Kamis, 30 April 2020

Kodim Magelang Bagikan Paket Sembako ke Warga Yang Terdampak Covid-19

Targethukumonline. Magelang - Ratusan warga terdampak Covid 19 menerima bantuan sembako dari Koramil 01 Magelang Selatan, Kamis tgl (30/04/20).

Kodim Magelang gelar aksi peduli pada warga yang terdampak covid-19.

Paket sembako yang dibagikan merupakan bantuan dari Dandim 0705 Magelang dan hasil dari pengumpulan anggota Koramil 01.

Dalam situasi pandemi saat ini, Kodim 0705 Magelang menggelar aksi peduli.

Kepedulian Kodim 0705 Magelang terhadap warga yang terdampak pandemi covid 19 diwujudkan dengan berbagai kegiatan diantaranya sisosialisasi edukasi, penyemprotan lingkungan dan bakti sosial pembagian paket sembako.

Dandim 0705 Magelang Letkol Czi Anto Indriyanto yang hadir dalam acara pembagian sembako berharap agar bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga bisa mengurangi beban warga terdampak.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa mengurangi beban akibat corona," ujar Dandim saat menyerahkan bantuan.

Sementara itu, Danramil 01 Magelang Selatan Mayor Czi Suharto menuturkan pembagian paket sembako yang dilaksanakan di Kantor Koramil 01 Magelang Selatan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar Koramil 01 yang terkena dampat covid 19.

Yang menjadi berbeda adalah, pembagian tidak dilakukan secara berkeliling, namun calon penerima yang diundang ke Koramil.

"Sengaja kita datangkan warga yang akan menerima bantuan, dengan tujuan agar lebih tertib, lancar dengan menjaga prinsip phisycal distancing," ujar Mayor Suharto.

Sebelum pelaksanaan pembagian, para babinsa terlebih dulu mendata para calon penerima.

Penerima adalah mereka yang kehilangan penghasilan akibat pandemi Covid 19.

Dengan dipilih langsung ke wilayah, diharapkan para penerima bantuan adalah benar-benar mereka yang membutuhkan bantuan.

Salah satu penerima paket sembako adalah Herutati, wanita yang beruia 65 tahun tersebut merupakan warga Juritan kota Magelang.

Sehari - hari ia mengandalkan penghasilan suami yang kerja serabutan, namun akibat pandemi kali ini suaminya sudah tidak bekerja lagi.

"Matur sanget sampun diparingi bantuan," ujar Herutati dengan logat Jawanya yang halus.

Mereka yang datang untuk menerima bantuan paket sembako sudah membawa kartu tanda penerima yang dibagikan opeh Babinsa.

Sebelum menerima paket, mereka terlebih dulu melakukan cuci tangan dan screneng suhu badan.

Antrianpun diatur sedemikian rupa agar tetap terjaga jarak minimal 1,5 meter. (B.fajar)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive