Sang Inspirator, Sosok Panutan Sersan Satu Hartadi Dalam Kiprah dan Perjuangan Seorang TNI

Targethukumonline. Pati - Profesi sebagai prajurit TNI merupakan cita-citanya semenjak kecil, pada ahirnya pada tahun 1990 berhasil masuk dan mengabdikan diri kepada negara melalui jalur secata milsuk dengan lulus pendidikan di pusat pendidikan secata Gombong kebumen berpangkat Prajurit Dua (Prada), Selasa tgl (10/03/20).

Sosok Sersan Satu Hartadi menjadi panutan dikeluarga.

Berdinas pertama kali di Batalyon Infanteri 410 Alugoro Kompi Senapan C di kabupaten Pati selama kurang lebih selama 30 tahun.

Sudah banyak makan asam garam dalam segala penugasan diseluruh nusantara, ahirnya pada tahun 2009 berpindah tugas di Kodim 0718 Pati dengan pangkat Kopral Kepala (Kopka).

Kepindahannya di satuan Komando Kewilayahan ternyata membawa berkah, tidak lama kemudian berhasil lulus seleksi melalui jalur Secaba Reguler Khusus Babinsa (Caba Sus) dan sekarang ini menyandang pangkat Sersan Dua (Serda).

Dalam keseharian bertugas di kesatuan Kodim Pati tepatnya di bagian TUUD (Tata Urusan Dalam) Kodim Pati, pria kelahiran Kebumen 51 tahun lalu ini sama seperti prajurit yang lainnya, namun yang terlihat menonjol adalah dia dikenal oleh prajurit yang lainnya sebagai Ustadz Kodim Pati yang sehari hari bertindak sebagai imam di mushola milik Kodim dan tidak jarang memimpin kegiatan keagamaan dalam intern satuan diantaranya adalah sebagai penceramah.

Pria dengan dua anak yang sebentar lagi akan menimang cucu ini dalam kehidupan bermasyarakat juga dikenal sangat dekat dengan para tetangga, karena keluarganya yang harmonis didampingi seorang istri yang selalu setia menemaninya Siti Solehah kerap kali hadir dan aktif dalam kegiatan sosial serta keagamaan dilingkungan tempat tinggalnya di perumahan Rendole Indah RT 07 RW 06 Blok F Pati desa Muktiharjo kecamatan Margorejo kabupaten Pati.

Ditempat tinggalnya juga sebagai takmir mushola Miftahul Huda yang sekarang masih proses pembangunan dengan sumber dana dari iuran warga serta sumbangan dari para donatur.

Namun, dana yang terkumpul belum cukup untuk menyelesaikan pembangunan mushola tersebut sehingga bersama - sama dengan tetangga dan warga setempat berinisiatif membuat suatu wadah yang sekarang diberi nama “Bank Sampah Harmoni 76”.

Bank sampah yang dikelola warga secara rombongan ini adalah sebagai sumber penggalian dana untuk meneruskan pembangunan Mushola Miftahul Huda tersebut dengan cara menerima sumbangan atau sedekah berupa sampah kertas, kardus, sampah elektronik, sampah plastik, sampah botol dan sampah logam.

Ide cemerlang ini perlahan tapi pasti membuahkan hasil, melalui website serta melalui WA Grup dan Online, kegiatan yang dilakukannya ini tersebar sehingga banyak donatur sampah disekitar kabupaten Pati yang menghubungi pengelola Bank sampah ini agar mengambil dari rumah kerumah para donatur.

Bahkan adapula yang dari kota Solo juga pernah mengirimkan uang hasil dari penjualan sampah kepada Bank Sampah Harmoni 76.

Dari keterangannya yang disampaikan hari ini selasa pagi alhamdulilah kegiatan serta ide kreatif ini sekarang sudah berjalan dengan baik.

“Saya tidak malu, walaupun pagi hari bekerja sebagai aparat TNI namun sore harinya keliling memungut serta mengambil sampah dari para donatur,” ungkapnya.

Dialah sosok prajurit yang penuh inspirasi, dan salah satu orang yang berjasa dalam pendirian Bank Sampah Harmoni 76 merupakan anggota Kodim 0718 Pati bernama Sersan Satu Hartadi Nrp. 638438 yang sebentar lagi akan mengakhiri masa tugasnya karena tepat pada tanggal 01 februari 2021 akan memasuki masa Persiapan Pensiun (MPP).

Dalam kiprah dan tanggungjawab mengumpulkan sampah para donatur.

Semoga kedepan banyak lahir prajurit prajurit muda yang memiliki dedikasi serta penuh inspirasi dan kehadirannya banyak memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya. (ROI)