Dandim Jepara Hadiri Rakor Penanganan Covid-19 Kab. Jepara

Targethukumonline. Jepara - Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Arm Suharyanto menghadiri rapat koordinasi penanganan penyebaran Virus Corona (COVID19) kabupaten Jepara, di ruang kerja Plt Bupati Jepara, pada rabu malam, (26/03/20).

Antisipasi penyebaran Covid-19, Dandim Jepara hadiri rapat koordinasi di ruang kerja Plt Bupati Jepara.

Rapat yang langsung dipimpin oleh Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi ini, dihadiri oleh Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto bersama jajaran Forkopimda kabupaten Jepara, Sekda kabupaten Jepara Edy Sujatmiko, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara Mulyaji, Ka Disparbud Zamroni Lestiaza, Ka Satpol PP dan Damkar Heri Yulianto, Diskominfo Arif Darmawan, Kabag Kesra Setda Jepara Suhendro SH, Kemenag Jepara, Ketua MUI KH Mashudi, dan perwakilan dari PD Muhammadiyah dan NU Jepara.

Dalam kesempatan itu, Plt Bupati menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat kabupaten Jepara tentang penyebaran virus corona yang cukup cepat dan mudah masih sangat kurang, sehingga menjadi tugas kita bersama untuk mengantisipasi penyebarannya.

“Mengenai kegiatan masyarakat yang sifatnya harus dilaksanakan karena ada alasan tertentu yang mengharuskan dilaksanakan silahkan dilaksanakan, tetapi untuk jumlah orang yang hadir harus dibatasi,” ucapnya.

Sementara Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Arm Suharyanto menambahkan, pihak pemerintah sudah memberikan himbauan dan aturan terkait pondemik virus corona, oleh karenanya menjadi tugas kita bersama untuk mengingatkan warga masyarakat.

Dandim juga menyarankan terkait eksodus yang masuk ke wilayah kabupaten Jepara untuk dibatasi, mengingat sampai saat ini jumlahnya semakin bertambah.

“Kedepan manakala tidak ada aturan yang lebih ketat, orang masuk ke Jepara akan semakin banyak,” kata Dandim.

Dari hasil rapat ini, untuk kegiatan yang mengundang kerumunan masa sementara waktu ditiadakan.

Untuk peringatan hari jadi Jepara sendiri, hanya melaksanakan ziarah leluhur saja, dengan peserta yang terbatas yakni forkopinda, petinggi, camat dan pemuka agama.

Masing masing kecamatan melaksanakan ziarah secara terbatas kepada makam leluhur yang ada kaitannya dengan perjuangan.

Untuk sholat Jum'at pada tanggal 27 maret 2020 sementara ditiadakan dan diganti dengan sholat dhuhur di rumah.

Pelaksanaan tahlil dalam kematian dilaksanakan hanya di hari pertama pada saat upacara pemakaman, serta segala bentuk perkumpulan pengajian, rt-nan maupun kegiatan keagamaan lainnya yang bersifat mengundang banyak orang (masa) untuk sementara agar ditiadakan atau ditunda. (J-TEAM)