Modal Rayuan dan Ancaman Kakek Perkosa Anak Dibawah Umur

Targethukumonline. Indramayu - Terungkapnya perkosaan anak di bawah umur di wilayah hukum Polres Indramayu, menjadi insiden yang tragis ditengah wabah covid-19 saat ini, Selasa tgl (14/04/20).

Saat pelaporan di Polres Indramayu. Dok/TH/Edho.

Sebut saja bunga (inisial) berusia 9 tahun, asal Desa Salamdarma kec. Anjatan kab. Indramayu Jawa Barat.  mengalami nasib yang sangat tidak baik.

H. Sugiri ketua umum LSM Grapari (Gerakan Rakyat Anti Rasuah Indramayu), juga T. Heryanto, SH (Kaperwil Media www.targethukum.info Jawa Barat) dan Siti Nurhasanah perwakilan LPA (Lembaga Perlindungan Anak) kab. Cirebon dan kota, Bajul (perwakilan pemerintahan desa salamdarma) mendampingi proses pelaporan keluarga korban ke Polres Indramayu dan langsung ditangani Unit PPA polres Indramayu.

H. Sugiri (LSM Grapari) yang ditunjuk sebagai pihak kuasa oleh keluarga korban mengatakan mengutuk keras atas tindakan pemerkosaan ini, dan pihaknya akan terus mengawal kasus ini sampai dengan mendapatkan keputusan pengadilan demi mendapatkan hukum yang seadil - adilnya.

Ini adalah kejadian yang luar biasa untuk itu kami bekerja sama dengan LPA (Lembaga Perlindungan Anak) dan media dalam hal ini adalah media www.targethukum.info untuk bersama - sama mengawal dan memantau proses hukum agar terus berjalan sampai dengan putusan pengadilan.

''Hasil visum dokter RSUD Indramayu dinyatakan memang benar ada kejadian ada lecet - lecet di kemaluan korban sehingga ini menjadi bukti kuat adanya pelecehan seksual terhadap korban.

Hal ini adalah tugas murni sosial dan sama sekali tidak berharap sesuatu dari pemberi kuasa,'' imbuh H. Sugiri Ketua LSM Grapari.

Sementara itu pada waktu yang sama Siti Nurhasanah perwakilan dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) mengatakan ''kalau pihaknya lebih konsentrasi ke perkembangan psikologi dan kesehatan anak agar bisa kembali tumbuh dan bisa mengurangi trauma atas kejadian yang dialami," tegasnya.

Oni (Orang tua korban) mengatakan '' Awal kejadian pemerkosaan tersebut bermula ketika korban bermain bersama teman - temannya, datang pelaku dan memanggil korban disertai dengan menarik paksa tangan korban kemudian terjadi tindakan pemerkosaan tersebut, lebih parahnya lagi tindakan perkosaan tersebut dilakukan berulang di waktu dan tempat yang berbeda.

Dan terakhir kejadian asusila itu terjadi pada hari rabu  tanggal 08 April 2020 sekira pukul 13.00 WIB dikamar korban tetapi dipergoki adik dan saudara korban yang sebelumnya mengetahui kehadiran pelaku yang langsung masuk ke kamar korban.

Karena pelaku lama tidak juga keluar kamar korban, yang akhirnya di intip lewat jendela pintu kamar dan terlihat pelaku sudah telanjang bulat berikut korban juga sudah ditelanjangi sehingga kedua saksi Lili (8 thn) dan Andika (13 thn) menggedor pintu kamar sehingga selang beberapa menit pelaku keluar dengan sudah memakai pakaian kembali lalu pergi yang sebelumnya sempat mengancam kedua saksi dengan ancaman akan menggorok mereka (saksi) kalau menceritakan kejadian tersebut ke orang lain,'' Oni menjelaskan.

Masyarakat sekitar lingkungan korban bahkan hingga tetangga desa geram dengan kejadian ini dan berharap kasusnya segera ditangani dan segera diproses karena ini adalah kejadian luar biasa yang korbannya adalah anak dibawah umur yang masih berusia 9 tahun ke khawatiran masyarakat beralasan apalagi mereka yang masih mempunyai anak dibawah umur yang memerlukan perhatian extra.

Kepala desa Salamdarma, H. Lili Muslikh ketika ditemui wartawan media www.targethukum.info, mengatakan ''Mengutuk dan mengecam tindakan pelaku pemerkosa dan berharap dihukum setimpal dengan perbuatannya,'' tegasnya.

Sementara itu hasil laporan ke pihak kepolisian tersangka dijerat pasal 82 UU RI NO.17 TH 2016 sesuai laporan Polisi Nomor :LP/125/13/IV/2020/JABAR/RES.IMY tanggal 13 April 2020.

Juga dikemukakan oleh T. Heryanto, SH (Kaperwil www.targethukum.info Jabar) menegaskan '' Kurangnya penyuluhan terhadap masyarakat agar menjaga dan memperhatikan pergaulan seseorang.

Pihak keluarga, upaya pemerintah dan juga upaya lingkungan masyarakat memang harus lebih di efektifkan waspada dan hati hati lagi agar tidak terulang kembali kejadian seperti '' tegasnya. (Edho)