Kamis, 30 April 2020

Bupati Haryanto Gagas Labelisasi Rumah Pemudik Yang Jalani Isolasi Mandiri

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati menggagas labelisasi rumah pemudik yang sedang menjalani isolasi mandiri, Kamis tgl (30/04/20).

Labelisasi menjadi alternatif para pemudik agar lebih terdata dan terpantau.

"Wujud labelisasinya bisa mengadopsi rumah-rumah yang disemprot cat penerima bantuan pemerintah.

Tapi ini tulisannya diganti, bahwasanya rumah tersebut digunakan untuk isolasi mandiri pemudik", jelas Bupati kemarin saat menghadiri Rakor dan Evaluasi Penanganan Covid-19 secara daring melalui video teleconference di ruang Pati Command Center (PCC) Setda kabupaten Pati.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) dan Sekda Pati Suharyono tersebut, Haryanto kemudian menjelaskan alasannya.

"Data yang mau mudik ribuan. Kalau mau diisolasi di penampungan nggak mungkin, nggak akan muat. 

Ini paling banyak kecamatan Winong dengan potensi 2065 pemudik, dan Dukuhseti dengan 1174 pemudik", terangnya.

Ia pun lantas mengapresiasi warga desa Ngablak kecamatan Cluwak, di mana warga desanya dengan penuh kesadaran berusaha mendorong dan menekan keluarganya yang akan mudik, untuk tetap bertahan di perantauan.

"Ya karena memang susah nanti isolasi mandirinya kalau yang mudik banyak", imbuh Bupati.

Berkenaan dengan hal itu, Bupati mengajak masyarakat dan aparat kompak dalam menjaga kedisiplinan penerapan protokol kesehatan.

"Kalau bersama-sama, gotong-royong, tak saling menyalahkan, Insya Allah kita akan dapat memutus rantai persebaran Covid-19", pungkasnya. (ROI)
Share:

Babinsa Wonorejo Hadiri Musdes Validasi Data Penerima Bantuan Dampak Covid-19

Targethukumonline. Jepara - Babinsa Wonorejo Koramil 01 Jepara Sertu M Saehu menghadiri Musyawarah Desa Validasi Daftar Nama Calon Penerima Bantuan Dampak Covid-19 di balai desa Wonorejo, kecamatan Jepara, kabupaten Jepara, Rabu malam (29/04/20).

Musyawarah desa validasi penerima bantuan terus di data.

Musyawarah yang dipimpin oleh Petinggi desa Handono ini dihadiri oleh Ketua BPD H Sapoan, Bhabinkamtibmas Aiptu Nugroho, Ketua RT dan RW, Toga dan Tomas desa Wonorejo.

Dalam sambutannya, Petinggi desa Handono menyampaikan bahwa musyawarah kali ini akan membahas tentang RPJMDes 2020-2025, Pembentukan tim relawan Covid-19 di tingkat RT, Pembahasan perubahan APBDes tahun 2020 dan pembahasan calon penerima BLT dari Dana Desa tahun 2020.

“Kami dari Pemerintah desa menghimbau kepada Ketua RT, RW, tomas yang hadir untuk ikut mensosialisasikan kepada warga, terkait pencegahan virus Covid-19.

Mari kita bersama berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut, kita ikuti petunjuk dan prosedur dalam pencegahannya,” ujarnya.

Sementara Babinsa Sertu M Saehu mengajak seluruh warga desa untuk bersatu melawan pandemi Covid-19.

Dimulai dari diri sendiri untuk selalu menjaga PHBS dengan rajin mencuci tangan, memakai masker baik sakit ataupun sehat terlebih saat keluar rumah, mengurangi aktifitas di luar rumah, mengindari kerumunan dan menjaga jarak aman dari orang lain.

Peran aktif perangkat desa, Ketua RT dalam memberikan sosilasiasi menjadi salah satu tolak ukur kesadaran warga untuk mengikuti anjuran dan imbauan dari pemerintah.

“Oleh karenanya, jangan berhenti kita bersosialisasi. Ajak mereka untuk mengikuti imbauan dari pemerintah.

Dan untuk warga yang baru datang atau pulang dari luar kota, diharapkan Ketua RT dan RW aktif mendata dan mengeceknya untuk isolasi mandiri selama 14 hari, semoga desa kita ini tetap aman,” tegas Babinsa.

Acara dilanjutkan dengan musyawarah dipimpin ketua BPD, dengan hasil kesepakatan antara lain APBDes Perubahan tahun 2020 untuk kegiatan penanganan dan penanggulangan Virus Wabah  Covid-19, yaitu BLT/Bantuan Langsung Tunai selama 3 bulan untuk warga tidak mampu sebanyak 101 orang sebesar Rp. 600.000/bulan. 

Dalam RPJMDes terdapat kegiatan dibidang Penanggulangan Bencana (penanganan dan penanggulangan Virus Covid-19) dan tiap RT sudah mengukuhkan tim relawan pencegahan Covid-19. (J-TEAM)
Share:

Babinsa Jajaran Koramil Pecangaan Bersama Perangkat Desa Binaan, Pasang Pamflet Himbauan Ramadhan

Targethukumonline. Jepara - Jajaran Babinsa Koramil 04 Pecangaan Kodim 0719 Jepara, pagi ini beramai-ramai memasang selebaran Himbauan Ramadhan Forkopimda dan Lembaga Kemasyarakatan kabupaten Jepara di Masjid dan musholla bersama perangkat desa binaannya masing-masing, Kamis tgl (30/04/20).

Sosialisasi pemadpemas pamflet terus digiatkan.

Imbauan yang ditandatangani oleh Dandim 0719 Jepara Letkol Arm Suharyanto, Plt Bupati Jepara, Kapolres Jepara, Ketua DPRD, Ketua Kejari Jepara, Kepala Kemenag Jepara dan Ketua MUI Jepara ini berisi tentang tata cara pelaksanaan ibadah Ramadhan selama pandemi Covid-19.

Beberapa poin dalam imbauan tersebut yaitu pelaksanaan ibadah baik sholat tarawih maupun tilawah agar dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga.

Tarling, takbir keliling, peringatan Nuzulul Quran dalam bentu tabligh akbar ditiadakan. Dan masih banyak isi imbauan lainnya.

Serka Sungatno, salah satu Babinsa Koramil 04 Pecangaan saat dikonfirmasi mengatakan, jajaran Babinsa Koramil 04 Pecangaan atas instruksi Danramil Kapten Inf Ali Ashadi memasang selebaran pamflet di Masjid dan Musholla di desa binaan masing-masing.

Hal ini bertujuan agar seluruh warga Kabupaten Jepara, khususnya warga kecamatan Pecangaan dan kecamatan Kalinyamatan tahu dan mengerti apa yang diimbaukan oleh pemerintah terkait tata pelaksanaan ibadah Ramadhan selama pandemi Covid-19.

“Sengaja kita pasang di tempat yang mudah terlihat, agar warga dapat dengan mudah membaca dan mengikuti imbauan tersebut.

Dan Seluruh Babinsa jajaran Koramil se-Kodim 0719 Jepara juga pasti memasangnya di wilayah masing-masing.

Semoga warga mengikuti intruksi ini, agar virus Covid-19 tidak menyebar lebih luas,” terang Sungatno. (J-TEAM)
Share:

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Babinsa dan Lurah Kemlayan Gencar Laksanakan Sosialisasi

Targethukumonline. Surakarta - Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) belum berakhir, bahkan korban yang terjangkit virus terus bertambah setiap harinya.

Tiga pilar gencar lakukan sosialisasi pada warga dan masyarakat.

Untuk itu, Babinsa Kel Kemlayan Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta, Serka M Nur Hakib dan Lurah Kemlayan Supriyono, gencar melakukan sosialisasi pelaksanaan ibadah di rumah saja selama bulan suci ramadhan.

Melalui Babinsa bersama bhabinkamtibmas, lurah, dan Penyuluh Agama Islam (PAI) gencar mendatangi wilayah warga untuk tetap beribadah di rumah selama wabah, Kamis tgl (30/04/20).

Kali ini Babinsa dan Pemerintah kel Kemlayan Memberikan Himbauan di Masjid Anni'mah, Masjid Jami' Muslimin, dan Langgar Umum, yang masih menyelenggarakan Sholat Jumat, dan Sholat Tarawih.

Sesuai dengan maklumat Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, tentang ibadah di bulan ramadhan dan Idul Fitri 1441 H/2020 M dalam kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam maklumat tersebut disebutkan bahwa masyarakat dihimbau untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih dan shalat Jum’at diganti dengan shalat dhuhur di rumah masing-masing.

“Dan seluruh kegiatan Shalat Tarawih Keliling (tarling), Pesantren Kilat kecuali melalui media elektronik /online, Buka Puasa Bersama (Ifthar Jama’i), Sahur On The Road, Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tabligh dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar baik di Masjid /Mushala, lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, serta takbiran keliling, tidak dilakukan oleh masyarakat," ucap Serka Hakib.

Himbauan ini diminta untuk dilaksanakan oleh seluruh masyarakat warga Kemlayan demi menekan penyebaran dan memutus mata rantai virus Corona. (B.fajar)
Share:

Kodim Magelang Bagikan Paket Sembako ke Warga Yang Terdampak Covid-19

Targethukumonline. Magelang - Ratusan warga terdampak Covid 19 menerima bantuan sembako dari Koramil 01 Magelang Selatan, Kamis tgl (30/04/20).

Kodim Magelang gelar aksi peduli pada warga yang terdampak covid-19.

Paket sembako yang dibagikan merupakan bantuan dari Dandim 0705 Magelang dan hasil dari pengumpulan anggota Koramil 01.

Dalam situasi pandemi saat ini, Kodim 0705 Magelang menggelar aksi peduli.

Kepedulian Kodim 0705 Magelang terhadap warga yang terdampak pandemi covid 19 diwujudkan dengan berbagai kegiatan diantaranya sisosialisasi edukasi, penyemprotan lingkungan dan bakti sosial pembagian paket sembako.

Dandim 0705 Magelang Letkol Czi Anto Indriyanto yang hadir dalam acara pembagian sembako berharap agar bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga bisa mengurangi beban warga terdampak.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa mengurangi beban akibat corona," ujar Dandim saat menyerahkan bantuan.

Sementara itu, Danramil 01 Magelang Selatan Mayor Czi Suharto menuturkan pembagian paket sembako yang dilaksanakan di Kantor Koramil 01 Magelang Selatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar Koramil 01 yang terkena dampat covid 19.

Yang menjadi berbeda adalah, pembagian tidak dilakukan secara berkeliling, namun calon penerima yang diundang ke Koramil.

"Sengaja kita datangkan warga yang akan menerima bantuan, dengan tujuan agar lebih tertib, lancar dengan menjaga prinsip phisycal distancing," ujar Mayor Suharto.

Sebelum pelaksanaan pembagian, para babinsa terlebih dulu mendata para calon penerima.

Penerima adalah mereka yang kehilangan penghasilan akibat pandemi Covid 19.

Dengan dipilih langsung ke wilayah, diharapkan para penerima bantuan adalah benar-benar mereka yang membutuhkan bantuan.

Salah satu penerima paket sembako adalah Herutati, wanita yang beruia 65 tahun tersebut merupakan warga Juritan kota Magelang.

Sehari - hari ia mengandalkan penghasilan suami yang kerja serabutan, namun akibat pandemi kali ini suaminya sudah tidak bekerja lagi.

"Matur sanget sampun diparingi bantuan," ujar Herutati dengan logat Jawanya yang halus.

Mereka yang datang untuk menerima bantuan paket sembako sudah membawa kartu tanda penerima yang dibagikan opeh Babinsa.

Sebelum menerima paket, mereka terlebih dulu melakukan cuci tangan dan screneng suhu badan.

Antrianpun diatur sedemikian rupa agar tetap terjaga jarak minimal 1,5 meter. (B.fajar)
Share:

Kembali Terima Bantuan Covid-19, Bupati Haryanto Apresiasi Donasi dari Pengusaha

Targethukumonline. Pati - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati kembali menerima bantuan dari pengusaha.

Pemkab Pati kembali dari terima bantuan dari pengusaha.

Kali ini, pengusaha bawang merah dari kecamatan Juwana, Haji Parso menyerahkan bantuan di Pendopo, Kamis tgl (29/04/20).

Bantuan ini diberikan langsung oleh Parso kepada Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid- 19 kabupaten Pati.

Bupati Pati usai menerima bantuan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Parso atas peran sertanya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, di masa pandemi virus corona.

Bantuan yang diberikan berupa mie instan 200 kardus dan kebutuhan sembako yaitu 1 kuintal bawang merah.

Bupati mengapresiasi keikutsertaan pengusaha dalam berbagi di bulan ramadan ini.

Menurutnya saat ini yang bisa dilakukan adalah saling bergotong royong untuk masyarakat yang membutuhkan.

"Mudah mudahan dengan bantuan dari teman teman pengusaha sebelumnya berupa beras, gula dan kali ini ada mie instan dan bawang merah bisa meringankan beban masyarakat," imbuhnya.

Bupati mengatakan pembagian bantuan kepada masyarakat terkena dampak Covid-19 akan dilakukan setelah tim gugus tugas melakukan pendataan konkrit di lapangan.

"Terimakasih kepada para donatur dan saya doakan semoga berkah, usahanya semakin lancar dan semoga kebaikan ini diikuti oleh para donatur yang lainnya," harap Bupati. (ROI)
Share:

Rabu, 29 April 2020

Gandeng Perbankan, Kodim Pati Kembali Salurkan Bantuan Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

Targethukumonline. Pati - Penyaluran bantuan paket sembako tahap ke-3 oleh Kodim 0718 Pati kali ini menggandeng perusahaan perbankan yang ada di wilayah kabupaten Pati.

Gandeng perbankan, Kodim Pati salurkan bantuan.

Sebanyak 175 paket sembako hari rabu kemarin (29/04) telah diluncurkan ke 10 Koramil dibawah jajaran Kodim 0718 Pati.

Selain berdonasi dengan pengumpulan sumberdana yang berasal dari intern anggotanya sendiri, Kodim Pati juga kerap kali mengajak serta melibatkan seluruh elemen masyarakat seperti yayasan, perusahaan swasta maupun perorangan untuk saling berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan yang dikemas dalam kegiatan sosial pembagian sembako, dan kali ini dua perusahaan perbankan ternama di kota Pati juga turut bergabung dalam kegiatan tersebut.

Seperti penyaluran bantuan paket sembako sebelumnya, paket sembako yang sudah dikemas rapi dengan goodie bag dan kardus ini berasal dari donasi anggota Kodim Pati sebanyak 75 paket, 50 Paket dari Bank BRI Pati dan 50 paket dari Bank BNI Pati disalurkan melalui 10 koramil yang telah ditunjuk yakni Koramil Gunungwungkal, Cluwak, Dukuhseti, Tayu, Sukolilo, Kayen, Gabus, Tambakromo, Pati kota dan Margorejo yang dibagikan secara serentak hari ini kepada warga yang terdampak ekonomi karena merebaknya covid 19, Kamis tgl (30/04/20).

Bantuan sembako yang dilaksanakan secara bertahap tersebut menurut Dandim Pati Letkol Czi adi Ilham Zamani, SE dikarenakan bantuan yang dihimpun oleh Kodim Pati dilaksanakan secara bertahap pula.

Ini bertujuan agar bantuan tersebut bisa senantiasa mengalir kepada masyarakat yang membutuhkan dengan para donatur yang berbeda.

Letkol Adi Ilham juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga tidak lepas dari tradisi masyarakat kita yaitu tradisi gotong-royong yang bukan hanya dalam pekerjaan, namun dalam beramal juga dibutuhkan semangat gotong-royong secara bersama-sama agar lebih ringan guna membantu kepada sesama.

“Alhamdulillah kami masih diberikan kepercayaan oleh para donatur untuk mengkoordinir serta menyalurkan bantuan sembako ini kepada masyarakat yang membutuhkan dengan penyaluran melalui koramil dibawah jajaran Kodim Pati,” ujar Dandim.

“Terimakasih kepada para prajurit yang telah mendonasikan sedikit rejekinya untuk saudara kita yang membutuhkan.

175 paket sembako di bagikan ke warga kurang mampu.

Kami juga menghaturkan terimakasih kepada pimpinan serta Direksi Bank BRI dan BNI Pati yang kali ini turut bergabung berdonasi untuk masyarakat Pati,” ucap Adi. (ROI)
Share:

Efek Jangka Panjang Jadi Alasan Bupati Haryanto, Tak Ingin Grusa Grusu Soal Penyaluran Bantuan

Targethukumonline. Pati - Efek jangka panjang persebaran Covid-19 di kabupaten Pati, menjadi pertimbangan tersendiri bagi Bupati dalam menentukan momentum penyaluran bantuan Covid-19.

Tunggu waktu momentum yang tepat untuk menyalurkan bantuan.

"Para ahli memprediksi bahwa bukan satu dua hari kita akan menghadapi wabah ini. 

Dampaknya pasti akan lama bagi masyarakat Pati, sedangkan sumber daya kita terbatas.

Refocusing anggaran 32 miliar yang nantinya akan ditambah menjadi Rp 139 Miliar itu juga uang rakyat yang pengelolaannya tak boleh sembrono, sebisa mungkin anggaran itu harus tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang", tegas Bupati Pati Haryanto saat diwawancarai usai Rabu siang (29/04) menghadiri  Rakor dan Evaluasi Penanganan Covid-19 secara daring melalui video teleconference di ruang Pati Command Center (PCC) Setda kabupaten Pati.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) dan Sekda Pati Suharyono tersebut, Haryanto menjelaskan bahwa yang ia maksudkan dengan efek jangka panjang ialah dampak sosial jangka panjangnya.

"Masyarakat memang butuh cepat tapi Pemkab tak boleh kemrungsung. Kita tetap gerak cepat tapi dengan kehati-hatian", tegas Haryanto.

Apalagi, menurut Bupati, terkait jaring pengaman sosial itu sensitif, rawan gesekan kalau tak tepat sasaran.

"Pemkab bisa saja pilih cepatnya dengan langsung menyalurkan, tapi kalau nanti bantuan dari pusat, provinsi, maupun Dana Desa disalurkan belakangan, ternyata ada yang lebih membutuhkan tapi nggak kebagian kan jadi gejolak di masyarakat.

Terus Pemkab bisa bantu apa kalau bantuan Pemkab udah terlanjur disalurkan", imbuh Bupati.

Jika hal itu terjadi, menurut Haryanto, energi akan terkuras double. 

"Udah capek mikir Corona, terkuras juga untuk mengatasi kecemburuan sosial yang pasti dampaknya panjang dan bahkan bisa mengancam keamanan dan ketertiban.

Karena ini urusan perut, tak boleh kita sepelekan efek jangka panjangnya", jelasnya.

Terlebih, menurut Bupati pihaknya sudah menargetkan awal Mei bantuan Pemkab sudah tersalurkan. 

"Tinggal tunggu hitungan hari saja masak kita nggak rela? Toh itu demi kebaikan semua", tegas Haryanto.

Kemudian terkait APD yang masih kurang, Bupati juga menjelaskan bahwa seluruh bantuan APD yang diterima oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati sudah disalurkan melalui Dinas Kesehatan kabupaten Pati.

"Jika memang bantuan APD masih belum mencukupi, Pemkab pun sudah menyiapkan anggaran untuk itu.

Masalahnya kemarin-kemarin kan APD, rapid test, dan PCR tes sempat langka. 

Jadi kita andai punya uang banyak sekalipun tapi kalau barangnya susah kan juga butuh waktu untuk mencari dan mengupayakannya", lanjut Haryanto.

Meski demikian, Bupati mengaku bahwa tiap kali alat rapid test maupun PCR/swab test tiba pihaknya tak pernah tinggal diam.

"Pasti langsung dimanfaatkan dan diprioritaskan untuk yang paling butuh, misalnya keluarga, tetangga, teman, maupun tenaga medis yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19", terang Bupati.

Pihaknya juga mengaku tak bisa langsung gerak cepat karena kemarin sempat ada SK terbaru terkait refocusing anggaran, yang membuat Pemkab harus melakukan sejumlah penyesuaian lagi.

"Pusat saja ngasih target laporan refocusingnya sampai tanggal 23 April, maka kami pikir wajar jika dalam 6 hari berikutnya, termasuk hari ini, Pemkab berikhtiar yang terbaik untuk melakukan sinkronisasi data penerima bantuan agar tak terjadi tumpang tindih antar bantuan Pusat-Pemprov-Pemkab-Dana Desa", jelasnya.

Jauh-jauh hari sebelum ada SK terbaru tersebut, Bupati memang mengaku telah membuat surat edaran agar seluruh Kepala OPD melakukan pergeseran anggaran, hingga Rp 32 miliar.

Namun SK Bersama Menteri, yaitu Mendagri dan Menteri Keuangan, kemudian mewajibkan daerah melakukan refocusing anggaran hingga minimal 50%.

Bupati menyebutkan, beberapa pos kegiatan mengalami pengurangan diantaranya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang telah dinaikkan bulan Februari, harus dikurangi hingga 40% selama masa pandemi.

"Kemudian anggaran makan minum, lalu perjalanan dinas dalam negeri maupun luar negeri kita ambil lagi, begitu juga sarana prasarana pengadaan mobil dan lain-lain kita ambil lagi," tegas Bupati.

Pihaknya mengaku telah berupaya optimal untuk menyediakan alokasi anggaran penanganan covid-19, baik pembelian APD maupun penunjang kesehatan, juga kebutuhan jaring pengaman sosial yang membutuhkan biaya hingga 139 Miliar.

"Jangan sampai itu pemanfaatannya tak maksimal, karena kalau di kami, tiap sen yang dikeluarkan harus ada pertanggungjawabannya," ungkap Bupati.

Di akhir wawancara, Bupati juga mengajak segenap pihak untuk tak lelah berdo'a.

Ia berharap wabah tidak semakin meningkat, sehingga penanganan Covid-19 di kabupaten Pati bisa tercukupi dari APBD kabupaten Pati. (ROI)
Share:

Walikota Surakarta dan Dandim Solo Laksanakan Penjemputan dan Pemulangan Masyarakat Yang Selesai Karantina

Targethukumonline. Surakarta - Dandim 0735 Surakarta (Solo) Letkol Inf Wiyata S Aji, SE, MDS, Danramil 01 Laweyan Kapten Cba Kurdi beserta Babinsa kel. Kerten Sertu Sugiman dan Serda Bambang Bersinergis dengan Bhabinkamtibmas melaksanakan Penjemputan dan Pemulangan warga RT 03 RW 13 kel. Kerten atas Nama Sudarmanto yang telah selesai melaksanakan masa karantina selama 14 hari di Gedung Graha Wisata Niaga Jl. Slamet Riyadi No. 275 Sriwedari Laweyan Surakarta, Rabu tgl (29/04/20).

Penjemputan dan pemulangan warga yang telah selesai dikarantina.

Kegiatan Pemulangan ini dari Warga Kerten An. Nama Sudarmanto (33 Th), tanggal lahir 22 Juli 1987, Alamat Jl. Pisang No 27 B RT 03 RW 13 kel. Kerten Laweyan Surakarta.

Acara pemulangan ini di serahkan secara langsung oleh Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo kepada keluarganya dengan di dampingi oleh Letkol inf Wiyata S Aji, SE. MDS (Dandim Solo), Camat, Danramil, lurah dan RT / RW.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Singkirno (Kepala BPBD Kota Surakarta), Kapten Cba Kurdi (Danramil 01/Lwy), Endang Sabar, SOS (Camat Laweyan), Edwin S.STP MM (Sekcam Laweyan) dan Anis W. SE (Lurah Kerten).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk Perhatian dan apresiasi yang diberikan Pimpinan Daerah kepada masyarakat yang mengikuti dan mentaati aturan yang telah di tetapkan oleh Pemerintah sebagai Upaya Pencegahan terhadap Penyebaran Wabah Virus Covid- 19 di Wilayah Surakarta dan Pengantaran langsung ini juga bertujuan agar Mantan Karantina bisa di terima dengan baik oleh Warga sekitar dan tidak dikucilkan," tegas Walikota. (B.fajar)
Share:

TNI AD Terima Bantuan 30.000 APD dari MNC Peduli

Targethukumonline. Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan bahwa bantuan 30.000 Alat Pelindung Diri (APD) dari MNC Peduli akan didistribusikan secara bertahap ke seluruh Rumah Sakit jajaran TNI AD.

30.000 APD dari MNC GROUP.

Hal itu disampaikan Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E.,M.M dalam rilisnya, Jakarta, Rabu tgl (29/04/20).

Diungkapkan Kadispenad, penerimaan secara simbolis bantuan APD baju Hazmat tersebut dilakukan pada kegiatan audiensi Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo dengan Kasad di ruang tamu Kasad.

Usai menerima bantuan secara simbolis, Kasad menegaskan bahwa pemberian bantuan APD tersebut akan dilakukan secara bertahap dan dengan diterimanya bantuan tersebut, TNI AD siap untuk mendistribusikannya.

“Kami memiliki 68 rumah sakit, kami berterimakasih atas bantuan dari Bapak Hary dan MNC Group. 

Bantuan dari Bapak ini akan kami siapkan distribusinya.

Kami sangat memerlukan APD termasuk masker terutama masker N95 untuk tenaga medis yang saat ini juga susah didapatkan,” ungkapnya.

Selain itu, Andika juga mengungkapkan bahwa kebutuhan APD setiap harinya sangat tinggi bagi tenaga medis dihadapkan pada situasi saat ini.

“APD penggunaannya hitungan per hari, untuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto sendiri, mereka bisa menghabiskan hampir 500 APD per harinya. 

Gambaran yang serupa juga bisa terjadi di rumah sakit-rumah sakit lainnya.

Bantuan - bantuan dari Hary dan dari semua pihak sangat membantu,” tegas Kasad.

Andika juga menambahkan bahwa bantuan kali ini adalah fokus kepada tenaga medis TNI AD dimana APD merupakan kelengkapan mereka dalam melaksanakan tugas, selain itu juga meningkatkan imunitas mereka.

Sementara itu, diakhir pertemuan, Kasad juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat agar terus bersama-sama untuk membatasi dan memutus mata rantai penyebaran virus.

“Saya bisa memahami betapa di bulan ramadhan ini keprihatinan memang bertambah, situasi pembatasan sosial ini yang masih akan menyulitkan banyak pihak," ujar Andika.

"Tetapi saya yakin kalau kita semua disiplin, kita sama-sama untuk menjaga, penyebaran virus Covid-19 ini akan bisa kita batasi dan mudah-mudahan akan cepat berakhir,” harapnya sambil menutup pembicaraan.

Pada kesempatan tersebut, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada para tenaga medis termasuk tenaga medis TNI AD yang telah berjuang dalam melawan pandemi secara global ini.

“Saya dan tentunya masyarakat Indonesia sangat berterima kasih dengan semua upaya medis untuk merawat pasien-pasien Covid-19, sangat luar biasa pengorbanan dan kerelaanya, kami sangat simpati, terus berjuang, kami sangat mendukung,” ujar Hary.

Selain Kadispenad, turut mendampingi Kasad dalam audiensi tersebut, Wakasad Mayjen TNI Moch Fachrudin, S.Sos, Koorsahli dan Aster Kasad, Kapuskesad serta Dandenma Mabesad. (Johani Arifin)
Share:

Adakan Rakor Evaluasi Covid-19, Bupati Haryanto Minta Sejumlah Pasar Ditata Ulang

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) dan Sekda Pati Suharyono, serta para staf ahli dan asisten Sekda, hari ini, melaksanakan Rakor dan Evaluasi Penanganan Covid-19 secara daring melalui video teleconference di ruang Pati Command Center (PCC) Setda kabupaten Pati, Rabu tgl (29/04/20).

Rakor dan evaluasi sangat penting dalam penanganan covid-19.

Dalam kesempatan itu, Bupati  menuturkan bahwa di kabupaten Pati, yang agak sulit untuk menghindari kerumunan salah satunya adalah di pasar.

"Di beberapa daerah di Jawa Tengah pasar sudah ditata dengan baik agar physical distancing tetap diterapkan.

Dan kepala Disperindag saya harapkan bisa menerapkannya di kabupaten Pati", tutur Bupati.

Menanggapi hal itu, Kepala Disperindag Riyoso menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan kepala pasar untuk menindaklanjuti instruksi Bupati tersebut.

"Dan kami sudah melakukan pemetaan. Untuk Pasar Puri kita bisa memanfaatkan halaman atau pelataran pasar, kemudian pasar Trangkil bisa melakukan pelebaran. 

Dan beberapa pasar akan kita petakan lagi. 

Sementara jika pelebaran yang menggunakan ruas jalan kami akan bekerjasama dengan pihak Dishub", jelasnya.

Riyoso pun memohon untuk dapat bekerjasama dengan kepala Satpol PP agar ikut mengkondisikan supaya yang datang ke pasar wajib memakai masker.

"Kami juga butuh waktu beberapa hari untuk memetakan dan berkoordinasi dengan kepala pasar agar instruksi ini disesuaikan dengan kondisi pasar masing-masing.

Bisa jadi jam jualan dibuat bergantian atau kalau bisa diperlebar agar nanti physical distancing bisa terjaga", papar Riyoso.

Haryanto pun menimpali penjelasan Kepala Disperindag dengan menyinggung soal Pasar Gowangsan. 

"Kalau memungkinkan di Pasar Rogowangsan bisa memanfaatkan jalan nanti alurnya di putar saja, dan kalau pasar Puri saya setuju di pelataran karena pelataran cukup luas. 

Dan kami akan menyiapkan tempat cuci tangan di semua pasar", imbuhnya.

Bupati pun meminta agar instruksi tersebut dipetakan secara matang dulu  bekerjasama dengan TNI Polri. (ROI)
Share:

Selasa, 28 April 2020

Penemuan Mayat Tanpa Identitas, Ditemukan di Perairan Pulau Panjang

Targethukumonline. Jepara - Penemuan sesosok mayat di perairan Pulau Panjang Jepara membuat geger warga, Rabu tgl (29/04/20).

Mayat wanita muda di temukan mengapung di perairan pulau panjang.

Mayat yang belum diketahui identitasnya ini dievakuasi tim gabungan dari TNI dan BPBD. 

Kemudian dibawa ke pantai Pangkalan Kompi Ang Air IV Diponegoro di desa Mulyoharjo, Jepara.

Menurut Babinsa setempat, Serka Muryono, mayat berjenis kelamin perempun tersebut pertama kali ditemukan oleh salah satu nelayan yang sedang memancing sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat ditemukan, kondisi mayat sudah mulai membengkak, mengenakan baju putih, rok batik berwarna merah muda, dan memakai cincin di jari kelingking dan jari manis sebelah kanan.

"Pak Tasripan, nelayan yang sedang memancing melihat ada sesosok mayat mengapung, lantas ia melaporkannya kepada pihak berwajib," katanya.

Mendengar laporan itu, tim BPBD Jepara bersama TNI serta relawan bergerak cepat untuk mengevakuasi mayat tersebut. 

Sekitar pukul 09.00 WIB, mayat dapat dievakuasi ke pantai Kompi Ang Air, Mulyoharjo.

"Oleh tim medis, mayat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini untuk menjalani visum," imbuh Babinsa Koramil 01 Jepara ini.

Belum bisa dipastikan, sebab kematian korban, sampai saat ini pihak kepolisian terus mencari data guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.

"Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri sama, silahkan menghubungi pihak Polsek atau bisa datang langsung ke RSUD Kartini Jepara," tandasnya. (J-TEAM)
Share:

Sinergitas Babinsa dan Bhabinkamtibmas Damarjati, Berikan Sosialisasi Covid-19 Kepada Warga

Targethukumonline. Jepara - Kedekatan antara Babinsa desa Damarjati Koramil 04 Pecangaan Serda Munikan dengan Bhabinkamtibmas Bripka Priyono menjadi wujud sinergitas yang luar biasa untuk menjaga kondusifitas wilayah desa Damarjati, kecamatan Kalinyamatan, kabupaten Jepara.

Sinergitas TNI - Polri dalam mencegah covid-19.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19, sinergitas kedua wakil TNI Polri ini sangat menunjang dalam pencapaian upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di desa Damarjati.

Setiap hari mereka hampir selalu bersama-sama memberikan sosialisasi kepada warga.

“Hampir setiap hari kita sambangi warga untuk berikan imbauan terkait pencegahan penyebaran Covid-19, karena sampai saat ini masih banyak warga yang cuek dan acuh, bahkan tak mengindahkan apa yang sudah pemerintah instruksikan,” ungkap Babinsa saat dikonfirmasi di rumah salah satu warga, Rabu tgl (29/04/20).

Ia tak menampik, jika sikap acuh dan cuek warga sebagian besar dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang apa itu Covid-19 dan bagaimana bahayanya. 

Sehingga pihak TNI Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak di lapangan memberikan sosialisasi dan penekanan himbauan dari pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita sampaikan ke warga tentang bahayanya virus Covid-19 ini. 

Bagaimana pencegahannya, dengan harapan warga menjadi sadar diri terkait imbauan pemerintah, terlebih dalam masalah penggunaan masker, sosial distancing dan lainnya. 

Semoga apa yang kita lakukan dapat menekan angka penyebaran virus yang berasal dari China ini,” tandasnya. (J-TEAM)
Share:

Update Perkembangan Covid-19, Bertambah Satu PDP Positif

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 kembali memberikan update penanganan Covid-19 di kabupaten Pati, pada pukul 16.00, sesuai data yang dirangkum Dinas Kesehatan kabupaten Pati, Selasa tgl (28/04/20).

Hasil swab menunjukkan pasien PDP positif covid-19.

Bupati menyampaikan bahwa ada satu PDP yang hasil swab-nya telah keluar dan hasilnya positif. 

Ia menjelaskan, pasien ini berasal dari kecamatan Pati dan kini dirawat di RSUD RAA Soewondo.

"Bertambah satu pasien positif, sehingga pasien positif yang dirawat saat ini ada 6 orang," ungkap Bupati.

Sementara untuk jumlah PDP, Bupati mengatakan ada penambahan 2 pasien PDP.

"Jumlah PDP ada 13 orang, tujuh pasien menjalani karantina mandiri, sedangkan 6 orang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan," imbuhnya.

Untuk data ODP, Bupati menjelaskan belum ada perubahan data.

"Masih seperti data tadi pagi, 71 ODP masih menunggu masa inkubasi.

Sedangkan 658 orang sudah melewati masa pemantauan, sehingga jumlah total ODP adalah 729 orang," jelas Bupati.

Menyikapi para pemudik yang berdatangan dari zona PSBB, Bupati mengimbau agar mereka melapor pada RT / RW untuk didata oleh Kades maupun Lurah.

"Yang sudah datang ke kampung halaman, keluarganya bisa melapor ke RT dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Jangan dulu pergi- pergi keluar rumah, cukup beribadah di rumah demi kebaikan bersama," tegas Bupati.
 
Haryanto juga berharap agar masyarakat tetap waspada dengan keadaan saat ini. 

Ia meminta masyarakat tetap menjalani anjuran pencegahan penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan physical distancing, memakai masker, menjaga kebersihan diri juga berusaha membatasi kegiatan di luar rumah. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto : Patuhi Protokol Kesehatan, Efektif Cegah Covid-19

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat efektif mencegah penularan Covid-19, Selasa tgl (28/04/20).

Patuhi protokol untuk kesehatan bersama.

"Contohnya saja Dokter Widi yang positif. Istri dan anaknya hasilnya negatif karena beliau dan keluarga disiplin menerapkan protokol kesehatan", tegas Bupati Pati saat membuka acara Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru Melalui Video Conference, di ruang Pati Command Center (PCC) Setda Pati.

Haryanto juga kembali menceritakan testimoni yang pernah disampaikan Widi Antono, bahwasanya anjuran pemerintah pusat, provinsi, maupun Pemkab untuk sering cuci tangan memakai sabun, menjaga jarak, kemudian memakai masker itu adalah benar dan wajib diikuti.

"Dan alhamdulillah untuk guru dan siswa, sampai sekarang saya belum pernah dapat laporan ada yang terindikasi.

Kalau guru atau siswa ada laporan pada saya ada indikasi, berarti kegiatan pembelajaran di rumah tidak dilaksanakan, yang artinya malah keluyuran ke mana-mana", ujar Bupati.

Lebih lanjut Haryanto menjelaskan bahwa para pelajar diberi kesempatan untuk belajar secara daring di rumah, tujuannya ialah untuk menyelamatkan anak-anak dan para guru agar terhindar dari wabah virus corona.

"Jangan terus dipakai untuk keluar, sebab sekarang riskan. Kalau misalnya ada teman yang sakit sekalipun, jangan besuk dulu, nanti bisa lewat telepon atau WA meminta maaf.

Karena rumah sakit sekarang juga dalam kondisi mengkhawatirkan, sekarang pembesuk juga dibatasi", tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Haryanto juga berpesan agar para guru dan pelajar agar tak mudah terpancing isu maupun hoax seputar Covid-19.

"Jangan mudah percaya apalagi sampai ikut-ikutan membagikan info tersebut.

Kalau ada isu yang memang benar adanya, saya sudah pasti buat pernyataan. Bila saya tidak membuat pernyataan berarti hoax," tegas Bupati.

Haryanto pun menyatakan rasa syukurnya karena hingga Selasa, 28 April 2020, sudah ada dua warga Pati yang sembuh dari Covid-19, yakni dokter Widi dan pasien asal desa Kudukeras kecamatan Juwana.

"Dan untuk update per Selasa ini pukul 07.00 WIB, data Covid-19 tak banyak perubahan.
Yang positif masih 5 orang, lalu Pasien Dalam Pengawasan (PDP)-nya juga tetap 12 pasien yang masih menunggu hasil swab test", terang Haryanto.

Sedikit perubahan, menurut Bupati, terjadi pada data Orang Dalam Pemantauan (ODP), di mana pagi tadi tampak ada penambahan sebanyak 3 orang.

Sehingga total ODP yang masih dipantau karena belum selesai masa inkubasinya sebanyak 71 orang.

"Dari awal pendemi hingga hari ini tercatat sudah ada total 729 ODP di Kabupaten Pati, dan yang sudah selesai masa inkubasinya ada 658 orang", lanjutnya.

Kemudian imbuh Bupati, sejak awal pandemi, tercatat sudah ada tiga yang meninggal. 

"Satu positif Covid-19, satunya lagi PDP dengan hasil lab negatif, dan terakhir ada PDP yang meninggal namun belum diketahui lab-nya karena baru dirawat semalam tiba-tiba meninggal.

Akan tetapi yang bersangkutan mempunyai riwayat jantung dan gula, namun, untuk keluarganya sudah di-rapid test, dan alhamdulillah negative semua, akan tetapi saat ini masih dalam pemantauan", jelas Haryanto.

Kemudian yang 5 PDP yang masih positif, saat ini ada satu orang yang dirawat di RSUD Wongsonegoro Ketileng Semarang, kemudian satu pasien di RSUD RAA Soewondo, dua di RS Mitra Bangsa, dan terakhir di RS Mardi Rahayu Kudus. (ROI)
Share:

Persiapan PPDB di Tengah Pandemi, Bupati Instruksikan Pendaftaran Bebasis Daring

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati mengadakan Sosialisasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Tahun 2020 secara Video conference di Ruang Pati Command Center, Selasa tgl (28/04/20).

Penerimaan siswa baru secara online PPDB 2020.

Peserta video conference ini adalah seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP, Pengawas SD/SMP, Korwilcam Bidang Penyelenggara Penerimaan Pendidikan dan segenap panitia dalam kegiatan Sosialisasi PPDB kabupaten Pati.

Bupati mengatakan PPDB tahun ini dilaksanakan sesuai PERMENDIKBUD No. 44 Tahun 2019 dan Peraturan Bupati Pati No.21 Tahun 2020.

Ia meminta seluruh sekolah menyiapkan mekanisme PPDB yang sesuai protokol pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua secara fisik di sekolah.

"Sedangkan PPDB untuk TK dan SD diusahakan oleh sekolah melalui mekanisme daring atau online, misalnya melalui aplikasi whatsapp atau email sekolah," terang Bupati.

Kendati tidak ada pendaftaran melalui tatap muka, Bupati menegaskan bahwa satuan pendidikan wajib mengumumkan pelaksanaan dan informasi PPDB secara jelas.

Informasi yang harus ditampilkan, kata Bupati meliputi  jalur pendaftaran, perpindahan persyaratan, seleksi, daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar.

"Untuk hasil PPDB, sekolah wajib mengumumkan secara terbuka seperti informasi zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi melalui papan pengumuman sekolah, laman sekolah, maupun media lainnya," tutur Haryanto.

Bupati juga menyebutkan, prosentase pendaftaran jalur zonasi 60%, jalur afirmasi 15%, jalur perpindahan tugas orang tua/ wali 5% dan jalur prestasi 20% dari daya tampung sekolah.

Dalam video conference ini, Bupati juga menyampaikan bahwa PPDB untuk jenjang TK dan SD yang melalui jalur zonasi dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali, jika masih ada sisa kuota pada jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali dapat ditambahkan ke jalur prestasi.

"Para Kepala Sekolah diharapkan mematuhi pembagian zonasi dan jumlah rombongan belajar yang telah diatur dalam Peraturan Kepala Dinas tentang PPDB TK dan SD," imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, bila ada sekolah yang kelebihan pendaftar agar melaporkan ke Disdikbud, ke sekolah lain yang lebih membutuhkan.

Ia juga berpesan agar nilai rapor dan piagam kejuaraan yang dimiliki calon peserta didik, baik akademik atau non akademik bisa dipakai dalam pendaftaran melalui jalur prestasi.

Bupati berpesan agar semua pihak mematuhi regulasi yang ada. 

Menurutnya dengan keterbukaan dan kepatuhan terhadap semua aturan pelaksanaan PPDB tahun 2020, akan dapat berjalan lancar dan kondusif.

"Terakhir marilah kita bersama berdoa, semoga Pandemi Covid-19 dapat segera berakhir. 

Sehingga kita semua dapat kembali melanjutkan kehidupan ini secara normal dan lebih baik, anak- anak kita bisa kembali ke sekolah untuk belajar," harapnya.

Sementara itu Kepala Disdikbud Winarto mengatakan prinsip dan tujuan PPDB menurut PERMENDIKBUD No. 44 Tahun 2019 adalah non-diskriminasi, objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan.

"Tujuannya adalah mendorong peningkatan akses layanan pendidikan," tuturnya.

Untuk ketentuan tambahan satuan pendidikan SD dan SMP yang belum terpenuhi kuota rombongan belajarnya, Winarto mengatakan sekolah dapat menerima peserta didik rawan putus sekolah (retrieval) sampai akhir bulan September 2020.

"Sekolah penerima BOS dilarang melakukan pungutan dalam rangka PPDB dan dilarang menambah rombongan belajar jika sekolah memenuhi atau melebihi ketentuan dan sekolah tidak memiliki lahan/ menambah ruang kelas baru (RKB)," jelas Winarto. (ROI)
Share:

Senin, 27 April 2020

Lagi Lagi, PDP di Kecamatan Kedung Dimakamkan Dengan SOP Pemakaman Jenazah Covid-19

Targethukumonline. Jepara - Pandemi Covid-19 yang meresahkan Indonesia telah menyebabkan ribuan warga terpapar dan ratusan lainnya meninggal dunia. 

Pasien PDP dimakamkan sesuai SOP.

Hingga hari ini, berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada 765 warga Indonesia yang meninggal karena Covid-19.

Orang yang meninggal karena  positif Covid-19, atau diindikasi maupun dicurigai, proses pemakaman jenazah harus melewati proses pemulasaran yang ketat, sesuai standar yang diatur dalam Protokol Penanganan Jenazah Pasien Covid-19 dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Seperti dalam pemakaman seorang ASN KUA Kecamatan Kedung berinisial RB (48) di TPU Setumbu, desa Sowan Kidul, kecamatan Kedung, kabupaten Jepara, yang meninggal dunia dalam status PDP di ruang isolasi RSUD Kartini Jepara, Selasa tgl (28/04/20).

Menurut keterangan dari Danramil setempat, Kapten Arh Rondi, almarhum RB beberapa hari sebelumnya sempat dirawat di RSI Sultan Hadlirin, karena sakit komplikasi dan diabetes. 

Karena keadaannya semakin kritis, akhirnya dirujuk ke RSUD Kartini.

“Oleh pihak RSUD, almarhum di tempatkan di ruang isolasi dengan status PDP. 

Dan akhirnya meninggal dunia di ruang tersebut. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya. Amin,” ungkap Danramil.

Lebih lanjut Danramil menyebut, efek OTG (orang tanpa gejala) positif Covid-19, yang bebas berkeliaran menjadi pemicu banyak warga yang terpapar Covid-19, bisa dari anak-anak, istri, suami, saudara, teman, atau yang lainnya.

Oleh karenanya perlu adanya pembatasan diri dengan orang lain, dengan menghindari kerumunan banyak orang.

Danramil meyakini, jika setiap orang di tes swap untuk menguji terpapar Covid-19 atau tidak, pasti hasilnya akan melebihi dari data yang ada.

Karena saat ini, hanya warga yang sakit dan meninggal saja yang di tes swap, sehingga OTG tidak terdeteksi dan tidak terdata.

“Inilah makanya kenapa kita harus stay at home, perbanyak diri di rumah, jauhi kerumunan, hindari kontak dengan orang lain, mengenakan masker, tingkatkan daya tahan tubuh dan imun, dan selalu cuci tangan menggunakan sabun. 

Semoga kita semua terhindar dari wabah ini. Amin,” pungkasnya.

Hadir dalam pemakaman tersebut, Camat beserta staf, Danramil 02 Kedung Kodim 0719 Jepara beserta anggota, Kapolsek beserta anggota, petugas puskesmas Kedung 1, anggota BPBD dan Petinggi serta perangkat Desa Sowan Kidul. (J-TEAM)
Share:

Kodim 0311/Pessel Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum

Targethukumonline. Pessel - Guna mendukung tugas pokok TNI kedepan yang semakin komplek Kodim 0311/Pessel gelar kegiatan penyuluhan hukum.

Kodim 0311 Pessel gelar penyuluhan hukum.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim 0311/Pessel jln. H. Ilyas Yacub Painan diikuti oleh para Danramil, Perwira Staf, Bintara dan Tamtama jajaran Kodim 0311/Pessel, Selasa tgl (28/04/20).

Dibuka langsung oleh kepala staf kodim 0311/Pessel Mayor Inf Syawal mengucapkan selamat datang kepada tim penyuluhan hukum dari Korem 032/Wirabraja yang diketuai oleh Mayor Chk Budi Santoso, S.H dengan anggota serka Andre.

"Selamat Datang kami ucapkan kepada tim penyuluhan hukum di makodim 0311/Pessel dengan segala kelebihan dan kekuranganya ini," sebut Kasdim".

Lebih lanjut Kasdim juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mendengarkan dengan seksama apa-apa yang nanti akan disampaikan oleh tim penyuluh.

"Mari kita dengarkan dengan seksama apa-apa yang menjadi perhatian nantinya, apabila kurang jelas agar ditanyakan, agar pelaksanaan tugas kedepan kita mengetahui payung hukumnya, agar tidak salah dalam bertindak," tambah Kasdim".

Sementara itu, Kepala Hukum Korem 032/Wbr Mayor Chk Budi Santoso, S.H mengajak untuk selalu berhati-hati dalam bermain medsos.

"Kecanggihan teknologi pada saat sekarang ini, agar kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan alat komunikasi agar tidak terjerat dengan hukum yang berlaku seperti yang tertuang dalam pasal 27 tentang UU ITE," ajak Kakumrem 032/Wbr". (Herman Usman)
Share:

Bantu Warga Ditengah Pandemi Corona, Yonarmed-6 Bagikan Sembako

Targethukumonline. Makassar - Di awal Ramadhan bantu meringankan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Yonarmed 6/3 Kostrad berbagi kebahagian dengan membagikan paket sembako kepada warga Makassar, (28/04/20).

Yonarmed Kostrad berbagi kebahagiaan bersama warga yang kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Danyon Armed 6/3 Kostrad, Letkol Arm Rohmadi, S.Sos.,M.Tr.(Han).,dalam rilis tertulisnya di Makassar, Sulsel, Senin kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Danyon, ratusan paket sembako yang dibagikan kepada warga ini merupakan wujud kepedulian seluruh personel Armed 6 kepada warga di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Apalagi di saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar bertepatan dengan awal Ramadhan, uluran tangan kita sangat dibutuhkan warga dalam memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari,” ujarnya.

Pembagian sembako yang dilaksanakan pada Jumat (24/04), kata Rohmadi, dibagikan di berbagai titik di kota Makassar.

“Salah satunya dibagikan di Kelurahan Jongaya, kita mendatangi rumah warga secara door to door dengan tetap menerapkan jaga jarak, menggunakan masker, dan cuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan,” jelasnya.

Rohmadi mengungkapkan bahwa pemberian bantuan berupa sembako ini sebagai rasa peduli kepada sesama di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita juga berterima kasih, kegiatan ini turut dibantu dan disponsori oleh Millenium Babies And Kids,” sebutnya.

"Kita semua merasakan pandemi Covid-19 ini, semoga cepat berlalu. 

Apalagi terjadi bertepatan dengan bulan Ramadhan, semoga ibadah puasa kita lancar," kata Rohmadi dihadapan warga.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan banyak aktivitas di luar rumah jika tidak penting, selalu menjaga jarak, dan menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan, serta selalu menggunakan masker jika keluar rumah.

"Tetap ikuti peraturan pemerintah, berdoa bersama-sama semoga Covid-19 ini cepat hilang, dan kita semua dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala," tandasnya.

Sementara itu Pasi Intel Yonarmed 6/3 Kostrad, Kapten Arm Ludfi Rachmad yang ikut langsung menemani Danyon dalam pembagian sembako ini mengatakan bahwa titik pembagian sembako difokuskan kepada wilayah binaan Satuan Yonarmed 6/3 Kostrad.

“Yaitu lokasinya kepada warga yang tinggal di sekitar asrama dan di daerah Latihan Yonarmed 6/3 Kostrad,” tuturnya.

Untuk menghindari pengumpulan warga, urai Ludfi, warga yang menerima sembako terlebih dahulu sudah didata dan diberikan kupon untuk ditukarkan pada saat kegiatan.

Alhamdulillah, kegiatan tersebut berjalan lancar dan aman. 

Semoga ke depannya kita juga dapat melakukannya kepada warga yang lain,” pungkasnya. (Johani Arifin)
Share:

Dapur Umum TNI - Polri di Pontianak, Bagikan Nasi Kotak Jelang Berbuka Puasa

Targethukumonline. Pontianak - Sebagai upaya untuk membantu sesama di tengah Pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian semua kalangan khususnya masyarakat yang tidak mampu, Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalimantan Barat membagikan nasi kotak siap saji menjelang buka puasa kepada masyarakat di kota Pontianak dan Kubu Raya pada senin sore.

Dapur umum sebagai wujud peduli kepada warga yang kurang mampu.

Nasi kotak yang dibagikan untuk masyarakat menjelang buka puasa ini merupakan hasil masakan dari dapur umum TNI - Polri Pontianak yang didirikan beberapa waktu lalu oleh Kodam XII/Tpr bersama dengan Polda Kalbar di Mabekangdam XII/Tpr, (28/04/20).

Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., menjelaskan, untuk sore tersebut nasi kotak dibagikan oleh personel TNI - Polri di empat titik lokasi.

Yaitu di wilayah Kubu Raya di desa Kapur dan Sungai Itik. Untuk di wilayah Kota Pontianak di kampung Beting dan Pal Lima.

"Hari ini dari Dapur umum TNI - Polri Pontianak membagikan sebanyak 1500 nasi kotak untuk masyarakat," jelasnya.

"Untuk pembagiannya, kita lakukan melalui personel Koramil dan Polsek di empat titik tersebut.

Mereka yang membagikan kepada warga sehingga tidak terjadi penumpukan massa," tambahnya menjelaskan.

Menurut Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., bahwa kegiatan bagi-bagi nasi kotak ini merupakan wujud sinergitas TNI - Polri dalam mengatasi kesulitan masyarakat di bulan suci Ramadhan sebagai dampak dari adanya pandemi Covid-19.

"Kita harapkan kegiatan ini bisa tepat sasaran dan bisa membantu warga masyarakat dan rekan - rekan kita yang terdampak Covid-19 ini," pungkasnya mengakhiri. (Ujang Palupi)
Share:

Dua Anggota Koramil Donorejo, Bantu Pemakaman Warga Dengan SOP Pemakaman Jenazah Covid-19

Targethukumonline. Jepara - Dua anggota TNI dari Koramil 12 Donorojo Kodim 0719 Jepara, Sertu Ahmadi dan Serda Teguh bersama tim BPBD Jepara melaksanakan pemakaman almarhumah RK (38).

Almarhumah dimakamkan dengan tindakan SOP covid-19.

Seorang warga desa Tulakan, dengan SOP pemakaman jenazah Covid-19 di TPU desa Tulakan, kecamatan Donorojo, kabupaten Jepara, Senin tgl (27/04/20).

Menurut keterangan dari Danramil setempat Kapten Inf Alex Effendi, almarhumah meninggal dunia pada Minggu malam pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya, almarhumah datang dari Jakarta pada hari Jumat tanggal 24 April kemarin, dan tiba di rumah orang tuanya di desa Tulakan.

Keesokan harinya, almarhumah pulang ke rumahnya di Desa Golang Pongge, kecamatan Gunung Wungkal, kabupaten Pati.

Pada hari Minggu pukul 14.00 WIB, tepatnya tanggal 26 April kemarin, almarhumah mengalami sesak nafas.

Oleh suami dan keluarganya dibawa ke RS Rehatta Kelet Jepara untuk mendapatkan penanganan.

“Oleh pihak RS Rehatta, almarhumah disarankan untuk dirujuk ke RS Suwondo Pati, tetapi keluarga almarhumah RK menolaknya.

Dan dibawa pulang ke rumah orangtuanya di Desa Tulakan, dan pada malam harinya almarhumah meninggal dunia,” terang Danramil.

Lebih lanjut mantan Danramil Welahan ini menambahkan, menurut informasi dari tim medis yang menangani, ada kemungkinan bahwa almarhumah meninggal akibat Covid-19.

Dan saat ini masih menunggu hasil dari Rumah Sakit untuk kepastiannya, apakah almarhumah benar-benar positif Covid-19 atau tidak.

Penanganan dan pemulasaran jenazah baik yang sudah positif karena Covid-19, maupun diindikasi atau dicurigai meninggal karena Covid-19, di Indonesia sudah diatur sesuai dengan protokol yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI dan WHO, agar jenazah tersebut tidak menularkan Covid-19.

“Sambil menunggu hasilnya, kita tetap laksanakan prosedur pemakaman dan pemulasaran jenazah dengan SOP pemakaman jenazah Covid-19. 

Apalagi almarhumah mempunyai riwayat perjalanan dari kota berzona merah,” imbuhnya. (J-TEAM)
Share:

Dapur Umum TNI - Polri, Babinsa Koramil Banjarsari Bagikan 500 Nasi Kotak ke Warga

Targethukumonline. Surakarta - Sebagai upaya untuk membantu sesama ditengah pandemi Virus Corona (Covid-19) yang berdampak pada perekonomian semua kalangan khususnya masyarakat yang tidak mampu, Babinsa Koramil 02 Banjarsari Kodim 0735 Surakarta bersama Bhabinkamtibmas Polresta Surakarta membagikan nasi kotak kepada masyarakat di wilayah kecamatan Banjarsari, Senin tgl (27/04/20).

Setiap harinya 500 nasi kotak dibagikan kepada warga dan masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan bagi-bagi nasi bungkus ini merupakan bentuk Bakti Sosial (Baksos) dan tindak lanjut Dapur Umum TNI - Polri Peduli Covid - 19 yang bermarkas di Makodim 0735 Surakarta.

Para prajurit TNI dan dari Kepolisian berbaur bersama menyiapkan (memasak) menu sesuai jadwal yang sudah di tentukan tiap harinya dari pagi hari.

Selanjutnya pada pukul 16.00 WIB nasi kotak tersebut mulai di bagikan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas ke masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah setiap harinya kita bisa berbagi 500 Nasi kotak lewat program dapur umum TNI - Polri Peduli Covid -19 kepada masyarakat yang terdampak akibat wabah tersebut, semoga bantuan ini bisa meringankan beban kita semua," ungkap Peltu Sugito.

Bintara Tata Urusan Dalam (Batuud) Koramil 02 Banjarsari Kodim 0735 Surakarta Peltu Sugito menambahkan bahwa dampak merewabahnya pandemi virus corona (Covid-19) begitu dirasakan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga kelurahan Manahan, Gilingan dan Kelurahan, Mangkubumen Banjarsari kota Surakarta. (B.fajar)
Share:

Bantuan Covid-19 Kembali Berdatangan, Bupati Harapkan Penyaluran Tak Tumpang Tindih

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Pendopo kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto di dampingi Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) dan Sekretaris Daerah Suharyono, hari ini, menerima secara langsung bantuan beras sebanyak 5,5 ton.

Semoga bantuan ini dapat meringankan warga dan masyarakat Pati.

Sebanyak 5,5 ton beras diberikan kepada Pemkab Pati guna meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di kabupaten Pati.

Bantuan tersebut berasal dari  pengusaha beras asal kecamatan Juwana yakni keluarga besar Paniti yang diwakili oleh Rustanto.

Paniti family menyerahkan beras sebanyak 3,5 ton, sedangkan yang 2 ton lagi berasal dari anggota DPR RI Firman Soebagyo.

Bupati selaku kepala daerah dan juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati pun menyampaikan rasa terima kasihnya.

"Terima kasih Pak Firman dan Keluarga Besar Paniti yang diwakili oleh Pak Rustanto. 

Beberapa waktu lalu kami kumpulkan para pengusaha dan alhamdulillah ternyata peran sertanya sangat membantu sekali.

Untuk para rekan pengusaha saat ini sudah berpartisipasi baik berupa uang, beras dan juga sembako", imbuhnya.

Semua bantuan ini, menurut Haryanto, nantinya akan dikumpulkan dan akan disalurkan sesuai dengan mekanisme yang ada, agar tidak terjadi tumpang tindih," jelasnya.

Bupati pun menambahkan, bahwa bantuan itu akan disalurkan sebagaimana arahan dari Gubernur maupun arahan dari pemerintah pusat.

"Kalau belum kita salurkan, itu bukan berarti tidak disalurkan. 

Semua pasti kita salurkan tetapi menunggu waktu dan data, agar antara pusat dan daerah tidak terjadi double penerima bantuan", lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Haryanto pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan pengusaha asal Bendar kecamatan Juwana, yang juga telah ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan beras.

"Saya ucapkan juga terima kasih kepada pengusaha dari Bendar yang juga ikut memberikan bantuan beras, baik itu yang 1 ton atau yang 1/2 ton", imbuhnya.

Semua, lanjut Bupati, nantinya akan ditunggu sampai tanggal 1 Mei. "Nantinya kita juga akan tahu berapa jumlah uang yang masuk ke dalam rekening dan jumlah sembakonya", imbuhnya.
 
Sementara ini, terang Bupati, semua bantuan sembako ditampung dahulu di gudang yang ada di BPBD.

Sementara itu, Wakil Bupati Saiful Arifin yang juga hadir di acara itu pun turut menyampaikan rasa terima kasihnya.

"Mewakili masyarakat, kami ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Ibu sekalian atas bantuan beras ini.

Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak Covid-19", pungkasnya. (ROI)
Share:

Minggu, 26 April 2020

Komsos, Babinsa Pule Ajak Perangkat Desa Menjadi Pelopor Pencegahan Penyebaran Covid-19

Targethukumonline. Jepara - Babinsa Desa Pule Koramil 05 Mayong Sertu Kaslun melaksanakan komsos dengan perangkat desa di balai desa Pule, kecamatan Mayong, kabupaten Jepara, Senin tgl (27/04/20).

Sertu Kaslun, laksanakan komsos bersama perangkat desa Pule.

Dalam komsosnya, Babinsa disambut Kasi Perencanaan Bambang dan Staf Pelayanan Khamdan.

Mereka mengobrol terkait permasalahan yang terjadi di tengah-tengah warga, baik masalah keamanan lingkungan, masalah sosial maupun masalah pandemi Covid-19.

Selain itu, Babinsa juga mengingatkan kepada perangkat desa untuk menggunakan masker.

Hal ini bukan tanpa sebab, penggunaan masker saat ini diwajibkan oleh pemerintah dalam upaya penekanan angka penyebaran Covid-19.

“Kita harus bisa menjadi contoh bagi warga. Selalu gunakan masker saat di luar rumah, baik sakit ataupun sehat, karena virus corona ini tak terlihat.

Dengan demikian yang sakit  tidak menularkan kepada yang sehat, dan yang sehat tidak tertular oleh yang sakit,” ujar Babinsa.

Labih lanjut Babinsa juga meminta perangkat desa menjadi pelopor dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, baik dengan sosialisasi-sosialisasi, atau dengan penyemprotan disinfektan. 

Selain itu, untuk warga yang baru datang dari luar kota agar didata dan diisolasi terlebih dahulu, sehingga apabila mereka ada yang terpapar virus Covid-19, tidak menyebarkan kepada warga desa yang lainnya.

“Kita harus bersama-sama menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah desa kita. Saya berharap, perangkat desa berperan aktif dalam hal ini. 

Semoga kita semua dijauhkan dari virus corona ini. Amin,” tandasnya. (J-TEAM)
Share:

Babinsa Margoyoso Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 Kepada Pedagang dan Pembeli di Pasar Kalinyamatan

Targethukumonline. Jepara - Berbagai upaya terus dilakukan Babinsa jajaran Kodim 0719 Jepara dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah kabupaten Jepara.

Sertu Noor Faiq menghimbau kepada ibu ibu dipasar untuk selalu mengenakan masker.

Mulai dari melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker, pembagian sembako, hingga sosialisasi face to face dengan warga.

Salah satunya dilaksanakan Babinsa desa Margoyoso Koramil 04 Pecangaan Sertu Noor Faiq di Pasar Kalinyamatan, yang terletak di desa Margoyoso, kecamatan Kalinyamatan, kabupaten Jepara, Minggu tgl (26/04/20).

Dirinya menghimbau kepada ibu-ibu yang sedang berbelanja untuk segera kembali ke rumah jika kebutuhan belanjaan sudah terpenuhi.

Hal ini guna meminalisir tingkat interaksi antar warga yang dapat menyebabkan penyebaran Covid-19.

“Ya kita berikan imbauan kepada pedagang dan pembeli di pasar untuk mengenakan masker, dan selalu mencuci tangan.

Dan untuk ibu-ibu yang sudah selesai belanja, kita himbau untuk segera pulang ke rumah, guna mengurangi tingkat penyebaran Covid-19,” ungkap Noor faiq, saat dikonfirmasi di lokasi Pasar Kalinyamatan. (J-TEAM)
Share:

Cegah Aksi Kejahatan, Babinsa Wonorejo dan Warga Laksanakan Patroli

Targethukumonline. Jepara - Di berbagai wilayah, dampak pandemi Covid-19 membuat sebagian orang berbuat kejahatan, baik penjambretan, pencurian, perampokan atau yang lainnya. Hal ini memicu keresahan di tengah masyarakat.

Sertu M. Saehu laksanakan patroli bersama warga.

Untuk itu, Babinsa Desa Wonorejo Koramil 01 Jepara Sertu M Saehu bersama warga melaksanakan patroli seputaran wilayah Desa Wonorejo, kecamatan Jepara, kabupaten  Jepara. Mereka berjalan keliling desa guna memastikan keadaan aman, Minggu tgl (26/04/20).

“Alhamdulillah warga Desa Wonorejo sangat aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. 

Mereka secara bergilir melaksanakan ronda setiap malamnya,” ungkap Babinsa Sertu Saehu.

Babinsa juga memanfaatkan moment patroli untuk memberikan sosialisasi terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Disela-sela mengecek keamanan lingkungan desa, Babinsa menyelipkan ajakan dan imbauan tentang bagaimana cara pencegahan penyebaran Covid-19 dalam obrolan mereka.

“Sengaja saya sisipkan imbauan dan ajakan disela-sela patroli, karena sampai saat ini kesadaran warga untuk memakai masker sangat rendah.

Masih banyak warga yang acuh dan cuek, harapan saya, semoga dengan sosialisasi ini, warga mengikuti imbauan dari pemerintah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” paparnya. (J-TEAM)
Share:

Bupati Haryanto : Satu PDP Dinyatakan Positif Covid-19

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 kembali memberikan update penanganan Covid-19 di kabupaten Pati, Minggu (26/04) pukul 16.00, sesuai data yang dirangkum Dinas Kesehatan kabupaten Pati.

Satu pasien PDP positif covid-19.

Bupati menyampaikan bahwa ada satu pasien PDP yang hasil swab-nya dinyatakan positif. 

Ia mengatakan pasien asal kecamatan Tlogowungu itu dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus.

"Sudah keluar hasil tesnya, dan ternyata positif," ungkap Bupati.

Untuk jumlah pasien positif, Bupati mengatakan data pasien positif Covid-19 kembali menjadi 5 orang sedangkan jumlah PDP di kabupaten Pati ada 13 pasien.

"Tadi pagi pukul 07.00 data pasien Covid-19 sembuh ada 1 orang. 

Namun sore hari, ada PDP yang keluar hasilnya positif. Data ini memang dinamis. Saya minta masyarakat tetap waspada," ujarnya.

Sementara itu, untuk jumlah ODP, Bupati menyebutkan ada 79 ODP yang masih dalam masa pemantauan. "Total ODP ada 726 orang. 

Sedangkan 647 orang sudah melewati masa pemantauan," jelas Bupati.

Haryanto meminta masyarakat tetap menjalani anjuran pencegahan penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan physical distancing, memakai masker, menjaga kebersihan diri juga berusaha membatasi kegiatan di luar rumah.

"Selalu ingat, cuci tangan dengan sabun, memakai masker jika keluar rumah, selalu menjaga jarak dan jangan mengadakan kegiatan kumpul - kumpul, lebih baik di rumah saja," tandas Bupati. (ROI)
Share:

Bupati Haryanto : Satu Pasien Lagi Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Targethukumonline. Pati - Kabar menggembirakan kembali disampaikan Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati, Minggu tgl (26/04/20).

Kabar gembira, satu pasien lagi dinyatakan sembuh.

Dalam keterangan pers yang disampaikan secara tertulis oleh Bupati, terungkap bahwa ada satu lagi pasien positif corona yang dinyatakan sembuh di kabupaten Pati.

"Sehingga per hari Minggu 26 April 2020 pukul 07.00 WIB, total di kabupaten Pati ada dua orang yang berhasil sembuh dari Corona", tegasnya.

Setelah kemarin dokter Widi Antono, kali ini yang hasil lab-nya sudah negatif dan boleh pulang ialah pasien RSUD dr R Soetrasno Rembang asal desa Kudukeras kecamatan Juwana.

Haryanto juga menambahkan, bahwa pada waktu yang bersamaan, RSUD dr R Soetrasno juga memulangkan satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal kabupaten Pati.

"Jadi posisi akhirnya kini yang positif Covid-19 ada 4 orang. 

Adapun PDP-nya tetap 15 karena ada satu yang negatif dan diizinkan pulang, dan di saat bersamaan ada tambahan PDP baru yang sedang menjalani isolasi mandiri", imbuhnya. 

Sementara itu, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) di kabupaten Pati, menurut Bupati, sejak awal pandemi ada 726 ODP.

 "Yang sudah selesai pemantauan ada 647 orang, dan sisanya sebanyak 79 orang masih dipantau karena belum melewati masa inkubasi", pungkasnya. (ROI)
Share:

Jumat, 24 April 2020

Dr. Moewardi "Dokter Gembel" dari Pati Yang Namanya Abadi Jadi RSUD di Kota Solo

Targethukumonline. Sejarah - Di tengah wabah Corona, RSUD Dr Moewardi makin sering disebut-sebut oleh masyarakat di kota Solo, maupun muncul di pemberitaan, tetapi, tak banyak yang tahu tentang siapa sosok Dr Moewardi.

Dr. Moewardi pahlawan Nasional asli Jakenan Pati, yang berjuang hingga titik darah penghabisan.

Bahkan, warga Solo pun belum tentu belum tahu siapa sosok pria yang namanya abadi jadi nama rumah sakit terbesar di kota Solo itu. 

Sosok Moewardi, lahir di desa Randukuning, kota Pati, Jawa Tengah, bertepatan pada tanggal 30 Januari 1907.

Dilahirkan dari keluarga pasangan tuan dan nyonya Sastrowardojo dengan 13 bersaudara. 

Moewardi sendiri merupakan anak lelaki nomor 7.

Di antara 13 saudaranya, ada tiga yang meninggal di kala kecil yaitu (Soenardi, Tarnadi, dan Soedewi). 

Dari kedua orang tuanya, Moewardi mendapat pendidikan dan dibiasakan bekerja keras.

Orang tua berharap Moewardi dan segenap saudaranya dapat menjadi manusia bermanfaat di masa depan. 

Pendidikan pembiasaan Moewardi dilakukan dalam aneka ragam kegiatan rumah tangga seperti menyapu lantai hingga mencari kayu bakar.

Dari sinilah Moewardi punya jiwa disiplin, keuletan dari Moewardi dan pendidikan disiplin dari kedua orang tuanya berbuah manis masuk jenjang bangku sekolah.

Terbukti dimulai sejak sekolah rakyat (SD) Bumiputera di desa Jakenan hingga pindah ke HIS Kudus, lalu ELS (Europesche Large School) Pati.

Tidak banyak anak seumurannya kala itu, untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi, dikarenakan di setiap jenjang pendidikan harus melewati ujian bahasa Belanda, yang mana setiap anak belum tentu bisa menempuhnya.

Di ujung pendidikannya, Moewardi mampu melanjutkan belajar hingga STOVIA, sebuah sekolah kedokteran yang kini berubah menjadi Universitas Indonesia.

Dalam proses memasuki stovia, sebagai anak pribumi perlu ada surat rekomendasi agar memudahkan Moewardi dalam proses pendaftaran.

Ayahnya, Sastrowardojo meminta dokter Umar dari Cilacap (salah satu paman dari Moewardi) agar memberikan rekomendasi masuk ke stovia.

Berbeda dari kawan sebayanya yang kebanyakan masuk ke stovia, Moewardi mampu meraih beasiswa karena prestasinya yang telah dibangun sejak sekolah dasar.

Masa belajar Moerwadi yang beraneka ragam juga didukung dengan latar belakang orang tuanya yang merupakan mantri guru, jabatan bergengsi di kala itu yang mengantarkan kejenjang yang lebih tinggi.

Aktivitas Moewardi yang beraneka ragam membuatnya harus menempuh masa studi sekitar 12 tahun. Dan baru bisa mendapat ijazah dokternya.

Banteng Witjcaksono, anak Moewardi, mengatakan bahwa sang ayah sudah memulai aktivitas sosialnya sejak mahasiswa. 

Moewardi sudah mulai dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat meskipun gelar dokter belum di sandang olehnya.

Maka tak heran Moewardi kecil sering dijuluki dengan anak guru dari Jakenan karena besarnya wibawa dari nama kedua orang tuanya. 

Moewardi kecil dengan segala keberuntungan yang diterima dalam bidang pendidikan, tidak membuatnya sombong dihadapan kawan-kawannya.

Bahkan meskipun ia menyandang status ningrat, hal ini terlihat dari aktivitasnya, Moewardi aktif di bidang kepanduan yang telah dirintis sejak di jenjang kelas 5 ELS di kota Pati.

Di kelas 5 tersebut, dirinya memulai sebagai anggota kepanduan SPOORZOEKER (pencari jejak).

Diantara kisah kepanduan yang dialami oleh Moewardi Ada hal penting yang harus dialaminya yaitu ketika saat akan diangkat sebagai Troep Leider, Moewardi memilih untuk menolak dan keluar.

Saat itu Moewardi masih menjadi anggota aktif Dari Nederlandsch Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) dan mencapai jenjang asisten Troep Leider, wakil pimpinan pasukan yang sangat jarang dicapai oleh anak-anak Bumiputera.

Meskipun di organisasi kepanduan Belanda dia gagal, namun karena kepanduannya di nasional atau Pemuda Hindia Belanda terus berlanjut hingga mencapai tingkat 'Jong Java Padvinderij' yang kemudian berubah menjadi pandu kebangsaan (PK) dan berubah kembali menjadi kepanduan bangsa Indonesia (KBI).

Tidak hanya sekedar duduk menjadi anggota, pada ketiga organisasi tersebut Moewardi selalu dipercaya sebagai komisaris besar ataupun pemimpin tertinggi.

Menurut wakil ketua Kwartir Nasional Bidang Kehumasan dan Informatika, Berthold D H Sinaulan, dengan jabatan yang diemban Moewardi sudah setara dengan ketua Kwartir Nasional apabila dibandingkan pada saat ini.

Maka tidak heran kiprahnya sebagai anggota pandu membuatnya diajukan untuk menjadi Bapak pandu Indonesia. 

Mendampingi Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menjadi bapak pramuka Indonesia.

Moewardi, si anak mantri guru dari jakenan, berhasil menamatkan pendidikan di stovia. Sekolah kedokteran yang kini menjadi Universitas Indonesia. 

Walaupun terlahir sebagai anak ningrat, disiplin, kedermawanan serta kesederhanaan tetap melekat pada sosoknya.

Hal ini terlihat ketika tanggal 2 Desember 1934, setahun pasca lulus dari stovia dirinya menggelar tasyakuran "kenduri modern".

Tidak hanya sekedar berbagi makanan namun juga berbagi jasa dengan membuka praktek pengobatan gratis dari pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Dilansir dari website Universitas Indonesia ui.ac.id, pendidikan kedokteran Moewardi tidak hanya berhenti pada stovia saja. 

Namun terus berlanjut nggak melanjutkan ke sekolah Geneeskuundige Hogeschool (GH) untuk mendapat gelar dokter atau Indische Arts.
Di GH tersebut, pada tahun 1939, Moewardi mengambil gelar dokter di spesialis THK (Tenggorokan, Hidung, Kerongkongan).

Kedermawanannya sebagai dokter terbukti dengan julukan yang melekat pada dirinya yaitu "DOKTER GEMBEL".

Ternyata bukan itu (seperti gembel) tapi karena kedekatannya dengan masyarakat akar rumput yang masih minim akses terhadap kesehatan.

Selain itu dia juga tidak mau menetapkan tarif dan juga tak memungut sepeserpun.

Kiprahnya tidak berhenti di kedokteran dan kepanduan saja, ia juga aktif dalam usaha melawan penjajahan di Indonesia.

Ketika Jepang datang menggantikan Belanda untuk menjajah Indonesia, dia menjadi syuurengotaico.

Ini adalah jabatan yang bertugas memimpin barisan pelopor kota istimewa Jakarta atau Jakarta Tokubetsu Shi.

Barisan pelopor sebenarnya bentukan Jepang, namun oleh para pemuda digunakan sebagai gerakan untuk memerdekakan Indonesia.

Selama di barisan pelopor, Moewardi sempat menjadi buronan tentara Jepang karena perlawanan yang dilakukan.

Bersama para pemuda lainnya, Moewardipun tak ingin ketinggalan untuk berjuang dalam meraih kemerdekaan, bahkan dirinya rela melepas profesi dokter untuk fokus ke dalam perjuangan.

Bersamanya ada Chudanco Latif Hendraningrat, salah seorang pemimpin PETA, yang ikut mengawal proses proklamasi dari penulisan naskah hingga menuju pembacaan.

Dalam satu kesempatan, Moewardi sempat berdebat dengan insinyur Soekarno. Dilansir dari majalah veteran, sempat terjadi perdebatan antara Moewardi dengan Soekarno dalam proses pembacaan teks proklamasi.

Moewardi meminta agar Soekarno segera membacakan teks proklamasi, meski saat itu H Muhammad Hatta belum datang. 

Dia mengatakan, tanda tangan Hatta di teks itu sebenarnya sudah cukup untuk mewakili.

Tapi Soekarno ngotot menunggu Muhammad Hatta. Bahkan dengan nada keras bung Karno sempat membentak ke Moewardi.

"Kalau Mas Moewardi tidak mau menunggu silakan baca teks sendiri,"  kata Bung Karno.

Setelah teks proklamasi dibacakan, Moewardi menjadi pria terpilih untuk memberi kata sambutan.

Karena kesibukan di dalam awal mendirikan Republik Indonesia, Moewardi sempat melepas status sementara sebagai dokter.

Akhirnya, setelah pemindahan ibukota dari Yogyakarta ke Jakarta, peran Moewardi di pemerintahan berkurang hingga ia pilih menetap di Solo.

Di Solo Moewardi kembali menjalankan profesi kedokterannya yang sempat ditinggalkan, praktek dengan segala macam pasien juga dilayani hingga tiba pada tanggal 13 September 1948.

Ketika itu Mayor Hendroprijoko  mencegah Moewardi untuk bergerak praktek mengingat kondisi negara sedang gawat. 

Diceritakan dalam buku "PKI BERGERAK" karya Harry A. Poeze, Moewardi yang masih menjabat sebagai pimpinan barisan banteng mengabarkan sebuah dokumen kepada Soekarno dan Hatta.

Bahwa isinya mengenai kemungkinan terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh pesindo yang berhaluan komunis. 

Alih-alih nurut perintah Mayor Hendroprijoko, Moewardi tetap kukuh menjalankan operasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia berkata: "Saya pemimpin dan saya juga dokter yang terikat dengan sumpah dokter. 

Percayalah saya tidak akan dibunuh oleh bangsa sendiri, yang mau membunuh saya hanyalah Belanda. Pasien Saya harus segera dioperasi," kata Moewardi.

Maka setelah menyampaikan pesan di hadapan anak buahnya, Moewardi tetap berangkat dengan menggunakan andong ke rumah sakit. 

Tak lama kemudian pada pukul 11.00 WIB terdengar keriuhan dan dari letusan senjata api.

Moewardi diculik dan kantor polisi di dekat rumah sakit habis diserbu.

Harry A. Poeze, menggambarkan proses penculikan itu sebagai hal yang unik. 

Penyebabnya para penculik sempat membiarkan Moewardi untuk menyelesaikan proses operasi yang dilakukan terhadap pasiennya, sebelum akhirnya hilang dibawa entah kemana.

Setelah itu terdengar kabar bahwa seluruh korban penculikan termasuk di antaranya dokter Moewardi habis dibunuh. Pencarian pun dilaksanakan dengan berbagai upaya saat itu.

Gubernur militer Solo-Madiun yang dijabat Kolonel Gatot Subroto juga ikut memberikan perhatian serius. 

Tapi hingga kini keberadaan Moewardi masih misterius. Moewardi hilang meninggalkan 7 orang anak.

Dua anak dari Suprapti, istri pertama, yaitu Sri sejati dan Adi.
Kemudian 5 anak lain dari istri keduanya, Susilowati, yaitu atas Ataswarin Kamarijah, Kusumarita, Cipto Juwono, Banteng Witjcaksono dan Happy Anandarin Wahyuningsih.

Salah seorang anak Moewardi, Banteng Witjcaksono, menceritakan mengenai kehilangan ayah yang membuat Ibu mereka menjadi orang tua tunggal dan harus menghidupi seluruh anak mereka.

Dikisahkan dari cicit Moewardi, Lichte Christian Purbono, pencarian Moewardi terus dilakukan hingga puluhan tahun lamanya.

Bahkan keturunannya atau cucunya hingga kini eksis menjadi seorang artis besar yaitu Dian Sastrowardoyo yang sempat bermain di film AADC.

Karena tak tahu dimana keberadaannya, para keluarganya hanya bisa melakukan kegiatan tabur bunga di patung Moewardi yang berada di RSUD Dr Moewardi, Solo.

Kegiatan ini rutin dilakukan oleh keluarga hingga kini, meski tak ada satupun anak cucu Moewardi yang tinggal di Solo.

Untuk mengenal sosoknya dan menghargai jasa-jasanya secara resmi Moewardi dinobatkan sebagai pahlawan kemerdekaan nasional melalui SK Presiden RI No. 190 tahun 1964.

Selain diberi gelar pahlawan, nama Moewardi juga disematkan sebagai nama rumah sakit yang diputuskan melalui surat keputusan Gubernur kepala daerah tingkat 1 Jawa Tengah tanggal 24 Oktober 1988.

Pergantian nama pun dilakukan bertepatan pada hari pahlawan 10 November 1988 dari semula RSUD kelas B Provinsi Dati I menjadi RSUD Dr Moewardi Surakarta. (Kusno)
Share:

Blog Archive