju. Sejumlah dua belas wakil menteri dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 25 Oktober 2019.

12 Wamen dilantik oleh Presiden Jokowi di istana negara.

Sebelum dilantik, Presiden Jokowi terlebih dahulu memperkenalkan para wakil menteri di veranda Istana Merdeka. 

Pelantikan wakil menteri negara ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/M Tahun 2019 tentang Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019 - 2024.

Surat keputusan presiden tersebut dibacakan oleh Deputi Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Cecep Sutiawan. Setelah itu, Presiden Joko Widodo memimpin pengucapan sumpah jabatan para wakil menteri.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. 

Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir. 

Pemerintah kabinet Indonesia maju akan mewujudkan kinerja pemerintahan Presiden Jokowi agar lebih maju meningkatkan kesejahteraan rakyat. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi Kenalkan Para Wamen Sebelum Dilantik

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memperkenalkan 12 figur yang ia angkat untuk mengisi jabatan wakil menteri (wamen) di sejumlah kementerian.

Presiden Jokowi perkenalkan para Wamen di istana negara.

Pengenalan para wakil menteri ini dilangsungkan di veranda Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.

"Siang hari ini saya dan Bapak Wakil Presiden ingin mengenalkan wakil menteri yang telah kita pilih," kata Presiden Jokowi.

Pada pagi harinya, Presiden Jokowi telah bertemu dengan seluruh calon wakil menteri satu per satu.

Nantinya, kata Presiden, para wakil menteri ini akan memberikan dukungan pada tugas-tugas menterinya.

"Menurut saya, profilnya sangat bagus dalam rangka memperkuat Kabinet Indonesia Maju," imbuhnya.

Presiden Jokowi kemudian memanggil satu per satu dan mengenalkan para wakil menteri, yaitu:

1. Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

2. Sakti Wahyu Trenggono sebagai Wakil Menteri Pertahanan.

3. Zainut Tauhid Sa'adi sebagai Wakil Menteri Agama.

4. Suahasil Nazara sebagai Wakil Menteri Keuangan.

5. Jerry Sambuaga sebagai Wakil Menteri Perdagangan.

6. Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

7. Aloe Dohong sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

8. Budi Arie Setiadi sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

9. Surya Tjandra sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional.

10. Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I.

11. Kartika Wirjoatmodjo sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara II.

12. Angela Herliani Tanoesoedibjo sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Usai dikenalkan, para wakil menteri menuju Istana Negara untuk kemudian dilantik oleh Presiden Joko Widodo. 

Semoga semua Wamen dapat membantu kinerja para menteri kabinet Indonesia maju agar bisa menjadi pilihan bagi kemajuan apa yang telah dicanangkan oleh pemerintah sekarang ini. (ROI)
Share:

Kamis, 24 Oktober 2019

E- Monitoring Pajak, Genjot PAD di Era Keterbukaan

Targethukumonline. Pati - Bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Kabupaten Pati mengadakan Sosialisasi E-Monitoring Pajak Daerah di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kamis tgl (24/10).

E-  Monitoring menjadi solusi tepat guna bagi retribusi pajak daerah.

Dalam laporannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono mengatakan, acara ini diikuti 130 wajib pajak daerah, 6 pimpinan organisasi IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), jajaran Forkopimda, anggota DPRD, serta pimpinan OPD.

Penyelenggaraan acara yang difasilitasi Bank Jateng Cabang Koordinator Pati ini memiliki empat tujuan.

"Pertama, sosialisasi rencana E-Monitoring pajak bagi wajib pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, dan pajak lainnya di Kabupaten Pati," ucap Suharyono.

Kedua, lanjutnya, ialah sosialisasi pengawasan KPK RI terhadap pengelolaan dan pemungutan pajak daerah di Kabupaten Pati.

Ketiga, peningkatan kepatuhan wajib pajak daerah dalam pelaporan dan pembayaran pajak daerah sesuai dengan ketentuan.

"Dan keempat, peningkatan kemandirian fiskal di Kabupaten Pati," ujarnya.

Dalam hal ini Bupati Haryanto menambahkan, penerapan E-Monitoring Pajak merupakan tuntutan era keterbukaan.

Nantinya, ketika E-Monitoring Pajak dijalankan secara komprehensif, akan dipasang suatu alat di masing-masing tempat usaha yang dikenai pajak.

Dengan alat ini, tidak akan ada lagi pihak yang bisa "mengakali" penghitungan pajak, sehingga perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih optimal.

"Sekarang ini zaman keterbukaan, zaman apa adanya, tidak usah ada yang ditutupi, misalnya, omzet besar yang dilaporkan sedikit.

Antara omzet usaha dan pelaporannya harus sama, dan nanti pendapatan daerah yang kita terima juga sama," ujarnya.

Kepada para pengusaha dan wajib pajak, Haryanto menegaskan, pajak yang mereka bayarkan pasti sampai sesuai peruntukannya.

Jika wajib pajak membayar kewajibannya, pasti uangnya terpakai untuk pembangunan.

"Jangan khawatir, pajak itu pasti kembali ke masyarakat. Pajak itu yang kembali ke desa cukup luar biasa. Dana desa itu saja ada Rp 430 miliar.

Kemudian, ada dana ADD Rp 142 miliar, belum lagi bantuan keuangan untuk sarpras.

Artinya, pajak itu kita kembalikan pada masyarakat. Dan nilainya tidak sedikit," tandas Haryanto. (ROI)
Share:

Pungut Retribusi Lewat Online, Target Pemkab Pati Lebih Cepat Terpenuhi

Targethukumonline. Pati - Bagi Bupati Pati Haryanto, membayar pajak sama halnya dengan bersedekah. Kepada para wajib pajak, ia memotivasi, semakin besar sedekah, akan lebih banyak yang dikembalikan oleh Yang Mahakuasa, usaha pun akan semakin sukses.

Ada sebelas jenis retribusi pajak yang di online kan.

Hal itu Bupati ungkapkan saat membuka Sosialisasi E-Monitoring Pajak Daerah di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Kamis tgl (24/10).

Haryanto pun menekankan dihadapan 130 wajib pajak daerah, 6 pimpinan organisasi IPPAT (Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), beberapa lini usaha yang dikenai pajak, antara lain restoran dan hotel, pajak tersebut dibebankan langsung pada pelanggan.

"Makanya saya beri pengertian, sebetulnya yang membayar pajak itu bukan pengusaha, melainkan pelanggan. 

Pengusaha cuma diminta bantuan untuk mengkoordinasi. Oleh karena itu, paling tidak, yang dilaporkan harus sesuai omzet," urainya.

Haryanto menegaskan, di samping E-Monitoring Pajak, pihaknya juga telah melakukan beberapa hal terkait keuangan daerah untuk menjawab tuntutan era keterbukaan.

Dengan berlakunya UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan beberapa revisi peraturan daerah yang dipakai untuk penanganan pajak dan retribusi.

"Ada 11 jenis pajak daerah yang dulunya tidak online, sekarang sudah online.

Di antaranya pajak hotel, restoran, reklame, parkir, pajak penerangan jalan, minerba, air tanah, maupun sarang burung walet. Ini kami namakan Pajak'e Go," jelas Haryanto.

Kemudian, lanjutnya, juga ada e-BPHTB dan e-PBB P2 perdesaan dan perkotaan. Selanjutnya, ada lagi aplikasi yang dikelola berbagai OPD. 

Antara lain Spion yang dikelola Dishub berkaitan dengan uji KIR, kemudian Sipipa yang berkaitan dengan lelang perikanan TPI, lalu Satrio Pasar yang dikelola Disperindag. 

Selain itu masih banyak lagi aplikasi lain yang berkaitan dengan retribusi dan pajak daerah.

Dibandingkan retribusi yang ditangani secara manual, sebut Haryanto, retribusi secara online lebih cepat memenuhi target.

"Sehingga, yang perlu kami laporkan kepada Bapak Kunto dari KPK, kami pemerintah daerah sudah melakukan inovasi-inovasi berdasarkan regulasi yang ada. 

Beberapa pajak yang mungkin wajib pajak punya kekhawatiran, petugas kami juga sudah dibatasi aturan-aturan yang sangat rigid".

Masih dalam rangka meningkatkan transparansi keuangan daerah di era keterbukaan, Haryanto menjelaskan, pihaknya sudah menerapkan sistem nontunai, dalam pendapatan maupun belanja daerah.

Bersama DPRD, Pemkab Pati juga sudah melakukan pembahasan anggaran menggunakan e-Planning.

Sehingga, tidak ada lagi perencanaan anggaran tiba-tiba. Setiap penganggaran sudah direncanakan setahun sebelumnya. 

Sehingga, tidak mungkin ada proyek-proyek siluman yang tiba-tiba muncul di luar perencanaan.

Haryanto mengatakan, Pemkab Pati juga mempunyai bagian pengadaan barang-jasa (ULP) yang sudah menjadi referensi beberapa daerah lain, mulai dari Rembang, Blora, Grobogan, Jepara, Temanggung, dan beberapa daerah lain.

"Kemudian terkait perizinan, 42 perizinan yang dulu menjadi kewenangan Bupati, sudah saya serahkan sepenuhnya pada DPMPTSP. Yang lapor pada saya itu bisanya yang izinnya susah, tidak terbit-terbit," pungkas Bupati. (ROI)
Share:

Rabu, 23 Oktober 2019

Presiden Jokowi Pimpin Sidang Paripurna Pertama Kabinet Indonesia Maju

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis tgl (24/10/19.

Presiden Jokowi sesaat memempin sidang paripurna dengan para menteri.

Sidang ini merupakan sidang paripurna pertama Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Jokowi, kemarin.

Dalam pengantarnya, Kepala Negara memberikan arahan berkenaan dengan hal-hal besar yang ingin dicapai pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam lima tahun ke depan.

Pertama, Presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa tidak ada visi misi menteri, hanya ada visi misi Presiden dan Wapres.

"Ini tolong dicatat, karena dalam lima tahun yang lalu ada 1, 2, 3 menteri yang masih belum paham mengenai ini," kata Presiden.

Terkait hal tersebut, Presiden secara khusus menyebut bahwa hal-hal yang sudah diputuskan dalam rapat paripurna, rapat terbatas, maupun rapat internal harus dijalankan bersama dengan segala konsekuensinya.

Presiden juga akan mendengarkan masukan dan pendapat dari jajarannya.

"Kalau sudah diputuskan di dalam rapat, jangan sampai di luar masih diributkan lagi. 

Silakan ramainya di dalam rapat.
Mau debat di dalam rapat, saya dengarkan, tapi kalau sudah diputuskan, dengan segala risiko harus kita laksanakan.

Kalau ada perubahan-perubahan atau kondisi-kondisi tertentu di lapangan, ya marilah kita tarik lagi dalam rapat internal atau rapat terbatas," tegasnya.

Kedua, Presiden Jokowi mengingatkan para menterinya untuk bekerja sama sebagai sebuah tim dan tidak bekerja secara sektoral semata.

Kerja para menteri tersebut akan dikoordinasikan oleh para Menteri Koordinator (Menko). 

Untuk itu, Presiden tidak ingin bila ada menteri yang tidak hadir saat diundang rapat oleh Menko.

"Bagaimana kita bisa mengonsolidasi, mengoordinasi, (jika) diundang rapat oleh Menko tidak pernah hadir. 

Hal-hal seperti ini yang harus saya garis bawahi, sekali lagi kerja kita adalah kerja tim," tegasnya.

Ketiga, Kepala Negara berpandangan bahwa terlalu banyak regulasi dan peraturan yang tersebar di berbagai level pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah.

Oleh karena itu, Presiden meminta para menterinya untuk melihat dan mengumpulkan berbagai peraturan yang masih tumpang tindih dengan peraturan di atasnya.

"Tolong ini dilihat di setiap kementerian. Yang membuat kita tidak cepat bekerja, yang menghambat pelayanan terhadap masyarakat, yang menghambat investasi dunia usaha, segera kumpulkan dalam waktu sebulan ini. Nanti akan segera saya rapatkan dalam dua minggu.

Dua minggu lagi setelah itu, hal-hal yang menghambat itu yang ingin kita hapuskan sehingga kita bisa bekerja dengan cepat," paparnya.

Keempat, Presiden ingin agar setiap pekerjaan yang dilakukan oleh jajarannya mencapai suatu tujuan besar, yaitu menciptakan lapangan kerja.

Presiden Jokowi berpandangan, hal tersebut yang diinginkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

"Goal besar dari setiap pekerjaan kita adalah cipta lapangan kerja.

Jadi jangan sampai ada kementerian-kementerian, provinsi, kabupaten/kota, yang tidak mengerti masalah ini," imbuhnya. (ROI)
Share:

DPRD Kabupaten Tuban Belajar CSR ke Pemkab Pati

Targethukumonline. Pati - DPRD Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur, kemarin melakukan studi banding ke Pemkab Pati terkait Corporate Social Responsibility (CSR).

DPRD Tuban studi banding ke Pemkab Pati.

Kedatangan para tamu tersebut diterima oleh Sekda, Asisten Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Kepala Disnaker, DPMPTSP, Kabag Perekonomian, perwakilan Bank Jateng, Bank Daerah, Bank Mandiri, PDAM Tirta Bening dan RS KSH Pati.

Sekda Pati Suharyono mengatakan CSR di Kabupaten Pati memang sementara ini dikelola oleh masing-masing perusahaan karena Perda dan Perbup-nya masih dalam penyusunan.

"Sehingga apabila ada sesuatu kaitannya dengan CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten Pati mereka mengelola sendiri tetapi tetap dilaporkan ke bagian perekonomian sehingga kita tahu apa CSR yang diberikan kepada masyarakat", jelasnya.

Sementara itu, Wakil DPRD Kabupaten Tuban, Ilmi Zada,  mengucapkan rasa terima kasihnya karena sudah difasilitasi untuk melaksanakan study banding tersebut.

"Semoga kunjungan kerja ini bisa mendapatkan ilmu dari Pati tentang masalah CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Pati", tuturnya.

Fokus kehadiran rombongannya ke Pati, menurut Ilmi Zada, adalah  berkaitan dengan pengelolaan dana CSR perusahaan. (ROI)
Share:

Lepas Dari Krisis, Bupati Haryanto Dorong BPR BKK Pati Lebih Kompetitif

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto mengharapkan PD (Perusahaan Daerah) BPR BKK Pati dapat meningkatkan pelayanan dan menjaga kepercayaan supaya tidak ditinggalkan nasabah, pasca lolos dari masa krisis.

BKK Pati diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik terhadap nasabah.

Harapan tersebut diungkapkannya dalam acara Gebyar Undian Tamades 2019 BPR BKK Pati di Ballroom Hotel Pati, Rabu (23/10).

Setelah melewati masa krisis panjang, PD BPR BKK Pati akhirnya mulai bisa mencatatkan laba pada 2018. 

Bersamaan dengan itu pula, untuk kali pertama sejak 2006, PD BPR BKK Pati bisa menyetorkan dividen kepada Pemprov Jateng dan Pemkab Pati.

"Dengan semangat dari direksi dan segenap staf untuk memberi pelayanan terbaik, alhamdulillah pada 2018 sudah keluar dari krisis. 

Ini bukti bahwa masyarakat memberi kepercayaan pada PD BPR BKK Pati," ucap Haryanto.
Menurutnya, persaingan antarlembaga perbankan saat ini sangat kompetitif. 

Jika tidak memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan pelanggan, baik debitur maupun kreditur, suatu lembaga perbankan akan ditinggalkan nasabahnya.

"Kunci untuk bertahan adalah bagaimana dipercaya oleh masyarakat. 

Dan satu di antara bentuk upaya untuk menjaga kepercayaan dari masyarakat ialah seperti siang hari ini. 

Ada undian Tamades. Ini adalah pembuktian sekaligus motivasi bahwa BPR BKK itu mampu. 

Sekarang tidak rugi, krisisnya sudah terlewati kemarin," ujarnya.

Kepada masyarakat, Haryanto meyakinkan bahwa tidak ada salahnya menabung di BPR BKK Pati. 

Selain karena jika menaruh dana di BPR BKK artinya seseorang turut berkontribusi pada PAD (Pendapatan Asli Daerah), BPR BKK juga dalam kondisi sangat sehat.

"Tadi dilaporkan, tabungan nasabah di BPR BKK Pati ada kurang lebih Rp 256 miliar. Lalu kredit disalurkan Rp 205 miliar. 

Dari laporan itu, BPR BKK sedang sehat," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga menegaskan, masih ada pasar yang bisa ditembus oleh BPR BKK Pati. 

Sebab, menurutnya, tingkat perekonomian masyarakat Pati cukup bagus. Meski lembaga perbankan banyak, masyarakat yang menabung juga banyak.

Sementara itu, Direktur Utama PD BPR BKK Pati Slamet Widodo mengatakan, Undian Tamades ini merupakan wujud apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para nasabah. 

Selain itu juga sebagai sarana promosi produk-produk yang telah dihasilkan PD BPR BKK Pati dan strategi menjaring nasabah baru.

Ke depan, ia berkomitmen, PD BPR BKK Pati akan berinovasi dan lebih kreatif. 

Di antaranya yaitu mempermudah pelayanan dengan teknologi informasi, seperti SMS banking dan transaksi online.

"Ini demi mampu bersaing dan menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga nasabah dimudahkan dan tidak pindah ke bank lain," ucapnya.

Slamet juga berkomitmen, PD BPR BKK Pati harus semakin eksis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, penyediaan kebutuhan modal, serta harus mampu berkontribusi terhadap PAD.

Terkait UMKM, menurut Slamet, saat ini masih banyak UMKM yang masih kesulitan mendapatkan pinjaman modal.

"Kiranya PD BPR BKK Pati bisa mempermudah akses modal pada UMKM, sehingga UMKM bisa semakin bertumbuh," ucapnya. (ROI)
Share:

Selasa, 22 Oktober 2019

Kenaikan Iuran Premi BPJS Diprediksi Bakal Bebani APBD

Targethukumonline. Pati - Kenaikan iuran premi BPJS Kesehatan dipredikasi akan kian membebani APBD Kabupaten Pati, hal itu dikemukakan Bupati Pati Haryanto saat menghadiri Pertemuan Stakeholder RSUD Soewondo, hari ini, di di Aula Seruni Lt.4 RSUD Soewondo Pati.

Iuran premi naik pelayanan kesehatan juga perlu ditingkatkan.

“Peningkatan iuran BPJS itu justru akan jadi beban daerah karena APBD harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk membayarkan iuran masyarakat tidak mampu atau Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS”, jelas Bupati.

Meski diakuinya, masalah ini tidak hanya terjadi di Pati tapi seluruh Indonesia.

Haryanto pun mengaku setuju dengan konsep gotong royong BPJS, namun dia berharap premi iuran BPJS tidak serta merta dinaikkan. 

Justru menurutnya, BPJS mestinya mengedukasi banyaknya kelompok masyarakat yang belum tertib membayar BPJS mandiri.

Menurut Bupati, seharusnya hal itu dulu yang dikerjakan, terlebih menurutnya selama ini masih banyak masyarakat yang menunggak pembayaran BPJS mandiri dan baru mengurus BPJS-nya kembali saat harus dirawat di rumah sakit.

Haryanto memahami, persoalan ini merupakan dilema bagi penyedia layanan kesehatan.

"Karena kalau kita hanya dituntut untuk meningkatkan pelayanan tanpa diimbangi dengan sarana-prasarana dan anggaran yang memadai, sudah barang tentu kita tidak bisa," ujarnya.

Namun demikian, Haryanto menegaskan, sebisa mungkin masyarakat jangan sampai dirugikan dengan adanya permasalahan ini.

Ia mengajak seluruh pihak penyedia layanan kesehatan untuk tidak mengendurkan pelayanan akibat merasa belum menerima hasil dari pelayanan yang telah diaksanakan selama ini.

Haryanto menyebut, melalui sebuah MoU, ia sebelumnya sudah pernah menyetujui untuk menanggung tunggakan BPJS dari APBD.

"MoU dengan BPJS kalau tidak salah Rp 25 miliar yang saya tandatangani.

Bupati berharap di periode kedua pemerintahan baru Jokowi nanti akan ada solusi soal ini. (ROI)
Share:

Hari Santri Simbol Benteng Penjaga NKRI

Targethukumonline. Pati - Bagi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, santri merupakan benteng penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hari santri refleksi jatidiri Bangsa.

Hal itu ia sampaikan ketika melepas keberangkatan peserta kirab peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di halaman Mapolres Pati, Selasa (22/10/19).

Iring-iringan pawai santri, marching band, dan paskibraka meramaikan kirab HSN yang mengambil titik start di Mapolres Pati dan titik finish di Lapangan Alugoro ini.

"Mari kita isi pembangunan bersama. Kita bangun santri yang bisa mengisi pembangunan dengan baik," ucap Saiful Arifin.

Sementara, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, memang sebelumnya panitia HSN 2019 dari PCNU Pati menghubungi Polres untuk melaksanakan kirab dengan start di Mapolres dan finish di Lapangan Alugoro.

"Maksud dan tujuannya, panitia menginginkan terwujudnya sinergitas antara Polri, TNI, dan masyarakat, utamanya dalam hal ini kalangan santri dari organisasi masyarakat terbesar di Indonesia," ungkapnya.

Pada momen HSN 2019 ini, AKBP Jon berharap, mudah-mudahan muncul pemimpin-pemimpin baru Indonesia dari kalangan santri, khususnya santri dari Kabupaten Pati.

Adapun Ketua Panitia Kirab HSN 2019 Pati Muhammad Zaim Jaelani menjelaskan, dalam kirab ini, hampir seluruh Pondok Pesantren dan MA besar di Kabupaten Pati dilibatkan.

"Selain itu, dari SMP/MTs juga kami undang untuk memeriahkan kirab ini," ungkapnya.

Bagi Zaim, selain untuk memperingati hari santri, kirab ini juga merupakan tasyakuran atas disahkannya UU Pesantren dan dilantiknya wakil presiden dari kalangan santri, yakni KH Ma'ruf Amin.

"Melalui peringatan hari santri ini, kita gugah teman-teman muda untuk meneladani pada pejuang terdahulu dari kalangan santri. 

Terutama mengambil hikmah sari resolusi jihad yang dahulu dikumandangkan KH Hasyim Asy'ari," tegasnya. (ROI)
Share:

Blog Archive