Sabtu, 14 Desember 2019

Pembagian Sertifikat PTSL di Desa Brati Kayen, Warga Sangat Kecewa

Targethukumonline. Pati - Desa Brati kecamatan Kayen mendapatkan, program PTSL menjadi sangat fenomenal di kalangan masyarakat, karena dengan adanya PTSL masyarakat sangat di untungkan, karena program tersebut sangat membantu masyarakat luas, apalagi dalam pengurusanya ke BPN di tanggung pemerintah sehingga masyarakat tidak perlu merogoh kocek hingga 3 sampai 4 jt atau lebih jika mengurus sendiri ke notaris atau PPATK.

Pembagian sertifikat PTSL di Desa' Brati, warga dan masyarakat sangat kecewa.

Dalam pengurusan tersebut pemohon cuma di kenai biaya pembelian patok, materai, dan pengisian data, adapun untuk Desa Brati kecamatan Kayen tersebut di kenai biaya 650 ribu hingga 800 ribu per pemohon ungkap salah satu pemohon yang tidak bisa kami sebutkan namanya.

Pada hari Jum'at kemarin (12/12/19) ada pembagian sertifikat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di Balaidesa Brati namun pembagian tersebut sangat mengecewakan sebagian warga setempat karena tidak semua sertifikat dibagikan, hanya sebagian kecil saja atau simbolis.

Ketua pelaksana atau ketua panitia Surasno (mantan modin) memungut biaya 650 ribu hingga 800 ribu, bahkan semua warga yang mengajukan sertifikat PTSL sudah membayar dan sebagian lunas semuanya.

Ini yang sangat disayangkan oleh sebagian warga setempat, dan saat ditanya oleh pemohon untuk jadwal pembagian ulang pihak panitia tidak bisa menjawab bahkan terkesan tidak mau tahu keluhan dari masyarakat.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya meminta kepada pihak panitia agar bisa lebih transparan dalam pelaksanaan program PTSL agar masyarakat kecil dapat merasakan dari pada program yang sudah di canangkan oleh Presiden Joko Widodo saat ini. 

Jika pihak panitia masih bungkam (tidak transparan) maka tidak menutup kemungkinan akan ada laporan ke saber pungli atau kejaksaan. (Tim/Red)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive