Senin, 04 Mei 2020

Dampak Covid-19, UPK BKD Mayong Kucurkan Dansos Surplus 3.350 Paket Sembako dan Masker

Targethukumonline. Jepara - Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Badan Kerjasama Antar Desa (BKD) Mayong membagikan 3.350 paket sembako dan masker dalam launching penyaluran bantuan dampak Covid-19.

3.350 masker dan sembako dibagikan kepada warga dan masyarakat.

Paket sembako dan masker ini berasal dari Dana Sosial  Surplus UPK BKAD Kecamatan Mayong tahun anggaran 2019., Senin tanggal (04/05/20).

Camat Mayong Rini Patmini, AP sekaligus sebagai ketua tim Satgas Peningkatan Kewaspadaan Covid-19 kecamatan Mayong memimpin langsung acara yang digelar di pendopo kecamatan ini.

Bantuan ini dalam rangka ikut meringankan beban masyarakat kecamatan Mayong khususnya pemanfaat Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP) UPK Mayong akibat adanya pandemic Covid-19.

Hadir juga dalam acara tersebut Danramil 05 Mayong Kapten Inf Nur Khamid, Kapolsek Mayong yang di wakili Aiptu Minan Zuhri, 18 Petinggi se-Kecamatan Mayong, kelembagaan UPK BKAD kecamatan Mayong, dan perwakilan penerima bantuan dari kelompok SPP desa Pelemkerep yaitu PKK RT 06/4 sebanyak 3 orang.

Ketua UPK Mayong, Badruddin mengatakan, di hari pertama ini akan disalurkan ke 6 desa sebanyak 1.381 paket pada 100 kelompok, kemudian di hari kedua akan disalurkan 12 desa sebanyak 2.097 paket sembako pada 157 kelompok.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa UPK Mayong mulai membagi surplus Dansos sejak tahun 2010 sebesar 32,25 juta. 

Sampai dengan tahun anggaran 2019 ini Dansos sudah mencapai 190 juta, dengan total komulatif 1,36 miliar.

“Dana Sosial ini merupakan alokasi 15 persen dari Sisa Hasil Usaha (SHU) UPK selama 1 periode tutup buku dalam kegiatan perguliran Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP),” jelasnya.

Menurutnya, Dansos ini diberikan kepada rumah tangga miskin setiap tahun sesuai dengan alokasi yang tersedia dengan bentuk berbagai jenis bantuan berupa alat kerja, hewan ternak kambing, rehab rumah, kursus, dan lain lain.

Dengan jumlah sasaran mencapai 1.000 KK.

“Namun pada tahun ini berbeda. Ditengah pandemi Covid-19 Dansos di berikan kepada masyarakat pemanfaat SPP berupa paket sembako dan masker sebanyak 3.350 paket,” imbuhnya.

UPK Mayong sendiri berdiri sejak tahun 2007.

Sampai dengan program PNPM berakhir pada tahun 2015 sudah memiliki Asset Micrifinance sebesar 2,5 miliar yang dikembangkan pada tahun 2020 menjadi 10,5 miliar dengan 319 kelompok dengan jumlah pemanfaat 3.494 orang. (J-TEAM)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive