Kamis, 30 Januari 2020

Penghuni Rusunawa Kyai Mojo Blok A - B Jepara, Menderita Kekurangan Air Bersih

Targethukumonline. Jepara - Air merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, bahkan juga setiap makhluk hidup, kekurangan air terutama air bersih untuk minum, masak, mandi dan lainnya aktifitas sehari - hari sangatlah merepotkan dan menyusahkan.

Warga rusunawa yang menderita karena kekurangan air bersih.

Demikian juga yang dialami saudara - saudara kita yang menghuni Rusunawa Kyai Mojo, Jepara blok A dan B.

Derita penghuni rusunawa Kyai Mojo semakin menjadi karena aliran air dari PDAM Jepara sudah hampir 6 bulan ini tidak lancar.

Selain harus membeli air dari luar atau sekedar mengambil air dari blok c yang akhir - akhir ini juga debit air dari pompa milik upt pengelola rusunawa itu juga menurun.

Sehingga kesulitan air yang di alami oleh warga penghuni rusunawa semakin bertambah.

Sebagai luapan rasa kecewa atas pelayanan air PDAM Jepara para penghuni sengaja tidak membayar/ menunggak 3 - 5 bulan tagihan PDAM, tetapi justru pihak PDAM menjawab dengan menyegel meteran air bahkan ada yang sampai di cabut oleh PDAM Jepara.

Akhirnya para penghuni rusun sebagai pelanggan beramai - ramai mendatangi PDAM Jepara, untuk meminta tanggung jawab PDAM.

Dari beberapa penghuni rusunawa menyampaikan bahwa sesuai kesepakatan dulu waktu rapat, PDAM setiap hari akan mensuplai 6 tangki air untuk kebutuhan warga, tetapi faktanya suplai air 6 tangki di bagi 2 blok bahkan terkadang hanya beberapa tangki saja tidak genap 6 tangki air, dan pada prakteknya air mengalir 2 hari sekali kadang lebih mas.

Bahkan yang bulan kemarin - kemarin malah lebih parah lagi mas bisa sampai seminggu baru hidup sekali itupun cuma hitungan jam saja sudah habis," ungkap Takim penghuni rusunawa blok B Jepara.

Saat di konfirmasi langsung oleh rekan media kepala pelayanan PDAM Jepara kota Juwadi menyatakan "setiap hari PDAM mengirim suplai 6 tangki dan soal penunggak juga sudah ada kesepakatan dengan pengelola dan penghuni bahwa yang menunggak akan di segel, menurutnya, selama tidak ada tambahan sumur maka kebutuhan air untuk masyarakat di kota akan tetap sulit terpenuhi".

Menurut salah satu warga saat dimintai keterangan oleh media,
"Air saja tidak lancar sudah beberapa bulan mas, apa yang mau di bayar kemarin di segel ya mau tidak mau saya harus bayar tetapi nyatanya tiga hari ini air tidak mengalir.

Yang katanya setiap hari 6 tangki tetapi minggu 27-01-20 hanya 2 tangki. Mau sampai kapan warga di rugikan mas!"," ketus warga penghuni yang tidak mau di sebut namanya.

Saat penghuni menemui Suyanto, bagian pengaduan PDAM Jepara di aula PDAM Jepara dengan di dampingi team media dan ormas LMPI Jepara senin 27 januari 2020, mengatakan kesulitan air karena kurangnya debit air untuk wilayah kota dan solusinya hanya penambahan sumur pompa PDAM.

Suyanto juga berjanji akan membantu warga rusunawa kyai mojo blok A dan B dengan memasang kembali meteran yang telah di cabut dengan syarat dan ketentuan bahkan akan mensuplai air 8 tangki/hari selama aliran air belum kembali normal".

Semoga janji dapat dipenuhi oleh pihak PDAM Jepara, jadi penderitaan para penghuni rusunawa dapat teratasi.

Dan semoga pihak - pihak terkait terutama PLT Bupati Jepara dapat membantu mengatasi permasalahan ini, dan warga penghuni rusunawa tidak di anak tirikan karena semuanya adalah sama hak sebagai masyarakat kabupaten Jepara. (J-team)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive