Maraknya Sewa dan Jual Beli Lahan Bantaran Sungai PJT II Jawa Barat, Harus Segera Ambil Tindakan

Targethukumonline. Indramayu - Sepanjang bantaran sungai desa Bugis hingga desa Mangunjaya kec. Anjatan kab. Indramayu Jawa Barat, marak dijadikan lahan lapak jualan dengan disewakan bahkan sampai dengan diperjual belikan oleh oknum masyarakat dan adanya pembiaran dari petugas PJT II  Kantor unit usaha wilayah III hal ini menimbulkan kecuriigaan ada oknum petugas yang bermain, Rabu tgl (08/04/20).

Maraknya lapak kios yang diduga diperjualbelikan di bantaran sungai Bugis.

Menempati bahkan sampai dengan mendirikan bangunan jelas bertentangan dengan PERDA yang melarang adanya bangunan apapun sepanjang  bantaran sungai.

Ketika dikonfirmasi pihak PJT II kantor unit usaha wilayah III sub seksi sungai dan irigasi Bugis, Kamto (Pengamat) menjelaskan ''Pihaknya sudah memasang rambu pelarangan untuk menempati dan didirikannya bangunan sepanjang bantaran sungai, tetapi banyak masyarakat yang mengindahkan himbauan pelarangan tersebut.

''Untuk kedepannya kami akan menyiasati dengan menanam pohon yang jaraknya saling berdekatan, dengan tujuan tidak ada celah untuk mendirikan bangunan," kata Kamto (Pengamat).

Ketika ditanya banyak masyarakat yang memanfaatkan lahan bantaran sungai untuk dijadikan lapak berjualan dengan membangun kios - kios semi permanen dengan disewakan bahkan ada yang memperjualbelikan, pihaknya menyatakan ''Ketidak tahuan tentang hal tersebut,"' imbuh Kamto, padahal kios - tersebut berdiri lebih dari 5 (lima) tahun.

Hal ini jelas menimbulkan kecurigaan ada oknum petugas PJT II unit usaha wilayah III yang bermain.

Seperti salah satu pedagang yang kami temui dan tidak mau disebutkan namanya, menjelaskan ''memang benar saya berjualan disini dengan menyewa lapak seharga 1,5 juta /tahun bahkan ada lapak yang disewakan 400 hingga 600 ribu/ bulan.

Juga ada lapak yang mau di jual dari mulai harga jutaan hingga puluhan juta rupiah," tandasnya.
Perlunya ketegasan dari petugas PJT II Unit Usaha Wilayah III Seksi patrol Sub Seksi Sungai dan Irigasi Bugis untuk dapat menertibkan bangunan liar sepanjang bantaran sungai, pantauan team liputan awak media www.targethukum.info.

Aliran sungai disepanjang saluran Bugis hingga bendung salamdarma kec. Anjatan kab. Indramayu terus menyempit hal ini disebabkan karena banyaknya endapan lumpur yang seharusnya segera untuk diadakanya pengurasan atau normalisasi saluran sungai.

Belum ada konfirmasi dari pihak terkait kapan normalisasi sungai dilaksanakan hingga berita ini di terbitkan, juga pihak pihak terkait yang ada dapat memberikan informasi yang sebenarnya terkait lapak liar yang ada di bantaran sungai. (Edho).