Selasa, 28 Januari 2020

Soliditas TNI, Kodim Pati Bersama Forkompimda Tanam 5000 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Kertomulyo

Targethukumonline. Pati - Kegiatan Bhakti Sosial Kodim 0718 Pati penanaman pohon mangrove dipesisir pantai desa Kertomulyo kecamatan Trangkil kabupaten Pati yang diikuti 300 orang dimulai pukul 07.30 WIB, Rabu tgl (29/01/20).

Mangrove dapat mengurangi emisi karbon 4 hingga 5 kali lipat.

Dalam kegiatan penanaman bibit mangrove sebanyak 5000 bibit yang melibatkan TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Persit Kodim Pati, karang taruna kabupaten Pati, KOPPI, komunitas mangrove, perangkat desa, dan masyarakat desa Kertomulyo dihaluhui dengan kegiatan apel pagi yang dipimpin oleh komandan Kodim 0718 Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE.

Turut hadir dalam kegiatan tanam mangrove pada hari ini adalah Bupat Pati H. Haryanto, SH. MM, M.Si, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin, SE, Kapolres Pati diwakili Kabagren Kompol Budi, Kasdim Pati, Direktur PT eben haezer logam juwana, muspika trangkil, perwakilan Danramil dan anggota, perwakilan Perwira staf Kodim, kepala cabang dinas kehutanan wilayah II, Adm perhutani Pati, kadis lingkungan hidup kabupaten Pati, kepala desa Kertomulyo dan Ketua Persit KCK XXXIX Kodim Pati.

Dalam sambutannya Dandim Pati menyampaikan bahwa Indonesia memiliki mangrove kurang lebih 3,7 juta hektar merupakan yang terluas di asia bahkan di dunia.

Hutan mangrove mempunyai keistimewaan dalam berbagai hal baik dari aspek fisik, ekologi dan ekonomi.

Dari sisi fisik mangrove mempunyai akar yang banyak dan batangnya kokoh sehingga mampu mencegah gelombang tsunami, ombak dan abrasi air laut.

Dari sisi ekologi mangrove mampu berfungsi sebagai filter polusi air dan udara karena dapat tumbuh pada kondisi tanah berlumpur / limbah dan menyerap polutan / asap dari udara.

Mangrove sebagai habitat tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan dan biota laut lainya.

Adi juga menjelaskan manfaat mangrove dari sisi ekonomi mangrove menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghasilkan buah atau biji untuk dibuat berbagai panganan serta minuman, kulit pohon mangrove sangat baik untuk bahan baku pewarna batik.

Selanjutnya keberadaan hutan mangrove berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata alam.

“Menurut berbagai penelitian hutan mangrove mampu menyerap emisi karbon sebesar 4 - 5 kali lebih besar dari pada hutan di daratan.

Dengan demikian keberadaan hutan mangrove sangat mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca, dimana dalam program - program pembangunan kementerian kehutanan termasuk didalamnya pengelolaan,” ucap Letkol Adi.

“Pada kesempatan ini tak lupa saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas peran dari Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II, Bupati Pati selaku pemerintah daerah, Kapolres Pati dan jajarannya, kepala dinas lingkungan hidup kabupaten Pati, Adm. Perhutani kab. Pati, Muspika kec. Trangkil, Pimpinan PT Eben Haezer Logam Juwana, kepala desa Kertomulyo dan seluruh warganya yang bersinergi bahu membahu untuk mensukseskan acara penanaman penghijauan pohon mangrove kali ini,” imbuh Adi.

Setelah kegiatan apel pagi dilanjutkan gerakan tanam mangrove bersama Bupati, wakil Bupati, Dandim Pati, tak ketinggalan Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Kodim pati Ny.Iing Adi ilham Zamani  bersama anggota persit juga terjun langsung ke pantai yang berlumpur sehingga tak jarang para pimpinan di tingkat kabupaten Pati dan ibu - ibu harus bersusah payah kaki terbenam lumpur hingga kedalaman lutut orang dewasa di pantai desa Kertomulyo kecamatan trangkil Pati.

Bupati Pati H. Haryanto, SH, M.M M.Si dalam kesempatan tersebut juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama - sama menanam mangrove untuk kelestarian alam dan sebagai warisan anak cucu kelak dikemudian hari. (ROI)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive