Senin, 18 Mei 2020

Ditengah Pandemi Covid-19, Persit KCK Cab XL Kodim Jepara Berikan Bantuan Kemanusiaan

Targethukumonline. Jepara - Di tengah pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Jepara, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XL Kodim 0719 Jepara berikan bantuan kemanusiaan kepada Purnawirawan TNI serta kepada masyarakat yang kurang mampu di Kelurahan Bapangan, Jepara, kemarin (12/05/20).

Persit Kartika Chandra Kirana Kodim Jepara berbagi kasih dengan warna yang kurang mampu.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Persit KCK Cab XL Ny. Eva Suharyanto, dan diikuti pengurus Persit, Danramil 01 Jepara Kapten Chb Edi Susanto, Plt Pasipes Serma Bambang dan Babinsa Desa Bapangan Serda Suwono.

Rombongan pertama kali mendatangi rumah purnawirawan TNI Kapten (purn) Widodo, dilanjutkan ke rumah Pelda (purn) Umar Andar dan Serda (purn) Kamdan di kelurahan Bapangan.

Setelah itu ke rumah warga kurang mampu, yakni Mbah Sarfiah, Ibu Ngatipah, dan Mbah Yatemi.

"Kita berikan bantuan di tengah pandemi Covid-19, baik kepada purnawirawan maupun warga, sehingga dapat mengurangi beban mereka," ungkap Eva.

Lebih lanjut, istri dari Komandan Kodim 0719 Jepara ini menceritakan, bahwa Persit KCK Cab XL berinisiatif menyisihkan sebagian rejeki untuk dijadikan beberapa bungkus sembako yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan, di tengah pandemi Covid-19.

Dirinya yakin, sekecil apapun bantuan yang diberikan dengan rasa ikhlas, pasti akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

"Memang tidak semua warga kurang mampu dapat kami bantu.

Paling tidak kita mulai dari warga terdekat dulu, yakni purnawirawan TNI dan sebagian warga Jepara kota.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadikan motivasi bagi yang lainnya untuk membantu warga di tengah pandemi ini," imbuhnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyerahkan beberapa paket sembako kepada Babinsa Koramil 01 Jepara, untuk dibagikan ke warga di wilayah binaannya masing-masing. (J-TEAM)
Share:

Persit Kartika Chandra Kirana Cab. XL Kodim Jepara Berikan Bantuan Kemanusiaan Covid-19

Targethukumonline. Jepara - Di tengah pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Jepara, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XL Kodim 0719 Jepara berikan bantuan kemanusiaan kepada Purnawirawan TNI serta kepada masyarakat yang kurang mampu di Kelurahan Bapangan, Jepara, kemarin (12/05/20).

Persit Kartika Chandra Kirana Kidim Jepara berbagi kasih.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Persit KCK Cab XL Ny. Eva Suharyanto, dan diikuti pengurus Persit, Danramil 01 Jepara Kapten Chb Edi Susanto, Plt Pasipes Serma Bambang dan Babinsa Desa Bapangan Serda Suwono.

Rombongan pertama kali mendatangi rumah purnawirawan TNI Kapten (purn) Widodo, dilanjutkan ke rumah Pelda (purn) Umar Andar dan Serda (purn) Kamdan di kelurahan Bapangan.

Setelah itu ke rumah warga kurang mampu, yakni Mbah Sarfiah, Ibu Ngatipah, dan Mbah Yatemi.

"Kita berikan bantuan di tengah pandemi Covid-19, baik kepada purnawirawan maupun warga, sehingga dapat mengurangi beban mereka," ungkap Eva Suharyanto saat di konfirmasi dilokasi.

Lebih lanjut, istri dari Komandan Kodim 0719 Jepara ini menceritakan, bahwa Persit KCK Cab XL berinisiatif menyisihkan sebagian rejeki untuk dijadikan beberapa bungkus sembako yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

"Memang tidak semua warga kurang mampu dapat kami bantu. 

Paling nggak kita mulai dari warga terdekat dulu, yakni purnawirawan TNI dan sebagian warga Jepara kota.

Semoga dapat bermanfaat dan menjadikan motivasi bagi yang lainnya untuk membantu warga di tengah pandemi ini," imbuhnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan menyerahkan beberapa paket sembako kepada Babinsa Koramil 01 Jepara, untuk dibagikan ke warga di wilayah binaannya masing-masing. (J-TEAM)
Share:

Jelang Idul Fitri, Pemkab Pati Gelar Operasi Pasar Gula

Targethukumonline. Pati - Pemerintah Kabupaten Pati melakukan operasi pasar tahap II menjelang Hari Raya idul Fitri 1441 hijriyah di seluruh desa yang ada di kabupaten Pati, Senin tgl (18/05/20).

Operasi pasar antisipasi melinjamelo harga gula menjelang lebaran.

Bupati Pati Haryanto bersama Forkopimda, ikut serta dalam penyerahan gula secara simbolis yang dilakukan di Aula kecamatan Batangan.

Kegiatan ini juga diikuti Kepala Disdagperin, Kepala Bulog Sub Drive II Pati, Pimpinan PG Trangkil, PG Pakis, Kabag Perekonomian Setda Pati, Camat Batangan dan kepala desa se- kecamatan Batangan.

Bupati Pati Haryanto bersyukur walaupun dalam keadaan kondisi wabah covid-19, tetapi masih dipertemukan dalam kegiatan operasi pasar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Bulog Sub Divre II Pati, pimpinan PG trangkil dan pimpinan PG pakis yang berkontribusi besar dalam pelaksanaan operasi pasar gula di kabupaten Pati," ujarnya.

Bupati berharap operasi pasar gula ini berdampak positif pada stabilitas harga gula dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gula pasir dengan harga terjangkau.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa harga gula saat ini terus meningkat dan kondisi ini tidak hanya terjadi di kabupaten Pati saja melainkan secara nasional trennya juga memang sama," imbuhnya.

Adanya dua pabrik gula di kabupaten Pati, lanjut Bupati, bisa dioptimalkan untuk melaksanakan operasi pasar gula memenuhi kebutuhan masyarakat akan gula dengan harga terjangkau.

"Tentunya saja operasi pasar gula ini memang sangat dibutuhkan dengan tujuan untuk mengantisipasi terus melonjaknya harga gula agar stabil di pasaran sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat," jelas Haryanto.

Ia mengatakan operasi pasar gula di kabupaten Pati dilaksanakan dalam dua tahap yakni menjelang ramadhan dan saat ini, menjelang hari raya idul Fitri.

Untuk mencegah penyebaran wabah covid-19 dan menghindari kerumunan, maka sistem distribusi yang digunakan dalam operasi pasar gula ini yaitu dari produsen mendistribusikan sampai kecamatan.

Kemudian dari kecamatan didistribusikan ke desa atau kelurahan.

Bupati mengungkapkan sasaran operasi pasar gula adalah masyarakat secara umum yang memiliki daya beli sehingga bisa membantu mewujudkan stabilitas harga.

"Dengan adanya transaksi jual beli dengan harga gula yang wajar dan terjangkau, jumlah operasi pasar gula secara keseluruhan adalah sebanyak 503 ton," imbuhnya.

Tak lupa Bupati mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa siaga dan waspada dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, selalu rajin mencuci tangan, physical distancing atau jaga jarak dan selalu memakai masker.

"Termasuk juga perlu kita antisipasi kepulangan saudara-saudara kita dari perantauan hingga para pekerja migran atau TKI yang jumlahnya cukup besar di Jawa Tengah ini," tambahnya.

Bupati Haryanto meminta para camat dan kepala desa untuk terus memantau warganya agar yang baru pulang dari perantauan dapat melakukan isolasi secara mandiri.

"Satgas Jogo tonggo bisa dioptimalkan agar semuanya saling menjaga dan saling berempati," tandas Bupati. (ROI)
Share:

Antisipasi Kebakaran Kapal, Bupati Haryanto Tinjau Pelabuhan Juwana

Targethukumonline. Pati - Menjelang Idul Fitri, sudah menjadi tradisi banyak kapal dari daerah lain yang berlabuh di Pelabuhan Syah Bandar Juwana.

Bupati Pati tinjau langsung pelabuhan Syahbandar Juwana.

Untuk itu Bupati Pati Haryanto bersama Sekda, Dandim 0718 dan Kapolres Pati melakukan peninjauan kondisi pelabuhan jelang hari raya, Senin tgl (18/05/20).

Bupati mengungkapkan, Pemkab Pati berupaya mengantisipasi terjadinya musibah di area pelabuhan.

"Kita berusaha menata kapal - kapal ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Seperti di tahun sebelumnya pernah terjadi kebakaran kapal. Oleh karena itu kita berusaha untuk mengantisipasi hal tersebut", ujarnya.

Berkoordinasi dengan Kepala Syah Bandar, pihaknya saat ini tidak memperbolehkan adanya tempat - tempat yang digunakan untuk perbaikan maupun pengelasan kapal jelang lebaran.

"Hal ini sebagai upaya antisipasi yang baik karena salah satu penyebab terjadinya kebakaran kapal ialah berasal dari perbaikan.

Kalau mau diperbaiki ya di dok, apabila ingin memperbaiki di tempat - tempat tertentu maka harus cek lapangan", tegasnya.

Pihaknya berpesan kepada anak buah kapal (ABK), yang menjadi tenaga maupun ikut pembongkaran ikan, agar tetap menggunakan masker. 

Hal ini lantaran virus corona saat ini masih bisa menyebar.

"Kami di pelabuhan juga telah menyediakan tempat cuci tangan, selain itu dari Polres Pati bersama Satpolair telah menyiapkan tenaga keamanan terpadu untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan", jelasnya.

Tak hanya itu, Bupati yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati telah menyiapkan rapid tes bagi ABK yang timbul gejala corona.

"Sedangkan ABK yang saat ini hendak pulang kampung, cukup di cek suhu tubuhnya. 

Namun dari pantauan hingga saat ini, mereka rata - rata sehat.

Sebab mereka sudah melakukan isolasi di kapal selama perjalanan entah dari Papua atau Kalimantan yang perjalanannya memakan waktu dua minggu," tandasnya. (ROI)
Share:

Senin, 11 Mei 2020

Kapolres Indramayu Bagikan APD ke Satuan Fungsi Polres dan Kodim 0616 Indramayu

Targethukumonline. Indramayu - Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto, S.I.K., M.Si., pada pukul 11.30 WIB s.d selesai memberikan APD (Alat Pelindung Diri) kepada Satuan Fungsi Polres Indramayu Dan Kodim 0616 Indramayu, (12/05).

Penyerahan APD, tetap jaga jarak satu hingga dua meter.

Kegiatan pembagian APD merupakan wujud kepedulian pimpinan kepada personelnya yang bertugas memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi virus corona.

Adapun bentuk bantuan yang di berikan Kapolres anatara lain 100 Pcs Pakaian APD, 35 pack Masker, dan 35 pack sarung tangan medis.

Pembagian tersebut diberikan kepada Sat Sabhara Polres Indramayu, Sat Lantas Polres Indramayu, Sat Reskrim Polres Indramayu serta Tim Urkes Polres Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto melalui Paur Subbag Humas Polres Indramayu IPDA Sukenda mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polres Indramayu kepada Satuan Fungsi Polres Indramayu dan Kodim 0616/indramayu yang membantu menangani pasien yang terkena wabah Covid - 19, serta dapat membantu meringankan kebutuhan / bantuan alat medis yang tersedia," ucapnya.

“Hal ini kita lakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di wilayah hukum Polres Indramayu, karena mencegah jauh lebih baik dari pada mengobati,” terangnya.

Selain wajib menggunakan APD, lanjutnya, dia berpesan kepada seluruh personel untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan menerapkan social serta physical distancing menjaga jarak aman 1 sampai 2 meter," pungkas IPDA Sukenda. (Herman Usman)
Share:

Soliditas TNI, Kodim Pati Bagikan Bingkisan Lebaran ke Anggota

Targethukumonline. Pati - Tidak terasa ibadah Puasa Ramadhan 1441 H sudah mesuk hari ke- 18, Senin tgl (11/05/20).

Bingkisan lebaran di tengah pandemi covid-19.

Memang terasa berbeda pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan pada tahun ini dikarenakan bertepatan dengan merebaknya wabah Covid-19 bukan hanya diseluruh Indonesia namun merata diseluruh dunia.

Hal ini tentunya banyak sekali merubah dan berpengaruh dengan adat serta pola ibadah yang dikerjakan umat Islam di Indonesia dan di wilayah kabupaten Pati pada khususnya dalam bulan yang mulia ini.

Dimasa pandemi banyak sekali  masyarakat kita yang merasakan dampak dari merebaknya covid-19 ini.

Hal yang sama juga dirasakan oleh anggota TNI serta PNS TNI AD diwilayah kabupaten Pati, sehingga untuk memotivasi serta memberikan perhatian terhadap anggotanya, Primer Koperasi Kartika C07 Pati hari ini di Aula Suluh Bhakti Kodim Pati menyerahkan bingkisan lebaran kepada seluruh anggotanya yang terdiri dari 571 anggota Kodim 0718 Pati dan 82 orang anggota satdisjan (Satuan Dinas Jawatan) TNI-AD wilayah kabupaten Pati dengan jumlah total anggota koperasi Primer koperasi Kartika C07 Pati sebanyak 653 orang.

Penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE selaku Pembina Primkopad C07 Pati pada tahun ini dengan total nilai 600 ribu rupiah yang terdiri dari uang tunai sebesar 300 ribu rupiah serta bingkisan terdiri dari 14 Item senilai 300 ribu rupiah.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0718 Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE menyampaikan, "Acara ini kita laksanakan secara sederaha ditengah Pandemi covid-19, namun yang terpenting adalah kita selalu diberikan kesehatan," imbuhnya.

"Kegaiatan Ibadah Ramadhan tahun ini juga sangat berbeda karena banyak pembatasan yang dilakukan seperti ibadah shalat tarawih dan shalat Idul Fitri nantinya serta  silahturahmi yang sering kita lakukan," kata Adi.

"Adat kita biasanya bersilahturahmi dengan saling mengunjungi kerumah saudara, namun pada tahun ini untuk bersilahturahmi dapat digantikan dengan cara yang lain misalkan dengan telepon atau video conference dan jangan lupa rajin Cuci tangan serta memakai masker agar kita dapat memutus rantai penyebaran Covid-19," tuturnya. (ROI)
Share:

Tinjau Pasar Porda Yang Terbakar, Bupati Haryanto Instruksikan Petugas Segera Rampungkan Pembersihan Sisa Kebakaran

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto, bersama Sekretaris Daerah Pati Suharyono, Kepala Disdagperin, Kasatpol PP, camat dan muspika serta instansi terkait, Senin pagi melaksanakan peninjauan pasar Porda Juwana yang terbakar sabtu malam, 9 Mei 2020.

Bupati Pati tinjau langsung pasar Porda yang terbakar.

Pasar Porda merupakan tempat penjualan grosir bawang dan kebutuhan pokok masyarakat yang cukup besar di kabupaten Pati, Senin tgl (11/05/20).

Bupati saat meninjau pasar mengatakan pasca kebakaran, pasar segera dibersihkan agar aktivitas untuk masyarakat berdagang atau berjualan di pasar ini bisa pulih kembali.

"Karena kalau tidak segera kita bersihkan nanti masyarakat yang biasa berjualan maupun  beraktivitas di pasar ini akan sedikit terganggu dan tidak bisa berjualan," ujarnya.

Untuk pembangunannya nanti, ungkap Bupati, menunggu alokasi anggaran.

Ia menjelaskan paling cepat perubahan anggaran tahun ini dan paling lambat anggaran 2021.

"Kalau bisa di perubahan anggaran, nanti kita alokasikan di perubahan anggaran," yakinnya.

Bupati mengatakan nantinya pembangunan pasar akan berbentuk los, untuk penjualan kebutuhan pokok diantaranya adalah bawang putih, merah, cabe dan kebutuhan sehari-hari.

"Hari ini langsung kita bersihkan, InsyaAllah sehari dua hari ini paling sudah rampung dan sudah saya bawakan alat berat termasuk atap-atap bekas terbakar ini juga akan dibersihkan," imbuhnya.

Terkait penyekatan kios pedagang, Bupati menerangkan akan rapat dengan instansi terkait. 

“Dan karena ini musibah dan memang kebutuhan mendesak dan dibutuhkan oleh para pedagang, maka akan kita musyawarahkan dengan instansi terkait agar semua berjalan lancar," ujarnya.

Bupati menekankan pembangunan pasar dalam keadaan darurat, minimal harus memiliki atap. 

"Tapi yang namanya darurat itu kan kita tidak boleh membangun permanen. 

Jadi biar diatur,  minimal nanti para pedagang dan pembeli tidak kehujanan ataupun kepanasan," tutur Haryanto.

Bupati berharap dalam satu atau dua hari pembersihan puing- puing kebakaran bisa rampung, karena sudah didatangkan alat berat.

"Semoga aktivitas di pasar ini bisa cepat pulih kembali," harapnya. (ROI)
Share:

Tinjau Sejumlah Puskesmas, Wabub Pastikan Puskesmas Siap Tangani Skrining Pasien Covid-19

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Edi Sulistyono melakukan monitoring sekaligus menyalurkan bantuan APD ke beberapa puskesmas yang ada di kabupaten Pati, Senin tgl (11/05).

Monitoring bantuan APD ke sejumlah puskesmas.

Selain itu, kunjungan ini juga memastikan kesiapan puskesmas dalam menghadapi pandemi covid- 19.

Selain mengecek pelayanan dan ketersediaan APD, Wabup juga memastikan bahwa Puskesmas sudah menjalankan prinsip prinsip pencegahan Covid- 19 yaitu penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, pemakaian APD juga pelaksanaan skrining serta Iangkah langkah yang harus diakukan setelah hasil skrining diketahui.

Menurut Wabup saat ini Puskesmas memegang peranan penting dalam upaya melawan virus corona (Covid-19).

Ia mengatakan Puskesmas berperan untuk pencegahan mulai melakukan skrining dan memberikan respons kepada masyarakat terkait penyebaran virus corona.

Namun demikian, Safin mengungkapkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, petugas kesehatan harus melaksanakan dengan hati-hati dan menjalankan dengan protokol pencegahan covid- 19.

“Kita semua tahu bahwa kita memiliki masalah yang sama yaitu khawatir tertular virus Corona tapi kita juga harus tahu bahwa ada masyarakat yang terus membutuhkan kita dan tetap harus kita layani," tutur Safin kepada para tenaga medis yang ditemuinya.

Kepada petugas medis Wabup pun menghimbau agar selalu mengedukasi masyasyakat dengan memberikan pemahaman agar jangan sampai ada stigma bagi korban covid 19.

Wabup menekankan tertular covid- 19 bukanlah aib, tetapi wabah virus yang harus diperangi bersama.

"Jangan takut tapi tetap waspada, saat ini yang bisa menghadapi musuh kita hanyalah tenaga medis.

Kini saatnya para tenaga medis berbakti kepada ibu pertiwi, jalani dengan ikhlas saja," imbuh Safin.

Safin mengatakan dirinya akan terus menyambangi sejumlah fasilitas kesehatan masyarakat untuk memastikan kualitas pelayanan di tempat tersebut tidak menurun.

Wabup juga mengatakan, dirinya menerima masukan dari tenaga medis dan keluhan seperti dalam menangani Covid-19.

“Tentunya, mereka juga butuh suplemen untuk memperkuat daya tahan tubuh.

"Saya akan memperhatikan ketersedian vitamin ataupun suplemen lain bagi tenaga medis," janjinya.

Dalam monitoring hari ini, Safin menyalurkan bantuan APD berupa 100 pcs masker bedah dan 50 hazmat di setiap puskesmas yang dikunjungi, yaitu Puskesmas Pati II, Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso, Gunungwungkal, Cluwak, Dukuhseti, Tayu I dan Tayu II. (ROI)
Share:

Minggu, 10 Mei 2020

TIM Gabungan Berhasil Menemukan Tiga Korban Tenggelam di Pantai Goa Manik

Targethukumonline. Jepara - Peristiwa tenggelamnya lima orang pencari ikan asal dukuh Duwet, desa Banyumanis, kecamatan Donorojo di pantai Goa Manik Donorojo Jepara membuat sejumlah pihak terus melakukan pencarian korban, kejadian ini terjadi pada pukul 16.15 WIB, Sabtu (09/05) kemarin.

Tiga korban kembali ditemukan oleh Tim gabungan.

Hari ini, tim gabungan BPBD, TNI-Polri, Bagana dan Basarnas berhasil menemukan tiga korban lainnya, yakni Sutrisno, Sumantri dan Eko.

Sementara kemarin saat kejadian, salah satu korban, Andika (23), berhasil selamat setelah mengalahkan gulungan ombak besar yang menyeretnya.

Danramil 12 Donorojo Kapten Inf Alex Effendi saat dikonfirmasi menyebut, hingga sore ini, sudah ditemukan empat korban dari lima korban tenggelam.

Mereka ditemukan dilokasi dan waktu yang berbeda dalam keadaan meninggal dunia.

“Total sudah ditemukan empat korban tenggelam, satu selamat dan tiga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” katanya, Minggu tgl (10/05/20).

Salah satu korban, Sutrisno (35) ditemukan minggu pagi sekitar pukul 07.15 WIB atas laporan warga yang melihat korban sekitar 350 meter dari lokasi kejadian.

Untuk Sumantri (35) ditemukan sekitar 2 mil arah timur dan Eko (45) sekitar 1 mil arah barat dari lokasi tenggelam.

Hingga berita ini dirilis, masih ada satu korban yang masih belum diketemukan, yakni Susanto (47).

“Kami dari TNI akan mengawal proses pencarian korban Susanto, semoga segera ditemukan,” tegas Danramil.

Seperti yang diketahui, tim gabungan melakukan pencarian korban sejak sabtu petang.

Dengan melakukan penyisiran sepanjang pantai Goa Manik, pencarian dihentikan saat waktu menjelang waktu sahur.

Dan dilanjutkan minggu pagi hingga sore hari, dan berhasil menemukan tiga korban dalam keadaan meninggal dunia, pencarian akan dilanjutkan senin pagi esok. (J-TEAM)
Share:

Temboro Klaster Baru Covid-19 di Jawa Timur, Danrem 081/DSJ Berupaya Percepat Penanganannya

Targethukumonline. Magetan - Ponpes AL Fatah Temboro kini telah menjadi klaster baru dalam penyebaran covid 19 di wilayah Jawa Timur dan saat ini sudah puluhan santrinya dinyatakan positif covid 19, (10/05/20).

Akses menuju desa Temboro di tutup sejak selasa kemarin.

Bukan hanya santrinya, terdapat pula warga yang tinggal di sekitar Ponpes tersebut yang juga dinyatakan positif tertular covid 19.

Atas banyaknya berbagai temuan itu, kini desa Temboro harus diisolasi dari dunia luar untuk sementara waktu, akses menuju Temboro ditutup sejak Selasa (21/04).

Kini hanya ada satu jalan untuk keluar dan masuk bagi warga setempat, petugas posko dan tenaga medis.

Sementara itu, melihat kondisi tersebut, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Masduki , S.E., M.Si. tak mau tinggal diam dan berupaya keras untuk dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 di wilayah tersebut agar tidak semakin meluas.

Untuk itulah, siang ini ia terlihat mengunjungi Posko Check Point Penanganan Covid 19 yang berada tak jauh dari Lokasi Ponpes Al Fatah yang berada di desa Temboro, kec. Maospati, kab. Magetan, Jawa Timur, sabtu kemarin.

Kepada Dandim 0804/Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. beserta unsur Forkopimda lainnya, Danrem berpesan agar klaster Temboro ini mendapatkan perhatian yang serius dan penangannya juga harus cepat dan tepat agar tidak semakin meluas penyebarannya.

Selain itu, terkait adanya santri dan warga lainnya yang pernah kontak dengan pasien yang telah dinyatakan positif covid 19, Danrem meminta agar mensosialisasikan kepada mereka untuk dapat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sedangkan banyaknya warga yang terdampak dari adanya covid 19, Danrem meminta kepada Dandim dan segenap Forkopimda Magetan lainnya, untuk senantiasa berkoordinasi guna mencarikan win-win solution agar dapat membantu meringankan beban hidup mereka. (B.fajar)
Share:

Pelayanan PDAM Jepara Semakin Memprihatinkan Warga Rusunawa Jepara

Targethukumonline. Jepara - Ditengah wabah Covid-19,  warga rusunawa jepara kesulitan akan kebutuhan air, kebutuhan dan tercukupinya air bersih untuk kehidupan adalah wajib hukumnya.

Warga Rusunawa air PDAM seringkali tidak mencukupi kebutuhan.

Tetapi tidak untuk warga Rusunawa jepara blok A dan B sangat memprihatinkan". 

Air bersih yang bersumber dari aliran PDAM Jepara sangat sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup warga, Minggu tgl (10/05/20).

PDAM dalam hal ini seharusnya konsisten untuk mensuplai airnya sesuai dengan kesepakatan, karena kesepakatan suplai air sejumlah 8 tangki setiap hari itu standar minimal kebutuhan warga Rusunawa.

Tetapi bagai mana ketika saat ini debit suplai air malah dikurangi ataupun senderung menurun.

Menurut informasi warga rusun
Suplai air dari PDAM terus menurun, yang dulunya sanggup mensuplai air 8 tangki perhari sekarang hanya 6 tangki bahkan kadang kadang hanya 2 tangki saja.

Apalagi pas bertepatan dengan hari libur maupun sabtu dan minggu. 

"Air hanya mengalir mulai sore dan malam biasanya sudah mati aliran air nya," ujar Agus penghuni lantai 5 Rusunawa blok B.

Kinerja pelayanan PDAM Jepara patut di pertanyakan komitmennya untuk melayani kebutuhan air warga rusunawa jepara pada khususnya.

PDAM Jepara terkesan bekerja hanya ketika dalam tekanan saat kami demo barulah mereka bekerja dengan baik mensuplai air sesuai dengan yang mereka janjikan tetapi ketika warga sudah diam mereka perlahan lahan terkesan santai yang penting suplai air walaupun tidak sesuai dengan yang mereka janji dahulu yaitu 8 tangki sehari," imbuh Dhanes salah satu warga rusunawa jepara.

Pelayanan seperti ini sangat memperihatinkan apalagi di masa pandemik Covid-19 dan kebetulan bulan suci Ramadhan yaitu dimana warga sangat membutuhkan air untuk memasak dan menyiapkan buka dan saur untuk puasa.  

Semoga Pemkab Jepara dapat segera menindak lanjut aduan warga yang sepertinya dianggap angin lalu oleh PDAM Jepara. (J-Team)
Share:

Sabtu, 09 Mei 2020

Bantuan Terus Mengalir, Gugus Tugas Distribusikan ke Warga Terdampak Covid-19

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Covid - 19 Kabupaten Pati untuk kesekian kalinya kembali menerima titipan sumbangan bagi warga terdampak pandemi virus corona, sabtu pagi bertempat di Pendopo kabupaten Pati, (09/05/20).

Sumbangan para donatur telah disumbangkan ke masyarakat yang terdampak covid-19.

Adapun sumbangan pertama yang hari ini diterima ialah dari PG Trangkil, yaitu paket berupa beras, minyak dan mie instan sebanyak 9.000 paket.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Heru Cahyono selaku pimpinan PG Trangkil bersama dengan Satjali Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan PG Trangkil.

"Saya ucapkan terima kasih kepada manajemen PG Trangkil.

Dan dari 9.000 paket tersebut, yang langsung dititipkan kepada kami sebanyak 3.130 paket, sedangkan sisanya akan dibagikan langsung di lingkungan sekitar PG Trangkil," ungkap Bupati.

Tak hanya itu, PG Trangkil pun juga menyiapkan 17.000 ribu masker.

Menurut Bupati nantinya sebanyak 9.500 masker akan dibagikan langsung kepada masyarakat sedangkan sisanya yaitu 7.500 dititipkan kepada Tim Gugus Covid - 19.

Bupati mengatakan, bantuan berupa APD sebanyak 500 unit yang nantinya akan dibagikan kepada para tenaga medis. 

Ia menjelaskan sumbangan dari para donatur yang dikumpulkan tim gugus tugas, sebagian telah dibagikan kepada penyandang disabilitas, korban PHK, tukang becak, tukang ojek, pelaku seni dan sebagainya.

Bantuan ini hingga sekarang masih terus didistribusikan.

Ia menegaskan bahwa saat ini pihaknya menggalakkan penggunaan masker bagi para penjual di pasar.

Bahkan beberapa hari ini, ia telah berkoordinasi dengan Disdagperin agar membantu menggalakkan penggunaan masker bagi penjual dan pembeli di pasar.

"Kepada pihak manajemen PG Trangkil, agar pada saat proses giling, dapat mengimbau pada semua tenaga buruh maupun sopir untuk selalu menggunakan masker", tegasnya.

Sementara itu, Heru Cahyono selaku pimpinan PG Trangkil menyampaikan bahwa bantuan sosial tersebut semoga dapat membantu kepada warga masyarakat yang memang berhak.

"Kami menyadari bahwa bantuan yang kami berikan masih jauh dari cukup.

Namun semoga dengan bantuan ini, dapat sedikit meringankan beban masyarakat.

Oleh karena itu masyarakat juga diharapkan tetap mematuhi anjuran dari pemerintah mulai dari memakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan seterusnya," imbuh Heru Cahyono.

Usai menerima titipan sumbangan dari PG Trangkil, dilanjutkan dengan penerimaan titipan sumbangan oleh para pengusaha yang ada di kabupaten Pati, yakni Tiyono dari CV Larisa yaitu 50 karton mie instan dan 1 ton beras.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang berkesempatan menerima langsung bantuan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan mengatakan akan segera mendistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

"Tentunya ini kami tampung di gudang BPBD bersama dengan sumbangan - sumbangan lain yang telah terkumpul.

Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan ini, semoga bermanfaat bagi warga yang terdampak Covid - 19," pungkas Wabup. (ROI)
Share:

APD Disoal, Bupati Haryanto Ajak Cek ke Lapangan

Targethukumonline. Pati - Menanggapi pertanyaan dewan terkait APD yang kurang, Bupati Pati Haryanto mengajak para anggota dewan untuk mengecek kembali ke lapangan, Sabtu tgl (09/05/20).

APD sudah terdistribusikan sesuai dengan sasaran.

"Saat ini boleh dicek APD sudah terdistribusikan", tegas Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di DPRD kabupaten Pati, beberapa waktu yang lalu.

Jika di awal pihaknya sulit mendistribusikan hal itu lantaran saat itu APD masih langka.

"Kita punya dana pun sulit, karena saat itu barang susah dicari", ujarnya.

Setelah barang mulai ada, saat didistribusikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit, justru sebagian tenaga kesehatan ada yang masih takut.

"APD ada tapi belum berani dipakai karena takut akan ditugaskan untuk jadi garda terdepan dalam menghadapi pasien Covid-19.

Tapi alhamdulillah, setelah ada sidak dari Pemkab dan setelah dimotivasi akhirnya APD yang disimpan kini sudah digunakan", imbuhnya.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) dan Sekda Pati Suharyono itu, Bupati menjelaskan bahwa keengganan mereka di awal, itu lantaran banyak tenaga medis di daerah lain yang tertular Covid-19.

"Mungkin mereka hanya ragu di awal. Insya Allah sekarang sudah terkondisikan", lanjutnya.

Sejak awal wabah, menurut Bupati, Pemkab telah membeli 2.300 APD.

"Ini belum termasuk bantuan dari para donatur, dan juga besok kita akan dapat tambahan seribu APD kembali", jelasnya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon selulernya hari ini, Bupati pun menyampaikan data terkini perkembangan penanganan Covid-19 di kabupaten Pati.

"Secara umum, tak banyak perubahan dibandingkan Kamis kemarin.

Data per Jumat malam pukul 22.00 WIB, terjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 4 orang, sehingga kini yang masih dipantau karena masa inkubasinya belum lewat itu ada sebanyak 83", jelasnya.

Kemudian data pemudik sebanyak 20.240 orang.

"Sedangkan OTG yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 21 orang", imbuhnya.

Adapun pasien positif Covid-19 yang saat ini dirawat ada sebanyak 3 orang.

"Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP)-nya yang masih dirawat ada 7.

Dan total PDP meninggal, baik yang positif maupun negatif, sejak awal pandemi hingga hari ini ada 6 orang", pungkasnya. (ROI)
Share:

Jumat, 08 Mei 2020

LMPI Macab Jepara, Lakukan Aksi Sosial Ramadhan Bagikan Sembako

Targethukumonline. Jepara - Baksos LMPI Macab Jepara bersama LMPI MAC Jepara Kota dalam rangka membantu meringankan warga kurang mampu terdampak pandemi Covid-19 acara tersebut di laksanakan dengan didukung pula oleh bantuan beberapa pihak diantara nya Dinas Sosial Jepara dan LMPI Macab Jepara, telah sukses terlaksana, (08/05/20).

LMPI Macab Jepara bhaksos bagikan paket sembako.

Pembagian paket sembako dilaksanakan secara sederhana di sekertariat MAC LMPI kota Jepara.

"Acara tersebut bertujuan untuk membantu meringankan warga yang kurang mampu yang terdampak Covid-19 di wilayah kecamatan kota jepara terutama di wilayah kelurahan kauman, jobokuto dan mulyoharjo.

Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban warga," ujar Edy Wibowo selaku ketua LMPI MAC Jepara kota.

Kegiatan positif ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kesetiakanan sosial agar dapat menjadi contoh peran serta ormas di Jepara pada umumnya dan khususnya LMPI Macab Jepara mendapat simpati dari warga.

"Terima kasih pak atas bantuan nya semoga berkah untuk organisasinya".

Demikian sekelumit ungkapan rasa syukur yang di lontarkan salah satu warga yang mendapatkan bantuan.
Ketua LMPI Macab Jepara Adv. H. Heni Purwadi SH. menambahkan "Syukur alhamdulillah kegiatan ini berlangsung secara lancar dengan sederhana dan yang terpenting adalah misi kita sebagai Ormas di jepara mempunyai peran yang nyata untuk warga dan semoga kegiatan hari ini menjadi keberkahan untuk kita semua para anggota macab jepara dan semua anggota mac di seluruh kabupaten jepara," paparnya.

Adapun tujuan penting kegiatan bakti sosial ini adalah agar bisa membantu meringankan para warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Jepara.

Dan, terima kasih saya ucapkan kepada para anggota lmpi yang telah turut serta berpartisipasi dalam kegiatan sore ini," tutupnya.

Acara bakti sosial diakhiri dengan koordinasi singkat dan do'a bersama agar LMPI Macap Jepara dan seluruh anggotanya tetap kompak dan sukses selalu. (J-TEAM)
Share:

Berikan Bantuan Pada Warga Disabilitas dan PHK, Bupati Haryanto Singgung Kondisi Warga Disabilitas di Sukolilo

Targethukumonline. Pati - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 kabupaten Pati menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga disabilitas dan warga terdampak yang dirumahkan /PHK Jumat pagi di pendopo kabupaten Pati, (08/05/20).

Kwarcab Pramuka Pati peduli covid-19.

Nantinya bantuan tersebut akan disalurkan oleh Pramuka Peduli Pati kepada para disabilitas dan warga yang dirumahkan atau PHK akibat dampak pandemi Covid-19.

Bupati menjelaskan, bantuan yang disimpan di gudang BPBD dan Dinsos mulai didistribusikan gugus tugas Covid-19 melalui Kwarcab Pramuka Pati.

"Pramuka bisa membantu membungkus atau memaketkan bantuan ini.

Nantinya bantuan kita salurkan bila dapatnya sumbangan berupa gula ya kita berikan gula, beras ya beras.

Untuk uang akan kita belanjakan sesuai kebutuhan mungkin bisa masker atau lainnya," ujar Bupati.

Bupati mengatakan bahwa bantuan ini merupakan salah satu bentuk empati yang telah terkumpul dari para donatur.

Seperti Bank Jateng, Bank Mandiri, CV Indokimia, dan gugus tugas covid-19. 

Adapun bentuk empati ini ada berbagai macam, mulai dari beras, gula, minyak, telur dan lain sebagainya.

"Tidak semua paket tersebut dibagikan setiap orang, melainkan sesuai dengan jumlah bantuan yang akan dibagikan.

Selain itu, apabila bantuan dibagikan kepada semua masyarakat kabupaten Pati, tentunya tidak mencukupi", ujarnya.

Bupati menyebut bahwa bantuan yang dibagikan tetap kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid - 19.

"Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah. Sehingga barang yang terkumpul tidak hanya beras saja.

Namun, berbagai macam kebutuhan yang disumbangkan kita terima", tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa penerima bantuan bukan yang masuk ke dalam bantuan PKH, BNPT, BLT dan seterusnya.

Hal ini dilakukan agar bantuan yang diterima tidak tumpang tindih.

Pihaknya menyebut telah menurunkan data ke pemerintah desa yang selanjutnya untuk dapat diverifikasi.

"Untuk bantuan dari pusat hingga desa, kita tinggal nunggu data yang fix, langsung kita salurkan sesuai mekanisme ketentuan yang ada," tegas Bupati.

Kesempatan itu Bupati juga menyinggung kejadian warga disabilitas yang ada di kecamatan Sukolilo.

"Subuh tadi saya di WA pak Ganjar, ada warga asal Sukolilo yang viral di media sosial.

Tidak punya tempat tinggal, bukannya dikasihani, tapi malah dipinggirkan.

Sudah dibuatkan tempat tinggal sederhana oleh saudaranya. 

Namun hal semacam itu kan bisa saja karena dikondisikan. Dan itu viral kemana - mana, seolah - olah tidak ada perhatian", jelasnya.

Ia menegaskan bahwa warga viral yang tidak mempunyai KK maupun KTP tersebut akan tetap mendapatkan perhatian.

Dan nantinya pihaknya akan membuatkan KTP dan KK, serta akan mendapat bantuan dari dana Alokasi DD maupun pemerintah daerah.

"Meskipun bantuan yang sudah terkumpul ini nilainya tidak seberapa, namun apabila tidak saya salurkan ya salah.

Bantuan ini juga akan diberikan kepada sebanyak 137 yang terkena PHK dan 200 orang difabel," jelasnya.

Bupati mengatakan bahwa terkait bantuan, biasanya dinamis. Jadi tidak perlu ada ribut - ribut terkait pembagian bantuan.

Terlebih setelah sumbangan - sumbangan tersebut dibungkus dan siap disalurkan, jika masih ada kuota akan dibagikan kepada PKL di Pusat Kuliner.

Ketua Kwarcab Pramuka, Sugiyono mengatakan bahwa selama terbentuknya Pramuka Peduli, telah melakukan kegiatan sosial.

Yaitu di kegiatan sebelumnya telah membagikan sembago dan masker kepada warga terdampak pandemi seperti tukang becak, tukang ojek dan seterusnya.

"Alhamdulillah di kondisi seperti ini, mendapat dukungan dari Bupati Pati yang juga selaku Ketua Tim Gugus Covid - 19 Pati berupa masker.

Dan target sasaran kami memang ada dua, yaitu para disabilitas dan warga yang terkena PHK", ujarnya.

Ia mengatakan bahwa data warga yang berhak bisa bertambah.

Oleh karena itu pihaknya memohon dukungan dari semua pihak demi program sosial Pramuka Peduli. (ROI)
Share:

Pelecehan Seksual, Tiga Pilar Desa Rajekwesi Adakan Mediasi

Targethukumonline. Jepara - Seorang gadis muda berinisial FF (15), asal desa Rajekwesi, kecamatan Mayong, kabupaten Jepara menjadi korban pelecehan seksual teman-temannya, Jum'at tgl (08/05/20).

Korban dan keluarga bersama pelaku adakan mediasi.

Pelaku yang berjumlah 2 orang berinisial AG (16) dan HEN (16) warga desa Jebol Mayong.

Petinggi desa Legimen, bersama Babinsa Koramil 05 Mayong Kopda Kartoni dan Bhabinkamtibmas Bripka Sugiyono melaksanakan mediasi penyelesaian masalah.

Mediasi yang digelar di Pendopo desa Rajekwesi ini dihadiri pelaku dan keluarganya, serta korban bersama keluarganya.

“Ini atas permintaan dari keluarga korban untuk diadakan mediasi, dikarenakan korban dan pelaku masih dibawah umur,” ucap Legimen saat dikonfirmasi di lokasi.

Kejadian bermula, rabu pukul 20.30 WIB, korban dan pelaku yang merupakan teman main, mengadakan pesta minuman keras di salah satu rumah pelaku di desa Jebol.

“Saat FF mabuk, oleh kedua temannya, alat kemaluannya di colok-colok dan divideokan. 

Belum tahu apakah sudah tersebar atau belum,” terang Petinggi Legimen.

Melalui mediasi yang dipimpin tiga pilar desa Rajekwesi ini, keluarga korban meminta ganti rugi kepada pelaku, dan meminta video tentang pelecehan untuk dihapus.

Sementara Babinsa Kopda Kartoni, mengharapkan masing-masing keluarga baik pelaku maupun korban untuk lebih protektif lagi mengawasi pergaulan anaknya.

“Apalagi maen sampai malam-malam, ditambah minum-minuman keras lagi, harusnya keluarga lebih protektif,” katanya.

Dirinya juga meminta pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi, dan berjanji tidak mengulangi kembali.

Jangan sampai perbuatan tak senonoh seperti ini terulang kembali. 

Ini perlu menjadi perhatian kita semua dan semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tandas Kartoni. (J-TEAM)
Share:

Gudang Meubel Terbakar di Karangkebagusan, Babinsa Ikut Evakuasi

Targethukumonline. Jepara - Menjelang dini hari, warga dikejutkan dengan suara percikan api di gudang meubel milik Wahyu Susilo di kelurahan Karangkebagusan Jepara kota hangus terbakar dilalap si jago merah, Jum'at tgl (08/05/20).

Api melalap gudang meubel milik Wahyu Susilo.

Beberapa unit damkar dibantu warga setempat berusaha memadamkan kobaran api yang menghanguskan gudang milik pria 40 tahun ini, pada jumat dini hari.

Menurut saksi mata  Arifin (34), sekitar pukul 00.10 WIB, dirinya bersama Ahmad Rofii sedang berada di sekitar lokasi kejadian, tak selang lama, terlihat asap yang berasal dari gudang milik Wahyu Susilo.

“Pertama saya lihat asap pak, terus ada api menyambar ke atas, kamipun berteriak ada kebakaran, dan wargapun langsung datang dan berupaya memadamkan dengan alat seadanya,” ujarnya.

Dirinya juga melaporkan kepada Suroso selaku ketua Linmas yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Oleh ketua Linmas, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Jepara kota dan menghubungi Babinsa Koramil 01 Jepara Kopda Supriyanto.

Mendengar kabar itu, Babinsa dengan cepat menuju lokasi, tak berselang lama mobil damkar juga tiba di lokasi sekitar pukul 00.40 WIB, selanjutnya bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api.

Menurut keterangan Babinsa, pemadaman gudang meubel yang beralamat di RT 03 RW 02 kelurahan Karangkebagusan ini memakan waktu sekitar 1,5 jam, dengan menggunakan 3 unit mobil Damkar.

“Api dapat dipadamkan sekitar pukul 02.15 WIB, penyebab kebakaran ini masih menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian.

Apakah murni kecelakaan atau ada upaya sabotase dari pihak tertentu, kerugian diperkirakan sekitar 300 jutaan,” jelas Babinsa saat dikonformasi di lokasi. (J-TEAM)
Share:

Rabu, 06 Mei 2020

Bupati Haryanto Instruksikan Kades Growong Kidul Jemput Warga di Jombang

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto telah menginstruksikan Kepala Desa Growong Kidul untuk menjemput warga desanya bernama Wahyu Utami (30), di RSUD Jombang tadi malam (06/05/20).

Sesaat wahyu Utami dijemput oleh keluarga dan Pemdes.

Bupati menjelaskan, penjemputan Wahyu Utami dilakukan karena wanita itu ditemukan pingsan karena lemah jantung dan kelelahan kemarin di taman Kebonrojo, kabupaten Jombang.

"Setelah mendapatkan informasi keberadaannya di rumah sakit, langsung saya minta pihak desa menjemput kesana," jelas Bupati.

Bupati mengatakan, saat ini Wahyu Utami telah sampai di kabupaten Pati dan langsung menjalani isolasi di Hotel Safin.

"Tadi pagi sudah sampai, dan saat ini berada di Hotel Safin untuk menjalani masa isolasi," imbuhnya.

Bupati juga mengatakan, sebelumnya Wahyu Utami pernah mengalami kejadian serupa di kabupaten Madiun.

Namun saat kades sedang perjalanan ke RSUD Madiun, yang bersangkutan justru pulang paksa dan tidak terlacak keberadaannya.

"Memang beberapa kali mengalami pingsan di jalan, namun saat dijemput malah kabur," sesalnya.

Ia berharap kejadian ini tidak terulang lagi. (ROI)
Share:

DAU Tertunda, Pemkab Pati Kembali Bersiap Lakukan Rasionalisasi Anggaran

Targethukumonline. Pati - Meski Pemkab Pati sudah tepat waktu dalam menyampaikan laporan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terkait dengan refocusing dan realokasi untuk penanganan Corona, Kamis tgl (07/05/20).

Dana alokasi umum sebesar 35% mengalami penundaan.

Namun Pati tetap masuk dalam daftar 383 kabupaten/kota yang mengalami penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Kemenkeu sebesar 35 persen.

"Kita sudah melaporkan namun laporan kita belum memenuhi target, karena ada beberapa ketentuan SKB dan PMK No. 35/2020 yang harus dipenuhi, salah satu persyaratan tersebut adalah target pemangkasan pada sejumlah pos anggaran yang belum mencapai 50 persen," ungkap Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di DPRD kabupaten Pati.

Dalam Rakor yang juga diikuti oleh Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), dan Sekda Suharyono itu, Bupati juga menjelaskan bahwa DAU sejumlah 35 persen tersebut bersifat penundaan bukan pemotongan, artinya jika di bulan ini pihaknya sudah bisa menyelesaikan laporan tersebut, maka di bulan depan, semuanya sudah akan dibayarkan.

"Jangan sampai salah persepsi karena DAU sebesar 35 persen tersebut berasal dari DAU yang di dapat bulan ini, bukan dari total anggaran DAU selama satu tahun," terangnya.

Ia melanjutkan saat ini pihaknya sedang berusaha keras untuk memenuhi target yang diminta oleh Menteri Keuangan RI, seperti dengan memanggil semua OPD di kabupaten Pati untuk kembali melakukan realokasi dan refocusing anggaran.

"Kami minta OPD agar sementara ini jangan ada kegiatan dulu. 

Secepatnya kita akan berusaha keras memenuhi target dari Kementerian Keuangan RI dengan rasionalisasi di sejumlah pos anggaran," harap Haryanto.

Sementara itu, menurut Sekda Suharyono, kabupaten Pati sejauh ini telah dua kali melakukan refocusing anggaran. 

“Yang pertama sebesar Rp 32 miliar kemudian setelah ada SKB dan PMK No. 35/2020, juga sudah kami refocusing kembali”, ungkapnya.

Lebih lanjut Sekda juga menjelaskan tentang anggaran Rp 139 miliar yang akhir-akhir ini kerap dibahas guna penanganan Covid-19 di kabupaten Pati.

“Jadi uang Rp 139 miliar itu merupakan jumlah minimal penurunan nilai Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Maka Rp 139 miliar itu tidak di sini, akan tetapi itu adalah jumlah total yang tidak akan dicairkan oleh pusat.

Namun kemudian muncul kebijakan dari kementerian keuangan bahwa untuk Pati yang dipotong tidak Rp 139 miliar tetapi Rp 123 miliar, sehingga ada sisa uang Rp 17 miliar yang dimasukkan dalam dana tak terduga”, jelasnya.

Jadi, lanjut Suharyono, refocusing ada dua yaitu yang pertama Rp 32 miliar dan yang kedua Rp 17 miliar.

Jadi sekali lagi angka Rp 139 miliar itu bukan uang di kabupaten Pati, tetapi itu adalah anggaran yang tidak akan dicairkan pusat”, jelasnya.

Kemudian agar DAU tidak ditunda, Sekda mengaku akan segera melaksanakan realokasi lagi . “Yang artinya ada pemotongan lagi”, terangnya.

Hasil pemotongan itu, menurut Suharyono, dipakai untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya bila kabupaten Pati harus menerapkan PSBB.

“Setelah kami hitung yang perlu dilakukan untuk mencukupi syarat dari Kemenkeu adalah kita harus segera memotong lagi hingga angkanya total mencapai Rp 361 miliar”, ungkap Sekda.

Berkenaan dengan hal itu, Sekda pun memohon dukungan kepada seluruh anggota DPRD untuk dapat mewujudkan hal itu.

“Maka dalam waktu dekat kami akan berkonsultasi dengan pimpinan dewan, untuk memotong atau  mencari uang Rp 361 miliar itu bagaimana caranya?”, jelas Suharyono.

Sementara itu, usai mendengarkan penjelasan Bupati dan Sekda, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin memberikan tanggapanya.

“Terkait anggaran Rp 139 miliar, itu tadi sudah jelas ya, bahwa dana itu masih parkir di pusat.

Jadi kalau ada yang masyarakat yang beranggapan kalau uang itu dimakan si A si B  itu tidak benar, jadi prasangka buruk itu jelas salah karena uang itu masih ada di pusat’, tegasnya.

Sementara itu, ditemui terpisah, Kepala BPKAD Turi Atmoko menjelaskan bahwa pemotongan anggaran senilai total Rp 361 miliar itu akan diambilkan dari belanja  barang/jasa/modal OPD se-kabupaten Pati.

"Pemangkasan di OPD ada pada pos belanja barang/jasa dan belanja modal sebesar 35%", tutur Turi Atmoko.

Dijelaskan Turi Atmoko, semenjak Menkeu  mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 35 tahun 2020, dana transfer untuk kabupaten Pati berkurang.

Itu semua karena menurunnya dana transfer daerah dan Dana Desa", jelasnya.

Ini memaksa Pemkab untuk melakukan rasionalisasi anggaran, setelah sebelumnya merefokusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Pati 2020 untuk penanganan virus corona (Covid-19) senilai Rp 32 miliar.

Bupati kemudian membuat edaran ke seluruh OPD untuk melakukan rasionalisasi hingga 50% pada pos belanja barang/jasa/modal.

"Kemudian saat kami di-deadline untuk menyampaikan penyesuaian APBD pada 23 April lalu, kabupaten Pati pun tidak telat mengirimkannya.

Waktu itu pemangkasannya 10% dari belanja barang/jasa/modal, dan bahkan kami menambah anggaran belanja tak terduga untuk penanganan Covid-19", jelasnya.

Namun ternyata lanjut Turi Atmoko, penyesuaian APBD yang dikirim ke pusat tersebut belum memenuhi kriteria 50% yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Hal itu diketahui setelah terbitnya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 10 Tahun 2020 (KMK No.10/KMK.07/2020), dimana kita diminta melakukan rasionalisasi sesuai ketentuan pusat dan bila tak segera mengirimkan kembali penyesuaian APBD, maka penyaluran 35% DAU kita akan ditunda oleh pusat", pungkasnya. (ROI)
Share:

Tak Seperti Daerah Lain, Pemkab Pati Beri Perhatian Lebih Bagi Warga Yang Pulang Kampung

Targethukumonline. Pati - Tak seperti daerah lain, Pemkab Pati memberikan perhatian lebih bagi warga yang pulang kampung.

Mereka yang terkena PHK tetap menjalani rapid tes.

"Mereka yang kena PHK dan membawa surat pengantar dari pemerintah asal, akan kami terima, tapi langsung di-rapid tes dan diisolasi.

Pemkab pula yang menanggung makan mereka selama masa isolasi", jelas Bupati Pati Haryanto usai Video Conference dengan Gubernur Jawa Tengah, hari ini (06/05/20).

Hal itu menurut Haryanto sudah dijalankan Pemkab saat kemarin ada warga yang pulang karena kena PHK di Pulau Bali.

"Kalau pulangnya sesuai aturan dan terang-terangan ya pasti kita terapkan protokol kesehatan Covid-19", imbuhnya.

Kemudian menyikapi sekitar 20 ribuan warga yang pulang kampung, Bupati mengaku tak semua diisolasi oleh Pemkab.

"Karena kalau dikarantina semua kan tidak mungkin, harus ada yang memang isolasi mandiri di rumah, tapi tetap diawasi oleh tenaga kesehatan", imbuhnya.

Sementara untuk data terkini penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati per tanggal 6 Mei 2020, pukul 17.00, Bupati mengungkapkan 3 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

"Alhamdulillah, 3 pasien covid sudah sembuh, sehingga saat ini masih ada 3 pasien positif yang dalam perawatan. Sedangkan jumlah PDP ada 9 orang," terang Bupati.

Untuk jumlah OTG ada 23 orang, yang menjalani karantina, baik itu di tempat karantina Pemkab ataupun di rumahnya sendiri.

"Kalau ODP masih ada 84 orang yang diawasi. Untuk pemudik sudah mencapai jumlah 20.091 orang," tandasnya. (ROI)
Share:

Sinergitas WPK dan IPJT Pati, Bagikan Masker dan Takjil di Tengah Pandemi Covid-19

Targethukumonline. Pati - Dalam upaya mendukung Pemerintah untuk memutus dan mencegah penularan Covid-19 ( Corona Virus ) di masyarakat, Group Media Sosial Jenis Facebook yang bernama Wong Pati Kidul di bawah naungan Yayasan Wong Pati Kidul sesuai dengan Akta Notaris Nomor 2, Tanggal 20 Juni 2018, Menkumham Nomor AHU - 0008258.AH. 01.04.Tahun 2018, dalam hal ini ikut tergerak dan turun kejalan dengan menggandeng beberapa lintas komunitas media cetak dan online serta beberapa kelompok organisasi masyarakat lainnya pada hari ini sore sekitar pukul 16.00 - 18.00 WIB di seputar pertigaan pasar Kayen atau lebih tepatnya berada di depan Mapolsek Kayen, Rabu tgl (06/05/20).

Mr. Tugiyono selaku ketua WPK dan IPJT DPC Kab. Pati berbagi takjil dengan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan bakti sosial tersebut  di antaranya adalah, semua Pengurus dan Admin Grup Medsos Wong Pati Kidul, Pengurus Yayasan Wong Pati Kidul, Para Relawan dan Member WPK, Anggota Polsek Kayen, Direktur PT. Media Karya Group beserta Media Online yang berada di bawah naunganya, Ketua Sekber IPJT (Insan Pers Jawa Tengah) beserta jajaran, seta beberapa unsur lembaga, Ormas dan Tokoh Masyarakat yang berada di kawasan Pati Kidul (Pati Selatan).

Pada kesempatan tersebut, Pengurus Group Media Sosial Jenis Facebook Wong Pati Kidul usai menggelar kegiatan tersebut, kepada awak media dirinya mengatakan bahwa , di tengah pandemi Covid-19 ini, kami semua menyatakan mendukung sepenuhnya atas upaya pemerintah dalam memutus dan mencegah penularan Covid-19 ( Corona Virus) khususunya yang berada di wilayah kabupaten Pati, dan seluruh Indonesia pada umumnya ;

"Alhamdulillah di bulan yang penuh berkah ini, yaitu dibulan suci Ramadhan kami (admin WPK) masih bisa berbagi dengan sesama, yaitu dengan membagikan sekitar 2000 Masker dan 1000 takjil kepada masyarakat yang melintas di seputar Jalan Pati-Purwodadi atau lebih tepatnya berada di pertigaan depan Mapolsek Kayen," tutur Tugiyono mewakili para admin dalam kegiatan bakti sosial sore itu.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Pati Kidul yang turut serta mendukung kegiatan dan memberikan suport para Admin sore itu, dirinya mengatakan bahwa ;

"Saya sangat mendukung kegiatan positif ini, meskipun tidak seberapa jumlahnya namun setidaknya dapat bermanfaat bagi orang banyak, apalagi di tengah pandemi Covid-19, tentunya masyarakat sangat membutuhkan masker, setidaknya bisa untuk ganti bagi yang sudah punya dirumah ketika dicuci dan bagi yang belum punya masker tentunya hal ini sangat bermanfaat," kata Ali Badrudin salah satu tokoh masyarakat Pati Kidul.

Lebih lanjut Ali Badrudin juga mengatakan bahwa, Pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir bila di mulai dari kesadaran masyarakat, yaitu dengan saling menjaga kebersihan dilingkungan sekitar, rajin berolahraga untuk meningkatkan imun tubuh, serta menerapkan anjuran pemerintah dan protokol kesehatan untuk tidak berekerumun dan jaga jarak (physical distancing) ;

"Rajin cuci tangan, serta wajib menggunakan masker jika keluar rumah, hindari kontak fisik (bersentuhan dengan orang lain), serta tetap jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi diluar rumah ", imbuhnya.

Senada dengan itu, ketua Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) DPC kabupaten Pati, Mr. Tugiyono yang turut dalam kegiatan bhakti sosial sore itu pihaknya juga menambahkan, Mari bersama-sama untuk tidak saling menyalahkan pihak manapun, di tengah pandemi Covid-19 ini lebih baik kita saling mendukung dalam hal penanganan virus corona ini ;

"Kami juga berharap kepada masyarakat agar tetap dirumah saja, jangan keluar rumah jika tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak, serta wajib menggunakan masker jika keluar rumah," kata ketua IPJT Pati Mr. Tugiyono.

Bagi warga masyarakat, lanjutnya, " Yang masih berada di perantauan untuk menunda mudik tahun ini, hal itu untuk mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19, hingga keadaan kembali pulih seperti sedia kala," tandasnya. (ROI)
Share:

Terapkan Labelisasi Rumah Pemudik, Pemkab Pati Dapatkan Persetujuan DPRD

Targethukumonline. Pati - Mengantisipasi kemungkinan akan adanya pemudik yang akan pulang jelang Idul Fitri, Bupati Pati Haryanto akan menerapkan gagasannya untuk labelisasi rumah warga.

Labelisasi sebagai gagasan yang tepat guna bagi para pemudik.

Aturan ini berlaku bagi warga yang datang dari luar daerah, sehingga harus isolasi mandiri dan rumahnya akan diberi label dari pemerintah desa dan kecamatan.

Hal itu disampaikan Bupati usai rapat dengan legislatif dalam rangka penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati di Ruang Banggar DPRD, Selasa tgl (05/05/20).

"Saya sudah memerintahkan melalui camat untuk yang baru pulang dari luar daerah harus isolasi mandiri dan rumahnya dikasih label, jadi yang bersangkutan adalah melaksanakan isolasi mandiri,“ ujar Bupati.

Ia menjelaskan, labelisasi ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan, pihak desa bisa memantau kondisi kesehatan warga tersebut selama 14 hari.

"Jika lebih dari 14 hari kondisi warga itu tidak ada keluhan, bisa dikatakan sehat dan selesai masa isolasi mandiri," imbuhnya.

Sementara untuk karantina di Hotel Safin, Bupati mengatakan, tempat itu diperuntukkan bagi warga  yang kesulitan menjalani karantina mandiri di rumah.

Kesulitan yang dimaksud, diantaranya ialah keresahan atau bahkan penolakan dari masyarakat.

"Seperti warga yang baru pulang dari luar negeri agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat mereka akan dikarantina, misalnya seperti yang dari Malaysia, Taiwan langsung kita bawa ke Safin," tutur Bupati.

Bupati juga menjelaskan alasan penggunaan Hotel Safin sebagai tempat karantina.

Menurutnya, jika Pemkab membuat tempat karantina sendiri, biayanya akan jauh lebih besar.

Dan membutuhkan langkah cepat untuk menyediakan tempat karantina demi meminimalkan penularan Covid-19," ujarnya.

Namun demikian, tidak semua orang bisa menjalanai karantina di Hotel Safin.

Hanya orang-orang yang mendapatkan rekomendasi dari Pemkab Pati, yang bisa menjalani isolasi mandiri di tempat tersebut.

Bupati menegaskan bahwa isolasi mandiri itu dilaksanakan di tiap desa dan untuk pelaksanakan labelisasi adalah wewenang pemerintah desa dan kecamatan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati melalui Ketua DPRD Ali Badrudin menyambut baik gagasan Bupati Pati Haryanto untuk melakukan labelisasi pada rumah warga yang digunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pemudik.

"Itu yang kami tunggu-tunggu, kami mendorong  agar segera dilaksanakan," ujar Ali Badrudin usai memimpin rapat koordinasi antara pimpinan DPRD dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati.

Menurutnya pelabelan ini memiliki beberapa manfaat diantaranya adalah mempermudah pengawasan pada warga yang menjalani karantina.

Dimana yang bersangkutan tidak akan kemana-mana tanpa pengawasan.

Untuk kemungkinan bahwa labelisasi justru akan menimbulkan stigma negatif dari masyarakat, Ali menjawab, dengan berjalannya waktu dan jika Covid- 19 sudah hilang dan sudah teratasi khususnya di Kabupaten Pati tentu semua akan kembali normal.

"Jadi tidak perlu ada kekhawatiran, dengan sendirinya stigma akan hilang," tegasnya. (ROI)
Share:

Selasa, 05 Mei 2020

9 Desa Mendapatkan Bantuan Program CSR Peduli PT. Toshiba Asia Pasifik Indonesia

Targethukumonline. Jepara - Program CSR (Corporate Social Resposibility) peduli oleh PT. Toshiba Asia Pacific Indonesia untuk 9 desa dalam rangka program Toshiba peduli pencegahan covid 19 untuk masyrakat.

PT. Thosiba berikan bantuan CSR di 9 desa penyangga.

Dan melakukan bantuan tunai langsung ke 9 desa disekitar wilayah penyangga PT. Toshiba Asia Pasifik Indonesia yang ada di Jepara, Selasa tgl (05/05/20).

Dipimpin langsung oleh General Manager PT, Toshiba Asia Pasifik Indonesia, Mr. Keisuke Moihiro bersama Operational Manager Mr. Okano Tadayasu, dan Safety Manager, Ahmad Nasrullah bersama staf serta dari rekan - rekan awak media, memberikan secara langsung uang tunai sebesar Rp. 10.000.000 kepada 9 desa tersebut adalaah ;

Desa Kancilan, diterima oleh petingginya, Yuswoto, desa Tubanan, diterima Untung, desa Kaliaman, diterima Ali Muntaha, desa Bondo, diterima Purwanto, Karanggondang, diterima Pak Ali Ronzi, desa Jeruk Wangi diterima  Kasmono, desa Kedung Leper, diterima H. Makmun, desa Wedelan, diterima Abdul Jamal dan desa Balong diterima  H. Moh Parno.

Pelaksanaan penyerahan dilakukan dalam waktu dua hari, senin dan selasa bantuan sebesar Rp. 10.000.000,- tersebut diharapkan oleh pihak PT. Toshiba dapat membantu pencegahan penyebaran covid - 19 di wilayah Jepara.

Khususnya di desa- desa penyangga, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembelian masker, handsnitiser, atau juga untuk disinfektan untuk penyemprotan.

Selain itu dalam pemberian bantuan tunai tersebut Mr. Keisuke Morihiro juga menyampaikan harapannya kepada petinggi agar masyarakat mengikuti arahan dan anjuran dari pemerintah, dalam menghadapi wabah pandemi covid -19 ini.

Walaupun nilainya sedikit semoga bisa membantu kantor pemerintahan desa dalam memerangi virus covid-19". Lanjut beliau.

Mr. Keisuke Morihiro juga menyampaikan dukungan moril kepada pemdes untuk tetap bersemangat dalam menghadapi pandemik Covid-19 yang dialami hampir semua kawasan dunia termasuk Indonesia saat ini.

Semua kegiatan acara di laksanakan di balai desa wilayah Ring 1 PLTU TJB unit 5 dan 6 (Jawa 4).

Tanggung jawab dalam mengatasi wabah virus 19 ini adalah merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun pihak swasta (perusahaan) karena wabah ini melanda dunia bukan hanya di Indonesia," sambungnya.

Kami persilahkan para petinggi untuk mempergunakan uang tersebut untuk apa, entah itu untuk membeli kebutuhan kebersihan atau bahan pokok.

Yang penting uang tersebut tersalur kepada masyarakat,” jelas dia.

Sementara itu, petinggi Desa Bondo, Purwanto juga Petinggi lain dari 9 desa yang menerima bantuan, menyampaikan sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan tersebut.

Pihaknya menyatakan bantuan tersebut bisa untuk meringankan beban masyarakat selama masa pandemi ini.

Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini, ini akan meringankan beban masyarakat.
 
Semoga kami dan seluruh karyawan di PLTU TJB selalu baik-baik saja.

Dan terhindar dari wabah apapun, harapan itu merupakan harapan kita semua, harapan agar wabah pandemi covid 19 ini cepat berakhir, agar aktifitas masyarakat kembali normal. (J- team)
Share:

Tak Ingin Tumpang Tindih, Bupati Haryanto Jelaskan Tahapan Penerimaan Bantuan

Targethukumonline. Pati - Bupati Pati Haryanto, hari ini  juga menerima bantuan dari PT Rajawali Perkasa Jaya untuk penanganan Covid-19 di Pendopo kabupaten Pati, Selasa tgl (05/05/20).

Bantuan untuk masyarakat yang terdampak covid-19.

Bupati mewakili gugus tugas percepatan penanganan Covid- 19 Kabupaten Pati, mengucapkan terima kasih kepada pihak manajemen PT Rajawali Perkasa Jaya yang ada di Juwana.

Perusahaan ini memberikan bantuan  berupa beras sebanyak 1 ton dan telur sebanyak 115 kg.

Bupati mengungkapkan, bantuan ini akan digabungkan dengan bantuan lain yang disimpan di gudang BPBD.

Haryanto juga menjelaskan, proses pemberian bantuan melalui beberapa tahapan.

Yaitu verifikasi data ke pihak desa, pengumuman nama penerima bantuan, kemudian setelah data itu fix dan tidak terlalu lama akan segera didistribusikan.

"Karena bantuan ini ada berbagai macam ada yang dari PKH, dari bantuan sosial non tunai, ada bantuan pangan non tunai, ada dari desa, dan dari Pemerintah Kabupaten, sehingga tidak tumpang tindih," imbuhnya.

Bupati menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir, karena bantuan pasti akan disalurkan.

"Sementara bantuan ini kita taruh di gudang BPBD dan nanti akan kita bagikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan," tandasnya. (ROI)
Share:

Gugus Tugas Terima Satu Ton Gula dari PG. Pakis Baru

Targethukumonline. Pati - PG Pakis Baru hari ini, menyerahkan bantuan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 kabupaten Pati, di Pendopo kabupaten Pati, Selasa tgl (05/05/20).

Gugus tugas kembali terima bantuan dari PG. Pakis Baru.

Bupati Pati Haryanto selaku ketua Gugus Tugas menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak manajemen PG Pakis Baru yang peduli terhadap masyarakat terdampak covid- 19.

Bupati juga mengapresiasi kepedulian PG Pakis Baru terhadap kestabilan harga gula, dengan membantu Pemkab Pati dalan operasi pasar gula murah.

"Operasi pasar dengan bantuan kurang lebih 28 ton gula dan sudah terdistribusi.

Mudah- mudahan nanti operasi pasar yang kedua juga bisa dibantu lagi," harap Haryanto.

Jumlah bantuan yang diberikan PG Pakis Baru untuk penanganan covid-19 berupa 300 dus mie instan dan gula 1 ton.

Bantuan ini, menurut Bupati akan dibagikan bersama-sama dengan bantuan yang lain seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, telur dan bawang merah.

"Saya sudah menginventarisir dan yang paling banyak adalah beras.

Beras ini sampai dengan sekarang itu totalnya cukup lumayan, kalau tidak salah ada sekitar 7 atau 8 ton dari para donatur," ungkap Bupati.

Bupati juga turut mendoakan agar PG Pakis Baru dalam proses penggilingan nanti berjalan dengan lancar tidak ada masalah.

Ia menegaskan, Pemkab memberikan kesempatan bagi PG Pakis untuk tetap berproduksi di tengah wabah covid- 19 dengan catatan harus menjaga protokol kesehatan dan diatur dengan baik.

Sementara itu pihak Manajemen PG Pakis Baru berharap agar bantuan ini bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan.
 
"Semoga ini bisa meringankan dan bisa membantu pemerintah daerah.

Bantuan ini berupa mie instan 300 dus dan gula 1 ton," pungkasnya. (ROI)
Share:

Senin, 04 Mei 2020

Ketua Gugus Covid-19, Terima Bantuan dari Kadin Pati

Targethukumonline. Pati - Bertempat di Pendopo kabupaten Pati, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia hari ini menyerahkan bantuan untuk penanganan Covid-19 19 kabupaten Pati, Selasa tgl (05/05/20).

300 paket minyak goreng, yang akan disalurkan ke masyarakat.

Bantuan ini diterima langsung oleh Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kadin yang hari ini diwakili Pak Didik. 

Terima kasih pula untuk pengusaha maupun donatur yang lain atas peran serta dan kepeduliannya berupa apapun itu, baik berupa mie instan, beras, gula, telur dan yang dari Kadin kali ini adalah minyak goreng yang tentu saja dibutuhkan oleh masyarakat dan nanti akan kita salurkan dan akan kita petakan", jelasnya.

Menurut Bupati, belum disalurkan bukan berarti tidak disalurkan tapi pihaknya memetakan sesuai dengan data yang ada. 

"Kebetulan saya didampingi Kepala Dinas sosial, tidak mudah memetakan data itu sesuai dengan harapan.

Tetapi kita berupaya semaksimal mungkin agar bantuan ini sesuai, tepat sasaran dan sampai kepada warga yang berhak menerima, jangan sampai nanti salah sasaran", tegasnya.

Haryanto yakin bantuan dari Kadin ini akan sangat berarti dan dapat turut meringankan beban masyarakat.

"Kami dari Kadin ikut berperan serta dengan adanya wabah Covid-19 ini mudah-mudahan apa yang kita bagikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat umum dan bisa berfaedah.

Ini kebetulan total ada 300 paket berisi minyak goreng, semoga ini bisa meringankan beban masyarakat kabupaten Pati," ujar Didik selaku perwakilan Kadin. (ROI)
Share:

Blog Archive