Sabtu, 14 Desember 2019

Pembagian Sertifikat PTSL di Desa Brati Kayen, Warga Sangat Kecewa

Targethukumonline. Pati - Desa Brati kecamatan Kayen mendapatkan, program PTSL menjadi sangat fenomenal di kalangan masyarakat, karena dengan adanya PTSL masyarakat sangat di untungkan, karena program tersebut sangat membantu masyarakat luas, apalagi dalam pengurusanya ke BPN di tanggung pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu merogoh kocek hingga 3 sampai 4 jt atau lebih jika mengurus sendiri ke notaris atau PPATK.

Pembagian sertifikat PTSL di Desa' Brati, warga dan masyarakat sangat kecewa.

Dalam pengurusan tersebut pemohon cuma di kenai biaya pembelian patok, materai, dan pengisian data, adapun untuk Desa Brati kecamatan Kayen tersebut di kenai biaya 650 ribu hingga 800 ribu per pemohon ungkap salah satu pemohon yang tidak bisa kami sebutkan namanya.

Pada hari Jum'at kemarin (12/12/19) ada pembagian sertifikat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di Balaidesa Brati namun pembagian tersebut sangat mengecewakan sebagian warga setempat karena tidak semua sertifikat dibagikan, hanya sebagian kecil saja atau simbolis.

Ketua pelaksana atau ketua panitia Surasno (mantan modin) memungut biaya 650 ribu hingga 800 ribu, bahkan semua warga yang mengajukan sertifikat PTSL sudah membayar dan sebagian lunas semuanya.

Ini yang sangat disayangkan oleh sebagian warga setempat, dan saat ditanya oleh pemohon untuk jadwal pembagian ulang pihak panitia tidak bisa menjawab bahkan terkesan tidak mau tahu keluhan dari masyarakat.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya meminta kepada pihak panitia agar bisa lebih transparan dalam pelaksanaan program PTSL agar masyarakat kecil dapat merasakan dari pada program yang sudah di canangkan oleh Presiden Joko Widodo saat ini. 

Jika pihak panitia masih bungkam (tidak transparan) maka tidak menutup kemungkinan akan ada laporan ke saber pungli atau kejaksaan. (Tim/Red)
Share:

Kamis, 12 Desember 2019

PMI Pati Gelar Pelatihan Pembina PMR

Targethukumonline. Pati - Palang Merah Indonesia Kabupaten Pati menyelenggarakan Pelatihan Pembina/ Fasilitator PMR, pada 10 - 12 Desember 2019 di Aula PMI Kabupaten Pati, ada 121 peserta yang mengikuti pelatihan ini.

PMR aset daerah yang sangat berharga sebagai penunjang kegiatan di tingkat sekolah.

Mereka merupakan Pembina PMR dari sekolah/ Madrasah se-kabupaten Pati sesuai dengan tingkatan PMR yaitu Mula, Madya, Wira.

Ketua PMI Kabupaten Pati H. Haryanto, SH. MM. M.Si melalui anggota pengurus Ahmadi, S.Pd. MM mengungkapkan PMR merupakan wadah pembinaan anggota remaja PMI yang menampung motivasi, idealisme, pengalaman, dan ketrampilan remaja guna mendukung kemajuan PMI.

“Di PMR, merupakan persiapan bagi kader yang baik dan mampu membantu melaksanakan pelayanan Kepalangmerahan dimasa sekarang dan yang akan datang”, tuturnya saat menutup Pelatihan Pembina/ Fasilitator Palang Merah Remaja Kabupaten Pati tahun 2019.

Ahmadi menambahkan, hal yang sering terabaikan dalam pembinaan PMR adalah bagaimana mengelola pelatihan PMR yang menunjang tiga kegiatan terpadu PMR (Tri Bhakti PMR).

"Selain itu perlu juga dipikirkan bagaimana menjadikan kegiatan PMR tersebut menarik dan tidak membosankan," ujarnya.

Melalui pelatihan ini, ia berharap para pembina PMR mampu menjadi inisiator dan koordinator bagi Pembina/Fasilitator PMR di Kabupaten Pati, menyelenggarakan Latihan PMR Tingkat sekolah masing - masing dengan metode Partisipatif dan menghasilkan kreatifitas dan inovasi baru dalam pembinaan PMR.

"Tak ketinggalan pembina diharapkan mampu menghasilkan suatu rancangan kegiatan PMR untuk dilaksanakan di sekolah masing-masing," pungkasnya.

Ada tiga materi yang peserta dapatkan diantaranya Gerakan Kepalangmerahan, Materi Palang Merah Remaja serta Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut.

Materi tak hanya sekedar disampaikan secara satu arah, namun juga dilakukan brainstormingbrainstorming, simulasi, praktik serta penugasan dan paparan oleh setiap peserta. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto Bagikan 1000 Sertifikat PTSL di Terteg Puncakwangi

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini membagikan 1.000 sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 kepada masyarakat Desa Terteg Kecamatan Pucakwangi Pati.

Masyarakat sangat antusias dan senang menerima sertifikat PTSL.

Acara penyerahan sertifikat dilaksanakan di halaman Balai Desa Terteg, (12/12/19).

Bupati Pati Haryanto mengatakan perlunya masyarakat bersyukur atas didapatnya program PTSL untuk Desa Terteg karena program ini sangat membantu masyarakat.

"Alhamdulillah, meskipun banyak, di sini tidak ada yang lapor-melapor, sebaiknya memang seperti ini, jangan pada ribut. 

Ada program ini dimanfaatkan, kalaupun mengurus secara reguler, biayanya mahal," tegasnya.

Bupati menyebut bahwa PTSL ini memang berbeda dengan prona yang gratis.

"Namun PTSL tidaklah 100% gratis, masih ada biaya patok, materai dan lainnya, biayanya pun masih sangat terjangkau dan tidak memberatkan", imbuhnya.

Kepala Desa Terteg Nur Khamim bersyukur karena warganya bisa mendapat sertifikat tanah. Ia juga mengapresiasi kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Alhamdulillah 1.000 sertifikat telah jadi semua, 1 desa dapat jatah PTSL", ujarnya.

Hal ini, menurutnya dapat terwujud tak lain karena upaya dari Bupati Pati maupun pihak BPN.

Ia pun mengucapkan terima kasih  atas respon dari Pemkab Pati selama ini karena akses jalan di desa pun sudah lebih baik.

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar menyebut jika kades daftarnya cuma sedikit, tidak bisa diterima, tapi kalau banyak, tentu saja bisa", lanjutnya.

Pada 2020 mendatang, imbuhnya, kabupaten Pati mendapat jatah PTSL 48.800 bidang dan jatah pengukuran 60.000 bidang.

Yoyok menegaskan, tahun 2023, ditargetkan seluruh bidang tanah di Kabupaten Pati telah tuntas tersertifikasi. (ROI)
Share:

Rabu, 11 Desember 2019

Kodim Pati Bantu Warga Bangun Masjid Baitussalam

Targethukumonline. Pati - Prajurit Kodim 0718 Pati bersama warga dukuh Karangturi desa Tawangharjo kecamatan Wedarijaksa kabupaten Pati melaksanakan kegiatan karya bhakti yakni melanjutkan pembangunan masjid Baitussalam, Kamis tgl (12/12/19).

Karya Bhakti bersama Kodim Pati dan warga setempat.

Dalam kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan hari ini di masjid Baitussalam dukuh Karangturi RT 02/01 desa Tawangharjo ini adalah melanjutkan pemasangan dinding tembok dari bata merah serta melanjutkan pemasangan kerangka balok besi, serta merangkai besi dilantai atas yang akan dilanjutkan dengan pengecoran untuk lantai dua masjid tersebut.

Berdasarkan keterangan dari wakil panitia pembangunan masjid Rasman (54), Masjid berukuran 11 X 10 meter tersebut sudah sekitar 4 bulan dilaksanakan pembangunannya dan diperkirakan akan menelan dana sekitar 1,9 M dan sekarang baru mencapai 20 % dengan sumber dana pembangunan masjid berasal dari swadaya masyarakat serta sumbangan dari para donatur.

“Kami mengharap bantuan dari para donatur untuk melanjutkan pembangunan masjid di dukuh Karangturi yang sudah selama 4 bulan dalam pembangunannya baru mencapai sekitar 20%,” imbuhnya.

“Untuk perkiraan dana yang dibutuhkan adalah sekitar 1,9 Milyar yang selama ini sumber dana pembangunan masjid kami peroleh dari swadaya masyarakat serta sumbangan dari para donatur,” ungkap Rasman.

Dalam kesempatan itu pula Rasman selaku wakil ketua pembangunan masjid juga menyampaikan apresiasinya kepada anggota TNI dari Kodim Pati dalam rangka memperingati hari juang TNI Angkatan Darat tahun 2019 ini diisi dengan membantu masyarakat dalam pembangunan masjid Baitussalam.

“Saya mewakili seluruh panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada pak TNI dari Kodim Pati yang berkenan membantu meringankan pekerjaan ini, semoga menjadi berkah,” tuturnya.

Sementara itu saat ditemui ditempat karya bhakti, Komandan Kodim 0718 Pati yang diwakili oleh Perwira seksi Teritorial Kodim 0718 Pati Kapten Inf Kusmiyanto menyampaikan bahwa kegiatan karya bhakti ini adalah dalam rangka untuk menyambut hari Juang TNI Angkatan Darat ke-74 tahun 2019.

“Kami dari jajaran Kodim 0718 Pati mohon maaf kepada panitia serta masyarakat dukuh Karangturi karena hanya ini saja yang dapat kami haturkan untuk masyarakat,” terangnya.

“Semoga bantuan tenaga yang tidak seberapa ini dapat membantu serta melancarkan pembangunan masjid Baitussalam,” ucap kusmiyanto.

Lebih lanjut, Kapten Kusmiyanto juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan  dalam rangka menyambut Hari Juang TNI Angkatan Darat ini sudah yang kesekian kalinya, karena sebelumnya sudah dilaksanakan kegiatan karya bhakti di desa jepat lor kecamatan Tayu pembuatan talud jalan, baksos donor darah di aula Kodim Pati, kemarin juga ada baksos pengobatan gratis di desa Gadudero Sukolilo bersama Rumah sakit Keluarga Sehat Pati dan kegiatan karya bhakti hari ini juga termasuk dalam rangkaian tersebut. (ROI)
Share:

Soliditas TNI di Hari Juang TNI AD Kodim Pati Laksanakan Pengobatan Gratis

Targethukumonline. Pati - Masih dalam rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari juang TNI Angkatan Darat, Kodim 0718 Pati bersama r.s KSH Pati mengadakan kegiatan Bhakti sosial pengobatan kepada masyarakat desa Gadudero kecamatan Sukolilo kabupaten Pati, Rabu tgl (11/12/19).

Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti kegiatan pengobatan gratis.

Kegiatan bhakti sosial yang dipusatkan di gedung Paud Sekar Melati dukuh Poncomulyo desa Gadudero kecamatan sukolilo Pati ini disambut antusias oleh warga masyarakat.

Bhakti sosial yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.35 WIB ini dipimpin langsung oleh Perwira seksi Teritorial Kodim 0718 Pati Kapten Inf Kusmiyanto.

Sedangkan tim medis yang diterjunkan dari KSH Pati sebanyak 9 orang yang dipimpin oleh Asmen marketing dan promosi kesehatan Ulum Minnafiah, Dr. Alvenia, Dr. Dina, dua orang perawat, satu apoteker dan tiga orang pendukung ini berhasil melayani sebanyak 155 pasien yang didominasi oleh lansia.

Jenis pengobatan yang diberikan dalam kegiatan bhakti sosial tersebut adalah pelayanan pemeriksaan tensi darah, pengobatan penyakit ringan seperti batuk, pilek, pusing serta keluhan ringan lainnya yang dapat ditangani ditempat tersebut. 

Selain dari RS KSH Pati, dari Puskesmas Sukolilo 1 yang dipimpin langsung oleh kepala puskesmas Yusuf Prasetyo Budi, S.Kep.Ns bersama timnya juga turut andil dalam kegiatan tersebut dengan mengunjungi ke rumah pasien yang tidak dapat hadir di gedung Paud Sekar Melati, bahkan salah satu pasien dirujuk ke rumah sakit karena kadar gula darahnya melebihi ambang batas yakni 500 mg/dl.

Tim dari KSH Pati juga menjemput salah satu pasien dari rumahnya karena kondisi lututnya mengalami kesakitan apabila digunakan berjalan untuk dibawa ke gedung yang digunakan untuk kegiatan bhakti sosial.

Kepala desa Gadudero Setyo Budi bersama para perangkat, bidan desa dan anggota Koramil 09 Sukolilo yang dipimpin oleh Lettu Inf Wanto pun sangat sigap membantu pelaksanaan kegiatan tersebut dengan melayani serta membantu penyiapan sarana, prasarana dan membantu para pasien yang kondisinya membutuhkan bantuan.

Kegiatan seperti ini tentunya dapat dirasakan oleh masyarakat seperti yang dituturkan salah satu warga bernama Sundarni (59) warga desa Gadudero yang memiliki keluhan sakit kepala sebelah dan bangun tidur badan terasa sakit semua.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan sebulan sekali disini biar kami tidak usah jauh-jauh berobat ke Puskesmas atau kerumah sakit,” imbuhnya.

“Pengobatan ini sangat bermanfaat bagi kami dan sangat membantu warga, terimakasih kepada TNI dan KSH, Puskesmas Sukolilo yang telah memberikan pelayanan pengobatan didesa kami,” ucap Sundarni. (ROI)
Share:

Senin, 09 Desember 2019

Operasi Gabungan Polres Jepara dan Polres Demak di Perairan Laut Utara

Targethukumonline. Jepara - Ciptakan Kondusifitas, Kapolres Jepara dan Kapolres Demak Bersinergi melakukan Patroli Bersama di Wilayah perairan Utara Jawa Tengah, Selasa tgl (10/12/19).

Operasi gabungan di perairan laut utara pulau jawa agar tetap aman dan kondusif.

Polres Jepara terus, lakukan upaya menjaga serta memelihara kondusifitas wilayah Jepara agar tetap aman dan terkendali. 

Pagi ini Kapolres Jepara bersama dengan Kapolres Demak didampingi Kasatpolair Polres Jepara, Kasatpolair Polres Demak, Kasipropam dan Anggota melaksanakan patroli gabungan di Wilayah Perairan Jawa Tengah bagian utara.

Kegiatan patroli gabungan yang dilaksanakan tersebut adalah upaya dalam menjaga kondusifitas di Wilayah Hukum Polres Jepara dan Wilayah Hukum Polres Demak, mengingat kedua wilayah terdapat wilayah perairan yang juga harus dijaga kondusifitasnya.

Disela kegiatan, Kapolres Jepara Polda Jawa Tengah menjelaskan bahwa pagi ini Polres Jepara bersama dengan Polres  Demak melaksanakan patroli gabungan di wilayah perairan Jawa Tengah bagian utara sebagai langkah menjaga kondusifitas wilayah, mengingat bahwa kemarin sempat terjadi ketegangan antara nelayan Kabupaten Jepara dengan Nelayan Kabupaten Demak.

Selain melaksanakan patroli perairan Wilayah Jawa Tengah bagian utara sebagai langkah mengantisipasi adanya pelanggaran yang terjadi, kami dari Polres Jepara dan Polres Demak juga mengajak para nelayan saling bergandeng tangan menjaga serta memelihara persatuan dan kesatuan, mengingat persatuan itu sangat mahal harganya ” tambah Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. ($.aries)
Share:

282 Cakades Bakal Berkompetisi di Pilkades Serentak di Kabupaten Pati

Targethukumonline. Pati - Sebanyak 282 Calon Kepala Desa (Cakades) yang akan berkompetisi pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 21 Desember 2019 mendatang, hari ini dikumpulkan di Pendopo Kabupaten Pati untuk mendapat arahan dari Forkopimda.

Niatkan menjadi Kades untuk membangun desanya.

Bupati Pati Haryanto mengatakan sekalipun sebelumnya para Cakades sudah mendapat penjelasan teknis dari Camat maupun pengawas tingkat kecamatan, mereka dikumpulkan kembali agar memantapkan pemahaman, demi terwujudnya Pilkades yang aman, damai, dan tertib.

"Serta dapat terpilih Kades yang sesuai harapan masyarakat.
Pemberian pemahaman ini, adalah juga kewajiban dari pengawas Kabupaten", imbuhnya.

Menurut Bupati, 282 calon ini tidak mungkin terpilih menjadi kepala desa semua. "Karena yang jadi hanya 121, berarti lebih banyak yang tidak jadi.

Kalau kita memahami dan menyadari, artinya harus siap yakni siap kalah - siap menang", tutur Haryanto.

Bupati menambahkan, peta persaingan di masing-masing 121 desa penyelenggara Pilkades berbeda-beda.

"Terdapat 18 desa yang memiliki tiga Cakades, kemudian terdapat lima desa yang memiliki empat Cakades.

Lalu, terdapat dua desa yang memiliki lima Cakades. Desa selebihnya hanya memiliki dua Cakades", jelas Haryanto.

Bagaimanapun peta persaingannya, Haryanto mengimbau seluruh Cakades, Timses, dan masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas.

"Pilihan boleh beda kerukunan tetap dijaga, mari wujudkan kompetisi yang sehat, jangan sampai Pilkades yang merupakan sarana memilih pemimpin ini justu menjadi bibit perpecahan.

Boleh berusaha agar bisa menang tapi dengan mekanisme yang fair", harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga
memberi arahan untuk mewujudkan Pilkades yang berhasil.

Pertama, menurutnya kunci kesuksesan Pilkades terletak pada kenetralan panitia.

Kepada segenap panitia, ia mengimbau mereka agar jangan memihak Cakades tertentu.

"Kalau ingin jadi pendukung, ingin jadi timses, mumpung belum pelaksanaan, lebih baik mengundurkan diri dulu, jangan sampai (jadi timses) terselubung", ujarnya.

Imbauan untuk nertral juga disampaikan Haryanto kepada unsur pengawas dan BPD.

Pada intinya ia meminta semua pihak untuk bekerja sesuai kapasitasnya masing-masing, tidak melanggar fungsi dan perannya sehingga malah membuat suasana tidak baik.

Adapun kepada para pendukung Cakades, Haryanto meminta mereka untuk berkampanye sesuai mekanisme yang ada dan tidak menjelekkan calon lain.

"Mengenai pendukung ini harus jadi perhatian para calon, karena selama ini justru ada juga yang calonnya diam, tapi yang bikin gaduh pendukungnya.

Ini hati-hati, pendukung yang bisa menetralisir adalah para calon, cara-cara yang tidak sesuai aturan harus dihindari," tegasnya lagi.

Terakhir, kepada para Cakades, Haryanto mengimbau mereka agar meluruskan niatnya.

"Di dalam kerangka ikut kompetisi Pilkades, jangan punya pikiran karena sudah habis (dana) banyak (untuk mengikuti Pilkades), nanti ada duit dana desa yang bisa dimanfaatkan.

Dana desa adalah untuk pembangunan untuk rakyat. Jangan punya pikiran begitu karena ini jadi pantauan.

Aturannya sangat rigid, tidak bisa dipakai seenaknya", terang Bupati.

Hal ini ditekankan Haryanto, terutama kepada para calon yang baru, yang sebelumnya belum pernah terlibat di birokrasi.

"Meski dana desa masuk ke rekening desa, direncanakan sendiri, dilaksanakan sendiri di tingkat desa, dan pencairan sendiri, tetapi tidak serta-merta bisa digunakan untuk kepentingan pribadi, bahkan dipinjam pun tidak bisa.

Karena itu, saya wanti-wanti agar betul-betul disiapkan, siap kalah-siap menang. Kalau terpilih, amanah dilaksanakan dengan baik. 

Niatnya menjadi Kades adalah membangun dan melayani masyarakat yang baik",pungkasnya. (ROI)
Share:

Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Perbaikan Sistem Birokrasi Untuk Atasi Korupsi

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya perbaikan sistem birokrasi untuk mengatasi persoalan korupsi.

Pentingnya perbaikan sistem birokrasi untuk atasi persoalan korupsi.

Menurutnya, setidaknya ada sejumlah hal yang menjadi bahan evaluasi bagi pencegahan tindak korupsi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan keterangan kepada awak media di SMKN 57 Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

Di tempat tersebut, Presiden menyaksikan drama bertema antikorupsi dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.

Evaluasi tersebut meliputi, pertama, penindakan itu perlu tapi pembangunan sistem itu menjadi hal yang sangat penting.
 
Menurut Presiden, hal tersebut dalam rangka memberikan pagar - pagar agar penyelewengan dan korupsi itu tidak terjadi.

"Kedua, menurut saya hal ini juga sangat penting, rekrutmen politik, proses rekrutmen politik penting sekali.

Jangan sampai proses rekrutmen politik membutuhkan biaya yang besar sehingga nanti orang akan tengok - tengok untuk bagaimana pengembaliannya, itu bahaya sekali," imbuhnya.

Ketiga, Presiden menekankan soal fokus kerja, menurutnya, jika semua hal dikerjakan secara sekaligus, maka tidak akan menyelesaikan masalah.

"Kita fokusnya di mana dulu? Jangan semua dikerjakan tidak akan menyelesaikan masalah. 

Evaluasi-evaluasi seperti inilah yang harus kita mulai koreksi, mulai evaluasi, sehingga betul-betul setiap tindakan itu ada hasilnya yang konkret bisa diukur," ujarnya.

Keempat, adanya perbaikan sistem di sebuah instansi setelah penindakan. 

Presiden memberi contoh, misalnya seorang gubernur di sebuah provinsi ditangkap, maka setelah ditangkap seharusnya ada perbaikan sistem di pemerintah provinsi tersebut.

Untuk itu, Presiden mengatakan, akan segera bertemu dengan KPK untuk menyiapkan langkah-langkah evaluasi tersebut, mulai dari perbaikan sistem, rekrutmen politik, dan fokus kerjanya.

"Apakah perbaikan di sisi eksekutif daerah atau sisi pemerintah pusat atau kepolisian atau di sisi kejaksaan sehingga harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis dan evaluasi itu sangat perlu," ungkapnya.

Sementara itu, soal penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) terkait undang - undang (UU) tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Presiden menyebut masih mempertimbangkannya. 

Ia menambahkan, saat ini UU tersebut belum berjalan.

"Sampai detik ini kita masih melihat, mempertimbangkan, tetapi kan undang - undangnya sendiri belum berjalan, kalau nanti sudah komplet, sudah ada dewas (dewan pengawas), sudah ada pimpinan KPK yang baru, nanti kita evaluasi lah," kata Presiden. (ROI)
Share:

Minggu, 08 Desember 2019

Bupati Haryanto Ajak ASN Persiapan Mental Sempurnakan "Bangunan" Anti Korupsi

Targethukumonline. Pati - Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Pemerintah Kabupaten Pati menyelenggarakan upacara di alun - alun Simpang 5 Pati, Senin tgl (09/12/19).

Hari korupsi sedunia sebagai bangunan mental kedepannya.

Dalam upacara tersebut Bupati Pati Haryanto selaku inspektur upacara membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah. 

Dimana dalam sambutannya menceritakan tentang gerakan anti korupsi yang telah dilakukan oleh 'Founding Fathers' yakni Soekarno - Hatta.

Menurut Bupati telah banyak contoh terpampang dimana korupsi begitu hebat dalam menghancurkan sebuah negara.

"Contoh saja di China, silih berganti dinasti runtuh karena korupsi, di Singapura ketika mereka belum merdeka, dimana laku koruptif telah menyumbat jalannya pemerintahan.

Lalu di Jepang, Amerika, Korea dan sejumlah negara Eropa yang pernah mengalami masa kelam karena negara dikendalikan tikus tikus pengerat uang rakyat," ujarnya.

Namun, di negara itu semua bangkit untuk melakukan gerakan besar-besaran, dimana antara pejabat dan masyarakat sepakat menyatakan perang terhadap korupsi.

"Seperti China, dimana mantan perdana menteri China Zhu Rongji pernah secara tegas mengatakan, beri saya seratus peti mati.

Yang mana sembilan puluh sembilan akan saya gunakan untuk mengubur para koruptor dan satu untuk saya, jika saya melakukannya, sekarang bisa kita lihat bagaimana kemajuan yang telah dicapai negara negara itu," ucapnya.

Kini negara Indonesia yang mana sempat mati suri perang terhadap korupsi dan mulai bangkit untuk melawan korupsi.

"Saat ini KPK jadi ujung tombak sebagai mandat reformasi. 

Bersama kepolisian dan kejaksaan, indonesia mencanangkan gerakan ganyang koruptor, sistem yang dibangun dari mental pejabatnya hingga masyarakat," terangnya.

Di Jawa Tengah sendiri, sejak tahun 2013 telah mencanangkan gerakan 'mboten korupsi mboten ngapusi' yang dimulai dari lingkungan Pemprov, pemda, hingga seluruh pelosok Jawa Tengah.

"Untuk di kalangan pemerintah mental pejabat lama kita dobrak, sistem jadul kita rombak, pungli kita sikat dengan teknologi, manipulasi anggaran kita semprot dengan digitalisasi, mafia mafia proyek kita hantam dengan keterbukaan," ujar Bupati.

Upaya pemberantasan korupsi di Jawa Tengah akan terus diperkuat. Rencananya, tahun depan Pemprov akan "jor joran" untuk pembangunan sumberdaya manusia, menata manusia manusia Jawa Tengah yang semakin bermartabat.

"Segala cara kita lakukan, pemerintah kabupaten/kota kita ajak, bupati/walikota kita kirim ke KPK untuk membangun integritas," ujar Bupati mengutip sambutan Ganjar Pranowo.

Di akhir sambutannya Bupati mengajak seluruh ASN - Polri-TNI untuk bersiap melompat lebih jauh.

"Tempa raga dan sukmamu, siapkan mentalmu untuk turut andil menyempurnakan bangunan anti korupsi ini," tandasnya. (ROI)
Share:

Formades Ngabul Sukses Gelar Pengukuhan Pengurus

Targethukumonline. Jepara - Formades merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang lahir dan besar dari masyakat desa, jadi Formades dari, untuk dan oleh masyarakat, formades bekerja bersinergi dengan pemerintahan Desa, dibentuk dari anggota masyarakat desa itu sendiri untuk menggerakan, memantau, mengawal, mengawasi aspirasi masyarakat desa demi majunya pembangunan desanya.

Pelantikan dan pengukuhan FORMADES desa Ngabul oleh Ketum H. Heni Purwadi SH.

Demikian halnya dengan masyarakat desa Ngabul kec. Tahunan, kab. Jepara, setelah menyatukan pandangan dan tujuan maka dibentuklah FORMADES (Forum Masyarakat Desa) 

Forum Masyarakat Desa (Formades) sebagai wadahnya, dan pada sabtu malam, digelar acara pengukuhan pengurus Formades desa Ngabul, dengan tema "Kami Hadir Bersama Masyarakat". (08/12/19).

Acara tersebut dihadiri oleh Muspika Tahunan, Petinggi Desa Ngabul, Pengurus, anggota Formades, Pengusaha dan Tokoh Pemuda serta Tokoh Masyarakat Desa ngabul, Pengukuhan itu dilaksanakan bertempat di Balai Desa Ngabul, kecamatan Tahunan kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut Ketua Utama Formades, Advokat H. Heni purwadi, SH. mengungkapkan bahwa tujuan khusus Formades adalah "mewujudkan Masyarakat yang Kuat dan Damai sehingga Desa dan masyarakatnya menjadi Sejahtera," terangnya.

Selanjutnya mas Adhi panggilan akrab Ketua Formades mempertegas bahwa "Formades tidak hanya bertugas untuk menampung aspirasi saja, tapi harus bisa menjadi penggerak, pengawas, pemantau dan pengawal aspirasi masyarakat demi majunya pembangunan di desa," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini juga Gunawan, selaku Ketua Formades desa Ngabul berharap agar Formades Ngabul bisa bekerja sama dengan semua unsur masyarakat di desa Ngabul dan bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat desa Ngabul", imbuhnya.

Peserta yang hadir dalam acara sebanyak 50 orang lebih dan dalam perjalanan acaranya berlangsung sangat khitmad, bahkan para hadirin sangat antusias penuh perhatian, sejak acara awal hingga akhir.

Selain Desa Ngabul, desa - desa lain juga sudah terbentuk seperti Kaliaman serta desa lain sudah memulai menyusun dibentuknya Formades, seperti Kriyan, Margoyoso, Singorojo.

Semoga dengan terbentuknya Formades disetiap desa di Jepara, penyimpangan - penyimpangan dana - dana pembangunan desa dapat diminimalisir sehingga kesejahteraan masyarakat desa yang akan cepat tercapai. ($.Budi)
Share:

Safin : Senam Ritmik Atlet Pati Menyumbangkan Mendali di Sea Games Manila

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), kemarin menghadiri Kejuaraan Senam Ritmik Open Tahun 2019 di GOR Pesantenan.

Kejuaraan senam ritmik menjadi wadah spirit atlet muda Pati.

Turut hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Dinporapar, Dandim 0718 Pati, DPRD Pati, Kabag Ren Polres Pati, dan dari KONI Pati
Safin mengatakan olahraga merupakan bagian dari kehidupan sehari - hari, yang bukan hanya untuk kesehatan saja tapi juga untuk menghasilkan prestasi-prestasi yang membanggakan Kabupaten Pati.

"Salah satu olahraga yang jadi andalan Kabupaten Pati adalah senam. Dan pada Porprov kemarin Pati juga lumayan mendapatkan medali", terang Wabup.

Saiful Arifin berharap kepada pengawas, dewan juri dan wasit di kompetisi ini agar mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan  sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.

"Karena olahraga bisa menorehkan prestasi jika didasari sportifitas", tegasnya.

Wabup juga menuturkan, di Sea Games Manila kali ini, anak dari Pati juga ada yang mendapatkan medali.

"Ini menggambarkan bahwa Pati ini punya potensi, karena itulah di lingkup Pati raya kita akan berusaha menjadi tuan rumah di Porprov tahun 2022", harapnya.

Ia pun mengaku tidak mudah untuk mewujudkan hal itu. 

Namun pihaknya berusaha untuk mewujudkannya demi menumbuhkan kecintaan generasi muda pada olahraga.

"Selain itu, dengan olahraga, kita bisa tunjukkan sikap-sikap baik mulai dari kejujuran, kerja keras, latihan dan sportivitas", lanjutnya.

Ia pun optimis, bila suatu daerah olahraganya berkembang dengan baik dan menghasilkan atlet - atlet dengan berprestasi, tentunya bisa berdampak pula pada kemajuan daerah.

"Kami dari pemerintah daerah akan mendukung atlet - atlet ini untuk terus berprestasi hingga bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional", pungkasnya. (ROI)
Share:

Sabtu, 07 Desember 2019

Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Bupati Haryanto Singgung Penundaan Pilkades Ngablak

Targethukumonline. Pati - Kamis malam digelar Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Maulud Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk rasa syukur kehadirat Allah SWT.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pati.

Turut hadir Bupati Pati, Sekda, Forkopimda, OPD, Camat, Ormas NU, Muhammadiyah, Pemuda Pancasila dan para Ulama dan Umaro'.

"Peringatan maulid nabi Muhammad SAW ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat kita untuk terus meneladani Rasulullah.

Dan dengan mengagungkan nama Rasulullah kita juga mendapatkan safaat di dunia maupun akhirat", tutur Bupati dalam sambutannya.

Ia pun mengaku bersyukur, sudah genap 7 tahun kebersamaan antara ulama dan Umaro' lewat kegiatan semacam ini.

"Alhamdulillah bisa bersatu padu rukun semacam ini, tidak memandang dari kalangan atau aliran apa saja karena tujuannya adalah membangun kebersamaan dan keguyuban", imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Haryanto juga menjelaskan bahwa, pada 21 Desember 2019 mendatang, rencananya 122 desa di Kabupaten Pati akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.

"Namun, ada satu desa yang terpaksa menunda pelaksanaan Pilkades hingga periode mendatang. Desa yang dimaksud ialah Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak", terang Bupati.

Ia menjelaskan, keputusan ini diambil karena kini tinggal tersisa satu Calon Kades (Cakades) di Desa Ngablak.

"Sebetulnya, sebelumnya ada tiga Cakades, namun satu orang mengundurkan diri dan satu lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat", imbuhnya.

Jika Pilkades di Ngablak diteruskan, menurutnya akan rawan gugatan.

"Aturannya, bisa diberi perpanjangan waktu 20 hari (untuk menambah Cakades) kalau pendaftar hanya satu.

Namun, ini kan sebetulnya calon yang sudah ditetapkan ada tiga, hanya saja satu mundur dan satu tidak memenuhi syarat. Jadi tidak bisa diperpanjang, tidak ada aturan dan landasan hukumnya", papar Bupati.

Ia menambahkan, penundaan perlu dilakukan agar tidak terjadi gugatan.

"Kasihan apabila Kades terpilih nantinya malah dibatalkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), sudah habis uang banyak, kalau tidak jadi dilantik ya rugi. Pemda rugi, calon yang jadi rugi, masyarakat juga rugi. 

Makanya lebih baik ditunda sampai periode berikutnya", imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto memohon doa restu pada masyarakat agar Pilkades serentak pada tanggal 21 Desember mendatang berjalan aman dan lancar. 

"Semoga terpilih kepala desa sesuai harapan masyarakat, yang bisa melayani masyarakat dengan baik dan bisa jadi teladan", pungkasnya. (ROI)
Share:

Jumat, 06 Desember 2019

Letkol Arief Darmawan S.Sos Bersama Sang Istri Dalam Bingkai Kenangan Manis di Kota Pati

Targethukumonline. Pati - Rasa penuh haru menyelimuti serta tetes air mata perpisahan dirasakan oleh para hadirin di Pendopo Kabupaten Pati dalam acara "Pisah Sambut atau Kenal Pamit Komandan Kodim 0718 Pati" yang semalam dimulai mulai pukul 20.00 WIB Jumat malam, (07/12/19).

Bukti sosok pemimpin yang sederhana, santun, selalu ramah dan rendah hati.

Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos beserta istri Ny. Ayu Respati Darmawan memang dikenal dekat disemua kalangan sehingga pada saat pamitan dengan seluruh anggota Kodim
Pati kemarin banyak yang merasa terharu serta kehilangan atas keduanya, sebuah rasa yang tentu saja masih tersimpan banyak kenangan bersama dalam suka duka selama ini.

Arief Darmawan bersama istri dikenal dekat dengan anggota Kodim, dalam prinsipnya pejabat Dandim Pati selama dua tahun ini mengedepankan kekeluargaan dalam memimpin anak buahnya, sosok pemimpin yang selalu mengayomi anak buahnya, bijak dalam perbuatan dan perkataan.

Tidak berbeda dengan acara malam tadi juga berlangsung penuh haru pada saat season foto bersama dan bersalam - salaman, terlihat para hadirin terutama ibu - ibu yang tidak kuasa menahan kesedihan dan tidak sedikit yang berlinang air mata, semoga perpisahan ini bisa mengobati rasa rindu yang ada.

Dalam acara tersebut dihadiri Bupati Pati H. Haryanto, SH, MM, MSi beserta istri, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin beserta istri, Pejabat Lama Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S Sos beserta istri, Pejabat Baru Dandim 0718 Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE beserta istri, Kasdim 0718 Pati Mayor Inf Moch Sholihin, SAg, MSi beserta istri, Kapolres Pati diwakili Waka Polres Pati Kompol Ifan Hariyat, SH, SIK, MH, Pejabat jajaran pemerintah daerah kabupaten Pati, tokoh masyarakat, tokoh agama dan beberapa tamu undangan pejabat di kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Bupati Pati menyampaikan terima kasih kepada Dandim lama atau pejabat lama, dan penghargaan yang setinggi tingginya atas pengabdiannya sebagai Dandim 0718 Pati dalam menjabat dan bertugas di kabupaten Pati.

"Kalau menjabat disini terus maka akan terhambat kariernya sehingga perlu adanya peningkatan dengan bertugas dan mencari jabatan atau promosi yang lebih tinggi," terangnya.

Haryanto juga menceritakan Pengalamannya tentang pejabat Kodim yang paling lama adalah Letkol Triyono yakni sekitar 5 tahun.

"Memang harus ada rotasi sehingga karir bisa meningkat," ucap Haryanto.

"Kepada pejabat lama karena alih tugas di tempat tugas baru yaitu di Kodiklat Armed Cimahi Bandung Jawa Barat maka saya berpesan jangan putus tali silaturahmi, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

"Kepada pejabat baru agar segera menyesuaikan diri dengan Kota Pati karena diakhir tahun ini pejabat baru langsung menghadapi tugas Pilkades Serentak 121 Desa sekabupaten Pati," imbuhnya.

"Semoga Pati kondusif, aman tertib selalu dan mari kita sukseskan pilkades serentak," tutur Bupati. 

Demikian pula sekapur sirih sambutan perpisahan dari Letkol Arief Darmawan S.Sos bahwa selama dua tahun ini telah mewarnai tugas di Makodim Pati penuh dengan berbagai warna warni yang ada, namun acapkali tugas yang dipikul dan diemban merupakan amanah dan tugas negara yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kebersamaan dalam menjalankan tugas bersama jajaran Forkopinda kabupaten Pati Menjadi pengalaman dan kenangan yang tak terlupakan, tentu ini adalah dukungan dari bapak Bupati Pati dan jajarannya, sekali lagi terimakasih kepada semuanya atas segala perhatiannya selama ini, salam perpisahan untuk bapak ibu semuanya," ungkap beliau penuh rasa haru. ($.roy)
Share:

Aplikasi Skata Untuk Perencanaan Keluarga Bahagia dan Sejahtera

Targethukumonline. Rembang - Sosial media saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup, masyarakat memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk berbagi tentang segala hal mengenai keseharian mereka, ataupun momen-momen penting dalam hidup mereka agar dapat berbagi dengan khlayak ramai, Sabtu tgl (07/12/19).

Aplikasi SKATA menjadi solusi terbaik bagi pasangan muda untuk hidup sehat dan sejahtera.

Tidak hanya itu, sosial media juga dapat berfungsi sebagai media untuk berbagi berita dan ilmu pengetahuan sehingga dapat menambah khazanah informasi bagi masyarakat.

Menurut penelitian yang dilakukan We Are Social, perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3  jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial.

Dari laporan berjudul "Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World" yang diterbitkan tanggal 30 Januari 2018, dari total populasi Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen.

Sebanyak 120 juta orang Indonesia menggunakan perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet untuk mengakses media sosial, dengan penetrasi 45 persen.

Dalam sepekan, aktivitas online di media sosial melalui smartphone mencapai 37 persen.

Dengan tingginya angka penggunaan perangkat smart phone/gawai untuk mengakses media sosial, masyarakat diharapkan bisa mengakses informasi yang bermanfaat.

Masyarakat berhak mengetahui pentingnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Perencanaan keluarga ini sangat erat kaitannya dengan mempersiapkan kehamilan dengan jarak yang ideal.

Dengan persiapan yang matang, semua anggota keluarga akan mendapat manfaatnya.

Manfaat yang didapat antara lain ibu dapat dapat merawat anak secara optimal, hubungan dengan suami bisa lebih harmonis, bisa mempersiapkan masalah finansial secara matang, selain itu ibu juga memiliki waktu berkualitas untuk dirinya sendiri.

Setelah berkeluarga, suami istri harus menjaga agar kehidupan keluarga mereka selalu layak, kesehatan ibu dan anak terjaga, masa depan dan pendidikan anak terjamin, sehingga perencanaan keluarga sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

Program KB bertujuan untuk mengendalikan pertambahan jumlah penduduk dan mengatur jarak kelahiran sehingga dapat menciptakan keluarga sehat sejahtera.

Program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi karena kehamilan yang tidak diinginkan ataupun jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Upaya dalam mendukung program tersebut adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan dan menjarangkan atau mengatur jarak kelahiran.

Pentingnya penggunaan alat kontrasepsi menghindari kasus  kehamilan yang tidak diinginkan kasus kehamilan yang tidak diinginkan sering terjadi di sekitar kita.

Pada kasus kehamilan yang tidak diinginkan kerap berujung pada tindakan aborsi yang berdampak pada kesehatan ibu.

Penggunaan alat kontrasepsi dapat menjadi solusi untuk mengatur jarak kelahiran sehingga meminimalisir terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Membantu tumbuh kembang anak Perencanaan kehamilan yang baik dapat membantu pertumbuhan anak.

Anak akan dapat memperoleh kasih sayang dan perhatian yang lebih banyak dari kedua orang tuanya, khususnya dalam masa tumbuh kembangnya.

Ibu juga dapat memaksimalkan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif bagi bayinya, hal ini tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan keluarga yang memiliki banyak anak.

Meningkatkan kualitas keluarga Alat kontrasepsi digunakan untuk menjarangkan kehamilan atau menjaga jarak kelahiran.

Dengan demikian, penggunaan alat kontrasepsi juga dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi karena jarak kelahiran yang terlalu dekat atau terlalu sering.

Selain itu, mengatur jarak atau jumlah kelahiran diharapkan dapat meningkatkan kualitas keluarga, khususnya kehidupan perekonomian keluarga. 

Salah satu aplikasi yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perencanaan keluarga dan KB yaitu Aplikasi SKATA berasal kata dari seia sekata dengan pasangan untuk perencanaan keluarga. 

SKATA merupakan aplikasi yang diluncurkan atas kerjasama JHCCP dengan BKKBN dibawah program My Choice (Pilihanku) untuk menjangkau masyarakat dengan informasi akurat  tentang Keluarga Berencana melalui pemanfaatan teknologi online dan media sosial. 

Pengguna aplikasi skata saat ini diatas 700.000 tersebar di beberapa lokasi di Indonesia, terutama di pulau Jawa yang mayoritas adalah ibu - ibu muda berusia 20 - 35 tahun.

SKATA memiliki beberapa fitur seperti cara memproyeksikan rencana berkeluarga dengan mengkalkulasikan jumlah anak yang ingin dimiliki dan perjalanan hidup mereka dengan waktu dan usia orang tua.

Melalui kalkulasi yang senantiasi dapat direset/diulang ini, pasangan suami istri dapat melihat proyeksi kehidupan mereka hingga usia 80 tahun
selain itu SKATA memiliki bebagai informasi tentang metode kontrasepsi.

Diantaranya tentang cara kerja, kelebihan, keterbatasan, cara penggunaan, pantangan, tempat pelayanan serta beberapa rumor dan fakta alkon tersebut.

Untuk fitur Cari Bidan, masyarakat bisa mencari keberadaan bidan, sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan KB.

SKATA bisa langsung diperoleh dengan cara mendownload langsung di playstore.

Sehingga semua masyarakat bisa langsung mengangkses aplikasi tersebut di hp/smartphone masing-masing. (Nita Yuni Hartanti SKM)
Share:

Reskrim Polres Tegal di Itwasda Polda Jateng

Targethukumonline. Semarang - Terkait atas peningkatan laporan dari Reskrim Polres Tegal ke Itwasda dan Dumas Polda Jateng, akibat yang diduga dianggap tidak penting menurut pihak Reskrim Polres Tegal.

Dok/TH/Aidin.

Ketika pada tanggal 27 - 02 - 2019 pihak pelapor telah diberi Surat Pengembangan Hasil Penyelidikan/SP2HP dengan Nomor B/126/II/2019 Reskrim Polres Tegal.

Dan sebelumnya sudah di panggil para saksi masing - masing.

Namun sudah kesekian kalinya dua bulan kemudian ditanya melalui SMS maupun WhashAp nya yang nomor terlampir di SP2HP tidak pernah dibalas, tiga bulan kemudian ditanyakan langsung ke ruangan Reskim Polres Tegal.

"Pak kami lagi sibuk persiapan menjelang Pilpres dan lain lain, nanti akan saya sampaikan sama Pak Kanit," ungkap anggota Kanit Reskrim Polres Tegal kepada awak media.

Laporan ke Reskrim Polres Tegal adalah serangkain melanggar pasal 18 Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Terkait penyerobotan topi yang sedang digunakan atau dipakai Jurnalis atau Wartawan pada saat jam kerja guna pelindung kepala saat sedang peliputan.

Kemudian mengintimidasi bahkan mengejar sampai didepan kantor Koramil Warureja dan topinya diberikan ke Polsek Warureja Kabupaten Tegal.

Perlakuan oknum Kades Desa Warureja yang pada saat itu masih menjabat Kades.

Kemudian pada ahir bulan November 2019 awak media menemui saudara Tedi Sunaryo di ruang kerjanya kebetulan Kepala Desa Warureja terpilih.

"Kami sekarang selaku Kepala Desa Warureja yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu.

Memang yang di maksud oknum Kades pada saat itu kami sebagai warga ikut serta dengan warga desa Warureja lainnya berbondong bondong ke Inspektorat kabupaten Tegal.

Menurut warga yang lainnya melaporkan hasil pembangunan desa Warureja yang kurang maksimal, kemudian kalau mau ditingkatkan laporan ke Polda Jateng silahkan.

Walaupun kami selaku Kepala Desa sebagai pelayanan siapapun termasuk sampean yang datang ke kantor balai Desa kami sebagai Kedes wajib melayani," ungkapan dari Kades kepada wartawan.

Berlanjut hasil SP2HP dari Reskrim Polres Tegal  tepat pada tanggal 05 Desember 2019 resmi ditingkatkan LP ke Itwasda Dumas Polda Jateng.

"Kami dari Admin Itwasda tetap menerima pengaduan atau laporan dari siapapun dan inipun langsung berkasnya kami bawa ke Admin Dumas.

"Kami dari Admin Dumas Polda Jateng atas berkas yang langsung diarahkan dari Itwasda dan langsung kami terima dan mendasari apa telah diberikan SP2HP dengan nomor B 126/II/2019 dari Reskrim Polres Tegal segera akan kami tindaklanjuti" ungkap Admin Dumas Polda Jateng kepada awak media.

Ali Rosidi selaku Ketua Persatuan Wartawan Nasional/PWN Jateng dan Ketua LSM bina Pelangi serta Ketua Sekber Insan Pers Jawa Tengah/IPJT Pekalongan Raya yang ketika di BAP di Reskrim Polres Tegal turut serta mendampingi.

"Kami dari beberapa organisasi komunitas Wartawan tentu mendasari Undang - undang dasar tentang Pers.

Tentu SOP POLRI ketika sudah mengeluarkan SP2HP harusnya sesuai waktunya yang semestinya sudah gelar perkara ditingkat Polres.

Kebetulan pelapor selaku Journalispolice Perwakilan Jateng juga anggota kami yang giat peliputan di berbagai daerah.

Maka kami selaku pimpinan di Jateng sangat mendukung atas peningkatan pelaporan ke Itwasda Polda Jateng agar kedepan Undang-undang Pers yang di naungi beberapa komunitas lembaga dapat dijadikan tuntunan," demikian komentar dari saudara Ali Rosidi. (A'IDIN, ST)
Share:

Kamis, 05 Desember 2019

Presiden Joko Widodo Resmikan Pabrik Petrokimia dan Jalan Tol di Banten

Targethukumonline. Bogor - Presiden Joko Widodo pada hari ini, Jumat, 6 Desember 2019, bertolak menuju Provinsi Banten guna melakukan kunjungan kerja.

Presiden Jokowi bertolak menuju ke Banten.

Dari Pangkalan TNI AU Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor, Presiden dan rombongan lepas landas sekitar pukul 08.10 WIB dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Dalam kunjungan kerja kali ini Presiden Jokowi diagendakan akan meresmikan pabrik new polyethylene PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Usai salat Jumat dan santap siang bersama, Presiden akan meninjau Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Pada sore harinya, Presiden dijadwalkan untuk meresmikan jalan tol JORR II ruas Kunciran-Serpong di gerbang tol Parigi, Kota Tangerang Selatan.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Banten antara lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Selain itu turut serta Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, dan Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara. (ROI)
Share:

Rabu, 04 Desember 2019

Bupati Haryanto Ajak Korban Bencana Tetap Bersyukur

Targethukumonline. Pati - Pemerintah Kabupaten Pati menyalurkan bantuan kepada 20 korban bencana, Rabu tgl (04/12/19).

Pemkab Pati berikan bantuan 20 korban bencana.

Nominal bantuannya bervariasi, bergantung tingkat kerusakan rumah masing-masing korban bencana.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Pati Haryanto dalam acara bertajuk "Penyerahan Bantuan Bencana Alam dan Bencana Sosial Tahap III Tahun 2019" di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Haryanto mengatakan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Pati.

Namun, nominalnya mungkin belum cukup untuk mengembalikan keadaan rumah sebagaimana sebelum terkena bencana.

"Sebab ini hanya bentuk partisipasi pemerintah. Berbeda kalau misalnya kena gusuran tol, kalau seperti itu pasti dapat ganti untung, kalau ini kan musibah," ungkapnya.

Namun demikian, ia menyebut, di antara penerima bantuan yang rumahnya rusak akibat bencana, ada sebagian yang sudah selesai dibangun kembali sebelum menerima bantuan dari Pemkab.

"Karena proses pencairan bantuan dari Pemkab panjang. Tapi rata-rata sebelumnya pasti sudah dapat bantuan dari PMI, BPBD, dan Dinsos.

Setidaknya berupa logistik, ada juga yang dapat dari Baznas dan bantuan dari gotong - royong masyarakat," katanya.

Haryanto mengatakan, memang tidak ada yang seorang pun yang ingin kena bencana, namun, ia mengajak para korban bencana untuk fokus pada hal-hal yang masih bisa disyukuri.

"Walau kena musibah begini, alhamdulillah nyowone iseh kantil (nyawa masih melekat di jasad). Melihat yang terbaik. Ini bentuk rasa syukur pada Allah. 

Sambil berdoa, semoga ini yang pertama dan terakhir, tidak ada musibah lagi," ujarnya.

Merinci sasaran penerima bantuan, Kepala Dinas Sosial kabupaten Pati Subawi mengatakan, pada penyerahan bantuan tahap ketiga 2019 ini, terdapat total 20 penerima.

Keduapuluh penerima ini dibagi dalam dua kelompok. Pertama, rumah rusak atau roboh akibat bencana alam.

Terdapat empat rumah semi permanen dengan keterangan roboh dalam kategori ini. 

Total bantuan yang diserahkan dalam kategori ini ialah Rp 30 juta, masing - masing mendapatkan Rp 7,5 juta.

Kedua, rumah rusak/hangus akibat kebakaran, jumlahnya 16 rumah, terdiri atas lima rumah permanen hangus, dua rumah permanen rusak berat, dan sembilan rumah semi permanen hangus, total bantuan untuk kategori ini ialah sebesar Rp 125,5 juta. (ROI)
Share:

Eksistensi IPJT Dalam Profesional Jurnalistik di Era Digital

Targethukumonline. Jepara - Deklarasi dan Pelantikan adalah sebuah proses dari perjalanan organisasi, Pelantikan dalam sebuah organisasi dilakukan dalam kerangka memantapkan dan menunjukan jati diri sebuah  lembaga beserta cabang-cabangnya itu sendiri (Existances), Rabu tgl (04/11/19).

Sekjend IPJT Mr. Mohammad Safik di dalam menghadapi era kemajuan teknologi digital.

Sekber IPJT atau Sekretariat bersama Insan Pers Jawa tengah adalah merupakan sebuah organisasi nirlaba yang memiliki Potensi dan militansi  yang tidak diragukan lagi. 

Sekber IPJT berdiri diawali dengan keresahan serta kegundahan, para wartawan yang dalam menjalankan pekerjaan atau Profesinya seringkali terkendala dengan persoalan hukum yang selalu membayanginya atas kinerjanya.
 
Padahal kalau kita mengacu di Undang undang No 40 Tahun 1999 bahwa pers adalah lembaga sosial dan wahana Komunikasi massa yang melaksanakan tugas dan kegiatan jurnalistik, meliputi  mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun bentuk lainnya dengan menggunakan  media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang berbeda, namun seiring berjalanya waktu di lapangan dengan berkembangnya era transformasi digital media dewasa ini, dan era transparansi, satu sisi pers menjadi sarana yang ampuh dalam melakukan kontrol sosial.

Oleh karena semakin kuatnya pengaruh pers, maka sangatlah perlu kembali pada peningkatkan SDM profesionalisme dan peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi wartawan sangatlah penting dalam meningkatkan kemampuan jurnalistik dan melakukan Investigasinya sehingga persoalaan hukum akan tereliminasi. 

Mochammad Safik Sekjen Sekber Pers IPJT Jawa Tengah meyampaikan peran dan fungsi Sekber IPJT akan menginisisasi semua kegiatan kewartawanan bagi anggotanya dengan mengadakan pelantikan - pelantikan yang bersifat OUT OF THE BOX yang memiliki nilai - nilai Edukasi sehingga mampu memberikan pencerahan dan penerangan yakni salah satunya adalah  SOSIALISASI PERPRES NO.16 TAHUN 2018.

Persiapan UKW dan seminar maupun Simposium dan itu pun akan dilakukan secara Rutin dan konsisten dalam mewujudkan program kerja Sekber IPJT dalam rangka mencetak insan Pers yang berdaya guna dan berhasil guna dalam melaksanakan tugas jurnalis yang handal dan profesional di era kemajuan teknologi dan informasi yang semakin pesat," demikian ungkapnya.

Ditambahkan oleh Sekretaris Jendral Sekber IPJT , disamping Perpres No 16 Tahun 2018 Panitia juga akan mengadakan Bimtek SMK3K yang tentunya lebih detail dan terinci terkait Pengembangan dan pelaksanaan konstruksi SMK3K yakni sistem manajemen keselamatan, kesehatan ketenagakerjaan kontruksi yang akan dipaparkan oleh LPJK Provinsi Jateng, terkait hal ini Safik menghimbau agar team Sekber IPJT Jepara agar memaksimalkan peserta yang hadir pada tanggal 7 Desember siap untuk digelar," pungkasnya.

Pelantikan dan Deklarasi ;

Sekber IPJT kabupten Jepara yang ke delapan dan diperkirakan pelantikan dan deklarasi Sekber IPJT sejawa tengah akan selesai tahun 2025.

Tentunya Program dan perencanaan tersebut akan berhasil bilamana dukungam dan subport diberikan oleh seluruh pengurus baik ditingkat kabupaten maupun propinsi, dan disini kami dari propinsi mengharap kepada semua pengurus khususnya dipropinsi untuk memiliki " SENSE OF ORGANIZATION " (keperdulian dan keberpihakan yang terus menerus kepada insan pers jawa tengah). ($.aries)
Share:

Selasa, 03 Desember 2019

Presiden Jokowi : Enggak Apa Nebeng Sobat Ambyar Buat Bumikan Pancasila

Targethukumonline. Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan presidential lecture tentang internalisasi dan pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 3 Desember 2019.

Pentingnya memegang teguh ideologi Pancasila.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kepemimpinan di setiap kementerian, lembaga, hingga negara untuk memegang teguh ideologi Pancasila.

"Tidak mungkin negara sebesar Indonesia ini bisa kokoh bersatu seperti ini kalau ideologinya berbeda-beda, mau ke mana kita?" kata Presiden.

Oleh sebab itu, Kepala Negara mengajak agar semua pihak menampakkan rasa ideologi Pancasila dalam produk - produk kebijakan, produk-produk regulasi, hingga produk-produk perundangan.

Sebagai contoh, Presiden menyebutkan program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, hingga BBM satu harga.

"Saya berikan contoh urusan yang misalnya berkaitan dengan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, PKH, itu ada ideologinya? Tanya ke saya saja, ada. 

Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ? Peri kemanusiaan ada di situ," jelasnya.

"BBM satu harga ada ideloginya di situ? Ada, saya pastikan ada. 

Keadilan sosial ada di situ. Infrastruktur, jangan dilihat tidak ada ideologinya. Orang hanya melihat urusan ekonominya, tidak. Ini adalah mempersatukan, di situ ada persatuannya," imbuhnya.

Namun yang lebih penting saat ini, menurut Kepala Negara, adalah membumikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri, terutama kepada anak-anak muda.

Menurutnya, dari seluruh penduduk Indonesia saat ini, 48 persennya atau 129 juta merupakan generasi muda.

"Nilai-nilai ini ditransfer ke siapa? Kita melihat struktur demografi kita ke siapa? Anak - anak muda kita, yang mau kita kejar ini. Karena ke depan 129 juta anak-anak muda, itu hampir 48 persen, kalau tidak mengerti masalah ideologi, enggak ngerti masalah Pancasila berbahaya negara ini," paparnya.

Presiden menjelaskan, agar Pancasila itu bisa diterima dengan mudah oleh anak-anak muda, maka jajarannya harus memahami karakteristik anak-anak muda sekarang.

Mulai dari medium komunikasi yang digunakan, tokoh yang mereka ikuti, hingga hal yang menjadi kesukaan anak-anak muda.

"Hati-hati di sini, ini zaman sudah berubah, hati-hati, oleh sebab itu, BPIP juga harus melihat secara detail ini agar penyebarannya lebih cepat lagi, lebih kuat lagi," ungkapnya.

Secara lebih detail, Presiden menyebutkan media komunikasi anak - anak muda sekarang sangat beragam, mulai dari aplikasi WhatsApp, Telegram, Line, hingga Kakao Talk. Selain itu, layanan video seperti YouTube, Netflix, hingga Iflix dan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, hingga Snapchat juga kerap digunakan anak-anak muda.

"Ideologi Pancasila pun sekarang ini memang harus kita sebarkan, kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang - barang ini kalau kita tidak ingin keduluan oleh ideologi lain yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut, hati-hati," jelasnya.

Selain memahami medium yang tepat, Presiden juga menggarisbawahi soal hal yang disukai oleh anak-anak muda. 

Berdasarkan data survei yang diterima Presiden, menurutnya ada tiga hal yang sangat disukai anak - anak muda, yaitu olahraga, musik, dan film.

"Enggak apa-apa, kita nebeng Didi Kempot enggak apa-apa. 

Titip sama sad boy dan sad girl enggak apa-apa, di sahabat ambyar enggak apa-apa. 

Titipkan satu lirik di 'Pamer Bojo' enggak apa-apa. Ini media-media memang disukai anak-anak muda kita, musik itu nomor dua setelah olahraga," tambahnya.

Untuk itu, Presiden mengimbau jajarannya agar mampu melihat potensi-potensi yang ada untuk membumikan Pancasila kepada generasi muda. 

Menurutnya, saat ini content creator, Youtubers, selebgram, vlogger, dan selebtwit merupakan pihak-pihak yang memiliki peranan penting dalam penyebaran informasi.

"Hati-hati ini paling cepat lewat mereka-mereka ini, media - media inilah yang akan mempercepat dalam kita membumikan Pancasila," tandasnya.

Turut hadir dalam acara ini, antara lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Presiden ke 5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri, dan jajaran kabinet Indonesia Maju. (ROI)
Share:

Pihak Swasta Diharapkan Beri Perhatian Pada Penyandang Disabilitas

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) berharap, pihak swasta dapat membantu Pemerintah kabupaten Pati dalam memberikan perhatian bagi penyandang disabilitas.

Pihak swasta dapat memberikan fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Selain memberikan bantuan sosial melalui program CSR, yang lebih penting ialah memberikan ruang gerak bagi mereka dengan cara menyediakan slot karyawan bagi penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Safin, panggilan akrab Saiful Arifin, dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Pati di Aula Hotel Gitrary Perdana Pati, Selasa tgl (03/12/19).

"Tapi kalau mau berwirausaha malah lebih bagus lagi. Nanti ada pihak perbankan yang bisa memfasilitasi. Intinya kita dorong mereka menjadi pribadi-pribadi yang mandiri," ungkap Safin.

Ia mengatakan, bentuk perhatian semacam ini bukan berarti mengasihani. Sebab, para difabel juga tentunya memiliki kelebihan.

Banyak pula difabel yang menjadi atlet, bahkan, beberapa waktu lalu, sebut Safin, beberapa atlet kontingen National Paralymic Committee (NPC) Pati berhasil membawa medali emas dari Kejurprov di Surakarta.

Safin menyebut, ada pula disabilitas di Pati yang menekuni dunia usaha.

Menurutnya, mempromosikan produk mereka juga bentuk dukungan bagi disabilitas.

"Namun, sekali lagi, ini bukan berarti mengasihani, kita beri mereka ruang gerak, porsi untuk berkembang. 

Saya yakin mereka punya mental kuat, keinginan bergerak, dan memberi sumbangsih pada tanah kelahiran dan bangsa Indonesia," tegasnya. (ROI)
Share:

Senin, 02 Desember 2019

Mapolres Jepara Berhasil Bekuk Sindikat Curanmor

Targethukumonline. Jepara - Jajaran Satreskrim Polres Jepara berhasil mengamankan delapan tersangka terkait dengan tindak pidana curanmor dan tindak pidana penyalahgunaan narkotika berikut barang bukti enam sepeda motor dan barang bukti narkotika jenis sabu sabu.

Indonesia maju Indonesia kerja harus bebas dari jeratan narkoba.

Dalam konferensi Pers Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K.,M.H.  kepada awak media mengatakan ada
Lima orang anggota terkait sindikat curanmor berhasil ditangkap oleh tim Satreskrim Polres Jepara.

Dalam operasinya pelaku melakukan pencurian dan menjualnya lewat media sosial.

Kasat Reskrim A.K.P. YUSI ANDI SUKMANA, S.H., M.H. mengatakan terkait tidak pidana curanmor ini
dari laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motornya satu unit kendaraan scupy warna hitam putih no.pol K-4291-ADC, no. ka MH1JFW119GK615703. No.sin. JFW1E1618811 atas nama Siti Mariyanah warga Desa Krian RT 18 RW 4, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara.

Korban bernama Misbah Anwar saputra alias jambul bin solikun, 17 Tahun pelajar alamat desa kriyan RT 10 RW 40 kecamatan kalinyamatan Kabupaten Jepara.

Satreskrim Polres Jepara menindaklajuti sekaligus mengembangkan modus operandi sindikat curanmor dan berhasil mengamankan barang bukti 6 sepeda motor sekaligus menangkap  pelaku curanmor dan penyalahgunaan Narkotika berikut barang bukti  jenis Sabu sabu.  

Delapan tersangka terkait tindak pidana curanmor dan penyalahgunaan Narkotika diamankan di Polres Jepara.

Pelaku terkait sindikat curanmor bernama M alias sopi laki laki 27 Tahun, warga Desa Ngasinan RT 3 RW 2 Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, J.A alias Arif 30 warga Dkh impres Desa Kendal Agung Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, N 44 warga Desa Sidomulyo RT 1 RW 2 Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, D 33 Tahun Warga Desa Ngasinan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, S.M 30 Tahun warga Dkh Pundong Desa Sidomulyo RT 3 RW 1 Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang dan Mbah J.

Kemudian Satresnarkoba Polres Jepara juga mengamankan tiga orang terkait tidak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu sabu, dari tersangka didapat beberapa paket sabu sabu berikut alat hisap yang diperoleh dari beberapa tempat kejadian perkara diantaranya TKP Batealit, Pecangaan juga diwilayah Jepara Kota.

Ini adalah keberhasilan yang kami dapat sekaligus menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Jepara  STOP, hindari dan juga jahui NARKOTIKA. 

Indonesia maju, Indonesia Kerja dan bebas dari Narkotika," terang "Kapolres Jepara A.K.B.P,  Arif Budiman, S.I.K.,M.H." ($.aries)
Share:

Tiga Juta Pohon Untuk Hijaukan Pegunungan Kendeng

Targethukumonline. Pati - Rapat koordinasi revitalisasi kawasan kendeng dengan tema "Mewujudkan kawasan kendeng yang makmur dan ijo royo royo" diselenggarakan di Hotel New Merdeka, Senin tgl (02/12/19).

Kars pegunungan kendeng harus diselamatkan demi anak cucu nantinya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono yang mewakili Bupati Pati mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini.

Sekda pun menjelaskan bahwa Kabupaten Pati dibagi menjadi dua, dengan pembatasnya yaitu sungai Juwana.

"Memang keadaannya berbeda, dimana Pati utara memiliki kondisi tanah yang cukup subur sedangkan Pati selatan mayoritas kebanyakan bertanah padas, utamanya pegunungan kendeng," tuturnya.

Menurut Suharyono, sering menjadi masalah di Kabupaten Pati salah satunya karena sering meluapnya sungai juwana yang mengakibatkan banjir. 

Hal tersebut disebabkan karena sungai Juana merupakan tampungan, dimana tampungan dari beberapa anak sungai yang ada baik dari pegunungan kendeng dan Muria.

Dimana jumlah anak sungai sekitar 27 sampai 28 anak sungai, yang semuanya tertumpu kepada sungai Juwana.

"Saat terjadi hujan yang lebat dipegunungan kendeng maupun di pegunungan Muria, selama tidak bisa ditampung oleh sungai juwana tersebut maka terjadi banjir," jelas Sekda dihadapan para peserta rakor.

Sekda pun menerangkan telah mengusulkan kepada pemerintah pusat, sebagai pihak yang berwenang yakni balai besar sungai Juwana.

"Untuk saat ini sudah direspon dimana tahun 2019 ini mendapatkan 50 miliar sedangkan nanti di tahun 2020 mendapatkan 100 miliar untuk normalisasi sungai juwana," imbuh mantan Kepala DPUTR itu.

Tak cukup itu Suharyono juga mengutarakan permasalahan lain di pegunungan kendeng, yaitu kondisi pegunungan yang sudah gundul dan perlunya revitalisasi.

"Gundulnya pegunungan tersebut, kami sering menerima informasi terjadinya banjir bandang. 

Banjir tersebut ini tak lain disebabkan oleh air yang jatuh dari atas langsung turun ke bawah tanpa tertahan oleh pepohonan.

Oleh karena itu, kita perlu mengambil langkah untuk menghijaukan pegunungan gendeng agar saat terjadi hujan air dapat bertahan di pohon - pohon tersebut," ucapnya.

Sekda pun mengajak kepada seluruh instansi terkait pemikiran bersama, cara menanam dan menghijaukan kembali pegunungan kendeng. 

Pihaknya mengungkapkan diperkirakan untuk penanganan awal sekitar 1.400 hektar atau menanam sekitar 3 juta pohon. 

Memasuki musim penghujan, ia optimis bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

"Mengapa kita pikirkan bersama, karena pegunungan kendeng memang kita harus selamatkan bersama", tandasnya.

Dalam hal ini Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Prov Jateng Sudaryanto menambahkan, dari luasan 12.900 hektar Pegunungan Kendeng, 5 ribu hektar di antaranya dalam kondisi kritis. 

Pada tahun ini, 1.400 hektar di wilayah Kendeng Utara akan dihijaukan.

"Bersama Bapak Doni Monardo (Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kami sudah lihat dari helikopter. 

Memang kondisinya sangat gundul, karena itu Pak Doni meminta untuk segera ditangani," terangnya.

Sesuai tema "Mewujudkan Kawasan Kendeng yang Makmur dan Ijo Royo-Royo", lanjutnya, akan dilaksanakan program penghijauan yang juga secara ekonomis memberi kesejahteraan pada masyarakat setempat.

"Yang jelas kita mikirnya bukan cuma hari ini makan apa, melainkan generasi kita berikutnya itu harus bagaimana," tegasnya.

Sudaryanto berharap, dengan penghijauan, sedikit demi sedikit bencana banjir akan teratasi. 

Jika alam kita jaga, alam juga akan menjaga kita," cetusnya.

Ia juga mengatakan, dalam program penyelamatan Pegunungan Kendeng, pihaknya juga merencanakan agar kawasan kendeng menjadi tujuan wisata, baik itu wisata alam, agrowisata, maupun wisata religi. (ROI)
Share:

Minggu, 01 Desember 2019

Bupati Haryanto Resmikan Cetya Gili Lokapala

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama ketua FKUB Kabupaten Pati, para bikhu dan bikhuni, penyuluh agama Budha kabupaten Pati dan pembina Budha Jawa Tengah, hari ini meresmikan Cetya Gili Loka Pala di Dukuh Gilipaing Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal.

Rumah ibadat Cetya Gililokapa di resmikan oleh Bupati Pati.

"Cetya Giri Loka Pala ini kalau di agama Islam semacam mushola atau langgar" kata Bupati.

Selaku kepala daerah, pihaknya menyikapi positif atas berdirinya tempat ibadah baik wihara, masjid, gereja, dan tempat ibadah lainnya termasuk Cetya ini.

Karena menurut Haryanto, ini menunjukkan bahwa masyarakat maupun penganut kepercayaan agama ini, semakin meningkat ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya selaku kepala daerah tentunya mengucapkan selamat dan mangayubagyo, semoga kehadiran tempat - tempat ibadah yang baru ini memberikan kenyamanan beribadah khususnya bagi umat Budha yang ada di desa giling dan sekitarnya", jelasnya.

Haryanto menuturkan selama ia  menjabat kurang lebih 7 tahun 3 bulan, sudah banyak tempat-tempat ibadah yang didirikan dan tidak ada konflik.

"Ini yang patut kita syukuri, kita tidak bisa memaksakan seseorang harus menganut satu paham atau suatu agama tertentu, dan kita juga tidak usah khawatir kehadiran dari para pemeluk pemeluk agama yang berbeda dengan kita,  karena memang negara melindungi keberadaan daripada agama yang kita anut. 

Sehingga bapak ibu sekalian tidak usah khawatir, dan justru yang harus kita khawatirkan adalah orang orang yang berusaha memecah belah umat dan membuat suasana tidak kondusif", tutur Bupati.

Ia berharap kerukunan umat beragama di desa Giling ini semakin guyub walaupun berbeda keyakinan dan umat Budha juga semakin meningkat baik ibadah maupun tingkat ketaqwaannya. (ROI)
Share:

Blog Archive