Sabtu, 30 November 2019

Peresmian Alun Alun Pati, Kumpulkan Ecobrick Hingga Pecahkan Rekor Minum Kopi Organik

Targethukumonline. Pati - Alun - alun kebanggaan warga Pati akhirnya resmi dibuka oleh Bupati Pati beserta jajaran Forkopimda pada, Sabtu tgl (30/11/19).

Alun - alun kota Pati resmi di buka berbarengan pemecahan rekor Muri.

Peresmian alun-alun Pati dibarengi dengan pemecahan rekor Muri minum kopi organik sebanyak 15.000 orang.

Para pelajar dari SD hingga SMA, seluruh ASN di Pati ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor Muri ke 9.300 ini.

Sebelumnya, kabupaten Pati juga sudah masuk ke dalam Muri dengan kategori senam waton obah, melukis mural, konvoi kendaraan membawa bendera merah putih dengan jumlah terbanyak, dan pemakaian handRub secara serentak.

Dalam sambutannya Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa revitalisasi alun-alun sudah selesai dan akhirnya bisa dibuka untuk masyarakat umum.

Revitalisasi alun - alun sendiri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat, agar menjadi ruang terbuka dan digunakan untuk kegiatan masyarakat baik formal maupun informal. 

"Revitalisasi alun-alun yang sudah selesai kita buka untuk masyarakat umum. 

Masyarakat bisa memakainya dan juga menjadi jantung paru - paru perkotaan agar masyarakat bisa menghirup udara yang sehat," ujar Bupati.

Bupati menuturkan bahwa, revitalisasi alun-alun ini adalah tuntutan sebagaimana dari Undang-undang nomor 26 Tahun 2007 dimana daerah-daerah dalam perkotaan diharapkan paling tidak 20- 30% terdapat ruang terbuka hijau.

"Oleh karena itu kami berupaya untuk menyiapkan ini sekalipun sudah ada beberapa ruang terbuka hijau dan kita bangun dengan baik, tujuannya adalah untuk kepentingan masyarakat," terangnya.

Dibukanya alun-alun Pati yang menghabiskan anggaran hingga 8 miliar ini, bersamaan juga dengan perkenalan produk kopi organik.

Tak hanya itu, para siswa dan ASN yang ikut meramaikan pemecahan rekor ini juga membawa ecobrick yang ditata rapi di sekeliling alun-alun.

Penampilan 800 pelajar binaan Disdikbud turut memeriahkan pembukaan Alun-alun dengan tari kolosal.

"Pembukaan alun-alun ini sekaligus mengenalkan produk kopi organik untuk promosi daerah.

Karena tidak hanya wisata kuliner tetapi kita juga punya produk-produk unggulan seperti kopi organik, kemarin kita juga memberikan nama untuk kopi Pati.

Dimana kopi Pati tersebut sudah mempunyai nama masing-masing," pungkas Bupati.

Pembukaan alun-alun Pati secara resmi ini ditandai dengan pembunyian sirene oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Saiful Arifin beserta Forkopimda. (ROI)
Share:

Jumat, 29 November 2019

Bupati Haryanto : Anggota Korpri Jangan Sampai Terjebak Rutinitas

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto mendukung gagasan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam sambutan tertulis yang ia bacakan pada Upacara Peringatan HUT Ke- - 48 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di lapangan alun - alun Pati, Jumat tgl (29/11/19).

Dalam HUT KORPRI Presiden Jokowi berpesan jangan terjebak dengan rutinitas.

Dalam sambutan tertulis tersebut, presiden mengamanatkan pada seluruh anggota KORPRI dan pemangku birokrasi agar tidak terjebak pada rutinitas monoton yang tidak kompetitif.

Menurut Jokowi, demi menjawab tantangan Revolusi Industri Jilid Keempat, birokrasi  harus berubah dengan mengedepankan kecepatan, kreativitas, dan inovasi.

Haryanto mendukung penuh gagasan ini dan meminta segenap anggota KORPRI untuk melaksanakannya.

"Pada momen ulang tahun KORPRI ini, semoga kita bisa introspeksi, jangan berbangga hati.

Tugas-tugas kita yang belum maksimal, mari kita maksimalkan sebagaimana arahan dari Bapak Presiden.

Tentunya kita harus bisa mengikuti perkembangan zaman, jangan sampai kita terjebak rutinitas," ucapnya.

Bagi Haryanto, pemangku birokrasi juga sebaiknya tidak sering mengerjakan sesuatu yang sifatnya hanya seremonial.

Namun, bagaimanapun, Haryanto berterima kasih pada seluruh anggota KORPRI atas kinerjanya selama ini.

Menurutnya, seluruh anggota KORPRI adalah motor penggerak pelayanan publik dan pembangunan daerah.

"Selama saya menjabat, seluruh anggota KORPRI senantiasa mendampingi tugas-tugas saya bersama wakil bupati dalam rangka menjalankan pembangunan di Kabupaten Pati.

Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, dan juga pelayanan yang lain, semuanya motornya adalah dari KORPRI," ucapnya.

Menurut Haryanto, dari sekian banyak prestasi dan keberhasilan yang dicapai Pemkab Pati, semuanya tidak lain karena peran serta dari KORPRI. (ROI)
Share:

Kamis, 28 November 2019

Presiden Jokowi Akan Tinjau Pelabuhan Patimban di Subang

Targethukumonline. Subang - Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat, 29 November 2019, bertolak menuju kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, guna melakukan kunjungan kerja, Jum'at tgl (29/11/19).

Presiden Jokowi dan rombongan dalam kunjungan ke Subang pagi ini.

Dari Pangkalan TNI AU Atang Sanjaya, Bogor, Presiden lepas landas dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU sekitar pukul 08.24 WIB.

Setibanya di Helipad Yonif 312 Kala Hitam, Kabupaten Subang, pada pukul 09.00 WIB, Presiden disambut oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriadi.

Usai menunaikan salat Jumat dan santap siang bersama, Presiden direncanakan akan meninjau program Mekaar binaan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Pada sore harinya, Presiden diagendakan untuk meninjau proyek dermaga sandar Pelabuhan Patimban fase I.

Selepas itu, Presiden akan menuju helipad Kantor PP Wika untuk kemudian lepas landas kembali ke Bogor.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Subang, antara lain Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu turut serta pula Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Staf Khusus Presiden Putri Indahsari Tanjung, dan Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda Putra. (ROI)
Share:

Cuci Tangan Jadi Awal Sukseskan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hadiri gerakan cuci tangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Pati di Halaman Stadion Joyo Kusumo, Kamis tgl (28/11/19).

Gerakan masyarakat sehat dimulai dari cuci tangan sejak dini.

Bupati menyebut, gerakan cuci tangan serentak bukanlah hal yang baru. 

Namun, salah satu upaya mengkampanyekan program Germas (gerakan masyarakat sehat) ini ada sejak di tahun 2014.

"Ini sudah sering kita sosialisasikan ke bawah, mulai dari anak - anak hingga masyarakat umum," ujarnya saat diwawancarai.

Bagi Haryanto, kegiatan semacam ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Yang mana dalam PHBS tersebut, diawali dengan gerakan cuci tangan dengan sabun.

"Ini penting, sebab tangan ini bisa sebagai sumber penularan penyakit mulai dari diari, influenza, TB dan seterusnya dengan berjabat tangan maupun memegang benda apapun", tegasnya.

Bupati meyakini, apabila PHBS ini dapat diterapkan dengan baik, maka segala permasalahan kesehatan dapat berkurang.

Mulai dari turunnya angka stunting yang saat ini menjadi fokus pemerintah, deklarasi bebas dari open defecation free (ODF) / Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dapat 100% terpenuhi.

"Apabila hal tersebut dijalankan, maka angka harapan hidup pun meningkat", imbuhnya.

Hal itu juga berdasarkan informasi bahwa angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Pati rata - rata di usia 67 tahun, sedangkan saat ini meningkat hingga 74 tahun.

Ini dapat terjadi, sebab menurut Bupati, pihaknya dan masyarakat telah berusaha menerapkan PHBS.

Terkait BABS, bupati menyebut bahwa di Kabupaten Pati, capaian dalam mengantisipasi hal tersebut sebesar 90 an %. 

Hanya tinggal beberapa lokasi saja yang harus dituntaskan.

"Apabila semua desa sudah tuntas, nanti kita deklarasi se - Kabupaten Pati", ucapnya.

Bupati menegaskan bahwa memang ada sejumlah lokasi yang belum tuntas lantaran kondisi letak geografisnya. 

Yaitu berada di pinggiran dan dekat dengan sungai - sungai. (ROI)
Share:

Rabu, 27 November 2019

TOUR OF DUTY and TOUR OF AREA

Targethukumonline. Pati - Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos memimpin sertijab Komandan Koramil di jajaranya di aula suluh bakti Kodim 0718/Pati kemarin, Rabu tgl (27/11/19).

Sertijab tiga pejabat dilingkungan Kodim Pati.

”Dalam rangka penyegaran di jajaran Kodim 0718 Pati, ada tiga jabatan Komandan koramil yang dilaksanakan perpindahan mutasi jabatan (tour of duty) dan mekanisme perpindahan/mutasi wilayah kerja (tour of area),” ucap Arif.

Menurut Arief, kondisi ini sangatlah lazim digulirkan dalam dunia karir Militer untuk pengembangan wawasan ke depan serta penguasaan wilayah di kabupaten Pati yang tergelar di 21 Koramil atau kecamatan.

“Intinya bagi seorang Prajurit harus selalu siap beralih tugas dan jabatan serta beralih tempat, karena ini semua bermuara kepada sumpah dan janji yang dulu sewaktu dilantik manjadi prajurit harus bersedia ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah Indonesia”
“Saat ini Kodim Pati para perwira masih ada yang rangkap jabatan selain sebagai Perwira staf dia juga merangkap sebagai Pelaksana harian sebagai Komandan Koramil, ini dikarenakan banyak para perwira yang purna tugas,” pungkasnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Kodim 0718 Pati pada saat memimpin acara sertijab tiga Danramil yang saat ini mengalami pergeseran diantaranya adalah Danramil 14 Gunungwungkal yang semula dijabat Kapten Inf Sudirman bergeser ke Koramil 03 Tayu, Kapten Inf Kusnadi semula menjabat sebagai Plh Danramil 20 Tambakromo bergeser menjadi Danramil 14 Gunungwungkal dan Koramil 20 Tambakromo dijabat oleh Kapten Inf Kusmiyanto rangkap jabatan sebagai Perwira Seksi Teritorial Kodim 0718 Pati.

Dalam acara yang digelar kemarin siang itu juga dihadiri oleh para pejabat Forkopincam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Muspika kecamatan Gunungwungkal, kecamatan Tambakromo dan kecamatan Tayu, ini bertujuan untuk mempermudah serta menguatkan garis koordinasi ditingkat pimpinan kecamatan.

Selain sertijab tiga Komandan koramil tersebut, dihari yang sama dilaksanakan pula sertijab masing-masing ketua ranting Persit Kartika Chandra Kirana ditiga Koramil yang mengalami pergeseran pimpinan.

Hal ini dilakukan untuk menyerahkan terimakan semua tanggungjawab kepada pejabat yang baru agar tidak terputus rantai komunikasi serta untuk memperlancar garis koordinasi dilingkungan organisasi PERSIT. (ROI)
Share:

KSPPS BMT MITRA MUAMALAH GO DIGITAL

Targethukumonline. Jepara - KSPPS BMT Mitra Muamalah sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jepara, sebuah lembaga keuangan yang berbadan hukum Koperasi ini berdiri sejak tahun 2001, di Tahunan Jepara, (28/11/19).

Segenap karyawan & Direksi KSPPS BMT MITRA MUAMALAH.

Lembaga ini dalam pengelolaannya menggunakan sistem keuangan syariah dimana yang menjadi dasar dan pedomannya adalah Al Qur'an dan Hadist Nabi.

Dalam kesempatan wawancara dengan Direkturnya, Drs. H. Asep Sutisna, MM bahwa ;

Mengatakan KSPPS BMT Mitra Muamalah mempunyai visi menjadi lembaga keuangan mikro tingkat nasional yang bereputasi syar'i, terbaik, terpercaya dan mempunyai nilai ansafahum linmas.

Diakui beliau tidak mudah bahkan sulit memsyarakatkan sistem ekonomi syariah dimana brand image masyarakat sudah terbiasa dengan sistim konvesional, tetapi dengan perjuangan yang gigih dari para mujahid BMT Mitra Muamalah, perlahan dengan pasti cita - cita itu terwujud, hal itu dibuktikan dengan semakin bertambah banyak jumlah anggotanya yang mencapai ribuan, hal ini juga membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat yang meningkat dan semakin banyak yang mendapat manfaat dari KSPPS BMT Mitra Muamalah.

Dalam menghadapi perkembangan Ilmu dan Teknologi yang semakin pesat, KSPPS BMT MitraMu juga melakukan perubahan yang signifikan dengan menyesuaikan era Digital, dengan mencanangkan Go Digital, sekarang anggota dapat melakukan transaksi dengan mudah dilakukan dimanapun, kapanpun, dan transaksi apapun dalam satu genggaman, dengan menggunakan aplikasi di smart phone.

Jadi anggota tidak harus datang kekantor BMT MitraMu, cukup duduk dirumah sambil minum kopi transaksi dapat dilakukan.

Selain itu sebagai bentuk apresiasi KSPPS BMT MitraMu kepada anggotanya yang aktif berpartisipasi dengan menambah saldo Simpanannya, baru - baru ini BMT MitraMu meluncurkan bonus point, dengan syarat dan ketentuan berlaku, yang dihitung dari kelipatan saldo simpanan anggota yang mengendap, semakin tinggi saldo simpanan yang mengedap maka semakin banyak point hadiah yang didapat.

Point - point tersebut dapat ditukarkan dengan bermacam - macam hadiah, salah satunya yaitu voucer belanja yang dapat di tukar dengan belanja di toko - toko mitra dari BMT MitraMu,
semakin tinggi saldo simpanan maka semakin banyak point yang dikumpulkan dan semakin besar hadiah pilih sendiri yang dapat diperoleh.

Di era digital saat sekarang lembaga koperasi juga dituntut untuk melakukan sentuhan modern juga dalam pengelolaannya, meninggalkan pola pikir lama yang akan menghambat perkembangan koperasi.

Kalau koperasi tetap dalam pengelolaan kuno bukan tidak mungkin akan ditinggalkan masyarakat yang lama - lama enggan untuk menjadi anggota koperasi.

Tetapi walaupun perubahan menjadi koperasi modern dalam pengelolaannya, lembaga koperasi jangan meninggalkan prinsip - prinsip sebuah lembaga koperasi.

BMT Mitra Muamalah siap menyongsong era digital.

Dan itu ditunjukan oleh KSPPS BMT Mitra Muamalah, walau sudah go digital tetapi tetap mempertahankan prinsip dasar koperasi, dari anggota, untuk anggota, oleh anggota.

Semoga dengan kepeloporan go digital oleh KSPPS BMT Mitra Muamalah, akan semakin banyak masyrakat masuk menjadi anggota dan semakin besar dan jaya koperasi di Indonesia. ($.budi)
Share:

Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos : Soliditas Menjaga NKRI di Minggu Militer Sebagai Ketahanan Nasional

Targethukumonline. Pati - Ratusan Prajurit dari Kodim 0718 Pati hari ini penuhi lapangan desa Raci kecamatan Batangan dalam rangka kegiatan minggu Militer bulan November, Rabu tgl (27/11/19).

Minggu militer sebagai ketangkasan prajurit & wujud ketahanan nasional dalam menjaga wilayah NKRI.

Kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan oleh jajaran Kodim 0718 Pati yakni minggu Militer pada minggu ke empat dalam setiap bulan, selama satu minggu para prajurit digembleng materi dasar keprajuritan sebagai upaya Back To Basic untuk menyegarkan kembali tentang ilmu - ilmu militer.

Selama seminggu itu pula, ada salah satu kegiatan yang dilaksanakan yang mengambil lokasi diluar markas kodim Pati yakni dengan bergiliran setiap bulannya keliling seluruh wilayah kabupaten Pati.

Hal ini bertujuan untuk mengenalkan serta menambah penguasaan wilayah bagi para prajurit, selain itu pula untuk menjalin silahturahmi dengan warga masyarakat diseluruh wilayah pembinaan Kodim 0718 Pati yang terdiri dari 21 Kecamatan.

Pada bulan November kali ini giliran Koramil 15 Batangan yang mendapatkan giliran sebagai tuan rumah dalam kegiatan yang dilaksanakan pagi tadi yang dipusatkan dilapangan desa Raci Kecamatan Batangan.

Kegiatan Ketahanan Mars yang dilaksanakan salah satu tujuannya untuk membina fisik para prajurit kodim Pati untuk menunjang pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawab para Prajurit.

Mulai pukul 07.00 WIB seluruh prajurit Kodim 0718 Pati melaksanakan apel pagi yang diambil langsung oleh Kepala staf Kodim Pati Mayor Inf Much. Sholihin, S.Ag, M.Si menyampaikan ;

“Kita akan melaksanakan kegiatan pembinaan fisik yaitu ketahanan Mars yang akan menempuh jarak sekitar 5 km disekitar desa Raci dan sekitarnya,” terangnya.

“Laksanakan dengan penuh semangat tetapi perhatikan faktor keamanan dalam melaksanakan setiap kegiatan, apabila yang kurang sehat segera laporan kepada penyelenggara latihan, cek tensi/tekanan darah kepada tim kesehatan lapangan yang sudah stanby dari DKT/Rumah sakit Marga Husada yang selalu mengikuti gerakan kita nanti,” ucap Sholihin.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0718 Pati Letkol Arm. Arief Darmawan, S.Sos juga turut hadir dan melaksanakan kegiatan mulai awal sampai ahir dan diahir acara menyempatkan menyanyi bersama dengan didampingi Kepala desa Raci ibu Mamik Eko Trimurti beserta perangkat desa yang berbaur bersama para prajurit Kodim Pati.

Dandim Pati menyampaikan banyak terima kasih kepada kepala desa Raci yang telah menyambut kedatangannya bersama para prajurit dengan sambutan yang tergolong istimewa.

“Saya menghaturkan banyak terima kasih kepada ibu Mamik Kades Raci yang telah menyambut kami dengan sangat luar biasa, saya merasa sangat tersanjung,” ucap Arief.

“Biasanya kegiatan yang kami laksanakan keliling wilayah sekabupaten Pati hanya sekedar latihan saja namun juga sebagai wujud ketahanan nasional, begitu juga kali ini ibu kades bersama perangkat desa Raci memberikan sambutan kepada kami tergolong luar biasa, mohon maaf kalau kami telah merepotkan ibu kades Raci,” ungkapnya.

“Dalam kesempatan ini pula saya juga ingin berpamitan kepada seluruh prajurit Kodim Pati yang telah berkumpul dengan saya sekitar dua tahun, mohon maaf apabila saya dan keluarga membuat kesalahan yang tidak kami sengaja, insha Allah silahturahmi akan tetap terjalin dan saya akan singgah ke Kodim Pati apabila kebetulan lewat kesini," tuturnya.

Menutup acara pada kegiatan tersebut, Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos melantunkan satu buah lagu milik grup band Republik yang berjudul “Aku Takut” yang disambut dengan tepuk tangan dan rasa suka cita serta rasa takut kehilangan sesuatu bercampur aduk menjadi satu sesuai dengan isi lirik lagu yang menceritakan tentang seseorang yang takut akan kehilangan cinta. (ROI)
Share:

Bagikan Kabar Gembira, Bupati Haryanto Wanti Wanti Kades Tidak Terlena

Targethukumonline. Pati - Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia nomor 11 tahun 2019, sebagian besar dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Pati akan terpakai untuk menggaji para kepala desa beserta perangkatnya.

117,14 milyar akan terpakai untuk memenuhi SilTap.

Total ADD yang dianggarkan Pemkab Pati dalam APBD 2020 ialah Rp 142,15 miliar. 

Dari anggaran tersebut, Rp 117,14 milar (82,4 persen) diantaranya akan terpakai untuk memenuhi kebutuhan SilTap (Penghasilan Tetap) Kades dan perangkat desa.

Hal ini terungkap dalam forum Penyampaian Pagu Indikatif Hasil Workshop Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Pati 2020, Selasa pagi, forum ini digelar di Pendopo Kabupaten Pati.

Bupati Pati Haryanto menjelaskan, sesuai PP dimaksud, penghitungan ADD tidak lagi mengacu pada aturan rasio yang lama.

"(Penghitungan ADD 2020) sudah kita sesuaikan dengan perintah Mendagri dalam PP tersebut. Jadi, ADD untuk memenuhi kebutuhan Siltap kades dan perangkat dulu, baru kepentingan yang lain," ujarnya dihadapan para camat, kades, dan pendamping desa yang mengikuti forum ini.

Haryanto mewanti - wanti, meski peraturan ini merupakan "kabar gembira" bagi para kepala desa dan perangkat, hal ini tidak boleh menjadikan mereka terlena.

Sebab, ada penilaian kinerja yang mengikat para kades dan perangkat desa.

"Kalau hak sudah diberikan, kinerja juga harus ditingkatkan. Kewajiban harus dijalankan dengan baik," tegasnya.

Sementara, Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Pati Mochtar menyampaikan detail penghitungan ADD 2020.

Ia mengungkapkan, menyusul PP nomor 11 tahun 2019, penghasilan tetap wajib diberikan pada Kades, Sekretaris Desa (Sekdes) dan perangkat desa.

"Dianggarkan dalam APBDes, bersumber dari ADD, Intinya, PP ini mengamanahkan bahwa penghitungan ADD harus memenuhi rasio kecukupan Siltap bagi kepala desa dan perangkat desa," ucapnya.

Adapun besaran penghasilan dari masing-masing pejabat Pemerintahan Desa juga diatur dalam PP ini.

Pertama, besaran Siltap Kades paling sedikit Rp 2,42 juta atau 120 persen dari gaji pokok PNS golongan II/a.

Kedua, besaran Siltap Sekdes paling sedikit Rp 2,22 juta atau 110 persen dari gaji pokok PNS golongan II/a.

Ketiga, besaran Siltap perangkat desa paling sedikit Rp 2,02 juta atau setara dengan 100 persen gaji pokok PNS golongan II/a.

"Jadi, untuk Siltap ini memakan 82,40 persen dari total ADD yang dianggarkan dalam APBD 2020, selebihnya baru untuk pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan operasional, konsekuensinya memang begitu," ucapnya. (ROI)
Share:

Insan PERS Jawa Tengah KSB IPJT Jepara Mengadakan Audensi Dengan Forkompimda Kabupaten Jepara

Targethukumonline. Jepara -  Insan Pers Jawa Tengah KSB IPJT Kabupaten Jepara mengadakan audensi dengan Forkompinda di ruang rapat aula 2 Pemerintahan kabupaten, Rabu tgl (27/11/19).

Sekjen IPJT Mr. Moh. Safik saat sedang audensi bersama Forkompimda Jepara.

Dihadiri oleh Kabag tata pemerintahan Setda Jepara, Kodim 0719 kab Jepara, Polres Jepara, Bakerbangpol Kab.Jepara, Diskominfo Kab.Jepara, DPUPR Kab.Jepara, LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) Jawa Tengah, BPJS Ketenagakerjaan KC. Kab. Jepara, Kabag Pembangunan Setda Jepara, Kabag Umum Jepara, Kabag Pemerintahan Kab.Jepara, dan Perwakilan IPJT Jateng, serta KSB IPJT kab. Jepara.

Pada kesempatan audensi ini KSB kab. Jepara yang diwakili oleh Sekjen IPJT Jateng Moch Safik mengatakan mengajak bersinergi dengan kami sehingga bersama sama wujudkan Jepara yang aman tentram dan  humanis.

Terimakasih dukungannya kepada Pemerintah kab.Jepara yang bersedia mensuport kegiatan ini sehingga acara nanti di Pelantikan dan Deklarasi KSB IPJT kab. Jepara di Pendopo Kabupaten berjalan lancar tanpa halangan.

Pursanto Kabag tata pemerintahan Setda Jepara mengatakan salah satu fungsi dari Pemerintah daerah adalah memfasilitasi semua organisasi masyarakat yang ada, IPJT adalah bagian dari organisasi masyarakat itu sehingga kami berharap Pemerintah Daerah yang merupakan leding sektor untuk mensejahterakan masyarakat Jepara bisa bermitra dengan baik dengan IPJT,  mudah mudahan peranserta IPJT di Kabupaten Jepara bisa mengakselerasi percepatan perwujutan kesejahteraan yang ada diJepara.
Dengan selesainya audiensi yang diselenggararakan bersama PEMDA Kabupaten Jepara, Sekber IPJT Kabupaten Jepara dimana model audiensi dengan mengundang semua Forkompinda itu menunjukkan bahwa Secara perlahan Sekber IPJT Kabupaten Jepara telah diterima oleh semua Forkompinda, selamat untuk sekber IPJT kabupaten Jepara semoga acara deklarasi dan pelantikan akan berjalan lancar sesuai rencana dan harapan. ($.aries)
Share:

Selasa, 26 November 2019

Presiden Jokowi Sebut Jembatan Penting Kemitraan ASEAN dan Korea Adalah Masyarakat

Targethukumonline. Korsel - Tidak hanya hard connectivity, seperti pembangunan infrastruktur, namun soft  connectivity juga sangat penting”, demikian dijelaskan Presiden Jokowi dalam sesi pertemuan KTT Peringatan 30 tahun kerjasama Kemitraan ASEAN - Republik Korea, Busan, selasa tgl (26/11/19)

Tahun kemitraan masyarakat ASEAN menjadi penopang perekonomian kedepannya.

Yang dimaksud dengan soft connectivity adalah penguatan hubungan antar masyarakat, pelajar dan juga antar pengusaha ASEAN dan Republik Korea (RoK).

Ketiga hal tersebut merupakan aset besar dalam membangun konektivitas, yang harus memperoleh perhatian penuh negara ASEAN - RoK.

Dalam memperkuat hubungan antar masyarakat, Presiden Jokowi melihat bahwa masyarakat ASEAN dan Korea adalah jembatan penting bagi kemitraan kita bersama kedepan.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi peran penting ASEAN Culture House di Busan yang terus berupaya meningkatkan konektivitas antar masyarakat.

“Kedepan, kita dorong konektivitas antar masyarakat melalui bebas visa kunjungan dalam mendukung target 15 juta pertukaran masyarakat ASEAN - Korea,” kata Presiden Jokowi.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi percaya bahwa anak-anak muda, pelajar, ilmuwan, dan para periset dari ASEAN dan Korea akan menjadi jangkar kemitraan kedepan.

“Negara-negara ASEAN adalah negara yang memiliki penduduk usia muda yang besar, oleh karena itu kerja sama pengembangan sumber daya manusia menjadi sangat penting artinya,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menceritakan pertemuannya dengan para ilmuwan Indonesia yang belajar dan bekerja di Korea senin kemarin.

Para ilmuwan tersebut, kata Presiden Jokowi, mayoritas masih sangat muda dan memiliki keahlian di bidang-bidang strategis, misalnya nano technology Artificial Intelligence dan Mobile medical healthcare.

“Saya kagum terhadap kemampuan mereka, setelah bertemu mereka, saya semakin menghargai pentingnya kerja sama di bidang Pendidikan untuk anak-anak muda kita. 

Kerja sama ini harus terus diperkuat,” tutur Presiden Jokowi.

Hal lainnya yang harus diperkuat adalah kolaborasi para pengusaha, private sectors ASEAN dan Korea,“ASEAN dan Korea adalah mitra ekonomi strategis.

Bagi Korea, ASEAN adalah mitra dagang ke-2 dan mitra investasi ke - 3 terbesar.

Kemitraan di bidang ekonomi akan menjadi penopang kerja sama kita secara sustainable demi kemakmuran rakyat kita,” tutur Presiden Jokowi. (ROI)
Share:

Pati Dapatkan Dana Desa dan Dana Transfer Daerah Rp 2,14 Triliun di 2020

Targethukumonline. Semarang - Kabupaten Pati pada 2020 akan mendapatkan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 2,14 triliun.

DIPA kabupaten Pati, mendapatkan anggaran sebesar 2,14 Triliun.

Hal itu terungkap saat Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) menghadiri acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan dan Anggaran Dana Transfer Daerah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penyerahan secara simbolis ke Wabup Safin dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Semarang, Senin (25/11/19).

Selain menyerahkan dana transfer daerah, dalam kesempatan itu Gubernur juga menyerahkan DIPA  kepada pimpinan lembaga/kementerian /instansi vertikal di wilayah Provinsi Jateng.

Acara tersebut juga dihadiri oleh unsur Pimpinan Forkompinda Tingkat Provinsi Jateng, Bupati/Walikota se-Jateng, jajaran pimpinan satker kementerian/lembaga di wilayah Jateng serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan pesan kepada para pimpinan daerah tingkat kabupaten yang menerima bantuan dana transfer daerah untuk pembiayaan dana desa agar segera direalisasikan guna percepatan pembangunan di daerah, sesuai pesan Presiden Jokowi.

“Jangan takut menggunakan dana desa, pemerintah pusat sedang berupaya menyederhanakan regulasi-regulasi yang saling tumpang tindih, namun tetap harus sesuai aturan”, tegas Ganjar.

Lebih lanjut dengan akan berakhirnya tahun anggaran 2019, tentunya harus terus dilakukan evaluasi dan peninjuan kembali terkait pelaksanaannya.

Khususnya terkait prioritas dan kualitas belanja pemerintah sepanjang tahun angaran 2019.

Dan disampaikan pula bahwa untuk tahun 2020 ke depan, mengingatkan besarnya alokasi dana desa maka diharapkan para bupati/walikota agar mengoptimalkan penggunaan dana desa dan meningkatkan alokasi dana desa dari tahun sebelumnya.

“Kalau dana desa ini bisa dikelola secara optimal saya percaya pembangunan di Jateng akan terlihat, mengingat besarnya alokasi dana desa yang dianggarkan pemerintah pusat ke daerah,” ungkap Gubernur.

Sebelum dilaksanakan penyerahan DIPA, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng Sulaimansyah telah memaparkan capaian total persentase realisasi belanja kementerian/lembaga dan dana transfer serta dana desa hingga 20 November 2019.

Sulaimansyah menjelaskan bahwa untuk total realisasi belanja kementerian/lembaga tercatat sebesar 73 persen, adapun realisasi pengunaan alokasi dana transfer mencapai 80 persen.

Dirinya berharap kepada Pemda untuk berhati-hati dalam pengelolaan keuangan jangan sampai tersangkut masalah hukum.

Dan mengelola anggaran secara efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan.

“Gunakan dana itu dengan tatas, tetes dan titis”, ujar Sulaimansyah. (ROI)
Share:

Senin, 25 November 2019

Kapolda Jawa Tengah Beri Penghargaan Kepada Wakapolres dan Kasatlantas Polres Jepara

Targethukumonline. Semarang - Usai mendapatkan penganugerahan dari Kemenpan RB pada tanggal 20 November 2019 dan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Tjahjo Kumolo.

Kapolda Jateng berikan apresiasi kepada Wakapolres & Kasatlantas Jepara.

Dimana pelayanan publik SKCK dan SIM Polres Jepara dinilai sangat baik (A-), kali ini Polres Jepara Polda Jawa Tengah mendapatkan penghargaan kembali melalui Pamennya (Perwira Menengah) yaitu Kompol Arianto Salkery, S.H.,M.H. dan Kasat Lantas Polres Jepara, Senin tgl (25/11/19).

Pagi bertempat di halaman Mapolda Jawa Tengah usai pelaksanaan apel pagi kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemberian penghargaan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. kepada personilnya yang berprestasi dimana salah satunya adalah Wakapolres Jepara Kompol Arianto Salkery, S.H.,M.H. sebagai Pamen (Perwira Menengah) teladan.

Tak hanya itu Kasat Lantas Polres Jepara Polda Jawa Tengah dalam kesempatan tersebut juga mendapatkan penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. kepada AKP Panji Gedhe Prabawa, S.I.K.,S.H. atas karyanya dalam membuat film pendek berjudul “LIDI” yang masuk dalam finalis 10 besar Police Movie Festival Tahun 2019.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara Polda Jawa Tengah AKBP Arif Budiman, S.I.K.,M.H. membenarkan atas penghargaan yang telah diterima oleh Wakapolres Jepara Kompol Arianto Salkery, S.H.,M.H. dan Kasat Lantas Polres Jepara AKP Panji Gedhe Prabawa, S.I.K.,S.H.

“Saya mewakili seluruh Personil Polres Jepara Polda Jawa Tengah patut berbangga atas penghargaan yang diterima selama ini dan semoga dengan berbagai penghargaan yang telah diterima ini dapat memacu Personil Polres Jepara lainnya untuk lebih giat dalam bekerja dan meraih prestasi serta mempertahankan prestasi yang telah diraih selama ini” terang Kapolres Jepara Polda Jawa Tengah AKBP Arif Budiman, S.I.K.,M.H. ($.abrori)
Share:

Kapolres Pimpin Serah Terima Jabatan, Tiga Pejabat Utama Polres Jepara

Targethukumonline. Jepara - Bertempat di Lapangan Endra Dharmalaksana Mapolres Jepara telah dilaksanakan kegiatan Upacara Serah Terima Jabatan Pejabat Utama Polres Jepara Polda Jawa Tengah, Senin tgl (25/11/19).

AKBP Arif Budiman SIK. MH pimpin langsung mutasi sebagai penyegaran di satuannya.

Dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara Polda Jawa Tengah AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. dan dihadiri Wakapolres Jepara Kompol Arianto Salkery, S.H., M.H., Pejabat Utama Polres Jepara, Kapolsek Jajaran Polres Jepara, Perwira Staf Polres Jepara, Bintara Polres Jepara, ASN Polri dan Ketua Bhayangkari Cab. Jepara beserta pengurus kegiatan upacara serah terima jabatan berlangsung dengan khidmat dan tertib.

Untuk diketahui bahwa Pejabat Utama Polres Jepara yang mengalami rotasi/mutasi yaitu Kabagren Polres Jepara dari Kompol (Purn) Hari Djatmiko kepada AKP Hadi Suprastowo, Kasat Lantas Polres Jepara dari AKP Panji Gedhe Prabawa, S.I.K., S.H. (jabatan baru sebagai Kasitatib Subditgakkum Ditlantas Polda Jawa Tengah) kepada AKP Hari Condro Ribowo, S.H., S.I.K. (jabatan lama Pama Polda Jawa Tengah) dan Kasat Binmas Polres Jepara dari AKP Hadi Suprastowo kepada Iptu Sujito.

Dalam sambutannya, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa rotasi jabatan adalah hal yang wajar di Kepolisian sebagai salah satu bentuk pengembangan karir dari Personil Polri, maupun penyegaran dalam suatu kesatuan dan kali ini yang kami lakukan penyegaran adalah Kabagren, Kasat Lantas dan Kasat Binmas Polres Jepara.

“Dalam kesempatan kali ini, Kami berpesan kepada pejabat baru agar cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru mengingat dalam waktu dekat kita akan menghadapi perayaan Natal Tahun 2019 dan tahun Baru 2020 selain itu juga kami tunggu terobosan kreatif dari pejabat yang baru di instansi kita tercinta Polres Jepara” tambah Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. ($.aries)
Share:

Minggu, 24 November 2019

Pesan Presiden Jokowi Kepada Peneliti Muda Indonesia di Korea Selatan : Bangun Tanah Air

Targethukumonline. Korsel - Presiden Joko Widodo pada hari ini, Senin, 25 November 2019, bertemu dengan sejumlah peneliti dan ilmuwan asal Indonesia yang berada di Korea Selatan, Senin tgl (25/11/19).

Presiden Jokowi bertemu dengan peneliti muda Indonesia.

Dalam pertemuan yang digelar di Hotel Lotte, Busan, tersebut, Presiden Jokowi berpesan, salah satunya agar para ilmuwan tidak lupa untuk kembali dan membangun Tanah Air.

"Sekarang di sini dulu enggak apa - apa, melihat, mengamati, kemudian pada titik tertentu memang nantinya semuanya harus kembali membangun negara kita," kata Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar 45 menit tersebut, para ilmuwan menyampaikan gagasan-gagasan terkait riset dan inovasi kepada Presiden. 

Gagasan tersebut dirumuskan dalam judul "Korea Selatan sebagai Inspirasi Percepatan Kemajuan Riset dan Inovasi di Indonesia" dan "Strategi Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045".

Gregorius Rionugroho Harvianto, salah seorang ilmuwan yang hadir mengatakan, gagasan - gagasan tersebut bersumber dari pengalaman ia dan rekan-rekannya selama menjalani riset di Korea Selatan. 

Rio, sapaan akrabnya, hadir bersama 21 orang peneliti dan ilmuwan lainnya yang memiliki beragam latar belakang pendidikan, mulai dari teknik kimia, arsitektur, sistem informasi, mitigasi bencana, hingga kesehatan.

"Gagasan bagaimana menggunakan anggaran riset lebih efektif dan efisien untuk strategi riset inovasi kita, yang kita kasih judul 'Strategi Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045'. 

Jadi kami melihat ini sebuah visi jangka panjang, bukan hanya 5 tahun ke depan," kata Rio.

Setidaknya ada tiga gagasan yang disampaikannya di hadapan Presiden Jokowi, yaitu pertama usulan pembentukan Universitas Riset Indonesia. 

Di Korea Selatan, kata Rio, ada University of Science & Technology (UST) yang berfokus merekrut lulusan S-1 untuk kemudian ditempatkan di lembaga-lembaga riset.

"Indonesia butuh Universitas Riset Indonesia karena kita butuh menambah jumlah peneliti Indonesia dalam waktu relatif singkat. 

UST menghasilkan lulusan dengan impact factor yang besar, tiap lulusan menghasilkan 2 paten dan 2 paper. 

Dana LPDP cukup besar, justru lebih baik dananya diputar di dalam negeri, untuk riset di dalam negerinya dibandingkan ke luar negeri," jelas Rio.

Selain itu, ia juga mengusulkan perlunya percepatan riset dan inovasi di industri, bukan hanya di lingkungan kampus. 

Ketiga, ia mengusulkan revolusi konsep triple helix untuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Presiden Joko Widodo pun menanggapi usulan-usulan tersebut dengan baik. 

Menurutnya, apa yang disampaikan para peneliti tersebut merupakan masukan - masukan segar yang bisa menginspirasi pemerintah dalam mengembangkan rumah besar riset Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Ini memang baru awal karena memang mimpi kita semua yang namanya balai penelitian, lembaga - lembaga penelitian dan riset kita, semuanya masuk ke dalam rumah besar itu. Karena sekarang kan berdiri sendiri-sendiri," kata Presiden.

Meskipun anggaran riset Indonesia belum sebanyak Korea Selatan yang mencapai 4,62 persen dari GDP-nya, tapi menurut Kepala Negara, anggaran riset Indonesia sudah banyak secara nominal. 

Anggaran tersebut tersebar di beberapa kementerian dan lembaga.

"Saya lihat kementerian ada Rp800 miliar, ada Rp700 miliar, setelah saya gabungkan semuanya angkanya itu Rp26 triliun. 

Menurut saya itu angka gede banget, meskipun belum segede 4,62% dari GDP," jelasnya.

"Tapi kalau yang Rp 26 triliun ini sudah benar, jalannya sudah benar, hasilnya juga ada, yang saya tagih hasilnya. 

Kalau benar sudah berhasil, sudah bagus, dan betul-betul bermanfaat untuk rakyat, untuk industri, untuk desa, untuk petani, nelayan, ya baru. Kita memang belum masuk ke sana," tambahnya. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto Singgung Edaran Perampingan Eselon di Lomba Menyanyi Kepala Dinas

Targethukumonline. Pati - Guna menyambut HUT ke - 48 Korpri, Sabtu siang, Pemerintah kabupaten menggelar lomba menyanyi yang diikuti oleh semua kepala OPD di Pendopo Kabupaten Pati.

HUT Korpri ke 48 Pemkab gelar lomba nyanyi antar OPD.

"Tahun ini memang sedikit berbeda. Sebab selama 3 tahun berturut - turut kemarin dalam menyambut HUT Korpri, kita selalu menggelar pentas ketoprak Projo Budoyo.

Namun, mengingat bahwa alun - alun masih belum dibuka lantaran usai revitalisasi, tahun ini Hari Korpri kita mengayu bagyo melalui lomba menyanyi ini", ujar Bupati Pati Haryanto.

Meskipun setiap hari bertemu antara satu kepala dinas dengan kepala dinas yang lain, dari hasil pengamatan bupati, masih terlihat wajah tegang para kepala dinas saat mengikuti lomba menyanyi itu.

"Untuk diketahui bahwa nantinya akan ada badai yang merasionalisasi para pejabat struktural.

Yaitu surat edaran dari Kemanpan untuk menginventarisir eselon 3 dan eselon 4.

Namun, saya sudah berkoordinasi dengan pak Sekda, kita menunggu daerah yang lain jalan dulu tidak apa - apa", tegasnya.

Bupati menyebut, pihaknya akan benar - benar menginventarisir secara terarah, jangan sampai kedepan dapat merugikan para pegawai yang selama ini telah serius mengabdi.

Jadi apapun itu, yang selama ini telah mengacu pada aturan atau PP, semoga tidak dipatahkan dengan surat edaran.

"Kalau di surat edaran itu kan agar untuk menginventarisir sampai dengan akhir tahun ini.

Sedangkan untuk pelaksanaannya ialah sampai akhir bulan Juni 2020", ucapnya.

Di samping itu semua, pihaknya akan terus berkoordinasi agar segala keputusan maupun kebijakan tidak menimbulkan dampak negatif bagi semua yang terlibat.

"Kita tidak perlu sepaneng memikirkan hal tersebut. Yang terpenting kita tetap bekerja melayani masyarakat.

Terlebih selama ini, kita juga sudah sering mendapat penghargaan di sejumlah aspek", tuturnya.

Bagi Bupati, Korpri ini merupakan motor penggerak bagi pelayanan dan pembangunan di masyarakat. 

Apabila motor tersebut lambat, kerja pun juga lambat.
Namun apabila motor ini kencang, masyarakat pun otomatis akan mengikuti. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto : Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Jadi Ajang Silahturahmi Warga

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Masjid Agung Baitunnur Pati, Sabtu malam.

Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk rasa syukur kehadirat Allah SWT.

Bupati Pati Haryanto menuturkkan melalui Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadikan umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah.

Haryanto menambahkan, Peringatan Maulid Nabi juga memiliki makna sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. 

"Sebagai suri tauladan bagi kita semua dan kita bersyukur pada hari ini kita diberikan kesehatan, berkah, hidayah serta di murahkan rezeki serta mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad," ujar Bupati.

Haryanto menambahkan momentum Maulid Nabi selain sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, juga perlu menelaah hal-hal yang perlu menjadi contoh dan teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara.

"Sekali lagi kita mengambil hikmah yang disampaikan, bawa pulang serta kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah menjadi berkah apabila kita niatkan dan amalkan apa yang kita dapatkan agar kehidupan kita menjadi keberkahan didunia dan diakhirat," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pati juga menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada segenap Panitia
kegiatan semacam ini untuk terus dilakukan.

Menurutnya melalui kegiatan semacam ini merupakan sarana untuk mendapatkan keberkahan Allah SWT. 

Selain itu melalui momentum semacam ini juga sebagai sarana bagi masyarakat untuk saling mengeratkan hubungan silaturahmi diantara masyarakat.

"Ini lah kesempatan kita untuk saling berkumpul dan bersilaturahmi ditengah-tengah masyarakat," pungkasnya. (ROI)
Share:

Terungkap, Ini Alasan Pemkab Pati Pilih Tanggulsari Sebagai Desa Wisata

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menyebut Desa Tunggulsari adalah desa wisata kedua yang ia tetapkan setelah Desa Talun Kecamatan Kayen.

Desa Tangulsari layak menjadi desa wisata.

Hal tersebut disampaikannya, pada saat sambutan di acara peresmian Desa Tunggulsari sebagai desa wisata kabupaten pati, Sabtu (23/11).

Haryanto dalam sambutannya mengatakan, jauh sebelum ditetapkan desa wisata, desa Tunggulsari telah dikenal sebagai rujukan studi banding di bidang pertambakan.

"Sejak dulu para petani dari luar daerah sering berkunjung ke sini, karena petani tambak di sini berhasil membudidayakan bandeng semiintensif. 

Kemudian sekarang juga mengembangkan budi daya nila salin," jelasnya.

Area konservasi bakau yang luas, lanjut Bupati, juga merupakan daya tarik wisata yang unggul di desa ini.

Haryanto berharap, dengan segala keunggulan yang dimilikinya, Desa Wisata Tunggulsari bisa terus berkembang. 

Ia pun berharap penetapan desa wisata ini, tidak sebatas seremoni tanpa ada action ke depan.

"Harus ditunjang sarana dan prasarana yang memadai, terutama terkait kebersihan. 

Makanya hari ini kami serahkan gerobak sampah dan tempat sampah. Jangan sampai orang ke sini terganggu karena tempatnya kurang bersih," ujarnya.

Dalam sambutannya pun Haryanto mendorong pemerintah desa setempat untuk memanfaatkan dana desa bagi pengembangan pariwisata di desa ini.

"Kalau bisa dikelola dengan baik, nanti akhirnya bisa menambah pengunjung. Bisa menambah pendapatan desa, selain itu juga membangkitkan ekonomi masyarakat," terangnya.

Haryanto juga mendorong masyarakat setempat untuk menghasilkan karya berupa kerajinan yang bernilai ekonomis.

"Ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai cendera mata, yang tak kalah penting, manfaatkan media sosial untuk promosi. 

Buatlah konten kreatif yang sekiranya bisa menarik pengunjung, "tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tunggulsari Jarot Supriyanto mengatakan, wisata di desanya mengusung konsep wisata Mina Mangrove.

"Sebagaimana namanya, ada dua kelompok besar dalam desa wisata ini, yakni kelompok Mina dan kelompok Mangrove," jelasnya.

Kelompok Mangrove menawarkan wisata pantai dan area konservasi bakau.

Ia menjelaskan, terdapat hamparan tanaman bakau hijau-rimbun seluas 30 hektar.

Pada setengah hektar di antaranya, telah dibangun trek - trek kayu dan gardu pandang yang dapat menjadi lokasi berfoto ria.

Adapun kelompok Mina (perairan tambak) menawarkan wisata edukasi pertambakan.

Desa Tunggulsari memang memiliki area pertambakan cukup luas, tepatnya 146 hektar. 

Terdiri atas 50 hektar tambak nila salin, 60 hektar tambak bandeng semiintensif, dan sisanya adalah tambak bandeng tradisional.

"Selain wisata edukasi, dari kelompok Mina, Desa Wisata Tunggulsari juga memiliki pemancingan, restoran apung, kolam renang, dan toko oleh-oleh olahan hasil tambak dengan branding Rakarori," ujarnya.

Rakarori, imbuhnya, diambil dari bahasa Jawa yang artinya 'Ora Karo Ri' dan bila diartikan, maksudnya tidak mengandung duri. 

Yang mana olahan dari tambak yakni ikan yang dibuat oleh-oleh tidak mengandung duri atau tanpa duri", pungkasnya. (ROI)
Share:

Jumat, 22 November 2019

Presiden Jokowi Bertolak ke Korea Selatan Hadiri Rangkaian Acara KTT ASEAN - RoK

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan terbatas bertolak menuju Korea Selatan dalam rangka kunjungan kerja pada Sabtu tgl (23/12/19).

Kemitraan Bagi Perdamaian, Kesejahteraan Bagi Semua, KTT ASEAN.

Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan Ibu Iriana beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 12.19 WIB.

Di Busan, Korea Selatan, Presiden diagendakan menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN - RoK.

KTT kali ini akan memperingati 30 tahun kemitraan ASEAN dan RoK dan mengusung tema “Kemitraan bagi Perdamaian, Kesejahteraan bagi Semua.”

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono yang turut serta dalam perjalanan ke Korea Selatan mengatakan, dalam KTT ini Presiden akan membahas  kerjasama ASEAN - RoK untuk 30 tahun mendatang, termasuk kerjasama konektivitas dan upaya menjaga stabilitas kawasan.

“Selama berada di Busan, Presiden akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan juga bertemu dengan beberapa CEO Korea Selatan. 

Dan tidak kalah pentingnya petemuan dengan kelompok ilmuwan dan peneliti muda Indonesia di Korea Selatan,” kata Heru.

Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan, ucap Heru, akan tiba kembali di Indonesia pada 27 November 2019 dini hari.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan ke Korea Selatan antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Selain itu turut serta pula Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berada di Korea Selatan untuk mempersiapkan kunjungan Presiden ini.

Turut mengantar keberangkatan Presiden dan Ibu Iriana di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ROI)
Share:

Kamis, 21 November 2019

150 Sertifikat Dibagikan di Desa Lengkong

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menyerahkan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019 di Aula desa Lengkong, kecamatan Batangan, 150 sertifikat diserahkan di balai desa setempat, Kamis tgl (21/11/19).

Desa Lengkong empat kali berturut turut dapat program sertifikat masal.

Kepala Desa Lengkong Yashadi mengatakan, terhitung sejak tahun 2016, desa Lengkong telah empat kali berturut - turut mendapatkan program PTSL.

Pada Tahun 2016, 50 bidang tanah di Desa Lengkong telah tersertifikasi melalui PTSL.

"Kemudian Tahun 2017, 150 bidang. 2018, 200 bidang, lalu 2019 ini 150 bidang, hingga kini, tanah di desa Lengkong yang belum bersertifikat tinggal antara 20-25 bidang," ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Pati Yoyok Hadi Mulyo Anwar mengatakan, desa Lengkong bisa mendapat program PTSL empat tahun berturut - turut ialah atas kerja keras seluruh perangkat desa.

Ia menjelaskan, sertifikat PTSL ini merupakan bukti sah kepemilikan tanah yang akan dimiliki secara turun-temurun.

Program ini dapat meminimalisasi risiko adanya sengketa tanah.

Sebab, dalam sertifikat batas tanahnya jelas, nama pemiliknya jelas, dan seterusnya.

"Pada Tahun 2023, ditargetkan seluruh bidang tanah di Kabupaten Pati telah terdaftar dan bersertifikat," ungkap Yoyok.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, dalam program PTSL ini, tidak semua desa bisa dapat sekaligus. 

Meski para kades sudah berusaha agar warganya terakomodasi, pelaksanaannya tetap tidak bisa sekaligus, mesti bertahap.

Ia menegaskan, PTSL merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat. Kalau tidak melalui program ini, biaya pengurusan tanah sangat mahal.

Mengetahui banyak di antara masyarakat setempat yang bermata pencaharian sebagai petani maupun pedagang garam, Haryanto mempersilakan mereka menggadaikan sertifikat tanah untuk mendapat tambahan modal.

"Bisa untuk nyetok garam, misalnya, sekalipun sekarang harga garam sedang turun, siapa tahu nanti naik.

Karena perdagangan komoditas memang naik-turun, namun saya doakan harga garam segera naik," pungkas Bupati. (ROI)
Share:

Tiga Kali Berturut - turut, Pati Juarai MTQ Pelajar Jateng

Targethukumonline. Pati - Satu prestasi membanggakan kembali ditorehkan para kafilah kabupaten Pati saat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Pelajar ke 34 tingkat Jawa Tengah. 

Kab. Pati berhasil pertahankan piala bergilir ketiga kalinya.

Mereka berhasil meraih gelar juara umum sekaligus mempertahankan piala bergilir untuk ketiga kalinya.

Pengumuman juara disampaikan Sekretaris Dewan Hakim Khamdani, saat penutupan MTQ Pelajar pada Rabu sore di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali.

"Kabupaten Pati mendapat skor tertinggi yaitu 23, urutan selanjutnya ialah Kabupaten Wonosobo (15), Kebumen (14), Rembang (12), Klaten (11), Demak (10), Kudus (8)," ungkap Khamdani.

Ketua Umum MUI Jateng sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQL) Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan, lembaga ini menyelenggarakan berbagai macam MTQ bertujuan agar Al-Quran menjadi budaya dalam kehidupan umat.

"Generasi milenial yang sering mengalami gejolak batin dan perasaan karena perubahan zaman, cara membuat tenang hatinya ya melalui Alquran," tegasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Setda Heri Supriyono, yang hadir mewakili Bupati Pati mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih para kafilah Pati.

Ia juga mengucapkan terima kasih pada para kafilah yang berjuang mempertahankan predikat juara umum.

"Tahun ini adalah MTQ bersejarah buat Kabupaten Pati karena tiga kali berturut-turut menjadi juara umum sehingga piala bergilir Gubernur tetap menjadi milik Kabupaten," ujar Heri.

Heri mengatakan, selama MTQ berlangsung baru Kabupaten Pati yang berhasil mempertahankan predikat juara umum selama tiga tahun berurutan.

"Semoga ini menjadi berkah bagi Kabupaten Pati dan semoga Alquran tidak hanya pada ucapan tapi yang terpenting dilaksanakan dalam tingkah laku sehari hari," harapnya.

Ia pun memotivasi seluruh kafilah Pati agar terus berprestasi dan dapat mempertahankan predikat juara. (ROI)
Share:

Rabu, 20 November 2019

Dandim Pati Hadiri Penyerahan Sertifikat PTSL

Targethukumonline. Pati - Penyerahan sertifikat dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) dilaksanakan hari ini oleh Bupati Pati H. Haryanto, SH, MM, M. Si bersama Forkopimda Kabupaten Pati, Rabu tgl (20/11/19).

Sebanyak 1.457 sertifikat telah diserahkan kepada warga.

Dalam acara penyerahan sertifikat di desa Arumanis, desa Srikaton Kecamatan Jaken dan desa Trimulyo kecamatan Juwana, Bupati Pati H. Haryanto, SH, MM, M, Si didampingi oleh Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arif Darmawan, S.Sos, Kepala BPN Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar, SH, Plh. Ka Kejaksaan Heru Haryanto, SH (Kasi Pidsus Kejaksaan Pati).

Kepala BPN Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar, SH, menyampaikan bahwa Sertifikat tanah merupakan bukti kepemilikan tanah yang sah dan berkekuatan hukum sehingga sertifikat sangat penting untuk dimiliki setiap orang.

Yoyok juga mengatakan bahwa BPN telah memfasilitasi  pengajuan sertifikat baik secara perorangan ataupun melalui program sertifikat PTSL seperti yang telah dilaksanakan pada hari ini masyarakat Desa Arumanis, desa Srikaton kecamatan Jaken dan desa Trimulyo kecamatan Juwana akan menerima sertifikat melalui program sertifikat PTSL tahun 2019 yang akan diserahkan oleh Bupati Pati.

Dalam kesempatan itu kepala BPN juga menerangkan bahwa telah menerima pengajuan sertifikat dari masyarakat seluruh wilayah kabupaten Pati sebanyak 72.159 lembar dan sudah terealisasi 50.000 lembar sertifikat.

Bupati Pati H. Haryanto SH. MM. MSi dalam sambutanya menyampaikan, syukur Alhamdulillah bahwa program sertifikat tanah dapat terlaksana, program ini adalah merupakan program dari Pemerintah Pusat yg memerintahkan BPN Propinsi dan BPN Kabupaten untuk melaksanakan program sertifikat PTSL.

"Saya harap masyarakat tidak percaya hasutan atau berita Hoax yang disebar pihak yang tidak bertanggung jawab terkait tentang program PTSL ini," ujarnya.

"Setelah menerima sertifikat ini gunakanlah dengan sebaik-baiknya, untuk agunan pinjaman sebagai modal usaha, agar dapat dirasakan hasilnya," ucap Haryanto.

Dalam acara penyerahan sertifikat PTSL yang dimulai pada pukul 10.30 WIB di desa Arumanis kecamatan Jaken diserahkan sebanyak 1.063 sertifikat, dilanjutkan penyerahan sertifikat di desa Srikaton kecamatan Jaken pada pukul 13.30 WIB di balai desa Srikaton sebanyak 384 sertifikat, dan terahir pada pada pukul 15.00 WIB di balai desa Trimulyo Juwana, Bupati Haryanto bersama Forkopimda kabupaten Pati menyerahkan sebanyak 300 sertifikat kepada masyarakat. (ROI)
Share:

Mencintaimu Apa Adanya Bieb, Seperti Bunga Mawar Yang Tak Pernah Layu

Targethukumonline. Pekalongan - Sepenggal kisah seorang sejoli yang saling mencinta, tidak ada yang salah dari mencintai seseorang, dalam cinta, benar dan salah itu tidak ada, semua tentang rasa, rasa bahagia, rasa damai hanya dengan duduk bersebelahan atau jalan bersisian diatas panggung, saling dekat bahkan saling berbisik tentang rasa rindu padamu bieb, Kamis tgl (21/11/19).

Biarkanlah waktu yang bicara Bieb, berani, benar & berhasil.

Yang kamu butuhkan saat mencintai seseorang, adalah sebuah rasa seperti kembali pulang, pada sebuah rumah yang memberimu perlindungan juga rasa nyaman, kamu bisa menjadi apa saja di sana, tanpa harus berpura - pura bahagia, biarkanlah rasa rindu yang bicara.

Orang yang telah lama bersamamu, terkadang tidak bisa menjadi "rumah" bagimu. Sedang orang yang belum lama bertemu, justru mampu memberimu perasaan itu, rasa yang nyaman dalam balutan cinta yang abadi seperti senyum sang mentari di pagi hari, seindah senyum menawanmu.

Meski status seseorang bisa menjadi dasar tentang salah dan benar, tetapi tentang rasa tidak bisa demikian, apa yang salah dari merasa bahagia, kebahagiaan yang tentu saja menimbulkan debar rindu itu sendiri, saling genggam untuk saling menguatkan.

Ada sebagian dari kita yang terjebak pada hubungan yang salah, bahagia menjadi alasan terkuat untuk bertahan pada satu hubungan yang keliru, hingga datang rasa lelah yang akhirnya menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan itu.

Akhir hubungan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah rasa cinta, kerinduan itu bisa jadi masih selalu ada, keinginan untuk menyapa, bersenda gurau bahkan saling menatap mesra atau sekadar melihat dari kejauhan saja.

Mencintai..? apa yang salah dengan sebuah rasa akan senandung cinta dua anak manusia, rasa ingin memiliki, itu adalah sebuah naluri yang manusiawi. Siapa yang mampu menyangkalnya? yang bisa kita lakukan adalah berusaha untuk lebih meredam rasa cinta sejati hingga di bawa mati oleh naluri yang terpendam dalam hati.

Mencintailah, sebab itu kebebasan bagi setiap jiwa, namun, jangan lupa untuk menyematkan harga diri pada rasa cintamu itu. Agar cinta bisa tetap menjadi sebuah rasa yang mulia yang indah hingga menutup mata, bunga mawar ku engkaulah belahan jiwaku. ($.ubur)
Share:

Polres Jepara Terima Penghargaan dari Kementerian PAN-RB RI Dibidang SIM dan SKCK

Targethukumonline. Jakarta - Polres Jepara telah menerima penghargaan dari Kementrian PAN RB RI tentang evaluasi kinerja unit penyelenggara publik bidang SIM dan SKCK.

Kapolres Jepara terima penghargaan pelayanan publik bidang SIM & SKCK.

Penyerahan pengahargaan diberikan oleh mentri PAN RB Tjahjo Kumolo di Hotel Holiday Inn Jakarta, Rabu tgl (20/11/19).

Hadir dalam acara tersebut, Deputi Pelayanan Publik Diah Natalisa, Staf Ahli Menteri Bidang Otonomi Daerah Jufri Rahmad, Sekretaris Kedeputian Pelayanan Publik Devi Anantha, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah I Noviana Andrina.

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Jeffrey Erlan Muller, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah III Damayani Tyastianti, serta para perwakilan Polda dan Polres penerima penghargaan.

Sebanyak 6 Polres mendapatkan predikat Pelayanan Prima (A) yakni Polrestabes Surabaya, Polresta Sidoarjo, Polres Cirebon, Polres Banyuwangi, Polres Tuban serta Polres Malang. Dan sebanyak 33 Polres mendapatkan predikat Sangat Baik (A-).

Polres Jepara berhasil meraih predikat pelayanan publik sangat memuaskan (A-) dari 207 polres/ta/tabes/ res metro seluruh indonesia.

Tahapan tahapan penilaiann yang dilaksanakan oleh tim Yanlik Pan RB yang dilaksanakan mulai bulan Juni - Oktober 2019 diantaranya adalah sebagai berikut ;

Tahap kesiapan ruang pelayanan dan SDM Pelayanan, penilaian lapangan dari tim kemenpan RB perwakilan Prov Jateng. 

Input data pelayanan melalui aplikasi Form F1 dan F3, penelitian dari kemenpan RB secara tidak langsung dan Penentuan hasil.

Merupakan kebanggaan dan prestasi yang luar biasa, semoga kedepan Polres Jepara mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga predikat Polres sangat baik mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Dan terimaksih atas dukungan para Personil Polres Jepara, Pemerintah Daerah stake holder, terlebih masyarakat kabupaten Jepara yang senantiasa ikut serta membantu Polres Jepara sehingga Polres Jepara dapat meraih Polres Sangat baik dalam pelayanan Publik," terang Kapolres Jepara AKBP. Arif Budiman, SIK.MH ". ($.aries)
Share:

Arist Merdeka Sirait : Anak Indonesia Dalam Darurat Narkoba

Targethukumonline. Jakarta - Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia mengatakan bahwa Anak Indonesia saat ini berada dalam lingkaran Darurat Narkoba.

Anak Indonesia dalam darurat bahaya narkoba.

Untuk itu, menjadi penting semua elemen negara dan bangsa harus bersatu padu dan bersama - sama memberantas Narkoba dan psikotropika, dan memutus mata rantai darurat narkoba, karena dampak dan permasalahan Narkoba dan Psikotropika tidak lagi mengenal batas negara dan telah menjadi masalah Internasional bahkan menjadi salah satu pemicu "triger" meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak, Kondisi ini disampaikan Arist Merdeka Sirait kepada sejumlah media guna merespon merajalelanya peredaran narkoba dan psikotropika yang menjadikan salah satu triger meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia.

Lebih lanjut Arist Merdeka Sirait putra Siantar (siantarmen-red) dalam keterangan pers yang disampaikan di kantornya di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur Rabu tanggal 20 November 2019 menyataan bahwa penyalahgunaan narkoba dewasa ini telah mengemuka dan merupakan masalah sosial yang kompleks dengan melibatkan dan memanfaatkan  anak-anak baik anak sebagai kurir, pendistribusi dan pengedar serta dipaksa menjadi pemakai juga rusaknya berbagai aspek kehidupan yang luas seperti masalah ekonomi, pendidikan, perawatan kesehatan, agama dan politik.

Mengingat bahaya narkoba dan psikotropika dapat mengancam kelangsungan hidup generasi bangsa dengan merusak mental dan jiwa anak - anak sebagai generasi penerus keluarga dan negara, maka masyarakat dunia berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya untuk melawan dan mencegah peredaran serta penyalahgunaannya narkoba, namun sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan lanjut Arist Merdeka Sirait.

Dengan demikian lanjut Arist upaya pencegahan dan penanggulangannya memerlukan tindakan secara masif, terencana dengan baik serta berkelanjutan sebagai  tanggung jawab bersama masyarakat (commond issue community).

"Perlu dibangun kesadaran masyarakat bahwa pergerakan sindikat narkoba di Indonesia berkembang sangat pesat bermula dari Indonesia sebagai tempat transit lalu lintas narkoba internasional, kemudian berkembang menjadi lokasi atau destinasi perdagangan narkoba internasional bahkan ironidnya saat ini Indonesia telah menjadi tempat  produksi Narkoba.

Oleh karena itu, tutur Arist Merdeka Sirait, untuk menyelamatkan anak-anak menjadi korban bahaya narkoba, semua komponen bangsa tanpa batas perlu didorong untuk menyusun langkah - langkah strategis, terukur, terintegrasi dan berkelanjutan dalam memutus mata rantai darurat narkoba di Indonesia dengan melibatkan peran serta masyarakat.

"Anak-anak kita sebagai dambaan keluarga dan generasi penerus bangsa, wajib hukumnya kita jaga, kita selamatkan dan kita lindungi anak kita". 

Dengan demikian KOMNAS Perlindunga Anak mengajak masyarakat untuk tidak menghambat serta halang-halangi Polisi dalam menjalankan tugasnya memberantas dan melawan peredaran narkoba". 

Sebab fakta menunjukkan bahwa jutaan usia anak di Indonesia saat ini berada pada lingkaran darurat narkoba narkoba dan telah menjadi korban bahaya narkoba.

Tidak sedikit anak anak saat ini hidup dan bertumbuh ditengah - tengah kehidupan keluarga yang menjadi pengedar dan pemakai narkoba, akibatnya banyak anak terpapar dan menjadi anak dengan lingkungan peredaran Narkoba (ADN). 

Tidaklah adil bagi anak, jika anak justru dieksploitasi dan dimanfaatkan serta menjadi korban peredaran narkoba, tambah Arist. 

Oleh sebab itu Komnas Perlindungan Anak mengajak semua komponen bangsa dan tembus batas profesi, alim ulama,  tokoh  lintas agama, anggota dewan, organisasi kepemudaan, Mahasiswa, Jurnalis,  organisasi perempuan, organisasi sosial kemasyarakatan, aktivis dan pegiat HAM serta pegiat perlindungan anak serta aparatus penegak hukum untuk melawan secara total Narkoba (total drug against), demikian desak Arist. (ROI)
Share:

Hari Pertama Uji Kompetensi, Peserta Seleksi JPT Jalani Tes Psikometri dan Wawancara

Targethukumonline. Pati - 21 peserta Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama mengikuti uji kompetensi di Gedung FISIP Undip Semarang, Rabu tgl (20/11).

Uji kompetensi sudah dalam tahap wawancara & tes psikometri.

Dengan berpakaian putih hitam dan berdasi, mereka mengikuti pembukaan Uji Kompetensi yang dihadiri oleh anggota Panitia Seleksi Jumani, selaku Plt Kepala BKPP Pati.

Jumani mengungkapkan, tahapan pada hari ini peserta mengikuti tes psikometri dan tahapan wawancara.

Sedangkan untuk tahapan Leaderless Group Discussion, akan dilaksanakan pada seleksi hari kedua.

"21 peserta hadir tepat waktu pada hari ini dan alhamdulillah tes psikometri dan wawancara berjalan dengan lancar," ujarnya.

Pada pembukaan uji kompetensi ini, dihadiri oleh Wakil Dekan I FISIP, Teguh Yuwono beserta Wakil Dekan II Ika Riswanti Putranti.

Menurut Jumani, tim dari Fisip Undip akan melakukan penilaian secara independen dalam tahap uji kompetensi ini. 

Ia menjelaskan, usai digelarnya uji kompetensi tersebut, hasilnya akan diserahkan pada panitia untuk diumumkan sebagai peserta yang lolos ke tahapan selanjutnya.

Peserta uji kompetensi, merupakan pelamar pada seleksi terbuka untuk posisi berikut yaitu Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM (6 orang), Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan (4 orang), Kepala Dinkop UMKM (5 orang) dan Kepala Pelaksana BPBD (6 orang). (ROI)
Share:

Bupati Haryanto : GSMS Upaya Tangkis Kepunahan Seni dan Budaya

Targethukumonline. Pati - Pembukaan Pementasan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) berlangsung di Pusat Kuliner Pati, Selasa sore (19/11) oleh Bupati Pati Haryanto.

Pengenalan seni dan budaya sejak usia dini duharadiha mampu melestarikan kaluhuran budaya jawi.

Bupati Pati Haryanto yang hadir guna membuka acara itu mengatakan bahwa GSMS terlaksana di Kabupaten Pati tidak hanya kali ini saja namun ini merupakan tahun yang ketiga. Pementasan GSMS sendiri, akan diselenggarakan 19 - 23 November 2019.

Bupati mengungkapkan, keberadaan GSMS tidak hanya mengembangkan seni budaya saja namun juga berguna membangun karakter budi pekerti melalui seni budaya.

"Juga untuk melestarikan menguri - uri budaya adiluwung yang barangkali tidak dikenal oleh masyarakat, sehingga melalui pementasan oleh anak-anak ini dapat dikenal masyarakat luas," imbuhnya.

Bupati menyebut bahwa kegiatan GSMS ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat dari lini bawah, bottom up, bukan top down.

Menurutnya apabila dari lini bawah, dapat bertahan lama atau langgeng sedangkan kalau dari atas hanya mampu bertahan sebentar.

"Jumlah anak yang terhimpun dalam seni budaya ini lebih dari seribu. Itu baru tahun ini, belum tahun - tahun sebelumnya, berarti mengalami peningkatan," ujar Haryanto.

Bupati juga menegaskan bahwa dengan terselenggaranya GSMS ini, juga sebagai upaya dalam mengantisipasi punahnya seni budaya yang ada.

Bahkan ia mengungkapkan bahwa terdapat anggaran yang sudah teralokasikan untuk pentas seni budaya, mulai dari wayang, ketoprak, tayub dan berbagai macam seni lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati Winarto mengatakan Penerapan GSMS ada pada ekstrakurikuler di dalam sekolah.

Diharapkan dalam ektrakurikuler yang di dalamnya terselip GSMS, para siswa maupun warga sekolah dapat menyerap langsung pengetahuan dan ketrampilan dari seniman.

"Antara pihak sekolah dan pihak seniman untuk bersinergi melaksanakan pelatihan seni budaya terhadap para generasi muda yang tidak lain adalah para siswa siswi yang belajar di sekolahnya," jelas Winarto.

Dari pelaksanaan GSMS ini, lanjut Winarto, para siswa bisa mengerti tentang kesenian, paham, serta dapat mengapresiasi seni - seni sendiri maupun seni dari daerah lain.

"Selain itu agar bisa menguri - uri, bisa menjaga dan mengembangkan budaya kita.

Sebab sebagaimana yang kita ketahui bahwa budaya ada sejak dari zaman leluhur kita, yang mana budaya tersebut, memiliki nilai - nilai tinggi.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya agar seni budaya dikenal generasi muda, dilestarikan serta dikembangkan," pungkasnya.(ROI)
Share:

Blog Archive