Rabu, 06 November 2019

PAGELARAN RINGGIT PURWO 24 JAM DENGAN 15 DALANG DAN 20 WARANGGONO MUDA

Targethukumonline. Jepara - Alunan bunyi gendang, kempul, kenong, gender, saron, dan gong terasa indah saat dipukul bersama oleh para yogo dalam satu nada ditambah suara nyaring yang merdu dari waranggono muda - muda mengiringi sabetan dalang - dalang muda Jepara membuat suasana pagelaran ringgit purwo 24 jam semakin hangat.

Dok/TH/Budi. 

Itulah suasana pagi ini (6 Nop 2019) di pendopo Kabupaten Jepara.

Dalam rangka Hari Wayang Nasionanal Pepadi Jepara yang dipunggawai okeh Ki Hendro Suryo Kartiko, menyelenggarakan pegelaran wayang kulit 24 jam tanggal 6 dan 7 Nopember 2019 mulai pukul 07.00 WIB.

Menurut Ki Hendro, pagelaran ini selain untuk memperingati Hari Wayang Nasional juga untuk menggali dan mengangkat bakat -  bakat muda seni pedalangan di kabupaten Jepara.

Pembukaan pegelaran ini di hadiri para tokoh seni di jepara, para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Jepara dan masyarakat Jepara.

Dalam kesempatan ini ikut memberi sambutan Ketua Harian KSBN Jepara Bopo Solih, mewakili Ketua Umumnya yang juga Plt. Bupati Jepara Bopo Dian yang berhalangan hadir, menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan yang di gagas dan diselenggarakan oleh Pepadi Jepara, karena kegiatan ini merupakan bentuk nyata menguri - uri budaya, dan hal ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat Budaya Nasional.

Disampaikan juga oleh Ki Hendro, pagelaran dengan 15  dalang muda dan 20 waranggono muda ini baru pertama di selangarakan di  Jepara.

Dalam kesempatan ini hadir pula para punggawa Sekber  IPTJ Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah Safik selaku Sekjen dan Sigit selaku Bendum dan juga di dampingi Ketua dan Sekretaris SEKBER IPJT Jepara.

Selain mengahdiri undangan Pepadi Jepara, Beliau berdua di Jepara juga dalam rangka persiapan audensi dengan beberapa Instansi Pemkab Jepara, persiapan Deklrasi dan pelantikan KSB Sekber IPTJ Jepara dan juga persiapan Mukerda Sekber IPTJ .

Dengan adanya pagelaran ini maka dapat terlihat nyata banyak bakat - bakat muda seni pedalangan di jepara.

Pagelaran dibuka dengan penyerahan tokoh wayang dikanjutkan penampilan pertama Ki Lintang dengan lakon " sabetan peranggal" kemudian dalang kedua Ki Ranu dengan lakon "Bima Rangsang" kemudian berturut - turut Ki Rian lakon "Dewa Ruci", Ki Eko Mukti " Semar Boyong", Ki Danar Iswara " Gathutkaca Ratu", Ki Heri Kriswanto " Pendawa Syukur", Ki Wahono "Sabetan", Ki  Niko "Sabetan", Ki Firman " Peranggal", Ki Doncarlos "Peranggal", Ki Faisol " Gathutkaca Lahir", Ki Agung Suryo, Ki Dyan Widyono " Wahyu Ketentreman", Ki Syarif Maulana " Kresno Malang Dewa", Ki Sugiyarto dengan lakon " Gareng Ngratu".

Pagelaran akan berakhir besok pagi 7 Nopember 2019.

Pagelaran ini juga merupakan sejarah di Kabupaten Jepara karena baru pertama kali diadakaan pagelaran seperti ini.

Pelestarian Budaya nasional merupakan tanggung jawab kita semua, bukan hanya Pepadi, bukan pula para seniman, kalau tidak kita semua nguri - uri kelak anak cucu kita tidak akan pernah tahu kalau bangsa kita memiliki budaya yang sangat agung, juga sukses buat Pepadi Jepara. (Budi/ Abrori)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive