Kamis, 20 Februari 2020

Soliditas TNI, Koramil Cluwak Bersama Warga Medani Bersihkan Longsor di Obyek Wisata Rimong Indah

Targethukumonline. Pati - Anggota TNI dari Koramil 08 Cluwak bersama anggota Polsek Cluwak, dinas Instansi dan masyarakat desa Medani pagi tadi melaksanakan kegiatan kerja bhakti di lokasi bencana tanah longsor tepatnya di sebelah barat obyek wisata Rimong Indah RT 04 RW 02 desa Medani kecamatan Cluwak, Jumat tgl (21/02/20).

Warga bersama TNI-Polri bahu membahu bersihkan longsor di sebelah barat wisata Rimong Indah.

Kontur tanah yang tidak rata antara tebing serta jurang di wilayah ini  memang sangat rawan.

Ini dikarenakan desa Medani yang merupakan perbatasan langsung antara kabupaten Pati dengan Jepara berada di lereng pegunungan Muria, sehingga potensi terjadinya bencana tanah/tebing longsor sewaktu - waktu dapat mengancam apabila diguyur hujan dengan intensitas tinggi diwilayah tersebut.

Seperti kejadian hari rabu malam kemarin, tanah/tebing setinggi 10 meter dengan kelebaran 20 meter yang mengalami longsor menutup badan jalan sehingga memutus akses warga dari desa Medani kecamatan Cluwak Pati menuju desa Tempur kabupaten Jepara.

Untuk membuka akses jalan yang tertutup oleh tanah bercampur dengan batu, ratusan orang gabungan dari TNI, POLRI, dinas instansi bersama warga desa Medani, hari jumat pagi bergotong royong dengan manual menggunakan alat seadanya membersihkan reruntuhan yang berasal dari tebing yang berada tepat disebelah jalan.

Kegiatan kerja bhakti yang dipimpin langsung oleh muspika Cluwak serta kepala desa Medani Sutono ini dimulai pukul 07.00 WIB sedikit demi sedikit membersihan longsoran tanah serta bebatuan dengan cara memindahkannya dan membuang ke sisi sebelah jalan sehingga jalan tersebut dapat dilalui oleh kedua desa tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Danramil Cluwak Kapten Cba Kistono mengatakan, walaupun material yang menutup jalan sudah kami bersihkan, namun kami menghimbau kepada warga yang melintas disekitar lokasi tersebut agar tetap berhati - hati,” himbaunya.

“Ini disebabkan kontur tanah yang tidak rata, antara tebing dan jurang, dan lokasi tebing yang longsor saat ini masih sangat rawan dikarenakan tidak adanya penahan berupa tanaman dan pohon sehingga apabila terjadi hujan deras dikawatirkan akan terjadi longsor kembali,” ucap Kapten Kistono. (ROI)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive