Jumat, 15 November 2019

Letjend TNI Doni Monardo : Kars Gunung Kendeng Harus Diselamatkan Demi Anak Cucu Kita

Targethukumonline. Pati - Kunjungan Kepala BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo bersama rombongan di kecamatan Kayen kabupaten Pati Jawa Tengah pagi tadi dengan menggunakan Helly milik Penerbad dengan Nomer Lambung Ha 518 pada pukul 08.30 WIB mendarat dilapangan sepak bola kecamatan Kayen, Jumat tgl (15/11/19).

Peran sentral Kepala BNPB dalam mengatasi bencana alam di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke wilayah kabupaten pati, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo didampingi oleh Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin, Deputi BPBD Jateng, Kepada Divisi Perhutani Prov. Jateng, Kepala BPBD Jateng, Para Staf Ahli Penelitian Lingkungan BNPB.

Kedatangan rombongan disambut oleh Bupati Pati H. Haryanto SE. MM. M.Si, Dandim 0718 Pati Letkol. Arm. Arief Dharmawan. S.sos, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin, SE, Kepala BPBD kab. Pati Plt. Hadi Santoso, Muspika Kec. Kayen, Sukolilo dan Tambakromo, anggota Kodim 0718 Pati dan Polres Pati, para anggota BPBD Kab. Pati, para Kades se kecamatan Kayen, para tokoh agama dan tokoh masyarakat kecamatan Kayen Pati.

Agenda kunjungan Kepala BNPB bersama rombongan di wilayah kabupaten Pati ini adalah silahturahmi serta acara tatap muka, dialog dilanjutkan tanya jawab dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Aula Kecamatan Kayen terkait permasalahan di pegunungan Kendeng.

Dalam sambutan Bupati Pati  H. Haryanto SE. MM. M.Si menyampaikan selamat datang bahwa pada hari ini mendapatkan tamu kehormatan pada kunjungan perdana kepala BNPB.

Haryanto memaparkan bahwa  Kabupaten Pati dulunya adalah eks Karesidenan membawahi empat Kabupaten di antaranya adalah Pati, Kudus, Jepara dan Rembang.

"Kabupaten Pati dengan jumlah 406 desa dan 21 Kecamatan, Pegunungan kendeng berada di tiga kecamatan meliputi Kayen, Sukolilo dan Tambakrowo," ucap Haryanto.

"Bahwa untuk wilayah tertentu seringkali apabila musim hujan masyarakat mengistilahkan dalam bahasa jawa "Ora iso ndodok" (tidak bisa jongkok) karena kebanjiran dan apabila musim kemarau "ora iso cewok (tidak bisa cebok) karena tidak ada air".

"Alhamdulillah ada kerjasama dengan masyarakat kabupaten Pati dengan instansi terkait dalam menangani bencana kekeringan, dari kebutuhan air bersih yang melalui BPBD tersalurkan 1000 lebih tangki sehingga keluhan masyarakat bisa tertampung dan tersaring dan kendalanya hanya tehnis aja," terangnya.

"Bencana seperti ini dialami bukan tahun ini saja, namun setiap tahun di kabupaten Pati mengalami kekeringan.

Bupati juga menyampaikan bahwa terkait bencana alam di pegunungan kendeng merupakan dampak reboisasi yang tidak berhasil, pendangkalan sungai dan kurang sadarnya masyarakat terhadap lingkungan dan lainnya mengakibatkan hujan lebat akhirnya mengakibatkan banjir bandang.

Dalam penjelasannya Bupati menceritakan pada waktu diundang oleh Presiden dan mendapatkan bantuan normalisasi sebesar 1 milyar dan tahun 2020 mendapat dana 100 milyar, dan kedepan rencana mau ada kegiatan pabrik semen dimana masih ada pro dan kontra untuk amdal dalam proses sampai sekarang juga tidak kunjung selesai.

"Dalam hal ini kita juga mencari solusi ke semua pihak dan bersama - sama mencari solusi yang terbaik," pungkasnya.

Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan," Terimakasi telah memberikan tempat di kabupaten Pati, kemarin kita bertemu dengan Gubernur Jateng, dan kami telah menghadap kepala divisi Perhutani pusat terkait kebencanaan di kabupaten Pati di sekitar gunung kendeng," ulasnya.

"Kalau kita bicara tentang ancaman, kita berada diwilayah sangat membahayakan dimana banyak gunung berapi dan lempang indo pasifik," ucap Letjend TNI Doni Morado.

"Di indonesia ada patahan kendeng itu mengalami kerusakan di wilayah hulunya, kami tertarik makanya kita kesini untuk mengetahui bagaimana itu gunung kendeng, kita harus bersama sama mencari solusi mengatasi bencana yang ada di kabupaten Pati, kalau kita tidak melibatkan masyarakat dalam program lingkungan nyaris keberhasilanya kecil," terangnya.

"Untuk mengembalikan fungsi hutan sangat sulit karena berurusan dengan perut, harus ada konsep kerjasama program apa yang ada di Perhutani dengan satu tujuan kawasan konservasi berfungsi kembali," terang Letjen TNI Doni Monardo.

Setelah kegiatan di aula kecamatan Kayen rampung, pukul 10.27 WIB sampai 10.45 WIB rombongan Kepala BNPB meninjau tempat persemaian bibit Perhutani kawasan Gunung Kendeng di desa Sumbersari kecamatan Kayen dan pukul 10.55 WIB rombongan meninggalkan lokasi menuju Helipad di lapangan kecamatan Kayen untuk melanjutkan agenda kunjungan di Kota Solo Jateng.

Harapan yang sangat besar bahwa pegunungan kendeng menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, mata air yang mengalir mampu memberikan denyut nadi kehidupan dalam kehidupan sehari - hari, hal mana harus diperhatikan demi masa depan anak cucu kita kelak nantinya, jangan sampai menjadi bencana banjir bandang dan seterusnya diakibatkan gunung yang gundul karena tidak terawat dengan baik. (ROI)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive