Jumat, 06 Desember 2019

Aplikasi Skata Untuk Perencanaan Keluarga Bahagia dan Sejahtera

Targethukumonline. Rembang - Sosial media saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup, masyarakat memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk berbagi tentang segala hal mengenai keseharian mereka, ataupun momen-momen penting dalam hidup mereka agar dapat berbagi dengan khlayak ramai, Sabtu tgl (07/12/19).

Aplikasi SKATA menjadi solusi terbaik bagi pasangan muda untuk hidup sehat dan sejahtera.

Tidak hanya itu, sosial media juga dapat berfungsi sebagai media untuk berbagi berita dan ilmu pengetahuan sehingga dapat menambah khazanah informasi bagi masyarakat.

Menurut penelitian yang dilakukan We Are Social, perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3  jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial.

Dari laporan berjudul "Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World" yang diterbitkan tanggal 30 Januari 2018, dari total populasi Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen.

Sebanyak 120 juta orang Indonesia menggunakan perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet untuk mengakses media sosial, dengan penetrasi 45 persen.

Dalam sepekan, aktivitas online di media sosial melalui smartphone mencapai 37 persen.

Dengan tingginya angka penggunaan perangkat smart phone/gawai untuk mengakses media sosial, masyarakat diharapkan bisa mengakses informasi yang bermanfaat.

Masyarakat berhak mengetahui pentingnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Perencanaan keluarga ini sangat erat kaitannya dengan mempersiapkan kehamilan dengan jarak yang ideal.

Dengan persiapan yang matang, semua anggota keluarga akan mendapat manfaatnya.

Manfaat yang didapat antara lain ibu dapat dapat merawat anak secara optimal, hubungan dengan suami bisa lebih harmonis, bisa mempersiapkan masalah finansial secara matang, selain itu ibu juga memiliki waktu berkualitas untuk dirinya sendiri.

Setelah berkeluarga, suami istri harus menjaga agar kehidupan keluarga mereka selalu layak, kesehatan ibu dan anak terjaga, masa depan dan pendidikan anak terjamin, sehingga perencanaan keluarga sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.

Program KB bertujuan untuk mengendalikan pertambahan jumlah penduduk dan mengatur jarak kelahiran sehingga dapat menciptakan keluarga sehat sejahtera.

Program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi karena kehamilan yang tidak diinginkan ataupun jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Upaya dalam mendukung program tersebut adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan dan menjarangkan atau mengatur jarak kelahiran.

Pentingnya penggunaan alat kontrasepsi menghindari kasus  kehamilan yang tidak diinginkan kasus kehamilan yang tidak diinginkan sering terjadi di sekitar kita.

Pada kasus kehamilan yang tidak diinginkan kerap berujung pada tindakan aborsi yang berdampak pada kesehatan ibu.

Penggunaan alat kontrasepsi dapat menjadi solusi untuk mengatur jarak kelahiran sehingga meminimalisir terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Membantu tumbuh kembang anak Perencanaan kehamilan yang baik dapat membantu pertumbuhan anak.

Anak akan dapat memperoleh kasih sayang dan perhatian yang lebih banyak dari kedua orang tuanya, khususnya dalam masa tumbuh kembangnya.

Ibu juga dapat memaksimalkan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif bagi bayinya, hal ini tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan keluarga yang memiliki banyak anak.

Meningkatkan kualitas keluarga Alat kontrasepsi digunakan untuk menjarangkan kehamilan atau menjaga jarak kelahiran.

Dengan demikian, penggunaan alat kontrasepsi juga dapat mengurangi risiko kematian ibu dan bayi karena jarak kelahiran yang terlalu dekat atau terlalu sering.

Selain itu, mengatur jarak atau jumlah kelahiran diharapkan dapat meningkatkan kualitas keluarga, khususnya kehidupan perekonomian keluarga. 

Salah satu aplikasi yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perencanaan keluarga dan KB yaitu Aplikasi SKATA berasal kata dari seia sekata dengan pasangan untuk perencanaan keluarga. 

SKATA merupakan aplikasi yang diluncurkan atas kerjasama JHCCP dengan BKKBN dibawah program My Choice (Pilihanku) untuk menjangkau masyarakat dengan informasi akurat  tentang Keluarga Berencana melalui pemanfaatan teknologi online dan media sosial. 

Pengguna aplikasi skata saat ini diatas 700.000 tersebar di beberapa lokasi di Indonesia, terutama di pulau Jawa yang mayoritas adalah ibu - ibu muda berusia 20 - 35 tahun.

SKATA memiliki beberapa fitur seperti cara memproyeksikan rencana berkeluarga dengan mengkalkulasikan jumlah anak yang ingin dimiliki dan perjalanan hidup mereka dengan waktu dan usia orang tua.

Melalui kalkulasi yang senantiasi dapat direset/diulang ini, pasangan suami istri dapat melihat proyeksi kehidupan mereka hingga usia 80 tahun
selain itu SKATA memiliki bebagai informasi tentang metode kontrasepsi.

Diantaranya tentang cara kerja, kelebihan, keterbatasan, cara penggunaan, pantangan, tempat pelayanan serta beberapa rumor dan fakta alkon tersebut.

Untuk fitur Cari Bidan, masyarakat bisa mencari keberadaan bidan, sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan KB.

SKATA bisa langsung diperoleh dengan cara mendownload langsung di playstore.

Sehingga semua masyarakat bisa langsung mengangkses aplikasi tersebut di hp/smartphone masing-masing. (Nita Yuni Hartanti SKM)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive